Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP)
Tahun 2020
Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera
Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah maka setiap Instansi Pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, diwajibkan untuk menyusun laporan kinerjanya.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya Kedeputian PKT BPPT dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Kedeputian PKT BPPT kepada Presiden dan masyarakat/publik atas pelaksanaan tugas dan fungsi Kedeputian PKT BPPT melalui program dan kegiatan yang ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Kedeputian PKT BPPT.
Kami berharap laporan kinerja ini bermanfaat dan dapat dipergunakan oleh para pemangku kepentingan.
Sekian dan Terima Kasih
Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi
Dr. Ir. Gatot Dwianto, M.Eng
BAB I
1.1 Penjelasan Umum Organisasi
Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Merupakan kedeputian dibawah Kepala BPPT yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :
Tugas :
Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi merupakan unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPPT di bidang pengkajian kebijakan teknologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengkajian kebijakan teknologi
Fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan di bidang kebijakan teknologi
b. Pelaksanaan kegiatan kebijakan kawasan spesifik dan sistem inovasi, kebijakan industri proses dan energi, kebijakan industri manufaktur, telematika dan elektronika, serta kebijakan sistem audit teknologi
c. Pengendalian terhadap kebijakan teknis di bidang kebijakan teknologi d. Pembinaan dan pemberian bimbingan di bidang kebijakan teknologi dan e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala.
Pada tahun anggaran ini Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi mempunyai target akan menghasilkan :
1. Rekomendasi teknologi bidang pengkajian kebijakan teknologi (SP 1.1) 2. Layanan teknologi bidang pengkajian kebiajakn teknologi (SP 1.3)
Untuk mencapai target tersebut Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi mendapatkan total anggaran sebesar Rp.4.376.284.000
1.2 Struktur Organisasi
1.3 Profil Sumber Daya Manusia
BAB II
2.1 Rencana Strategis Kedeputian
Dokumen Rencana Strategis 2020 – 2024 ini memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi BPPT yang akan mengacu pada Rancangan RPJMN 2020 – 2024. Adapun dalam proses penyusunan dokumen Renstra BPPT 2020 – 2024 ini terdapat berbagai input yang telah dihimpun untuk digunakan sebagai bahan penyusunan, yakni kebijakan yang terkait dengan sektor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), hasil evaluasi dari pelaksanaan program yang telah dilakukan, serta aspirasi masyarakat khususnya yang terkait dengan sektor IPTEK.
Visi BPPT saat ini adalah:
“Menjadi lembaga terdepan dalam pengkajian dan penerapan teknologi yang andal, profesional, inovatif, dan berintegritas untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong”
Misi BPPT sebagai berikut :
Memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis yang cepat, akurat dan responsif, kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pengambilan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan negara dalam bidang pengkajian dan penerapan teknologi; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan prasarana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Dokumen Rencana Strategis 2020-2024 ini memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi BPPT yang akan mengacu Adapun dalam proses penyusunan dokumen Renstra BPPT 2020-2024 ini terdapat berbagai input yang telah dihimpun untuk digunakan sebagai bahan penyusunan yakni kebijakan yang terkait dengan sektor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), hasil evaluasi dari pelaksanaan program yang telah dilakukan, serta aspirasi masyarakat khususnya yang terkait dengan sektor IPTEK.
Renstra Kedeputian PKT juga mengacu pada Renstra BPPT 2020-2024 yang telah disusun. Kegiatannya mengacu pada Tupoksi Kedeputian yang juga mengacu pada Rancangan RPJMN 2020-2024.
2.2 Sasaran Program
Sesuai dengan Dokumen Perjanjian Kinerja Deputi Bidang Kebijakan Teknologi Tahun 2020, sasaran program yaitu:
Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.1) Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
2.3 Indikator Kinerja Sasaran Program
Indikator Kinerja Sasaran Program Kedeputian PKT mengacu pada Sasaran Program yang telah ditetapkan sebagai berikut .
1. Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan (SP 1.1)
Indikator Kinerjanya (SP 1.1) adalah Jumlah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud -
Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station
Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik
Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19 4 4 Teknologi
2. Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Indikator Kinerjanya (SP 1.3) adalah Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) dan Kualitas
Layanan Teknologi (IKM) A
Layanan Jasa Teknologi BTIKK Layanan Jasa Teknologi BIT IKM A
2.4 Perjanjian Kinerja (PK)
No Sasaran Program Indikator Kinerja Target
1 Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.1)
Jumlah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud - Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station - Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia - Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik - Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
4
2 Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) - Layanan Jasa Teknologi BTIKK - Layanan Jasa Teknologi BIT 2
Kualitas Layanan Teknologi (IKM) A
2.5 Rencana Aksi Perjanjian Kinerja (RAPK)
No Sasaran Program Indikator Kinerja Target Uraian Target
Rencana Kinerja Semester
Keterangan I (%) II (%)
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
1 Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.1)
Jumlah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud - Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station - Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia - Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik - Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
4 - Tersusunnya Dokumen Rekomendasi Kajian Klaster Industri dan TKDN Charging Station - Tersusunnya Dokumen Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia - Tersusunnya Dokumen Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik - Tersusunnya Dokumen Rekomendasi Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebaran Covid-19
25 50 75 100
2 Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) - Layanan Jasa Teknologi BTIKK - Layanan Jasa Teknologi BIT
2 - Terlaksananya Layanan Jasa Teknologi Kreatif Keramik (PNBP) - Terlaksananya Layanan Jasa Inkubasi Teknologi kepada tenant (PNBP)
25 50 75 100
Kualitas Layanan Teknologi (IKM) A 25 50 75 100
Anggaran :
Jumlah Total Anggaran Rp.4.376.284.000,-
BAB III
3.1 Ringkasan Capaian Kinerja Kedeputian
Capaian Kinerja Kedeputian PKT Tahun 2020 adalah sebagai berikut
1. Sasaran Program SP 1.1. Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi :
Dihasilkannya Rekomendasi Kebijakan pengembangan klaster industri dan TKDN charging station yang tertuang dalam Policy Brief Pengembangan Industri SPKLU Untuk Mendukung Percepatan Penerapan KBLBB yang telah disampaikan ke mitra pengguna (Kemenkomarves dan Kemenkomaritim) serta buku tulisan ilmiah berjudul Pengembangan Kebijakan Klaster Industri SPKLU dan Potensi TKDN, yang diterbitkan dalam Bunga Rampai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik: Kajian Tekno Ekonomi, Regulasi dan Standar
Dihasilkannya Rekomendasi Kebijakan penyediaan energi untuk charging station KBL yang tertuang dalam Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik telah dituangkan dalam bentuk Buku Bunga Rampai dengan Judul “Penguatan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik”, dan sudah didiseminasikan dalam web-site PPIPE – BPPT.
Dihasilkannya Rekomendasi Kebijakan Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia, telah dituangkan dalam bentuk Buku Outlook “Outlook Energi Indonesia 2020: Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Sektor Energi di Indonesia”. Buku ini sudah diluncurkan pada acara HUT BPPT dan didiseminasikan dalam web-site BPPT, serta sudah mendapatkan testimoni pemanfaatan.
Dihasilkannya simulasi model penyebaran COVID-19 yang didukung aplikasi berbasis web untuk membantu mastyarakat dalam memantau penyebaran Covid 19 dan Rekomendasi Kebijakan penanganan Covid 19
2. Sasaran Program SP 1.3. Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi
a. Terlaksananya kegiatan layanan jasa teknologi keramik (BTIKK) yang meliputi :
Pelayanan Jasa Pendidikan dan Pelatihan Pelayanan Jasa bahan baku keramik siap bentuk Pelayanan Jasa Bakar
Pelayanan Pengolahan bahan Baku Keramik Siap bentuk
b. Terlaksananya kegiatan layanan jasa inkubasi teknologi (BIT) yang meliputi jasa pelayanan inkubasi tenant in wall serta kerjasama dengan mitra untuk pengembangan tenant bersama (co inkubasi tenant).
c.Tercapainya Kulaitas Layanan Teknologi (IKM) yang baik dalam jasa layanan teknologi keramik dan inkubasi .
No Sasaran Program Indikator Kinerja Target Realisasi Keterangan
1 Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.1)
Jumlah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud - Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station - Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia - Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik - Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
4 100 Dihasilkannya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi yang terdiri dari:
* Rumusan kebijakan pengembangan klaster industri dan TKDN charging station
* Rumusan kebijakan penyediaan energi untuk charging station KBL
* Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia
* Simulasi model penyebaran COVID-19 dan Rekomendasi Kebijakan penanganan Covid 19
2 Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) - Layanan Jasa Teknologi BTIKK - Layanan Jasa Teknologi BIT
2 100 Terlaksananya kegiatan layanan jasa teknologi keramik di BTIKK serta terlaksananya kegiatan jasa teknologi di BIT.
Kualitas Layanan Teknologi (IKM)
A A Tercapainya Kulaitas Layanan Teknologi (IKM) yang baik dalam jasa layanan teknologi keramik dan inkubasi.
3.2 Capaian Kinerja Kedeputian
3.2.1 Sasaran Program 1: Terwujudnya Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.1) 3.2.1.1 Indikator Kinerja 1: Jumlah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud
a. Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station
Dalam rangka mengurangi emisi gas buang, pemerintah menetapkan Perpres No 55 tahun 2019 tentang Program Percepatan KBL BB, yang didalamnya juga di dibahas infrastruktur pendukungnya termasuk SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang menjadi infrastruktur utama KBL. Menurut data RUEN 2017, dalam pengembangan KBL BB, pada tahun 2025 akan diperlukan ketersediaan SPKLU sebanyak 1.000 unit dan diprediksi akan meningkat menjadi 10.000 unit pada 2050. Pengembangan SPKLU ini direncanakan untuk mendukung target ketersediaan jumlah mobil listrik sebanyak 2.200 unit pada 2025 yang diprediksi akan bertambah menjadi 4,2 juta unit pada 2050.
Untuk mencapai target SPKLU yang telah ditargetkan pemerintah dalam RUEN maupun Roadmap PLN dengan TKDN tinggi, maka diperlukan kesiapan industri dalam negeri untuk mendukung teknologi dan produk SPKLU. Saat ini seiring dengan perkembangan KBL maka beberapa SPKLU telah dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. Namun demikian, sebagian besar SPKLU tersebut merupakan produk import, sebagian lainnya merupakan hasil manufaktur industri dalam negeri yang bermitra dengan penyedia teknologi dari luar negeri.
Untuk mendukung ketercapaian target dan pengembangan industry SPKLU/CS dalam negeri , PPIMTE pada Tahun anggaran 2020 melakukan kegiatan pemetaan ekosistem dan klaster Industri SPKLU/CS. Kesiapan berbagai elemen dalam ekosistem SPKLU (Pemerintah, Lembaga Litbang, Industri , Komunitas) di Indonesia dipetakan dan dianalisis keterkaitannya termasuk hubungan dalam system industry yang ada. Selain itu dilakukaan penelaahan berbagai regulasi teknis pendukung Perpres 55/2019 Tentang Program Percepatan KBLBB yang mulai diinisiasi pemerintah sejak tahun lalu.
Gambar Kesiapan Ekosistem Inovasi SPKLU
Dari peta kesiapan ekosistem SPKLU/CS khususnya dalam Sistem Industri dapat diidentifikasi pengembangan produk dan teknologi SPKLU di Indonesia masih belum berkembang secara masif. Keterbatasan kemampuan industry manufaktur dalam negeri dan belum terciptanya market pada tahap awal penerapan KBL menjadi kendala pengembangan industry SPKLU diantara sekian kendala lainnya. Tim melakukan analisis berbagai kendala, potensi dan peluang pengembangan industri SPKLU dalam negeri meliputi aspek utama dalam ekosistem meliputi aspek teknologi, pasar, investasi, rantai pasok/TKDN,.
Rumusan Kebijakan
Dari hasil pemetaan kesiapan kemudian dilakukan analisis kendala serta peluang dan potensi pengembangan industri SPKLU di Indonesia untuk kemudian dirumuskan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat membantu penumbuhkembangan industri SPKLU dalam negeri dalam memanfaatkan peluang/potensi yang ada sebagai berikut:
Aspek Teknologi
Diperlukan dukungan insentif untuk kegiatan Penelitian dan Pengembangan bagi Lembaga Litbangjirap, Perguruan Tinggi dan Industri. Insentif bagi industri sebenarnya sudah tertuang dalam PMK no 153/PMK.010/2020 Tentang Pengurangan Pajak Badan Atas Kegiatan Litbang (Super deduction tax).
Terkait implementasi regulasi insentif diatas, industri dapat melakukan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga litbang maupun perguruan tinggi khususnya untuk pengembangan riset atas design engineering (produk dan komponen) serta komponen utama/kunci SPKLU/ (main controller, display, converter, sistem elektrik)
Aspek Pasar
Keterbatasan jumlah permintaan SPKLU pada tahap awal penerapan KBL BB memerlukan dukungan akses pasar pemerintah maupun pasar non pemerintah. Percepatan shifting penggunaan kendaraan berbasis ICE ke KBL BB dapat dimulai dari pengadaan KBL BB pada kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan umum, sehingga populasi KBL BB meningkat dan pada akhirnya mendorong permintaan jumlah SPKLU.
Langkah selanjutnya adalah dukungan kebijakan intermediasi akses pasar pemerintah melalui skema e-katalog produk inovasi sector elektronika dalam pengadaaan barang /jasa pemerintah atas produk KBL BB dan SPKLU karya anak bangsa. Selain itu perlu dilakukan replikasi pilot project KBL BB dan SPKLU di berbagai wilayah/daerah. Selain itu, untuk menciptakan pasar dalam negeri pemerintah dapat melakukan pembatasan import atas SPKLU dalam bentuk barang jadi (CKD) dan memberikan insentif berupa pengurangan bea masuk import bagi produk komponen/sub komponen SPKLU yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Aspek Investasi
Pembangunan industri manufaktur SPKLU membutuhkan investasi yang tinggi karena membutuhkan fasilitas sarana prasarana berteknologi tinggi, terlebih untuk type fast dan ultra charging. Untuk itu dibutuhkan dukungan insentif seperti tax holiday bagi industri SPKLU dalam negeri yang membangun fasilitas manufakturnya di Indonesia. Saat ini regulasi insentif terkait tax holiday atas investasi (PMK No 150/2018) saat ini baru diberikan kepada industri KBL BB khususnya untuk industri pembuatan komponen utama sistem penggerak KBLBB.
Aspek Rantai Pasok dan TKDN
Penguatan rantai pasok SPKLU dapat dilakukan melalui melalui inisiasi penguatan struktur industri elektronika dalam negeri secara masif dari hulu hingga ke hilir. Pembatasan import dan kewajiban kerjasama manufaktur atas pemanfaatan komponen lokal yang telah diproduksi di dalam negeri serta kerjasama lembaga litbang, industri manufaktur dan komponen untuk mengembangkan design engineering (produk dan komponen) serta produk komponen kunci/utama SPKLU yang saat ini belum dapat dikuasai teknologinya dan diproduksi di dalam negeri adalah beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian pemerintah dalam meningkatkan rantai pasok dan TKDN khususnya aspek pengembangan dalam perhitungan TKDN . Hal ini diharapkan dapat melindungi dan menumbuhkembangkan industri SPKLU di dalam negeri.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan kegiatan untuk mendukung peningkatan potensi TKDN industri SPKLU dalam negeri , dimana kegiatan dilakukan dengan melakukan penelaahan regulasi TKDN untuk SPKLU (elektronika) serta kesiapan industri dalam mempersiapkan Aspek Pengembangan dan pendampingan perhitungan TKDN industri yang dilakukan melalui iterasi dan simulasi perhitungan yang mengacu pada Permenperin no. 22 Tahun 2020 dimana ditetapkan Aspek Manufaktur 70 % dan Aspek Pengembangan berupa desain dan aplikasi sebesar 30%. Dari hasil simulasi perhitungan dengan komposisi tersebut maka didapatkan nilai pendekatan TKDN SPKLU sebesar 50, 70% (), nilai ini diharapkan dapat terus meningkat seiring peningkatan kemampuan daya saing industri yang didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah.
Kegiatan menghasilkan output dan evidence yang antara lain berupa :
1. Rekomendasi Kebijakan yang dituangkan dalam Policy Brief Strategi Pengembangan Industri SPKLU yang disampaikan ke lembaga terkait (Kemenkomarves dan Kemenristek BRIN) untuk dapat dijadikan bahan masukan dalam penentuan kebijakan pengembangan industri SPKLU dalam negeri ke depannya .
2. Rekomendasi dalam bentuk tulisan ilmiah berjudul Pengembangan Kebijakan Klaster Industri SPKLU dan Potensi TKDN, yang diterbitkan dalam buku Bunga Rampai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik: Kajian Tekno Ekonomi, Regulasi dan Standar
3. Testimoni industri SPKLU/CS dalam negeri atas pendampingan pengembangan industri SPKLU
Policy Brief Pengembangan Industri SPKLU Dalam Negeri
Surat Pengantar Rekomendasi ke Lembaga Pemerintah
Testimoni Mitra Industri SPKLU PT. HS Power
Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini
Target yang ditetapkan sesuai Penkin adalah 1 (satu) buah rekomendasi Kajian Klaster Industri dan Peningkatan TKDN Industri Manufaktur Charging Station Kendaraan Bermotor Listrik.
Realisasi yang dicapai adalah dihasilkannya Rekomendasi berupa 1 (satu) policy brief strategi pengembangan industri SPKLU dalam mendukung percepatan penerapan KBLBB di Indonesia yang telah disampaikan kepada lembaga pengguna (Kemenkomarves dan Kemenristek/BRIN).
Perbandingan Target dan Realisasi kinerja : 100%
Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir
Kegiatan Kajian Pengembangan Klaster Industri dan Peningkatan TKDN Charging Station baru dimulai tahun 2020, sehingga tidak ada perbandingan dengan kinerja kegiatan di tahun sebelumnya
Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis Kegiatan Kebijakan Klaster Industri untuk SPKLU dan Optimasi Potensi TKDN terdapat di dalam dokumen perencanaan strategis untuk tahun 2020 sampai tahun 2023 dengan output tahunan sebsar 1 buah rekomendasi.
Perbandingan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada)
Tidak ada perbandingan realisasi kinerja dengan standar nasional. Kegiatan Pengembangan Klaster Industri SPKLU dan TKDN merupakan kegiatan
baru yang dilakukan untuk mendorong program percepatan KBL BB dan saat ini Indonesia baru masuk pada tahap awal penerapan KBL BB dan infrastruktur pendukungnya termasuk SPKLU/CS.
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi
Terkait SDM, kendala yang dialami dalam pelaksanaan kegiatan adalah adanya pandemi Covid-19, dimana pada sekitar bulan Maret diberlakukan bekerja dari rumah (work from home). Sehingga banyak aktivitas yang biasanya dilakukan pertemuan langsung tatap muka, menjadi tidak tidak bisa dilakukan. Demikian juga dengan aktivitas koordinasi dengan mitra juga tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Namun demikian seiring dengan waktu kendala kendala ini dapat teratasi dengan munculnya aplikasi daring yang relatif stabil (Aplikasi Zoom) sehingga kendala koordinasi antar SDM/lintas unit/instansi dapat teratasi.
Terkait Anggaran sampai pada akhir kegiatan relatif tidak ada kendala (dari sisi kebutuhan) karena adanya keterbatasan ruang gerak/pergerakan orang/mobilitas orang, sehingga anggaran perjalanan dinas dan meeting tidak menjadi urgen dilakukan.penggunaan anggaran perjalanan dinas dan meeting baru dijalankan setelah masa pandemi covid mulai menurun.
Kendala fasilitas dalam hal ini berkaitan dengan ketersediaan media komunikasi secara online yang harus dimiliki oleh setiap personil. Dengan adanya pandemi covid 19, kebijakan work from home (WFH) tetap mengharuskan setiap personil menjalankan tugasnya di rumah. Fasilitas laptop/notebook menjadi sangat vital untuk diberikan kepada masing masing pegawai sebagai media dalam menjalankan pekerjaan dan berinteraksi.
Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
Pada kegiatan kajian ini tidak mengalami efisiensi sumber daya, tapi dilakukan pengalihan dana survei untuk pembelian perangkat lunak. Dampak perubahan itu kebutuhan data tidak diperoleh secara maksimal untuk kebutuhan analisa.
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Program penerapan KBL BB memasuki tahapan inisiasi awal pada tahun 2019 yang dinaungi Perpres No 55/2019 Tentang program Percepatan KBL BB. SPKLU sebagai infrastruktur pendukung utrama KBL BB membutuhkan berbagai dukungan regulasi teknis Pemerintah serta komitmen industri manufaktur , lembaga litbang serta pasar permintaan dalam negeri dalam pengembangannya. Untuk itu dukungan mitra industri serta lembaga pemerintah termasuk lembaga litbang selaku pemangku kepentingan memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Dalam kegiatan dilakukan diskusi terbatas dengan mitra industri dan lembaga pemerintah dalam menyusun rumusan kebijakan klaster industri dan tKDN yang sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri sehingga diharapkan upaya ini dapat mendukung pengembangan dan perlindungan industri SPKLU dalam negeri yang berdaya saing dalam mendorong percepatan penerapan KBLBB.
b. Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia
Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020, dimulai ketika kasus pertama terdeteksi dan diumumkan resmi oleh pemerintah.
Pemberlakuan PSBB ini berdampak kepada hampir ke seluruh sektor kehidupan sosial ekonomi. Di bidang energi, pandemi COVID-19 akan berdampak cukup signifikan antara lain:
Kebutuhan listrik menurun karena banyak sektor industri dan komersial mengurangi jam operasinya.
Kebututuhan BBM transportasi berkurang terkena pembatasan operasional (jumlah pesawat beroperasi, transportasi umum, dan efek WFH).
Pengurangan kebutuhan BBM bersamaan dengan penurunan drastis harga minyak mentah dunia, menyebabkan beberapa operasi kilang menjadi kurang menguntungkan dibandingkan impor BBM.
Pengembangan EBT makin kurang prospektif karena pasokan energi yang ada saat ini masih berlebih karena menurunnya kebutuhan energi, sehingga target pemerintah dalam kebijakan energi nasional (KEN) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 79/2014 akan sulit tercapai.
Untuk itu maka diperlukan inventarisasi dampak pemdemi COVID-19 terhadap kebutuhan dan penyediaan energi dalam jangka 5 tahun ke depan.
Perencanaan energi di tingkat pusat dan daerah perlu ditinjau kembali dan menyesuaikan dampak yang terjadi akibat pandemi saat ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh dokumen rekomendasi yang secara komprehensif mengulas potensi dampak pandemi COVID-19 terhadap kebutuhan dan penyediaan energi.
Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk membantu dan memberikan rekomendasi atau masukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta stakeholder bidang energi dalam menyusun revisi kebijakan perencanaan energi untuk mengantisipasi permasalahan yang muncul akibat pandemi COVID-19. Rekomendasi yang diberikan meliputi potensi dampak terhadap sektor pengguna energi dan pengembangan infrastruktur energi serta upaya untuk melakukan pemulihan selama kurun waktu 2020-2025
Dari hasil kegiatan yang dilakukan pada tahun 2020, kebutuhan energi diperkirakan mengalami penurunan sebesar 11,0% (skenario OPT), 15,7%
(skenario MOD), dan 20,5% (skenario PES) jika dibandingkan dengan skenario BAU. Penurunan secara nominal berkisar antara 107 – 199 juta SBM.
Studi dari negara-negara lain juga menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 akan menurunkan kebutuhan energi. Enerdata memperkirakan bahwa pandemi di Perancis pada tahun 2020 akan menurunkan kebutuhan energi sebesar 4,6% sampai 11,5% tergantung dari kurun waktu pembatasan sosial dan pemulihan ekonomi.
Pandemi COVID-19 menyebabkan penyediaan energi menurun sebesar 8,3% - 14,4% jika dibandingkan dengan skenario BAU. Penurunan secara nominal berkisar antara 141 – 245 juta SBM.
Produksi listrik tahun 2020 menurun cukup besar yang berkisar antara 7,7%-14% terhadap skenario BAU atau secara nominal berkisar menurun antara 23 – 43 TWh.
Hasil kegiatan ini, yang antara lain berupa rekomendasi telah dituangkan dalam bentuk Buku Outlook “Outlook Energi Indonesia 2020: Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Sektor Energi di Indonesia”. Buku ini sudah diluncurkan pada acara HUT BPPT dan didiseminasikan dalam web-site BPPT, serta sudah mendapatkan testimoni pemanfaatan.
Buku Outlook “Outlook Energi Indonesia 2020
: Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Sektor Energi di Indonesia”.
c. Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan dan penyediaan energi dari Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terkait dengan pasokan listrik dari tenaga surya dan TKDN Infrastruktur. Selain itu kegiatan ini juga melakukan analisis dampak terhadap impor BBM dan lingkungan (emisi GRK dan polusi) dari penerapan mobil listrik dan pemanfaatan SPKLU.
Dari hasil kegiatan yang dilakukan didapatkan bahwa dengan adanya penerapan KBLBB, maka pada tahun 2030, kebutuhan gasoline diperkirakan menurun sebesar 47,2 juta SBM, Kemudian pada tahun 2040 terjadi penurunan gasoline sebesar 163,4 juta SBM, dan pada tahun 2050 penurunan gasoline menjadi sebesar 345,6 juta SBM. Secara siknifikan terjadi penurunan impor energy sebesar 6% terhadap kondisi skenario Dasar.
Masuknya KBLBB tidak terlalu memberi penurunan emisi nasional yang siknifikan. Meskipun emisi dari bahan bakar menurun sebesar 145 juta ton CO2e pada tahun 2050, namun bahan bakar pembangkit di tahun yang sama meningkatkan emisi GRK sebesar 142 juta ton CO2e.
Hasil kegiatan ini, yang antara lain berupa rekomendasi telah dituangkan dalam bentuk Buku Bunga Rampai dengan Judul “Penguatan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik”, dan sudah didiseminasikan dalam web-site PPIPE – BPPT
Dalam pelaksanaan kegiatan ini beberapa hambatan ditemui, seperti belum tersedianya data-data terkait transportasi seperti proyeksi penumpang-km tiap moda transport alternatif (MRT, LRT), data konsumsi energi per penumpang-km tiap moda. Karena itu, data yg digunakan bukan merupakan data aktual, terutama jumlah penumpang dan moda shift. Padahal kedua parameter ini, dan jarak tempuh, sangat berpengaruh thd pengurangan konsumsi BBM.
d. Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
Kajian model skenario penanganan penyebaran covid-19 dilaksanakan untuk menghasilkan model yang dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran sistematis terhadap permasalahan terkait Covid19 dan perangkat analisis prediksi perkembangan kasus Covid-19. Konseptualisasi model dari Covid19 menggunakan pengembangan dari model SIR yang disesuaikan dengan tujuan dan realitas yang terjadi. Modifikasi dalam konseptualisasi model tergambar sebagai berikut:
Hasil Pemodelan Covid 19
Causal Loop Diagram
Hasil Simulasi Model
Beberapa diskusi yang dilakukan terkait hasil permodelan dengan melibatkan peserta dari berbagai pihak pemangku kepentingan diraikan sebagai berikut:
No. Waktu Uraian Peserta
1 28-08-2020 Perkembangan kasus
harian Membahas model
BPPT : Model Systems Dynamics
(pengembangan model SIR)
UI : Model Epidemiologi
ITB : Model Matematik stochastik – Covid-meter (menghitung Rt)
Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Sekretariat Konsorsium Covid-19
2 4-09-2020 Perkembangan kasus
harian
Dampak PSBB dan kondisi New Normal
Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Boni Agusta – KSKP Ristek/BRIN M. Sirojul Munir – Pusdatin Ristek/BRIN Sekretariat Konsorsium Covid-19
3 18-09-2020 Perkembangan kasus
harian
Output hasil kajian dlm web
BPPT : simulasi dalam forio
ITB : Covid-meter
Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB
Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Boni Agusta – KSKP Ristek/BRIN M. Sirojul Munir – Pusdatin Ristek/BRIN Sekretariat Konsorsium Covid-19
4 25-09-2020 Perkembangan kasus
harian Diskusi terkait : dampak dari kepatuhan protokol kesehatan (3 M)
Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Boni Agusta – KSKP Ristek/BRIN 5M. Sirojul Munir – Pusdatin R6istek/BRIN Sekretariat Konsorsium Covid-19
5 2-10-2020 Perkembangan kasus
harian Diskusi terkait dinamika Covid-19 terkait perkembangan kasus, dan
perkembangan nilai Rt
Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Boni Agusta – KSKP Ristek/BRIN M. Sirojul Munir – Pusdatin Ristek/BRIN Sekretariat Konsorsium Covid-19
6 5-10-2020 Mendiskusikan masukan penyusunan Policy Memo Kemenristek/BRIN
Dihadiri Menristek/Ka.BRIN
Menristek/Ka.BRIN Ismunandar – Ristek/BRIN Ali Gufron Mukti – Ristek/BRIN Paulina Pannen – Ristek/BRIN Arwanto – BPPT Nuning Nuraini – ITB Pandu Riono – UI Sri Handoyo Mukti – BPPT
Sekretariat Konsorsium Covid-19
7 8-10-2020 Membahas draft policy memo Kemenristek/BRIN
Dihadiri Menristek/Ka.BRIN dan Ka. LPNK, daftar hadir terlampir
Hasil permodelan sudah dimanfaatkan oleh Kemenritek/BRIN sebagai masukan dalam menyusun rekomendasi penanganan Covid-19 seperti terlihat pada undangan dan capture rapat via zoom dibawah ini.
Hasil modeling dipaparkan dan disosialisasikan oleh Kemenristek BRIN
Dari kegiatan Modelan Simulasi Covid 19 ini, dihasilkan pula aplikasi berbasis web yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin mencoba melihat pergerakan/perubahan data Covid 19 dengan menggunakan beberapa variabel
Aplikasi Model Simulasi Covid 19 Berbasis web
Uraian lainnya
Target 1 model simulasi Covid19, realisasi 1 model simulasi covid19, capaian kinerja adalah sebesar 100 %
Kegiatan pemodelan Covid19 hanya dilakukan tahun 2020 karena adanya pandemi Covid19 (tahun-tahun sebelumnya tidak ada kegiatan) Didalam target jangka menengah telah tertera target dalam dokumen rencana strategis yang direncanakan dari tahun 2020 sampai dengan 2023 dimana ditargetkan output 1 rekomendasi setiap tahunnya.
Standar nasional mengenai pemodelan Covid19 tidak ada, tapi kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi : BPPT, Kemenristek/BRIN, FKM-UI, Matematika-ITB
Analisis keberhasilan : model dapat mensimulasi berbagai intervensi kebijakan, adanya koordinasi dengan kemenristek/BRIN dan Perguruan Tinggi.
Efisiensi penggunaan sumberdaya : SDM dari lintas pusat di Kedeputian PKT sehingga dapat masukan berbagai disiplin ilmu dalam memodelkan Covid19. Penyerapan anggaran 90,86%
Progran/kegiatan yang mendukung keberhasilan kegiatan ini : Analisis data harian Covid19, Analisis Kebijakan Covid19 di dalam dan luar negeri, Diskusi berkala dengan Kemenristek/BRIN, FKM-UI dan F-Matematika-ITB, Analisis Dampak Ekonomi akibat Covid19, Pemetaan Dampak Covid19 pada masyarakat.
3.2.2 Sasaran Program 2: Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
3.2.2.1 Indikator Kinerja 1: Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) dan Indikator Kinerja 2 : Kualitas Layanan Teknologi (IKM)
Layanan Teknologi Jasa Inkubasi Teknologi dan Kualitas Layanan Teknologi (IKM)-Balai Inkubator Teknologi (BIT)
Layanan Jasa Inkubasi Teknologi (PNBP) bertujuan untuk memberikan pendampingan inkubasi bisnis dan teknologi kepada tenant dalam rangka menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi melalui Layanan Jasa Inkubasi Teknologi Tenant Inwall, Kerjasama Inkubasi dengan Bank Indonesia Provinsi Banten dan Kerjasama Ko-Inkubasi dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN.
a. Layanan Jasa Inkubasi Teknologi Tenant Inwall
Sub sub kegiatan ini merupakan perolehan insentif dari hasil layanan tenant inwall serta bagi hasil yang diperoleh berdasarkan hasil kontrak kerjasama yang telah disepakati bersama-sama. Pada tahun 2020 ini jumlah tenant yang difasilitasi untuk memperoleh layanan inwall adalah sebagai berikut (evidence PKS BIT dengan tenant terlampir) :
PT. Hebat Inovasi Indonesia PT. Algaepark Indonesia Mandiri PT. Aromatik Teknologi Indonesia PT. Bali Lengis Alus
PT. Powertech Mitra Asia
Kerjasama Inkubasi antara BIT dengan Bank Indonesia Provinsi Banten PT. Cipta Mikro Material
PKS Inkubasi Tenant PT. Cipta Mikro Material
b. Kerjasama Balai Inkubator Teknologi ( BIT ) BPPT dengan Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten
Pada tahun 2020 diadakan kerjasama kegiatan “Pelatihan Pembuatan sabun dan Shampo serta Sosialiasi perijinan CPKB dari BPOM RI untuk Pondok Pesantren Darun’naim, Rangkas Bitung”. Di samping kegiatan pelatihan, juga dilakukan pelatihan kewirausahaan kepada para santri/santriwati dengan harapan agar memiliki semangat enterpreneurship sehingga bisa mengembangkan ketrampilan yang akan dimiliki menjadi sebuah unit usaha tersendiri di Ponpes Darun’naim (evidence SPK Bank Indonesia Provinsi Banten menunjuk Balai Inkubator Teknologi -BPPT sebagai mitra pelaksana kegiatan).
c. Kerjasama Ko Inkubasi antara BIT dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN
Kerjasama Inkubasi BIT-BATAN memiliki output layanan inkubasi kepada tenant yang diinkubasi oleh BATAN (evidence PKS BIT dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN). Rincian pencapaian kegiatan adalah sebagai berikut:
Tenant Gammapaksi
Telah dilakukan pendampingan inkubasi kepada tenant PT BJM dengan produk gammapakasi.com sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan.
Telah dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas SDM tenant dengan materi Business Model Canvas, Handle Objection, Menghadapi serangan Hacker, Digital marketing dan Pemasaran, dan Strategi marketing dan Kelembagaan Operasional
Telah dilaksanakan kegiatan mempromosikan produk mitra batan melalu website marketplace gammapaksi.com
Telah dilaksanakan kegiatan yang menunjang peningkatkan jejaring mitra batan dalam aktifitas transaksi melalui website marketplace gammapaksi.com melalui kegiatan temu bisnis.
Telah dilaksankan kegiatan peningkatkan kualitas website marketplace gammapaksi.com dengan menambah fitur SMS Getaway dan payment getaway.
PKS Co Inkubasi Tenant BIT dengan Batan
d. Tenant IMR
Pengadaan bahan uji produksi Temu Bisnis
Pengujian mutu produk pupuk Pengadaan bahan kemasan dan promosi Monev
Kualitas Layanan Teknologi (IKM)
Pengukuran capaian kinerja Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berupa layanan inkubasi bisnis teknologi kepada tenant yang mengacu pada Keputusan Peraturan Menpan RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Pengukuran IKM dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada beberapa tenan BIT yang telah mendapatkan fasilitasi inkubasi pada saat di akhir tahun pelaksanaan inkubasi, sehingga dapat mengukur indek kepuasan tenan ketika selama kurun waktu 1 tahun menjalani masa inkubasi oleh BIT. Berikut ini adalah data responden penyebaran kuesioner kepada tenan yang telah mendapat fasilitasi inkubasi.
Tabel. Data Responden Tenan BIT 2020
No Nama Tenant Bidang Produk
1 PT Cipta Mikro Material (CMM) ICT, Manufaktur E-Learning Michel dan Pengujian material 2 PT Indocore Rekayasa Teknologi (IRT) Manufaktur Jasa Pengujian Korosi dan Inspeksi Pipa
3 PT Aromatik Teknologi Indonesia Essential Oil Minyak Atsiri
4 PT Powertech Mitra Asia Manufaktur Bahan Material Industri
5 PT. Algaepark Indonesia Mandiri Kesehatan dan Herbal Obat Herbal
6 CV Mekar Djaya Harum (Lubinar) Kosmetik Lulur dan Masker Wajah
7 PT Bali Lengi Alus Kosmetik Minyak Nilam
8 PT Sentosa Puyuh Indonesia Perdagangan Telur Puyuh
9 PT Hebat Inovasi Indonesia IT Software/Aplikasi Simulasi Bisnis
10 PT Tristania Vegetasi Indonesia Agrobisnis Agrobisnis
Contoh Hasil Isian Form Kuesioner IKM
Berdasar Form kuesioner, langkah-langkah pengukuran IKM dan kriteria penilaian (pada tabel) yang dilakukan berdasarkan Keputusan Peraturan Menpan RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel. Kriteria Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan
NILAI PERSEPSI
NILAI INTERVAL
IKM
NILAI INTERVAL
KONVERSI IKM MUTU
PELAYANAN
KINERJA UNIT PELAYANAN
1 1,00 – 2.5996 25,00 –64,99 D Tidak baik
2 2,60–3,064 65,00 –76,60 C Kurang baik
3 3,0644–3,532 76,61 –88,30 B Baik
4 3,5324–4,00 88,31 –100,00 A Sangat baik
Sasaran Kegiatan 2 :
Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3) Indikator Kinerja 2.2 :
Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) : Layanan Jasa Teknologi BIT
Kualitas Layanan Teknologi (IKM) Indikator
Kinerja
Target Realisasi Evidence
Jumlah Layanan Jasa Inkubasi Teknologi
1
(Rp 331.654.000,-
) atau 100 % 1
(Rp 344.755.000,-) atau 103,95 %
PKS Paska Inkubasi PT. Algaepark Indonesia Mandiri, No :
05/PKS.PAS.INK/BIT.BPPT/HK.03.02/03/2020 PKS Paska Inkubasi PT. Hebat Inovasi Indonesia, No :
01a/PKS.PAS.INK/BIT.BPPT/HK.03.02/01/2020 PKS Residen PT. Cipta Mikro Material, No : 01/PKS.RES/BIT.BPPT/HK.03.02/01/2020 PKS Residen PT. Aromatik Teknologi Indonesia, No :
01/PKS.ADD.RES/BIT.BPPT/HK.03.02/06/2020 dan No :
03/PKS.RES/BIT.BPPT/HK.03.02/7/2020 PKS Inkubasi PT. Bali Lengis Alus, No : 06/PKS.INK/BIT.BPPT/HK.03.02/06/2020 PKS Paska Inkubasi PT. Powertech Mitra Asia, No :
08/PKS.PAS.INK/BIT.BPPT/HK.03.02/06/2020 SPK Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menunjuk Balai Inkubator Teknologi -BPPT sebagai mitra pelaksana kegiatan Pendampingan Pelatihan Produksi Sabun dan Shampoo. No :
02/PKS.MI/BIT.BPPT/HK.03.02/IV/2019 dan No : 21/6/PK/Sr/2019
PKS dari BATAN mengenai Pelaksanaan Inkubasi Bisnis Teknologi, No : B- 308/BATAN/DK/KS 00 01/07/2020 dan No : 02/PKS.MI/BIT.BPPT/HK.03.02/07/2020
Kualitas Layanan Teknologi (IKM)
A A Kuesioner IKM dan Tabel Perhitungan IKM
Perbandingan Antara Target Dan Realisasi Kinerja Tahun 2020
Perbandingan Antara Realisasi Kinerja Serta Capaian Kinerja Tahun 2020 Dengan Tahun Lalu (2019) Dan Beberapa Tahun Terakhir (2018 dan 2017)
Berikut ini disajikan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun lalu (2019) dan beberapa tahun terakhir (2018 dan 2017) untuk Layanan Jasa Teknologi BIT
Tabel. Realisasi dan Capaian Kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya
Berikut ini disajikan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun lalu (2019) dan beberapa tahun terakhir (2018 dan 2017) untuk Kualitas Layanan Teknologi (IKM)
Tabel. Realisasi dan Capaian Kinerja tahun 2020 dengan tahun sebelumnya
2020 2019 2018 2017
Target Capaian % Target Capaian % Target Capaian % Target Capaian %
A A 100 A A 100 B B 100 B B 100
Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun 2020 Dengan Target Jangka Menengah Yang Terdapat Dalam Dokumen Perencanaan Strategis
Berikut ini disajikan Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai dengan Tahun 2020 Dengan Target Jangka Menengah Yang Terdapat Dalam Dokumen Perencanaan Strategis. Sasaran Kegiatan 2 : Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3) dan Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) : Layanan Jasa Teknologi BIT serta Kualitas Layanan Teknologi (IKM).
Tabel Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Tahun 2020 dengan Renstra
Sasaran Kegiatan
Indikator Kinerja 2020 Renstra 2020-2024 TargetRealisasi% TargetRealisasi%
Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Jumlah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) : Layanan Jasa Teknologi BIT
1 1 100 1 1 100
Kualitas Layanan
Teknologi (IKM) A A 100 A A 100
Analisis Penyebab Peningkatan/Penurunan Kinerja Serta Alternatif Solusi
Terlaksananya Jasa Inkubasi Teknologi memiliki beberapa penyebab yang dapat berdampak pada peningkatan dan penurunan yaitu :
Kompetensi Kelembagaan dan SDM BIT dalam berinisiasi dengan mitra untuk Skema Pembiayaan Untuk Bisnis Inovatif.
Kerjasama jejaring dengan mitra yang berdampak pada Skema Pembiayaan Untuk Bisnis Inovatif.
Komitmen mitra dalam pembayaran dalam kontrak atau tagihan PNBP
Pendemi Covid-19 yang berdampak pada penangguhan kegiatan di instansi pemerintahan
Alternatif Solusi terhadap beberapa penyebab yang dapat berdampak pada peningkatan dan penurunan yaitu :
BIT melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan BIT melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan melakukan pelatihan peningkatan kapasitas kemampuan SDM BIT dalam berinisiasi dengan mitra untuk Skema Pembiayaan Untuk Bisnis Inovatif.
BIT menjalin inisiasi kerjasama dengan mitra-mitra dalam pembiayaan.
Menjalin hubungan yang baik dengan mitra dan monitoring secara intensif terhadap administrasi PNBP.
Revisi target PNBP karena tidak terdapat anggaran kegiatan insentif.
Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
Efisiensi yang dilakukan dalam mewujudkan Jasa Inkubasi Teknologi adalah
BIT menjalin inisiasi kerjasama dengan mitra-mitra dalam pembiayaan, sehingga salah satunya adalah melakukan fasilitasi inkubasi dengan mitra melalui skema koinkubasi dengan mitra serta lembaga CSR yang mendukung inkubasi.
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja Jasa Inkubasi Teknologi adalah
Melakukan Sinergi kemitraan dengan mitra dalam melakukan inkubasi baik dalam pembiayaan, manajemen dan pemasaran produk tenant.
Melakukan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan melakukan pelatihan peningkatan kapasitas kemampuan SDM BIT dalam berinisiasi dengan mitra untuk Skema Pembiayaan Untuk Bisnis Inovatif.
Pelaksanaan administrasi anggaran PNBP dengan profesional dan akuntabel dan bersinergi dengan Biro Perencanaan dan Keuangan serta Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan dalam administrasi PNBP
Data Dukung Layanan Inkubasi Tenant
Kegiatan workshop pelatihan formulasi shampo
Ponpes Darunna’im yang didampingi oleh BIT dan BI Banten
Sosialisasi BIT terkait dengan Pedoman CPKB (BPOM) Bagi Tenant BIT
Akses Pembiayaan (Business Pitching) Tenant kepada Investor
Layanan Teknologi Jasa Inkubasi Teknologi (BTIKK)
Jasa Teknologi Kreatif Keramik adalah Jasa yang diberikan BTIIK kepada IKM Keramik dalam hal pelayanan Jasa, antara lain :
Pelayanan Jasa Pendidikan dan Pelatihan Pelayanan Jasa bahan baku keramik siap bentuk Pelayanan Jasa Bakar
Pelayanan Pengolahan bahan Baku Keramik Siap bentuk
Berikut disampaikan data IKM yang menerima layanan Jasa Teknologi BTIKK
Tabel Data IKM yang menerima Layanan BTIKK
NoNamaPemohonJenisPekerjaan TanggalPenawaran No. Penawaran No.Permintaan No Pelaksanaan PJT total
1
TK Kumara Sari IV Jimbaran
Pelayanan jasa Pendidikan dan Pelatihan
27 Januari 2020
01/PO/KUP/BTIKK/I/2020 01/KP/KUP/BTIKK/I/2020 01/PJT/KUP/BTIKK/I/2020 3,850,000
2 Keiko
Pelayanan jasa bahan baku keramik siap bentuk
3 Februari 2020
02/PO/KUP/BTIKK/II/2020 02/KP/KUP/BTIKK/II/2020 02/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 675,000
3
I Wayan Bayu Guna Saputra
Pelayanan Jasa
Bakar 3 Februari 2020
03/PO/KUP/BTIKK/II/2020 03/KP/KUP/BTIKK/II/2020 03/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 1,240,000
4 I Wayan Sutawa
Pelayanan Jasa
Bakar 4 Februari 2020
04/PO/KUP/BTIKK/II/2020 04/KP/KUP/BTIKK/II/2020 04/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 1,240,000
5 Keiko
Pelayanan jasa bahan baku keramik siap bentuk dan Pelayanan Jasa Bakar
6 Februari 2020
05/PO/KUP/BTIKK/II/2020 05/KP/KUP/BTIKK/II/2020 05/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 889,000 Pelayanan jasa
11 Februari 2020 06/PO/KUP/BTIKK/II/2020 06/KP/KUP/BTIKK/II/2020 06/PJT/KUP/BTIKK/II/2020
6 Rena bahan baku keramik siap bentuk
11 Februari 2020 06/PO/KUP/BTIKK/II/2020 06/KP/KUP/BTIKK/II/2020 06/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 630,000
7 Keiko
Pelayanan jasa
bakar 12 Februari 2020 07/PO/KUP/BTIKK/II/2020 07/KP/KUP/BTIKK/II/2020 07/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 664,000
8 Grazinia Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap bentuk
12 Februari 2020 08/PO/KUP/BTIKK/II/2020 08/KP/KUP/BTIKK/II/2020 08/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 4,050,000
9 Oka Prayasa
Pelayanan bahan baku keramik siap bentuk
24 Februari 2020 09/PO/KUP/BTIKK/II/2020 09/KP/KUP/BTIKK/II/2020 09/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 855,000
10 Bali Galuh Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 27 Februari 2020
10/PO/KUP/BTIKK/II/2020 10/KP/KUP/BTIKK/II/2020 10/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 4,500,000
11 Pagar Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 27 Februari 2020
11/PO/KUP/BTIKK/II/2020 11/KP/KUP/BTIKK/II/2020 11/PJT/KUP/BTIKK/II/2020 2,925,000
12 MI Permata Hati Denpasar
Pelayanan jasa
diklat 2 Maret 2020 12/PO/KUP/BTIKK/II/2020 12/KP/KUP/BTIKK/III/2020 12/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 1,950,000
13 Keiko
Pelayanan jasa
bakar 3 Maret 2020 13/PO/KUP/BTIKK/III/2020 13/KP/KUP/BTIKK/III/2020 13/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 664,000
14 Caluk Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 4 Maret 2020
14/PO/KUP/BTIKK/III/2020 14/KP/KUP/BTIKK/III/2020 14/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 6,750,000
15 Bali Galuh Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 4 Maret 2020
15/PO/KUP/BTIKK/III/2020 15/KP/KUP/BTIKK/III/2020 15/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 2,250,000
16
Yayasan Role Bali
Pelayanan jasa
bakar 5 Maret 2020 16/PO/KUP/BTIKK/III/2020 16/KP/KUP/BTIKK/III/2020 16/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 2,745,000
17 Putu Adi
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 9 Maret 2020
17/PO/KUP/BTIKK/III/2020 17/KP/KUP/BTIKK/III/2020 17/PJT/KUP/BTIKK/III/2020 4,500,000
18 Bali Galuh Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 12 Juni 2020
19/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 19/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 19/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 292,500
19 Keiko
Pelayanan jasa bakar dan Bahan
Baku siap bentuk 18 Juni 2020
20/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 20/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 20/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 454,500
20 Pak Artha
Pelayanan jasa bakar dan Bahan
Baku siap bentuk 23 Juni 2020
21/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 21/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 21/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 4,500,000
21 Putu Adi
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 23 Juni 2020
22/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 22/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 22/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 9,000,000
22 Bagus Suryana
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 24 Juni 2020
23/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 23/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 23/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 94,500
23 Keiko
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 29 Juni 2020
24/PO/KUP/BTIKK/VI/2020 24/KP/KUP/BTIKK/VI/2020 24/PJT/KUP/BTIKK/VI/2020 2,236,500
24 Caluk Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 1 Juli 2020
25/PO/KUP/BTIKK/VII/2020 25/KP/KUP/BTIKK/VII/2020 25/PJT/KUP/BTIKK/VII/2020 6,750,000
25 Keiko
Pelayanan Jasa
bakar 1 Juli 2020 26/PO/KUP/BTIKK/VII/2020 26/KP/KUP/BTIKK/VII/2020 26/PJT/KUP/BTIKK/VII/2020 412,000
26
Asni Mulyati
Jeni PelayananJasabakar6 Juli 2020 27/PO/KUP/BTIKK/VII/2020 27/KP/KUP/BTIKK/VII/2020 27/PJT/KUP/BTIKK/VII/2020 1,260,000
27 Wayan Latri
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 9 Juli 2020
28/PO/KUP/BTIKK/VII/2020 28/KP/KUP/BTIKK/VII/2020 28/PJT/KUP/BTIKK/VII/2020 702,000
28 Ayu Sri Rejeki
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 27 Juli 2020
29/PO/KUP/BTIKK/VII/2020 29/KP/KUP/BTIKK/VII/2020 29/PJT/KUP/BTIKK/VII/2020 270,000
29 ICHA
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 4 Agustus 2020
30/PO/KUP/BTIKK/VIII/202030/KP/KUP/BTIKK/VIII/202030/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 67,500
30
Ni Kadek Wid Cahya Paramita
Pelayanan jasa
bakar 5 Agustus 2020
31/PO/KUP/BTIKK/VIII/202031/KP/KUP/BTIKK/VIII/202031/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 274,500
31
Ni Made Kalkhi Suci Sruti
Pelayanan jasa
bakar 10 Agustus 2020 32/PO/KUP/BTIKK/VIII/202032/KP/KUP/BTIKK/VIII/202032/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 252,000
32 Keiko
Pelayanan jasa bakar dan Bahan
Baku siap bentuk 14 Agustus 2020
33/PO/KUP/BTIKK/VIII/202033/KP/KUP/BTIKK/VIII/202033/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 657,000
33 I Putu Agus Ananda Giri Putra
Pelayanan jasa
bakar 14 Agustus 2020
34/PO/KUP/BTIKK/VIII/202034/KP/KUP/BTIKK/VIII/202034/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 252,000
34 Keiko
Pelayanan jasa
bakar 28 Agustus 2020 35/PO/KUP/BTIKK/VIII/202035/KP/KUP/BTIKK/VIII/202035/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 412,000
35
Ni Made Rai Sunarini
Pelayanan bahan baku keramik siap bentuk
31 Agustus 2020
36/PO/KUP/BTIKK/VIII/202036/KP/KUP/BTIKK/VIII/202036/PJT/KUP/BTIKK/VIII/2020 3,916,000
36 Ni Nyoman Pelayanan jasa 03 September 202037/PO/KUP/BTIKK/IX/2020 37KP/KUP/BTIKK/IX/2020 37/PJT/KUP/BTIKK/IX/2020
36 Ni Nyoman Wendri
Pelayanan jasa bakar
03 September 202037/PO/KUP/BTIKK/IX/2020 37KP/KUP/BTIKK/IX/2020 37/PJT/KUP/BTIKK/IX/2020 824,000
37 Bali Galuh Keramik
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 28 September 2020
38/PO/KUP/BTIKK/IX/2020 38/KP/KUP/BTIKK/IX/2020 38/PJT/KUP/BTIKK/IX/2020 6,750,000
38 Eclipse Pottery
Pelayanan bahan baku keramik siap
bentuk 30 September 2020
39/PO/KUP/BTIKK/IX/2020 39/KP/KUP/BTIKK/IX/2020 39/PJT/KUP/BTIKK/IX/2020 2,250,000
39 Keiko
Pelayanan jasa
bakar 19 Okt 2020 40/PO/KUP/BTIKK/X/2020 40/KP/KUP/BTIKK/X/2020 40/PJT/KUP/BTIKK/X/2020 1,076,000
40
Asni Mulyati Jeni
Pelayanan jasa
bakar 19 Okt 2020 41/PO/KUP/BTIKK/X/2020 41/KP/KUP/BTIKK/X/2020 41/PJT/KUP/BTIKK/X/2020 1,260,000
41 Bremaldikeliat
Pelayanan jasa
bakar 16 Nopember 202042/PO/KUP/BTIKK/XI/2020 42/KP/KUP/BTIKK/XI/2020 42/PJT/KUP/BTIKK/XI/2020 252,000
42 Keiko
Pelayanan jasa
bakar 19 Nopember 202043/PO/KUP/BTIKK/XI/2020 43/KP/KUP/BTIKK/XI/2020 43/PJT/KUP/BTIKK/XI/2020 1,992,000 86,584,000
Bukti pendukung/evidence atas Layanan Jasa Teknologi yang diberikan adalah berupa Purchasing Order IKM :
Target dan Realisasi LayananTeknologi PNBP 2015-2020 disampaika dalam gambar berikut:
Kualitas Layanan Teknologi (IKM)-(BTIKK)
Kualitas Layanan Teknologi diukur oleh BTIKK secara periodik untuk mengukur tingkat kepuasan mitra/pelanggan. Hasil pengukuran berupa Indeks Kepuasan Pelanggan dengan Hasil Sangat Memuaskan sebagaimana yang digambarkan pada Gambar berikut:
Tidak dipungkiri penyebab utama menurunnya penjualan PNBP BTIKK adalah menurunnya order IKM Keramik karena adanya Dampak Covid 19, karena selama ini layanan yang diberikan BTIKK lebih banyak diberikan kepada IKM Keramk yang ada di Bali.
Tabel Rata-rata Penurunan Variabel Keuangan IKM Keramik di Bali
Variabel Ekonomi Kenaikan (Penurunan) Keterangan
Variabel Ekonomi Kenaikan (Penurunan) Keterangan
Penjualan ( 76,02% ) 163,33à39,17
Harga pokok penjualan ( 75,77% ) 135,16à32,75
Laba kotor ( 77,22% ) 28,17à06,47
Jumlah tenaga kerja ( 13,33% ) 17,50 à15,17
Jenis produk ( 68,61% ) 31,33à09,83
Jumlah pelanggan ( 83,33% ) 21,00à03,50
Biaya bahan baku ( 83,64% ) 105,42à17,25
Bahan penolong ( 89,22% ) 27,83à03,00
Penggunaan LPG ( 56,63% ) 27,67à12,00
Sumber : IKM Keramik di Bali, 2020
Pandemi covid 19 juga berdampak pada beberapa variabel keuangan IKM keramik di Bali. Penurunun variabel keuangan terbesar dialami pada penggunaan bahan penolong yang mencapai 89,22%. Penurunan berikutnya adalah penggunaan bahan baku 83,64%, penurunan jumlah pelanggan 83,33%, penurunan laba kotor sebesar 77,22%, penurunan penjualan sebesar 76,02%, penurunan harga pokok penjualan 75,77%, penurunan penggunaan LPG 56,63%, penurunan jumlah tenaga kerja 13,33%.
Dalam membantu menghadapi masalah keuangan IKM keramik di Bali akibat dampak pandemi covid 19, diusulkan skema pembiayaan atau pengelolaan keuangan sebagai berikut : (1) ikut sebagai penerima bantuan sosial pemerintah : Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bansos tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembebasan/pengurangan tarif listrik, dan kartu prakerja; (2) melakukan insentif perpajakan : memanfaatkan penurunan tarif PPh final dari 0,5% menjadi 0,0% periode April s.d September 2020; (3) mengajukan penundaan angsuran dan subsidi: dikhususkan bagi penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ultramikro (UMi), Permodalan Nasional Madani Membina keluarga Sejahtera (PNM Mekar), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dan bantun permodalan dari beberapa Kementerian; (4)mengikuti perluasan pembiayaan IKM : menggunakan stimulus bantuan modal kerja darurat yang dikhususkan bagi IKM terdampak covid 19; dan (5)ikut program pemerintah tentang penyangga ekosistem IKM : kegiatan ini dilakukan melalui kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah.
Pengeksplorasian (penyosialisasian) hasil kajian database IKM keramik telah dilakukan pada Panji Keramik (Badung) pada hari Kamis/13 Agustus 2020. Eksplorasi (sosialisasi) menghasilkan hal-hal sebagai berikut : dari 72 (tujuh puluh dua) unit IKM keramik yang terdapat di Bali sebelum covid 19, sekarang tinggal 29 (dua puluh Sembilan) unit, sehingga telah berkurang sebesar 43 (empat puluh tiga) unit atau telah terjadi penurunan sebesar 59,72%. IKM keramik yang telah berkurang sebanyak 43 unit ada yang menutup usahanya sementara, dan ada yang beralih ke usaha lain untuk tetap bertahan hidup. Panji Ceramic adalah salah satu IKM keramik yang masih tetap beroperasi walaupun omset (penjualan) yang dialami selama pandemi covid 19 menurun drastis atau bahkan nihil. Jadi pengeksplorasian (penyosialisasian) database IKM keramik yang eksistensinya mengalami penurunan 59,72% masih membawa harapan dan inspirasi kepada Panji Ceramic untuk tetap bertahan di masa pandemi covid 19 dan bahkan melanjutkan usahanya kalau kondisi membaik. Kegiatan yang dilakukan oleh Panji Keramik untuk bertahan pada masa pandemic covid 19 adalah mengerjakan pesanan-pesanan yang baru saja ada dan melayani jasa pembakaran keramik yang datang dari relasi kerjanya yang merupakan warga negara asing. Pengeksplorasian (penyosialisasian) hasil kajian database IKM keramik juga telah dilakukan pada Eclipse Pottery (Gianyar) pada hari Senin/24 Agustus 2020. Eksplorasi (sosialisasi) menghasilkan hal-hal sebagai berikut : Eclipse Pottery dengan pemilik Bapak Tarmin tetap beroperasi di tengah Pandemi Covid 19. Sebagai pelaku usaha keramik Eclipse Pottery melakukan inovasi di bidang keramik, misal : pada awalnya (sebelum covid 19) Eclipse Pottery membuat produk keramik, namun ketika pandemi covid 19 mereka membuat bahan baku untuk keramik. Dari data kajian yang disampaikan kepada Eclipse Pottery, Eclipse Pottery memiliki acara tersendiri untuk tetap melanjutkan usahanya agar tetap bertahan ditengah situasi pandemic. Pengeksplorasian (penyosialisasian) hasil kajian database IKM keramik pada Metamorfosis Ceramic (Peguyangan-Denpasar) menghasilkan bahwa Metamorfosis Ceramic tetap punya harapan untuk tetap beroperasi sekalipun pada masa pandemic covid 19. Kegiatan yang dilakukan pada masa pandemic ini adalah membuat sampel-sampel produk keramik, seperti : piring dan mangkok dengan penambahan dekorasi pasir yang berasal dari beberapa sumber, yaitu pantai Berawa, dan pantai lainnya. Pengeksplorasian (penyosialisasian) hasil kajian database UMKM keramik pada Bali Galuh Ceramic (Tebongkang-Gianyar) menghasilkan bahwa Bali Galuh Ceramic juga tetap punya harapan untuk tetap beroperasi di masa pandemic covid 19.
Gambar Layanan Jasa Teknologi Keramik
Kegiatan Rekayasa Produksi Pot Filter Keramik
Kegiatan Pengembangan Lempung Lokal Sebagai Bahan Baku keramik
Hasil bentukan prototipe BWNAA2 dengan feldspar India
No Kegiatan Capaian Kinerja 2019 Capaian Kinerja 2020
1 Rekomendasi
Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station
Belum ada, akan tetapi pada tahun 2019 terdapat kegiatan Pengembangan Ekosistem KBL BB
Merupakan kegiatan baru di tahun 2020. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk menrumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan klaster industry dan TKDN industry SPKLU/Charging Station . Rekomendasi Kebijakan tertuang dalam Policy Brief Strategi Pengembangan Industri SPKLU dan terdapat pula Testimoni dari mitra industry atas pendampingan terkait kebijakan pengembangan industry.
2 Rekomendasi
Antisipasi Dampak
Belum ada Merupakan kegiatan baru di tahun 2020 akibat adanya pandemic covid 19. Kegiatan
Kegiatan Proses Pembakaran Biscuit Dalam Pembuatan Keramik
URAIAN TAMBAHAN KINERJA KEDEPUTIAN PKT TA 2020 Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun Ini
Perbandingan antara target dan realisasi capaian kinerja Kedeputian Bidang PKT Tahun 2020 disampaikan pada table di bawah ini
Tabel Perbandfingan Target dan Realisasi Capaian Kinerja Deputi PKT Tahun 2020
No Sasaran Program Target Realisasi Nilai
Perbandingan 1 Terwujudnya
Rekomendasi Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (S.P 1.1)
Empat (4) buah Rekomendasi Kebijakan Teknologi yang Terwujud
Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
Dihasilkannya Empat (4) buah Rekomendasi Kebijakan Teknologi
Rekomendasi Kajian Kluster Industri dan TKDN Charging Station Rekomendasi Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia Rekomendasi Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik
Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
4/4 x 100%
= 100%
Terwujudnya Layanan Teknologi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (SP 1.3)
Dua (2) buah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) - Layanan Jasa Teknologi BTIKK - Layanan Jasa Teknologi BIT
Dihasilkannya Dua (2) buah Layanan Teknologi/Komersialisasi Teknologi (PNBP/BLU) - Layanan Jasa Teknologi BTIKK - Layanan Jasa Teknologi BIT
2/2 x 100% = 100%
Kualitas Layanan Teknologi (IKM) dengan indeks A
Kualitas Layanan Teknologi (IKM) dengan indeks A
A/A x 100%
=100%
Uraian Lainnya
Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir Tabel Perbandingan Capaian Kinerja PKT dengan tahun Lalu
Pandemi Covid-19 terhadap Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia
menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia pada masa pandemi
3 Rekomendasi
Penguatan Ekonomi Berkelanjutan melalui Penerapan Kendaraan Berbasis Listrik
Belum ada Merupakan kegiatan baru di tahun 2020, Kegiatan menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait strategi kebijakan ekonomi
berkelanjutan dalam penerapan KBL BB
4 Rekomendasi Hasil Simulasi Model Penyebararan Covid-19
Belum ada Merupakan kegiatan baru di tahun 2020 untuk membantu penanganan Covid 19. Kegiatan menghasilkan simulasi model Penyebaran Covid 19 serta rekomendasi kebijakan penanganan covid 19 berdasar simulasi model.
5 Layanan Jasa Inkubasi Teknologi
Dilakukan kegiatan layanan jasa melalui kegiatan inkubasi tenant inwall dan outwall, dukungan tenant berupa akses pasar, pembiayaan, dan jasa teknologi lainnya
Layanan Jasa Inkubasi Teknologi (PNBP) menghasilkan terwujudnya pendampingan inkubasi bisnis dan teknologi kepada tenant dalam rangka menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi melalui Layanan Jasa Inkubasi Teknologi Tenant Inwall, Kerjasama Inkubasi dengan Bank Indonesia Provinsi Banten dan Kerjasama Ko- Inkubasi dengan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN.
6 Layanan Jasa Teknologi Keramik
Dilakukan kegiatan layanan jasa teknologi keramik melalui kegiatan pelayanan jasa pelatihan, akses pasar kepada IKM Keramik
Layanan Jasa Teknologi Keramik (PNBP) menghasilkan terwujudnya pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan, Pelayanan Jasa bahan baku keramik siap bentuk, Pelayanan Jasa Bakar serta Pelayanan Pengolahan bahan Baku Keramik Siap bentuk
7 Kualitas Layanan Teknologi
Terwujudnya kualitas layanan teknologi denga IKM A
Tercapainya IKM A
Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis Kegiatan Rekomendasi Kebijakan Teknologi
Secara umum hampir seluruh Kegiatan Rekomendasi Kebijakan Teknologi Bidang PKT dalam dokumen perencanaan strategis dilakukan selama kurun waktu tahun 2020 hingga 2024 dengan output 1 rekomendasi setiap tahunnya. . Kegiatan pada tahun ini mencapai masing-masing output 1 buah rekomendasi kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan strategis.
Layanan Jasa Inkubasi Teknologi
Layanan jasa Inkubasi Teknologi tahun 2020 menghasilkan output 1 buah layanan jasa inkubasi teknologi sesuai dengan target yang tertera di dalam dokumen perencanaan strategis.2020-2024 yang menghasilkan output 1 layanan jasa inkubasi teknologi setiap tahunnya
Layanan Jasa Teknologi Keramik
Layanan jasa Inkubasi Teknologi tahun 2020 menghasilkan output 1 buah layanan jasa teknologi keramik sesuai dengan target yang tertera di dalam dokumen perencanaan strategis.2020-2024 yang menghasilkan output 1 layanan jasa teknologi keramik setiap tahunnya.
Kualitas Layanan Teknologi
Layanan jasa Inkubasi Teknologi dan Teknologi Keramik tahun 2020 menghasilkan output kualitas layanan Teknologi (IKM A) sesuai dengan target yang tertera di dalam dokumen perencanaan strategis.2020-2024.
Perbandingan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada)