REKRUTMEN PEGAWAI REKRUTMEN PEGAWAI
S i s w i d i y a n t o S i s w i d i y a n t o
1
LATAR BELAKANG :
1. Keberhasilan beberapa negara (Korea dan China) terletak pada usaha
sistematis dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki sistem kepegawaian
negara;
2. Kepegawaian negara merupakan faktor dinamis birokrasi yang memegang
peranan penting dalam semua aspek pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan
3. Perubahan Sistem Pemerintahan dari
Sentralistik menjadi Desentralistik diikuti dengan perubahan di Bidang Kepegawaian ( UU No.8/1974 – UU No.43/1999 ).
4. Kebijakan Kepegawaian dari Unified Personal System menjadi Separated Personal System
5. Perubahan Sistem Kepegawaian dalam
Implementasinya telah dan akan menimbulkan berbagai permasalahan,al:
a. Masing-masing daerah membuat aturannya sendiri, sehingga menimbulkan
kesimpangsiuran info dan ketidakpastian;
b. Terjadi Mutasi, Promosi, Rotasi, dan Demosi secara besar-besaran, kurang memperhatikan MSDM scr komprehensif
Lanjutan . . . . .
3
Lanjutan . . .
c. Kurang adanya jaminan karir bagi pejabat puncak birokrasi daerah (krn kental dengan muatan politis), pada sisi yg lain jumlah dan jenjang eselon daerah yg ada tdk ideal untuk mengembangkan karir scr berjenjang dan
berkelanjutan (krn jml eselon puncak sangat terbatas dibandingkan dengan jml eselon
dibawahnya yg relatif besar);
d. Birokrasi daerah sangat mungkin akan terjebak pada pandangan yg sempit (sindroma myopia) yg diwarnai oleh sentimen
promodialisme/kedaerahan/kesukuan;
e. Kecenderungan campur tangan parpol dlm penunjukan seseorang dalam suatu jabatan publik, sehingga birokrasi menjadi kendaraan politik bg parpol-par[pol daerah mempersulit koordinasi di dlm organisasi.
f. Terjadi ketimpangan distribusi lokasi dan
keahlian antar daerah SDA tdk dpt digunakan scr optimal sesuai dengan potensi dan
kompetensinya.
4
MASALAH-MASALAH KEPEGAWAIAN NEGARA DI INDONESIA
• Eko Prasojo : 1. Rekrutmen
2. Penggajian dan Reward
3. Pengukuran Kinerja 4. Promosi Jabatan
5. Pengawasan
• Deputy Menag PAN:
1. Jumlah Pegawai 2. Distribusi Pegawai 3. Kualitas &
Profesionalisme
4. Komposisi Pegawai 5. Kesejahteraan
5
JENIS PEGAWAI NEGERI
1. Pegawai Negeri Terdiri dari:
a. Pegawai Negeri Sipil;
b. Anggota Tentara Nasional Indonesia; dan c. Anggota Kepolisian Negara Republik
Indonesia
2. Pegawai Negeri Sipil Terdiri dari:
a. Pegawai Negeri Sipil Pusat, dan b. Pegawai Negeri sipil Daerah
POLA REKRUTMEN DAN PENEMPATAN PNS
Pengertian Rekrutmen:
1. Pengerahan untuk mendapatkan calon pegawai;
2. Menarik orang utk menjadi karyawan;
3. Mencari dan mendapatkan calon pegawai utk mengisi jabatan yang lowong/ kosong;
4. Pengadaan pegawai;
5. Mencari dan menemukan calon pelamar yang memiliki motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan organisasi yang telah teridentifikasi dalam perencanaan
kepegawaian
7
TUJUAN REKRUTMEN
Untuk Mendapatkan sebanyak Mungkin Calon-Calon Pelamar, Sehingga
Organisasi akan Mempunyai Kesempatan yang Lebih Besar untuk Melakukan
Pilihan terhadap Calon Pekerja yang Dianggap Memenuhi Standard Kualifikasi
Organisasi
ALASAN DASAR REKRUTMEN
1. Berdirinya Organisasi Baru
2. Adanya Perluasan Kegiatan Organisasi
3. Terciptanya Pekerjaan dan Kegiatan Baru 4. Adanya Pekerja yang pindah
5. Adanya pekerja yang berhenti
6. Adanya pekerja yang meninggal dunia
9
PROSES REKRUTMEN
JOB ANALYSYS
JOB DESCRIPTION
ANALISIS KEBUTUHAN PEGAWAI
FORMASI
REKRUTMEN
Proses Rekrutmen harus ada kerjasama antara lini & staff.
Alasan: Bag.Personalia yg merekrut &
melakukan penyaringan jarang merupakan
bagian yang bertanggung jawab untuk menyelia prestasinya.
OKI: Harus diketahui gambaran yang jelas
tentang pekerjaan yang akan diisi, yaitu dengan mengajak berbicara dengan para supervisor.
• Pelaksana Rekrutmen:
1. Bagian Personalia
2. Tenaga Spesialis Proses Penarikan (RECRUITERS)
11
PRINSIP REKRUTMEN
SEMUA WARGA NEGARA MEMPUNYAI KEDUDUKAN HUKUM YANG SAMA
(PP No.98/2000 pasal 3)
BERDASARKAN SYARAT- SYARAT OBYEKTIF
(PP No.II Th 2002 pasal 6)
TIDAK BERDASARKAN
GOLONGAN, AGAMA ATAU RAS ( UU No.43/1999 pasal 17 ayat 2 )
SYARAT-SYARAT OBYEKTIF
1. Warga Negara Indonesia;
2. Usia Minimal 18 tahun, maksimal 35 tahun;
3. Tdk pernah dihukum penjara atau kurungan
berdasarkan putusan pengadilan yg sudah mempunyai kekuatan hukum yg tetap, krn melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
4. Tdk pernah diberhentikan dengan hormat tdk atas permintaan sendiri atau tdk dengan hormat sbg PNS atau diberhentikan tdk dengan hormat sbg pegawai swasta;
5. Tdk berkedudukan sbg calon/Pegawai Negeri;
6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan ketrampilan yang diperlukan;
7. Berkelakuan baik;
8. Sehat Jasmani dan Rohani;
9. Bersedia ditempatkan di seluruh wil.Neg.RI atau neg.lain yg ditentukan oleh pemerintah,dan
10.Syarat lain yg ditentukan dlm persyaratan jabatan
13
SISTEM REKRUTMEN TIGA SISTEM:
1. SENTRALISASI pelaksanaan rekrutmen
dipusatkan /terpusat pada pemerintah pusat saja;
2. DESENTRALISASI pelaksanaan rekrutmen sepenuhnya diserahkan kepada masing-
masing daerah, baik propinsi maupun kabupaten/kota;
3. PERPADUAN antara SENTRALISASI dan DESENTRALISASI ada pembagian kewenangan dalam penyelenggaraan
rekrutmen antara pusat dan daerah 14
PERGESERAN SISTEM REKRUTMEN DI INDONESIA 1. MASA ORDE BARU
Sistem Rekrutmen dilaksanakan dengan sistem perpaduan antara sentralisasi dan
desentralisasi pengangkatan pegawai pd golongan tertentu menjadi kewenangan
Pemerintah Pusat (Presiden), sedang untuk
penerimaan pegawai pd golongan dibawahnya menjadi kewenangan Pejabat Pembina
Kepegawaian Daerah (Gubernur);
2. MASA REFORMASI
Sistem Rekrutmen yg digunakan adalah desentralisasi penerimaan dan
pengangkatan pegawai diserahkan kpd
masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian baik yg ada di Pusat maupun yg ada di Daerah Prop, Kab dan Kota
15
F O R M A S I
• Pengertian:
1. Jumlah pegawai yang dibutuhkan;
2. Susunan dan pangkat pegawai yang dibutuhkan
• Formasi Pegawai Negeri Sipil Pusat untk masing- masing satuan organisasi Pem.Pusat tiap tahun anggaran ditetapkan oleh Menpan, setelah
mendapat pertimbangan Ka BKN berdasarkan usul dr Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat
• Formasi PNS Daerah utk masing-masing SKPD setiap tahun anggaran ditetapkan oleh KDh
( PP No.97/2000 pasal 3 )
PENENTUAN FORMASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN
1. Jenis Pekerjaan;
2. Sifat Pekerjaan;
3. Perkiraan beban kerja dan perkiraan kapasitas seorang pegawai dlm jangka waktu tertentu;
4. Perkiraan kapasitas pegawai;
5. Kebijakan pelaksanaan pekerjaan;
6. Jenjang serta jumlah jabatan dan pangkat;
7. Peralatan yang tersedia;
8. Kemampuan keuangan negara/ daerah
17
S E L E K S I
A d a l a h :
Serangkaian Langkah Kegiatan yang Dilaksanakan Untuk Memutuskan
Apakah Seseorang Pelamar Diterima atau Ditolak, dalam suatu Instansi
tertentu setelah Menjalani
Serangkaian Tes yang Dilaksanakan
(Tes Kompetensi dan Psikotes)
18Metode/Sistem Seleksi
1.Succesive Hurdles 2.Compensatory
19
Kualifikasi Dasar Dalam Seleksi
1. Keahlian (Technical Skill, Human Skill, Conceptual Skill)
2. Pengalaman 3. Umur
4. Jenis Kelamin 5. Pendidikan
6. Keadaan Fisik (sehat jasmani & rohani, postur tubuh
7. Tampang (Personal appearance) 8. Bakat
9. Temperamen (periang, tenang, pemarah, pemurung, dsb)
20
W A W A N C A R A
A d a l a h:
Suatu Langkah Penting yang
Diselenggarakan oleh Suatu Instansi dalam Mengadakan Seleksi Calon
Pegawai Untuk Melihat Kemampuan dan Kecakapan Pegawai Melalui
Wawancara Terhadap pelamar
21
Manfaat Wawancara:
1.Kesan Kuat Tentang
Akseptabilitas Pelamar untuk Bekerja di Organisasi ybs.
2.Mengenal Pelamar dengan lebih baik.
3.Perolehan Jawaban yang agak pasti Tetang Kemampuan
Pelamar
22
Tipe-Tipe Wawancara
1.Tidak Terstruktur 2.Terstruktur
3.Gabungan
4.Pemecahan Masalah
5.Wawancara dalam Situasi Stres
23
Proses
Wawancara
1.Persiapan Petugas
2.Menciptakan Keserasian Hubungan
3.Tukar Menukar Informasi 4.Mengakhiri wawancara
5.Tinjauan Hasil Wawancara
PROSES PENERIMAAN PEGAWAI
Pengumuman Penerimaan Peg. Syarat yg hrs dipenuhi
Seleksi Lamaran Tes Kompetensi
LULUS
Dimintakan NIP ke BKN C P N S
Paling lambat 15 hr sebelum
penerimaan lamaran (ps 5:ayat1dan2 PP98/2000)
25
PENEMPATAN PENEMPATAN
•Adalah : Suatu Kebijakan yang
diambil oleh pimpinan suatu instansi atau Bagian Kepegawaian sesuai
dengan formasi yang diperuntukkan pada seseorang dengan
memperhatikan pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya
•Prinsip: “ The Right Man in the
Right Place “ “ A Square Peg in
Arround Hole “,
26Hari-Hari Pertama Seseorang
Bekerja Menentukan “Perjalanan Selanjutnya Dalam Meniti Karier Dalam Organisasi” Banyak
Pertanyaan yang Muncul, al:
1.Apakah Organisasi ini Benar-benar
Cocok bagi Pengembangan Kariernya?
2.Apakah Pegawai ybs Mampu
Melaksanakan Tugas dengan Baik?
3.Apakah Teman-teman Kerja yg lain dapat Menerima kehadiranya?
27
W N I
DITERIMA MENJADI CPNS DIGAJI 80 %
MELALUI MASA PERCOBAAN 1 s/d 2 TAHUN
HRS MENGIKUTI LATIHAN
PRAJAB. MAKSIMAL 2 KALI
TDK LULUS DIBERHENTIKAN
SELAMA CPNS DINILAI TDK BAIK, DIBERHENTIKAN
HUKUM PUBLIK
S E K I A N
TERIMA KASIH
29