RD. Habel Jadera
Formator Seminari Tinggi St. Petrus - Paulus Keuskupan Bogor
Minggu, 4 Juli 2021
Ibadat Sabda Ibadat Sabda
Hari Minggu XIV Hari Minggu XIV
Masa Biasa
Masa Biasa
Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,
Maka ia mengandung dari Roh Kudus. Salam Maria…
Maka ia mengandung dari Roh Kudus. Salam Maria…
Aku ini hamba Tuhan, Aku ini hamba Tuhan,
Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Salam Maria…
Salam Maria…
Sabda sudah menjadi daging.
Sabda sudah menjadi daging.
Dan tinggal di antara kita. Salam Maria…
Dan tinggal di antara kita. Salam Maria…
Doakanlah Kami ya santa bunda Allah.
Doakanlah Kami ya santa bunda Allah.
Supaya kami dapat menikmati janji Kristus Supaya kami dapat menikmati janji Kristus
Marilah kita berdoa…
Marilah kita berdoa…
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia;
bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia;
curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami,
supaya karena sengsara dan salib-Nya, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.
kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.
Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.
Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.
Amin Amin
Doa Angelus Doa Angelus
2
2 | | Ibadat Sabda Ibadat Sabda ©RDHJ2021 ©RDHJ2021
Nyanyian Pembuka Tanda Salib
P Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U Amin
Doa Pembuka
P Marilah kita berdoa (Hening sejenak)
Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk menyapa dan mengajar kami. Kami mohon bukalah hati kami untuk mengenal, mengagumi dan menerima-Nya.
Berilah kami keberanian untuk menjadi saksi-Nya di lingkungan hidup kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin
Bacaan Pertama
Bacaan dari Nubuat Yehezkiel: [
Yeh 2:2-5]
Sekali peristiwa,
kembalilah rohku ke dalam tubuhku, dan aku ditegakkannya.
Maka aku mendengar Allah yang berbicara dengan aku.
Beginilah Firman-Nya, “Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa yang memberontak melawan Aku.
Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga;
mereka keras kepala dan tegar hati!
Kepada keturunan inilah Aku mengutus engkau!
Kepada mereka harus kaukatakan:
Beginilah firman Tuhan Allah.
Dan entah mereka mendengarkan entah tidak -- sebab mereka adalah kaum pemberontak, -- mereka akan mengetahui
bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan [Mzm 123:1-2a.2bcd.3-4]
Mata kita memandang kepada Tuhan, sampai Ia mengasihi kita.
*Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di surga.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki
33 | | Ibadat Sabda ©RDHJ2021
memandang kepada tangan tuannya.
*Seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya,
demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
*Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;
sudah cukup kenyanglah jiwa kami
dengan olok-olok orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.
Bacaan Kedua
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus: [2Kor 12:7-10]
Saudara-saudara,
agar aku jangan meninggikan diri
karena penyataan luar biasa yang aku terima, aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis
untuk mengecoh aku, agar aku jangan meninggikan diri.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku,
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Sebab itu aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku.
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus.
Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil [Luk 4:18]
Roh Tuhan ada pada-Ku,
dan Aku diutus-Nya menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus: [Mrk 6:1-6]
Sekali peristiwa
Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya,
4
4 | | Ibadat Sabda ©RDHJ2021
sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia.
Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?
Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?
Dan mujizat-mujizat yang demikian
bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?
Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?
Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?”
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka,
“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri,
di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit
dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
Yesus merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah Injil Tuhan.
5
5 | | Ibadat Sabda ©RDHJ2021
Renungan
“Misionaris Domestik: TANTANGAN?”
Para Saudara yang terkasih!
P erdebatan akan identitas Yesus merupakan suatu hal yang menarik. Terlebih lagi, karena perdebatan itu terjadi di kalangan orang yang “dekat”-Nya. Orang orang itu bisa berasal dari suatu daerah serta kelompok yang sama. Atau mungkin dari keluarga yang sama. Perdebadatan itu cenderung jatuh pada penilaian dan akhirnya penolakan.
Hal ini dengan jelas dialami sendiri oleh Yesus: “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak
Maria?” [Mrk 6:3] Identitas Yesus sebagai seorang tukang kayu, Anak Maria, dan memiliki saudara-saudari yang dikenal banyak orang menjadi bahan perdebatan tentang pengajaran dan mukjizat yang Ia lakukan:“Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya?”
[Mrk 6:2].Puncak dari keraguan dan sinisme kerabat dan kenalan Yesus itu berujung pada
PENOLAKAN mereka terhadap misi perutusan-Nya di dunia ini: “Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” [Mrk 6:3]. Tidak hanya itu, kekecawaan dan penolakan berujung pada penolakan akan terciptanya komunio atau persekutuan dengan Allah yang setia dalam diri Yesus Kristus [bdk. 1Kor 1:9].
Misi Kristus ialah terciptanya Kerajaan Allah, yang berarti membangun persekutuan dua arah: Allah yang setia mencintai manusia dan mengasihi manusia, demikian pula sebaliknya.
Yesus menyadari, bahwa perintahnya untuk “pergi, wartakan, baptis dan ajarlah....!” [bdk.
Mat 29:19-20] hendaknya diawali dari KOMUNITAS terkecil dan terdekat kita: Keluarga, Lingkungan, wilayah, tempat kita beraktivitas sehari-hari.
Pengakuan Yesus bahwa “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya” [Mrk 6:4], hendaknya tidak dipandang sebagai suatu pembenaran untuk tidak menjadi misionaris domestik di rumah atau
lingkungan terdekat kita. Hal itu hendaknya dianggap sebagai sebuah tantangan baru bermisi di zaman modern. Seperti halnya Santo Yohanes Paulus II dalam Ensiklik Redemptoris Missio menekankan “Re-Evangelisasi” atau evangelisasi baru: suatu tantangan untuk berevangelisasi bagi oragn-orang terdekat kita, saudara, ayah, ibu, kakak-adik, sahabat yang sungguh mengenal siapa diri kita.
Walau pun ditolak, Yesus tetap menunjukkan kasih-Nya bagi orang-orang yang membutuhkan:“
Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka” [Mrk 6:5].Salam Misioner Salam Misioner
6
6 | | Ibadat Sabda Ibadat Sabda ©RDHJ2021 ©RDHJ2021
7
7 | | Ibadat Sabda ©RDHJ2021
Doa Umat
P Tuhan Yesus mengajari kita untuk tetap setia dan teguh mewartakan karya keselamatan Allah meski mengalami berbagai macam tantangan dan kesulitan.
Marilah kita panjatkan doa kepada Allah Bapa agar kita mampu siap sedia dalam mengikuti Sabda-sabda-Nya.
L Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam. Ya Bapa, semoga Sabda kenabian para pemimpin Gereja didengarkan dan diperhatikan oleh semua orang yang berkehendak baik. Kami mohon …
U Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.
L Bagi para orang tua dan para pendidik. Ya Bapa, dampingilah para orang tua dan para pendidik dalam melaksanakan tugas mereka, agar dapat membimbing kaum muda menuju kedewasaan yang penuh sesuai dengan kehendak-Mu. Kami mohon … U Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.
L Bagi para penganggur. Ya Bapa, berilah pekerjaan yang layak kepada para penganggur, dan juga berilah mereka semangat bekerja penuh kesetiaan serta ketekunan. Kami mohon …
U Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.
L Bagi kita bersama. Ya Bapa, semoga kami tetap setia dalam mewartakan karya keselamatan-Mu meski mengalami berbagai tantangan dan kesulitan dalam hidup kami. Kami mohon …
U Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.
P Bapa yang Mahabaik, dengarkanlah doa-doa kami dan bantulah kami dalam kelemahan kami. Perkenankanlah kami lebih menghayati keutamaan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.
U Amin
Doa Bapa Kami
P Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan oleh Kristus Sendiri P+U Bapa Kami yang ada di surga, ...
... Hening Sejenak ...
St. Alfonsus Liguori St. Alfonsus Liguori
Doa Komuni Batin Doa Komuni Batin
Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.
Karena sekarang,
aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah
sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.
Aku memeluk-Mu mempersatukan diriku dan sepenuhnya kepada-Mu,
jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.
Amin.
Mari kita berdoa bersama-sama:
Mari kita berdoa bersama-sama:
8
8 | | Ibadat Sabda ©RDHJ2021
Doa Paus Fransiskus kepada Bunda Maria, Cinta Kasih Ilahi
Pemimpin mengajak Umat untuk berdoa bersama Ya Maria, engkau senantiasa menerangi langkah kami sebagai tanda keselamatan dan pengharapan.
Kami berharap kepadamu, Kesehatan Orang-orang Sakit,
engkau yang berdiri di kaki Salib, turut serta dalam penderitaan Yesus, dengan iman yang teguh.
Engkau, Keselamatan Bangsa Romawi, tahu apa yang kami butuhkan,
dan kami yakin engkau akan menyediakannya, karena seperti di Kana - Galilea,
semoga sukacita dan keriaan dapat terjadi kembali setelah masa pencobaan ini.
Bantulah kami, Bunda Cinta Kasih Ilahi,
untuk menyelaraskan diri kami dengan kehendak Bapa, dan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus kepada kami, sebab derita dan duka kami telah ditanggung-Nya,
untuk membawa kami, melalui Salib, pada sukacita dari Kebangkitan. Amin.
Kami berlindung padamu, ya Bunda Allah yang kudus.
Janganlah mengabaikan permohonan kami yang sedang di dalam pencobaan – dan bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
[Diambil di www.keuskupanbogor.org]
Doa Penutup
P Marilah kita berdoa.
Ya Allah, kami bersyukur karena Putra-Mu telah menjadi kekuatan bagi kami, umat- Mu yang lemah ini. Semoga dengan menerima kehadiran-Nya, kami tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang penuh cinta kasih dalam membangun dunia sambil mengharapkan datang-Nya dunia baru yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan Kami.
U Amin.
Ibadat ditutup dengan Tanda Salib
P Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus U Amin
P Saudara terkasih, Ibadat kita telah selesai U Syukur kepada Allah.
Nyanyian Penutup