• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ibadat Sabda Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Minggu, 14 Juni RD. Habel Jadera Formator Seminari Tinggi St. Petrus Paulus Keuskupan Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ibadat Sabda Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Minggu, 14 Juni RD. Habel Jadera Formator Seminari Tinggi St. Petrus Paulus Keuskupan Bogor"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Ibadat Sabda

Hari Raya Tubuh dan

Darah Kristus

RD. Habel Jadera

Formator Seminari Tinggi St. Petrus–Paulus Keuskupan Bogor

Minggu, 14 Juni 2020

(2)

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria…

Aku ini hamba Tuhan,

terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Salam Maria…

Sabda sudah menjadi daging, dan tinggal di antara kita.

Salam Maria…

Doakanlah kami ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Marilah kita berdoa…

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia.

Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.

Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Amin.

AngelusDoa

(3)

Salam Misioner! | 2020 © RDHJ 3 Nyanyian Pembuka

Tanda Salib

P Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

U Amin.

Doa Pembuka

P Marilah kita berdoa. [hening sejenak]

Ya Allah, Putra-Mu telah meninggalkan kenangan akan wafat dan kebangkitan- Nya dalam sakramen yang mengagumkan. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati misteri kudus Tubuh dan Darah Putra-Mu, sehingga kami senantiasa dapat menikmati buah penebusan-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

U Amin.

Bacaan I - Bacaan dari Kitab Ulangan [Ul 8:2-3.14b-16a]

Di padang gurun seberang Sungai Yordan, berkatalah Musa kepada umat Israel,

“Ingatlah akan seluruh perjalanan

yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun itu.

Maksud Tuhan ialah merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu,

yakni apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Jadi Tuhan merendahkan hatimu,

membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna,

yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti,

bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan.

Ingatlah selalu pada Tuhan, Allahmu,

yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,

Dialah yang memimpin engkau

melalui padang gurun yang luas dan dahsyat itu, dengan ular-ularnya yang ganas serta kalajengkingnya, dengan tanahnya yang gersang, yang tidak ada airnya.

Dialah yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras.

Dialah yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

(4)

Mazmur Tanggapan

[Mzm 147:12-13.14-15.19-20]

Reff: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!

Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu

dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi;

dengan segera firman-Nya berlari.

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bacaan II

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus [1Kor 10:16-17]

Saudara-saudaraku terkasih,

bukankah piala syukur yang kita syukuri

merupakan persekutuan dengan darah Kristus?

Bukankah roti yang kita bagi-bagi

merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus?

Karena roti itu hanya satu,

maka kita ini, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil

[Wahyu 1:8]

U Alleluia...

Akulah roti hidup yang turun dari surga.

Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

U Alleluia...

(5)

Salam Misioner! | 2020 © RDHJ 5 Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

[Yoh 6:51-58]

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak,

“Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.

Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Dan roti yang Kuberikan ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata,

“Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan!”

Maka kata Yesus kepada mereka,

“Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya,

kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal,

dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa,

demikian juga barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku.

Akulah roti yang telah turun dari surga,

bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati.

Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

(6)

Homili

Tubuh dan Darah Kristus: Bekal Abadi dalam Bermisi Saudara terkasih, ---

Hari ini Yesus memberikan peneguhan bagi kita para pewarta Kabar Sukacita, para pewarta Injil. Peneguhan Yesus ini kita dengar sewaktu

Perjamuan Malam terakhir. Yesus menetapkan Ekaristi sebagai bentuk cinta-Nya yang tak terbatas bagi kita umat manusia yang lemah ini. Ekaristi itulah yang menjadi bekal abadi bagi kita dalam peziarahan hidup di dunia ini. Bekal dalam mewartakan Kristus yang sengsara, wafat dan bangkit bagi kita.

Konsili Vatikan II mengamini bahwa Ekaristi merupakan sumber dan puncak seluruh hidup iman. Bagi kita, pentingnya Ekaristi semakin terasa di masa-masa sulit ini dengan adanya ajakan, imbauan, atau bahkan perintah untuk melakukan pembatasan sosial dalam berbagai bentuk. Alhasil, perayaan Ekaristi pun dilakukan secara daring (live streaming). Kita merasakan kerinduan yang begitu mendalam. Bahkan, doa-doa komuni rindu pun terasa tidak cukup dan kurang menjawab.

Hal itulah yang membedakan Ekaristi dengan bekal-bekal hidup yang lain (roti, daging, dll.) Kita membutuhkan Tubuh dan Darah Kristus yang nyata, real, bukan hanya sekadar roti dan anggur, yang notabene, dapat kita peroleh kapan pun dan di mana pun. Tidak dimungkiri, sebagai umat beriman Katolik, terkadang kita juga bertanya-tanya tentang misteri Tubuh dan Darah Kristus ini.

Namun, Yesus mengetahui kegundahan hati itu. Dan sejak awal, Dia telah memberikan peneguhan tersebut. “Inilah Tubuh-Ku” dan “Inilah Darah- Ku” adalah kata-kata peneguhan Yesus kepada para murid di Perjamuan Malam Terakhir (lih. 1Kor 11:23-26). Yang kita butuhkan bukanlah penalaran, logika atas mukjizat Ekaristi itu, tetapi bagaimana kita mampu menerimanya dengan iman dan keyakinan yang teguh.

Dengan menerima Tubuh dan Darah-Nya, kita meyakini dan mengimani Kristus sebagai Roti Hidup. Dan karenanya, kita mempunyai tugas untuk

mewartakan “wafat Tuhan sampai Ia datang” (1Kor 11:26 [hening sejenak]

Syahadat

P Marilah kita menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan berdoa:

P +U Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa...

(7)

Salam Misioner! | 2020 © RDHJ 7 Doa Umat

Doa umat dapat diisi dengan doa-doa spontan sesuai dengan intensi keluarga.

Pemimpin Ibadat menutup rangkaian doa spontan dengan Doa Bapa Kami bersama-sama, dilanjutkan dengan ajakan berdoa Doa Komuni Batin. Jika dimungkinkan, umat dapat menyanyikan lagu “Aku Rindu”

(Ikut Menyanyi No. 189).

P Allah menyediakan rejeki bagi kita, dan selalu menyapa serta memperhatikan kita masing-masing. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah di surga.

P Bagi seluruh kaum beriman: Ya Bapa, semoga Tubuh dan Darah- Mu memberi kekuatan nyata kepada umat-Mu untuk

meningkatkan pengabdian kami kepada-Mu. Kami mohon…

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P Bagi keadilan dan kerukunan: Ya Bapa, semoga kami, giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Kami mohon …

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P Bagi mereka yang menderita dalam masa pandemi:

Marilah kita juga berdoa bagi mereka yang menderita karena dampak pandemi saat ini, agar Allah Bapa memberikan kesehatan kepada orang sakit, kekuatan kepada orang yang merawat

mereka, penghiburan bagi para keluarga dan keselamatan bagi semua korban yang telah meninggal. Kami mohon…

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P Bagi kita sendiri: Ya Bapa, semoga kami semakin mencintai Ekaristi meskipun di masa pandemi ini, dengan tekun menghayati doa-doa devosi Ekaristi bagi kekuatan kami untuk berbuat baik dan hidup suci. Kami mohon…

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P Allah Bapa yang mahabaik, semoga karena Tubuh dan Darah-Mu yang kudus, kami hidup rukun dan bersatu. Berikanlah kepada kami, damai dan sukacita-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.

U Amin.

Doa Bapa Kami

P Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan oleh Kristus sendiri.

P+U Bapa kami yang ada di surga, ...

[hening sejenak]

(8)

P Mari kita berdoa bersama-sama.

Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku

merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.

Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam

hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.

Amin.

Doa Komuni Batin

St. Alfonsus Liguori

(9)

Salam Misioner! | 2020 © RDHJ 9 Doa Paus Fransiskus kepada Bunda Maria, Cinta Kasih Ilahi

[Pemimpin mengajak umat untuk berdoa bersama]

Ya Maria, engkau senantiasa menerangi langkah kami sebagai tanda keselamatan dan pengharapan.

Kami berharap kepadamu, Kesehatan Orang-orang Sakit,

engkau yang berdiri di kaki Salib, turut serta dalam penderitaan Yesus, dengan iman yang teguh.

Engkau, Keselamatan Bangsa Romawi, tahu apa yang kami butuhkan,

dan kami yakin engkau akan menyediakannya, karena seperti di Kana - Galilea,

semoga sukacita dan keriaan dapat terjadi kembali setelah masa pencobaan ini.

Bantulah kami, Bunda Cinta Kasih Ilahi,

untuk menyelaraskan diri kami dengan kehendak Bapa, dan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus kepada kami, sebab derita dan duka kami telah ditanggung-Nya,

untuk membawa kami, melalui Salib, pada sukacita dari Kebangkitan. Amin.

Kami berlindung padamu, ya Bunda Allah yang kudus.

Janganlah mengabaikan permohonan kami yang sedang di dalam pencobaan – dan bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya, ya Perawan mulia yang terpuji.

[Diambil dari www.keuskupanbogor.org]

Doa Penutup

P Marilah kita berdoa.

Allah Bapa yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena telah Kau anugerahi Tubuh dan Darah Putra-Mu. Kami mohon, ajarilah kami memahami dan menghayati bahwa Engkau selalu hadir di tengah-tengah kami dan senantiasa mendampingi kami, sehingga apa yang kami lakukan untuk mengenangkan Dikau menjadi titik permulaan perjamuan abadi. Demi Kristus Tuhan kami.

U Amin.

[Ibadat ditutup dengan Tanda Salib]

P Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus.

U Amin.

P Saudara terkasih, ibadat kita telah selesai.

U Syukur kepada Allah.

Nyanyian Penutup

Referensi

Dokumen terkait

Dengan senantiasa melakukan tugas perutusan itu, kita berdoa dan berharap agar Kerajaan Allah sungguh menjadi harta warisan terindah dalam hidup kita, dan bukannya diambil

Bunda Maria, yang terkejut dengan pewartaan malaikat Gabriel, menunjukkan ketaatan iman yang mendalam: percaya akan karya Allah yang mustahil di mata manusia, bersukacita akan

untuk menyelaraskan diri kami dengan kehendak Bapa, dan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus kepada kami, sebab derita dan duka kami telah ditanggung-Nya,. untuk membawa kami,

Para santo-santa, lewat kesaksian hidup mereka, telah menjadikan Sabda Yesus itu hidup: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”. Bersukacitalah

Semoga kasih setia Allah Bapa membimbing dan meneguhkan orang-orang yang sedang tertimpa musibah sehingga mampu bangkit kembali dan menyadari bahwa musibah yang menimpa mereka

Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

P Kristus bersabda: “berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah, apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Marilah kita. panjatkan

Marilah kita juga berdoa bagi mereka yang menderita karena dampak pandemi saat ini, agar Allah Bapa memberikan kesehatan kepada orang sakit, kekuatan kepada orang yang merawat mereka,