• Tidak ada hasil yang ditemukan

RD. Habel Jadera Formator Seminari Tinggi St. Petrus - Paulus Keuskupan Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RD. Habel Jadera Formator Seminari Tinggi St. Petrus - Paulus Keuskupan Bogor"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RD. Habel Jadera

Formator Seminari Tinggi St. Petrus - Paulus

Keuskupan Bogor

Minggu, 13 Juni 2021

Ibadat Sabda

Ibadat Sabda

Hari Minggu XI

Hari Minggu XI

Masa Biasa

Masa Biasa

(2)

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,

Maka ia mengandung dari Roh Kudus. Salam Maria…

Maka ia mengandung dari Roh Kudus. Salam Maria…

Aku ini hamba Tuhan,

Aku ini hamba Tuhan,

Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Salam Maria…

Salam Maria…

Sabda sudah menjadi daging.

Sabda sudah menjadi daging.

Dan tinggal di antara kita. Salam Maria…

Dan tinggal di antara kita. Salam Maria…

Doakanlah Kami ya santa bunda Allah.

Doakanlah Kami ya santa bunda Allah.

Supaya kami dapat menikmati janji Kristus

Supaya kami dapat menikmati janji Kristus

Marilah kita berdoa…

Marilah kita berdoa…

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui

bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia;

bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia;

curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami,

curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami,

supaya karena sengsara dan salib-Nya,

supaya karena sengsara dan salib-Nya,

kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.

kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.

Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Amin

Amin

Doa Angelus

Doa Angelus

2

(3)

Nyanyian Pembuka

Tanda Salib

P Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. U Amin

Doa Pembuka

P

Marilah kita berdoa (Hening sejenak)

Ya Allah, Engkau telah menaburkan benih Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon berilah kami kerelaan untuk ikiut serta memperkembangkannya dalam hidup kami sehari-hari sehingga kehidupan kami semakin diwarnai cinta kasih, keadilan, dan damai sejahtera. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin

Bacaan Pertama

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel [

Yeh 17:22-24] Beginilah firman Tuhan Allah,

“Aku sendiri akan mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi

dan menanamnya; Aku mematahkannya

dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda dan Aku sendiri akan menanamnya di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas;

di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah,

dan menjadi pohon aras yang hebat;

segala macam burung dan unggas akan tinggal di bawahnya, mereka akan bernaung di bawah cabang-cabangnya.

Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah,

membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering, dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan akan membuatnya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan [Mzm 92:2-3.13-14.15-16]

Sungguh baik menyanyikan syukur kepada-Mu, ya Tuhan.

*Sungguh baik menyanyikan syukur kepada Tuhan,

dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi,

(4)

dan kesetiaan-Mu di waktu malam.

*Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon, mereka yang ditanam di bait Tuhan

akan bertunas di pelataran Allah kita. *Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar,

bahwa Ia Gunung Batuku, dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Bacaan Kedua

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

[2Kor 5:6-10]

Saudara-saudara,

hati kami senantiasa tabah! Meskipun kami sadar bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

--toh hati kami tabah!

Tetapi kami lebih suka beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Sebab itu kami berusaha, entah di dalam tubuh entah di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut ia peroleh, sesuai dengan yang ia lakukan dalam hidup ini,

baik ataupun jahat.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus: [Mrk 4:26-34]

Sekali peristiwa

Yesus mengajar di hadapan orang banyak, kata-Nya, “Beginilah hal Kerajaan Allah:

Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun,

dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi!

Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu.

4

(5)

Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir,

kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Yesus berkata lagi,

“Dengan apa hendaknya kita bandingkan Kerajaan Allah itu?

Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil

dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan,

ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain,

dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,

sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu

Yesus memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,

dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya

Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Kerajaan Allah: Sebuah Proses “tumbuh dan berkembang”

secara Misterius

Para Saudara yang terkasih!

D

alam pewartaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan tentang inti pesan

kedatangannya ke dunia, yaitu Kerajaan Allah. Suatu konsep yang baru bagi para

murid dan juga para pendengar-Nya [orang-orang Yahudi]. Sebagai Guru, pengajaran

Yesus sangatlah mendalam: bisa dikatakan sistemik. Bahkan pengajaran-Nya

sangatlah sistematis walaupun disampaikan dengan menggunakan

perumpamaan-perumpamaan. Kerajaan Allah merupakan konsep yang tidak mudah untuk

dimengerti. Karena itulah, Yesus mencoba untuk memberi penjelasan detail bagi para

pengikut-Nya. Yesus mencoba mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dengan

menjelaskan: siapa pelakumya dan dengan cara seperti apa hal tersebut dapat terjadi.

Menurut-Nya, “

Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah

[Mrk 4:26]”: suatu tindakan cinta yang diinisiasi Allah terhadap manusia. Cinta Allah

menjadi nyata dalam diri Kristus

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,

5

(6)

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang

percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”

[Yoh 3:6].

Yesus juga menjelaskan

bagaimana cara Kerajaan Allah itu bekerja

dalam kehidupan

manusia dan tentunya di dalam dunia ini. Menurutnya, Kerajaan Allah itu bekerja

dengan sendirinya, dari dalam dan secara misterius. Hal ini digambarkan dengan

proses perumbuhan sebutir benih yang ditaburkan dan kemudian bertunas dan

berkembang. Bahkan menurut-Nya: “Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu”

[Mrk 4:27].

Dengan demikian, Yesus hanya meminta kita untuk membiarkan Allah yang

mengambil inisiatif dalam diri kita. Membiarkan benih Kerajaan Allah ditabur

di hati kita berarti

membiarkan Allah meraja

dalam kehidupan kita. Allah meraja

secara misterius, di luar dugaan atau bahkan pemikiran kita sebagai manusia. Maka

hendaknya kita tidak menciptakan ukuran-ukuran cinta kasih Allah berdasarkan

pemikiran kita masing-masing.

Apa yang dapat kita lakukan, belajarlah menjadi “biji sesawi”: benih terkecil namun

menghasilkan pohon yang rindang. Pewartaan akan Kristus yang hidup dan

mencintai diri kita terkadang dianggap

sepele

, namun dampaknya sungguh luar biasa.

Karena itu, marilah kita selain membuka diri bagi terciptanya Kerajaan Allah,

hendaknya kita juga mengambil bagian dalam mewartakan, menyabarkan dan

menggemakan Kerajaan Allah itu bagi orang di sekitar kita.

Salam Misioner

6

(7)

7

7

| |

Ibadat Sabda

©RDHJ2021

Doa Umat

P

Kristus bersabda, “Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan

benih di tanah. malam hari ia tidur dan siang hari ia bangun, dan benih itu

mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi!” Marilah kita berdoa:

P

Bagi Gereja Allah. Bapa, curahkanlah rahmat kesetiaan bagi Gereja-Mu

sehingga tetap setia kepada-Mu di tengah-tengah perubahan dunia. Bimbinglah

umat-Mu untuk memiliki semangat Injil, yakni semangat kemiskinan dan pelayanan

demi keselamatan sesama di dalam peziarahan menuju kepada-Mu. Kami mohon …

U

Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P

Bagi negara yang sedang berkembang. Bapa, berkatilah dan lindungilah

negara-negara yang sedang berkembang dalam perjuangannya memajukan

kesejahteraan rohani dan jasmani rakyatnya. Kami mohon …

U

Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P

Bagi kaum remaja. Bapa, bimbinglah kaum remaja agar tumbuh menjadi

pribadi-pribadi yang tangguh dalam iman, pengharapan dan kasih akan dikau. Kami

mohon …

U

Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P

Bagi kita sendiri. Bapa, tinggallah di dalam diri kami masing-masing sehingga

meskipun kami ini lemah dan hina, namun sedia menanggapi panggilan-Mu untuk

terlibat dalam pewartaan Kerajaan-Mu demi keselamatan segala makhluk. Kami

mohon …

U

Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I

Allah Bapa yang mahabaik, Engkau berkenan tinggal bersama kami di dalam

diri Kristus Putra-Mu. Engkau mengenal kami dan tahu apa yang kami butuhkan.

Janganlah meninggalkan kami, tetapi dampingilah kami selalu. Demi Kristus, Tuhan

dan Pengantara kami.

U Amin.

Doa Bapa Kami

P Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan oleh Kristus Sendiri P+U Bapa Kami yang ada di surga, ...

(8)

St. Alfonsus Liguori

St. Alfonsus Liguori

Doa Komuni Batin

Doa Komuni Batin

Yesusku,

aku percaya,

Engkau sungguh hadir

dalam Sakramen Mahakudus.

Aku mengasihi-Mu

lebih dari segalanya,

dan aku merindukan kehadiran-Mu

dalam seluruh jiwaku.

Karena sekarang,

aku tak dapat menyambut-Mu

dalam Sakramen Ekaristi,

datanglah

sekurang-kurangnya secara rohani

ke dalam hatiku,

meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu

dan

mempersatukan diriku

sepenuhnya kepada-Mu,

jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.

Amin.

Mari kita berdoa bersama-sama:

Mari kita berdoa bersama-sama:

8

(9)

Doa Paus Fransiskus kepada Bunda Maria, Cinta Kasih Ilahi

Pemimpin mengajak Umat untuk berdoa bersama

Ya Maria, engkau senantiasa menerangi langkah kami sebagai tanda keselamatan dan pengharapan.

Kami berharap kepadamu, Kesehatan Orang-orang Sakit,

engkau yang berdiri di kaki Salib, turut serta dalam penderitaan Yesus, dengan iman yang teguh.

Engkau, Keselamatan Bangsa Romawi, tahu apa yang kami butuhkan,

dan kami yakin engkau akan menyediakannya, karena seperti di Kana - Galilea,

semoga sukacita dan keriaan dapat terjadi kembali setelah masa pencobaan ini.

Bantulah kami, Bunda Cinta Kasih Ilahi,

untuk menyelaraskan diri kami dengan kehendak Bapa, dan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus kepada kami, sebab derita dan duka kami telah ditanggung-Nya,

untuk membawa kami, melalui Salib, pada sukacita dari Kebangkitan. Amin.

Kami berlindung padamu, ya Bunda Allah yang kudus.

Janganlah mengabaikan permohonan kami yang sedang di dalam pencobaan – dan bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya,

ya Perawan mulia yang terpuji.

[Diambil di www.keuskupanbogor.org]

Doa Penutup

P Marilah kita berdoa.

Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas sabda-Mu. Kami semua ada di dalam

Kerajaan-Mu. Maka, kami mohon, semoga Tubuh Putra-Mu senatiasa memberi

kekuatan kepada kami untuk mengusahakan terciptanya kehidupan damai sejahtrea

di tengah-tengah masyarakat kami, sehingga Engkau menggenapainya pada akhir

zaman nanti. Demi Kristus Tuhan kami

U Amin.

Ibadat ditutup dengan Tanda Salib

P Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus U Amin

P Saudara terkasih, Ibadat kita telah selesai U Syukur kepada Allah.

Nyanyian Penutup

9

Referensi

Dokumen terkait

Pergeseran jenis yang keempat adalah pergeseran yang dilakukan untuk mengisi kerumpangan kosakata (termasuk perangkat tekstual seperti /- pun/ dalam bahasa Indonesia)

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti dalam bidang penelitian, kajian kurikulum, pendekatan pembelajaran, proses pembelajaran yang baik diterapkan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa..

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.!.

Para santo-santa, lewat kesaksian hidup mereka, telah menjadikan Sabda Yesus itu hidup: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”. Bersukacitalah

Marilah kita juga berdoa bagi mereka yang menderita karena dampak pandemi saat ini, agar Allah Bapa memberikan kesehatan kepada orang sakit, kekuatan kepada orang yang merawat

Tujuan dari pengajaran mata kuliah basis data adalah untuk memberikan suatu pendahuluan mengenai sistem manajemen basis data, dengan penekanan pada bagimana cara

Pada skripsi ini membahas pengembangan dari PT Pagodasakti Prima Refrigerasi, yakni dengan menerapkan strategi pemasaran melalui sarana internet dalam upaya