Dengan penuh rasa syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dah karuniaNya, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 telah selesai disusun. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah secara jelas menegaskan bahwa dalam rangka lebih meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, perlu adanya pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Secara periodik, laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah disusun sebagai bentuk tanggungjawab instansi pemerintah untuk dapat memberikan informasi terkait dengan kinerja instansi terkait.
Laporan Kinerja ini menyajikan gambaran tentang pencapaian kinerja Pengadilan Agama Kebumen selama Tahun 2014 dalam rangka melaksanakan dan mewujudkan tata kelola lembaga peradilan yang baik (good governance) terutama dalam mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Sangat disadari bahwa Laporan Kinerja ini belum dapat tersaji secara sempurna sebagaimana yang diharapkan. Namun demikian, Laporan Kinerja ini setidaknya dapat memberikan gambaran kepada berbagai pihak, stakeholders, dan masyarakat yang berkepentingan terhadap kinerja Pengadilan Agama Kebumen selama Tahun 2014.
Akhir kata, dengan komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh, Pengadilan Agama Kebumen terus berupaya meningkatkan kinerja dengan baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pengadilan Agama Kebumen. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak terkait yang telah memberi masukan dalam proses penyusunan Laporan Kinerja ini. Seiring dengan hal tersebut, selain menjadi media pertanggungjawaban kinerja semoga Laporan Kinerja ini dapat menjadi parameter Pengadilan Agama Kebumen untuk meningkatkan kinerja sekaligus merespon berbagai tantangan di masa-masa mendatang.
Kebumen, 13 Maret 2015
Ketua Pengadilan Agama Kebumen
Drs.Abu Aeman, SH, MH NIP. 19600816.198803.1.007
ii
KATA PENGANTAR ...i
DAFTAR ISI ...ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Tugas dan Fungsi ...2
C. Visi dan Misi ...3
D. Tugas Pokok dan Fungsi ...3
E. Aspek strategis serta permasalahan utama (strategic issue)...4
BAB II PERENCANAAN KINERJA ...6
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ...10
A. Capaian Kerja Organisasi...10
B. Akuntabilitas Keuangan ...21
BAB IV PENUTUP ...24
A. Kesimpulan ...24
B. Saran - Saran ...25 LAMPIRAN
1. Struktur Organisasi 2. Indikator Kinerja Utama 3. Matrik Renstra 2010 - 2014 4. Penetapan Kinerja Tahun 2014 5. Perjanjiuan Kinerja Tahun 2015.
6. SK TIM Penyusun LAKIP.
A. Latar Belakang
alam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya, serta didukung oleh semangat reformasi untuk mewujudkan sebuah sistem pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagaimana tertuang dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran - sasaran yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, Inpres ini dilengkapi dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pertanggungjawaban tersebut diwujudkan Pengadilan Agama Kebumen melalui pembangunan sistem perencanaan dan penganggaran serta pengukuran kinerja yang terintegrasi dan menyeluruh.
Pelaksanaanya dimulai dengan penyusunan Renstra, penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan penyusunan Penetapan Kerja Tahunan (PKT) . Lebih lanjut, penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan serta mendorong terwujudnya program penguatan akuntabilitas kinerja pada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Agama Kebumen.
Akhirnya, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 disusun sebagai wujud pertanggungjawaban pencapaian kinerja dikaitkan dengan anggaran serta pencapaian tujuan dan sasaran - sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra.
B. Tugas dan Fungsi
1. Kedudukan Peradilan Agama
Peradilan Agama adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Kekuasaan Kehakiman di lingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.
D
A. Latar Belakang
alam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya, serta didukung oleh semangat reformasi untuk mewujudkan sebuah sistem pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagaimana tertuang dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran - sasaran yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, Inpres ini dilengkapi dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pertanggungjawaban tersebut diwujudkan Pengadilan Agama Kebumen melalui pembangunan sistem perencanaan dan penganggaran serta pengukuran kinerja yang terintegrasi dan menyeluruh.
Pelaksanaanya dimulai dengan penyusunan Renstra, penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan penyusunan Penetapan Kerja Tahunan (PKT) . Lebih lanjut, penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan serta mendorong terwujudnya program penguatan akuntabilitas kinerja pada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Agama Kebumen.
Akhirnya, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 disusun sebagai wujud pertanggungjawaban pencapaian kinerja dikaitkan dengan anggaran serta pencapaian tujuan dan sasaran - sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra.
B. Tugas dan Fungsi
1. Kedudukan Peradilan Agama
Peradilan Agama adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Kekuasaan Kehakiman di lingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.
D
A. Latar Belakang
alam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya, serta didukung oleh semangat reformasi untuk mewujudkan sebuah sistem pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagaimana tertuang dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran - sasaran yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, Inpres ini dilengkapi dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pertanggungjawaban tersebut diwujudkan Pengadilan Agama Kebumen melalui pembangunan sistem perencanaan dan penganggaran serta pengukuran kinerja yang terintegrasi dan menyeluruh.
Pelaksanaanya dimulai dengan penyusunan Renstra, penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan penyusunan Penetapan Kerja Tahunan (PKT) . Lebih lanjut, penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan serta mendorong terwujudnya program penguatan akuntabilitas kinerja pada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Agama Kebumen.
Akhirnya, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 disusun sebagai wujud pertanggungjawaban pencapaian kinerja dikaitkan dengan anggaran serta pencapaian tujuan dan sasaran - sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra.
B. Tugas dan Fungsi
1. Kedudukan Peradilan Agama
Peradilan Agama adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Kekuasaan Kehakiman di lingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.
D
2
Pengadilan Agama Kebumen merupakan Yurisdiksi dari Pengadilan Tinggi Agama Semarang.
Pengadilan Agama Kebumen terletak di Jl. Indrakila No.42 yang mempunyai yurisdiksi 461 Kelurahan / Desa dari 27 Kecamatan dengan luas wilayah 128.111,50 Ha atau 1.281.115 KM2 Dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo Sebelah Timur : Kabupaten Purworejo.
Sebelah Barat : Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap.
Sebelah Selatan : Samudra Hindia.
2. Tugas Pokok dan Fungsi
Pengadilan Agama yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang - Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama dan Undang – Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.
Struktur Organisasi (Susunan) Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan, Hakim, Panitera, Sekretaris, dan Jurusita.
1. Pimpinan Pengadilan Agama dipimpin oleh seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua 2. Hakim adalah Pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman.
3. Pada setiap Pengadilan Agama ditetapkan adanya Kepaniteraan yang dipimpin oleh seorang Panitera.
4. Dalam melaksanakan tugasnya Panitera Pengadilan Agama dibantu oleh seorang Wakil Panitera dan 3 (orang) Panitera Muda yaitu Panitera Muda Hukum, Panitera Muda Gugatan dan Panitera Muda Permohonan. Disamping itu Panitera juga dibantu oleh beberapa orang Panitera Pengganti dan beberapa orang Jurusita/Jurusita Pengganti.
5. Pada setiap Pengadilan Agama ditetapkan adanya Sekretariat yang dipimpin oleh oleh seorang Sekretaris.
6. Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris dibantu oleh seorang Wakil Sekretaris dan 3 (orang) Kepala Urusan. Yaitu Kepala Urusan Kepegawaian, Kepala Urusan Keuangan, dan Kepala Urusan Umum.
7. Panitera Pengadilan Agama merangkap Sekretaris Pengadilan Agama.
C. Visi dan Misi
VISI
Terwujudnya Pengadilan Agama Kebumen yang Mandiri dan Profesional dalam rangka mewujudkan
Peradilan Indonesia yang Agung
MISI
1. Terselenggaranya management peradilan yang baik dan benar.
2. Terselenggaranya tertib administrasi peradilan.
3. Meningkatnya citra lembaga peradilan yang bermartabat dan terhormat.
4. Meningkatnya citra aparat peradilan yang profesional, bersih dan berwibawa.
5. Meningkatnya kinerja pelayanan publik.
6. Meningkatnya disiplin pegawai dan prestasi kerja guna pencapaian pelaksanaan tugas yang optimal.
Untuk mencapai misinya, Pengadilan Agama Kebumen menetapkan enam Sasaran Strategis (SS) sebagai berikut:
1. Meningkatnya penyelesaian perkara (jenis perkara).
2. Peningkatan aksebilitas putusan Hakim.
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara.
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
D. Tugas Pokok dan Fungsi
Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara- perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang - Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan wewenang tersebut, Pengadilan Agama mempunyai fungsi sebagai berikut :
C. Visi dan Misi
VISI
Terwujudnya Pengadilan Agama Kebumen yang Mandiri dan Profesional dalam rangka mewujudkan
Peradilan Indonesia yang Agung
MISI
1. Terselenggaranya management peradilan yang baik dan benar.
2. Terselenggaranya tertib administrasi peradilan.
3. Meningkatnya citra lembaga peradilan yang bermartabat dan terhormat.
4. Meningkatnya citra aparat peradilan yang profesional, bersih dan berwibawa.
5. Meningkatnya kinerja pelayanan publik.
6. Meningkatnya disiplin pegawai dan prestasi kerja guna pencapaian pelaksanaan tugas yang optimal.
Untuk mencapai misinya, Pengadilan Agama Kebumen menetapkan enam Sasaran Strategis (SS) sebagai berikut:
1. Meningkatnya penyelesaian perkara (jenis perkara).
2. Peningkatan aksebilitas putusan Hakim.
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara.
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
D. Tugas Pokok dan Fungsi
Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara- perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang - Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan wewenang tersebut, Pengadilan Agama mempunyai fungsi sebagai berikut :
C. Visi dan Misi
VISI
Terwujudnya Pengadilan Agama Kebumen yang Mandiri dan Profesional dalam rangka mewujudkan
Peradilan Indonesia yang Agung
MISI
1. Terselenggaranya management peradilan yang baik dan benar.
2. Terselenggaranya tertib administrasi peradilan.
3. Meningkatnya citra lembaga peradilan yang bermartabat dan terhormat.
4. Meningkatnya citra aparat peradilan yang profesional, bersih dan berwibawa.
5. Meningkatnya kinerja pelayanan publik.
6. Meningkatnya disiplin pegawai dan prestasi kerja guna pencapaian pelaksanaan tugas yang optimal.
Untuk mencapai misinya, Pengadilan Agama Kebumen menetapkan enam Sasaran Strategis (SS) sebagai berikut:
1. Meningkatnya penyelesaian perkara (jenis perkara).
2. Peningkatan aksebilitas putusan Hakim.
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara.
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).
5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.
6. Meningkatnya kualitas pengawasan
D. Tugas Pokok dan Fungsi
Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara- perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang - Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan wewenang tersebut, Pengadilan Agama mempunyai fungsi sebagai berikut :
4
a. Memberikan pelayanan teknis yustisial dan administrasi kepaniteraan bagi perkara tingkat pertama serta penyitaan dan eksekusi;
b. Memberikan pelayanan dibidang administrasi perkara banding, kasasi dan paninjauan kembali serta administrasi peradilan lainnya;
c. Memberikan pelayanan administrasi umum kepada semua unsur di lingkungan Pengadilan Agama (umum, kepegawaian dan keuangan kecuali biaya perkara);
d. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang Hukum Islam pada Instansi Pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta sebagaimana diatur dalam pasal 52 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
e. Memberikan pelayanan penyelesaian permohonan pertolongan pembagian harta peninggalan diluar sengketa antara orang-orang yang beragama Islam yang dilakukan berdasarkan hukum Islam sebagaimana diatur dalam pasal 107 ayat (2) Undang-undang Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
f. Melaksanakan tugas-tugas pelayanan lainnya seperti memberikan pertimbangan hukum agama, pelayanan riset/penelitian, pengawasan terhadap advokat/penasehat hukum dan sebagainya, dan;
g. Memberikan istbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan ramadahan dan syawal pada tahun hijriyah.
E. Aspek strategis serta permasalahan utama (strategic issue)
Reformasi peradilan menjadi faktor penentu keberhasilan reformasi hukum. Tanpa kepastian dan keadilan hukum, tidak akan ada perlindungan hukum bagi warga negara. Ada tiga hal utama yang menjadi masalah utama yang dihadapi pengadilan Agama Kebumen. Yakni Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Sarana dan Prasarana, Manajemen Teknologi dan Informasi (TI), dan Transparasi Peradilan
Dalam pembahasan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), permasalahan utamanya adalah SDM yang sesuai kebutuhan pengadilan. Selain itu sistem pembinaan yang meliputi peningkatan kapabilitas/keahlian, dan pengembangan sistem rotasi, mutasi serta pengembangan karir hakim serta non-hakim juga perlu disempurnakan dengan menyertakan parameter obyektif. Parameter obyektif ini dirasakan mendesak terutama berkaitan dengan adanya kebutuhan untuk menerapkan sistem reward and punishment yang tepat. Masalah lain yang juga mengemuka adalah distribusi hakim dan aparatur peradilan yang belum merata.
Permasalahan di dalam pengelolaan sarana dan prasarana, antara lain sarana penunjang gedung pengadilan yang belum lengkap.
Pengadilan Agama Kebumen melalui berbagai kebijakannya telah berupaya untuk mengaplikasikan teknologi dalam pengelolaan informasi yang diperlukan internal organisasi maupun para pencari keadilan dan pengguna pengadilan. Namun demikian, dengan adanya perkembangan kebutuhan, hingga kini masih banyak timbul keluhan dari para pencari keadilan. Di sisi lain, juga masih merasakan perlunya satu kebijakan dari Mahkamah Agung tentang sistem pengelolaan TI yang komprehensif dan terintegrasi, untuk memudahkan dan mempercepat proses pelaksanaan tugas dan fungsi di setiap unit kerja.
Dengan demikian dapat diharapkan tejadinya peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Transparansi peradilan hingga kini masih menjadi permasalahan yang sangat perlu diperhatikan dan dibenahi. Masyarakat masih mengeluhkan sulitnya mengakses informasi dari pengadilan.Oleh karena itu, mekanisme penyediaan dan penyimpanan informasi juga perlu terus ditingkatkan sehingga pengadilan selalu siap dalam merespon permintaan informasi.
Dalam hal akses infomasi yang masih kurang Mahkamah Agung sudah berupaya dengan menerbitkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung nomor 144/KMA/SK/I/2011 tentang pedoman pelayanan informasi di pengadilan. Salah satu bukti transparasnsi melalui akses informasi ini diwujudkan dengan diluncurkannya situs http://putusan.mahkamahagung.go.id yang di fungsikan untuk mempublikasikan memuat putusan. Sedangkan untuk lingkungan pengadilan agama juga sudah membuat portal untuk meningkatkan transparansi yaitu melalui http://infoperkara.badilag.net untuk Pengadilan Agama Kebumen sendiri juga telah memilki website http://www.pa-kebumen.go.id sebagai sarana keterbukaan informasi. Tetapi karena kurangnya media promosi atau infomasi tersebut masyakat belum memaksimalkan sarana yang ada tersebut.
6
Perencanaan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perencanaan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Kebumen, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen telah menetapkan 6 Sasaran strategis dengan 12 indikator kinerja kegiatan. Adapun penjelasan masing – masing indikator kinerja dapat diuraiakan dibawah ini:
1. Presentase mediasi yang berhasil
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah perkara yang berhasil dimediasi dengan cara membandingkan jumlah perkara mediasi yg berhasil dimediasi dengan Jumlah perkara yang di mediasi sehingga dapat diketahui berapa jumlah perkara yang berhasil. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 2 % perkara yang berhasil dimediasi dari total perkara yang dimediasai pada tahun 2014.
2. Presentase sisa perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah sisa perkara yang dapat diselesaikan pada tahun berjalan dengan cara membandingan jumlah sisa perkara yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % sisa perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
3. Presentase perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara dengan cara membandingan Jumlah perkara yang diselesaikan dengan Jumlah perkara yang akan diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 78 % perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
4. Presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara yang diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan dengan cara membandingan Jumlah perkara
6
Perencanaan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perencanaan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Kebumen, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen telah menetapkan 6 Sasaran strategis dengan 12 indikator kinerja kegiatan. Adapun penjelasan masing – masing indikator kinerja dapat diuraiakan dibawah ini:
1. Presentase mediasi yang berhasil
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah perkara yang berhasil dimediasi dengan cara membandingkan jumlah perkara mediasi yg berhasil dimediasi dengan Jumlah perkara yang di mediasi sehingga dapat diketahui berapa jumlah perkara yang berhasil. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 2 % perkara yang berhasil dimediasi dari total perkara yang dimediasai pada tahun 2014.
2. Presentase sisa perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah sisa perkara yang dapat diselesaikan pada tahun berjalan dengan cara membandingan jumlah sisa perkara yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % sisa perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
3. Presentase perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara dengan cara membandingan Jumlah perkara yang diselesaikan dengan Jumlah perkara yang akan diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 78 % perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
4. Presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara yang diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan dengan cara membandingan Jumlah perkara
6
Perencanaan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perencanaan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Kebumen, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen telah menetapkan 6 Sasaran strategis dengan 12 indikator kinerja kegiatan. Adapun penjelasan masing – masing indikator kinerja dapat diuraiakan dibawah ini:
1. Presentase mediasi yang berhasil
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah perkara yang berhasil dimediasi dengan cara membandingkan jumlah perkara mediasi yg berhasil dimediasi dengan Jumlah perkara yang di mediasi sehingga dapat diketahui berapa jumlah perkara yang berhasil. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 2 % perkara yang berhasil dimediasi dari total perkara yang dimediasai pada tahun 2014.
2. Presentase sisa perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur jumlah sisa perkara yang dapat diselesaikan pada tahun berjalan dengan cara membandingan jumlah sisa perkara yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % sisa perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
3. Presentase perkara yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara dengan cara membandingan Jumlah perkara yang diselesaikan dengan Jumlah perkara yang akan diselesaikan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 78 % perkara yang berhasil diselesaikan dari jumlah perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
4. Presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara yang diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan dengan cara membandingan Jumlah perkara
yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dengan Jumlah perkara yang harus diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan (diluar sisa perkara). Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 88 % perkara yang berhasil diselesaikan dalam jangka waktu maskimal 6 bulan dari jumlah perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
5. Presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur tingkat penyelesaian perkara yang diselesaikan dalam waktu lebih dari 6 bulan dengan cara Perbandingan Jumlah perkara yang diselesaikan lebih dari 6 bulan dengan Jumlah perkara yg diselesaikan dalam waktu kurang dari 6 bulan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/
pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 12 % perkara yang berhasil diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan dari jumlah perkara yang harus diselesaikan pada tahun 2014.
6. Presentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dengan cara membandingan Jumlah berkas perkara yang diajukan Kasasi dan PK yang lengkap dengan Jumlah berkas yang diajukan Kasasi dan PK. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 99 % perkara yang ditangani tidak mengajukan upaya hukum dari jumlah perkara yang diputus pada tahun 2014.
7. Presentase berkas perkara yang diajukan Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur perkara yang mengajukan upaya hukum Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap dengan cara membandingan Jumlah putusan yang tidak mengajukan upaya hukum dengan Jumlah putusan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % berkas perkara yang mengajukan upaya hukum Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap dari jumlah perkara yang diputus pada tahun 2014.
8. Presentase berkas perkara yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur presentase berkas perkara yang telah deregister dan siap didistribusikan ke Majelis dengan cara membandingan Jumlah perkara yang masuk dengan jumlah perkara yang sudah di register dan siap didistibusikan ke Majelis.
8
Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % berkas perkara yang deregister dan siap didistribusikan ke Majelis dari jumlah perkara yang diterima pada tahun 2014.
9. Presentase penyitaan tepat waktu
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur perkara yang dilakukan penyitaan tepat waktu dengan cara membandingan Jumlah pelaksanaan penyitaan tepat waktu dengan Jumlah permohonan penyitaan. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100 % perkara yang dilakukan penyitaan tepat waktu dari jumlah perkara melakukan permohonan penyitaan pada tahun 2014.
10. Presentase perkara prodeo yang diselesaikan
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur perkara prodeo yang dapat diselesaikan dengan cara membandingan Jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan Jumlah perkara prodeo. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 93% perkara prodeo yang diselesaikan dari jumlah perkara prodeo yang diterima pada tahun 2014.
11. Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur permohonan eksekusi dengan cara.
membandingan Jml permohonan eksekusi perkara perdata yg ditindaklanjuti dengan Jumlah permohonan eksekusi perkara perdata. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100% permohonan eksekusi yang diselesaikan dari jumlah perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti pada tahun 2014.
12. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan cara membandingan Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti dengan Jumlah pengaduan yang diterima. Hasil dari indikator tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan/pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Target yang ditetapkan pada tahun 2014 adalah 100% pengadualn yang ditindaklanjuti dari jumlah masyarakat yang ditindaklanjuti pada tahun 2014.
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KERJA TARGET Meningkatnya penyelesaian
perkara
(jenis perkara)
a. Persentase mediasi yang berhasil 2%
b. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100%
c. Persentase perkara yang diselesaikan 78%
d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
88%
e. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan
12%
Peningkatan aksebilitas putusan Hakim
Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum :
- Banding - Kasasi
- Peninjauan Kembali
99%
Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
a. Persentase berkas perkara yang diajukan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap
100%
b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
100%
c. Prosentase penyitaan tepat waktu 100%
Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)
a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 93%
Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan
pengadilan.
Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang
ditindaklanjuti
100%
Meningkatnya kualitas pengawasan
a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti
100%
10 A. Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Kebumen tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target indikator kinerja sasaran, namun demikian juga terdapat beberapa indikator kinerja sasaran yang belum berhasil diwujudkan pencapaian targetnya pada tahun 2014 ini.
Dari 6 sasaran strategis yang diuraikan dalam Penetapan Kinerja dan 12 indikator kinerja yang belum berhasil diwujudkan tersebut Pengadilan Agama Kebumen telah melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan di masa yang akan datang. Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat dilihat, sebagai berikut :
Sasaran Strategis 1 - Meningkatnya Penyelesaian Perkara
Indikator kinerja yang mencerminkan mendukung tercapainya sasaran pertama ini tentang meningkatnya penyelesaian perkara adalah dari 5 (lima) indikator kinerja sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase mediasi yang
berhasil 2% 0,79% 39,68%
2. Presentase sisa perkara yang
diselesaikan 100% 100% 100%
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
4. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 6 bulan 88% 92,23% 104,81%
5. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan 12% 7,77% 64,75%
Rata – Rata Capaian 81,64%
Tabel diatas menunjukkan rata-rata capaian sasaran adalah 81,64%, maka dapat disimpulkan pencapaian sasaran tersebut “Berhasil”. Adapun uraian capaian kinerja pada masing-masing indikator kinerja dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:
10 A. Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Kebumen tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target indikator kinerja sasaran, namun demikian juga terdapat beberapa indikator kinerja sasaran yang belum berhasil diwujudkan pencapaian targetnya pada tahun 2014 ini.
Dari 6 sasaran strategis yang diuraikan dalam Penetapan Kinerja dan 12 indikator kinerja yang belum berhasil diwujudkan tersebut Pengadilan Agama Kebumen telah melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan di masa yang akan datang. Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat dilihat, sebagai berikut :
Sasaran Strategis 1 - Meningkatnya Penyelesaian Perkara
Indikator kinerja yang mencerminkan mendukung tercapainya sasaran pertama ini tentang meningkatnya penyelesaian perkara adalah dari 5 (lima) indikator kinerja sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase mediasi yang
berhasil 2% 0,79% 39,68%
2. Presentase sisa perkara yang
diselesaikan 100% 100% 100%
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
4. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 6 bulan 88% 92,23% 104,81%
5. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan 12% 7,77% 64,75%
Rata – Rata Capaian 81,64%
Tabel diatas menunjukkan rata-rata capaian sasaran adalah 81,64%, maka dapat disimpulkan pencapaian sasaran tersebut “Berhasil”. Adapun uraian capaian kinerja pada masing-masing indikator kinerja dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:
10 A. Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama Kebumen tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target indikator kinerja sasaran, namun demikian juga terdapat beberapa indikator kinerja sasaran yang belum berhasil diwujudkan pencapaian targetnya pada tahun 2014 ini.
Dari 6 sasaran strategis yang diuraikan dalam Penetapan Kinerja dan 12 indikator kinerja yang belum berhasil diwujudkan tersebut Pengadilan Agama Kebumen telah melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan di masa yang akan datang. Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat dilihat, sebagai berikut :
Sasaran Strategis 1 - Meningkatnya Penyelesaian Perkara
Indikator kinerja yang mencerminkan mendukung tercapainya sasaran pertama ini tentang meningkatnya penyelesaian perkara adalah dari 5 (lima) indikator kinerja sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase mediasi yang
berhasil 2% 0,79% 39,68%
2. Presentase sisa perkara yang
diselesaikan 100% 100% 100%
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
4. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu maksimal 6 bulan 88% 92,23% 104,81%
5. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka
waktu lebih dari 6 bulan 12% 7,77% 64,75%
Rata – Rata Capaian 81,64%
Tabel diatas menunjukkan rata-rata capaian sasaran adalah 81,64%, maka dapat disimpulkan pencapaian sasaran tersebut “Berhasil”. Adapun uraian capaian kinerja pada masing-masing indikator kinerja dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:
a) Persentase mediasi yang berhasil
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase mediasi yang
berhasil 2% 0,79% 39,68%
Berdasarkan pada table diatas, realiasai kinerja Persentase mediasi yang berhasil adalah sebesar 0,79 % dari target yang ditetapkan sebesar 2%. Jika dibandingkan realiasasi dengan target, maka presentase capaian indicator ini adalah 39,68% dan dapat disimpulkan bahwa capaian indikator kinerja pertama ini “Kurang Berhasil“. Penyebab ketidak berhasilan salah satu faktornya adalah karena para pihak yang mengajukan perkara perceraian hampir seluruhnya telah melalui proses perdamaian di keluarga masing-masing, sehingga mereka yang mendaftar sulit untuk didamaikan.
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian perkara yang dimediasi dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah Perkara
Diterima Jumlah Perkara Dimediasi
Perkara Yg Berhasil
Dimediasi %
1. 2012 2.612 196 3 1,53%
2. 2013 2.897 176 2 1,14%
3. 2014 2.905 252 2 0,79%
Dari 2.905 perkara yang diterima pada tahun 2014 jumlah perkara yang dapat dimediasi sebanyak 252 perkara dari jumlah tersebut hanya 2 perkara yang berhasil didamaikan atau hanya (2/176 x 100% = 0,79% ) dari jumlah perkara yang dapat dimediasi.
Dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2013 jumlah perkara yang berhasil dimediasi ada penurunan dari tahun ketahun pada tahun 2012 jumlah perkara yang berhasil dimediasi sebanyak 3 perkara dari 196 perkara yang dapat dimediasi 3 perkara atau 1,53%.
Sedangkan pada tahun 2013 jumlah perkara yang dapat dimediasi sebanyak 196 dan yang berhasil dimediasi sebanyak 2 perkara atau 1,14 %. Dari segi jumlah perkara yang dapat dimediasi dan perkara yang berhasil dimediasi mengalami penurunan dari tahun 2011 sampai dengan 2014.
12 b) Persentase sisa perkara yang diselesaikan.
Realisasi kinerja prosentase sisa perkara tahun lalu yang diselesaikan adalah sebesar 100%
dari target yang ditetapkan sebesar 100%. Jika dibandingkan realiasasi dengan target, maka persentase capaian indikator kinerja ini adalah sebesar 100% dan dapat disimpulkan bahwa indikator kedua ini “Berhasil”. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2013 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
2. Persentase sisa perkara yang
diselesaikan 100% 100% 100%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase sisa perkara tahun lalu yang diselesaikan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Sisa Perkara Diputus %
1. 2012 758 757 99,87%
2. 2013 949 949 100%
3. 2014 932 932 100%
Dari table perbandingan diatas sepanjang periode 2012 sampai dengan 2014 jumlah sisa perkara mengalami kenaikan pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh jumlah perkara yang diterima dari tahun ke tahun. Jumlah sisa perkara pada akhir Desember 2014 sebesar 932 perkara. Apabila dibandingkan dengan beban perkara tahun 2014 yang berjumlah 3.837 perkara, persentase sisa perkara tersebut adalah 24,29%.
Nilai prosentase sisa perkara tersebut naik 0,39% dari tahun sebelumnya yang berada di level 24,67%.
c) Persentase perkara yang diselesaikan
Realisasi kinerja persentase perkara yang diselesaikan adalah sebesar 77,17% dari target yang ditetapkan sebesar 78%. Jika dibandingkan realiasasi dengan target, maka persentase capaian indikator kinerja ini adalah sebesar 98,94% dan dapat disimpulkan bahwa indikator ketiga ini
“Sangat Berhasil”. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase perkara yang diselesaikan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Sisa Tahun
Lalu Di
Terima
Jumlah Perkara Yg
Ditangani Diputus %
Putus Sisa Perkara
1. 2011 685 2.295 2.980 2.222 74,56% 758
2. 2012 758 2.612 3.370 2.421 71,84% 949
3. 2013 949 2.897 3.846 2.914 75,77% 932
4. 2014 932 2.905 3.837 2.961 77,17% 876
Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen menerima perkara sebanyak 2.905 perkara terdiri dari 2.791 perkara gugatan dan 106 perkara permohonan di tambah sisa perkara tahun 2013 yang masih dalam proses sebanyak 932 perkara terdiri dari 947 perkara gugatan dan 2 perkara permohonan, maka jumlah beban perkara yang di tangani sepanjang tahun 2014 sebanyak 3.837 perkara.
0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500
2011
Jumlah Perkara Yang Ditangani
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase perkara yang diselesaikan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Sisa Tahun
Lalu Di
Terima
Jumlah Perkara Yg
Ditangani Diputus %
Putus Sisa Perkara
1. 2011 685 2.295 2.980 2.222 74,56% 758
2. 2012 758 2.612 3.370 2.421 71,84% 949
3. 2013 949 2.897 3.846 2.914 75,77% 932
4. 2014 932 2.905 3.837 2.961 77,17% 876
Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen menerima perkara sebanyak 2.905 perkara terdiri dari 2.791 perkara gugatan dan 106 perkara permohonan di tambah sisa perkara tahun 2013 yang masih dalam proses sebanyak 932 perkara terdiri dari 947 perkara gugatan dan 2 perkara permohonan, maka jumlah beban perkara yang di tangani sepanjang tahun 2014 sebanyak 3.837 perkara.
2.980 3.370
3.846
2011 2012 2013
Jumlah Perkara Yang Ditangani
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
3. Persentase perkara yang
diselesaikan 78% 77,17% 98,94%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase perkara yang diselesaikan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Sisa Tahun
Lalu Di
Terima
Jumlah Perkara Yg
Ditangani Diputus %
Putus Sisa Perkara
1. 2011 685 2.295 2.980 2.222 74,56% 758
2. 2012 758 2.612 3.370 2.421 71,84% 949
3. 2013 949 2.897 3.846 2.914 75,77% 932
4. 2014 932 2.905 3.837 2.961 77,17% 876
Tahun 2014 Pengadilan Agama Kebumen menerima perkara sebanyak 2.905 perkara terdiri dari 2.791 perkara gugatan dan 106 perkara permohonan di tambah sisa perkara tahun 2013 yang masih dalam proses sebanyak 932 perkara terdiri dari 947 perkara gugatan dan 2 perkara permohonan, maka jumlah beban perkara yang di tangani sepanjang tahun 2014 sebanyak 3.837 perkara.
3.837
2014
Jumlah Perkara Yang Ditangani
14
Jumlah perkara yang ditangani selama 4 tahun terakhir mencapai angka tertinggi pada tahun 2013 yaitu sebanyak 3.846 perkara sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah perkara yang diterima yaitu sebanyak 9 perkara. Dari 3.837 perkara yang ditangani, jumlah hasil perkara yang dapat diputus sebanyak 2.961 perkara, dengan menyisakan sisa perkara sebanyak 876 perkara.
Indikator Presentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 1,60% terhadap capaian tahun 2013 sebesar 75,77%. Sedangkan dalam tiga tahun terakhir Indikator persentase perkara yang diselesaikan paling rendah pada tahun 2012 hal ini dipengaruhi bebeberapa faktor salah satunya adalah karena perkara yang didaftar sebelum akhir bulan Agustus 2012 dengan menggunakan identitas alamat Tergugat/Termohon tidak diketahui, sehingga pemanggilannya melalui Mas Media yang secara otomatis sidang pertamanya baru dimulai sekitar bulan Januari, Februari, Maret bahkan April 2013 sehingga membebani sisa perkara tahun 2013.
d) Persentase perkara yang diselesaiakan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan.
Realisasi kinerja prosentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan adalah sebesar 92,23% dari target yang ditetapkan sebesar 88%. Jika dibandingkan realiasasi dengan target, maka persentase capaian indikator kinerja ini adalah sebesar lebih dari 100%
dan dapat disimpulkan bahwa indikator keempat ini “Sangat Berhasil”. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
4. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan
88% 92,23% 104,81%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah Perkara
Putus Putus Kurang
Dari 6 Bulan %
1. 2011 2.222 1.892 85,15%
2. 2012 2.421 2.118 87,48%
3. 2013 2.914 2.566 88,06%
4. 2014 2.961 2.731 92,23%
Dari table perbandingan diatas sepanjang periode 2011 – 2014 indikator presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan mengalami tren kenaikan dari tahun ke tahun hal ini telah sesuai dengan SEMA No.3 Tahun 1998 tentang Penyelesaian Perkara bahwa perkara – perkara di Pengadilan harus diputuskan dan diselesaikan dalam waktu 6 bulan termasuk minutasi dan perdata agama termasuk dalam ketentuan tersebut.
e) Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan.
Realisasi kinerja prosentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan adalah sebesar 7,77% dari target yang ditetapkan sebesar 12%. Jika dibandingkan realiasasi dengan target, maka persentase capaian indikator kinerja ini adalah sebesar 64,75% dan dapat disimpulkan bahwa indikator kelima ini “Cukup Berhasil”. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
5. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan
12% 7,77% 64,75%
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap perbandingan persentase capaian presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah Perkara
Putus Putus Lebih
Dari 6 Bulan %
1. 2011 2.222 330 14,85%
2. 2012 2.421 303 12,52%
3. 2013 2.914 348 11,94%
4. 2014 2.961 230 7,77%
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan jumlah putusan yang diputus lebih dari 6 bulan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah yaitu sebanyak 118 perkara. Indikator Presentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan pada tahun 2014 mengalami penurunan indikator kinerja sebesar 4,17% terhadap capaian tahun 2013 sebesar 11,94%. Perkara – perkara yang diputus lebih dari 6 bulan lebih banyak didominasi oleh perkara yang para pihak yang berada diluar daerah, luar negeri, tidak diketahui tempat tinggalnya, dan terdapat perubahan alamat serta sebagian terdapat para pihak yang berprofesi sebagai PNS.
16 Sasaran 2 – Pingkatan Aksebilitas
Putusan Hakim
Sasaran kedua ini merupakan salah satu ukuran meningkatnya kepercayaan masyarakat pencari keadilan kepada hukum melalui tindakan penegakan hukum bidang peradilan terhadap putusan – putusan yang dihasilkan oleh Pengadilan Agama Kebumen. Hanya 1 (satu) indikator kinerja untuk mengukur peningkatan aksebilitas putusan hakim. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum : - Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
99% 99,59% 100,60%
Perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari target 99% terealisasi sebesar 99,59%
dengan capaian kinerja lebih dari 100%. Dan dapat disimpulkan pencapaian indikator tersebut
“Sangat Berhasil”.
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap presentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah
Perkara Putus
Pengajuan Upaya
Hukum % Tidak
Mengahukan
Upaya Hukum %
1. 2012 2.421 10 0,41% 2.411 99,59%
2. 2013 2.914 10 0,34% 2.904 99,66%
3. 2014 2.961 12 0,41% 2.949 99,59%
Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 perkara yang mengajukan upaya hukum baik Banding, Kasasi dan PK sebanyak 12 perkara yang terdiri dari :
Perkara mengajukan Banding sebanyak 8 perkara.
Perkara mengajukan Kasasi sebanyak 3 perkara
Perkara mengajukan PK sebanyak 1 perkara.
16 Sasaran 2 – Pingkatan Aksebilitas
Putusan Hakim
Sasaran kedua ini merupakan salah satu ukuran meningkatnya kepercayaan masyarakat pencari keadilan kepada hukum melalui tindakan penegakan hukum bidang peradilan terhadap putusan – putusan yang dihasilkan oleh Pengadilan Agama Kebumen. Hanya 1 (satu) indikator kinerja untuk mengukur peningkatan aksebilitas putusan hakim. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum : - Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
99% 99,59% 100,60%
Perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari target 99% terealisasi sebesar 99,59%
dengan capaian kinerja lebih dari 100%. Dan dapat disimpulkan pencapaian indikator tersebut
“Sangat Berhasil”.
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap presentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah
Perkara Putus
Pengajuan Upaya
Hukum % Tidak
Mengahukan
Upaya Hukum %
1. 2012 2.421 10 0,41% 2.411 99,59%
2. 2013 2.914 10 0,34% 2.904 99,66%
3. 2014 2.961 12 0,41% 2.949 99,59%
Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 perkara yang mengajukan upaya hukum baik Banding, Kasasi dan PK sebanyak 12 perkara yang terdiri dari :
Perkara mengajukan Banding sebanyak 8 perkara.
Perkara mengajukan Kasasi sebanyak 3 perkara
Perkara mengajukan PK sebanyak 1 perkara.
16 Sasaran 2 – Pingkatan Aksebilitas
Putusan Hakim
Sasaran kedua ini merupakan salah satu ukuran meningkatnya kepercayaan masyarakat pencari keadilan kepada hukum melalui tindakan penegakan hukum bidang peradilan terhadap putusan – putusan yang dihasilkan oleh Pengadilan Agama Kebumen. Hanya 1 (satu) indikator kinerja untuk mengukur peningkatan aksebilitas putusan hakim. Pencapaian target indikator kinerja sasaran pada tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum : - Banding
- Kasasi
- Peninjauan Kembali
99% 99,59% 100,60%
Perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari target 99% terealisasi sebesar 99,59%
dengan capaian kinerja lebih dari 100%. Dan dapat disimpulkan pencapaian indikator tersebut
“Sangat Berhasil”.
Uraian dan tabel di bawah ini menjelaskan lebih lengkap presentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.
No Tahun Jumlah
Perkara Putus
Pengajuan Upaya
Hukum % Tidak
Mengahukan
Upaya Hukum %
1. 2012 2.421 10 0,41% 2.411 99,59%
2. 2013 2.914 10 0,34% 2.904 99,66%
3. 2014 2.961 12 0,41% 2.949 99,59%
Pengadilan Agama Kebumen Tahun 2014 perkara yang mengajukan upaya hukum baik Banding, Kasasi dan PK sebanyak 12 perkara yang terdiri dari :
Perkara mengajukan Banding sebanyak 8 perkara.
Perkara mengajukan Kasasi sebanyak 3 perkara
Perkara mengajukan PK sebanyak 1 perkara.