• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. October 14, 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. October 14, 2014"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Akhmad Nurcahyadi +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Embun Pagi

October 14, 2014

Positive Stance Sustained

Ditengah kekhawatiran akan potensi stagnannya pertumbuhan sektor telekomunikasi di Indonesia, kami masih meyakini bahwa TLKM akan menjadi operator yang paling banyak menerima keuntungan atas potensi pertumbuhan berkelanjutan permintaan jasa data di Indonesia. Kami juga melihat, perseroan merupakan operator yang kami anggap paling siap didalam mengambil keuntungan dari perkembangan bisnis digital di Indonesia yang menjanjikan di masa depan.

Sepanjang lima tahun terakhir, TLKM telah berhasil mencatat perubahan kontribusi pendapatan segmentasinya secara signifikan terhadap total pendapatan kosolidasian, dari bisnis tradisional Legacy Voice menjadi Non Voice (pendapatan jasa data dan internet). Perseroan juga secara berkelanjutan telah melakukan upaya optimal dan agresif didalam meningkatkan jumlah BTS dan memperkuat cakupan networknya. Per 1H14, jumlah BTS TLKM yang telah mengudara dan berfungsi adalah sebanyak 79,560 BTS,dimana sekitar 34,274 BTS merupakan 3G BTS. Kami tetap menyukai TLKM, dengan beberapa alasan antara lain:

Dominasi pasar yang berkelanjutan. Dari sisi pangsa pasar dan jumlah pendapatan, perseroan masih memimpin hingga periode separuh tahun 2014, sedangkan dari sisi jumlah pelanggan, perseroan juga masih mencatat angka tertinggi dibandingkan dengan pesaingnya. Demikian pula halnya dengan jumlah traffic yang dilaporkan (MoU, SMS dan Mobile Data) juga secara kontinyu melaporkan angka yang lebih baik.

Posisi Hutang Bersih pada periode FY13. Dibandingkan dengan operator lain, TLKM dapat dikatakan sebagai operator yang mampu secara konsisten mempertahankan kesehatan neraca perusahaan. Posisi hutang bersih yang negatif dan pertumbuhan arus kas yang berarti hingga akhir tahun lalu kami lihat akan memberikan keuntungan sekaligus ruang yang besar untuk meningkatkan ekspansi usaha.

Potensi Bisnis Digital Yang Menjanjikan. Sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dan pertumbuhan Middle Income Class yang terus terjadi dengan komposisi sebagian besar penduduk berumur dibawah 35 tahun, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjanjikan bagi perkembangan bisnis digital di masa yang akan datang.

Secara keseluruhan, kami ingin meningatkan investor, bahwa pada harga penutupan kemarin saham TLKM dapat dikatakan menarik mengingat kinerja 1H14 dan potensi pertumbuhan industri data hingga beberapa tahun kedepan.

Tahun ini kami memproyeksikan bisnis data akan menyumbangkan 40% kepada total pendapatan konsolidasian TLKM. Jumlah pelanggan potensi bertumbuh 3% yang didominasi oleh prepaid.

Asumsi asumsi tersebut telah mendorong proyeksi EPS kami tahun ini dan tahun depan sebesar Rp151 dan Rp161 (konsensus Rp155 and Rp170). Kami merekomendasikan BUY saham TLKM dengan 12M DCF TP sebesar Rp3,100 per saham, atau setara dengan 19,21x FY15F P/E (konsensus PE adalah sebesar 17,81x FY14F and 16,25x FY15E) atau setara dengan potensi kenaikan sebesar 11,71% dari harga penutupan Rp2,775 per 13 Oktober 2014.

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 4,913.1 -1.0 -3.5 9.8

MSCI EM 991.5 0.2 -6.8 -3.2

HANG SENG 23,143.4 0.2 -6.1 -0.6

KOSPI 1,940.9 -0.7 -4.9 -3.9

FTSE 6,366.2 0.4 -6.9 -2.6

DJIA 16,321.1 -0.7 -1.9 8.9

NASDAQ 4,213.7 -1.5 -6.4 12.1

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 0 25

3yr 7.92 0 26 63

10yr 8.39 0 20 43

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 12,201.00 -0.2 2.1 11.6

USD/KRW 1,070.45 0.0 3.1 -0.1

USD/JPY 107.66 0.0 0.4 9.2

USD/CNY 6.13 0.0 -0.2 0.3

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 85.8 0.0 -6.1 -10.0

Gold 1,235.9 1.0 0.2 -2.9

Coal 64.6 -0.2 -3.7 -17.9

Palm Oil 757.5 0.7 8.8 -8.1

Rubber 111.9 0.0 -4.4 -39.2

Nickel 16,455.0 0.5 -10.6 17.5

Copper 6,645.0 0.0 -2.8 -8.4

Tin 20,195.0 0.0 -5.1 -13.9

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

600 800 1,000 1,200

3,000 4,000 5,000 6,000

04/13 01/14 10/14

(pt) JCI

MSCI EM (pt)

(2)

Local flashes

ASII: Resmi Operasikan Ruas Tol Kertosono-Mojokerto. PT Astra International Tbk (ASII) akhirnya meresmikan ruas tol baru yang berlokasi di Jawa Timur, yakni Kertosono-Mojokerto. Perseroan melalui, anak usaha PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) telah membuka seksi I dari tol itu, yakni ruas Kertosono-Jombang. "Kami memiliki target untuk bisa mengoperasikan seksi I ini sebelum akhir 2014, target tersebut akhirnya terpenuhi," ujar Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur MHI. (Kontan)

LINK: Saham LINK Ditawarkan di harga Rp 6.200- Rp 6.700. Pemegang saham mulai menawarkan saham PT Link Net Tbk (LINK) pada investor strategis, Senin (13/10).

Harga saham itu dibanderol sebesar Rp 6.200-Rp 6.700 per saham, lebih rendah dari harga Link saat ini yang sebesar Rp 7.125 per saham. Pemegang saham yang akan menjual saham Link antara lain PT First Media Tbk (KBLV), Asia Link Dewa Pte. Ltd.

(ALD), dan beberapa pemegang saham lainnya. Saham yang akan dilepas sebanyak 1,21 miliar atau setara dengan 40% dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam LINK. Sehingga nilai transaksi itu mencapai Rp 7,54 triliun - Rp 8,15 triliun. (Kontan)

APLN: Marketing Sales APLN Masih Jauh dari Target. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sepertinya harus berjuang keras untuk merealisasikan target pra-penjualan atau marketing sales tahun ini. Pasalnya, perolehan marketing sales terbilang jauh dari target. Berdasarkan laporan resmi perseroan, Senin (13/10), hingga bulan September lalu, APLN membukukan marketing sales Rp 3,53 triliun. (Kontan)

MYRX: Hanson Habiskan Hasil Rights Issue Rp 4,5 Triliun. PT Hanson International Tbk (MYRX) telah sepenuhnya merealisasikan rencana perubahan bisnis untuk menjadi pemain properti. Perseroan telah menyerap 100% dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang dilakukan jelang akhir tahun lalu dengan perolehan dana jumbo, Rp 4,55 triliun. Mengutip laporan resmi perseroan, Senin (13/10), alokasi terbesar dana tersebut digunakan untuk akuisisi perusahaan properti yang memiliki lahan di kawasan Jabodetabek, yakni PT Mandiri Mega Jaya (MMJ). Nilai akuisisinya mencapai Rp 4 triliun.

(Kontan)

BBTN: BTN akan Tekan Kredit Macet Sampai 4%. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berkomitmen untuk memangkas rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di akhir tahun. Sekretaris Perusahaan BTN, Eko Waluyo mengungkapkan, perseroan menargetkan penurunan NPL hingga berada di bawah level 4%, pada akhir tahun nanti. Untuk meraih target tersebut, bank dengan kode saham BBTN telah membentuk dua unit kerja, yaitu consumer collection & remedial division (CCRD) dan juga asset management division (AMD). Menurut Eko, perbaikan kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama manajemen. (Kontan)

RAJA: Bangun Pipa Gas Senilai US$ 22,9 Juta. Meski tahun 2014 belum usai, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sudah mengambil ancang-ancang untuk menggelar ekspansi di 2015. Emiten distribusi gas ini bakal membangun pipa transmisi gas sepanjang 20 kilometer (km) di Gresik, Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam materi paparan publik RAJA yang dirilis pekan lalu. Proyek ini diperkirakan menelan dana investasi senilai US$ 22,9 juta yang akan ditutupi dari kas internal dan utang bank. (Kontan)

TLKM: Tahun Depan Telkom Kejar Pendapatan Rp 100 T. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membidik pendapatan mampu menembus Rp 100 triliun pada 2015. Dari jumlah tersebut, perseroan berharap dapat meraup Rp 5 triliun untuk pendapatan dari bisnis internasional yang dikelola PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). “Kami menargetkan kontribusi ekspansi internasional sekitar 5 persen dari target pendapatan Rp 100 triliun pada tahun depan,” jelas Direktur Utama Telkom Arief Yahya. (Berita Satu)

(3)

Technical analysis

Investor sentiment

Sentiment negative yang datang dari indeks regional yang hampir semua mengalami penurunan, hanya Hangseng (Hongkong) saja yang mampu bertahan di zona positive.

Sentiment ini juga turut membawa IHSG berada pada zona negative pada perdagangan kemarin dimulai awal perdagangan hingga penutupan. Sentiment teknikal rebound dapat saja terjadi pada perdagangan hari ini setelah penurunan regional juga sudah mulai terbatas.

Daily chart

Penurunan IHSG kemarin tepat berada pada level support yang tidak terlalu jauh dari 4.933 yang merupakan level yang pernah dicapai pada tanggal 03 October 2014 lalu.

Volume perdagangan kemarin juga lebih kecil dari volume perdagangan pada saat itu.

Memang indikator teknikal hampir semua memberikan sinyal bearish, seperti indikator PSAR, indikator MACD dan MA 5 serta MA 20 yang masih berada diatas level IHSG saat ini.

Bahkan indikator stochastic telah melakukan deadcross, namun sentiment bearish ini tidak membuat IHSG turun lebih dalam melewati level psikologis 4.900 sehingga bisa kita katakan pelemahan sudah mulai terbatas untuk perdagangan kemarin.

Peluang teknikal rebound dapat saja terjadi untuk perdagangan hari ini dan kami melihat level 4.900 cukup kuat untuk dapat menahan penurunan yang bisa membuat IHSG turun hingga 4.835.

60 minute chart

IHSG gagal mempertahankan level low yang pernah tercapai pada awal Oktober lalu, sehingga peluang 4.900 untuk diuji bisa terjadi pada awal perdagangan ini.

Chart 1. Daily chart Chart 2. 60 minute chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading Buy

Target price 5,082

Stop-loss 4,950

Close 4,913

Indikator

Stoch GC

MACD DN

PSAR DN

Volume NM

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

(4)

Stocks on our focus list

PT AKR Corfindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA mampu mengalami penguatan terbatas setelah selama seminggu lalu telah mengalami penurunan yang cukup besar dari 5.475 hingga level saat ini berada pada 4.800.

Penurunan yang cukup tajam ini membuka peluang rebound mengingat penurunan kemarin sudah terbatas bahkan berhasil ditutup menguat.

Hal ini juga membawa peluang goldencross indikator stochastic yang telah berada pada area overlsold.

Sebagai target awal kami melihat level 5.000 sebagai level psikologis akan dapat dicapat. Namun memang untuk level stoploss 4.700 perlu dijaga.

Recommendation Trading Buy

Target price 5,000

Stop-loss 4,700

Entry price Open Market Price

Close 4,800

Indikator

Stoch GC

MACD UP

PSAR UP

Volume NM

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 3. AKRA

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

PT Semen Indonesia TBK(SMGR)

Penurunan yang dialami oleh saham ASII pada minggu lalu belum mampu membuat indikator PSAR menjadi bearish. Sehingga bisa dikatakan walaupun berada pada level support psikologis, tetapi saham ASII masih dalam posisi uptrend.

Namun jika melihat indikator MACD dan indikator stochastic jelas bahwa saat ini posisi saham ASII berada pada downtrend. Peluang penguatan atau teknikal rebound dapat saja terjadi sepanjang level 6.400 sebagai titik support tidak tertembus.

Untuk target pendek 6.700 dapat dijadikan level porift taking megningat indikator teknikal masih belum memberikan trend kenaikan yang kuat.

Recommendation Trading Buy

Target price 15,500

Stop-loss 15,000

Entry price Open Market Price

Close 15,100

Indikator

Stoch GC

MACD DN

PSAR DN

Volume NM

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 4.SMGR

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada saham AISA pada perdagangan kemarin, yaitu naik sebesar 4.60% ditutup pada level 2.160. hal ini telah berhasil membuat indikator stochastic mengalami goldencross.

Sedangkan indikator PSAR berpeluang mengalami goldencross, namun indikator MACD masih mengirimkan sinyal bearish.

Melihat kemampuan kenaikan kemarin, kami melihat target 2.250 merupakan target yang tidak terlalu sulit untuk diraih mengingat peluang perubahan trend dapat saja terjadi.

Recommendation Trading Buy

Target price 2,250

Stop-loss 2,075

Entry price Open Market Price

Close 2,160

Indikator

Stoch GC

MACD DN

PSAR DN

Volume NM

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 5. AISA

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Oil price

Note: The latest figure for India is October 10th

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,000

11,250 11,500 11,750 12,000 12,250 12,500

4,500 4,750 5,000 5,250 5,500

7/14 8/14 9/14 10/14

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

-1.0

0.3

-3.3

12.3

-1.2

2.1 4.0

15.4

-8 -4 0 4 8 12 16 20

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

-327 -281

-49 -58 -25

-106

-1,044 -538

-130 -128

-214 -209

-1,200 -1,000 -800 -600 -400 -200 0

Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

80 85 90 95 100 105

7/14 8/14 9/14

(pt) WTI Brent Dubai

80 90 100 110

7/14 8/14 9/14 10/14

(pt) Copper Nickel Tin

75 80 85 90 95 100 105

7/14 8/14 9/14 10/14

(pt) Silver Gold Platinum

(8)

Table 1. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14

BANKING

Bank Central Asia Tbk PT BBCA 12,600 310,653 -1.6 2.4 4.6 17.8 19.0 16.6 4.0 3.4 22.8 22.1

Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,400 219,333 -1.6 -4.3 -7.8 9.9 10.9 9.5 2.2 1.9 21.2 21.2 Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 10,050 247,925 -0.5 -4.5 -5.0 24.8 10.4 9.2 2.6 2.1 27.0 25.1 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 5,275 98,372 -1.4 -2.3 -6.6 16.6 9.9 8.6 1.8 1.5 19.4 19.1

Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 3,900 37,380 0.0 0.0 1.4 -4.3 11.3 9.3 1.1 1.0 10.1 11.0

Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,400 25,697 -1.6 -1.8 -3.2 10.0 11.8 9.9 2.2 1.8 19.9 19.9 PROPERTY

Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 660 3,105 0.0 -3.6 -17.5 -7.0 5.6 5.0 1.2 1.0 23.9 22.4

Ciputra Property Tbk PT CTRP 705 4,336 0.7 -0.7 -4.1 -11.9 18.0 9.7 N/A N/A 8.0 13.1

Pakuwon Jati Tbk PT PWON 399 19,216 -0.7 2.8 -2.4 53.5 12.2 10.2 3.4 2.7 33.1 29.8

Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 437 8,587 -0.2 0.7 -9.5 -24.7 6.8 6.4 1.4 1.2 21.7 20.3

Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,435 26,364 -1.7 -2.7 -7.4 -3.7 10.0 10.8 1.9 1.7 23.7 17.0

CONSTRUCTION

Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 850 2,899 -1.7 -9.1 -9.6 14.9 18.5 15.2 3.7 3.3 20.0 22.3

Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,350 4,233 -2.7 -9.1 -20.2 25.7 10.0 8.0 2.3 1.9 24.1 24.5

Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,590 15,926 1.2 4.0 -9.8 37.0 22.9 18.2 4.1 3.5 19.7 20.0

Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 2,240 10,847 0.7 1.6 -6.9 101.8 20.2 15.5 4.6 3.8 23.4 25.2 Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 835 8,071 0.0 2.5 -4.6 44.0 18.5 14.4 2.9 2.5 16.4 17.9 RETAIL & CONSUMER

Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,800 59,707 -0.7 0.4 -3.5 -2.9 14.2 12.5 2.2 2.0 16.2 16.8

Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,615 75,703 -1.5 -3.0 -3.0 20.5 34.5 28.7 8.0 6.8 23.9 24.6

Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,075 8,425 -2.4 1.0 -14.0 -18.1 29.0 19.8 3.2 2.8 10.9 14.4

Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 30,500 232,715 -1.0 -0.8 -2.6 -0.8 40.1 36.4 48.3 43.7 126.7 124.5 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 11,025 64,286 -0.7 0.9 -2.2 -0.7 24.7 21.3 4.5 4.0 19.3 19.5 Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 825 5,854 -0.6 1.2 -17.1 -37.5 13.8 12.3 1.7 1.6 12.5 13.1

Mayora Indah Tbk PT MYOR 29,600 26,473 -1.4 -1.8 0.1 8.3 31.5 24.7 5.9 4.9 18.9 21.7

Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 815 13,977 -0.6 -4.7 -14.7 31.5 24.4 20.7 6.0 4.9 26.3 25.4

Gudang Garam Tbk PT GGRM 56,600 108,903 0.0 1.9 2.9 64.8 20.4 17.6 3.3 3.0 17.0 17.4

Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,080 5,467 1.9 -1.4 -9.2 -15.0 25.7 20.1 5.7 4.6 23.9 23.8 AUTOMOTIVE

Astra International Tbk PT ASII 6,350 257,071 -2.3 -5.6 -12.1 -8.0 12.4 11.1 2.7 2.4 22.5 21.8 Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,250 11,752 -0.9 -2.3 -3.4 -19.8 15.8 11.3 1.9 1.7 13.5 13.3

Astra Otoparts Tbk PT AUTO 4,090 19,713 -2.6 -4.2 1.0 -12.0 14.6 12.7 1.9 1.7 13.9 15.3

TELECOMMUNICATION

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,775 279,720 0.0 -2.5 -0.5 20.5 17.8 16.3 4.0 3.7 23.6 23.3

XL Axiata Tbk PT EXCL 5,825 49,713 -6.0 -5.3 -11.4 22.6 127.7 36.8 3.3 3.1 2.1 7.3

Indosat Tbk PT ISAT 3,820 20,758 -2.1 -2.7 -0.1 -11.7 20.2 19.1 1.2 1.2 3.5 5.7

INFRASTRUCTURE

Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,075 41,310 -1.6 -3.6 -4.7 6.6 26.0 22.6 4.0 3.7 15.7 16.3

Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 8,425 40,411 1.5 14.6 2.7 45.3 28.5 21.5 7.5 5.1 29.7 27.8 MINING

Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 985 9,395 -0.5 -3.4 -13.6 -34.8 107.8 15.0 0.7 0.7 2.4 4.0

Timah Persero Tbk PT TINS 1,200 8,937 -1.2 -3.2 -10.1 6.3 15.3 13.7 1.6 1.5 12.4 12.3

Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 12,175 28,053 -4.9 -4.9 -8.3 -10.1 13.8 12.7 3.1 2.8 24.3 23.0 CEMENT

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 22,000 80,987 0.0 0.9 -5.0 10.6 15.1 13.8 3.1 2.8 21.4 21.0

Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,445 18,736 -0.6 -4.9 -10.6 -0.2 16.6 14.8 2.0 1.8 12.3 12.7

Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 15,100 89,566 1.7 0.3 -4.3 6.0 15.2 13.9 3.7 3.3 25.8 25.0

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 2,019.1 -0.2 MAYA IJ 1,830 6,365.3 15.8

Mining 1,143.0 -1.9 GJTL IJ 1,570 5,471.1 4.7

Basic-Industry 508.3 -0.1 AISA IJ 2,160 6,952.2 4.6

Miscellaneous Industry 1,143.0 -1.9 PLIN IJ 2,700 9,585.0 3.8

Consumer Goods 2,067.5 -0.6 MPPA IJ 2,725 14,654.9 2.8

Property & Construction 436.0 -0.5 TELE IJ 940 6,614.1 2.2

Infrastructure 1,138.0 -0.8 ROTI IJ 1,080 5,466.7 1.9

Finance 670.0 -0.9 SMGR IJ 15,100 89,566.0 1.7

Trade 890.4 -1.6 SIDO IJ 610 9,150.0 1.7

Composite 4,913.1 -1.0 TSPC IJ 2,520 11,340.0 1.6

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

TLKM IJ 2.0 2,845 MNCN IJ -3.5 2,870

BBNI IJ 5.4 5,400 BMTR IJ -4.3 1,800

ASII IJ 1.9 6,725 IMAS IJ -5.4 4,350

BBCA IJ 1.4 12,300 EXCL IJ -1.2 6,150

TLKM IJ 2.0 2,845 MNCN IJ -3.5 2,870

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

2:45am EUR French CPI m/m -0.3% 0.4%

5:00am EUR German ZEW Economic Sentiment 0.2 6.9

5:00am EUR Industrial Production m/m -1.5% 1.0%

5:00am EUR ZEW Economic Sentiment 7.1 14.2

All Day EUR ECOFIN Meetings

7:30am USD NFIB Small Business Index 97.2 96.1

9:30pm CNY CPI y/y 1.7% 2.0%

9:30pm CNY PPI y/y -1.4% -1.2%

11:45pm JPY 30-y Bond Auction 1.68|3.6

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or

Gambar

Table 1. Key valuation metrics

Referensi

Dokumen terkait