Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 81 PENGARUH PENYULUHAN PROTOKOL KESEHATAN TENTANG COVID-19
TERHADAP PERILAKU PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. ZUBIR MAHMUD
KABUPATENACEH TIMUR
Abstrak
Erizal¹, Surya Ningsih2
1Dosen STIKes Bustanul Ulum Langsa-Aceh
2Mahasiswi STIKes Bustanul Ulum Langsa-Aceh
Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. tentang penyakit Covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap perilaku pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-postest. Data yang telah dikumpulkan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di RSUD DR. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur, jumlah sampel sebanyak 15 responden dengan teknik AccidentalSampling.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan p-value 0,001 (p<0,05).
Kata Kunci : Covid-19, Perilaku, Protokol Kesehatan
Effectof Health Protocol Counseling About Covid-19 Against The Behaviorof Patientsin Training in The Disease Polyclinic
In dr. Zubir Mahmud District East aceh Abstract
Knowledge is the result of "knowing" and this occurs after people have sensed a certain object. Information about the Covid-19 disease is very important so as not to cause an increase in the number of Covid-19 cases. This study aims to determine the effect of health protocol counseling on covid-19 on the behavior of outpatients at the Internal Medicine Polyclinic of RSUD dr. Zubir Mahmud, East Aceh Regency.
This type of research is a quasi-experimental using a one group pretest- posttest design. The data that has been collected were analyzed univariately and bivariately in the form of a frequency distribution. The population in this study were all outpatients at RSUD DR. Zubir Mahmud, East Aceh Regency, the number of samples was 15 respondents using the Accidental Sampling technique.
The results of the study concluded that there was an effect of counseling health protocols on covid-19 on the knowledge, attitudes and actions of outpatients
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 83 at the Internal Medicine Polyclinic of RSUD Dr. Zubir Mahmud, East Aceh District with a p-value of 0.001 (p<0.05).
Keywords: Covid-19, Behavior, Health Protocol
PENDAHULUAN
Menurut World Health Dunia pada Desember 2019 dihebohkan dengan kasus pneumonia misterius yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei. Sumber penularan kasus ini masih belum diketahui pasti, tetapi kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan. Hingga saat ini kasus Covid-19 meningkat pesat dan penyakit ini telah menyebar di seluruh Dunia (Susilo, dkk 2020).
Bukan hanya di Dunia, Indonesia juga mengalami tantangan yang besar dengan pandemik covid-19 ini karena memiliki populasi yang sangat besar dan tersebar luas dan secara fakta memiliki jumlah penduduk ketiga terbesar di Dunia. Banyak cara dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangan pandemik ini dimana pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan sebagai langkah awal yang responsive untuk meminimalisir lebih luasnya penyebaran virus ini (Anggara, dkk 2020).
Corona virus 2019 (Covid- 19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (Sars-CoV-2), sehingga mengakibatkan pandemi corona virus 2019-2020. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendeklarasikan wabah corona virus 2019-2020 sebagai kesehatan masyarakat darurat internasional pada 30 Januari
2020, dan pandemi pada 11 Maret 2020. Wabah penyakit ini begitu sangat mengguncang masyarakat Dunia, saat ini jumlah penderita covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 29.414.649 (29,4 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.260.113 (21,2 juta) pasien telah sembuh, dan 931.927 orang meninggal dunia. Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 pun dilakukan oleh pemerintah di negara-negara di dunia guna memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini, yang disebut dengan istilah lockdown dan social distancing (Supriatna, 2020).
Kejadian kasus covid-19 pertama kali di laporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah 2 kasus. Pada 1 Juli 2020, Hingga Senin tanggal 14 September 2020, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 3.141. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 221.523 orang (Anggara, dkk 2020).
Gejala umum dari Covid-19 ini adalah demam, batuk, dan sesak napas. Gejala lain mungkin termasuk nyeri otot, produksi dahak, diare, sakit tenggorokan, kehilangan bau, dan sakit perut.
Sementara sebagian besar kasus mengakibatkan gejala ringan,.
Terbentuk suatu perilaku baru terutama pada orang dewasa dimulai pada domain kognitif dalam arti subyek tahu terlebih dahulu terhadap stimulus yang berupa materi atau obyek di luarnya, sehingga menimbulkan pengetahuan baru dan akan terbentuk dalam sikap maupun tindakan (Novita dkk, 2018).
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 84 Pengetahuan masyarakat tentang
pencegahan Covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker memiliki peranan penting dalam mengantisipasi kejadian berulang.
Penderita harus mengenal, mempelajari dan memahami segala aspek dari penyakit Covid-19 termasuk tanda dan
gejala, penyebab, pencetus
dan penatalaksanaannya.
Pengetahuan memiliki kaitan yang erat dengan keputusan yang akan diambilnya, karena dengan pengetahuan seseorang memiliki landasan untuk menentukan pilihan (Prihantana dkk, 2016).
Pengetahuan merupakan hasil
“tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan tentang berbagai cara dalam mencapai pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit, maka akan meningkatkan pengetahuan masyarakat (Priyanto, 2018).
Pengetahuan tentang penyakit Covid- 19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit Covid-19. Pengetahuan pasien Covid- 19 dapat diartikan sebagai hasil tahu dari pasien mengenai penyakitnya, memahami penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya (Mona, 2020).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari. (2020), mengenai hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit covid-19, hasil penelitian ini dari 62 responden berdasarkan hasil uji Chi-Square signifikansi antara variabel bebas yaitu pengetahuan masyarakat dengan variabel terikat kepatuhan penggunaan masker sebesar
0,004 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan.
Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan penggunaan masker
sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19 di Ngronggah.
Penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari (2020), mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat kabupaten wonosobo tentang covid -19 yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang Covid 19 berada pada kategori Baik (90%) dan hanya 10%
berada pada kategori cukup. Untuk perilaku masyarakat Kabupaten Wonosobo terkait Covid 19 seperti menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan physical / social distancing menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 95,8% dan hanya 4,2% masyarakat berperilaku cukup baik. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang Covid 19 dengan p-value 0,047.
Pasien yang berkunjung ke Poliklinik RSUD dr. Zubir Mahmud sebaiknya mematuhi peraturan dan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan covid- 19 dengan memakai masker, menerapkan sosial distancing (jaga jarak minimal 1 meter) dan menerapkan etika batuk, namun pada kenyataannya masih ada pasien yang harus di atur terlebih dahulu dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang disebabkan karena ketidakpahaman mengenai protokol kesehatan.
Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2019 sebanyak 64.970 dengan rata-rata jumlah kunjungan per bulan sebanyak 5.414 kunjungan sedangkan di tahun 2020 dari bulan Januari-
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 85 Juli 2020 jumlah kunjungan
pasien rawat jalan sebanyak 29.731 pasien dengan rata-rata jumlah kunjungan per bulan yaitu
4.247 kunjungan, dengan demikian rata-rata jumlah kunjungan di era covid-19 menurun (RSUD dr. Zubir Mahmud, 2019-2020).
Hasil survey awal yang penulis lakukan dengan melakukan wawancara kepada 10 orang pasien poli penyakit dalam di RSUD dr. Zubir Mahmud ditemukan sebanyak 3 (30%) pasien yang berpengetahuan baik, 5 (50%) pasien berpengetahuan cukup dan 2 (20%) yang berpengetahuan kurang, ditinjau dari sikap ditemukan sebanyak 3 (30%) pasien yang bersikap positif dan 7 (70%) pasien yang bersikap negatif, sedangkan ditinjau berdasarkan
tindakan sebanyak 4 (40%) pasien yang memiliki tindakan yang baik dan 6 (60%) pasien yang memiliki tindakan yang kurang baik.
Rendahnya pengetahuan, sikap serta perilaku pasien rawat jalan tentang protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19 disebabkan karena masih kurangnya informasi yang diperoleh, dengan pemberian informasi melalui penyuluhan diharapkan dapat mengubah pengetahuan dan sikap serta perilaku pasien untuk menjadi lebih baik.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap
eksperimen (posttest) (Sugiyono, 2016).
E 01 X 0 Metode
Penelitian ini merupakan Keterangan : penelitian quasi eksperimen
dengan menggunakan desain one group pretest-postest, dimana dalam rancangan ini tidak ada kelompok pembandingan (kontrol) tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan yang terjadi setelah adanya Hasil
E : Kelompok Eksperimen 01 : Pre Test
X :Perlakuan (Pendidikan Kesehatan)
02 : Pots Test
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa nilai tengah sikap sebelum diberikan penyuluhan protokol kesehatan adalah 33 dengan nilai rata-rata 32 dan setelah diberikan penyuluhan protokol kesehatan nilai tengah meningkat menjadi 42 dengan
nilai rata-rata 40. Hasil uji wilcoxontest menunjukkan nilai p -value 0,001 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap sikap pasien rawat jalan.
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa nilai tengah tindakan sebelum diberikan
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 86 Pembahas
an
Pengaruh Penyuluhan Protokol Kesehatan tentang Covid-19 terhadap Pengetahuan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tengah pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan protokol kesehatan adalah 8 dengan nilai rata-rata
6,93 dan setelah diberikan penyuluhan protokol kesehatan nilai tengah meningkat menjadi 9 dengan nilai rata-rata 9,00.
Hasil uji wilcoxon test menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari (2020), mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat kabupaten wonosobo tentang covid -19 yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang Covid 19 berada pada kategori Baik (90%) dan hanya 10%
berada pada kategori cukup.
Untuk perilaku masyarakat Kabupaten Wonosobo terkait Covid 19 seperti menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan physical / social distancing menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 95,8% dan hanya 4,2%
masyarakat berperilaku cukup baik. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang Covid 19 dengan p- value
0,0 47.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan
seseorang (over behaviour).
Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasarkan oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru, dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 87 (Notoatmodjo, 2012).
Penyuluhan protokol kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan psien dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial maka masyarakat harus
mampu mengenal dan
mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya baik lingkungan fisik, sosial, budaya dan sebagainya (Notoatmodjo, 2010). Terjadinya peningkatan pengetahuan setelah pemberian penyuluhan kesehatan tentang Covid-19 menujukan adanya dampak positif sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan.
Pengaruh dari lingkungan memberikan dampak pada tingkat pengetahuan individu dimana orang sering menjumpai suatu hal yang sama akan lebih mudah untuk mengingat, pengetahuan individu atau kelompok dapat meningkat apabila sering menjumpai suatu hal yang baru sehingga dapat
meningkatkan derajat
kesehatan(Grassi, dkk 2014).
Peneliti menyimpulkan bahwa penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-9 pada pasien rawat jalan dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang protokol kesehatan, hal ini terlihat dari hasil penelitian dimana setelah diberikan penyuluhan pengetahuan responden sebagia besar meningkat dibandingkan dengan sebelum dilakukannya penyuluhan.
Peneliti menyimpulkan bahwa penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-9 pada pasien rawat
jalan dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang protokol kesehatan, hal ini terlihat dari hasil penelitian dimana setelah
diberikan penyuluhan
pengetahuan responden sebagia besar meningkat dibandingkan dengan sebelum dilakukannya penyuluhan. Hal ini dikarenakan metode penyuluhan kesehatan pada dasarnya merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses pendidikan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tengah sikap sebelum diberikan penyuluhan protokol kesehatan adalah 33 dengan nilai rata-rata 32 dan setelah diberikan penyuluhan protokol kesehatan nilai tengah meningkat menjadi 42 dengan nilai rata-rata 40. Hasil uji wilcoxon test menunjukkan nilai p- value 0,001 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap sikap pasien rawat jalan.
Tingkat pengetahuan
selanjutnya mempengaruhi sikap masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup stimulus atau objek.
Sikap menunjukkan konotasi adanya kesesuaian terhadap stimulus tertentu. Sikap merupakan kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan akan tetapi merupakan predisposisi tindakan dari suatu perilaku. Perbedaan sikap seseorang memberikan indikasi bahwa sikap positif akan memberikan kontribusi terhadap perilaku positif pada suatu objek
seperti menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan physical / social distancing menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 90,8% dan hanya
4,2% masyarakat berperilaku cukup baik.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Robert (2020), mengenai pengaruh
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 88 penyuluhan kesehatan yang menunjukkan
bahwa pengetahuan masyarakat tentang Covid 19 berada pada kategori Baik (85%) dan hanya 15% berada pada kategori cukup. Untuk sikap masyarakat terkait Covid 19 seperti menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan physical / social distancing menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 90,8% dan hanya 4,2%
masyarakat berperilaku cukup baik.
Suatu sikap belum otomatis tewujud dala suatu tindaa (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung untuk suatu kondisi yang memungkinkan antara lain adalah fasilitas. Disamping faktor fasilits juga diperlukan faktor dukungan (support) dari pihak lain misalnya dari suami aau istri atau keluarga. Tindakan merupakan suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia Tindakan dipandang sebagai tingkah laku yang dibentuk oleh pelaku sebagai ganti respon yang didapat dari dalam dirinya. Tindakan manusia menghasilkan karakter yang berbeda sebagai hasil dari bentuk proses interaksi dalam dirinya sendiri itu. Untuk bertindak
seseorang individu harus
mengetahui terlebih dahulu apa yang dia inginkan. Dia harus berusaha menentukan tujuannya, menggambarkan arah tingkah lakunya, memperkirakan tindakan orang lain, mengecek dirinya sendiri dan menggambarkan apa yang dilakukan oleh faktor – faktor lain. Hal itulah yang sering memacu dirinya sendiri pada saat
menghadapi situasi yang
melemahkannya.
Peneliti menyimpulkan bahwa pemberian penyuluhan protokol kesehatan tentang Covid -19 dapat merubah tindakan buruk dari pasien terhadap protokol kesehatan tentang Covid -19 menjadi baik. Tindakan para pasien ini dipengaruhi oleh informasi yang telah didapatkan, pengetahuan yang meningkat dan sikap yang menjadi lebih positif akan menyebabkan perubahan tindakan dari pasien yang awalnya buruk namun setelah diberikan penyuluhan menjadi baik. Pasien rawat jalan di RSUD dr. Zubir Mahmud awalnya memiliki tindakan yang buruk dalam menjalankan protokol kesehatan seperti terdapat beberapa pasien yang telihat tidak mencuci tangan, terlihat juga beberapa pasien yang
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 89 menggunakan masker dengan
tidak benar dan masih berkerumun atau tidak menerapkan jaga jarak, namun setelah diberikan penyuluhan tentang Covid-19 oleh perawat pasien terlihat menerapkan tindakan yang lebih baik setelah mendapat pengetahuan tentang virus Covid-19. Pasien rawat jalan yang ada di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Zubir Mahmud terlihat sudah menggunakan masker dengan baik, sudah menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk ke Rumah Sakit.
Hal ini menjukkan bahwa sudah terjadi perubahan tindakan dari buruk ke tindakan yang lebih baik.
Kesimpulan
1. Ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang
covid-19 terhadap
pengetahuan pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan p-value 0,001 (p<0,05).
2. Ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap sikap pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr.
Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan p-value
0,001 (p<0,05).
3. Ada pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap tindakan pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr.
Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan p-value 0,001 (p<0,05).
Saran
1. Bagi Institusi Pendidikan, diharapkan agar memberikan informasi baru bagi institusi pendidikan khususnya bagi mahasiswa STIKes Bustanul Ulum Langsa sebagai data pendukung atau masukan untuk melakukan penelitian yang sama.
2. Bagi RSUD dr. Zubir Mahmud, agar mengadakan sosialisasi mengenai protokol kesehatan dalam upaya mencegah penularan covid-19 untuk meningkatkan kepatuhan pasien rawat jalan dalam menerapkan protokol kesehatan.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya, agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal yang terkait dengan pengaruh penyuluhan protokol kesehatan tentang covid-19 terhadap perilaku pasien rawat jalan.
Daftar Pustaka
Anggara. (2020). Inovasi Kebijakan Publik Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona VirusDisease19(Covid-19) di Jawa Barat. Jurnal
AdministrasI Publik. Vol. 4.
No. 1.
Archika. (2020). Global Covi-19.
http://www.cebm.net/covi d-119/global-covid-19- case-fatality-rates/. Diakes tanggal 29 Juni 2020.
Damayanti. (2017). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Hidayat, A. (2016). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisa Data.
Jakarta:Salemba Medika
Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021| 90 Larasati dan Haribowo.
(2020). Kebijakan
Pemberlakuan Lock Down Sebagai antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i. Vol .3. Nol.1
Mona. (2020). Konsep Isolasi Dalam Jaringan Sosial Untuk Meminimalisir Efek Contagius (Kasus Penyebaran Virus Corona diIndonesia).
Jurnal Sosial Hukum.
Vol. 2. No. 2.
Niman. (2017). Promosi
Kesehatan dan
Pendidikan Kesehatan.
Jakarta : Trans Info Media.
Notoatmojo. S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Edisi Revisi, Jakarta. Rineka Cipta.
Hal 77-80.
Novita dkk. (2018). Tingkat Pengetahuan Tentang TB paru Mempengaruhi Pengguaan Masker di Ruang Paru Rumkital Dr.
Ramelan Surabaya. Jurnal Sasi. Vol.7. No.1
Pesulima dan Heatharine. (2020).
Perlindungan Hukum Terhadap Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Kerja Kesehatan Akibat Covid- 19.Vol. 26. No.2. ISSN:
2614-2961
Prihantana dkk. (2018).
Hubungan Tingkat
Pengetahuan Dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tubercolussis.
Jurnal Sains Farmasi. Vol. 2.
No.1
Priyanto. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Prilaku Pencegahan Kekambuhan Luka Diabetik.
Jurnal Ners dan Kebidanan.
Vol. 5. No.
3.
Sari. (2020). Hubungan Antara Pengetahuan Masyarakat
Dengan Kepatuhan
Penggunaan Masker
Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Covid- 19 di Ngonggah. Jurnal INFOKES. Vol. 10. No. 1