PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 SITUBONDO
Jl. Anggrek No.01 Telp (0338)671618 Situbondo 68312 E-mail : [email protected] | website :sman2situbondo.sch.id
SITUBONDO
RENCANA PELAKSAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN KLASIKAL
KELAS XI - SEMESTER 1 TAHUN 2022/2023 TAHAPAN KEGIATAN
Komponen Layanan : Layanan Dasar PENDAHULUAN
Bidang Layanan : Pribadi ● Guru menyapa peserta didik, mengisi absen Topik : Membangun kerja sama antar umat
beragama
dan berdoa
Waktu : Juni 2022 ● Menanyakan kesiapan peserta didik
Durasi : 10 menit ● Guru BK menyiapkan PPT materi Aspek
Perkembangan
: Landasan hidup Religius TAHAP INTI
Fungsi Layanan : Pemahaman Strategi : Pengisian lembar kerja kelompok
Fase : F
Capaian Layanan : Melaksanakan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari atas dasar keyakinan yang dimiliki secara konsisten disertai sikap toleransi
TAHAP PERSIAPAN
● Guru BK menyampaikan tujuan layanan ● Guru BK menyampaikan langkah-langkah kegiatan
● Peserta didik mempersiapkan diri Tujuan
Metode & Media EVALUASI Proses
Hasil
:
: :
:
Memahami pentingnya kerjasama antar umat beragama serta mampu hidup rukun, melakukan hubungan kerjasama yang baik antar umat beragama
Diskusi dan Penugasan
Memperhatikan aktivitas peserta didik dalam mengikuti seluruh langkah-langkah dan kegiatan layanan
Peserta didik mampu memahami tentang hidup rukun melakukan hubungan kerjasama yang baik antar umat beragama
TAHAP PELAKSANAAN
● Pembukaan
Guru BK menjelaskan tentang membangun Kerjasama antar umat beragama.
● Peserta didik mengerjakan tugas di lembar kerja dengan diskusi kelompok kemudian peserta didik diminta menyimpulkan hasil lembar kerja tersebut PENUTUP
Guru BK memberikan resume : semua agama mengajarkan kasih sayang, kejujuran, toleransi dan keadilan. Pelajari nilai-nnilai agama itu dan
praktikkan dalam kehidupan sehari-hari
● Guru BK menyampaikan materi yang akan datang
● Guru BK mengakhiri kegiatan dan mengucapkan salam
Situbondo, Juni 2022 Guru BK
MUTIAH, S.Pd., M.MPd NIP. 19710410 199702 2 005 Mengetahui,
Kepala Sekolah
Drs. WINARTO, M.Pd NIP. 19641221 198902 1 002
1. URAIAN MATERI
KERJASAMA ANTAR UMAT BERAGAMA
Kerjasama antar umat beragama di Indonesia dilandasi pancasila terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan UUD 1945 pasala 29 ayat (1) yang menyatakan :’Negara berdasar atas ke Tuhanan yang Maha Esa”. Ayat ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia berdasar atas kepercayaan dan keyakinan terhadap Tuhan. Sedangkan pda pasal 29 Ayat (2) menyatakan :”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya”.
Apapun jenis agama yang anda yakini, konsekuensinya anda harus memiliki kewajiban untuk mempelajari, menjalankan kewajiban dan menjauhi larangannya. Semua agama menyerukan tentang kerjasama, kebajikan, toleransi, saling menghargai dan menghormati.
Indonesia adalah negara yang mewajibkan seluruh warganya beragama. Seandainya seluruh warga Negara Indonesia benar-benar menghayati ajaran agama yg dipeluknya, maka tidak akan terjadi berbagai penipuan, kekerasan, penghinaan, pelecehan terhadap orang lain dan berbagai jenis tindak kriminal lainnya. Masih ada di sekeliling kita bersikap tidak mencerminkan perilaku orang beragama. Sebagai manusia yang beragama diharapkan mampu menciptakan toleransi dan kerjasama antar umat beragama dimanapun berada baik dilingkungan sekolah, tempat tinggal dan masyarakat.
Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya tidak dapat hidup seorang diri tentu memerlukan bantuan orang lain. Untuk itulah kerjasamapun menjadi hal yang lumrah di masyarakat. Kegiatan
gotong-
royong sering kali dilaksanakan beramai-ramai meskipun memiliki latar belakang dan agama yang berbeda. Contoh kerjasama antar umat beragama
1. Membangun Tempat Ibadah
Diketahui, contoh kerjasama dalam umat beragama yang pertama adalah saling tolong menolong dalam membangun rumah ibadah. Pembangunan rumah ibadah ini tujuannya adalah sebagai tempat bagi agama tertentu untuk melaksanakan ibadahnya dengan nyaman.
Saat ada salah satu kelompok agama yang kekurangan tenaga maka tetangga yang lain dapat membantunya. Dengan demikian, pekerjaan pun akan cepat selesai dan tempat ibadah bisa segera digunakan.
2. Bersedekah
Lebih lanjut, kerjasama yang bisa dilakukan oleh orang yang berbeda agama adalah saling memberikan sedekah kepada tetangganya yang kekurangan. Adapun jenis sedekah tersebut tidak harus banyak dan mahal namun yang bermanfaat bagi penerimanya. Contohnya saja, memberikan makanan kepada tetangga yang kelaparan, memberikan pakaian baru kepada orang lain dan sebagainya.
3. Tidak Mengganggu Ibadah
Berikutnya, contoh kerjasama dalam umat beragama adalah tidak mengganggu ibadah masing- masing. Mengganggu ibadah kelompok tertentu hanya karena tidak memiliki keyakinan yang sama akan menimbulkan gesekan. Lama-kelamaan, hubungan antar umat pun menjadi renggang dan saling curiga.
Untuk itulah, umat beragama sebaiknya berfokus pada ibadah masing-masing dan tidak saling mencampuri. Dengan demikian, antar umat beragama pun menjadi lebih toleransi dan tidak memaksakan kehendak masing-masing.
4. Saling Menghormati
Kerjasama lainnya yang bisa dilakukan antara orang yang berbeda agama adalah saling menghormati. Misalnya saja saat ada yang sedang merayakan nyepi maka umat lain di daerah tersebut tidak diperkenankan untuk membuat keributan. Begitupun saat ada yang berpuasa, maka umat yang tidak berpuasa akan saling menghargai dan tidak memaksa yang sedang berpuasa untuk makan.
5. Mengamankan Perayaan Agama
Kemudian, di beberapa daerah tertentu, perayaan agama bisa saja dibarengi dengan aksi
kejahatan. Hal ini dikarenakan saat merayakan perayaan tertentu, orang-orang akan lebih fokus ke acaranya dan kurang memperhatikan sekitarnya. Untuk itulah, umat beragama yang lain bisa membantu tetangganya untuk mengamankan perayaan tersebut.
Misalnya adalah dengan berjaga di gerbang desa saat umat lain pergi ke tempat ibadahnya. Bisa pula dengan menjaga di pos tertentu sehingga penjahat tidak memiliki kesempatan untuk
melakukan perbuatannya.
6. Berbagi Daging Kurban
Bagi umat islam, mengorbankan hewan kurban seringkali dilaksanakan satu kali dalam setahun.
Pada saat itu, berbagai macam hewan seperti kambing, sapi, kerbau dan lainnya akan
dikurbankan. Nantinya, daging dari hewan-hewan kurban akan dibagikan kepada orang lain yang membutuhkannya.
Pada saat seperti ini, saling berbagi daging hewan kepada umat lain diperbolehkan asalkan orang tersebut juga memakan daging dan tidak melanggar agamanya sendiri. Dengan saling berbagi rezeki seperti itu, umat beragama akan menjadi lebih akrab dan saling tenggang rasa.
7. Membersihkan Lingkungan
Berikutnya, contoh kerjasama dalam umat beragama yang seringkali dilakukan adalah
membersihkan lingkungan sekitar. Biasanya, di desa tertentu pada hari libur akan diadakan kerja bakti untuk membersihkan sekitar lingkungan tempat tinggal. Misalnya saja, membersihkan selokan, memotong rumput jalanan, mengecat pagar dan lainnya.
8. Saling Membantu
Selanjutnya, saling menolong dan membantu antar umat beragama juga diperbolehkan. Misalnya saja, saat ada tetangga yang meminta bantuan untuk mendirikan rumah maka tetangga lain akan membantunya.
Lalu, saat terjadi masalah penting seperti mengantarkan orang sakit, maka tetangga yang berlainan agama dapat pula saling menolong. Dengan begitu, kehidupan antar tetangga pun menjadi lebih rukun dan damai.
9. Saling Mengingatkan
Kemudian, kerjasama berikutnya yang dapat dilakukan oleh umat beragama adalah saling mengingatkan. Adapun mengingatkan disini tentunya dengan cara yang baik dan tidak kasar.
Contohnya, saat teman lupa minum air saat berpuasa maka teman berbeda agama dapat mengingatkannya. Contoh lainnya yaitu saat tiba waktu ibadah maka yang lainnya juga bisa memberitahukan supaya tidak lupa.
10. Menjaga Keamanan Lingkungan
Di dalam lingkungan tempat tinggal tentunya terdapat jenis orang yang berbeda-beda. Contoh kerjasama dalam umat beragama selanjutnya yaitu saling menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggalnya. Caranya adalah dengan membuat jadwal ronda sehingga lingkungan sekitar akan menjadi lebih aman dan nyaman.
2. KEGIATAN (ACTIVITY) PESERTA DIDIK
NAMA KEGIATAN : KISAH INSPIRATIF “PRIA MUSLIM MENJAGA MISA NATAL SAMPAI MENINGGAL”
Pria Muslim Meninggal Ketika Menyelematkan Misa Natal di Indonesia Perayaan Natal di Indonesia pada tahun 2000 menjadi hari yang penuh kewaspadaan. Soalnya kala itu ancaman bom kerap memberikan terror terlebih pada pemeluk agama diluar Islam. Sehingga organisasi pemuda Nahdlatul Ulama menurunkan anggota untuk menjaga perayaan misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto.
Salah satu anggota Nahdlatul Ulama yang turut serta mengamankan bernama Riyanto. Seorang yang tidak disangka menjadi penyelamat begitu banyak umat Nasrani meski harus mengorbankan diri.
Kala itu ditemukan sebuah bingkisan hitam yang berada di luar gereja. Riyanto berinisiatif untuk dating memeriksa dan nyatanya didapati sebuah bom peledak. Seperti dikutip dari Deutsche Welle bila kala itu aparat kepolisian lantas memerintahkan semua orang untuk mundur dan tiarap. Namun tanpa berpikir panjang pemuda kelahiran Kediri tersebut kemudian berlari membawa serta bom dalam dekapan untuk mengamankan. Tidak berselang lama bom meledak dalam dekapan Riyanto.
Tubuhnya seketika hancur dan terbang melayangsejauh 100 meter dari lokasi ledakan. Riyanto adalah contoh bila perbedaan agama bukan alasan untuk saling tidak melindungi.
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Ini 5 Kisah Toleransi Agama Paling Menyejukkan, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2017/09/27/24098/ini-5-kisah- toleransi-agama-paling-menyejukkan
Penulis: Arfian Jamul Jawaami Editor :AdiGinanjarMaulana
Lampiran 2. Instrumen Penilian
INSTRUMEN PENILAIAN HASIL A. PENGETAHUAN (UNDERSTANDING)
1. Berilah contoh manfaat kerjasama antar umat beragama a. Diri pribadi kita
b. Masyarakat
c. Bangsa dan negara.
2. Sebutkan kegiataan-kegiatan yang berhubungan dengan kerjasama antar umat beragama B. SIKAP/PERASAAN POSITIF (COMFORTABLE)
Berilah tanda cek (V) pada kolom S (setuju) jika pernyataan sesuai dengan kondisi Anda dan berilah tanda cek (V) pada kolom TS (tidak setuju) jika pernyataan tidak sesuai dengan kondisi Anda!
NO PERNYATAAN SETUJU TIDAK
SETUJU 1.
Saya merasa senang menerima materi layanan BK tentang membangun kerjasama antar umat
beragama.
2.
Setelah menerima materi layanan BK, timbul kesadaran saya untuk selalu menciptakan
hubungan kerjasama antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Setelah menerima materi layanan BK saya menyadari bahwa saya kurang bekerjasama untar umat beragama.
4.
Materi layanan BK tentang kerjasama antar umat beragama menyadarkan saya untuk melakukan kerjasama antar umat beragama.
C. KETRAMPILAN (ACTION) / TUGAS KELOMPOK
Setelah menerima materi layanan BK tentang membangun kerjasama antar umat beragama.
Diskusikan bersama teman Anda secara berkelompok! tiap kelompok terdiri atas 4-6 siswa.
buatkah laporan dan kesimpulan dari hasil diskusi tersebut kepada guru Anda.
“ Dalam kehidupan di lingkungan sekolah, kalian bergaul dengan sesama teman dan guru- guru yang memiliki keyakinan berbeda, juga dengan alam sekitar. Bagaimana cara kalian mewujudkan kerjasama antar umat beragama dalam :
a. Hubungan dengan teman b. Hubungan dengan guru
c. Hubungan dengan alam sekitar
INSTRUMEN PENILAIAN PROSES
(Mengacu Pada Laporan Pelaksanaan)
NO PROSES YANG DINILAI
HASIL
PENGAMATAN KET YA TIDAK
A Keterlaksanaan program
1. Program layanan terlaksana sesuai dengan RPL 2. Waktu pelaksanaan sesuai dengan RPL
3. Metode yang digunakan variatif dan menarik 4. Menggunakan media layanan BK
5. RPL minimal terdiri dari Tujuan, Materi Layanan, Kegiatan, Sumber, Bahan dan Alat, Penilaian B Perolehan Siswa Pasca Layanan
1. Peserta didik memperoleh pemahaman baru 2. Peserta didik mempunyai perasaan positif 3. Peserta didik berkurang masalahnya 4. Peserta didik terentaskan masalahannya C Perhatian Peserta Didik
1. Peserta didik antusias mengikuti materi layanan BK 2. Peserta didik aktif bertanya
3. Peserta didik aktif menjawab
4. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan konselor 5. Peserta didik hadir semua
D Kesesuaiaan Program
1. Program disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik 2. Materi layanan sesuaikebutuhan peserta didik
3. Materi layanan sesuai tugas perkembangan peserta didik 4. Materi layanan mengacu pada sumber yang jelas
5. Program dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan