Perlindungan Tenaga Kesehatan Sukarela Di Daerah Konflik Bersenjata Menurut Hukum Internasional
Teks penuh
Dokumen terkait
Namun Protokol Tambahan II mengenai konflik bersenjata yang bukan bersifat internasional telah mengembangkan dan melengkapi Konvensi Jenewa 1949 walaupun dengan
1 Antonio Pradjasto “Konvensi Genosida Melindungi Hak Asasi Manusia-Memerangi Impunitas”, Jurnal Hukum Jentera Vol. konflik bersenjata internasional terjadi apabila
Terhadap permasalahan pertama yang terkait dengan implementasi Hukum Humaniter Internasional khususnya Konvensi Den Haag 1907, Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol
1) “protokol ini, yang mengembangkan dan melengkapi pasal 3 yang umum dikenal dalam konvensi-konvensi jenewa tanggal 12 agustus 1949 tanpa merubah syarat-syarat
Jika melihat dari instrumen Hukum Humaniter Internasional mengenai perlindungan bagi para petugas medis dan atribut – atribut , maka pada Pasal 50 Konvensi Jenewa I,
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ketentuan dalam Konvensi Jenewa IV tahun 1949 mengenai perlindungan terhadap anak-anak dalam situasi
Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam dalam melindungi wanita ketika konflik bersenjata adalah sebagai berikut.. Perbudakan dalam Hukum Humaniter Internasional adalah
Dalam Konvensi- konvensi Den Haag 1907 dikenal pihak yang bertikai dalam konflik bersenjata hanyalah aktor Negara, dalam Konvensi-konvensi Jenewa 1949 tidak