• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROFIL BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL BEBAN PADA SISTEM KELISTRIKAN UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

Wahri Sunanda

Jurusan Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung e-mail: [email protected]

ABSTRACT

University of Bangka Belitung is currently supplied by PLN Bangka Belitung region with 690 kVA power supply to meet the need of electric energy on campus with total land 153 ha. Through direct measurements on the panels of each building, it is found that the use of power in the morning is higher than the use of power in the afternoon. Total power (3 phases) in the morning ie 194.6425 kW, while in the afternoon 154,0396 kW.

Keywords: 3 phases, electrical energy, power

INTISARI

Universitas Bangka Belitung saat ini dipasok oleh PLN Wilayah Bangka Belitung dengan pasokan daya 690 kVA untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada kampus dengan total lahan 153 ha. Melalui pengukuran langsung pada panel masing-masing gedung, didapat bahwa penggunaan daya pada pagi hari lebih tinggi jika dibandingkan penggunaan daya pada sore hari. Total daya (3 fase) pada pagi hari yakni 194,6425 kW, sedangkan pada sore hari 154,0396 kW.

Kata Kunci : 3 Fase, energi listrik, daya

I. PENDAHULUAN

Universitas Bangka Belitung (UBB) merupakan perguruan tinggi negeri yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdiri pada 12 April 2006 dengan saat ini terdiri atas 19 Program Studi dan 5 Fakultas. Sebagai institusi pendidikan dengan jumlah total mahasiswa mencapai 5000 orang dengan didukung oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berjumlah 400 orang, tentunya menjadikan kebutuhan energi listrik pada setiap aktivitas menjadi penting.

UBB saat ini dipasok oleh PLN Wilayah Bangka Belitung dengan pasokan daya 690 kVA untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada kampus dengan total lahan 153 ha ini. Walaupun penerangan jalan umum dipasok oleh PLTS, namun pasokan daya dari PLN merupakan hal yang utama. Oleh karenanya dalam kaitan ini, perlu dilihat dengan baik, pola penggunaan energi listrik melalui profil beban pada setiap gedung di lingkungan UBB.

II. DASARTEORI

Dalam keadaan ajeg (steady state), arus dan tegangan sistem tenaga semuanya merupakan fungsi sinusoidal terhadap waktu dengan frekuensi yang sama. Oleh karena itu amat menarik apabila analisis keadaan ajeg dari sistem tenaga tersebut mempergunakan phasor, impedans, admitans dan daya kompleks. daya sesaat dinyatakan oleh

p(t)=v(t)i(t) (2.1)

Diandaikan bahwa tegangan dan arus, keduanya dinyatakan oleh gelombang sinusoidal dengan kecepatan sudut ω, dituliskan dengan pernyataan berikut:

V(t)=Vmaxcos (ωt + θv) (2.2) I(t)=Imaxcos(ωt + θi) (2.3) dengan :

Vmax = besaran nyata dari amplitudo tegangan Imax = besaran nyata dari amplitudo arus θv = sudut fasa dari tegangan (∠V ) θi = sudut fasa dari arus ( ∠I )

(2)

Berdasarkan persamaan (2.2) dan persamaan (2.3) akan diperoleh daya sebagai berikut:

p(t)=Vmax.Imax cos (ωt + θv) cos (ωt + θi ) (2.4) Untuk menghitung nilai sesaat daya tiga fasa digunakan persamaan berikut:

( )= ( ) ( ) + ( ) ( ) + ( ) ( ) (2.5)

III. METODEPENELITIAN

Langkah penelitian yang dilakukan sebagai berikut :

1. Persiapan alat dan bahan penelitian, diantaranya; Power Quality Analyzer, kapasitas dan lokasi trafo distribusi, MCCB panel pada tiap gedung, diagram segaris sistem kelistrikan Universitas Bangka Belitung.

Gambar 1. Diagram segaris

Gambar 2. Diagram pengawatan

2. Pengukuran dan I pada trafo distribusi (1250 kVA, 50 Hz, 3ϕ, 20 kV/400 volt) dan panel pada tiap gedung.

IV. HASILDANPEMBAHASAN

Pengukuran dilakukan pada tiap fase di trafo distribusi dan panel pada tiap gedung. Satu hari dilakukan pengukuran dua kali, pagi dan sore hari. Diasumsikan bahwa tingginya penggunaan hanya pada pagi (pukul 10.30 WIB) dan sore hari (pukul 14.30 WIB). Sedangkan untuk malam harinya, energi listrik hanya digunakan untuk penerangan, sehingga tidak bisa mendeskripsikan profil beban di Universitas Bangka Belitung.

A. Pengukuran pada Trafo Distribusi

226,4 226,4 224,7 405,8 397 435,6

0 200 400 600 800

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 3. Pengukuran pada pagi hari

225,8 226,8 225,6

420 412,3

441,2

0 200 400 600

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 4. Pengukuran pada sore hari

B. Pengukuran pada Gedung Babel I

229,2 230 228,5

29,3 45,4 34

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 5. Pengukuran pada pagi hari

(3)

228,6 229 228

27,9 37,4 34,4

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 6. Pengukuran pada sore hari

C. Pengukuran pada Gedung Babel II

226,5 227,4 225,5

50,7

9,6 26

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 7. Pengukuran pada pagi hari

224,4 225,6 225,4

30,4 8,1

18,1

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 8. Pengukuran pada sore hari

D. Pengukuran pada Gedung Timah I

226,3 224,6 228,4

32,4 15,3 21,8

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 9. Pengukuran pada pagi hari

225,5 224 226,4

32 14,9 32,3

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 10. Pengukuran pada sore hari

E. Pengukuran pada Gedung Timah II

226,8 225,6 225,9

23,5 15,8 25,5

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 11. Pengukuran pada pagi hari

215,2 181,9

214,2

28,7 16,4

26,2

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 12. Pengukuran pada sore hari

F. Pengukuran pada Gedung Babel III

225,9 225,5 226

25,3 26 20,7

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 13. Pengukuran pada pagi hari

(4)

218,5 198,6

217,9

21,5 19,6 11,6

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 14. Pengukuran pada sore hari

G. Pengukuran pada Gedung Babel IV

221,4 222,1 220,6

66,8 55,2 60,3

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 15. Pengukuran pada pagi hari

Gambar 16. Pengukuran pada sore hari

H. Pengukuran pada Gedung Dharma Pendidikan

217,9 221,6 217,6

38,6 18,5 45,2 0

50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 17. Pengukuran pada pagi hari

217,7 220,1 217,6

29,2 26,1 27,7

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 18. Pengukuran pada sore hari

I. Pengukuran pada Gedung Dharma Penelitian

218,2 219,2 213,1

29,2 33,4 31,5

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 19. Pengukuran pada pagi hari

218 219 216,4

35,4 31,6 36,7

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 20. Pengukuran pada sore hari

J. Pengukuran pada Gedung Dharma Pengabdian

221,6 221,2 215,6

12,7 21,3 45

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 21. Pengukuran pada pagi hari V (Volt), R, 216.9

V (Volt), S, 216.3 V (Volt), T, 214

I(Ampere), R, 7.1 I(Ampere), S, 4.8 I(Ampere), T, 4.3

(5)

215,5 215 208,1

13,8 33,3

51,2

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 22. Pengukuran pada sore hari

K. Pengukuran pada Gedung Teladan

219,2 215,7 216,1

20,4 49,6 0 30

50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 23. Pengukuran pada pagi hari

219,2 216,4 218

20,9 49,8 22,4

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 24. Pengukuran pada sore hari

L. Pengukuran pada Gedung Semangat

216,6 217,9 217,8

12,2 24,2 18,3 0

50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 25. Pengukuran pada pagi hari

215,3 216,1 215,7

19,1 35,8 22,9

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 26. Pengukuran pada sore hari

M. Pengukuran pada Gedung Daya

219,3 216,6 216,8

7,5 5,2 4,7

0 50 100 150 200 250

R S T

V (Volt) I(Ampere)

Gambar 27. Pengukuran pada pagi hari

216,9 216,3 214

7,1 4,8 4,3

0 100 200 300

R S T

I(Ampere) V (Volt)

Gambar 28. Pengukuran pada sore hari

Untuk total daya 3 fase dari output trafo distribusi beserta daya 3 fase penggunaan masing-masing gedung pada pengukuran pagi hari (pukul 10.30 WIB), dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :

(6)

Arus rerata (A)

Tegangan

rerata (Volt) (kW) Output

Trafo Distribusi

412,8 225,8333 237,7212

Penggunaan

Babel I 36,23 229,2333 21,180014 Babel II 28,767 226,4667 16,612462

Babel III 24 225,8 13,81896

Babel IV 60,767 221,3667 34,301872

Timah I 23,167 226,433 13,376549

Timah II 21,6 226,1 12,453588

Pendidikan 34,1 219,033 19,046044

Penelitian 31,367 216,833 17,343414 Pengabdian 26,33 219,467 14,737187

Daya 5,8 217,567 3,217811

Semangat 18,23 217,433 10,109563

Teladan 33,33 217 18,445

Total penggunaan beban 194,6425

Sedangkan total daya 3 fase dari output trafo distribusi beserta daya 3 fase penggunaan masing-masing gedung pada pengukuran sore hari (pukul 14.30 WIB), dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Total Daya 3 fase ( )

V. KESIMPULAN

1. Profil beban berdasarkan pengukuran pada pagi hari (pukul 10.30 WIB), didapatkan bahwa total penggunaan daya 3 fase di Universitas Bangka Belitung sebesar 194,6425 kW.

2. Sedangkan profil beban berdasarkan pengukuran pada sore hari (pukul 14.30 WIB), didapatkan bahwa total penggunaan daya 3 fase di UBB sebesar 154,0396 kW.

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Berahim, Hamzah., 1995.”Diktat Teknik Tenaga Listrik Dasar”. Jurusan Teknik Elektro UGM.Yogyakar’ta..

[2]. Wildi,Theodore.,2002.”Electrical Machines, Drives and Power Systems 5th ed”.Prentice Hall. New Jersey.

[3]. Zuhal, 1986, Dasar Tenaga Listrik, ITB, Bandung.

Arus rerata (A)

Tegangan rerata (Volt)

(kW)

Output Trafo Distribusi

424,5 226,0667 244,711515

Penggunaan

Babel I 33,23333 228,5333 19,36705733 Babel II 18,86667 225,1333 10,83116467 Babel III 17,56667 211,6667 9,481608333

Babel IV 5,4 215,7333 2,970648

Timah I 26,4 225,3 15,167196

Timah II 23,76667 203,7667 12,34927883 Pendidikan 27,66667 218,4667 15,41282333 Penelitian 34,56667 217,8 19,197981 Pengabdian 32,76667 212,8667 17,78607433

Daya 5,4 215,7333 2,970648

Semangat 25,93333 215,7 14,264241 Teladan 31,03333 217,8667 17,24087867

Total penggunaan 157,0396

Referensi

Dokumen terkait

KEANEKARAGAMAN SERANGGA DAN STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT BURUNG CINENEN KELABU Orthotomus ruficeps Lesson.. DI KAMPUS UNIVERSITAS

PLN Persero Unit Induk Wilayah Bangka Belitung”, dengan menyadari segala keterbatasan atas kemampuan dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki, maka dalam penyusunan skripsi ini

Beberapa Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung yang sedang melakukan pekerjaan kantor... Momen saat foto bersama beberapa Pegawai Dinas PU Provinsi

Tabel A.2 Rating kVA dan Inersia unit pembangkit UNIT PEMBANGKIT

Teknologi pemulihan lahan bekas tambang timah untuk pertanian di Bangka Belitung.. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan

Adapun hasil yang tercipta dari peneltian ini adalah aplikasi berupa Sistem Manajemen Penelitian dan Pengabdian Universitas Bangka Belitung yang terbuat dari

Enterprise Resource Planning Terhadap Perputaran Persediaan Material (Studi Kasus di PT PLN (persero) Wilayah Bangka Belitung Area Bangka) ini merupakan jenis

enterprise resource planning atas perputaran persediaan material hanya pada PT. PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung