PENINGKATAN KUALITAS TELUR AYAM RAS DENGAN PERENDAMAN DALAM LARUTAN TEH

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KUALITAS TELUR AYAM RAS DENGAN PERENDAMAN

DALAM LARUTAN TEH

Hasrianti Silondae1 dan Amaliah Ulpah2

1Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara Jl. Kampus Pertanian, Kalasey.

2Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Jl. Tentara Pelajar No. 10 Bogor – Jawa Barat. Email: hasrianti_silondae@yahoo.com

(Diterima 10-02-2015; Disetujui 30-11-2015)

ABSTRAK

Masalah utama dari telur ayam adalah sifatnya yang mudah rusak, sehingga waktu simpannya relatif pendek. Beberapa bahan pengawet alami diantaranya daun teh dapat mempertahankan kualitas telur ayam ras. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perendaman telur dalam larutan teh konsumsi terhadap kualitas interior telur ayam ras. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur ayam ras, teh bandulan dan air panas. Telur direndam selama 2 hari dengan konsentrasi larutan teh terdiri dari 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dan disimpan selama 21 hari. Pengamatan dilakukan terhadap penyusutan berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan pH telur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan berat telur lebih tinggi pada perlakuan kontrol (tanpa larutan teh). Diketahui bahwa terdapat perbedaan nyata antar perlakuan konsentrasi larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur.

Kata kunci: Telur ayam, kualitas telur, larutan teh, indeks putih telur.

ABSTRACT

Hasrianti Silondae, Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

The main problem of chicken egg is its weaknesses, such as perishable, therefore it has a short storage life. Some natural preservative among others tea leaf can maintain the quality of egg. This study aimed to determine the concentration of tea solution to maintain the quality of egg. The materials used in this research were eggs, local tea (bandulan brand), and hot water. Eggs are soaked for 2 days with concentration of tea solution consists of 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% and stored for 21 days. Parameters observed were egg weight shrinkage, yolk index, albumen index and pH. The experiment designed by Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 4 replications. Parameters observed were egg weight shrinkage, yolk index, eggwhite index and pH. The data were analyzed by ANOVA continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The research results showed that the decline in interior

!"#$%&'()*(+,,-(.#-(/%,/+0(%1(&/+(2)1&0)$(&0+#&3+1&(4.%&/)"&(&/+(&+#(-)$"&%)156(7&(%-(*)"18(&/#&(&/+0+(%-(-%,1%92#1&(8%**+0+1&(:+&.++1(&/+(

two treatment of 10% and 50% with parameter of albumen indeks.

Keywords: Eggs, Egg quality, tea solution, albumen index.

PENDAHULUAN

Telur merupakan sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi lengkap seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Cita rasa yang lezat membuat telur sangat digemari masyarakat indonesia. Selain itu, telur mudah diperoleh dan harganya murah. Komposisi gizi dalam telur ayam terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur

terdapat pada bagian kuning telurnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60% dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat1,2. Sebagaimana umumnya bahan pangan asal hewan, telur ayam ras mempunyai sifat mudah rusak yaitu dalam

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

ABSTRAK

rusak, sehingga waktu sehingga kualitas telur ayam kualitas telur ayam kualitas interior kualitas interior elur direndam elur direndam 21 hari. Pengamatan 21 hari. Pengamatan penelitian yang

penelitian yang Duncan’s Multiple Duncan’s Multiple kontrol (tanpa

kontrol (tanpa larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur

elur ayam, kualitas telur, larutan teh, indeks putih telur elur ayam, kualitas telur, larutan teh, indeks putih telur

Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution. Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

sehingga waktu simpannya sehingga waktu simpannya

ayam ras. Penelitian ayam ras. Penelitian interior telur

interior telur direndam selama 2 direndam selama

Pengamatan dilakukan Pengamatan

yang digunakan yang digunakan s Multiple Range Multiple (tanpa larutan teh). (tanpa larutan larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur

, larutan teh, indeks putih telur , larutan teh, indeks putih telur

Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution. Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

of chicken egg of chicken leaf can maintain leaf can

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

simpannya relatif

simpannya Penelitian ini Penelitian telur ayam ras. telur ayam ras. a 2 hari dengan 2 hari dengan Pengamatan dilakukan dilakukan

digunakan dalam digunakan dalam Multiple Range TestRange Test est larutan teh). Diketahui teh). Diketahui larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur.

larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur.

, larutan teh, indeks putih telur , larutan teh, indeks putih telur

Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution. Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

chicken egg is its weaknesses, egg is its can maintain the maintain

materials used materials used of tea solution of tea solution shrinkage, yolk shrinkage, yolk treatments and 4 replications. and 4 replications. analyzed by ANOVAby ANOV

!"#$%&'()*(+,,-(.#-(

!"#$%&'()*(+,,-(

two treatment of 10% and 50% with parameter of albumen indeks. two treatment of 10% and 50% with parameter of albumen indeks.

Keywords Keywords

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

simpannya relatif pendek. relatif pendek.

Penelitian ini bertujuan ini bertujuan ras. Bahan yang ras. Bahan dengan konsentrasi dengan konsentrasi dilakukan terhadap

dilakukan terhadap dalam penelitian dalam penelitian est (DMRT). (DMRT). est

Diketahui bahwa Diketahui bahwa

, larutan teh, indeks putih telur. , larutan teh, indeks putih telur.

ABSTRACT ABSTRACT

Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution. Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

its weaknesses, weaknesses, maintain the quality maintain the quality

used in this research used in this research solution consists solution consists yolk index, albumen yolk index, replications. Parameters replications.

ANOVA continued A continued

+,,-(.#-(/%,/+0(.#-(/%,/+0(

two treatment of 10% and 50% with parameter of albumen indeks. two treatment of 10% and 50% with parameter of albumen indeks.

Keywords

Keywords: Eggs, Egg quality: Eggs, Egg quality

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

pendek. Beberapa pendek. Beberapa bertujuan untuk bertujuan untuk Bahan yang digunakan Bahan yang digunakan konsentrasi larutan konsentrasi larutan terhadap penyusutan terhadap penyusutan penelitian adalah Rancangan penelitian adalah

T). Hasil penelitian T). Hasil

bahwa terdapat bahwa terdapat

, larutan teh, indeks putih telur.

ABSTRACT ABSTRACT

Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution. Amalia Ulpah. 2015. Improving the eggs quality to maintain on tea solution.

weaknesses, such as weaknesses, such quality of egg. This quality of egg. this research were this research consists of 0%, consists of 0%, index, albumen index albumen index replications. Parameters Parameters

continued by Duncan’ continued by Duncan’

/%,/+0(%1(&/+(2)1&0)$(

/%,/+0(%1(&/+(2)1&0)$(

(2)

waktu 14 hari telur yang disimpan pada suhu ruang dan tidak mendapat penanganan dengan baik akan mengalami penurunan kualitas, bahkan akan segera membusuk2,3,4. Oleh karena itu, perlu diadakan pengawetan dalam upaya memperpanjang daya tahan telur selama penyimpanan sehingga nilai gizi telur tetap tinggi, tidak berubah rasa, tidak berbau busuk, dan warna isinya tidak pudar. Dengan demikian kualitas telur terjaga sampai ke tangan konsumen2,3. Salah satu cara mempertahankan mutu telur agar bertahan lama adalah dengan cara melakukan perendaman atau pelapisan dengan cairan yaitu dilakukan dengan cara merendam telur segar dalam berbagai $#0"&#1(-+;+0&%(#%0(<#;"0=($#0"&#1(#%0(,#0#3=(8#1(9$&0#&(#&#"( penyamak nabati yang mengandung tanin3.

Pengawet alami yang umum digunakan adalah minyak kelapa dan kapur sirih, namun penggunaan masih secara tunggal6. Beberapa jenis daun-daunan yang bersifat sepat, dapat digunakan untuk mengawetkan telur utuh, antara lain daun melinjo (Gnetum gnemon L.), daun jambu biji (Psidium guajava), daun bandotan (Ageratum conyzoides L.), daun akasia (Acacia auriculiformis), dan daun teh (Camellia sinensis)7,2,3,8. Kandungan tanin pada daun melinjo dan kulit kayu akasia bereaksi dengan protein pada kulit telur yang mempunyai sifat menyerupai kolagen kulit hewan sehingga terjadi proses penyamakan kulit berupa endapan berwarna coklat yang dapat menutup pori-pori kulit telur tersebut menjadi impermeable (tidak dapat tembus) terhadap gas dan udara serta dapat mencegah penguapan air dan karbon-dioksida pada kulit telur8,9.

Teh adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia dan mengandung senyawa bioaktif seperti polyhenols, kafein, theanines, dan vitamin10. Daun teh mengandung beberapa zat kimia yang dapat digolongkan menjadi empat. Keempat ,)$)1,#1(%&"(#8#$#/>(-":-&#1-%(*+1)$(4<#&+<%1=(?#@#1)$5=( bukan fenol (karbohidrat, pektin, alkaloid, protein, #-#3(#3%1)=(<$)0)9$=(#-#3()0,#1%<5=(-+1'#.#(#0)3#&%-=( dan enzim. Secara umum teh hijau, teh hitam, dan teh oolong berasal dari jenis tanaman teh yang sama yakni Camellia sinensis, namun ada perbedaan yang cukup berarti dalam kandungan polifenolnya karena perbedaan cara pengolahan10. Meskipun efek konsumsi teh pada pengembangannya atau regresi lesi aterosklerotik pada manusia belum diteliti secara langsung11,12, akan tetapi kandungan taninnya dapat dimanfaatkan sebagai pengawet telur12. Katekin teh bersifat antimikroba (bakteri dan virus), antioksidan, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Teh menunjukkan kemampuan merusak sel dari sebagian mikroorganisme dan menunjukkan sifat-sifat antibakterial, terhadap

Staphyloccoci sp, Yersinia enterocolitica, Eschericia coli,

!"#$%&'&()"* +$&,#"-#(", dan Salmonella sp melalui <#&+<%1=( &/+#?#@%1( 8#1( :+1&"<A:+1&"<( ,#$#&1'#12. Sifat antimikroba katekin teh hijau ini disebabkan oleh adanya gugus pyrogallol dan gugus galloil, sedangkan sifat penghambatan terhadap racun ditentukan oleh struktur tersier persenyawaan gugus catechol atau pyrogallol dan gugus galloilnya. Selain itu, teh hijau dapat menghambat mikroba pembentuk racun dalam makanan seperti Staphylococcus aureus, Aeromonassabria, Clostridium perfringen dan Clostridium botulinum12.

Umumnya sebagian masyarakat Indonesia belum mengetahui cara pengawetan telur ayam ras menggunakan larutan teh konsumsi. Cara ini cukup mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya besar sehingga diharapkan dapat memberi nilai tambah pada upaya pengawetan telur ayam ras.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman telur ayam ras dalam beberapa konsentrasi larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pandu pada bulan Februari sampai Maret Tahun 2013. Bahan yang digunakan adalah telur ayam ras umur satu hari, air panas, dan teh konsumsi merk Bandulan.

Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi larutan teh (K0: 0%, K1: 10%, K2: 30%, K4: 40%, dan K5: 50%) dengan ulangan 4 kali. Proses pengawetan telur dilakukan dengan merendam telur dalam larutan teh, selanjutnya telur dibersihkan, dikeringkan, dan ditimbang untuk mengetahui berat awalnya. Kemudian telur disimpan pada rak telur selama 21 hari pada suhu kamar. Sebagai data penunjang dicatat suhu harian dari ruangan penelitian.

Pengamatan dilakukan terhadap parameter penyusutan berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan pH. Data yang diperoleh diuji dengan asumsi sidik ragam. Bila terdapat peubah yang nyata dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%.

!"#$%&%'(#)*"+('),"-%+

Telur yang telah dibersihkan ditimbang untuk setiap perlakuan sebagai berat awal kemudian direndam dalam perlakuan konsentrasi larutan teh selama dua hari setelah itu ditiriskan dan disimpan selama 21 hari. Telur ditimbang lagi untuk mendapatkan berat akhir. Nilai susut berat telur dinyatakan dalam persen dan dihitung daun

daun Ageratum

Ageratum

auriculiformis

auriculiformis), . Kandungan Kandungan kayu akasia bereaksi akasia bereaksi yang mempunyai yang mempunyai sehingga terjadi sehingga terjadi endapan berwarna endapan berwarna

kulit telur kulit telur dapat tembus) dapat tembus) mencegah penguapan mencegah penguapan dioksida pada kulit telur

dioksida pada kulit telur8,98,9. minuman

minuman

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

larutan teh larutan teh

perlu mengeluarkan perlu mengeluarkan dapat memberi dapat memberi telur ayam ras. telur ayam ras.

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Kandungan

Kandungan bereaksi bereaksi mempunyai sifat mempunyai sifat sehingga terjadi proses sehingga terjadi proses

berwarna coklat berwarna coklat telur tersebut telur tersebut bus) terhadap bus) terhadap penguapan penguapan

minuman kedua minuman kedua seluruh dunia seluruh dunia polyhenols,

polyhenols,

teh mengandu

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

konsumsi. konsumsi. mengeluarkan mengeluarkan memberi nilai memberi nilai telur ayam ras. telur ayam ras.

Penelitian Penelitian perendaman perendaman

larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras. larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras.

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

sifat

proses proses coklat yang coklat yang tersebut menjadi tersebut menjadi terhadap gas terhadap gas penguapan air dan penguapan air dan

kedua yang kedua yang dunia dan mengandung dunia dan mengandung polyhenols, kafein,

polyhenols, kafein,

teh mengandumengandu digolongkan digolongkan #8#$#/>(-":-&#1-%(

#8#$#/>(-":-&#1-%( fenol (karbohidrat, fenol (karbohidrat, #3%1)=(<$)0)9$=(

#3%1)=(<$)0)9$=( enzim. Secara enzim. Secara oolong berasal oolong berasal Camellia

Camellia

berarti

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

makanan makanan omonassabria, Clostridium

omonassabria, Clostridium

Clostridium botulinum

Clostridium botulinum1212..

masyarakat Indonesia masyarakat

pengawetan telur ayam pengawetan telur ayam konsumsi. Cara ini cukup Cara ini mengeluarkan biaya besar mengeluarkan biaya besar memberi nilai tambah nilai tambah telur ayam ras.

Penelitian ini bertujuan Penelitian ini

perendaman telur perendaman telur

larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras. larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras.

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

menjadi

menjadi gas dan dan dan dan

karbon-yang paling banyak yang paling mengandung mengandung kafein, theanines,

kafein, theanines,

mengandung beberapa mengandung beberapa digolongkan menjadi digolongkan menjadi -":-&#1-%(*+1)$(

-":-&#1-%( (karbohidrat, pektin, (karbohidrat, <$)0)9$=(#-#3(

<$)0)9$=(#-#3( Secara umum Secara umum berasal dari berasal dari Camellia sinensissinensis

berarti dalam berarti dalam cara pengolahan cara pengolahan pengembangannya pengembangannya pada

pada tetapi

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

menghambat menghambat makanan seperti seperti Clostridium

Clostridium

masyarakat Indonesia Indonesia ayam ras menggunakan ayam ras menggunakan ini cukup mudah cukup mudah

biaya besar sehingga besar sehingga tambah pada tambah pada

ini bertujuan ini bertujuan telur ayam ras telur ayam

larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras. larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras.

BAHAN DAN MET

Penelitian Penelitian pada

pada yang

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

karbon-paling banyak paling banyak mengandung senyawa mengandung senyawa

theanines,

theanines,

beberapa zat beberapa zat menjadi empat. menjadi empat. -":-&#1-%(*+1)$(4<#&+<%1=(*+1)$(4<#&+<%1=( (karbohidrat, pektin, alkaloid, pektin,

#-#3()0,#1%<5=(

#-#3()0,#1%<5=( umum teh hijau, umum teh hijau, dari jenis tanam dari jenis tanam

namun

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

sehingga sehingga pada upaya pada upaya

bertujuan untuk mengetahui bertujuan untuk

ayam ras dalam ayam ras dalam

larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras. larutan teh terhadap kualitas interior telur ayam ras.

BAHAN DAN MET BAHAN DAN MET

Penelitian dilak Penelitian pada bulan Februari pada bulan

yang digunakan yang digunakan

(3)

dengan rumus:

Keterangan :

PBT = Penyusutan Berat Telur 13

!"#.%/%+(#)0#1"/&)2%'03)1(#)/%#0#.)'"-%+)($(4)+(&5)

Setelah dilakukan penimbangan dilakukan pengamatan terhadap indeks putih dan kuning telur dengan menggunakan jangka sorong.

IKT (Cm) = H/ 0,5 (D1+D2) IPT (Cm) = H/ 0,5 (d1+d2) Keterangan :

H dan h = tinggi putih dan kuning telur (mm) D1dan d1 = diameter terpanjang putih telur kental

dan kuning telur (mm)

D2 dan d2 = diameter terpendek putih telur kental dan kuning telur (mm) 7

pH

Pengukuran pH telur dilakukan dengan cara mencelupkan kertas lakmus pada putih telur kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus.

HASIL DAN PEMBAHASAN

!"#$%&%'(#)*"+('),"-%+

Tabel 1 menunjukkan, bahwa konsentrasi larutan teh 40% dan 50% dapat menekan penyusutan berat telur sebesar 2,53% dan 2,93%. Diduga kandungan tanin teh bereaksi dengan protein yang terdapat dalam kulit telur sehingga terjadi proses penyamakan kulit dimana tanin mengendap pada kulit telur dengan warna cokelat tua akhirnya dapat menutup pori-pori kulit telur dan menyebabkan telur menjadi impermeable (tidak dapat tembus) terhadap gas dan udara sehingga penguapan air (H2O) dan karbondioksida (CO2) dapat dicegah sekecil mungkin9. Tanin sebagai growth inhibitor merupakan senyawa yang berfungsi menutupi pori-pori kulit telur dan manghambat masuknya mikroorganisme ke dalam telur dan berperan sebagai antibakteri karena memiliki kemampuan membentuk senyawa kompleks dengan protein melalui ikatan hidrogen, jika terbentuk ikatan hidrogen antara tanin dengan protein kemungkinan protein akan terdenaturasi sehingga metabolisme bakteri menjadi terganggu. Enzim yang dikeluarkan oleh mikroba adalah protein dan protein akan mengendap oleh tanin sehingga enzim tersebut tidak akan aktif14.

Penyusutan berat telur terbesar terjadi pada perlakuan kontrol (3,58%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur busuk pada perlakuan kontrol lebih banyak, yaitu lima butir daripada perlakuan dengan larutan teh konsumsi antara 1-2 butir saja. Lama simpan telur menyebabkan penurunan kualitas berupa penguapan air, Nitrogen (N), gas karbondioksida (CO2) dan nitrogen -"$98+(4B2S) sehingga bila telur digoyang akan berbunyi koclak dan putih telur menjadi encer 15. Penguapan membuat bobot telur menyusut dan putih telur menjadi lebih encer. Mikroba biasanya masuk ke dalam telur melalui pori-pori kulit telur dan akan merusak isi telur. Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh lama dan suhu penyimpanan telur. Telur harus disimpan pada suhu rendah namun tidak menyebabkan isi telur membeku, karena proses pembekuan akan mengakibatkan volume telur membesar sehingga menyebabkan pecahnya kerabang telur16. Telur lebih tahan lama asalkan disimpan di tempat penyimpanan yang suhunya selalu di bawah 20oC atau disimpan pada suhu optimum 12-15oC dengan kelembaban 70-80%. Suhu ruang yang cukup tinggi mengakibatkan telur hanya mampu bertahan selama 14 hari. Suhu penyimpanan 25oC dengan kelembaban relatif 70% akan menyebabkan telur kehilangan berat 0,8 g/ minggu/butir dan pada suhu 30oC telur akan kehilangan berat sebesar 2 g/minggu/butir. Apabila kelembaban relatif meningkat menjadi 80% maka penurunan berat air dalam telur bertambah sebesar 20 mg/hari/butir pada berat telur 60 gram.

6#1"/&)7%#0#.),"-%+

Salah satu indikator mutu telur adalah indeks kuning telur. Indeks kuning telur (IKT) merupakan perbandingan tinggi kuning telur dengan diameternya setelah dipisahkan dari telurnya. Indeks kuning telur untuk telur yang masih baru berkisar antara 0,30-0,50 14. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan rataan indeks kuning telur terendah terdapat pada perlakuan kontrol sebesar (0,32). Hal ini menunjukkan bahwa telur yang digunakan dalam penelitian masih segar/ baru, karena menggunakan telur umur satu hari. Ciri-ciri biologis telur segar (untuk konsumsi) antara lain kantung udara kecil, kulit telur bersih dan warnanya mulus, putih telur kental, kuning telur bulat dan terletak di tengah, isi telur tidak kopyor (koclak), tidak terdapat noda darah pada bagian putih maupun kuning telur. Konsentrasi teh tidak berpengaruh nyata terhadap indeks kuning telur (Tabel 1). Diduga semakin lama telur disimpan maka indeks kuning telur makin kecil akibat migrasi air. Akan tetapi, terlihat bahwa konsentrasi 40% dan 50% masih memberikan hasil yang tidak jauh berbeda dengan indeks kuning telur yang masih baru yaitu berkisar antara

0,30-Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

D2 dan d2 = diameter terpendek putih telur kental D2 dan d2 = diameter terpendek putih telur kental

kan dengan kan dengan pada putih telur pada putih telur disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus. disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus.

DAN PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN

!"#$%&%'(#)*"+('),"-%+ !"#$%&%'(#)*"+('),"-%+

menunjukkan,

menunjukkan,

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

penyimpanan rendah namun rendah namun karena proses karena proses telur membesa telur

kerabang kerabang di

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

dengan cara

dengan cara telur kemudian telur kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus. disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus.

DAN PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN

menunjukkan, bahwa menunjukkan, bahwa 50% dapat menekan 50% dapat

2,53% dan 2,93%. 2,53% dan 2,93%.

dengan protein

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

telur telur namun tidak namun tidak proses pembekuan proses pembekuan membesa

membesa kerabang telur kerabang telur di tempat di tempat 20 20ooC atau C kelembaban kelembaban

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

cara

kemudian kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus. disesuaikan dengan nilai-nilai pH pada kertas lakmus.

DAN PEMBAHASAN DAN PEMBAHASAN

bahwa konsentrasi bahwa konsentrasi dapat menekan menekan

dan 2,93%. Diduga 2,93%. dengan protein yang protein yang

terjadi proses terjadi proses mengendap pada kulit mengendap pada akhirnya dapat menutup akhirnya dapat

menyebabkan telur menyebabkan telur tembus) terhadap tembus) terhadap

2

2O) dan karbondioksida O) dan mungkin

mungkin9

senyawa

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

15. Penguapan . Penguapan dan putih telur putih telur

masuk ke masuk ke dan akan merusak dan akan merusak dipengaruhi oleh dipengaruhi oleh

elur harus elur harus tidak menyebabmenyebab pembekuan akan pembekuan membesar sehingga membesar sehingga

telur telur1616. Telur . Telur tempat penyimpanan tempat penyimpanan C atau disimpan atau disimpan kelembaban kelembaban mengakibatkan mengakibatkan hari.

hari. 70%

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

konsentrasi larutan

konsentrasi menekan penyusutan menekan penyusutan Diduga kandungan Diduga kandungan protein yang terdapat yang terdapat

proses penyamakan proses penyamakan pada kulit telur kulit telur

dapat menutup menutup telur menjadi telur menjadi terhadap gas dan terhadap gas dan dan karbondioksida karbondioksida mungkin

mungkin. Tanin . Tanin senyawa yang senyawa yang dan manghambat dan manghambat telur dan telur dan kemampuan kemampuan protein

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

nitrogen nitrogen berbunyi berbunyi Penguapan Penguapan telur menjadi telur menjadi ke dalam telur ke dalam akan merusak isi merusak

oleh lama oleh lama harus disimpan harus disimpan menyebabkan isi menyebabkan isi pembekuan akan mengakibatkan pembekuan akan mengakibatkan

sehingga menyebabkan sehingga menyebabkan elur lebih taha

elur lebih penyimpanan yang penyimpanan yang disimpan pada disimpan pada kelembaban 70-80%. kelembaban 70-80%. mengakibatkan telur mengakibatkan hari. Suhu penyimpanan hari. Suhu penyimpanan 70% akan

70% akan minggu/butir minggu/butir berat berat relatif

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

konsentrasi larutan

konsentrasi larutan penyusutan berat penyusutan berat kandungan tanin kandungan terdapat dalam terdapat dalam penyamakan kulit penyamakan telur dengan telur dengan menutup pori-pori menutup pori-pori menjadi

menjadi impermeableimpermeable

gas dan udara dan udara karbondioksida (CO karbondioksida

sebagai

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

isi telur isi telur mengakibatkan mengakibatkan menyebabkan menyebabkan lebih tahan lama lebih tahan lama penyimpanan yang suhunya yang suhunya pada suhu optimum pada suhu

70-80%. Suhu 70-80%. Suhu mengakibatkan telur hanya mengakibatkan telur hanya

penyimpanan penyimpanan akan menyebabkan akan menyebabkan minggu/butir dan minggu/butir berat sebesar berat sebesar relatif meningkat relatif meningkat air dalam air

(4)

Tabel 1. Kualitas interior telur ayam ras selama 21 hari penyimpanan dan jumlah telur busuk setiap perlakuan Table 1. Research results of several parameters were observed and the number of rotten eggs/treatment

Konsentrasi Teh Konsumsi (%) / Concentration Tea

Consumption (%)

PBT (g) (Penyusutan Berat

Telur) / weight loss (%)

IKT (Indeks kuning Telur) /

(yolk index)

IPT (Indeks Putih Telur) / (albumen

index)

pH (Derajat keasaman) / (acidity degree)

Jumlah telur yang busuk / The number of rotten

eggs (grains)

(K0)0 3,58±0,37a 0,32±0,09a 0,106±0,03ab 7.50±0,54a 5

(K1)10 3,00±0,55

a 0,61±0,21a 0,118±0,04a 6.75±0,35a 1

(K2)20 2,98±0,46a 0,59±0,25a 0,111±0,02ab 7.06±0,24a 2

(K3)30 3,40±0,48a 0,64±0,14a 0,076±0,01ab 6.81±0,24a 2

(K4)40 2,53±0,82a 0,58±0,14a 0,072±0,03ab 7.25±0,54a 2

(K5)50 2,93±1,33a 0,58±0,15a 0,055±0,01b 6.88±0,52a 2

Keterangan: rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata.

.#'),/"0*12#,)3#*4&55&6#%*78*9:#*")'#*5#99#,*),#*(&9*";3(;<-)(958*%;44#,#(9=

0,50. Rata-rata telur mempunyai indeks kuning telur 0,42. Nilai IKT yang tidak terlampau jauh berbeda dengan IKT telur segar/baru tersebut di duga pengaruh katekin teh yang sifatnya menutupi pori-pori kerabang sehingga mencegah sekecil mungkin terjadinya perubahan isi telur akibat terjadinya penguapan air dan gas-gas yang ada dalam telur.

6#1"/&)!%'03),"-%+

Indeks putih telur (IPT) adalah perbandingan tinggi telur kental dengan rata-rata diameter panjang dan pendeknya. Indeks putih telur yang baru diperoleh bervariasi antara 0,050-0,174. Rata-rata telur mempunyai indeks putih telur 0,090-0,120. Putih telur merupakan salah satu bagian dari sebuah telur utuh yang mempunyai persentase sekitar 58-60% dari berat telur itu dan mempunyai dua lapisan, yaitu lapisan kental dan lapisan encer.

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam bahwa perlakuan konsentrasi larutan teh konsumsi berpengaruh 1'#&#( ;#8#( &#0#*( CDE( 4FGH=HD5( &+0/#8#;( %18+<-( ;"&%/( telur. Indeks putih telur pada perlakuan K0;0% (0,106) berbeda nyata dengan perlakuan K5;50% (0,055), sementara dengan perlakuan K2;20% (0,111), K3;30% (0,076) dan K4;40% (0,072) tidak terdapat perbedaan yang nyata. Hal ini disebabkan karena kandungan tanin teh pada penelitian ini belum optimal karena teh tidak melalui perebusan. Diketahui bahwa kandungan tanin pada teh dapat menyamak kulit sehingga dapat mengurangi penguapan air pada telur dan menyebabkan mikroorganisme yang ada di luar telur akan lebih sulit masuk ke dalam telur, sehingga jumlahnya akan lebih sedikit 12. Tanin adalah suatu senyawa fenol aktif yang mempunyai sifat-sifat menyerupai alkohol yang salah satunya adalah bersifat antiseptik. Keadaan ini membuat lingkungan yang tidak cocok untuk pertumbuhan

mikroba8. Selain itu, bahan tanin merupakan senyawa yang berbentuk larutan berwarna dan mampu berikatan dengan albumin telur. Protein dalam telur akan berikatan dengan katekin yang terkandung dalam teh membentuk senyawa kompleks yang stabil dan dapat memperpanjang masa simpan telur sampai satu bulan. Kemampuan katekin sebagai antioksidan yang menghambat proses oksidasi dan antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri gram positif. Katekin merupakan golongan polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, dan antibakteri serta aman digunakan dalam pengolahan bahan pangan sehingga dapat memperpanjang masa simpan telur ayam ras 12. Katekin memiliki kemampuan paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif. Sedangkan katekin pada teh sekitar 30-40%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun teh pada proses pembuatan telur asin rebus maka semakin tinggi pula kadar tanin yang berfungsi sebagai bahan penyamak kulit telur. Tanin yang terdapat pada ekstrak daun teh masuk melalui pori-pori telur yang menghasilkan rasa dan warna yang khas dari seduhan teh, sehingga telur yang direndam dalam larutan ini akan berwarna kecoklatan 9.

28),"-%+

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi larutan teh tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan (Tabel 1). Hal ini menunjukkan bahwa telur yang tidak diawetkan dengan perendaman larutan teh konsumsi memperlihatkan pertambahan pH dibanding dengan telur yang diawetkan dengan larutan teh. Diduga kenaikan pH terutama dalam albumen dari pH 7 sampai 11 karena hilangnya CO2 melalui pori-pori kerabang. Karbondioksida dalam air merupakan asam lemah dan karenanya kehilangan gas ini akan meningkatkan kebasaan sehingga menyebabkan putih telur encer17. Kenaikan pH isi telur menyebabkan

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

katekin katekin sehingga sehingga perubahan isi telur perubahan isi telur gas-gas yang ada gas-gas yang

(IPT) adalah (IPT) adalah dengan rata-rata dengan rata-rata Indeks putih telur putih telur 0,050-0,174. Rata-rata 0,050-0,174.

ur 0,090-0,120. ur 0,090-0,120.

dari sebuah

mikroba8. mikroba8. yang yang

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

telur

yang ada ada

adalah perbandingan adalah perbandingan rata-rata diameter

rata-rata diameter telur yang baru telur yang 0,050-0,174. Rata-rata 0,050-0,174. Rata-rata 0,090-0,120. Putih 0,090-0,120. Putih dari sebuah telur sebuah telur sekitar 58-60% 58-60%

lapisan, yaitu

lapisan,

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

mikroba8. Selain mikroba8. Selain yang berbentuk yang berbentuk dengan albumin dengan dengan dengan senyawa senyawa

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

perbandingan

perbandingan diameter panjang diameter panjang yang baru diperoleh baru diperoleh Rata-rata telur mempunyai Rata-rata telur mempunyai

Putih telur Putih telur telur utuh yang telur utuh 58-60% dari berat 58-60% dari berat lapisan, yaitu lapisan lapisan, yaitu lapisan

Berdasarkan hasil analisis Berdasarkan hasil

konsentrasi larutan konsentrasi ;#8#( &#0#*( CDE(

;#8#( &#0#*( CDE( Indeks putih Indeks putih berbeda nyata berbeda nyata sementara sementara (0,076)

(0,076)

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

2 2 2

Selain itu, bahan Selain itu, berbentuk larutan berbentuk larutan dengan albumin teluralbumin dengan katekin dengan katekin senyawa kompleks senyawa

masa simpan masa simpan sebagai sebagai dan

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

perbandingan

panjang panjang diperoleh diperoleh telur mempunyai mempunyai telur merupakan telur merupakan utuh yang mempunyai yang mempunyai

berat telur berat telur lapisan kental lapisan kental

analisis sidik analisis konsentrasi larutan teh larutan teh CDE( 4FGH=HD5(

CDE( 4FGH=HD5( putih telur pada putih telur nyata dengan nyata dengan sementara dengan dengan (0,076) dan K (0,076) dan K yang nyata. yang nyata. tanin teh tanin teh tidak melalui tidak tanin tanin

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

2 2 2 2

itu, bahan tanin itu, bahan tanin larutan berwarna larutan berwarna albumin telur. Protein albumin telur. Protein katekin yang terkandung katekin yang

senyawa kompleks kompleks masa simpan telusimpan telu sebagai antioksidan sebagai antioksidan dan antibakteri dan anti gram gram yang yang

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

mempunyai

mempunyai merupakan merupakan mempunyai mempunyai telur itu dan telur itu kental dan lapisan kental dan

analisis sidik ragam sidik ragam larutan teh konsumsi teh konsumsi

4FGH=HD5( &+0/#8#;(

4FGH=HD5( &+0/#8#;( telur pada perlakuan telur pada perlakuan dengan perlakuan dengan perlakuan

perlakuan

perlakuan

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

bahan tanin merupakan tanin merupakan berwarna dan berwarna dan Protein dalam Protein dalam yang terkandung yang terkandung kompleks yang stabil kompleks yang stabil simpan telur sampai telur sampai

(5)

protein telur rentan terhadap enzim proteolitik dari telur dan mempercepat bagian putih telur menjadi encer dengan berbagai dampak negatifnya 7.

KESIMPULAN

Penambahan konsentrasi larutan teh pada perendaman telur dapat menekan penurunan kualitas interior telur ayam ras. Penyusutan berat telur lebih besar pada perlakuan tanpa konsentrasi larutan teh (K0). Perlakuan larutan teh tidak berpengaruh nyata pada indeks kuning telur akan tetapi berpengaruh nyata terhadap indeks putih telur yaitu pada perlakuan konsentrasi larutan 50% dengan rata-rata 0,055±0,01. Sedangkan pH telur pada perendaman larutan teh masih memberikan hasil optimal dengan kisaran pH 6,81-7,06 sehingga telur dapat disimpan selama 21 hari.

UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir Dewa Ketut Sadra Swastika, M.S., Dr. Ir. Bahtiar, M.S., Ir. Paulus C. Paat, M.P., dan semua pihak yang telah mendukung penulis dalam penelitian serta memberikan bimbingan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Jazil N, Hintono A, Mulyani S. Penurunan Kualitas Telur Ayam Ras dengan Intensitas Warna Coklat Kerabang Berbeda Selama Penyimpanan. J.Aplikasi Teknologi Pangan. 2013; 2(1):43-47.

2. Stevi GD, Dewa GK, Vanda SK. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik Dari Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L.). Jurnal MIPA Unsrat Online. Fakultas MIPA. 2012; 1(1):11-15.

3. Novita,A. Potensi Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Bahan Curing Alamiah Telur Ayam Ras. Jurnal Medika Veterinaria. 2014; 8(1): 72-75.

4. Hardianto, Suarjana KGI, Rudyanto DM. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan teradap Kualitas Telur Ayam Kampung Ditinjau dari Angka Lempeng Total Bakteri. Indonesia Medicus Veterinus. 2012; 1(1): 71-84.

5. Bayu Widyantoro, Mardiati Sulistyowati, Samsu Wasito. Evaluasi Kadar Air Dan Jumlah Bakteri Pada Telur Asin Asap (Smoked Salty Egg) Dengan menggunakan Bahan Bakar Sekam Padi Jurnal Ilmiah Peternakan. 2013; 1(1):276-281.

6. Agustin, S. Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kayu Akasia (Acacia auriculiformis) Sebagai Bahan Pengawet Telur dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas dan Daya Simpan Telur. Jurnal Teknologi Pertanian. 2008; 3 (2): 56-62.

7. Rahmawati S, Setyawati TR, Yanti AH. Daya Simpan Dan Kualitas Telur Ayam Ras Dilapisi Minyak Kelapa, Kapur Sirih Dan Ekstrak Etanol Kelopak Rosella. Jurnal Protobiont. 2014; 3(1): 55-60.

8. Lestari S, Malaka R, Garantjang S. Pengawetan Telur Dengan Perendaman Ekstrak Daun Melinjo (Gnetum Gnemon( I%1156( J"01#$( ( K#%1-( L( M+<1)$),%6( NHOPQ( OP4N5>(

184 – 189.

9. Arief Andriyanto, MAM Andriani, Esti Widowati. Pengaruh Penambahan Ekstrak Kayu manis terhadap Kualitas Sensoris, Aktivitas Antioksidan dan Aktivitas Antibakteri Pada Telur Asin Selama Penyimpanan Dengan Metode Penggaraman Basah. Jurnal Teknosains Pangan. 2013; 2(2).

10. Xu Xiaojiang, dkk. Effects of fermented Camilia Sinensis, Fuzhuan tea,on egg cholesterol and production performance in laying hens. Herald International Research Journals. 2012; 1(1): 006-010.

11. Azeke MA, Ekpo KE. Egg Yolk Cholesterol Lowering Effects of Garlic and Tea. Journal of Biological Science. 2008; 8(2): 456-460.

12. Zulaekah S, EN Widiyaningsih. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Teh Pada Pembuatan Telur Asin Rebus Terhadap Jumlah Bakteri Dan Daya Terimanya. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. 2005; 6 (1): 1-13. 13. Hintono A. Kualitas telur yang disimpan dalam kemasan

#&3)-*+0(&+03)8%9<#-%6(J"01#$(K#%1&+<-6(OCCRQ(S4P5>(SDADO6

14. Agustina N, Thohari I, Rosyidi D. Evaluasi sifat putih telur ayam pasteurisasi ditinjau dari pH, kadar air, sifat emulsi dan daya kembang Angel Cake. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 2013; 23(2): 6-13.

15. Anastasia Cornelia, I Ketut Suada, Mas Djoko Rudyanto. Perbedaan daya simpan telur ayam ras yang dicelupkan dan tanpa dicelupkan larutan kulit manggis Indonesia Medicus Veterinus. 2014; 3(2) : 112-119. ISSN : 2301-7848. 16. Suradi K. Perubahan Kualitas Telur Ayam Ras dengan

Posisi Peletakan berbeda Selama Penyimpanan Suhu Refrigerasi. J.Ilmu Ternak. 2006; 6(2): 136-139.

17. Rangga S, Dian S, Tintin K. Pengaruh lama penyimpanan dan warna kerabang terhadap kualitas internal telur ayam ras. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 2015; 3(1): 75-80.

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

menyampaikan menyampaikan Dewa Ketut Dewa Ketut M.S., Ir. Paulus M.S., Ir. Paulus yang telah mendukung telah mendukung memberikan bimbingan memberikan

sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

AR PUSTAKA AR PUST

Hintono A, Mulyani A, Mulyani dengan Intensitas

dengan Intensitas

Hak cipta © 2015 BB-Pascapanen

2013; 2(2). Xu Xiaojiang, Xu Xiaojiang, Fuzhuan Fuzhuan in laying in

2012; 1(1): 006-010. 1

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Ketut

Ketut Paulus Paulus mendukung mendukung memberikan bimbingan memberikan bimbingan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

AR PUSTAKAAKA

Mulyani S. Penurunan Mulyani S. Penurunan

Intensitas W Intensitas Penyimpanan. Penyimpanan. Pangan. 2013; 2(1):43-47. Pangan. 2013; 2(1):43-47.

Dewa GK,

Dewa GK,

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu

Xiaojiang, dkk. Xiaojiang, dkk. Fuzhuan tea,on egg Fuzhuan tea,on egg in laying hens. laying hens. 2012; 1(1): 006-010. 2012; 1(1): 006-010. 11. Azeke Azeke

Effects

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

bimbingan

bimbingan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Penurunan Kualitas Penurunan Kualitas Warna Coklat arna Coklat Penyimpanan. J.Aplikasi Penyimpanan. J.Aplikasi

GK, Vanda SK. GK, Vanda Dari Kulit Dari Kulit L.). Jurnal L.). Jurnal A. 2012; 1(1):11-15. A. 2012; 1(1):11-15. Novita,A. Potensi Daun Novita,A. Potensi L.) Sebagai Bahan Sebagai Bahan

Medika Veterinaria. 2014; 8(1): 72-75. Medika V

Hardianto, Hardianto, dan

dan

Jl. Tentara Pelajar no 12A, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Andriani, Esti WEsti

Kayu manis Kayu manis Antioksidan dan Antioksidan Selama Penyimpanan Selama Penyimpanan Basah. Jurnal

Basah. Jurnal

dkk. Effects of Effects of tea,on egg cholesterol tea,on egg cholesterol

hens. Herald hens. Herald 2012; 1(1): 006-010. 2012; 1(1): 006-010. Azeke MA, Ekpo Azeke MA, Ekpo Effects of Garlic fects of 2008; 8(2): 456-460. 2008; 8(2): 456-460. 12.

12.Zulaekah Zulaekah Ekstrak

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

Kualitas Telur

Kualitas Telur Coklat Kerabang Coklat Kerabang J.Aplikasi T J.Aplikasi

anda SK. Aktivitas anda SK. Aktivitas Kulit Buah Manggis Kulit Buah Manggis Jurnal MIPA Unsrat MIPA

1-15. 1-15.

nsi Daun Bandotan nsi Daun Bandotan Bahan Curing Bahan Curing

eterinaria. 2014; 8(1): 72-75. eterinaria. 2014; 8(1): 72-75. Hardianto, Suarjana

Hardianto, Suarjana dan Lama Penyimpanan dan Lama Penyimpanan Kampung

Kampung Indonesia Medicus Indonesia Medicus 5.

5. Bayu Bayu

Email: bb_pascapanen@yahoo.com , ksphp.pascapanen@litbang.pertanian.go.id

OP4N5>(

OP4N5>(

idowati. idowati. manis terhadap manis terhadap Antioksidan dan Aktivitas dan Aktivitas

Penyimpanan Penyimpanan Jurnal Teknosains Jurnal Teknosains

of fermented of fermented cholesterol and production cholesterol and

Herald International Herald International 2012; 1(1): 006-010.

2012; 1(1): 006-010. Ekpo KE. Egg Ekpo KE. Egg of Garlic and Garlic and 2008; 8(2): 456-460. 2008; 8(2): 456-460. Zulaekah S, EN Zulaekah S, Ekstrak Daun Ekstrak Terhadap Terhadap

Penelitian Sains dan Penelitian Sains dan 13.

13.

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

elur

elur Kerabang Kerabang Teknologi Teknologi

Aktivitas Antioksidan Aktivitas Antioksidan Buah Manggis

Buah Manggis Unsrat Online. Unsrat Online.

Bandotan ( Bandotan Bandotan ( Curing Alamiah Curing Alamiah eterinaria. 2014; 8(1): 72-75. eterinaria. 2014; 8(1): 72-75.

Suarjana KGI,

Suarjana KGI,

Telepon: (0251) 8321762 , Faksimili: (0251) 8350920

fermented Camilia fermented Camilia

and production and production International Research International Research

KE. Egg Yolk Egg Yolk and Tea. Journal and Tea. 2008; 8(2): 456-460. 2008; 8(2): 456-460.

S, EN Widiyanings S, EN Widiyanings Daun Teh

Daun Teh erhadap Jumlah erhadap Jumlah Penelitian Sains dan Penelitian Sains dan Hintono A. Hintono

#&3)-*+0(&+03)8%9<#-%6(J"01#$(K#%1&+<-6(OCCRQ(S4P5>(SDADO6

#&3)-*+0(&+03)8%9<#-%6(J"01#$(K#%1&+<-6(OCCRQ(S4P5>(SDADO6

14.

Figur

Tabel 1. Kualitas interior telur ayam ras selama 21 hari penyimpanan dan jumlah telur busuk setiap perlakuanTable 1

Tabel 1.

Kualitas interior telur ayam ras selama 21 hari penyimpanan dan jumlah telur busuk setiap perlakuanTable 1 p.4

Referensi

Memperbarui...