PERANCANGAN SISTEM KERJA KOMPOR EKONOMIS
DENGAN BAHAN BAKAR OLI BEKAS
Albertus Laurensius Setyabudhi1), M Isra Nur Abdullah Yuzul2) 1,2
Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam
Email: [email protected]; [email protected]
Abstrak
Kompor pada umumnya menggunakan bahan bakar gas dan minyak tanah, penelitian ini hendak menggunakan bahan bakar oli bekas untuk meningkatkan nilai ekonomis dari kompor yang akan didesain. Dalam perancangannya penelitian ini juga menggunakan ilmu ergonomi untuk melakukan perancangan kompor ekonomis tersebut. Oli bekas di negara Indonesia sangat mudah untuk ditemukan karena jumlahnya sangat banyak. Kompor ekonomis dengan bahan bakar oli bekas ini berhasil direalisasikan dan penggunaan bahan bakar yang ada di tangka penyimpanan dapat bertahan selama 4 bulan. Tetapi kompor ini masih memiliki kekurangan yaitu polusi yang dihasilkan masih sangat tinggi. Kedepan kompor ekonomis dengan bahan bakar oli bekas ini dapat dikembangkan lagi hingga dapat digunakan oleh masyarakat luas sebagai alternative pengganti kompor dengan bahan bakar gas dan minyak tanah.
Kata kunci—Kompor, kompor ekonomis, oli bekas Abstract
General of stoves use gasoline and kerosene fuels, this study would use used fuel oil to increase the economic value of the stove to be designed. In designing this research also uses ergonomics to do the design of the economic stove. Used oil in the country of Indonesia is very easy to find because the amount is very much. Economy stove with used fuel oil is successfully realized and the use of fuel in the storage tank can last for 4 months. But this stove still has a shortage of pollution produced is still very high. The future of this economical stove with spent fuel oil can be developed again to be used by the public as an alternative to gasoline and kerosene stoves..
Keywords—Stove, Economic Stove, used fuel oil
1. PENDAHULUAN
Kompor pada umumnya menggunakan bahan bakar gas dan minyak tanah, sangat jarang di temukan kompor yang menggunakan bahan bakar yang memanfaatkan oli bekas, maka dari itu kami mencoba membuat sistem kerja kompor yang dapat di gunakan tanpa mengeluarkan bahan bakar yang begitu mahal, dan dapat di gunakan oleh semua kalangan.
Oli Bekas merupakan salah satu limbah B3 yang cukup berbahaya. Sehingga dengan memanfaatkan Oli Bekas juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Apabila dilihat dari data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia maka dapat dilihat jumlah kendaraan bermotor di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2014 didapat total kendaraan bermotor yang ada di Indonesia sebanyak 114 Juta unit (dapat dilihat pada tabel dibawah). Yang artinya pemakaian oli minimal sebanyak 200 juta liter setahunnya apabila diambil rata-rata setiap kendaran bermotor mengganti oli sebanyak 2 kali setahun dan konsumsi olinya sebanyak 1 liter saja. Padahal untuk konsumsi oli mobil pasti lebih dari 1 liter dan pergantian oli yang baik dapat
dilakukan 3 kali bahkan lebih dari setahun. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan bahan bakar oli bekas sangat melimpah di negara Indonesia ini.
Tabel 1. Jumlah Pemakaian kendaraan bermotor di Indonesia dari tahun 2011 - 2014 Jenis
Kendaraan
Jumlah Kendaraan Bermotor (unit)
2014 2013 2012 2011 2010 Mobil Penumpang 12.599.138 11.484.514 10.432.259 9.548.866 8.891.041 Mobil Bis 2.398.846 2.286.309 2.273.821 2.254.406 2.250.109 Mobil Barang 6.235.136 5.615.494 5.286.061 4.958.738 4.687.789 Sepeda motor 92.976.240 84.732.652 76.381.183 68.839.341 61.078.188 Jumlah 114.209.266 104.118.969 94.373.324 85.601.351 76.907.127 2. METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan adalah Data Primer dan data Skunder:
a. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari lapangan di lakukan pada objek pengguna tersebut. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dimensi tubuh yang di butuhkan untuk perhitungan dalam perancangan kompor ekonomis dengan bahan bakar oli bekas ini.
b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari study literature sehingga memperoleh informasi-informasi seperti media cetak atau media elektronik yang berkaitan dengan jenis penelitian ini.. Data yang di gunakan dalam penelitian ini berupa sistem kerja mengenai desain kompor ekonomis.
.
2.1 Metode Pengumpulan Data
Metode yang dipakai pengumpulan data adalah observasi yang merupakan aktifitas yang di lakukan oleh para ahli terhadap suatu proses atau obyek dengan maksud memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan landasan teori yang sudah di ketahui sebelum nya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian.
2. 2 Metode Pengolahan Data
Pengolahan data penelitian yang telah dikumpulkan merupakan suatu cara untuk mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dibaca dan ditafsirkan. Pengolahan data yang akan dilakukan adalah dengan cara:
1. Uji Keseragaman Data 2. Uji Kecukupan Data
3. Distribusi Frekuensi dan Histogram 4. Uji Kenormalan Data
5. Uji Persentil
2. 3 Metode Perumusan Masalah
Proses pengumpulan data untuk modul antropometri, tahapannya akan di jelaskan dalam bentuk flowchart. Setiap tahapan dalam flowchart merupakan prosedur yang di berlakukan saat
melakukan pengumpulan data. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar 1 tentang tampilan flowchart pengumpulan data.
a. Langkah pertama adalah dengan mengidentifikasi msalah, yang mana biasa mengetahui apa-apa saja yang perlu di perhatikan dalam penulisan ini.
b. Langkah kedua dengan menyimpulkan maksud dan tujuan penelitian ini.
c. Langkah ketiga adalah mengumpulkan data-data yang di perlukan.
d. Langkah ke empat adalah dengan menganalisis data-data yang sudah ada, apakah masih kurang ataukah perlu adanya penambahan data yang terkait.
Gambar1. Flowchart pemecahan masalah
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengumpulan data dilakukan terhadap 20 orang yang berbeda, adapun yang diukur yakni: 1. Panjang Rentang Tangan (PRT)
2. Tinggi Badan Tegak (TBT) 3.
Tabel 2. Data Antropometri 20 orang
No Data Pengukuran Dimensi No Data Pengukuran Dimensi
PRT TBK PRT TBK 1 68 150 11 72 151 2 70 148 12 74 147 3 72 147 13 68 147 4 69 150 14 71 148 5 67 155 15 69 155 6 71 147 16 71 149 7 72 149 17 69 150 8 73 150 18 73 155 9 73 152 19 72 154 10 68 147 20 70 151
Tabel 3. Tabel Keseragaman Data Panjang Rentang Tangan Sub Group (k) Data Pengamatan (n) (cm) xi xi BAR xi2 1 2 3 4 5 1 68 70 72 69 67 346 69,2 23958 2 71 72 73 73 68 357 71,4 25507 3 72 74 68 71 69 354 70,8 25086 4 71 69 73 72 70 355 71 25215 Ʃ = 1412 282,4 99766 Gambar 2. Grafik
Keseragaman Data Panjang Rentang Tangan
Tabel 4. Tabel Keseragaman Tinggi Badan Tegak Sub Group (k) Data Pengamatan (n) (cm) xi xi BAR xi2 1 2 3 4 5 1 150 148 147 150 155 750 150 112538 2 147 149 150 152 147 745 149 111023 3 151 147 147 148 155 784 156,8 111948 4 149 150 155 154 151 759 151,8 115243 Ʃ = 3038 607,6 450752 Gambar 3. Grafik Keseragaman Data Tinggi Badan Tegak
1 2 3 4 BKA 72.32 72.32 72.32 72.32 Xi Bar 69.2 71.4 70.8 71 BKB 68.88 68.88 68.88 68.88 67 68 69 70 71 72 73 1 2 3 4 BKB 148.9 148.9 148.9 148.9 Xi Bar 150 149 156.8 151.8 BKA 154.9 154.9 154.9 154.9 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Uji Kecukupan Data Panjang Rentang Tangan N’ = [ 𝑘 𝑠√𝑁.∑ 𝑋𝑖2−(∑ 𝑋𝑖)² ∑ 𝑋𝑖 ] 2 Dimana: ∑Xi = 1412 ∑𝑋𝑖2= 99766 N = 20, k = 2 dan s = 0,05
Dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 % = 2 Dan dengan tingkat ketelitian sebesar 5 % = 0,05 𝑁′ = [ 𝑘 𝑠 √𝑁(Σ𝑋𝑖2) − (Σ𝑋𝑖)2 ⁄ Σ𝑋𝑖 ] 2 𝑁′ = 1,2544
Data dikatakan cukup karena N’ lebih kecil dari N. N’= 1,2544 dan N = 20
Uji Kecukupan Data Tinggi Badan Tegak N’ = [ 𝑘 𝑠√𝑁.∑ 𝑋𝑖2−(∑ 𝑋𝑖)² ∑ 𝑋𝑖 ] 2 Dimana: ∑Xi = 3038 ∑𝑋𝑖2= 450752 N = 20, k = 2 dan s = 0,05
Dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 % = 2 Dan dengan tingkat ketelitian sebesar 5 % = 0,05 𝑁′ = [ 𝑘 𝑠 √𝑁(Σ𝑋𝑖2) − (Σ𝑋𝑖)2 ⁄ Σ𝑋𝑖 ] 2 𝑁′ = 2,46
Data dikatakan cukup karena N’ lebih kecil dari N. N’= 2,46 dan N = 20
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Dimensi Panjang Rentang Tangan Interval Kelas Frekuensi (F) Batas Kelas
67 – 68,32 4 68,82
69,32 – 70,64 5 71,14
71,64 – 72,95 7 73,46
73,96 – 75,28 4 75,78
Gambar 4. Histogram Dimensi Panjang Rentang Tangan
1 2 3 4 68.82 71.14 73.46 75.78 4 5 7 4 Batas Kelas
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Dimensi Tinggi Badan Tegak Interval Kelas Frekuensi (F) Batas Kelas
147 – 148,51 7 149,01
149,51 – 151,02 8 151,52
152,02 – 153,53 1 154,03
154,53 – 156,04 4 156,54
Gambar 5. Histogram Dimensi Tinggi Badan Tegak
Uji Kenormalan Data Panjang Rentang Tangan dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini; Tabel 7. Distribusi Normal Dimensi Panjang Rentang Tangan
Distribusi Normal Dimensi Panjang Rentang Tangan
Nilai Interval Pi Ei Oi (Oi-Ei) (Oi-Ei)2 (𝑂𝑖 − 𝐸𝑖)
2 𝐸𝑖 67 – 68,32 0,5196 10,393 4 -6,393 40,87 -3,93 69,32 – 70,64 0,2479 4,958 5 0,658 0,433 0,087 71,64 – 72,96 -0,2671 5,342 7 1,658 2,75 0,514 73,96 – 75,28 -0,5005 10,009 4 -6,009 36,11 3,61 Σ Total -0,0001 30,702 20 -10,086 80,163 0,281 Dari table diperoleh X2hitung = Σ(𝐹𝑂𝑖− 𝐸𝑖)2
𝐸𝑖
= 2,61
Sedangkan dari X2tabel = (1 – α : k – p ) =0,26
Kesimpulan X2hitung < X2tabel = -3,05 < 0,17; maka data tersebut telah terdistribusi normal. Uji Kenormalan Data Tinggi Badan Tegak dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini;
Tabel 8. Distribusi Normal Dimensi Tinggi Badan Tegak Distribusi Normal Dimensi Panjang Rentang Tangan
Nilai Interval Pi Ei Oi (Oi-Ei) (Oi-Ei)2 (𝑂𝑖 − 𝐸𝑖)
2 𝐸𝑖 147 – 148,51 0,0266 0,532 7 6,468 41,83 78,64 149,51 – 151,02 0,2508 5,016 8 2,984 8,90 1,77 152,02 – 153,53 -0,1998 -3,996 1 4,996 24,96 -6,25 154,53 – 156,04 -0,0758 1,536 4 24,64 6,07 3,95 Σ Total 0,0008 3,088 20 16,912 81,76 78,11 1 2 3 4 149.01 151.52 154.03 156.54 7 8 1 4 Batas Kelas
Dari table diperoleh X2hitung = Σ(𝐹𝑂𝑖− 𝐸𝑖) 2
𝐸𝑖
= 26,47
Sedangkan dari X2tabel = (1 – α : k – p) =0,26
Kesimpulan X2hitung < X2tabel = -3,05 < 0,17 Maka data tersebut telah terdistribusi normal. Uji Persentil Panjang Rentang Tangan Persentil 95 (P95)
𝑃95 = 𝑥̅ + (1,645. 𝜎𝑥) = 27,005
Uji Persentil Tinggi Badan Tegak Persentil 95 (P95)
𝑃95 = 𝑥̅ + (1,645. 𝜎𝑥) = 154,36
Kompor ini sudah memenuhi semua penjabaran kebutuhan perancangan yang di buat. Kebutuhan akan sebuah kompor yang ada saat ini sangat berbeda dengan hasil perancangan yang di lakukan oleh peneliti yang semulanya kompor ini berbeda dan hanya menggunakan bahan bakar Gas dan Minyak tanah. Dan pada perancangan ini peneliti melakukan perubahan dengan merubah bahan bakar yang di gunakan kompor ini denga oli bekas dan menjadikan suatu produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan tidak memerlukan biaya yang besar untuk bahan bakarnya.
Adapun kelebihan dan kekurangan dari produk ini sebagai berikut :
Kelebihan Kekurangan
-Tidak memerlukan biaya yang mahal untuk bahan bakarnya.
-Bahan bakarnya hanya menggunakan Oli bekas
-Satu tabung bahan bakar bisa tahan selama 4 bulan pemakaian
-Tidak memiliki batas beban
-Terbuat dari besi plat tebal sehingga susah untuk di pindah-pindahkan
-Ukuran yang terlalu besar
-Masih menghasilkan polusi udara yang cukup tinggi
-Kurang praktis bila dipindahkan Tabel 9. Kelebihan dan kekurangan design kompor ekonomis
4. SIMPULAN
Penelitian ini menghasilkan kompor yang baru, redesain dari bentuk kompor yang telah digunakan saat ini, kompor yang dihasilkan menggunakan pendekatan anthropometri pada perancangannya agar pengguna kompor merasa nyaman. Dan penggunaan limbah oli bekas dalam meningkatkan nilai ekonomis dari kompor tersebut.
5. SARAN
Pengembangan kompor ekonomis ini dapat dilakukan secara terus menerus baik dalam peneyempurnaan bentuk, system kerja dan penggunaannya. Hal ini diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan masyarakat secara luas.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam yang telah memberi dukungan baik secara moril maupun materiil terhadap penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA [1] http://bukupelajaran-sekolah.blogspot.com/2009/10/52-perancangan-sistem-kerja-dan.html [2] http://ergonomi-fit.blogspot.com/2011/09/ergonomi-dan-perancangan-sistem kerja.html [3] http://dhimaskasep.wordpress.com/2008/05/28/ti-2111-perancangan-sistem-kerja-dan-ergonomi
[4] Manuaba, Adnyana. 2005. Ergonomi dalam Industri. Universitas Udayana. [5] Nurmianto, Eko. 2003. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Edisi
Pertama. Surabaya: Guna Widya.
[6] Suma’mur, Dr, P.K.M.Sc. 1982. Ergonomi untuk Produktivitas Kerja. Jakarta:Yayasan Swabhawa Karya.
[7] Sutalaksana, Iftikar Z. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: ITB.
[8] Tarwaka, Solichul H.B, Lilik S. 2004. Ergonomi untuk Keselamatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.