• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Mei 2014, Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,59. Dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 0,01 persen dengan IHK 112,72 dan Kota Maumere terjadi inflasi sebesar 0,58 persen dengan IHK 111,73 persen.

 Dari 82 kota sampel IHK Nasional, tercatat 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar 1,61 persen dengan IHK 115,14 dan terendah terjadi di Kota Kupang dan Kota Tegal masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang 1,27 persen dengan IHK 110,83 dan terendah terjadi di Kota Palembang 0,03 persen dengan IHK 108,41.

 Inflasi di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yakni naik sebesar 1,13 persen, diikuti oleh kelompok sandang, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masing-masing naik sebesar 0,11 persen dan 0,07 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kempok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang turun sebesar 0,40 persen dan 0,19 persen.

 Tingkat inflasi tahun kalender Januari-Mei 2014 sebesar 1,82 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 8,93 persen. Untuk Kota Kupang, inflasi tahun kalender (Januari-Mei ) 2014 sebesar 1,70 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 8,98 persen, sedangkan Kota Maumere tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 2,65 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 8,58 persen.

No. 01/06/53/Th. XVII, 2 Juni 2014

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

MEI 2014 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,08 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

(2)

Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 2 kota sampel IHK Nusa Tenggara Timur, pada Mei 2014 Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi 0,08 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,50 pada April 2014 menjadi 112,59 pada Mei 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 1,84 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 8,93 persen. Kota Kupang Mei 2014 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 112,71 pada April 2014 menjadi 112,72 pada Mei 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 1,70 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 8,98 persen. Kota Maumere Mei 2014 mengalami inflasi sebesar 0,58 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 111,09 pada April 2014 menjadi 111,73 pada Mei 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 2,65 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 8,58 persen.

A. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Provinsi Nusa Tenggara Timur Mei 2014

Inflasi sebesar 0,08 persen di Nusa Tenggara Timur pada Mei 2014 dipicu oleh naiknya indeks harga pada lima kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami kenaikan indeks sebesar 1,13 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah kempok bahan makanan dan kelopok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang masing-masing turun sebesar 0,40 persen dan 0,19 persen.

Tabel 1.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Mei 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Mei 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 April 2014 2014 Mei (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,58 112,50 112,59 0,08 1,82 8,93 1 Bahan Makanan 106,12 108,06 107,63 -0,40 1,42 5,93

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,54 116,65 116,74 0,07 1,04 8,26 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,26 113,96 113,74 -0,19 2,24 8,79

4 Sandang 108,62 110,01 110,13 0,11 1,38 5,57

5 Kesehatan 103,97 104,86 104,89 0,03 0,88 2,76

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 110,19 110,99 111,00 0,01 0,74 6,61 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,55 117,52 118,85 1,13 2,85 17,72

*) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Mei 2013

(3)

Gambar 1.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Nusa Tenggara Timur Mei 2014

Pada Mei 2013 yang lalu Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar 0,59 persen, namun pada bulan Mei 2014 ini Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan indeks harga sehingga terjadi inflasi sebesar 0,08 persen.

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Nusa Tenggara Timur Mei 2013 – Mei 2014 -0,40 0,07 -0,19 0,11 0,03 0,01 1,13 0,08 -0,60 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 Bhn Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum

-0,59 1,37 4,63 0,48 -1,03 -0,59 0,75 1,36 0,42 1,48 -0,14 -0,03 0,08 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00

Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 Mar'14 Apr'14 Mei'14

(4)

Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan inflasi di Nusa Tenggara Timur bulan Mei 2014 adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil sebesar 0,20 persen.

Tabel 2.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Nusa Tenggara Timur Mei 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 112,59 0,08

Bahan Makanan 107,63 -0,40 -0,08

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 116,74 0,07 0,01

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 113,74 -0,19 -0,05

Sandang 110,13 0,11 0,01

Kesehatan 104,89 0,03 0,00

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 111,00 0,01 0,00

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 118,85 1,13 0,20

B. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Kupang Mei 2014

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Mei 2014, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 112,71 pada bulan April 2014 menjadi 112,72 pada Mei 2014.

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Kupang Mei 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Mei 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 April 2014 2014 Mei (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,84 112,71 112,72 0,01 1,70 8,98 1 Bahan Makanan 106,53 107,95 107,22 -0,68 0,65 4,80

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,24 116,13 116,23 0,09 0,86 8,01 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,65 114,72 114,46 -0,23 2,52 9,54

4 Sandang 108,95 110,53 110,65 0,11 1,56 5,93

5 Kesehatan 103,67 104,66 104,61 -0,05 0,91 2,57

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 108,73 109,46 109,47 0,01 0,68 6,75 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 116,43 118,81 120,21 1,18 3,25 19,06

*) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013

(5)

***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Mei 2013

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 1,70 persen dan inflasi “year on year” (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 8,98 persen.

Selama bulan Mei 2014, empat kelompok pengeluaran mengalami kenaikan dan tiga kelompok mengalami penurunan indeks harga. Kelompok yang mengalami kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami kenaikan sebesar 1,18 persen dan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan yakni turun sebesar 0,68 persen.

Gambar 3.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Kupang Mei 2014

Gambar 4.

Perkembangan Inflasi Kota Kupang Mei 2013 – Mei 2014 -0,68 0,09 -0,23 0,11 -0,05 0,01 1,18 0,01 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 Bhn Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum

-0,86 1,55 4,98 0,19 -0,92 -0,67 0,60 1,59 0,50 1,46 -0,10 -0,18 0,01 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 Mar'14 Apr'14 Mei'14

(6)

Tabel 4.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Kupang Mei 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 112,72 0,01

Bahan Makanan 107,22 -0,68 -0,16

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 116,23 0,09 0,01

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 114,46 -0,23 -0,06

Sandang 110,65 0,11 0,01

Kesehatan 104,61 -0,05 0,00

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 109,47 0,01 0,00

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 120,21 1,18 0,22

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi Kota Kupang bulan Mei 2014 adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil sebesar 0,22 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok sandang yang masing-masing memberikan andil sebesar 0.01 persen.

Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Kupang antara lain naiknya harga sepeda motor, tarif angkutan udara, tomat sayur, minyak goreng, beras, angkutan laut, lengkuas, kol puyih/kubis, mie instan kering dan cabai merah.

Sedangkan komoditas utama yang menghambat laju inflasi di Kota Kupang antara lain daging ayam ras, sawi putih, besi beton, kangkung, buncis, cabai rawit, kentang, ikan cakalang, ikan tongkol dan sawi hijau.

C. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Maumere Mei 2014

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Mei 2014 Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 111,09 pada bulan April 2014 menjadi 111,73 pada bulan Mei 2014.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2014) sebesar 2,65 persen dan inflasi “year on year” (Mei 2014 terhadap mei 2013) sebesar 8,58 persen. (lihat Tabel 5).

(7)

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Maumere Mei 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Mei 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 April 2014 2014 Mei (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 108,85 111,09 111,73 0,58 2,65 8,58 1 Bahan Makanan 103,40 108,80 110,28 1,36 6,65 13,78

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 117,52 120,08 120,08 0,00 2,18 9,88 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 108,67 108,97 109,04 0,06 0,34 3,86

4 Sandang 106,47 106,57 106,69 0,11 0,21 3,21

5 Kesehatan 105,96 106,17 106,74 0,54 0,74 4,01

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 119,78 121,04 121,06 0,02 1,07 5,78 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 109,79 109,03 109,90 0,80 0,10 8,95

*) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Mei 2014 terhadap IHK bulan Mei 2013

Pemicu inflasi bulan Mei 2014 di Kota Maumere adalah karena naiknya indeks harga pada hampir semua kelompok pengeluaran kecuali kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,36 persen.

Gambar 5.

Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Maumere Mei 2014

1,36 0,00 0,06 0,11 0,54 0,02 0,80 0,58 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 1,60 Bhn Makanan Makanan Jadi

(8)

Tabel 6.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Maumere Mei 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 111,73 0,58

Bahan Makanan 110,28 1,36 0,44

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 120,08 0,00 0,00

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 109,04 0,06 0,02

Sandang 106,69 0,11

0,01

Kesehatan 106,74 0,54 0,02

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 121,06 0,02

0,00

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 109,90 0,80 0,09

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi di Kota Maumere adalah kelompok bahan makanan dengan sumbangan sebesar 0,44 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi Kota Maumere antara lain naiknya harga pada komoditas ikan selar, ikan layang, angkutan udara, sawi hijau, tomat sayur, kangkung, minyak goreng, ikan kembung, kol putih/kubis, dan ikan tembang.

Sedangkan komoditas dominan yang menghambat laju inflasi di Kota Maumere antara lain turunnya komoditas daging ayam ras, cabai merah, ikan kakap merah, ikan kerapu, bayam, telur ayam ras, ikan tuna, buncis, labu parang dan ikan baronang.

Gambar 6.

Perkembangan Inflasi Kota Maumere Mei 2013 – Mei 2014

0,82 0,43 2,83 2,01 -1,57 -0,17 1,54 0,15 -0,08 1,61 -0,46 0,99 0,58 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50

Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 Mar'14 Apr'14 Mei'14

(9)

Sebagaimana dengan tahun sebelumnya, Mei 2013 Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,82 persen, dan Mei 2014 ini Kota Maumere juga mengalami inflasi sebesar 0,58 persen.

D. Perbandingan Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year

Pada bulan Mei 2014 ini Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,01 persen dan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,58 persen. Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (gabungan dua kota IHK) mengalami inflasi sebesar 0,08 persen (lihat Tabel 7).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, inflasi tahun kalender (Januari-Mei) Nusa Tenggara Timur tahun 2014 yang sebesar 1,82 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2013 yang sebesar 1,25 persen. Demikian juga Kota Kupang pada tahun 2013 inflasi tahun kalender (Januari-Mei) sebesar 1,31 persen lebih rendah dibandingkan yang terjadi pada tahun 2014.

Tabel 7.

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Year on year

Di Maumere, Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur Mei 2010-2014

Tahun Maumere Kupang Nusa Tenggara Timur

(1) (2) (3) (4)

Inflasi Bulanan (Mei)

2010 1.51 0.84 0.94

2011 1.04 0.07 0.23

2012 0.40 0.70 0.65

2013 0.82 -0.86 -0.59

2014 0.58 0.01 0.08

Inflasi Tahun Kalender (Januari- Mei)

2010 3.76 5.09 4.88

2011 2.11 2.09 2.09

2012 2.11 1.54 1.63

2013 0.93 1.31 1.25

2014 2.65 1.70 1.82

Inflasi Year on Year

2010 6.32 11.10 10.31

2011 6.75 6.82 6.81

2012 6.59 3.76 4.21

2013 5.26 4.87 4.93

(10)

E. Inflasi Beberapa Kota di Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Dari 24 kota sampel IHK Nasional di Kawasan Timur Indonesia pada bulan Mei 2014 ini, terdapat 18 kota mengalami inflasi dan 6 kota lainnya mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-bau sebesar 1,40 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Kupang sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi terbesar terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,34 persen dan terendah terjadi di Kota Mataran sebesar 0,04 persen.

Tabel 8.

Indeks Haga Konsumen (IHK) Dan Inflasi Kota di Kawasan Timur Indonesia Mei 2014 (2012=100)

Kota IHK (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi

2013 (%) 1 2 3 4 BAU-BAU 112,17 1,40 2,49 SINGARAJA 117,06 1,36 2,93 BIMA 114,75 1,11 2,44 JAYAPURA 112,77 1,01 1,30 PALU 112,58 0,81 1,94 MANOKWARI 107,01 0,69 0,47 SORONG 110,17 0,60 1,43 MAUMERE 111,73 0,58 2,65 TUAL 113,29 0,52 0,76 MERAUKE 113,64 0,50 3,01 MAMUJU 109,56 0,49 1,15 AMBON 111,65 0,40 3,66 PALOPO 109,83 0,37 2,67 WATAMPONE 110,82 0,33 2,19 PARE-PARE 108,91 0,33 1,20 DENPASAR 110,37 0,31 2,40 KENDARI 107,70 0,25 -0,43 KUPANG 112,72 0,01 1,70 MATARAM 110,53 -0,04 0,85 TERNATE 112,83 -0,11 0,88 BULUKUMBA 117,73 -0,14 2,59 MANADO 109,55 -0,15 1,29 MAKASSAR 108,99 -0,28 1,52 GORONTALO 108,83 -0,34 0,22

(11)

F. Inflasi Kota-kota Sampel IHK Nasional

Dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 67 kota mengalami inflasi dan sisanya, 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 1,61 persen dan terendah terjadi di Kota Kupang dan Kota Tegal masing-masing sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,27 persen dan terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,03 persen

Tabel 9.

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di 82 Kota Mei 2014 (2012=100)

Kota IHK Inflasi 2014*) Kota IHK Inflasi 2014*)

PEMATANG SIANTAR 115,14 1,61 1,89 TARAKAN 115,95 0,25 2,47

BAU-BAU 112,17 1,40 2,49 KENDARI 107,70 0,25 -0,43 SINGARAJA 117,06 1,36 2,93 JAMBI 111,93 0,23 1,38 LHOKSEUMAWE 108,43 1,16 1,90 PEKANBARU 111,29 0,20 1,03 BIMA 114,75 1,11 2,44 BANDUNG 110,69 0,19 1,85 BANJARMASIN 109,97 1,07 1,62 MADIUN 110,47 0,17 1,55 JAYAPURA 112,77 1,01 1,30 SURABAYA 111,35 0,17 1,99 SIBOLGA 111,68 0,96 1,35 DEPOK 111,83 0,16 1,04

BANDA ACEH 108,18 0,86 1,58 SAMARINDA 114,15 0,15 1,38

PALANGKARAYA 111,39 0,86 2,25 DUMAI 111,88 0,14 1,52 PALU 112,58 0,81 1,94 PROBOLINGGO 112,41 0,12 1,12 PONTIANAK 114,85 0,72 2,78 BOGOR 112,07 0,11 1,05 MANOKWARI 107,01 0,69 0,47 TANGERANG 116,05 0,09 2,30 TANJUNG 110,71 0,66 3,01 PURWOKERTO 111,37 0,08 1,62 SORONG 110,17 0,60 1,43 SUMENEP 109,78 0,08 1,11 MAUMERE 111,73 0,58 2,65 BATAM 109,32 0,07 0,53

TANJUNG PANDAN 115,32 0,56 2,88 PADANG 113,54 0,05 0,81

TUAL 113,29 0,52 0,76 DKI JAKARTA 111,61 0,05 1,83

MERAUKE 113,64 0,50 3,01 YOGYAKARTA 111,14 0,05 1,39

MAMUJU 109,56 0,49 1,15 BANYUWANGI 112,17 0,05 1,61

BUKITTINGGI 110,07 0,47 1,71 BANDAR LAMPUNG 109,93 0,04 0,60

SUKABUMI 112,65 0,45 2,31 CILEGON 112,13 0,04 1,94 JEMBER 111,22 0,43 1,76 CIREBON 111,29 0,02 1,76 MEULABOH 112,52 0,42 0,99 KEDIRI 111,93 0,02 1,14 SERANG 113,45 0,42 2,58 TEGAL 108,30 0,01 1,39 AMBON 111,65 0,40 3,66 KUPANG 112,72 0,01 1,70 SAMPIT 110,89 0,38 2,06 PALEMBANG 108,41 -0,03 0,45 LUBUKLINGGAU 107,16 0,37 0,60 MATARAM 110,53 -0,04 0,85 MALANG 112,11 0,37 1,74 TERNATE 112,83 -0,11 0,88 PALOPO 109,83 0,37 2,67 PADANGSIDIMPUAN 110,39 -0,14 0,24 KUDUS 116,87 0,36 2,21 BEKASI 110,15 -0,14 0,95 METRO 120,75 0,34 1,34 BULUKUMBA 117,73 -0,14 2,59 CILACAP 113,63 0,33 1,45 MANADO 109,55 -0,15 1,29 WATAMPONE 110,82 0,33 2,19 TEMBILAHAN 116,67 -0,23 3,50 PARE-PARE 108,91 0,33 1,20 MAKASSAR 108,99 -0,28 1,52 BALIKPAPAN 113,09 0,32 2,16 GORONTALO 108,83 -0,34 0,22 DENPASAR 110,37 0,31 2,40 BUNGO 109,75 -0,51 0,47 MEDAN 112,29 0,30 0,71 SINGKAWANG 109,56 -0,54 2,11 TASIKMALAYA 110,59 0,29 2,19 BENGKULU 112,57 -0,59 0,19

SURAKARTA 110,22 0,25 1,89 TANJUNG PINANG 111,87 -0,62 0,77

SEMARANG 111,20 0,25 1,65 PANGKAL PINANG 110,83 -1,27 0,10

(12)

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Anggoro Dwitjahyono, M.Si

Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

Telp (0380) 826289,821755, e-mail : [email protected] [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, alokasi sumber daya bagi TIK, untuk perusahaan yang core business-nya bukan di TIK, tentu saja harus dilakukan dengan cermat, agar dapat memenuhi persyaratan Tata Kelola

Proyek-proyek besar seperti gedung pencakar langit memerlukan fondasi yang kuat untuk menyangga beban yang besar di atasnya. Jika daya dukung tanah dilokasi

"untuk membentuk sikap toleran dalam diri siswa, kami mengajarkan pada siswa agar selalu menjunjung tinggi dan menghormati adanya perbedaan, misal ada yang sholat

Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Batang Napier untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVC siklus.. I menunjukkan adanya peningkatan

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak dua siklus untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa materi

Sumber primer adalah sumber asli atau data bukti yang sezaman dengan peristiwa yang akan diungkap. Sumber primer juga bisa disebut sumber langsung, antara lain

Nilai pretes, postes literasi sains pada aspek proses secara keseluruhan kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih tinggi dengan

Mengeksplorasi simbol-simbol yang ditampilkan oleh televisi Metro TV dalam menampilkan pesan dakwah yang disampaikan oleh dua Ulama Islam Indonesia dalam acara Mata