BASIC
DESAIN PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR TIPE PWR 1000 MWe
UNTUK PLTN DI INDONESIA: DIVISI PROSES
Bambang G. Susanto, Prayitno, Abdul Jami, Marliyadi P., dan Hafni Lissa Nuri
PRPN – BATAN, Kawasan Puspiptek, Gedung 71, Tangerang Selatan, 15310
ABSTRAK
BASIC DESAIN PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR TIPE PWR 1000 MWe
UNTUK PLTN DI INDONESIA: DIVISI PROSES.
Telah dilakukan perekayasaan pada
tahapan basic desain pabrik elemen bakar nuklir tipe PWR 1000 MWe untuk PLTN di
Indonesia melalui konversi jalur AUK (Ammonium Uranil Karbonal) dan JKT (Jalur Kering
Terintegrasi) dan dilanjutkan dengan fabrikasi. Dari hasil tahapan perekayasaan yang
telah dilakukan untuk divisi proses data teknis telah dihasilkan yaitu: informasi umum
mengenai pabrik elemen bakar nuklir; basic engineering design data; unit desain basis;
deskripsi proses; diagram alir kualitatif dan kuantitatif dan process flow diagram; neraca
massa dan energi; spesifikasi dan data sheet peralatan proses; equipment list; diagram
pipa dan instrumentasi; perhitungan ukuran pipa nominal pabrik; kelas bahan berbahaya;
keterangan katup pengendali, safety analysis function evaluation chart (SAFE Chart);
preliminary HAZOP study; data
aspek keuangan, kriteria seleksi dan aspek ekonomi
khusus untuk JKT.
Kata kunci: PWR 1000 MWe, PLTN , jalur AUK, jalur kering terintegrasi, elemen bakar
nuklir.
ABSTRACT
The design has been done at basic design steps of nuclear fuel element plant PWR type
1000 MWe for Indonesia NPP through ammonium uranyl carbonate and integrated dry
route up to fabrication step. Technical data’s obtained during the basic design steps (for
process devision only) are: general information for nuclear fuel element plant; basic
engineering design data; process description, qualitative and quantitative flow diagrams;
process flow diagram (PFD); mass and energi balance; specification and process data
sheet; equipment list; hazard material class, piping and instrumentation diagram; plant line
sizing; control description, safety analysis funtion evaluation chart (SAFE Chart),
preliminary HAZOP study; the data for financial aspect; selection criteria and economical
aspect for integrated dry route only.
1.
PENDAHULUAN
Berbagai negara pemilik PLTN yang ada di dunia, ada yang memasukkan opsi
pendirian pabrik elemen bakar nuklir setelah PLTN nya dibangun untuk menjamin
kesinambungan penyediaan bahan bakar nuklir dalam jangka panjang [1].
Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional tahun 2005 - 2025 telah menegaskan bahwa pengembangan
diversifikasi energi untuk jangka panjang akan mengedepankan energi terbarukan
khususnya bioenergi, geo thermal, tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, bahkan tenaga
nuklir dengan mempertimbangkan faktor keselamatan secara ketat [2].
Untuk mengantisipasi opsi PLTN dipilih sebagai salah satu pembangkitan energi di
Indonesia, BATAN melalui Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir telah melakukan pra studi
kelayakan pendirian pabrik elemen bakar nuklir tipe PWR 1000 MWe mulai tahun 2006
sampai tahun 2009. Kesimpulan dari pra studi kelayakan tersebut menyebutkan bahwa
pendirian pabrik elemen bakar nuklir sangat strategis dan menguntungkan bila dibangun
segera setelah PLTN pertama beroperasi di Indonesia [3].
Pada tahun 2011 BATAN melalui Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) telah
menindak lanjuti hasil pra studi kelayakan dengan melakukan studi lebih lanjut ke tahap
“
Basic
Desain Pabrik Elemen Bakar Nuklir Tipe PWR 1000 MWe untuk PLTN di
Indonesia”[4]. Pada tahap ini, rencana skedul pendirian pabrik elemen bakar nuklir
disesuaikan dengan kemungkinan pendiriannya setelah tahun 2025. Peralatan proses
konversi UF6
menjadi UO2
melalui jalur kering terintegrasi (JKT) dilakukan desain ulang
dengan menurunkan kapasitas menjadi 400 ton UO2/tahun, sedangkan jalur AUK
kapasitasnya tetap 710 ton UO2/tahun. Seluruh harga peralatan baik konversi maupun
fabrikasi termasuk harga gas UF
6diperkaya sampai 5% U-235 disesuaikan melalui
estimasi
cost Index
mulai tahun 2024 yaitu ketika pabrik elemen bakar nuklir diperkirakan
mulai dikonstruksi dan mulai beroperasi tahun 2028.
Bahan bakar nuklir adalah salah satu komponen utama beroperasinya sebuah
reaktor nuklir. Fabrikasi bahan bakar nuklir adalah langkah proses paling akhir untuk
memproduksi bahan bakar uranium untuk reaktor tenaga nuklir komersial. Selama
fabrikasi, gas UF6
(biasanya diperkaya antara 3 - 5 % U-235) diubah menjadi serbuk UO2.
Proses secara kimia menjadi serbuk UO2
yang memenuhi tingkat keramik (
ceramic grade
)
dapat dilakukan melalui jalur Ammonium Uranil Karbonat (AUK) atau Jalur Kering
Terintegrasi (JTK) [1, 3, 5].
Bila proses konversi melalu jalur AUK, mama gas UF6
diubah menjadi uap dengan
cara pemanasan di dalam sehingga gas UF6
yang terbentuk, dan dialirkan ke dalam
larutan amonium karbonat bersama-sama dengan pereaksi gas CO
2, gas NH
3, dan air
sehingga terbentuk endapan senyawa kompleks AUK yang stabil dan berwarna kuning.
Reaksi pengendapan melalui jalur AUK yang terjadi :
UF
6+ 5H
2O + 10 NH
3+ 3CO
2(NH
4)
4UO
2(CO
3)
3+ 6NH
4F
(1)
Reaksi proses kalsinasi yang terjadi :
200
0C
(NH4)4UO2(CO3)3
UO3
+ 3CO2
+ 4NH3
+ 2H2O
(2)
700
0C
6UO
3+ O
22U
3O
8+ 2O
2(3)
Reaksi proses reduksi yang terjadi :
800
0C
U3O8
+ 2 H2
3UO2
+ 2H2O
(4)
Proses konversi gas UF6 melalui JKT adalah sebagai berikut:
UF
6+ 2H
2O UO
2F
2+ 4HF
(5)
Serbuk uranil fluoride (UO2F2) hasil
hydrolysis
selanjutnya dikonversi menjadi UO2
dengan
mengalirkan gas H2
dan uap air panas sesuai dengan reaksi sebagai berikut:
4UO2F2
+ 2H2O + 2H2
U3O8
+ UO2
+ 8HF
(6)
U
3O
8+ 2H
23UO
2+ 2H
2O
(7)
Proses konversi melalui jalur JKT akan mengubah gas UF6
menjadi UO2,
dan dihasilkan
limbah yang paling sedikit sehingga disebut proses yang ramah lingkungan [5].
Pada tahap
basic
desain, pabrik yang akan didirikan mempunyai kapasitas 710 ton
UO
2/tahun bila proses konversi UF
6menjadi UO
2dipilih jalur pengendapan Ammonium
Uranil Karbonat (AUK). Kapasitas konversi melalui jalur AUK ini setara dengan 5 bundel
elemen bakar nuklir/hari untuk PLTN tipe PWR kapasitas 1000 MWe [3, 4]. Namun
demikian Jalur Kering Terintegrasi (JKT) juga dipersiapkan sebagai pilihan teknologi
proses bila proses konversi melalui jalur AUK tidak beroperasi. Kapasitas produksi untuk
Jalur Kering Terintegrasi diputuskan diturunkan menjadi 400 ton UO2/tahun untuk
memperkecil biaya investasi awal [4].
2.
METODOLOGI/TAHAPAN KEGIATAN BASIC DESAIN PABRIK ELEMEN BAKAR
NUKLIR TIPE PWR 1000 MWe
Kegiatan perekayasaan melalui tahapan
basic
desain pabrik elemen bakar nuklir
tipe PWR 1000 MWe untuk PLTN di Indonesia dilakukan menurut format (hanya untuk
divisi proses) sebagai berikut:
1. Informasi Umum mengenai pabrik elemen bakar nuklir yang akan dibangun (untuk
tahapan sekarang ada tambahan data yang dimasukkan),
2.
Basic engineering design data
(ada tambahan data yang dimasukkan),
3. Penyiapan unit desain basis,
4. Penyusunan deskripsi proses, diagram alir kualitatif dan kuantitatif, dan
Process Fow
Diagram
(PFD),
5. Penyempurnaan diagram pipa dan instrumentasi,
6. Penyiapan indeks item peralatan/
Equipment List (
ada perubahan data
design)
,
7. Perhitungan neraca massa dan energi,
8. Penyiapan spesifikasi dan data sheet proses,
9. Revisi perhitungan ukuran pipa nominal (
Line Indeks
),
10. Penyiapan kelas material berbahaya,
11. Penyusunan Keterangan Katup Pengendali (
Control Description
),
12. Penyusunan
savety analysis function evaluation chart
,
13. Penyiapan
Preliminary HAZOP Study,
14. Penyusunan data aspek keuangan, kriteria seleksi dan aspek ekonomi.
3.
HASIL KEGIATAN BASIC DESAIN DAN PEMBAHASAN (DIVISI PROSES)
Hasil kegiatan dari
basic-
desain pabrik elemen bakar nuklir tipe PWR 1000 MWe
untuk PLTN di Indonesia khusus divisi proses adalah data teknis dan dalam makalah ini
diuraikan secara singkat sebagai berikut [6]:
3.1
Tambahan data untuk Informasi umum pabrik elemen bakar nuklir tipe PWR 1000
MWe untuk PLTN di Indonesia
Data teknis proses untuk Pabrik elemen bakar nuklir ini terdiri dari 3 unit, yaitu :
1. Unit Proses Dan Fabrikasi Elemen Bakar Nuklir terdiri dari 3 Sub Unit :
Proses konversi gas UF6
menjadi UO2
melalu Jalur Kering Terintegrasi (JKT).
Proses konversi UF6
menjadi UO2
melalui Jalur AUK
Proses Jalur Kering Terintegrsi beroperasi secara bergantian dengan Proses
Jalur AUK
2. Unit Utilitas, untuk penyiapan uap panas, air pendingin, air proses (air bebas
mineral) dan udara kering bertekanan
3. Unit Pengolahan Limbah radio aktif
Selain itu data lain yang disiapkan adalah
battery limits
yaitu batas yurisdiksi dari
pabrik elemen bakar nuklir yang akan dibangun dengan kapasitas normal diharapkan
710 ton UO2/tahun untuk jalur AUK dan 400 ton UO2/tahun untuk jalur JKT. Dengan
battery limit
itu ditunjukkan
interface
antara unit proses produksi elemen bakar nuklir
dengan unit utilitas lainnya. Untuk memperoleh gambaran
battery limit
, diperlukan
Gambar
Proses Flow Diagram
, P&ID dari pabrik elemen bakar nuklir.
3.1.1 Kondisi
Batery limit
Pabrik elemen bakar nuklir yang akan didirikan berupa suatu unit produksi yang
terintegrasi antara proses konversi dan proses fabrikasi untuk menjadi elemen bakar
nuklir.
Batery limit
hanya menerangkan dua jalur proses konversi, karena prosesnya
yang rumit dan dapat menjadi
interface
dengan proses yang lainnya (utilitas).
3.1.2
Batery limit untuk Proses Konversi gas UF6 menjadi Serbuk UO2
(diperkaya U-235 antara 3-5%) melalui jalur Ammonium Uranil Karbonat.
NO.
POSISI ARUS MASUK
POSISI ARUS KELUAR
1
Blower
(B-0201) udara tekan
Blower
(B-0201) udara ke HVAC
2.
Pompa (P-0203) untuk air utilitas
P-0209 (Pompa limbah) dari
scrubber
3.
Tangki ammonium karbonat (T-0204)
P-0210 ( Pompa Limbah cair
scrubber
)
4.
Penukar Panas (HE-0202dan 0203)
TP -0201 sd 0203(Tangki Penyimpan
produk UO2)
5
T-0201 (tangki CO2)
6
T-0202 ( Tangki UF6)
7.
T-0203 (Tangki ammonia)
8
T-0205 Hidrogen
9
T-0206 (Tangki Nitrogen)
3.1.3
Battery Limit
untuk Proses Konversi gas UF6
menjadi Serbuk UO2
(diperkaya U235
antara 3-5%) melalui Jalur Kering Terintegrasi.
NO
POSISI ARUS MASUK
POSISI ARUS KELUAR
1
Penguap T-0101 ( Tangki
Penguap UF
6)
T-0104 (Tangki limbah Cair)
2.
HE-0101 (Penukar Panas)
T-0102A/B/C (Tangki
Penyimpan produk UO2)
3.
HE-0103 (Penukar Panas)
F-0101 (Flare)
4
HE-0104 (Penukar panas )
5.
T-0103 (Tangki HF Cair)
6.
P-0101 (Pompa
Scrubber
)
3.2
Basic Engineering Design Data
Data
engineering
dan data desain lainnya yang diperlukan untuk
basic
desain pabrik
elemen bakar nuklir tipe PWR 1000 MWe sebagai berikut:
3.2.1
Standard
dan
code
untuk
design
/konstruksi
Berbagai
standard
dan
code
yang terkait dan diperlukan selama tahap desain dan
konstruksi pabrik elemen bakar nuklir dipersiapkan sebagai acuan dan dalam makalah ini
hanya sebagian yang ditampilkan antara lain:
ASCE – American Society of Civil Engineers
ASME – American Society of Mechanical Engineers Boiler and Pressure Vessel Code:
– Section II – Materials Specification
– Section V – Non-destructive Examination
– Section VIII – Rules for Construction of Pressure Vessels
– Section IX – Qualification Standard for Welding and Brazing Procedures,
Welders, Brazers, and Welding and Brazing Operators
– ASME B31.1 – Power Piping
– PTC 22 – Performance Test Code
ASNT – American Society for Non-destructive Testing
AWS – American Welding Society AWA-D-100 Welded Steel Tanks for Water Storage
EJMA – Expansion Joint Manufacturing Association
EPA – Environmental Protection Agency
HI – Hydraulic Institute
ISA – Instrument Society of America
NBS – National Bureau of Standards
NEMA – National Electrical Manufacturers Association
OSHA – Occupational Safety and Health Administration, Department of Labor
PFI – Pipe Fabrication Institute
TEMA – Tubular Exchanger Manufacturers Association
ASTM – American Society for Testing and Materials
3.2.2 Standards For Criticality
ANSI/ANS-8.1, Nuclear Criticality Safety in Operations with Fissionable Materials
Outside Reaktors.
ANSI/ANS-8.3, (ANSI N-16.2), Criticality Accident Alarm System
ANSI/ANS-8.5, (ANSI N-16.4), Use of Borosilicate-Glass Raschig Rings as a Neutron
Absorber in Solutions of Fissile Material.
ANSI/ANS-8.7, Guide for Nuclear Criticality Safety in the Storage of Fissile Materials.
ANSI/ANS-8.9, Nuclear Criticality Safety Criteria for Steel-Pipe Intersections Containing
Aqueous Solutions of Fissile Materials.
ANSI/ANS-8.10, Criteria for Nuclear Criticality Safety Controls in Operations With
Shielding and Confinement.
ANSI/ANS-8.12, Nuclear Criticality Control and Safety of Plutonium-Uranium Fuel
Mixtures Outside Reaktors.
ANSI/ANS-8.15, Nuclear Criticality Control of Special Actinide Elements.
ANSI/ANS-8.17, Criticality Safety Criteria for the Handling, Storage and Transportation
of LWR Fuel Outside Reaktors.
ANSI/ANS-8.19, Administrative Practices for Nuclear Criticality Safety.
ANSI/ANS-8.21, Use of Fixed Neutron Absorbers in Nuclear Facilities Outside Reaktors.
ANSI/ANS-8.22,
Nuclear Criticality Safety Based on Limiting and
Controlling
Moderators.
ANSI/ANS-8.23, Nuclear Criticality Accident Emergency Planning and Response.
ANSI/ANS-13.3, Dosimetry for Criticality Accidents.
3.2.3 Informasi Utilitas
Untuk menggerakkan pabrik elemen bakar nuklir baik pada saat proses
start-up
dan komissioning dan saat operasi rutin diperlukan air untuk keperluan utilitas
seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 3.2.3 di bawah ini:
Tabel 3.2.3 : Kebutuhan utilitas ( Air bebas mineral)
No
Unit yang membutuhkan air proses
Jumlah kebutuhan air (kg/jam)
1
Jalur AUK
Reaktor
Bubble Column
(RB)
39,822 kg/ jam
Scrubber (S – 02)
1143,23 kg/jam
2
Jalur JKT
Cooler
HE-03
124,860 kg/jam
Scurbber
S-01
11,08 kg/jam
3
Kebutuhan untuk
boiler water
300 kg/jam
4
Kebutuhan air untuk peletisasi dan fabrikasi
28.5990 kg/jam
Total kebutuhan untuk keperluan 8 jam/hari
1798 kg/jam = 43152 kg/hari =
43,152 m
3/hari = 5,394 m
3/jam,
(bekerja 8 jam per hari)
4
Faktor keamanan 20 %
6,47 m
3/jam
5
Diambil sistem beroperasi 8 jam per hari,
kapasitas per jam ( pembulatan )
7 m
3/jam
3.2.4
Informasi kondisi
site
(lokasi pabrik)
Informasi kondisi
site
berisi data mengenai informasi umum tentang pemilihan
lokasi pabrik, kondisi
site
, ketinggian
site
, kondisi iklim calon lokasi (data cuaca,
curah hujan, data
kegempaan calon lokasi dan lain-lain.). Dalam tahap
basic
desain pabrik elemen bakar nuklir ini,
site
yang kita pilih adalah lokasi BATAN
Serpong yang berdekatan dengan gedung 65. Di dalam gedung itu ada unit
penelitian elemen bakar eksperimental untuk reaktor daya.
3.2.5.Regulasi/peraturan yang berkenaan dengan pollusi lingkungan (udara, limbah air,
suara dan sebagainya.)
Peraturan yang berkenaan dengan polusi lingkungan (udara, limbah, air, suara dan
lain-lain) dalam desain dan konstruksi pabrik elemen bakar nuklir yang berlaku di
Indonesia dipersiapkan antara lain:
No.
Perundangan/Peraturan
Tentang
1
UU Nomor 23 Tahun 1997
Pengelolaan Lingkungan Hidup
2
PP Nomor 27 Tahun 1999
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
3
PP Nomor 82 Tahun 2001
Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian
Pencemaran Air.
4
PP Nomor. 85 Tahun 1999
Perubahan atas PP No. 18 Tahun 1999
Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya
Dan Beracun
5
PP Nomor 18 Tahun 1999
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun
6
PP Nomor 19 Tahun 1999
Pengendalian dan /atau Perusakan Laut
7
PP Nomor 41 Tahun 1999
Pengendalian Pencemaran Udara
8
Keputusan Menteri Negara
Lingkungan
Hidup
Nomor:
KEP-03/MENLH/1/1998
Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri
3.3 Unit Desain Basis
Data unit desain basis yang dipersiapkan selama proses desain meliputi:
1. Kapasitas
normal dan kapasitas desain dan
turn down rasio
dan hasil yang
diharapkan dari produk elemen bakar nuklir.
2. Metode
test
dan prosedur
3. Aspek penyimpanan, penanganan dan keselamatan
4. Persyaratan desain pabrik elemen bakar nuklir berisi antara lain persyaratan
sistem sipil dan struktur; persyaratan desain peralatan dan pipa; persyaratan
sistem listrik; persyaratan instrumentasi dan kontrol; penyederhanaan desain;
margin desain; faktor manusia dan antar muka manusia-mesin; standardisasi;
kemampuan dapat dikonstruksi;
maintainability
.
3.4 Penyusunan Deskripsi Proses, Diagram Alir Kualitatif dan Kuantitatif, dan
Process
Flow Diagram
(PFD)
Data deskripsi proses pembuatan elemen bakar nuklir bertujuan untuk memberikan
gambaran umum cara melakukan proses konversi gas UF6
menjadi serbuk UO2,
proses pelletisasi, fabrikasi sampai perakitan elemen bakar nuklir. Deskripsi
menjelaskan seluruh tahapan proses konversi mulai dari awal yaitu ketika gas UF6
diuapkan kemudian dikonversi menjadi serbuk UO
2. Serbuk UO
2kemudian dilakukan
proses sintering dan dibentuk menjadi pellet. Pellet kemudian difabrikasi menjadi
elemen bakar nuklir. Data kecepatan alir per jam dari fluida yang mengalir serta
kondisi operasi (suhu, tekanan, dll.) dijelaskan dalam deskripsi ini (sudah dilaporkan
tahun 2011). Diagram alir kualitatif dan kuantitif dari pabrik elemen bakar nuklir
diperoleh berdasarkan hasil pengembangan dari diagram alir yang sama selama
tahap pra studi kelayakan yang telah selesai dilakukan tahun 2009.
3.5 Penyiapan Diagram Pipa dan Instrumentasi [6].
Diagram Pipa dan Instrumentasi di industri khususnya untuk pabrik elemen bakar
nuklir, juga dikenal sebagai diagram alir keteknikan (DAK),
flowsheets
teknik,
flowsheets
. P & ID membantu pemilik ataupun kontraktor yang akan membangun
pabrik ini sebagai sumber informasi rekayasa. Diagram ini digunakan sebagai dasar
untuk rekayasa, perancangan desain, memperkirakan, konstruksi dan operasi dari
pipa, peralatan dan instrumentasi untuk suatu proyek. Oleh karena itu P&ID harus
benar secara teknis, mudah dibaca, konsisten dan bagus penampilannya. Contoh
diagram pipa dan instrumentasi untuk pabrik elemen bakar nuklir untuk
rotary kiln
3.6 Penyiapan Indeks Item Peralatan/Equipment List [6].
Data yang dipersiapkan dalam indeks item peralatan adalah penyajian data
peralatan dalam bentuk Tabel dengan menyebutkan nama alat, kode nomor, dan fungsi
dari alat dalam proses operasi seperti misalnya indeks item untuk alat proses JKT
sebagai berikut:
Tabel 3.6 Indeks Item Peralatan/
Equipment List
[6].
Equipment No. Type of Equipment / Number Required
Size (DxLxT) m/ Power kW
Material Construction Operating Pressure / Temperature
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Reaktor(R-0101) Rotary Kiln / 2 (D 0.2xL 4.2) / 193kW
Stainless Steel SA-240 C
1.1 atm / 660°C Scrubber(S-0101) Vertical Packing
Column/ 1
(D 0.2xT 5.0) Austenitic Steel SA-212 A
1.5 atm / 30°C Heater (HE-0101) Double pipe / 3 seri (D 0.05xL 3.7) Carbon Steel 1.5 atm / 290°C Heater (HE-0102) Double pipe / 1 (D 0.05xL 3.7) Carbon Steel 1.5 atm / 110°C Cooler (HE-0103) Double pipe / 1 (D 0.05xL 3.7) Carbon Steel 1.5 atm / 200°C Condenser
(HE-0104)
Vertical Shell and Tube / 2 seri
(D 0.3xL 3.7) Carbon Steel 1.5 atm / 210°C Heater (HE-0105) Electric Heater / 1 0.34kW Nickelin coil
Compressor (C-0101)
Single-stage Reciprocating
14.5kW Carbon Steel 2.5 atm / 210°C
Flare (F-0101) Hydrogen Flare /1 (D 0.2xT 10) Carbon Steel 1.5 atm /1000°C Storage Tank
(T-0101)
Cylindrical 308C / 2 (D 0.8xT 1.6) Stainless Steel 1.5 atm / 60°C Storage Tank
(T-0102)
Cylindrical flat bottom/10
(D 0.2xL 0.1) Carbon steel 283 C 1.0 atm / 30°C Storage Tank
(T-0103)
Horizontal torispherical / 2
(D 0.9xL 9.0) Carbon steel 283 C 1.0 atm / 30°C Storage Tank
(T-0104)
Horizontal torispherical / 2
(D 0.8xL 8.0) Carbon steel 283 C 1.0 atm / 30°C Vaporizer Tank
(T-0105)
Cylindrical accessible roof/2
(D 1.2xT 2.3) Carbon steel 283 C 1.5 atm / 80°C
3.7 Perhitungan Neraca Massa dan Energi [6].
Untuk memperoleh perhitungan neraca massa dan energi telah dilakukan proses
simulasi dengan perangkat lunak
Chemcad steady state
versi 6.4.0.4941. agar diperoleh
hasil neraca massa dan energi yang lebih akurat. Keluaran dari
Chemcad steady state
6.40.0.4941 disajikan dalam bentuk tabel dan dilengkapi diagram alir per unit alat yang
sedang dihitung. Contoh hasil perhitungan neraca massa dan energi dengan proses
simulasi
Chemcad steady state versi 6.4.0.4941
untuk masing-masing alat disajikan
sebagai berikut:
Basis desain dan asumsi yang digunakan :
1.
Umpan berasal dari tangki gas UF6 dalam keadaan suhu sekitar 60
0C dan
tekanan sekitar 19 atm
2.
1 Tahun = 300 hari operasi
3.
1 hari = 24 jam operasi
Contoh Neraca Massa dan Energi Jalur Ammonium Uranil Karbonat (AUK).
3.7.1 Tangki Penguap UF6
Fungsi
: Menguapkan UF6 sebanyak 120.644 kg/jam hingga bersuhu 60
oC
Jenis
:
Cylindrical
dalam
Shell
pemanas
Kondisi Operasi : 70
oC , 19 atm
3.8
Penyiapan spesifikasi dan data sheet proses [6].
Penentuan spesifikasi peralatan proses produksi pabrik elemen bakar nuklir dilakukan
melalui proses simulasi
Chemcad steady state
versi 6.4.0 4941 agar hasil perhitungan
lebih akurat. Proses simulasi dengan
Chemcad steady state
versi 6.4.0.4941 pada
tahapan
basic design
telah menghasilkan perhitungan spesifikasi dan data sheet yang
lebih detil dibandingkan dengan tahapan pra studi kelayakan yang selesai dikerjakan
tahun 2009 yang lalu. Contoh spesifikasi dan data sheet proses untuk jalur JKT adalah
sebagai berikut:
Out Put CCl4
Component Weight, kg/hr %
CCl4 118.32 100
Total Mass Flow 118.32 Temperature 70 ℃
Heat Flow 1069.58 kcal/hr Pressure 19 atm Out Put Uap UF6
Component Weight, kg/hr %
UF6 120.644 100
Total Mass Flow 120.644 Temperature 60 ℃
Heat Flow 2460.92 kcal/hr Pressure 1 atm
Input CCl4
Component Weight, kg/hr %
CCl4 118.32 100
Total Mass Flow 118.32 Temperature 76.5 ℃
Heat Flow 3530.50 kcal/hr Pressure 19 atm
Kristal UF6
Component Weight, kg/hr %
UF6 120.644 100
Total Mass Flow 120.644 Temperature 25 ℃
Heat Flow 0 kcal/hr Pressure 19 atm
Komponen
kg/jam
Input
Output
UF6
120,644
120,644
CCl4
118.320
118.320
Total
238.964
238.964
Komponen
kcal/jam
Input
Output
UF6
0
2460.92
CO2
3530.50
1069.58
Total
3530.50
3530.50
Spesifikasi alat Heater (HE-0101)
Proses Data Sheet Heater (HE-0101
3.9 Perhitungan ukuran pipa nominal (
Line Indeks
)
Semua sistem proses konversi yang ada di pabrik elemen bakar nuklir ini
dihubungkan dengan pipa proses untuk memindahkan sejumlah senyawa tertentu
dari suatu alat proses ke alat proses lainnya. Seluruh pipa tersebut harus dirancang
dan dihitung sedemikian rupa agar diperoleh diameter nominal dan material pipa
sesuai dengan beban aliran (debit) penurunan tekanan di dalam pipa itu. Untuk
memperoleh hasil yang maksimal maka seluruh data perhitungan diameter pipa
nominal yang ada dalam sistem proses konversi gas UF6
menjadi UO2
masing-masing melalui jalur AUK dan JKT dihitung dan Tabel 3.9 hanya menunjukkan untuk
jalur AUK:
Tabel 3.9: Hasil Perhitungan Diameter Pipa Nominal Jalur AUK.[6]
Aliran Fluida dari Aliran Fluida ke Kriteria Kec. Fluida (m/detik) Kec. Fluida Terhitung Kriteria (∆ P) , kg/cm2/ 100 m ∆ P Terhitung ( kg/cm2/ 100m) NPS Hasil Perhitungan ( inchi) : Schedule T-UF6 (T-0202) Reaktor Gelbg.(BR-0201) 15 7.04 2.0 0.0016 3” ; 40 T-CO2 (T-0201) Reaktor Gelbg. (BR-0201) 15 7.04 2,0 0.0016 3” ; 40 Reaktor Gelbng. (BR-0201) Scrubber (S-0202) 15 13.60 2,0 0.24 1,5” ; 40 Bubble Reaktor (BR-0201) Pompa (P-0204) 3 0,58 2,0 0,24 1” ; 40 Dipilih 2*) Pompa (P-0204) Settling Tank (ST-0201) 3 0,58 2,0 0,24 1” ; 40 Dipilih 1,5*) Settling Tank (ST-0201) Tangki Limbah (TL-0201) 3 0.7 2,0 0,36 0.75”: 40 Settling Tank (ST-0201) Pompa (P-0205) 3 0,42 2,0 0,4 0.5”: 40 Dipilih 2 *) Pompa (P-0205) Washing Tank (WT-0201) 3 0,42 2,0 0,4 0.5” : 40 Dipilih 1,5*) Mixer (M-0201) Washing Tank (WT-0201) 3 0.42 2,0 0,15 0.75” ; 40 Washing Tank (WT-0201) Tangki Limbah (TL-0201) 3 0,81 2,0 0,57 0.50” ; 40 Washing Tank (WT-0201) Pompa (P-0207) 3 0.35 2,0 0.26 0,50” ; 40 Dipilih 2*) Pompa (P-0207) Homogenizer (H-0201) 3 0.35 2,0 0.26 0,50” ; 40 Dipilih1,5*) Homogenizer (H-0201) Pompa (P-0208) 3 0.35 2,0 0.26 0,50” ; 40 Pompa (P-0208) Spray Dryer (SD-0201) 3 0.35 2,0 0.26 0,50”; 40 Spray Dryer (SD-0201) Filter/siklon (C-0201) 3 2,4 2.0 1,06 1,50”; 40 Scrubber (S-0202) Pompa P-09 (P-0209) 3 0.47 2,0 0.21 0,50” ; 40 Dipilih 2 *) Pompa (P-0209) Tangki Limbah (TL-0201) 3 0.47 2,0 0.21 0,50” ; 40 Dipilih 1.5*)
*) Catatan: Pipa yang terhubung dengan pompa, diameter yang terlalu kecil diperbesar sampai mendekati ukurannozzlepompa baik pada posisisuctionataudischarge.
3.10
Hazardous Material Class
Pabrik elemen bakar nuklir dalam proses operasinya menggunakan bahan baku dan
bahan pendukung dan produk yang dihasilkan termasuk kelas yang berbahaya. Produk
dari pabrik ini adalah elemen bakar nuklir sebagai produk radioaktif. Oleh karena itu
kelas bahan-bahan yang berbahaya di pabrik elemen bakar nuklir ini perlu diketahui
seperti yang disajikan dalam Tabel 3.10 berikut ini:
TABEL 3.10 :
Hazardous Material Class
Yang Dipakai dan yang Diproduksi
dalam Pabrik elemen bakar nuklir [6]
NO MATERIAL
MATERIAL CLASS
NFPA RATING HMIS RATING DOT/49CFR RATING
H F R(S) H F R(S) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 U3O8 2 1 0 2 0 0 7 2 UO2 7 3 UF6 7 4 Pellet UO2 7 5 HF 4 0 1 3 0 1 8 6 CO2 1 0 0 1 0 0 2.2 7 NH3 3 1 0 3 1 0 2.2 8 H2 0 4 0 0 4 0 2.1 9 N2 1 0 0 0 0 0 2.2 10 (NH4)2CO2 2 0 0 2 0 0 11 H2O 0 0 0 0 0 0 12 LPG 1 4 0 2.1 13 HNO3 4 0 0 3 0 0 8 14 Al(NO3)3 2 0 0 2 0 0 5.1 15 Alkohol 2 3 0 2 3 0 3 16 Zinc Stearat 0 1 0 0 1 0