• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PROPERTI RUMAH TINGGAL SEBAGAI AGUNAN DENGAN METODE PENILAIAN APPRAISAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PROPERTI RUMAH TINGGAL SEBAGAI AGUNAN DENGAN METODE PENILAIAN APPRAISAL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PROPERTI RUMAH TINGGAL SEBAGAI AGUNAN

DENGAN METODE PENILAIAN APPRAISAL

oleh :

Andika Pranatama Putra¹, Budiono², Ike Pontiawaty³

Abstrak

Bank dan Lembaga Keuangan (LK) memegang peranan penting dalam penyediaan dana untuk proyek dalam bentuk pinjaman. Agunan merupakan hal yang paling diutamakan untuk mendapatkan keyakinan bagi bank atas dana yang disalurkan dalam bentuk kredit.

Appraisal merupakan sektor jasa yang dapat berperan penting dalam menentukan nilai ekonomis aset dan potensi harta kekayaan. Tujuan penulisan ini adalah untuk meneliti metode appraisal dalam penilaian properti sebagai agunanyang digunakan untuk mendapatkan nilai pasar maksimum dan minimum dari agunan berupa properti rumah tinggal.

Obyek penelitian adalah rumah tinggal di Perumahan Budi Agung Jl. Pinus Blok U No.11-12 Kel.Sukadamai, Kec.Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Penilaian dilakukan dengan memakai dua metode yaitu Metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach Method) dan Metode Pendekatan Biaya (Cost Approach Method). Penilaian tersebut dapat menghasilkan taksiran tentang Nilai Satuan Baru Tanah dan Bangunan/m², Nilai Produksi Baru, Proyeksi Nilai Pasar Wajar, Nilai Safety Margin dan Nilai Likuidasi dari agunan tersebut. Dari dari nilai-nilai tersebut akan diperoleh besarnya nilai obyek agunan.

Dari hasil perhitungan metode pendekatan data pasar didapatkan nilai jual tanah agunan maksimal sebesar Rp.1.623.000,-/m². Sedangkan dari hasil perhitungan dengan metode pendekatan biaya didapat nilai pasar wajar (maksimal)bangunan Rp.3.037.253,-/m². Didapatkan nilai taksir pasar wajar (maksimal) tanah dan bangunan sebesar Rp.1.784.754.000,- dan nilai setelah safety margin(minimum) Rp.1.338.600.000,-.

Kata kunci: penilaian, agunan, rumah, kredit 1. PENDAHULUAN

Bank dan Lembaga Keuangan (LK) memegang peranan penting dalam penyediaan dana untuk proyek dalam bentuk pinjaman. Agunan merupakan hal yang paling diutamakan untuk mendapatkan keyakinan bagi bank atas dana yang disalurkan dalam bentuk kredit. Salah satu barang yang dapat dijadikan agunan adalah real property atau properti yang berupa tanah dengan segala sesuatu yang melekat padanya. dengan tujuan apabila terjadi kemacetan maka jaminan atau agunan tersebut dapat dijadikan penyelamatan untuk kelancaran usaha bank.

Appraisal merupakan salah satu sektor jasa yang dapat berperan penting dalam menentukan nilai ekonomis aset dan potensi harta kekayaan.

Pelaksanaan appraisal merupakan syarat mutlak dalam peminjaman kredit melalui Bank ataupun Lembaga Keuangan (LK) yang menggunakan tanah dan bangunan (rumah tinggal) sebagai jaminan (agunan) kredit. Karena jumlah dana yang akan dikucurkan kepada nasabah (calon debitur) oleh pihak kreditur (Bank atau LK) tergantung kepada nilai agunan (rumah tinggal) itu sendiri yang dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) rekanan bank atau LK tersebut.

(2)

Mengingat hal tersebut perlu meneliti mengenai appraisal untuk menjabarkan permasalahan dan mencari solusi pada penulisan tugas akhir yang akan disusun dengan judul “Analisis Properti Rumah Tinggal Sebagai Agunan dengan Metode

Penilaian Appraisal(Studi Kasus: Perumahan Budi Agung Jl.Pinus Blok U No. 11-12 Bogor)

Pelaksanaan Appraisal dalam penilaian properti sebagai agunan, yang digunakan untuk mendapatkan nilai pasar maksimum dan minimum dari agunan properti rumah tinggal yang dijadikan jaminan penerimaan kredit keuangan dari pihak Bank atau Lembaga Keuangan (LK) dengan menggunakan 2 metode yaitu: metode pendekatan data pasar (market data approach) dan metode pendekatan biaya(cost approach)

2. TINJAUAN PUSTAKA

Penilaian barang agunan oleh bank dimaksudkan untuk memperoleh perkiraan dalam menentukan besar pinjaman yang dapat diberikan pada nasabah. Penilaian agunan kredit harus dilakukan secara obyektif, jujur, bertanggung jawab dan menyajikan suatu nilai yang wajar.

Dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI)tahun 2009 dan peraturan Departemen Keuangan tahun 2009 metode penilaian properti 3 (tiga) pendekatan, yaitu :

1. Metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)

Metode pendekatan data pasar atau sering disebut juga sebagai metode perbandingan harga jual (sales comparation method) atau metode perbandingan data langsung (directmarket comparation method). Pendekatan data pasar diperlukan suatu penyesuaian dari data pembanding. (Hening A, Erwin. 2012)

Rumus umum yang dipakai adalah :

Harga Jual Properti Pembanding ± Penyesuaian = Indikasi Nilai Properti. Penilaian terhadap properti dilakukan dengan membandingkan secara langsung properti yang dinilai dengan data properti pembanding.

Metode pendekatan data pasar ini akan menghasilkan penilaian yang akurat apabila properti yang dinilai dengan properti pembanding mempunyai perbedaan yang relatif kecil atau masih dalam toleransi yang wajar.

Melakukan penyesuaian data properti pembanding, dengan bentuk penyesuaian sebagai berikut :

a. Penyesuaian bentuk persentase b. Penyesuaian bentuk satuan uang c. Metode Indeks

2. Metode Pendekatan Biaya (Cost Approach)

Rumus umum yang dipakai adalah : Indikasi Nilai Properti = Nilai Tanah + (Biaya Reproduksi Baru – Penyusutan)

Nilai properti (Tanah dan Bangunan) diperoleh dengan menganggap tanah sebagai tanah kosong untuk dinilai menggunakan Metode Pendekatan Data Pasar. Sedangkan nilai bangunan dihitung dengan menghitung biaya reproduksi baru bangunan pada saat penilaian dikurangi penyusutan. Untuk menghitung biaya pengganti baru digunakan beberapa metode yaitu :

1. Metode Survey Kuantitas (Quantity Survey Method)

Metode Survei Kuantitas (Quantity

Survey Method) wajib

mencerminkan kualitas dan kuantitas seluruh bahan yang digunakan dalam konstruksi dan seluruh kategori tenaga kerja.

(Departemen Keuangan. 2009)

2. Unit Terpasang (Unit In Place Method)

(3)

Dalam menggunakan Metode Unit Terpasang (Unit In Place Method), Penilai Properti wajib menghitung estimasi biaya bangunan atau konstruksi berdasarkan harga satuan unit terpasang. (Departemen Keuangan. 2009)

Nilai tiap-tiap unitnya disesuaikan dengan “Daftar Harga Satuan Pekerjaan Upah dan Bahan Kota Bogor untuk Tahun Anggaran 2012/2013”.

3. Metode Meter Persegi (Square Meter Method)

Metode ini membandingkan nilai bangunan yang dinilai dengan nilai bangunan lain yang sejenis. Nilai bangunan didapat dari luas bangunan yang dinilai dikalikan dengan biaya permeter persegi bangunan pembanding.

4. Metode Indeks Biaya

Perhitungan dilakukan dengan mencari kenaikan beda harga bahan bangunan, upah tenaga kerja dan lain-lain. Selain memperhitungkan biaya reproduksi baru diperlukan perkiraan dari besarnya nilai penyusutan/depresiasi yang terjadi pada bangunan. Dalam metode pendekatan biaya terdapat tiga macam penyusutan/depresiasi, yaitu:

A.Kemunduran Fisik (physical

deterioration) atau penyusutan nilai yang dikarenakan adanya kerusakan secara fisik. Yang disebabkan oleh faktor-faktor antara lain:

a) Umur

b) Intensitas penggunaan c) Cara pemeliharaan atau d) Kondisi terlihat.

(Departemen Keuangan. 2009)

Penyusutan fisik bangunan dihitung dengan cara :

Penyusutan fisik = (umur efektif/umur manfaat) x 100%

Umur efektif adalah umur bangunan berdasarkan kondisi bangunan saat dilakukan penilaian. Sedangkan umur manfaat adalah umur dimana bangunan tetap dapat difungsikan, nilai manfaat bangunan disesuaikan dengan peraturan bangunan yang berlaku yaitu 50 tahun.

B. Perhitungan penyusutan akibat dari keusangan fungsional (functional obsolescence) dilakukan dengan cara menghitung estimasi besarnya biaya yang diperlukan untuk membuat obyek penilaian berfungsi dengan optimal, atau memperkirakan inefisiensi operasional.

(Departemen Keuangan. 2009)

C. Penyusutan Ekonomis atau penyusutan akibat keusangan ekonomis(economic

obsolescence) yang disebabkan beberapa faktor luar seperti peraturan pemerintah, faktor sosial (mitos) dan lain-lain. Penyusutan Ekonomis dapat dirumuskan :

Kemunduran Fungsi/Ekonomis = %Kemunduran Ekonomis x (100% - %Penyusutan Fisik) 3. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode studi kasus yang data primernya dari pengamatan langsung ke lokasi dan wawancara dengan para narasumber, serta data sekundernyadari dokumen dan peraturan yang terkait appraisal.

A.Tahap Persiapan Tahap

persiapanmerupakanrangkaiankegiatan sebelummemulai pengumpulandata danpengolahannya.Dalamtahap

(4)

mengefektifkan waktu dan kegiatan yang dilakukan.

Adapun tahapan tersebut antara lain : 1 . Studipustakamengenaimasalahyan

gberhubungandenganmetode

appraisal

2. Menentukan kebutuhan data. 3. Mencari instansi yang akan

dijadikan narasumber. B. Tahap Perolehan Data

Dalam prosesperencanaan,diperlukananalisisy angteliti.Semakinrumit permasalahanyang dihadapimakamakinkomplekspulaanali sisyang akan dilakukan.Untukdapatmelakukan analisisyangbaik,diperlukandata/infor masi, teorikonsepdasardanalatbantuyangme madai,sehingga kebutuhanakandata sangat mutlakdiperlukan.Data primerdiperolehdengan pengukurandilapangan. Data-datasekunderyangdigunakan dalamperencanaaninidiperolehdariinsta nsi yang tersebut diatas adalah sebagai berikut:

1. Surat Perintah Kerja (SPK) dari pihak Bank Mandiri Cabang Bogor No.BBC.BGR/SK.469/2013, mengenai penilaian agunan properti rumah tinggal.

2. Sertifikat surat Tanah, sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan bukti setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari agunan (rumah tinggal).

C. Obyek dan Lokasi Penelitian

Salah satu contoh agunan yang menjadi obyek penelitian adalah properti berupa rumah tinggal di Perumahan Budi Agung Jl. Pinus

Blok U No.11-12 Kel.Sukadamai, Kec.Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Rumah tinggal ini mempunyai luas tanah 300m² dengan luas bangunan 417.5m².

Gambar 1. Foto Tampak Luar Agunan Rumah Tinggal yang Dinilai

Gambar 2. Layout Tanah dan Bangunan

Gambar 3. Tabel Luas Bangunan/Ruang Fungsional

dari Tinjauan Fisik Langsung

D. Proses dan Tahap Penelitian

1. Definisi dan permasalahan yaitu: memahami suatu permasalahan agar didapatkan cara atau metode dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

2. Pengumpulan data beberapa jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

a. Data Primer adalah data yang didapat dari sumber pengamatan

(5)

di lapangan atau data hasil dari wawancara untuk mendapatkan informasi data transaksi dan data penawaran dari properti yang sebanding dan sejenis.

b. Data Sekunder adalah data berupa naskah atau dokumen yang telah diolah oleh pihak-pihak tertentu.

3. Analisa data dengan metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)

A.Harga jual dari properti pembanding didapat saat pengumpulan data.

Penyesuaian pada Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) dilakukan paling kurang terhadap faktor:

Gambar 4. Tabel Pengumpulan Data Pembanding dari Tinjauan Lapangan dan Data Internet

B.Melakukan penyesuaian pada properti pembanding dengan metode indeks.

Karena kondisi lokasi banguan yang dinilai dengan data pembanding sama maka tidak ada menurunan ataupun penambahan nilai indeks pada harga tanah/m²dari nilai data pembanding. C.Menyimpulkan indikasi nilai

properti.

Penilai Properti wajib membuat rekonsiliasi atau pembobotan terhadap berbagai indikasi Nilai yang telah dihasilkan setelah dilakukan penyesuaian

Tabel 3.1 Hasil dan Pembobotan Indikasi Nilai Tanah/m² PEMBEBANAN

Data

Pembanding Bobot Market Value

Data #1 X1% Rp. T 1 Data #2 X2% Rp. T 2 Data #3 X3% Rp. T 3

Nilai Indikasi (X1+X2+X3)% Rp. (T1 x X1) (T2 x X2) (T3 x X3) Dibulatkan Rp. Ttotal

D.Analisa data Metode Pendekatan Biaya (Cost Approach)

a. Mendapatkan nilai pasar tanah dari metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach). b. Menganalisa biaya reproduksi

baru menggunakan metode unit terpasang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. Menghitung jumlah penyusutan

yang terjadi.

d. Menyimpulkan indikasi nilai properti.

E. Nilai Pasar Properti didapatkan dengan merenkonsiliasi nilai pasar yang diperoleh dari dua metode penilaian.

F. Nilai pasar tanah dan Nilai pasar bangunan.

a. Nilai pasar tanah didapatkan dari metode pendekatan data pasar.

(6)

b. Nilai pasar bangunan didapat dari nilai pasar properti dikurangi dengan nilai pasar tanah.(Departemen Keuangan. 2009)

G.Nilai Agunan Penentuan nilai agunan didasarkan pada :

1.Nilai pasar wajar 2.Nilai likuiditas

3.Proyeksi nilai pasar wajar 4. Proyeksi likuiditas

Nilai Agunan Dari nilai pasar wajar, nilai likuidasi, proyeksi nilai pasar wajar, proyeksi likuiditas akan didapat batas maksimal dan minimal penentuan nilai agunan.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum dan Spesifikasi

Obyek Penelitian

Obyek penelitian adalah properti berupa rumah tinggal di Perumahan Budi Agung Jl. Pinus Blok U No.11-12 Kel.Sukadamai, Kec.Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Rumah tinggal ini mempunyai luas tanah 300m² dengan luas bangunan 417.5m², dibangun pada tahun 2004 dan direnovasi pada tahun 2011, berlantai 2 (dua), pondasi batu kali, dinding pasangan bata merah diplester dan dicat, lantai granito, keramik dan parquito, plafond gypsum, atap genteng keramik, rangka kayu, jendela kayu dan kaca,panel pintu kayu, fasilitas listrik PLN 4400watt, air PDAM.

4.2.Metoda Pendekatan Data Pasar

(Market Data Approach)

Analisa nilai pasar rumah tinggal Perumahan Budi Agung Jl. Pinus Blok U No.11-12 Kel.Sukadamai, Kec.Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat menggunakan metode pendekatan data pasar yaitu perbandingan harga jual properti pembanding terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual

properti pembanding kemudian memberikan nilai penyesuaian pada masing- masing faktor tersebut. Penyesuaian menggunakan metode indeks yaitu menggunakan presentase dalam memberi nilai postif atau negatif pada setiap faktor yang mempengaruhi nilai.

Gambar 5. Lokasi Agunan dan Obyek Data Pembanding

Gambar 6. Tabel Pengumpulan Data Pembanding

L O K A SI D A T A 2 D A T A 1 D A T A 3

(7)

Tabel 4.1. Hasil dan Pembobotan Indikasi Nilai Tanah/m²

PEMBEBANAN

Data Pembanding Bobot Market Value

Data #1 35% Rp. 542,213.11 Data #2 35% Rp. 568,615.38 Data #3 30% Rp. 512,010.00 Nilai Indikasi 100% Rp. 1,622,838.50 Dibulatkan Rp. 1,623,000.00

(Hasil perhitungan dan analisa)

Dari analisa dengan metode pendekatan data pasar, nilai rata-rata tanah padalingkungan sekitar rumah agunan (perum Budi Agung) adalah Rp.1.623.000/m²dengan luas tanahagunan 300m². Maka nilai maksimal tanah

= Rp.1.623.000/m² x 300m²

= Rp.486.900.000,-

4.3. Metode Pendekatan Biaya (Cost

Approach)

Pendekatan penilaian untuk mendapatkan indikasi nilai obyek penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru (reproduction cost new) atau biaya pengganti baru

(replacement cost new), pada tanggal penilaian (cut off date) setelah

dikurangi dengan

penyusutan.(Departemen Keuangan. 2009)

Unit terpasang pada obyek penilaian dianalisa langsung pada saat pengamatan langsung dan wawancara sesuaidengan Daftar Harga Satuan Pekerjaan Upah dan Bahan ota Bogor tahun anggaran 2012/2013.

A.Analisa Nilai Unit Terpasang Setiap Ruangan

Penilaian diambil secara garis besar pekerjaan struktur dan finishing pada objek penelitian

pada setiap ruangan yang terdapat pada banguan objek penilaian.

Tabel 4.2. Nilai Rencana Anggaran Biaya Ruang Kamar Tidur 2 Lantai 2

U R A I A N Kamar Tidur Utama

Komponen Spesifikasi Nilai

Persiapan Persiapan Rp. 274,429/m² Pondasi Beton setempat

kw 1 + run way Rp. 593,000/m³ Struktur Beton bertulang

menengah kw 1 Rp. 962,000/m³ Lantai Keramik 30 x 30 cm Rp. 98.540/m² Dinding Kusen Dinding + kusen jendela + pintu kayu kamper kw 1 Rp. 602,000/m² Rangka Plafon + Plafon Rangka kayu banjar plafon gypsum Rp. 167,000/m²

Rangka Atap Rangka kayu

borneo Rp. 145,000/m³ Rangka Usuk

reng

Usuk kamper

reng meranti Rp. 54,000/m¹ Penutup Atap Genteng beton

kw 1 Rp. 74,000/m² Sanitary Total dari

"Sanitary" Rp. 48,750/m²

Finishing Finishing Rp. 548,858/m²

Jumlah Rp. 3,567,577

(Hasil analisa dan perhitungan)

Tabel 4.3. Analisa Nilai Sarana Pelengkap Bangunan Agunan

B2

SARANA PELENGKA

P Jumlah Unit NRB /unit (Rp) NRB (RP)

1 Pagar tembok dan besi teralis (m') 29.00 m 939,340 27,200,000 2 Listrik rumah tangga (VA) 4,400 watt 900 4,000,000 3 Atap policarbonat ( m2 ) 13.75 m 297,000 4,100,000 4 Pemasangan PAM (unit) 1.00 ls 1,597,200 1,600,000 5 Pemasangan telepon (unit) 2.00 line 1,000,000 2,000,000

Jumlah Nilai Sarana Pelengkap 38,900,000

(Hasil analisa dan perhitungan)

B.Analisa Reproduksi Baru Unit Terpasang Bangunan

Dari hasil analisa dan perhitungan pada table 4.2didapatkan nilai reproduksi baru dari sarana pelengkap bangunan agunan adalah sebesar Rp.38.900.000,- Dari analisa dengan metode pendekatan biaya, nilai reproduksi baru rumah agunan sebagai objek penelitian ini didapatkan nilai bangunan

(8)

rata-rata adalah Rp.3.412.644/m²(Lampiran 2) dengan luas total bangunan 417.50 m².

Biaya reproduksi baru rumah agunan =Biaya reproduksi baru/m² x Luas bangunan

=Rp.3.412.644/m² x 417.50 m² =Rp.1.424.778.739,-

4.4. Nilai Pasar Wajar Rumah Agunan Rumah perumahan Budi Agung Jl. Pinus Blok U No.11-12 Bogor ini dibangun tahun 2004 dan direnovasi pada tahun 2011 dengan umur properti 50 tahun. (SNI Gempa 1726-2002)

Rumah ini dirawat dengan baik sehingga didapat penyusutannya sebagai berikut :

Rumah dibangun tahun = 2004 Rumah direnovasi tahun= 2011 Rumah dinilai tahun = 2013 Penyusutan fisik =

2013 − 2004 +20112 /50

100 𝑥 100% = 11%

Dari hasil analisa dan perhitungan pada table 4.6 (Lampiran 2) didapatkan nilai pasar wajar dari rumah agunan yang dinilai adalah Rp.1.268.053.077,- maka nilai pasar wajar bangunan /m² adalah sebagai berikut :

Nilai pasar /m²

= (Nilai Pasar / Luas Bangunan ) = ( Rp.1.268.053.077 / 417.50 m² ) = Rp.3.037.253,- /m²

4.5. Nilai Likuidasi (Jual Cepat) Agunan

Nilai likuidasi didapat dengan pengurangan nilai sebesar [ 0.05 +

Safety Margin (%)] dari Nilai Pasar Wajar tanah, bangunan dan sarana pelengkap. (Wawancara Nara Sumber Bapak Yusni Rusnawan SE)

1. Tanah

Nilai pasar wajar dari tanah agunan adalah sebesar Rp. Rp.486.900.000,- dengan Safety Margin sebesar 25% maka nilai likuidasinya adalah Nilai Likuidasi = Rp.486.900.000 x [1– (0.05 + 25%)] = Rp.486.900.000 x[1 – 30% ] = Rp.340.830.000,- Dibulatkan = Rp.340.800.000,- 2. Bangunan

Nilai pasar wajar dari bangunan agunan adalah sebesar Rp.1.228.871.662,- dengan Safety Margin sebesar 25% maka nilai likuidasinya adalah : Nilai Likuidasi = Rp.1.268.053.077 x [1– 30% ] = Rp.887.637.154,- Dibulatkan = Rp.887.600.000,- 3. Sarana Pelengkap

Nilai pasar wajar dari sarana pelengkap agunan adalah sebesar Rp.29.800.000,- dengan Safety Margin sebesar 25% maka nilai likuidasinya adalah : Nilai Likuidasi = Rp.29.800.000 x [ 1 – 30% ] = Rp.20.860.000,- Dibulatkan = Rp.20.900.000,- 5. KESIMPULAN

Dari uraian-uraian, hasil analisis dan perhitungan dalam bab-bab terdahulu pada bab ini penulis memberikan beberapa kesimpulan dalam butir-butir berikut :

1. Nilai tanah dan bangunan yang didapat dari analisis dan perhitungan adalah nilai maksimal tanahsebesar Rp.1.623.000,-/m² dan nilai maksimal bangunan Rp.3.412.644,-/m²

2. Nilai produksi baru dari rumah agunan adalah :

a. Nilai maksimal tanah agunan Rp.486.900.000,-

(9)

b. Nilai produksi baru bangunan Rp.1.424.778.739,-

c. Nilai pruduksi baru tanah + bangunan Rp.1.950.579.000,-

3. Nilai pasar wajar (maksimal) dari agunan adalah :

a. Nilai pasar wajar tanah Rp.486.900.000,-

b. Nilai pasar wajar bangunan Rp.1.268.053.077,-

c. Nilai pasar wajar tanah + bangunan Rp.1.784.754.000,- 4. Nilai setelah safety margin

(minimum) dari agunan adalah a. Nilai minimum tanah

Rp.365.200.000,-

b. Nilai minimum bangunan Rp.951.000.000,-

c. Nilai minimum tanah + bangunan Rp.1.338.600.000,- 5. Nilai jual cepat/likuidasi dari rumah

agunan adalah :

a. Nilai likuidasi tanah Rp.340.800.000,-

b. Nilai likuidasi bangunan Rp.887.600.000,-

c. Nilai likuidasi tanah + bangunan Rp.1.249.300.000,-

DAFTAR PUSTAKA

1. Ardi, Aryanto., Cara Mudah Menghitung Biaya Pembangunan Rumah, Cemerlang Publishing, Jakarta, 2011.

2. Departemen Keuangan, Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Properti di Pasar Modal, KEP-428/BL/2009, Jakarta, 2009.

3. Dinas Pengawasan Bangunan dan Pemungkiman, Daftar Harga Satuan Pekerjaan Upah dan Bahan Tahun Anggaran 2012, Kota Bogor, 2011. 4. Ervianto, Wulfram I., Menajemen

Proyek Konstruksi Edisi Revisi,

ANDI, Yogyakarta, 2005.

5. Hening A, Erwin., Analisa Nilai Agunan Rumah Tinggal Jl.Rangkah VI Tambaksari Surabaya, [Tugas Akhir], Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2012.

6. http://bankmandiri.co.id/article/umkm _bb_mb.asp#

7. Kuswadi, Analisis Keekonomian Proyek, ANDI, Yogyakarta, 2007.

8. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Standar Penilaian Indonesia (SPI), Jakarta, 2009.

9. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Komite Penyusun Standar Penilaian Indonesia (KPSPI),

Draft_Standar Penilaian Indonesia (SPI), Jakarta, 2012.

10. Samsuriadi, Ahmad., Analisis Metode Penilaian Rumah Tinggal Untuk Agunan Kredit Bank dengan Metode Pendekatan Biaya, [Tesis], Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2003.

11. Soeharto, Iman., Menajemen Proyek Edisi II,Erlangga, Jakarta, 1998. 12. Weking, G Bie., Rencana Anggaran

dan Borongan Bangunan, ARS Group, Bandung, 1984.

RIWAYAT PENULIS

1) Andika Pranatama Putra, ST.

Alumni (2013) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor.

2) Ir. Budiono, MT. Staf Dosen

Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor. 3) Ir. Ike Pontiawaty, MT. Staf Dosen

Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor.

(10)

(Lampiran 2)

Tabel 4.6. Analisa Nilai Pasar Rumah Agunan

No. JENIS PROPERTI Luas Nilai Reproduksi

Baru (NRB) /m2 (Rp) Penyusutan Fisik Nilai

Pasar /m² Nilai Pasar

unit (Rp) (Rp) A SHM No. 296 dan 341 300.00 m2 1,623,000 486,900,000 B1 BANGUNAN Lantai 1 1 Teras 75.50 m² 2,777,177 11.00% 2,471,688 186,612,409 2 Ruang Tamu 32.00 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 104,879,736 3 Ruang Keluarga 70.00 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 222,424,423 4 Kamar Tidur Utama 13.00 m2 3,967,275 11.00% 3,530,875 45,901,372 5 Kamar Tidur 2 9.0 0 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 29,497,426 6 Kamar Tidur 3 12.00 m2 3,967,275 11.00% 3,530,875 42,370,497 7 Ruang Makan 12.00 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 39,329,901 8 Mushollah & Kmr Pembantu 9.00 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 29,497,426 9 Lain – lain 47.50 m2 3,682,575 11.00% 3,277,492 155,680,858 Luas Lt 1 280.00 3,463,861 3,463,861 863,194,046 Lantai 2 1 Teras 40.50 m2 2,687,458 11.00% 2,391,855 96,870,108 2 Ruang Tamu - m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 - 3 Ruang Keluarga 20.00 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 63,502,871 4 Kamar Tidur Utama 18.00 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 57,152,584 5 Kamar Tidur 2 12.00 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 38,101,722 6 Kamar Tidur 3 10.50 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 33,339,007 7 Ruang Makan - m2 3,967,275 11.00% 3,530,875 - 8 Mushollah & Kmr Pembantu 7.50 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 23,813,576 9 Lain – lain 29.00 m2 3,567,577 11.00% 3,175,144 92,079,162

Luas Lt 2 3,382,140 3,308,348 404,859,031

B1 Jumlah Bangunan m2 3,412,644 3,037,253 1,268,053,077

(Hasil analisa dan perhitungan) (Lampiran 1)

Tabel 4.5. Analisa Biaya Reproduksi Bangunan Baru Metode Unit Terpasang

No. JENIS PROPERTI Luas

Nilai Reproduksi Baru

(NRB) /m2 (Rp) Nilai Reproduksi Baru (NRB) (Rp) unit A SHM No. 296 dan 341 300.00 m2 1,623,000 B1 BANGUNAN Lantai 1 1 Teras 75.50 m² 2,777,177 209,676,864 2 Ruang Tamu 32.00 m2 3,682,575 117,842,400 3 Ruang Keluarga 70.00 m2 3,682,575 257,780,250 4 Kamar Tidur Utama 13.00 m2 3,967,275 51,574,575 5 Kamar Tidur 2 9.00 m2 3,682,575 33,143,175 6 Kamar Tidur 3 12.00 m2 3,967,275 47,607,300 7 Ruang Makan 12.00 m2 3,682,575 44,190,900 8 Mushollah & Kmr Pembantu 9.00 m2 3,682,575 33,143,175 9 Lain – lain 47.50 m2 3,682,575 174,922,313 Luas Lt 1 280.00 3,463,861 969,880,951 Lantai 2 1 Teras 40.50 m2 2,687,458 108,842,819 2 Ruang Tamu - m2 3,567,577 - 3 Ruang Keluarga 20.00 m2 3,567,577 71,351,540 4 Kamar Tidur Utama 18.00 m2 3,567,577 64,216,386 5 Kamar Tidur 2 12.00 m2 3,567,577 42,810,924 6 Kamar Tidur 3 10.50 m2 3,567,577 37,459,559

7 Ruang Makan - m2 3,567,577 -

8 Mushollah & Kmr Pembantu 7.50 m2 3,567,577 26,756,828 9 Lain – lain 29.00 m2 3,567,577 103,459,733

Luas Lt 2 3,382,140 454,897,788

B1 Jumlah Bangunan 417.40 m2 3,412,644 1,424,778,739

(11)

Gambar

Gambar 1. Foto Tampak Luar Agunan  Rumah Tinggal yang Dinilai
Gambar  4.  Tabel  Pengumpulan  Data  Pembanding  dari  Tinjauan Lapangan dan Data Internet
Gambar 5. Lokasi Agunan dan Obyek Data Pembanding
Tabel 4.1. Hasil dan Pembobotan Indikasi Nilai  Tanah/m²
+2

Referensi

Dokumen terkait

Maka bangunan rumah tinggal kayu menggunakan glulam dari kayu mahoni dengan material properti kayu mahoni yang didapatkan dari data sekunder yang dirancang berdasarkan

Dalam melakukan penilaian dengan pendekatan kalkulasi biaya (Cost Approach), diperlukan suatu tahapan yang cukup penting, yaitu memperkirakan besarnya penyusutan atau depresiasi dari

Analisis nilai pasar tanah di perumahan Citraland City Jl. D.I Panjaitan Blok B6 No. Gunung Lingai, Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menggunakan metode

Judul Tesis : PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA BANK DENGAN KANTOR JASA PENILAIAN PUBLIK (KJPP) DALAM HAL PENILAIAN AGUNAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (SUATU PENELITIAN DI PT.. BANK CIMB