• Tidak ada hasil yang ditemukan

http.//sragenkab.bps.go.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "http.//sragenkab.bps.go.id"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Maret 2016

BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN SRAGEN

Perkembangan

Indeks Harga Konsumen/

Inflasi di Kota Sragen

(2)

1 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/

INFLASI DI KOTA SRAGEN

Bulan Maret 2016 Inflasi 0,45 persen

Bulan Maret 2016 di Kota Sragen terjadi inflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,35 lebih tinggi bila dibandingkan bulan Februari 2016 yang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,81.

Inflasi terjadi disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok komoditi. Indeks kelompok bahan makanan naik sebesar 1,45 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,45 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,24 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah cabai rawit, minyak goreng, cabai merah, bawang putih, bawang merah, jeruk, sepeda motor, buncis, rokok kretek, semangka, cabe hijau, dan tomat.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah pisang, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, bensin, bandeng presto, gula merah, tarip listrik, kacang tanah, daging ayam kampung, dan susu balita.

Laju inflasi tahun kalender (Maret 2016) sebesar 0,82 persen, sedangkan laju inflasi ”year on year” (Maret 2016 terhadap Maret 2015) sebesar 4,62 persen, lebih rendah bila dibandingkan tahun 2015 pada periode yang sama mengalami inflasi sebesar 5,98 persen.

BERITA RESMI STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SRAGEN

(3)

2 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016 0,69

-0,32 0,45

Grafik 1. Inflasi Month to Month Kota Sragen Tahun 2014-2016

2014 2015 2016

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Maret 2016 secara umum mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Sragen, pada bulan Maret 2016 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen. Inflasi ini terjadi terutama disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok komoditi, yaitu kelompok bahan makanan naik sebesar 1,45 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,24 persen; kelompok sandang naik sebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen.

Kelompok bahan makanan memberikan sumbangan/andil inflasi tertinggi dengan andil sebesar 0,28 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan andil/sumbangan inflasi terendah sebesar 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Maret 2016 adalah cabai rawit, minyak goreng, cabai merah, bawang putih, bawang merah, jeruk, sepeda motor, buncis, rokok kretek, semangka, cabe hijau, tomat sayur, salak, rujak, gula pasir, sabun detergen bubuk/cair, sawi hijau, petai, jagung muda, tauge/ kecambah, kol putih/kubis, anggur, emas perhiasan, sabun cair/cuci piring, pembasmi nyamuk bakar, rokok putih, pasta gigi, kacang hijau, kamera, pir, sepeda anak,

(4)

3 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

kembang gula, pompa air listrik, sepeda, deodorant, ikan asin belah, sari jeruk, pembersih lantai, ikan dalam kaleng, cumi-cumi, sirop, dan komputer tablet.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah pisang, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, bensin, bandeng presto, gula merah, tarip listrik, kacang tanah, daging ayam kampung, susu untuk balita, terong panjang, kembung, telepon seluler, pengharum/pelembut cucian, mie kering instant, dan shampo.

Kelompok bahan makanan pada Maret 2016 mengalami inflasi sebesar 1,45 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 128,63 pada bulan Februari 2016 menjadi 130,50 pada Maret 2016.

Dari 11 sub kelompok, 4 sub kelompok di antaranya mengalami inflasi, 6 sub kelompok mengalami deflasi dan satu sub kelompok relatif stabil/tidak mengalami perubahan harga.

Inflasi tertinggi terjadi pada

sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 11,32 persen, dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok buah-buahan sebesar 0,79 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok ikan diawetkan sebesar 3,22 persen, dan deflasi terendah terjadi pada sub kelompok ikan segar sebesar 0,50 persen.Sedangkan b kelompok bahan

Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,28 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah cabai rawit, minyak goreng, cabai merah, bawang putih, bawang merah, jeruk, buncis, semangka, cabe hijau, tomat sayur, salak, sawi hijau, petai, jagung muda,

Tabel 1. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Bahan Makanan

Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan

BAHAN MAKANAN 1,45 0,28

Padi-padian, Umbi-umbian dan

Hasilnya -0,86 -0,04

Daging dan Hasil-hasilnya -2,87 -0,06

Ikan Segar -0,50 0,00

Ikan Diawetkan -3,22 -0,01

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya -1,59 -0,04

Sayur-sayuran 8,39 0,14

Kacang – kacangan -0,60 -0,01

Buah – buahan 0,79 0,01

Bumbu – bumbuan 11,32 0,25

Lemak dan Minyak 5,99 0,08

Bahan Makanan Lainnya 0,00 0,00

(5)

4 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

tauge/kecambah, kol putih/kubis, anggur, kacang hijau, pir, ikan asin belah, ikan dalam kaleng, dan cumi-cumi.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah pisang, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, bandeng presto, gula merah, kacang tanah, daging ayam kampung, susu untuk balita, terong panjang, kembung, dan mie kering instant.

Pada bulan Maret 2016

kelompok makanan jadi,

minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,45 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 123,99 pada Februari 2016 menjadi 124,55 pada Maret 2016.

Inflasi terjadi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,68 persen, diikuti sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,60 persen dan sub kelompok makanan jadi sebesar 0,17 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah gula pasir, rokok putih, kembang gula, sari jeruk, dan sirop.

Kelompok ini pada bulan Maret 2016 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,47 pada bulan Februari 2016 menjadi 116,60 pada Maret 2016..

Inflasi terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan rumah

Tabel 2. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan MAKANAN JADI, MINUMAN,

ROKOK & TEMBAKAU 0,45 0,09

Makanan Jadi 0,17 0,02

Minuman yang Tidak Beralkohol 0,60 0,02

Tembakau & Minuman Beralkohol 1,68 0,05

Tabel 3. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan PERUMAHAN, AIR, LISTRIK,

GAS & BAHAN BAKAR 0,11 0,03

Biaya Tempat Tinggal 0,00 0,00

Bahan Bakar, Penerangan & Air -0,17 -0,01

Perlengkapan Rumahtangga 0,15 0,00

Penyelenggaraan Rumahtangga 1,20 0,03

(6)

5 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

tangga dan sub kelompok perlengkapan rumah tangga masing-masing sebesar 1,20 persen dan 0,15 persen. Sementara sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air mengalami deflasi sebesar 0,80 persen, sedangkan sub kelompok biaya tempat tinggal relatif stabil/tidak mengalami perubahan harga.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah sabun detergen bubuk/cair, sabun cair/cuci piring, pembasmi nyamuk bakar, pompa air listrik, dan pembersih lantai. Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah tarif listrik dan pengharum/pelembut cucian.

Pada Maret 2016 kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 111,43 pada Februari 2016 menjadi 111,61 pada Maret 2016.

Dari empat sub kelompok yang ada, hanya sub kelompok barang pribadi dan sandang lain yang

mengalami inflasi yaitu sebesar 0,63 persen. Sementara sub kelompok sandang laki-laki, sub kelompok sandang wanita, maupun sub kelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan harga/relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah emas perhiasan.

Kelompok kesehatan pada bulan Maret 2016 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 123,46 pada bulan Februari 2016 menjadi 123,59 pada Maret 2016.

Sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Sementara tiga sub kelompok lainnya, yaitu sub kelompok jasa kesehatan, sub

Tabel 4. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Sandang Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan

SANDANG 0,16 0,01

Sandang Laki-laki 0,00 0,00

Sandang Wanita 0,00 0,00 Sandang Anak-anak 0,00 0,00 Barang Pribadi & Sandang Lain 0,63 0,01

(7)

6 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016 kelompok obat-obatan, dan sub

kelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan harga/relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang memberikan

andil/sumbangan inflasi adalah pasta gigi dan deodorant.

Kelompok pendidikan, rekrea-si dan olahraga mengalami inflarekrea-si sebesar 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,42 pada Februari 2016 menjadi 111,49 pada bulan Maret 2016.

Inflasi terjadi hanya pada sub kelompok rekresi sebesar 0,42

persen. Sementara empat sub kelompok lainnya; sub kelompok pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan, dan sub kelompok olahraga, tidak mengalami perubahan harga/relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kamera, sepeda anak, dan komputer tablet.

Tabel 5. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Kesehatan Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan

KESEHATAN 0,11 0,01

Jasa Kesehatan 0,00 0,00 Obat-obatan 0,00 0,00 Jasa Perawatan Jasmani 0,00 0,00 Perawatan Jasmani & Kosmetika 0,31 0,01

Tabel 6. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga

Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan PENDIDIKAN,REKREASI

DAN OLAH RAGA 0,06 0,01

Pendidikan 0,00 0,00 Kursus-kursus/Pelatihan 0,00 0,00 Perlengkapan/Peralatan Penddk 0,00 0,00 Rekreasi 0,42 0,01 Olahraga 0,00 0,00

http.//sragenkab.bps.go.id

(8)

7 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016 Kelompok ini mengalami inflasi

sebesar 0,24 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,66 pada Februari 2016 menjadi 116,94 pada bulan Maret 2016.

Inflasi terjadi pada sub ke-lompok transpor sebesar 0,40 persen, sedangkan sub kelompok

komunikasi dan pengiriman mengalami deflasi sebesar 0,09 persen. Sementara sub kelompok sarana dan penunjang transpor serta sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan harga/relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah sepeda motor dan sepeda. Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah bensin dan telepon seluler.

Tabel 7. Inflasi dan Sumbangan Kelompok Transpor,Komunikasi dan Jasa Keuangan

Bulan Maret 2016

Komoditas Inflasi Sumbangan TRANSPOR, KOMUNIKASI

DAN JASA KEUANGAN 0,24 0,04

Transpor 0,40 0,04

Komunikasi & Pengiriman -0,09 0,00

Sarana & Penunjang Transpor 0,00 0,00 Jasa Keuangan 0,00 0,00

(9)

8 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

Laju inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Maret 2016 sebesar 0,82 persen. sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2015 dan tahun 2014 masing-masing -0,69 persen dan 1,68 persen.

Begitu pula laju inflasi ”year on year” untuk bulan Maret 2016 terhadap Maret 2015 sebesar 4,62 persen, sedangkan laju inflasi ”year on year” untuk bulan Maret 2015 terhadap Maret 2014 sebesar 5,98 persen dan Maret 2014 terhadap Maret 2013 sebesar 5,60 persen.

Tabel1. Perbandingan Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year

Bulan Maret Tahun 2014-2016

Tabel 2. Inflasi Tahun Kalender

per Kelompok Pengeluaran Untuk Bulan Maret 2016

Inflasi 2014 2015 2016

1. Bulanan 0,24 0,05 0,45

2. Tahun kalender 1,68 -0,69 0,82

3. Year on Year 5,60 5,98 4,62

KELOMPOK IHK INFLASI TAHUN KALENDER

Umum 120,35 0,82

Bahan Makanan 130,50 2,47

Makanan Jadi, Minuman 124,55 0,96

Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bhn Bakar 116,60 0,19

Sandang 111,61 1,70

Kesehatan 123,59 1,44

Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 111,49 0,19

Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 116,94 -0,65

(10)

9 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016

Tabel 3. Inflasi Jawa Tengah Dan 7 Kabupaten/Kota Tahun 2016 (tahun 2012 = 100)

Grafik 2. Inflasi Jawa Tengah dan 7 Kabupaten/Kota Bulan Maret 2016

Keterangan Bulan (%)

Januari Februari Maret

Jawa Tengah 0,48 -0,24 0,39 Sragen 0,69 -0,32 0,45 Cilacap 0,76 -0,11 0,11 Purwokerto 0,57 -0,29 0,55 Kudus 0,44 -0,23 0,51 Surakarta 0,52 -0,11 0,42 Semarang 0,39 -0,30 0,39 Tegal 0,62 -0,21 0,32 Jawa Tengah Sragen Cilacap Purwokerto Kudus Surakarta Semarang Tegal 0,39 0,45 0,11 0,55 0,51 0,42 0,39 0,32

http.//sragenkab.bps.go.id

(11)

10 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016 Lampiran 1.

Tabel Inflasi Sragen dan Jawa Tengah Januari 2015 – Maret 2016

Bulan Sragen Jawa Tengah

Januari -0,16 -0,35 Februari -0,59 -0,62 Maret 0.05 0.16 April 0,23 0,17 Mei 0,42 0,51 Juni 0,76 0,61 Juli 1,29 0,92 Agustus 0,11 0,29 September -0,19 -0,15 Oktober -0,12 -0,04 November 0,27 0,23 Desember 0,92 0,99 Kalender Desember 2015 3,05 2,73 YoY Desember 2015 3,05 2,73 Januari 0,69 0,48 Februari -0,32 -0,24 Maret 0.45 0.39 Kalender Maret 2016 0,82 0,63 YoY Maret 2016 4,62 4,21

http.//sragenkab.bps.go.id

(12)

11 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sragen No. 15/03/3314/Th.X, 1 April 2016 Lampiran 2.

Tabel Perubahan Indeks Harga Konsumen dan Andil Inflasi Kota Sragen (Tahun 2012=100)

NO KELOMPOK\SUB KELOMPOK JENIS BARANG DAN JASA Maret 2016 IHK Maret 2016 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Year On Year Andil % Perubahan Desember Thd Des 2015 UMUM 120,35 0,45 0,82 4,62 0,45 I. BAHAN MAKANAN 130,50 1,45 2,47 6,57 0,28

A. Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 119,83 -0,86 -2,73 -2,87 -0,04

B. Daging dan Hasil-hasilnya 123,74 -2,87 -9,33 -6,05 -0,06

C. Ikan Segar 137,51 -0,50 2,25 10,05 0,00

D. Ikan Diawetkan 120,33 -3,22 -3,12 -1,75 -0,01

E. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 120,99 -1,59 -4,17 1,24 -0,04

F. Sayur-sayuran 146,75 8,39 6,59 -1,42 0,14

G. Kacang – kacangan 110,26 -0,60 3,62 3,60 -0,01

H. Buah – buahan 137,06 0,79 14,93 41,44 0,01

I. Bumbu – bumbuan 197,23 11,32 23,02 55,74 0,25

J. Lemak dan Minyak 123,34 5,99 12,06 0,50 0,08

K. Bahan Makanan Lainnya 129,25 0,00 -12,37 -1,43 0,00

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 124,55 0,45 0,96 6,81 0,09

A. Makanan Jadi 124,50 0,17 0,33 6,57 0,02

B. Minuman yang Tidak Beralkohol 114,50 0,60 0,94 6,12 0,02

C. Tembakau dan Minuman Beralkohol 141,83 1,68 4,23 8,95 0,05

III. PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 116,60 0,11 0,19 0,95 0,03

A. Biaya Tempat Tinggal 116,56 0,00 -0,32 -0,08 0,00

B. Bahan Bakar, Penerangan dan Air 119,36 -0,17 0,18 1,49 -0,01

C. Perlengkapan Rumahtangga 124,03 0,15 4,08 8,59 0,00 D. Penyelenggaraan Rumahtangga 108,32 1,20 0,59 1,04 0,03 IV. SANDANG 111,61 0,16 1,70 2,90 0,01 A. Sandang Laki-laki 104,04 0,00 0,00 0,42 0,00 B. Sandang Wanita 117,06 0,00 0,97 2,17 0,00 C. Sandang Anak-anak 124,72 0,00 0,45 5,39 0,00

D. Barang Pribadi dan Sandang Lain 104,85 0,63 5,59 4,07 0,01

V. KESEHATAN 123,59 0,11 1,44 5,79 0,01

A. Jasa Kesehatan 117,76 0,00 1,58 3,84 0,00

B. Obat-obatan 125,53 0,00 0,57 8,34 0,00

C. Jasa Perawatan Jasmani 139,74 0,00 0,91 14,88 0,00

D. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 126,33 0,31 1,87 4,76 0,01

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 111,49 0,06 0,19 6,58 0,01

A. Pendidikan 111,01 0,00 0,00 5,94 0,00

B. Kursus-kursus / Pelatihan 118,05 0,00 0,00 25,27 0,00

C. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 103,30 0,00 0,07 0,48 0,00

D. Rekreasi 116,08 0,42 0,78 5,27 0,01

E. Olahraga 116,84 0,00 2,76 8,98 0,00

VII. TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 116,94 0,24 -0,65 4,15 0,04

A. Transpor 127,97 0,40 -1,07 5,47 0,04

B. Komunikasi Dan Pengiriman 98,70 -0,09 0,15 2,26 0,00

C. Sarana dan Penunjang Transpor 105,87 0,00 0,10 1,05 0,00

D. Jasa Keuangan 103,74 0,00 0,00 0,00 0,00

Gambar

Grafik 1. Inflasi Month to Month Kota Sragen Tahun 2014-2016
Tabel 1. Inflasi dan Sumbangan   Kelompok Bahan Makanan
Tabel 2. Inflasi dan Sumbangan Kelompok  Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Tabel 5. Inflasi dan Sumbangan Kelompok  Kesehatan Bulan Maret 2016
+6

Referensi

Dokumen terkait

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Pengembangan Lab Dalam Kepingan (LDK) Berbasis Kertas Untuk Penentuan Kadar Asam Urat, Protein, dan pH

Produksi jagung pada tahun 2016 ini apabila dibandingkan dengan target kinerja yang tertuang dalam Renstra Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Treggalek Tahun 2016 – 2021

ANGGARAN 2013 RINCIAN ALOKASI SEMENTARA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BAGIAN PEMERINTAH PUSAT YANG DIBAGIKAN KEPADA SELURUH.. KABUPATEN DAN KOTA TAHUN

Abstrak: Anemia sering ditemukan pada gagal jantung terutama pada pasien yang berusia tua, dengan jenis kelamin perempuan, menderita kelainan ginjal kronik, pengguna ACE inhibitor

Penerapan akuntansi yang baik oleh instansi pemerintah dan pengawasan yang optimal terhadap kualitas laporan keuangan instansi pemerintah diharapkan akan

Angket dengan menggunakan skala Likert pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap modul sains-islam pada materi gerak lurus yang

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui biografi KH. Wahid Hasyim dalam pembaharuan sistem pendidikan pesantren. Abdul Wahid Hasyim relevansi pembaharuan

Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut monomer, saling berikatan dalam suatu rantai.. Jenis-jenis monomer yang saling