• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

28 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang tidak mementingkan kedalaman data, yang penting dapat merekam data sebanyak-banyaknya dari populasi yang luas untuk kemudian dianalisis menggunakan rumus-rumus statistik maupun komputer (Zainuddin, 2008). Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk penelitian yang masalahnya sudah jelas, metode penelitian kuantitatif cocok untuk menguji hipotesis atau menguji teori. Dalam Proses perhitungan menggunakan bantuan program komputer Statistical Packages for Social Sciences (SPSS) versi 25 dengan uji regresi berganda dan t-test. Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengukuran yang cermat dan sistematis terhadap data yang sudah dikumpulkan dari sampel untuk digeneralisasikan pada populasi kemudian diambil kesimpulan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan antara kendali diri dan stress academic terhadap kecanduan gawai di mahasiswa Universitas AKI Semarang.

3.2. Identifikasi PeubahPenelitian 3.2.1. Peubah Gayut (Y)

(2)

29 3.2.2. Peubah Tak Gayut (X1)

Peubah bebas X1 dalam peneltian ini adalah Kendali Diri Peubah Bebas (X2)

Peubah bebas X2 dalam peneltian ini adalah Stres Akademik Peubah Moderating (M1)

Moderator X3 dalam penelitian ini adalah Gender

Gambar 3.1 Identifikasi Model Peubah Penelitian

3.3. Defenisi Operasional Peubah Penelitian 3.3.1 Kecanduan Gawai

Kecanduan gawai adalah perilaku individu yang tidak dapat mengendalikan diri dalam ketergantungan terhadap internet melalui gawai yang kemungkinan dapat menyebabkan timbulnya masalah lain

(3)

30

misalnya masalah sosial. Kecanduan Gawai diukur menggunakan alat ukur yang dikembangkan Kwon, dkk (2013) dengan aspek kecanduan gawai yaitu daily life disturbance (gangguan kehidupan sehari-hari), positive anticipation, withdrawal, cyberspace-oriented relationship, dan overuse. Semakin tinggi nilai kecanduan gawai maka semakin tinggi kecanduan gawai yang dialami invididu.

1.3.2 Kendali Diri

Kendali diri adalah kemampuan seorang individu dalam proses fisik, psikologis dalam megendalikan diri, mengarahkan, mengatur, dan mengubah perilakunya kearah yang lebih positif. Individu dengan tingkat kendali diri rendah lebih menyukai tugas yang sederhana dan cenderung impulsif, menyukai aktifitas fisik dan temparamen (emosi yang meluap-luap). Kendali diri diukur menggunakan alat ukur yang dikembangkan oleh Tangney (2004). Berisi 5 aspek meliputi self-discipline, nonimpulsive action, healthy habits, work ethic, reliability. Semakin tinggi nilai kendali diri maka semakin tinggi tingkat kendali diri yang dimiliki invididu

3.3.3. Stres Akademik

Stres akademik merupakan suatu kondisi hasil interaksi individu dengan lingkungan. Stres yang berhubungan dengan pendidikan yang meliputi sekolah, kurikulum, guru, metode ulangan dan penilaian yang menjadi stressor bagi individu yang bersifat mengancam dan

(4)

31

menganggu. Secara operasional dapat diartikan stres yang dialami oleh individu saat merespon ransangan yang dihadapi terkait dengan lingkungan fisik dan sosial kelas, mekanisme pengajaran, dan tuntutan yang berkaitan dengan pembelajaran. Stres akademik akan diukur dengan menggunakan Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) oleh Sun & Dunne (2011) yang besisi 5 aspek meliputi Pressure from study, Workload, Worry about grades, Self-expectation stress, Despondency. Semakin tinggi nilai stres akadmik yang diperoleh maka semakin tinggi stres akademik yang dialami invididu.

3.3.4 Gender

Gender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku, dengan demikian gender dalam arti ini mendefinisikan laki-laki dan perempuan dari sudut non-biologis. Gender mempengaruhi jenis aplikasi apa yang digunakan dan penyebab individu tersebut mengalami kecanduan Gawai.

3.4. Sampel dan Teknik Sampling

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian mahasiswa di Universitas AKI Semarang dengan karakteristik sampel

(5)

32

semua mahasiswa angkatan tahun 2017 (smester 5), angkatan tahun 2018 (smester 3) dan angkatan tahun 2019 (smester 1) dan dipilih yang tinggal di asrama dengan total 251 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (Sugiyono, 2011). Purposive random sampling yaitu tipe pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan karakteristik atau kriteria dimana peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu.

3.5 Metode Pengumpulan Data 3.5.1. Skala Kecanduan Gawai

Menggunakan Chinese kecanduan gawai Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dari Luk Tzu (2018) Skala kecanduan gawai yang digunakan dalam penelitian ini berisi 5 aspek meliputi daily-life disturbance, withdrawal, cyber space oriented relationship, overuse, and tolerance dan terdiri dari 10 aitem.

(6)

33 Tabel 3.1

Blue Print Kecanduan Gawai (KG)

3.5.2 Skala Kendali Diri

Menggunakan skala kendali diri yang disusun oleh Tangney (2004). Berisi 5 aspek meliputi self-discipline, nonimpulsive action, healthy habits, work ethic, reliability dan terdiri dari 36 aitem.

No Aspek Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable 1 Daily life disturbance 1,2,3

- 3 2 Withdrawal 4,5,6,7 - 4 3 Cyberspace-oriented relationship 8 - 1 4 Overuse 9 - 1 5 Tolerance 10 - 1 TOTAL 10 - 10

(7)

34 Table 3.2

Blue Print Kendali Diri (KD)

No Aspek Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable 1 self-discipline 1,24 2,9,10,17,19, 29,31 9 2 nonimpulsive action 5 4,11,12,20,21 ,25,32,33,34 10 3 healthy habits 13,22,26,2 7,35 6,14 7 4 work ethic 3,8,16,23,28 5 5 Reliability 7,15,18,30 ,36 5 TOTAL 13 23 36

3.5.3. Skala Stres Akademik

Menggunakan Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) yang disusun oleh Sun & Dunne (2011) yang besisi 5 aspek meliputi Pressure from study, Workload, Worry about grades, Self-expectation stress, Despondency dan terdiri dari 16 aitem.

(8)

35 Tabel 3.3

Blue Print Stres Akademik (SA)

No Aspek Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable

1 Pressure from study 1, 2, 3, 4 - 4

2 Workload 5, 6, 7 - 3

3 Worry about grades 8, 9, 10 - 3

4 Self-expectation 11, 12, 13 - 3

5 Study despondency 14, 15, 16 - 3

TOTAL 16 - 16

3.6 Daya Diskriminasi dan Reliabilitas

3.6.1 Daya Diskriminasi dan Reliabilitas Skala Kecanduan Gawai Penelitian ini menggunakan Chinese Kecanduan Gawai Scale – Short Version dari Luk Tzu (2018). Skala ini memiliki 5 aspek meliputi daily-life disturbance, withdrawal, cyber space oriented relationship, overuse, and tolerance. Skala ini terdiri dari 10 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,844.

3.6.2 Daya Diskriminasi dan Reliabilitas Skala Kendali Diri

Penelitian ini menggunakan skala kendali diri yang disusun oleh Tangney (2004). Skala ini memiliki 5 aspek meliputi self-discipline,

(9)

36

nonimpulsive action, healthy habits, work ethic, reliability dan terdiri dari 36 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,890.

3.6.3 Daya Diskriminasi dan Reliabilitas Skala Stres Akademik Penelitian ini menggunakan Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) yang disusun oleh Sun & Dunne (2011) Skala ini memiliki 5 aspek meliputi Pressure from study, Workload, Worry about grades, Self-expectation stress, Despondency dan terdiri dari 16 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,820.

3.6.4 Metode Analisis Data

Menurut Azwar (2015) analisis data adalah cara yang digunakan dalam mengelola dan menganalisis data yang diperoleh sehingga dapat dibuat kesimpulan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik. Teknik data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2011):

𝑟𝑥𝑦=

𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)

√[𝑛 ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2][𝑛 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2]

(10)

37

r : pearson r correlation coefficient n : jumlah sampel

Kegunaan dari korelasi ini adalah untuk menguji dua signifikansi dari dua peubah, mengetahui kuat lemah hubungan, dan mengetahui besar retribusi. Analisis korelasi pearson yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk menjelaskan derajat hubungan antara peubah bebas (independent) dengan peubah terikat (dependent) dengan nilai :-1 ≤ rxy ≤ Adapun kriteria penilaian korelasi menurut

Sugiyono (2011) yaitu :

Tabel 3.4

Kriteria Penilaian Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0.00-0.199 Sangat Rendah

0.20-0.399 Rendah

0.40-0.599 Sedang

0.60-0.799 Kuat

(11)
(12)

Gambar

Gambar 3.1 Identifikasi Model Peubah Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut Bryla-Loney (2008, p17), index adalah sebuah struktur yang memungkinkan kita untuk mengakses data lebih cepat dalam sebuah tabel ketika suatu himpunan bagian

Formulasi minuman dilakukan dengan melakukan variasi komposisi bubuk ekstrak sarang semut (sebagai bahan dasar) dengan bubuk ekstrak jahe merah, kayu manis, dan secang

Dari kenyataan diatas penulis memandang penelitian ini sangat perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan: Pertama, pendidikan karakter di sekolah atau madrasah

- Dasar Hukum Peraturan Daerah ini adalah : Pasal 18 ayat (6) Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang- Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang

Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap nilai erosi dan sedimentasi pada daerah aliran sungai Citanduy dengan data erosivitas hujan, erodibilitas

Dari data output pick-up coil dan data yang terbaca oleh alat ukur medan magnet acuan maka akan terlihat berapa nilai medan magnet dan tegangan pick-up coil

d) Kemudian dengan cara memanggil ke nomor telepon seluler yang ingin ditentukan induksi magnetnya dengan menggunakan telepon seluler lainnya hubungkan Probe Magnetik

Sewaktu masih segar terlihat seperti agar-agar (jelly) basah dan bila dikeringkan menjadi mengkerut. Jamur lebih banyak dijual dalam bentuk kering dan harus