• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERCOBAAN ABUTMENT KACA DAN INITIAL CONDITION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PERCOBAAN ABUTMENT KACA DAN INITIAL CONDITION"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

BAB V

PERCOBAAN ABUTMENT KACA

DAN INITIAL CONDITION

5.1 Percobaan Abutment Kaca

Percobaan dengan abutment kaca ini menggunakan material abutment terbuat dari kaca transparan yang bertujuan untuk mengukur kedalaman gerusan pada abutment terhadap selang waktu tertentu.

(2)

TUGAS AKHIR

Contoh gambar perubahan kedalaman pada abutment 2 (segmen 180° ) pada debit 4 L/dtk

Jam ke-1 Jam ke-2

Jam ke-3 Jam ke-4

Jam ke-5 Jam ke-6

Jam ke-6

(3)

TUGAS AKHIR

Tabel 5.1 Data perubahan kedalaman pada abutment

Debit 4 L/dtk Debit 5 L/dtk Debit 6 L/dtk Debit 7 L/dtk t (menit) h (cm) t (menit) h (cm) t (menit) h (cm) t (menit) h (cm)

0 0 0 0 0 0 0 0 16 3,1 16 4,5 16 5,3 16 6 17 3,2 17 4,6 17 5,4 17 6,1 18 3,3 18 4,7 18 5,5 18 6,2 19 3,4 19 4,8 19 5,6 19 6,3 20 3,5 20 4,9 20 5,7 20 6,4 21 3,6 21 5 21 5,8 21 6,5 22 3,7 22 5,1 22 5,9 22 6,6 23 3,8 23 5,2 23 6 23 6,7 24 3,9 24 5,3 24 6,1 24 6,8 25 3,9 25 5,4 25 6,2 25 6,9 61 5,1 61 6,8 61 8 61 9,7 62 5,1 62 6,8 62 8,1 62 9,7 63 5,1 63 6,8 63 8,2 63 9,7 64 5,1 64 6,8 64 8,3 64 9,8 65 5,2 65 6,8 65 8,3 65 9,8 121 5,4 121 7 121 9 121 9,9 122 5,4 122 7 122 9 122 9,9 123 5,4 123 7 123 9,1 123 9,9 124 5,4 124 7 124 9,1 124 9,9 125 5,5 125 7,1 125 9,1 125 10 181 5,7 181 7,3 181 9,3 181 10,2 182 5,7 182 7,3 182 9,3 182 10,2 183 5,7 183 7,3 183 9,3 183 10,2 184 5,7 184 7,4 184 9,3 184 10,2 185 5,8 185 7,4 185 9,4 185 10,3 241 6 241 7,6 241 9,6 241 10,5 242 6 242 7,6 242 9,6 242 10,6 243 6 243 7,6 243 9,6 243 10,7 244 6 244 7,7 244 9,7 244 10,8 245 6,1 245 7,7 245 9,7 245 10,9 301 6,3 301 7,9 301 9,9 301 11,5 302 6,3 302 7,9 302 9,9 302 11,6 303 6,3 303 8 303 9,9 303 11,6 304 6,3 304 8 304 10 304 11,7 305 6,3 305 8 305 10 305 11,7 361 6,6 361 8,2 361 10,2 361 12,1 362 6,6 362 8,2 362 10,2 362 12,1 363 6,6 363 8,2 363 10,2 363 12,1 364 6,7 364 8,3 364 10,2 364 12,2 365 6,7 365 8,3 365 10,3 365 12,2

Berikut adalah grafik kedalaman gerusan terhadap waktu yang di ukur dengan menggunakan periskop, untuk beberapa debit rencana.

(4)

TUGAS AKHIR

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 K e d a la m a n G e ru s a n (c m ) Waktu (menit)

Kedalaman Gerusan Vs Waktu (Debit 4 L/dtk)

Gambar 5.3 Grafik Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada Debit 4 L/dtk

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 K e d a la m a n G e ru s a n (c m ) Waktu (menit)

Kedalaman Gerusan Vs Waktu (Debit 5 L/dtk)

(5)

TUGAS AKHIR

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 K e d a la m a n G e ru s a n (c m ) Waktu (menit)

Kedalaman Gerusan Vs Waktu (Debit 6 L/dtk)

Gambar 5.5 Grafik Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada Debit 6 L/dtk

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340 360 380 K e d a la m a n G e ru s a n (c m ) Waktu (menit)

Kedalaman Gerusan Vs Waktu (Debit 7 L/dtk)

(6)

TUGAS AKHIR

Dari ke-empat grafik diatas terlihat bahwa perubahan gerusan paling besar terjadi pada satu jam pertama saja. Pada jam berikutnya kedalaman gerusan terlihat cenderung konstan dan tidak memberikan perubahan yang signifikan.

5.1.1 Distribusi Kecepatan

Berikut ini di sajikan data primer kecepatan rata-rata tiap jam yang diambil selama 6 jam dalam beberapa debit rencana.

Tabel 5.2 Data kecepatan rata-rata

Debit 4 L/dtk Debit 5 L/dtk Debit 6 L/dtk Debit 7 L/dtk Jam U rata-rata Jam U rata-rata Jam U rata-rata

Jam U rata-rata 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0,18 1 0,21 1 0,20 1 0,18 2 0,18 2 0,21 2 0,19 2 0,17 3 0,18 3 0,21 3 0,18 3 0,17 4 0,16 4 0,21 4 0,17 4 0,18 5 0,18 5 0,20 5 0,16 5 0,17 6 0,18 6 0,20 6 0,18 6 0,16

Berikut ini di sajikan data distribusi kecepatan rata-rata tiap jam yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan currentmeter, pada beberapa debit rencana.

(7)

TUGAS AKHIR

Gambar 5.7 Grafik Distribusi Kecepatan Rata-Rata untuk Debit 4 L/dtk

(8)

TUGAS AKHIR

Gambar 5.9 Grafik Distribusi Kecepatan Rata-Rata untuk Debit 6 L/dtk

Gambar 5.10 Grafik Distribusi Kecepatan Rata-Rata untuk Debit 7 L/dtk

Dari ke-empat grafik distribusi kecepatan jam-jaman di atas terlihat bahwa distribusi kecepatan terlihat hampir sama untuk tiap jam-nya.

(9)

TUGAS AKHIR

5.2 Percobaan Initial Condition

Percobaan initial condition adalah percobaan yang dilakukan untuk mencari kecepatan awal aliran pada keadaan tidak ada gerusan. Namun dalam keadaan kekasaran dasar saluran yang sama. Jadi dasar saluran dilapisi seng yang ditaburi dengan pasir, dengan menggunakan cat minyak sebagai perekatnya. Nantinya hasil pengukuran kecepatan initial ini di jadikan dasar dalam perhitungan numerik bagi mahasiswa S2.

Gambar 5.11 Dasar Saluran yang Sudah di Lapisi Seng

Berikut ini di sajikan data distribusi kecepatan untuk initial condition yang diperoleh berdasarkan pengukuran dengan currentmeter, pada beberapa debit rencana.

(10)

TUGAS AKHIR

GERUSAN YANG TERJADI DI SEKITAR ABUTMENT BERSAYAP PADA JEMBATAN V-10 Tabel 5.3 Distribusi kecepatan initial condition untuk debit 4 L/dtk

Jarak Melintang (cm) 120 cm 110 cm 100 cm 90 cm 80 cm 80° 85° 90° 95° 100° 50 cm 60 cm 70 cm 80 cm 90 cm 35° 40° 45° 50° 55° 1 0 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 2 5 0,12 0,11 0,15 0,11 0,16 0,11 0,16 0,11 3 10 0,11 0,11 0,14 0,11 0,13 0,15 0,16 0,14 0,11 0,11 0,19 0,22 0,20 0,12 0,22 0,21 0,17 0,11 0,11 0,11 4 15 0,12 0,14 0,14 0,14 0,17 0,16 0,17 0,17 0,15 0,18 0,19 0,24 0,22 0,24 0,25 0,22 0,22 0,21 0,16 0,16 5 20 0,11 0,12 0,11 0,20 0,21 0,17 0,19 0,22 0,21 0,21 0,19 0,23 0,24 0,23 0,23 0,22 0,23 0,23 0,20 0,22 6 25 0,12 0,11 0,12 0,12 0,20 0,17 0,20 0,20 0,19 0,21 0,19 0,22 0,24 0,23 0,25 0,21 0,22 0,23 0,22 0,22 7 30 0,12 0,11 0,12 0,11 0,18 0,18 0,19 0,20 0,21 0,19 0,19 0,21 0,23 0,22 0,24 0,20 0,21 0,23 0,23 0,24 8 35 0,11 0,15 0,13 0,11 0,17 0,16 0,19 0,20 0,18 0,15 0,18 0,20 0,23 0,23 0,24 0,19 0,21 0,23 0,24 0,25 9 40 0,11 0,13 0,12 0,11 0,12 0,15 0,18 0,19 0,17 0,17 0,16 0,19 0,22 0,22 0,19 0,17 0,15 0,21 0,15 0,24 10 45 0,11 0,11 0,11 0,12 0,13 0,11 0,12 0,15 11 50 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,12 0,11 0,13 0,13 0,13 0,15 0,15 0,18 0,19 0,17 0,15 0,16 0,22 0,23 0,21 0,19 0,17 0,20 0,21 0,19 0,17 No. Kecepatan (m/dtk)

Segmen Abutment 1 Segmen Abutment 2 Segmen Abutment 3 Segmen Abutment 4

Rata-Rata

Keterangan :

Abutment 1 : Bagian Lurus I pada titik 100 cm Abutment 2 : Bagian Menikung I pada sudut 90°

Abutment 3 : Bagian Lurus II pada titik 70 cm Abutment 4 : Bagian Menikung II pada sudut 45°

(11)

TUGAS AKHIR

Tabel 5.4 Distribusi kecepatan initial condition untuk debit 5 L/dtk

Jarak Melintang (cm) 120 cm 110 cm 100 cm 90 cm 80 cm 80° 85° 90° 95° 100° 50 cm 60 cm 70 cm 80 cm 90 cm 35° 40° 45° 50° 55° 1 0 0,11 0,11 0,11 0,13 0,11 0,11 0,11 0,11 2 5 0,16 0,11 0,14 0,11 0,13 0,11 0,16 0,11 3 10 0,17 0,24 0,15 0,13 0,13 0,15 0,16 0,12 0,15 0,11 0,16 0,28 0,27 0,22 0,19 0,20 0,23 0,16 0,11 0,11 4 15 0,20 0,24 0,23 0,16 0,19 0,15 0,18 0,14 0,17 0,17 0,17 0,28 0,23 0,26 0,27 0,19 0,26 0,25 0,18 0,15 5 20 0,21 0,23 0,24 0,24 0,23 0,16 0,20 0,21 0,22 0,21 0,18 0,29 0,27 0,27 0,28 0,21 0,25 0,26 0,24 0,22 6 25 0,21 0,23 0,23 0,24 0,23 0,17 0,20 0,21 0,21 0,22 0,19 0,28 0,26 0,26 0,25 0,20 0,25 0,26 0,25 0,23 7 30 0,19 0,21 0,21 0,23 0,21 0,17 0,21 0,22 0,20 0,23 0,18 0,26 0,25 0,26 0,25 0,19 0,24 0,25 0,25 0,25 8 35 0,17 0,20 0,20 0,21 0,16 0,17 0,21 0,21 0,20 0,22 0,17 0,26 0,26 0,24 0,24 0,17 0,24 0,26 0,23 0,24 9 40 0,14 0,19 0,19 0,19 0,18 0,16 0,17 0,20 0,20 0,22 0,16 0,25 0,24 0,12 0,18 0,16 0,24 0,25 0,25 0,25 10 45 0,11 0,14 0,14 0,14 0,12 0,11 0,13 0,18 11 50 0,11 0,11 0,11 0,12 0,11 0,11 0,11 0,11 0,16 0,22 0,21 0,20 0,16 0,15 0,19 0,19 0,19 0,17 0,15 0,27 0,25 0,23 0,19 0,17 0,24 0,24 0,21 0,18 No. Kecepatan (m/dtk)

Segmen Abutment 1 Segmen Abutment 3 Segmen Abutment 4

Rata-Rata

Keterangan :

Abutment 1 : Bagian Lurus I pada titik 100 cm Abutment 2 : Bagian Menikung I pada sudut 90°

Abutment 3 : Bagian Lurus II pada titik 70 cm Abutment 4 : Bagian Menikung II pada sudut 45°

(12)

TUGAS AKHIR

GERUSAN YANG TERJADI DI SEKITAR ABUTMENT BERSAYAP PADA JEMBATAN V-12 Tabel 5.5 Distribusi kecepatan initial condition untuk debit 6 L/dtk

Jarak Melintang (cm) 120 cm 110 cm 100 cm 90 cm 80 cm 80° 85° 90° 95° 100° 50 cm 60 cm 70 cm 80 cm 90 cm 35° 40° 45° 50° 55° 1 0 0,11 0,11 0,11 0,11 0,12 0,11 0,11 0,11 2 5 0,11 0,11 0,13 0,11 0,14 0,11 0,17 0,11 3 10 0,11 0,12 0,13 0,11 0,12 0,15 0,19 0,16 0,14 0,14 0,16 0,28 0,26 0,18 0,21 0,20 0,23 0,22 0,11 0,11 4 15 0,11 0,12 0,13 0,11 0,12 0,18 0,20 0,23 0,17 0,21 0,17 0,26 0,26 0,25 0,27 0,22 0,28 0,26 0,24 0,17 5 20 0,11 0,13 0,12 0,11 0,11 0,18 0,24 0,25 0,24 0,24 0,19 0,25 0,27 0,29 0,25 0,22 0,29 0,29 0,27 0,25 6 25 0,11 0,15 0,13 0,11 0,12 0,19 0,22 0,23 0,24 0,23 0,18 0,25 0,26 0,28 0,27 0,22 0,28 0,26 0,27 0,26 7 30 0,11 0,17 0,16 0,12 0,11 0,16 0,23 0,23 0,23 0,23 0,21 0,25 0,26 0,28 0,25 0,20 0,26 0,25 0,27 0,25 8 35 0,11 0,16 0,13 0,12 0,11 0,17 0,22 0,23 0,24 0,24 0,19 0,24 0,23 0,22 0,24 0,19 0,26 0,26 0,27 0,25 9 40 0,11 0,13 0,11 0,11 0,11 0,16 0,23 0,19 0,14 0,19 0,16 0,26 0,20 0,12 0,21 0,17 0,26 0,27 0,15 0,23 10 45 0,11 0,11 0,13 0,11 0,12 0,12 0,12 0,15 11 50 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,14 0,13 0,11 0,11 0,15 0,22 0,22 0,20 0,17 0,16 0,25 0,25 0,23 0,19 0,17 0,26 0,26 0,22 0,18 No. Kecepatan (m/dtk)

Segmen Abutment 1 Segmen Abutment 2 Segmen Abutment 3 Segmen Abutment 4

Rata-Rata

Keterangan :

Abutment 1 : Bagian Lurus I pada titik 100 cm Abutment 2 : Bagian Menikung I pada sudut 90°

Abutment 3 : Bagian Lurus II pada titik 70 cm Abutment 4 : Bagian Menikung II pada sudut 45°

(13)

TUGAS AKHIR

Tabel 5.6 Distribusi kecepatan initial condition untuk debit 7 L/dtk

Jarak Melintang (cm) 120 cm 110 cm 100 cm 90 cm 80 cm 80° 85° 90° 95° 100° 50 cm 60 cm 70 cm 80 cm 90 cm 35° 40° 45° 50° 55° 1 0 0,11 0,11 0,12 0,11 0,13 0,11 0,11 0,11 2 5 0,11 0,11 0,14 0,12 0,16 0,11 0,16 0,11 3 10 0,11 0,11 0,11 0,14 0,11 0,16 0,23 0,17 0,13 0,16 0,17 0,16 0,17 0,11 0,18 0,21 0,19 0,22 0,11 0,11 4 15 0,11 0,11 0,12 0,14 0,14 0,17 0,22 0,23 0,17 0,22 0,18 0,11 0,26 0,25 0,27 0,22 0,24 0,21 0,16 0,14 5 20 0,11 0,11 0,12 0,12 0,14 0,16 0,21 0,22 0,19 0,21 0,21 0,11 0,20 0,29 0,25 0,23 0,22 0,25 0,24 0,21 6 25 0,11 0,11 0,13 0,12 0,12 0,17 0,22 0,23 0,20 0,20 0,21 0,11 0,27 0,25 0,27 0,22 0,22 0,25 0,27 0,24 7 30 0,11 0,11 0,13 0,11 0,14 0,16 0,21 0,22 0,20 0,22 0,19 0,12 0,25 0,23 0,27 0,20 0,24 0,23 0,23 0,26 8 35 0,12 0,11 0,11 0,11 0,13 0,15 0,22 0,23 0,20 0,20 0,20 0,16 0,27 0,23 0,23 0,17 0,25 0,24 0,19 0,25 9 40 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,15 0,22 0,20 0,13 0,15 0,17 0,17 0,25 0,12 0,13 0,16 0,22 0,21 0,11 0,21 10 45 0,11 0,11 0,13 0,11 0,12 0,11 0,14 0,12 11 50 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,12 0,12 0,12 0,15 0,22 0,21 0,17 0,16 0,17 0,14 0,24 0,21 0,18 0,18 0,23 0,23 0,19 0,17 Rata-Rata No. Kecepatan (m/dtk)

Segmen Abutment 1 Segmen Abutment 2 Segmen Abutment 3 Segmen Abutment 4

Keterangan :

Abutment 1 : Bagian Lurus I pada titik 100 cm Abutment 2 : Bagian Menikung I pada sudut 90°

Abutment 3 : Bagian Lurus II pada titik 70 cm Abutment 4 : Bagian Menikung II pada sudut 45°

(14)

TUGAS AKHIR

Berikut ini disajikan grafik hasil distribusi kecepatan untuk initial condition dan runing condition untuk tiap segmen abutment.

Gambar 5.12 Grafik Distribusi Kecepatan pada Abutment 1 (initial condition)

(15)

TUGAS AKHIR

Gambar 5.14 Grafik Distribusi Kecepatan pada Abutment 2 (initial condition)

(16)

TUGAS AKHIR

Gambar 5.16 Grafik Distribusi Kecepatan pada Abutment 3 (initial condition)

(17)

TUGAS AKHIR

Gambar 5.18 Grafik Distribusi Kecepatan pada Abutment 4 (initial condition)

Gambar 5.19 Grafik Distribusi Kecepatan pada Abutment 4 (runing condition)

Kalau kita melihat secara garis besar pada grafik distribusi kecepatan antara keadaan tergerus (runing condition) dan keadaan tidak tergerus, maka kecepatan aliran waktu dasar saluran mengalami gerusan lebih besar daripada pada saat initial condition, keadaan dimana dasar saluran tidak tergerus. Walaupun perbedaan kecepatan kedua kondisi tersebut tidak terlalu mencolok.

Gambar

Gambar 5.1 Abutment Kaca pada Segmen 180°  yang di Lengkapi dengan Periskop
Gambar 5.2 Perubahan Kedalaman pada Abutment 2 ( segmen 180°  ) untuk Debit 4 L/dtk
Gambar 5.4 Grafik Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada Debit 5 L/dtk
Gambar 5.5 Grafik Kedalaman Gerusan terhadap Waktu pada Debit 6 L/dtk
+7

Referensi

Dokumen terkait

Diambil

Dari hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dari 12 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman, keyakinan, pengetahuan, sikap, jarak,

Delay dari kedua codec ini tidak jauh berbeda dengan delay pada sisi uplink sebelumnya karena paket yang terlambat sampai ke server akan mengalami keterlambatan

Berdasarkan persepsi siswa di sekolah yang dipandang paling nyaman dari delapan SMAN di Kota Denpasar adalah SMAN 3 Denpasar sebesar 62,85%

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi dengan judul

d .identify the various settings in which they hear music and the various resources that are used to produce music during a typical week; explain why the particular type of music

1) Untuk cabang Jabodetabek, bengkel mengirim dokumen pembayaran lengkap langsung ke kasir PT. Asuransi Sinarmas Kantor Pusat. 2) Untuk cabang Non Jabodetabek, bengkel

21 Wawancara akan dilakukan dengan kepala sekolah SDN 2 Babadan, guru kelas 1 SDN 2 Babadan, siswa kelas 1 SDN 2 Babadan, orang tua atau wali murid siswa, serta psikoog