• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BATAM DESEMBER 2016 INFLASI 0,26 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BATAM DESEMBER 2016 INFLASI 0,26 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 1 No. 01/01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI

KOTA BATAM DESEMBER 2016 INFLASI 0,26 PERSEN

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam, Tanjungpinang, dan Nasional Desember 2015 s.d Desember 2016

Pada bulan Desember 2016 di Kota Batam terjadi inflasi sebesar 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,96. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 21 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sbesar 2,25 persen dan inflasi terendah di Kota Tembilahan dan Kota Padang Sidempuan sebesar 0,02 persen. Sebaliknya, deflasi terjadi di Kota Bukit Tinggi 0,57 persen dan di Kota Bungo 0,11 persen.

Inflasi di Kota Batam disebabkan naiknya indeks pada empat kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,93 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,85 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,71 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,30 persen. Sebaliknya ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok kesehatan 1,30 persen; kelompok sandang 0,58 persen; dan kelompok bahan makanan 0,45 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2016 s.d Desember 2016) sebesar 3,61 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 3,61 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 2 Pada bulan Desember 2016 di Kota Batam terjadi perubahan harga pada 133 komoditi kebutuhan masyarakat. Sebanyak 79 komoditi/jasa mengalami kenaikan harga/tarif, antara lain: angkutan udara, rokok putih, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, kentang, sawi hijau, ketupat/lontong sayur, rokok kretek filter, wortel, buku tulis bergaris, televisi berwarna, bawang putih, bubur, kol putih, dan bensin. Sebaliknya, 54 komoditi lainnya justru mengalami penurunan harga/tarif, antara lain: cabai merah, bayam, obat dengan resep, emas perhiasan, kangkung, sotong, kacang panjang, sabun detergen, selar, anggur, beras, tomat sayur, AC, gula pasir, terong panjang, dan daging ayam ras

Tabel 1. Inflasi 23 Kota IHK di Sumatera dan Nasional (%) Desember 2016

Kota IHK

Desember Year on Year

2015 2016 2015* 2016** (1) (2) (3) (4) (5) 1. Meulaboh 2. Banda Aceh 3. Lhokseumawe 4. Sibolga 5. Pematang Siantar 6. Medan 7. Padang Sidempuan 8. Padang 9. Bukit Tinggi 10. Tembilahan 11. Pekanbaru 12. Dumai 13. Bungo 14. Jambi 15. Palembang 16. Lubuk Linggau 17. Bengkulu 18. Bandar Lampung 19. Metro 20. Tanjung Pandan 21. Pangkal Pinang 22. Batam 23. Tanjungpinang Nasional 0,49 0,54 1,31 2,12 1,78 1,37 1,43 1,79 1,80 0,77 1,24 0,39 1,43 0,91 1,12 1,41 0,79 1,17 0,87 1,23 1,56 0,99 0,86 0,96 0,31 0,71 2,25 0,29 0,54 0,16 0,02 0,07 -0,57 0,02 0,27 0,07 -0,11 0,36 0,67 0,11 0,14 0,70 0,13 0,90 1,95 0,26 0,21 0,42 0,58 1,27 2,44 3,34 3,36 3,32 1,66 0,85 2,79 2,06 2,71 2,63 1,29 1,37 3,05 3,47 3,25 4,65 2,67 0,88 4,66 4,73 2,46 3,35 3,77 3,13 5,60 7,39 4,76 6,60 4,28 5,02 3,93 2,58 4,19 3,98 3,11 4,54 3,68 2,74 5,00 2,75 2,92 4,92 7,78 3,61 3,06 3,02 Ket : *) Desember 2015 terhadap Desember 2014

(3)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 3 Perubahan 133 komoditas/jasa kebutuhan masyarakat mengakibatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada Desember 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen atau naik dari 126,63 menjadi 126,96.

Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 21 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe 2,25 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan serta Kota Padang Sidempuan sebesar 0,02 persen. Sebaliknya deflasi terjadi di Kota Bukit Tinggi sebesar 0,57 persen dan di Kota Bungo sebesar 0,11 persen. Kota Batam menduduki peringkat ke 12 dari 21 Kota yang mengalami inflasi di 23 Kota IHK sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 82 kota IHK di Indonesia, secara nasional ada 78 kota yang mengalami inflasi dan 4 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 2,25 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan serta Kota Padang Sidempuan sebesar 0,02 persen. Sebaliknya deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,52 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,09 persen. Dari 82 Kota IHK di Indonesia, Kota Batam menduduki posisi ke 59 dari 78 kota yang mengalami inflasi.

Laju inflasi 'year on year' (Desember 2016 dibanding Desember 2015) di Kota Batam tercatat sebesar 3,61 persen lebih rendah dibanding tingkat inflasi periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 4,73 persen.

Tabel 2: IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Desember 2016 Kelompok Pengeluaran Indeks Desember 2016 Inflasi Desember 2016 Andil Inflasi [1] [2] [3] [4] U m u m 1. Bahan Makanan

2. Makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 3. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, rekreasi dan olah raga 7. Transpor, komunikasi dan jasa keuangan

126,96 138,10 126,68 117,45 108,81 120,26 115,95 140,01 0,26 -0,45 0,93 0,30 -0,58 -1,30 0,71 0,85 0,26 -0,10 0,14 0,07 -0,03 -0,05 0,05 0,18

(4)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 4

Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran

Inflasi di Kota Batam disebabkan naiknya indeks pada empat kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,93 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,85 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,71 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,30 persen. Sebaliknya ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok kesehatan 1,30 persen; kelompok sandang 0,58 persen; dan kelompok bahan makanan 0,45 persen.

1. Kelompok Bahan Makanan

Pada Desember 2016 ini kelompok bahan makanan di Kota Batam mengalami penurunan indeks sebesar 0,45 persen, yaitu dari 138,73 pada November 2016 menjadi 138,10 pada bulan ini.

Penurunan harga pada bulan Desember 2016 di Kota Batam ini disebabkan penurunan indeks di lima subkelompok pengeluaran, yaitu: subkelompok bumbu-bumbuan 4,25 persen; subkelompok ikan segar 1,24 persen; subkelompok sayuran 0,96 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasil-hasilnya 0,49 persen; serta subkelompok kacang-kacangan 0,37 persen. Sebaliknya lima subkelompok lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu: subkelompok lemak dan minyak 3,34 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 2,34 persen; subkelompok buah-buhan 1,14 persen; subkelompok ikan diawetkan 0,09 persen; serta subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,04 persen. Sedangkan satu subkelompok yaitu bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Dengan penurunan indeks sebesar 0,45 persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan telah menghambat terjadinya inflasi di Kota Batam pada Desember 2016 dengan memberikan andil sebesar -0,10 persen.

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau untuk Kota Batam mengalami kenaikan indeks pada bulan ini sebesar 0,93 persen atau naik dari 125,51 pada November 2016 menjadi 126,68 pada bulan Desember 2016.

(5)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 5 Dari tiga subkelompok yang menyusun kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan ini tercatat dua subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,61 persen dan subkelompok makanan jadi 0,54 persen. Sebaliknya subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami penurunan indeks sebesar 0,13 persen.

Dengan terjadinya kenaikan indeks harga sebesar 0,93 persen berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini telah mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam dengan memberikan andil sebesar 0,14 persen.

3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Pada bulan ini di Kota Batam, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks sebesar 0,30 persen atau naik dari 117,10 pada bulan sebelumnya menjadi 117,45 pada bulan ini.

Dari empat subkelompok yang menyusun kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, tercatat dua subkelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu subkelompok perlengkapan rumah tangga 4,78 persen serta subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air 0,09 persen. Sebaliknya subkelompok penyelenggaraan rumah tangga turun indeksnya sebesar 0,68 persen. Sedangkan, biaya tempat tinggal tidak mengalami perubahan indeks.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,30 persen berarti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan ini telah mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam Desember 2016 dengan memberi andil 0,07 persen.

4. Kelompok Sandang

Pada Desember 2016 ini di Kota Batam pada kelompok sandang mengalami penurunan indeks 0,58 persen. Subkelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 3,11 persen. Sebaliknya tiga subkelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: subkelompok sandang wanita 0,64 persen; sandang anak-anak 0,36 persen; dan sandang laki-laki 0,11 persen.

Dengan penurunan indeks sebesar 0,58 persen, kelompok sandang pada bulan Desember 2016 menghambat terjadinya inflasi di Kota Batam dengan memberikan andil -0,03 persen.

(6)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 6

5. Kelompok Kesehatan

Pada bulan ini kelompok kesehatan di Kota Batam tercatat mengalami penurunan indeks sebesar 1,30 persen. Penurunan indeks pada kelompok kesehatan disebabkan turunnya indeks pada subkelompok obat-obatan sebesar 9,23 persen. Sebaliknya, subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik mengalami kenaikan indeks 0,59 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks.

Dengan penurunan indeks harga sebesar 1,30 persen berarti kelompok kesehatan telah menghambat terjadinya inflasi di Kota Batam pada Desember 2016 dengan memberikan andil -0,05 persen.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Pada bulan ini di Kota Batam kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tercatat mengalami kenaikan indeks sebesar 0,71 persen. Dimana dari lima subkelompok pembentuk kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tercatat tiga subkelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks,yaitu: subkelompok olahraga 4,82 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 3,15 persen dan subkelompok rekreasi 1,11 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok pendidikan dan subkelompok kursus-kursus/pelatihan.

Kenaikan indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam dengan andil 0,05 persen.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kota Batam untuk kelompok pengeluaran transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,85 persen atau dari 138,83 di Bulan November 2016 menjadi 140,01 di Desember 2016. Kenaikan indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan disebabkan oleh naiknya indeks subkelompok transpor 1,15 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman, subkelompok sarana dan penunjang transpor, serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Kenaikan indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam dengan memberikan andil sebesar 0,18 persen

(7)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 7 Tabel 3: Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota di Indonesia Bulan Desember 2016

(Tahun 2012 = 100)

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 1. Meulaboh 2. Banda aceh 3. Lhokseumawe 4. Sibolga 5. Pematang siantar 6. Medan 7. Padang Sidempuan 8. Padang 9. Bukit Tinggi 10. Tembilahan 11. Pekanbaru 12. Dumai 13. Bungo 14. Jambi 15. Palembang 16. Lubuk Linggau 17. Bengkulu 18. Bandar lampung 19. Metro 20. Tanjung Pandan 21. Pangkal Pinang 22. Batam 23. Tanjungpinang 24. DKI Jakarta 25. Bogor 26. Sukabumi 27. Bandung 28. Cirebon 29. Bekasi 30. Depok 31. Tasikmalaya 32. Cilacap 33. Purwokerto 34. Kudus 35. Surakarta 36. Semarang 37. Tegal 38. Yogyakarta 39. Jember 40. Banyuwangi 41. Sumenep 42. Kediri 43. Malang 125,83 119,94 124,94 132,51 132,07 132,93 125,36 133,48 126,29 129,89 127,95 127,63 124,35 127,21 124,96 123,81 135,03 127,31 134,08 134,23 133,40 126,96 126,01 126,27 126,07 125,09 125,28 121,16 123,07 124,35 124,43 127,81 123,23 131,20 122,41 124,59 122,49 123,21 122,56 122,50 123,01 122,56 126,35 0,31 0,71 2,25 0,29 0,54 0,16 0,02 0,07 -0,57 0,02 0,27 0,07 -0,11 0,36 0,67 0,11 0,14 0,70 0,13 0,90 1,95 0,26 0,21 0,27 0,16 0,45 0,63 0,06 0,27 0,18 0,48 0,09 0,37 0,30 0,30 0,20 -0,09 0,35 0,93 0,47 0,53 0,36 0,58

(8)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 8

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 44. Probolinggo 45. Madiun 46. Surabaya 47. Tangerang 48. Cilegon 49. Serang 50. Singaraja 51. Denpasar 52. Mataram 53. Bima 54. Maumere 55. Kupang 56. Pontianak 57. Singkawang 58. Sampit 59. Palangka Raya 60. Tanjung 61. Banjarmasin 62. Balikpapan 63. Samarinda 64. Tarakan 65. Manado 66. Palu 67. Bulukumba 68. Watampone 69. Makassar 70. Pare-pare 71. Palopo 72. Kendari 73. Bau-bau 74. Gorontalo 75. Mamuju 76. Ambon 77 Tual 78 Ternate 79 Manokwari 80 Sorong 81 Merauke 82 Jayapura Nasional 123,08 122,74 125,77 133,61 130,99 133,02 135,10 123,10 124,29 129,11 121,86 129,07 134,80 125,54 126,99 123,35 127,47 126,28 131,58 128,83 136,60 125,64 127,09 130,24 120,27 126,44 122,09 123,78 121,68 128,87 121,78 125,52 125,85 140,13 130,27 122,35 126,84 132,12 128,65 126,71 0,38 0,45 0,56 0,66 0,94 0,12 0,63 0,69 0,75 0,26 1,65 1,96 0,93 0,83 1,30 1,28 1,02 0,82 1,26 0,87 0,41 -1,52 1,15 0,30 0,24 0,29 0,53 0,27 0,13 0,59 0,47 0,98 0,53 1,70 0,32 1,18 0,45 0,24 1,76 0,42

(9)

Berita Resmi Statistik No./01/2171/Th.V, 3 Januari 2017 9

Tabel 4: Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam Bulan November 2016 dan Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK

November 2016 % Perub thd Oktober 2016 IHK Desember 2016 % Perub thd November 2016 (1) (4) (5) (4) (5) UMUM I. BAHAN MAKANAN

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya Daging dan Hasil-hasilnya

Ikan segar Ikan diawetkan

Telur, susu dan hasil-hasilnya Sayuran

Kacang-kacangan Buah-buahan Bumbu-bumbuan Lemak dan minyak Bahan makanan lainnya

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU

Makanan jadi

Minuman yang tidak beralkohol Tembakau dan minuman beralkohol

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR

Biaya tempat tinggal

Bahan bakar, penerangan dan air Perlengkapan rumah tangga Penyelenggaraan rumah tangga

IV. SANDANG

Sandang laki-laki Sandang wanita Sandang anak-anak

Sandang pribadi dan sandang lainnya

V. KESEHATAN

Jasa kesehatan Obat-obatan

Jasa Perawatan jasmani

Perawatan jasmani dan kosmetik

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA

Jasa pendidikan

Kursus-kursus/Pelatihan

Perlengkapan / peralatan pendidikan Rekreasi

Olah raga

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN

Transpor

Komunikasi dan pengiriman Sarana dan penunjang transport Jasa keuangan 126,63 138,73 145,87 115,24 120,89 117,10 113,72 189,75 116,92 125,99 221,59 113,23 107,93 125,51 118,89 114,92 155,41 117,10 117,74 114,58 112,44 122,10 109,44 110,94 107,56 110,26 108,86 121,84 145,50 108,55 107,75 112,59 115,13 125,27 102,52 104,22 106,07 109,85 138,83 156,14 104,28 109,62 114,67 0,96 4,45 -0,56 -0,33 0,73 0,00 -2,35 25,16 0,00 1,96 14,39 -0,94 0,00 0,03 0,11 -0,41 0,19 -0,03 -0,03 0,00 -0,22 -0,07 0,04 0,00 0,00 0,02 0,12 0,02 0,00 0,00 0,00 0,05 -0,03 0,00 0,00 0,00 -0,13 0,00 -0,01 -0,01 0,00 0,00 0,00 126,96 138,10 145,15 115,29 119,39 117,20 116,38 187,92 116,49 127,42 212,17 117,01 107,93 126,68 119,53 114,77 159,46 117,45 117,74 114,68 117,81 121,27 108,81 111,06 108,25 110,66 105,47 120,26 145,50 98,53 107,75 113,25 115,95 125,27 102,52 107,50 107,25 115,14 140,01 157,94 104,28 109,62 114,67 0,26 -0,45 -0,49 0,04 -1,24 0,09 2,34 -0,96 -0,37 1,14 -4,25 3,34 0,00 0,93 0,54 -0,13 2,61 0,30 0,00 0,09 4,78 -0,68 -0,58 0,11 0,64 0,36 -3,11 -1,30 0,00 -9,23 0,00 0,59 0,71 0,00 0,00 3,15 1,11 4,82 0,85 1,15 0,00 0,00 0,00

Gambar

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam, Tanjungpinang, dan Nasional  Desember 2015 s.d Desember 2016

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan pemikiran yang dikemukakan oleh Soekarno, maka yang menjadi tujuan dari penulisan ini ialah melihat hal-hal yang telah dilakukan oleh Soekarno

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk

Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciomas memiliki tujuan yakni melaksanakan sebagian tugas pokok pemerintahan dalam bidang agama, dimana kantor tersebut berhadapan

Khusus untuk unit program studi, Evaluasi kinerja program studi untuk periode Audit Mutu Internal 2012/2013 ‐ 2014/2015 mengalami satu perubahan yang

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dibahas pada bab IV dan V di atas, maka dapat disimpulkan bahawa kemampuan siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 2

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh simpulan sebagai berikut: telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi

Tab Formulas , berisi tombol-tombol perintah untuk menyisipkan fungsi- fungsi yang terdapat dalam MS-Excel.. Tab Data, berisi tombol-tombol perintah untuk pengolahan

Game edukasi merupakan salah satu contoh yang dapat menjadi media peraga digital untuk membantu kegiatan sekolah minggu dalam proses belajar dan mengajar.. Game