commit to user 5 BAB II
LANDASAN TEORI 1.8 Makhorijul Huruf
Makhroj berarti „tempat keluar‟. Jadi makhroj huruf berarti „tempat keluarnya khuruf‟. Kata makhroj, kadang-kadang ditulis dalam bentuk jamak menjadi „makhorij‟ yang berarti „tempat-tempat keluar‟. Jadi makhorijul huruf berarti „tempat-tempat keluarnya huruf‟.
Untuk membantu akurasi pengucapan huruf, ulama qiro‟at menuangkan pengucapan huruf-huruf Al Qur‟an dalam bentuk tulisan. Bahkan ditambahkan dengan ilustrasi gambar supaya semakin mempertajam pembahasan. Dengan mengetahui makhroj huruf dan dibantu dengan latihan secara terus-menerus dalam mengucapkannya, maka akan dapat memperlancar lidah dalam mengucapkan huruf secara baik dan benar.
Materi „makhroj khuruf‟ dibahas khusus dalam pelajaran tajwid dengan tujuan agar suara huruf-huruf Al Qur‟an menjadi standar. Dengan standarisasi makhroj huruf ini, seharusnya suara bacaan Al Qur‟an menjadi sama, sekalipun dibacakan oleh lidah orang yang berbeda-beda. Yang lebih penting lagi dari pembahasan makhroj huruf ini, adalah supaya suara bacaan Al Qur‟an terjaga kemurniannya tanpa terpengaruh oleh dialek lainnya (Anonim, 2013).
Secara global makhraj huruf ada lima tempat : a. Rongga
b. Tenggorokan c. Lidah
d. Dua bibir
commit to user
Sedangkan secara terperinci berjumlah tujuh belas, yaitu :
a. Yang keluar dari rongga mulut adalah huruf-huruf mad, yakni : 1. و ُ Pengucapannya dengan memonyongkan dua bibir
ي ُ Pengucapannya dengan menurunkan bibir bagian bawah ا َُ Pengucapannya dengan membuka mulut
b. Yang keluar dari tenggorokan adalah huruf-huruf : 2. ھ- ء Keluar dari tenggorokan bawah
3. ح- ع Keluar dari tenggorokan tengah 4. خ- غ Keluar dari tenggorokan atas
Untuk lebih jelasnya, huruf-huruf yang dikeluarkan dari tenggorokan dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut ini :
Gambar 2.1 Makhorijul Huruf Tenggorokan c. Huruf-huruf yang keluar dari lidah sebagai berikut :
ق – ك – ي – ش – ج – ع – ر ن – ل – ط – د – خ – ظ – ر – ز – ص – س – ز
5. ق Keluar dari pangkal lidah (dekat tenggorokan) dengan mengangkatnya ke atas langit-langit
commit to user
Untuk lebih jelasnya, makhorijul huruf ق dan ك dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini :
Gambar 2.2 Makhorijul Huruf Pangkal Lidah
7. ج– ش– ي Keluar dari tengah lidah bertemu dengan langit-langit. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.3 berikut ini :
Gambar 2.3 Makhorijul Huruf Tengah Lidah
8. ع Keluar dari dua sisi lidah atau salah satunya bertemu dengan gigi geraham. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut ini :
Gambar 2.4 Makhorijul Huruf Sisi Lidah
9. ل Keluarnya dengan menggerakkan semua lidah dan bertemu dengan ujung langit-langit. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.5 berikut ini :
commit to user
10. ن Keluarnya dari ujung lidah di bawah makhraj huruf ل. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.6 berikut ini :
Gambar 2.6 Makhorijul Huruf Ujung Lidah
11. ر Keluarnya dari ujung lidah, hampir sama seperti dengan memasukkan punggung lidah. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.7 berikut ini :
Gambar 2.7 Makhorijul Huruf Punggung Lidah
12. خ– د– ط Keluar dari ujung lidah yang bertemu dengan gigi bagian atas. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.8 berikut ini :
Gambar 2.8 Makhorijul Huruf Ujung Lidah
13. ز– ر– ظ Keluar dari ujung lidah. Ujung lidah keluar sedikit dan bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.9 berikut ini :
commit to user
14. ز- س– ص Keluar dari ujung lidah yang hampir bertemu dengan gigi depan bagian bawah. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.10 berikut ini :
Gambar 2.10 Makhorijul Huruf Ujung Lidah d. Keluar dari bibir
15. ف Keluar dari bibir bawah bagian dalam yang bertemu dengan ujung gigi seri atas. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.11 berikut ini :
Gambar 2.11 Makhorijul Huruf Bibir
16. و– ب– م Huruf Mim dan Ba keluar dari dua bibir yang dirapatkan, sedangkan Wawu dengan memonyongkan bibir. Letak makhorijul hurufnya dapat dilihat pada gambar 2.12 berikut ini :
Gambar 2.12 Makhorijul Huruf Bibir
e. Yang keluar dari rongga hidung adalah huruf-huruf ghunnah (dengung)
17. Terdapat pada tujuh tempat berikut : a) Ghunnah Musyaddadah
b) Idgham Bighunnah
commit to user d) Idgham Mitslain
e) Iqlab
f) Ikhfa Haqiqy
g) Ikhfa Syafawy (Rauf, 2011:33).
1.9 Sifatul Huruf
Tujuan mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar huruf yang keluar dari mulut kita semakin sesuai dengan keaslian huruf-huruf Al Qur‟an itu sendiri. Huruf yang sudah tepat makhrajnya belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga sudah sesuai dengan sifat aslinya.
Ketika seseorang mensukunkan huruf pada suatu lafadz, boleh jadi lidahnya sudah tepat pada posisinya, namun belum dikatakan benar sehingga ia mengucapkannya sesuai dengan sifatnya. Contoh pengucapan Masjid baru sesuai dengan sifatnya apabila huruf Dal sudah di-Qalqalah-kan (Rauf, 2011:43).
Sifat-sifat huruf dalam Al Qur‟an terbagi menjadi dua, yaitu : a. Sifat-sifat Huruf Memiliki Lawan
b. Sifat-sifat Huruf Tidak Memiliki Lawan
1.10 Metode Al-Bayan
Metode Al-Bayan ini ditulis oleh ibu Dra. Sarotun berdasarkan pengalaman beliau dalam mengikuti program tahsin Qur‟an pada lembaga Tahfidz Adz-Dzikra Semarang, dan selanjutnya ikut mengembangkannya. Dalam prakteknya, beliau banyak menemukan kendala ketika berhadapan dengan peserta yang kemampuan bacanya masih terbata-bata. Yang mana peserta tidak bisa langsung menggunakan panduan yang ada (menggunakan Pedoman Dauroh Al Qur‟an, ustadz Abdul Aziz Abdur Ra‟uf, LC. Al-Hafidz)
Sudah banyak metode baca dan tahsin Qur‟an yang disusun, tetapi metode Al-Bayan ini disusun berbeda dengan metode-metode yang telah ada, perbedaannya adalah :
1. Model penulisan dan pembelajarannya dengan pendekatan makhorijul huruf (tempat keluar huruf), tidak berdasarkan huruf hijaiyah (metode
commit to user
Iqro‟), sehingga akan memudahkan siswa untuk mempelajarinya, karena mempelajari huruf-huruf yang sama tempat keluarnya.
2. Disusun berdasarkan kedekatan bacaan-bacaan, sehingga memudahkan siswa/santri untuk mempraktekkan sesuai dengan hukum tajwid.
3. Penyusunannya dimulai dengan huruf-huruf yang lebih mudah untuk dipelajari, sehingga siswa/santri akan termotivasi untuk semangat belajar. 4. Penulisan hurufnya menggunakan khot utsmani sehingga sejak awal
siswa/santri dibiasakan dengan Al Qur‟an standar, dan ini akan memudahkan dia nantinya membaca Al Qur‟an (Sarotun, 2011:1).
1.11 Adobe Flash CS5
Adobe Flash merupakan aplikasi multiguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan. Dengan berbagai fitur canggih yang ada di dalamnya, menggambar, membuat animasi, hingga membuat berbagai jenis permainan yang luar biasa.
Program ini memiliki fitur yang memungkinkan Anda membuat animasi yang lebih baik dan menarik. Dalam Flash terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing, dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Dengan berbagai fitur tersebut, kita dapat dengan mudah menyusun kerangka game dan menjalankannya dengan kode script. Game yang nantinya akan Anda buat merupakan game yang bernuansa edukasi dengan tampilan yang menarik. Anda dapat menerapkan nilai-nilai pengetahuan pada game disertai dengan nilai pengukurannya (Anonim : 2012).
Dalam perkembangannya, Adobe Flash CS 5 merupakan versi terbaru dari Adobe Flash. Dengan tambahan fitur-fitur baru semakin memudahkan untuk menganimasikan objek-objek yang anda buat. Adobe Flash CS 5 memperkenalkan fitur-fitur baru seperti :
a. Text Layout Framework Text (TLF Text)
TLF Text ini merupakan fasilitas terbaru yang dapat digunakan untuk memformat teks secara lengkap.
commit to user b. Panel Code Snippets
Panel Code Snippets memungkinkan non-programmer untuk menerapkan kode perintah ActionScript 3.0 tanpa perlu menguasai ActionScript 3.0
c. Menambahkan Video
Dengan menggunakan Adobe Flash CS 5 menambahkan video ke dalam lembar kerja jadi lebih mudah.
d. Effects Decorative Drawing Tool Baru
Pada Adobe Flash CS 5 telah ditambahkan beberapa efek baru ke dalam Decorative Drawing Tool.
e. Template Baru
Berbagai template baru telah ditambahkan pada Adobe Flash CS 5 untuk mempermudah dalam mendesain animasi.
2.4.1 User Interface Adobe Flash CS5
Tampilan dari Adobe Flash CS 5 ini mungkin terlihat berbeda. Tetapi sebenarnya fitur-fitur yang ada sama seperti versi yang sebelumnya hanya saja Adobe Flash CS 5 ini memiliki tambahan fitur-fitur lain yang dapat memudahkan anda. User Interface Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.13 di bawah ini :
commit to user
Gambar 2.13 User Interface Adobe Flash CS5
2.4.2 Lingkungan Kerja Adobe Flash CS5
a. Menu Bar, berisikan perintah operasi yang ada pada Adobe Flash CS5. Menu bar Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.14 berikut ini :
Gambar 2.14 Menu Bar
b. Timeline Panel, digunakan untuk mengatur layer dan frame sebagai pengatur waktu untuk movie yang akan dibuat. Timeline panel Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.15 berikut ini :
commit to user
c. Properties Panel, menampilkan informasi tentang objek yang sedang aktif. Properties panel Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.16 berikut ini :
Gambar 2.16 Properties Panel
d. Stage, halaman yang digunakan untuk menempatkan objek yangakan ditampilkan. Stage Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.17 berikut ini :
Gambar 2.17 Stage
e. ToolBox, kumpulan tool untuk pegaturan gambar yang akan dibuat. ToolBox Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.18 berikut ini:
commit to user
Gambar 2.18 ToolBox
f. Color Mixer Panel, untuk pegaturan warna untuk objek. Color mixer panel Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.19 berikut ini :
Gambar 2.19 Color Mixer Panel
g. Library Panel, tempat untuk menyimpan objek symbol yang nantinya akan digunakan. Library panel Adobe Flash CS5 dapat dilihat pada gambar 2.20 berikut ini :
commit to user
Gambar 2.20 Library Panel
1.12 Action Script
ActionScript adalah menunjukkan koleksi set dari action, function, event dan event handler yang memungkinkan dikembangkan oleh para developer untuk membuat flash movie yang lebih komplek dan lebih interaktif. ActionScript mengalami evolusi kea rah standar bahasa pemrograman, yaitu versi 1, versi 2 dan versi 3 (Sunyoto, 2010:9).
1.13 Multimedia
Menurut Arsyad (2007:3) yang dikutip oleh Yafie (2013) “kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar”. Sedangkan menurut Richey (1994) yang dikutip oleh Yafie (2013) “Association of Education and Communication Technology (AECT) memberikan definisi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi”. Pendapat lain dari Suranto (2005:18) yang dikutip oleh Yafie (2013) mengemukakan bahwa “media adalah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari seorang komunikator kepada komunikan”. Sedangkan Trini Prastati (2005:3) yang dikutip oleh Yafie (2013) memberi makna “media sebagai apa saja yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi”.
commit to user
Heinich dan kawan-kawan (1996:8) yang dikutip oleh Yafie (2013) mengartikan media sebagai perantara yang mengantar informasi dari sumber kepada penerima. Dengan demikian televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah tergolong media. Apabila media tersebut membawa pesan-pesan atau informasi yang mengandung maksud dan tujuan pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
Secara lebih khusus Briggs (1979) yang dikutip oleh Yafie (2013) mengatakan “media sebagai sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran. Sarana fisik tersebut dapat berupa buku, tape rekorder, kaset, kamera video, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer”. Sependapat dengan Briggs, Wang Qiyun & Cheung Wing Sum (2003) yang dikutip oleh Yafie (2013), menyatakan bahwa dalam konteks pendidikan, media biasa disebut sebagai fasilitas pembelajaran yang membawa pesan kepada pembelajar. Media dapat dikatakan pula sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual dan peralatannya, sehingga media dapat dimanipulasi, dilihat, dibaca, dan didengar.
Dengan demikian media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis, yang dapat digunakan untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal atau dapat disimpulkan bahwa media merupakan komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Yafie : 2013).
1.14 CorelDraw X4
CorelDrawX4 merupakan software grafis yang paling mudah pengoperasiannya. CorelDraw merupakan pilihan terbaik bagi para desainer grafis untuk menyelesaikan semua jenis proyek mulai dari membuat layout untuk media cetak sampai menciptakan gambar-gambar vektor. Gambar-gambar yang dihasilkan CorelDraw merupakan gambar yang sangat halus dan tajam. Salah satu
commit to user
kelebihan CorelDraw adalah ruang kerja CorelDraw beserta tool yang tersedia dapat digunakan dengan mudah dan cepat.
Fungsi CorelDraw tidak hanya membuat berbagai desain, tetapi juga mahir dalam tracing dan mengedit sketsa (Putri Wahyuni dan SmithDev Community, 2008).
1.15 Adobe Audition
Adobe Audition adalah program produksi dari Adobe Corporation untuk mengubah file-file audio, aplikasi ini dapat diintegrasi dengan berbagai program lain dari Adobe. program ini merupakan program grafis yang mampu membuat program pengolah suara. Adobe Audition merupakan program editing audio yang lengkap, standar pengolah audio pada bisnis multimedia, dan broadcasting. Edisi terbaru, Adobe Auditon memiliki kinerja yang cepat, direct-to-file recording, jumlah track yang tak terbatas, dukungan format video, tampilan spectral pan dan phase, CD Audio Burning, Adobe Bridge, dan dukungan ASIO (Anonim, 2008 : 60).
1.16 Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa dilakukan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia (Sutopo, 2003:37).
a. Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier banyak digunakan oleh sebagian besar multimedia linier. Informasi diberikan secara sekuensial dimulai dari satu halaman. Beberapa desainer menggunakan satu halaman untuk masuk atau keluar dari aplikasi. Linear navigation model banyak digunakan dan berhasil dengan baik pada beberapa macam aplikasi seperti presentasi dan aplikasi computer based-training serta aplikasi yang memerlukan informasi berurutan. Struktur navigasi linier dapat dilihat pada gambar 2.21 berikut ini :
commit to user
Gambar 2.21 Struktur Navigasi Linier b. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki diadaptasi dari top-down design. Konsep navigasi ini dimulai dari satu node yang menjadi halaman utama atau halaman awal. Dari halaman tersebut dapat dibuat beberapa cabang ke halaman-halaman level 1. Halaman tersebut adalah isi atau halaman penunjang dari sebuah halaman utama, dari tiap halaman level 1 dapat 10 juga dikembangkan menjadi beberapa cabang lagi. Hal ini seperti struktur organisasi dalam perusahaan . Hierarchical model baik bagi aplikasi untuk menemukan lokasi halaman dengan mudah. Untuk menggambarkan model tersebut dapat digunakan ilustrasi dengan tree. Struktur navigasi hirarki dapat dilihat pada gambar 2.22 berikut ini :
Gambar 2.22 Struktur Navigasi Hirarki
c. Struktur Navigasi Non Linier
Struktur navigasi non linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Pada struktur ini kedudukan semua page sama,
commit to user
sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page. Struktur navigasi non linier dapat dilihat pada gambar 2.23 berikut ini :
Gambar 2.23 Struktur Navigasi Non Linier
d. Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia. Struktur navigasi campuran dapat dilihat pada gambar 2.24 berikut ini :