STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 1
BAB III
KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI
Untuk mencapai tujuan setiap sektor sanitasi sebagaimana yang telah direncanakan, perlu diketahui kerangka pengembangan sanitasi yang bertujuan untuk menghasilkan skenario pembangunan sanitasi yagn paling optimal dari sisi kebutuhan pendanaan dan kemmampuan pendanaan maupun dari sasaran pembangunan yang ingin dicapai oleh Kabupaten Magetan. Kerangka Pengembangan Sanitasi mendeskripsikan visi dan misi sanitasi, pentahapan pengembangan, serta kemampuan pendanaan sanitasi.
3.1. Visi dan Misi Sanitasi
Tabel 3.1: Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Magetan
Visi Kabupaten Magetan Misi Kabupaten Magetan Visi Sanitasi Kabupaten Magetan Misi Sanitasi Kabupaten Magetan Terwujudnya kesejahteraan masyarakat magetan yang adil, mandiri dan bermartabat
1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat;
2. Mewujudkan kepemerintahan yang baik, dan peningkatan sdm yang profesional, dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah;
3. Menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit, dan optimalisasi pengembangan SDM serta pengelolaan SDA yang berwawasan lingkungan;
4. Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai guna menunjang pertumbuhan ekonomi daerah; dan
5. Mewujudkan suasana aman dan damai, melalui penegakan, kepastian dan perlindungan hukum.
Terwujudnya Kabupaten Magetan yang bersih dan sehat melalui pembangunan sanitasi layak yang adil, mandiri, bermartabat dan berkelanjutan tahun 2022
Misi Air Limbah Domestik:
Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga yang layak dan berkelanjutan.
Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengembangan air limbah domestik
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 2 Visi Kabupaten Magetan Misi Kabupaten Magetan Visi Sanitasi Kabupaten Magetan Misi Sanitasi Kabupaten Magetan Misi Persampahan:
Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang layak dan berkelanjutan
Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengelolaan persampahan.
Misi Drainase Perkotaan:
Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan drainase perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengembangan drainase lingkungan.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 3
Makna dari visi daerah yang tercantum dalam RPJMD tersebut dapat dijelaskan dari masing-masing elemen sebagai berikut:
Sejahtera: Masyarakat berkecukupan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan), serta didukung oleh kemampuan daya beli yang layak.
Kesejahteraan yang adil: Kesejahteraan yang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat
Kabupaten Magetan tanpa terkecuali, sesuai dengan ukuran dan tingkatan masing-masing
Kesejahteraan yang mandiri: Masyarakat dan daerah mampu mengatasi berbagai tantangan
yang dihadapi dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri.
Kesejahteraan bermartabat : Kesejahteraan yang diraih dari hasil kerja keras secara
profesional, sebagai perwujudan masyarakat yang memiliki harga diri yang tinggi, dan memiliki moral terhormat.
Misi Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, mengandung pengertian senantiasa ingin meningkatkan nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mengarah kepada upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik secara formal maupun informal yang bertujuan ingin menciptakan suasana kebersamaan dalam rangka menjaga stabilitas daerah demi kelangsungan pembangunan. Dalam rangka berbangsa dan bernegara wajib menaati dan memahami empat pilar antara lain adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
Misi Mewujudkan kepemerintahan yang baik, dan peningkatan sumber daya manusia yang profesional, dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah, mengandung pengertian mengembangkan sistem pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pemerintah yang dilandasi semangat profesionalisme untuk mewujudkan good governance. Good governance mengandung arti kegiatan suatu lembaga pemerintah yang dijalankan berdasarkan kepentingan rakyat dan norma yang berlaku untuk mewujudkan cita-cita negara di mana kekuasaan dilakukan oleh masyarakat yang diatur dalam berbagai tingkatan pemerintahan negara yang berkaitan dengan sumber-sumber sosial-budaya, politik, dan ekonomi.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 4
Misi Menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit, dan optimalisasi pengembangan sumber daya manusia serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Misi ini untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magetan dalam lima tahun ke depan dibutuhkan peningkatan kinerja ekonomi yang bertumpu pada sektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Dalam setiap upaya peningkatan perekonomian perlu adanya prinsip pengembangan sumber daya manusia serta pemanfaatan sumber daya alam untuk kecukupan manusia dengan mengelolanya secara optimal. Setiap program pengembangan ekonomi harus mengandung tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magetan yang adil dan bermartabat.
Misi Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah. Menyadari betapa pentingnya peran infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi dalam bentuk peningkatan produktifitas, lancarnya distribusi barang dan jasa dan meningkatnya nilai tambah produk yang dihasilkan. Secara tidak langsung ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakan modal utama bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Misi Mewujudkan suasana aman dan damai, melalui penegakan, kepastian dan perlindungan hukum. Keamanan, ketertiban dan ketentraman merupakan kondisi yang diharapkan masyarakat agar dapat melangsungkan kehidupan dengan tenang dan damai, dan merupakan jaminan bagi terselenggaranya pembangunan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bersama. Kondisi yang aman, tertib dan tenteram akan terwujud apabila terdapat kesadaran kolektif dan komitmen patuh dari seluruh stakeholder pembangunan terhadap berbagai ketentuan yang telah disepakati bersama, yang direalisasikan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan hukum. Penegakan hukum dan ketertiban merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Magetan yang adil dan bermartabat. Oleh karena itu, penegakan hukum harus dengan sungguh-sungguh dan adil dengan perlakuan yang sama terhadap semua orang tanpa diskriminasi. Selain itu, faktor penting bagi terpeliharanya stabilitas kehidupan yang aman, tertib, tenteram dan dinamis adalah adanya rasa saling percaya dan harmoni dari seluruh stakeholder pembangunan.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 5
Dan sejalan dengan visi misi dalam RPJMD Kabupaten Magetan tersebut maka untuk Visi Misi sanitasi di buat sebagaimana terdapat pada tabel 3.1. Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Magetan. Dimana visi misi tersebut selaras dengan penjabaran pada misi ketiga yaitu : Menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit, dan optimalisasi pengembangan sumber daya manusia serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dimana didalam RPJMD di jelaskan pada penjabarannya di tujuan keenam yaitu “Meningkatkan kualitas lingkungan hidup”. Dengan sasaran nomer dua belas yakni “Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman yang layak dan sehat” dengan indikator sasaran universal access 100-0-100:
- Persentase rumah tangga berakses air minum (perkotaan) - Persentase permukiman kumuh
- Persentase rumah tangga bersanitasi - Persentase penanganan sampah (perkotaan) - Persentase Ruang Terbuka Hijau (perkotaan)
Visi sanitasi Kabupaten Magetan adalah “Terwujudnya Kabupaten Magetan yang bersih dan sehat melalui pembangunan sanitasi layak yang adil, mandiri, bermartabat dan berkelanjutan tahun 2022”, hal ini dengan harapan akan adanya lingkungan yang bersih dengan kondisi sanitasi yang baik sehingga masyarakatnya sehat dan semangat mencari berkarya sehingga menjadi sejahtera.
Untuk dapat mencapai visi sanitasi tersebut terdapat misi dalam masing-masing sektor. Pada sektor air limbah terdapat dua isi. Yang pertama adalah “Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga yang layak dan berkelanjutan”. Sedangkan yang misi kedua dalam pengelolaan air limbah adalah “Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengembangan air limbah domestik”. Adapun misi pertama dalam pengelolaan air limbah domestik memiliki maksud bahwa pengelolaan air limbah memerlukan peningkatan dalam jumlah maupun kualitasnya, pengelolaan ini perlu ditingkatkan. Diutamakan masyarakat yang tidak memiliki akses akan menjadi target utama agar mendapatkan akses dasar dalam pengelolaan air limbah, dan meningkatkan akses dasar menjadi akses layak. Keberadaan sarana dan prasarana ini haruslah layak dan berkelanjutan. Untuk menjamin hal tersebut, haruslah didukung melalui misi kedua, yakni melalui peningkatan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta, karena pengelolaan air limbah juga merupakan hak sekaligus kewajiban semua pihak.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 6
Misi persampahan untuk dapat mewujudkan visi sanitasi di Kabupaten Magetan ada dua. Yang pertama adalah “Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang layak dan berkelanjutan”. Pada saat dokumen ini disusun, cakupan layanan persampahan perkotaan, diutamakan pada wilayah Kecamatan Magetan, dan belum menyeluruh ke wilayah perkotaan yang tersebar di wilayah kabupaten. Mengenai kualitas, TPA milangasri yang semula didesain dengan sistem sanitary landfill, seiring berjalannya waktu, kini beroperasi dengan sistem open dumping. Hal ini sangat perlu ditingkatkan. Diharapkan seluruh wilayah perkotaan akan terlayani dengan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan persampahan. Sedangkan misi kedua dalam pengelolaan persampahan adalah “Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengembangan persampahan”. Untuk segera mencapati target akses universal, maka segenap potensi harus dioptimalkan. Potensi terbesar berada di tangan masyarakat yang mulai menyadari akan pentingnya pengelolaan persampahan, dan masyarakat mmengerti akan pentingnya sanitasi secara umum. Peran serta masyarakat di Kabupaten Magetan dalam pengelolaan persampahan mulai mengutamakan pada pengurangan sampah di sumbernya. Data ini telah terekam dengan adanya 74 unit bank sampah serta 2 unit TPS 3R. Maka Kedua misi ini akan berjalan dengan sinergis.
Terdapat dua misi pengelolaan drainase. Misi drainase yang pertama adalah “Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan drainase perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan” dan misi kedua adalah “Meningkatkan peran dan kerjasama masyarakat dan swasta dalam perwujudan program pengembangan drainase lingkungan”. Wilayah perkotaan di Kecamatan Magetan masih tergenang di 2 lokasi. Sedangkan perkembangan wilayah perkotaan yang tersebar juga perlu mendapat perhatian dan antisipasi dari alih fungsi lahan yang menyebabkan limpasan permukaan makin besar. Karena itu, perencanaan peningkatan kualitas dan kuantitas ini juga perlu didahului dengan adanya dokumen masterplan yang perlu direvisi.Sekali lagi, peran serta masyarakat dan swasta sangat diperlukan antara lain dalam menjaga agar sarana prasarana yagn sudah ada dapat berfungsi maksimal, antara lain dengan pemeiharaan secara swadaya, dengan mengusahkan saluran drainase yang bebas dari sampah.
3.2. Pentahapan Pengembangan Sanitasi
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 7 A. Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik
Terdapat dua zona untuk pengelolaan air limbah domestic di Kabupaten Magetan. Yakni Zona Pengelolaan dengan SPALD-Setempat dan zona pengelolaan dengan SPALD-Terpusat.
Zona/Kondisi 1 : Pengelolaan dengan SPALD Setempat (SPALD-S)
Pengelolaan dengan SPALD-S yaitu pengelolaan yang dilakukan sistem dengan mengolah air limbah domestik di lokasi sumber, yang selanjutnya lumpur hasil olahan diangkut dengan sarana pengangkut ke Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja. Berdasarkan kapasitas pengolahannya SPALD-S terdiri atas :
1. Skala individual diperuntukkan: 1 unit rumah tinggal, Cubluk Kembar, Tangki Septik dengan bidang resapan, jamban bersama, biofilter dan unit pengolhan air limbah fabrikasi
2. Skala komunal diperuntukkan: Dua sampai dengan sepuluh unit rumah tinggal dan/atau bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Dan berdasarkan hasil pembahasan Pokja wilayah dengan zona/kondisi 1 ini di Magetan mencakup 212 desa di 17 kecamatan. Dalam peta zonasi air limbah zona 1 diberi warna putih.
Zona/Kondisi 2 : Pengelolaan dengan SPALD Terpusat (SPALD-T).
Pengelolaan dengan SPALD Terpusat yang selanjutnya disebut SPALD-T adalah sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengalirkan air limbah domestic dari sumber secara kolektif ke Sub-sistem Pengolahan Terpusat untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaaan. Berdasarkan cakupan pelayanan SPALD-T terdiri atas: 1. Skala perkotaan, untuk lingkup perkotaan dan/atau regional dengan minimal
layanan 20.000 (dua puluh ribu) jiwa.
2. Skala permukiman, untuk lingkup permukiman dengan layanan 50 (lima puluh) sampai 20.000 (dua puluh ribu) jiwa.
3. Skala kawasan tertentu, untuk kawasan komersial dan kawasan rumah susun. Berdasarkan hasil pembahasan Pokja wilayah dengan zona/kondisi 2 di Kabupaten Magetan zona ini mencakup 23 desa/kel di 11 kecamatan, dalam peta zonasi air limbah zona 2 diberi warna kuning. Dan 2 desa/Kelurahan diberi warna biru.
Berdasarkan hasil zona sistem pada aplikasi excell Instrumen SSK dan penyesuaian zona dari uraian per zona diatas, untuk tahapan pengembangan air limbah Kabupaten Magetan seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 8
Tabel 3.2 Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik KabupatenMagetan
Target Cakupan Layanan (%)
No. Sistem Cakupan layanan eksisting (%) Jangka pendek Jangka menengah Jangka panjang (a) (b) (c) (d) (e) (f) Wilayah Perkotaan A Tanpa Akses 1
Buang Air Besar Sembarangan
(BABS) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
2
Cubluk/ Tangki septik individual-
tidak layak 3.66% 0.00% 0.00% 0.00%
B Akses Layak
B.I SPALD Setempat
1 Skala Individual 34.61% 63.15% 76.08% 80.00%
2 Skala Komunal 0.01% 0.00% 0.00% 0.00%
B.II SPALD Terpusat
1 SPALD-T Permukiman
a. Berbasis Masyarakat 0.02% 2.63% 12.92% 15.00%
b. Berbasis Institusi 0.00% 0.00% 1.57% 0.00%
2 SPALD-T Perkotaan 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
3 SPALD-T Kawasan Tertentu 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Wilayah Perdesaan
A Tanpa Akses
1
Buang Air Besar Sembarangan
(BABS) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
B Akses Dasar
1
Cubluk / Tangki Septik individual
tidak layak 12.82% 6.41% 0.00% 0.00%
C Akses Layak
C.I SPALD Setempat
1 Skala Individual 48.50% 27.62% 9.43% 5.00%
2 Skala Komunal 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
C.II SPALD Terpusat
1 SPALD-T Permukiman
a. Berbasis Masyarakat 0.38% 0.19% 0.00% 0.00%
b. Berbasis Institusi 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
2 SPALD-T Perkotaan 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
3 SPALD-T Kawasan Tertentu 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
T O T A L 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: Instrumen SSK dan hasil Pembahasan Pokja
Dalam jangka pendek, Kabupaten Magetan menetapkan target pemenuhan akses sanitasi dalam sektor pengelolaan air limbah. Dengan BABS sebesar 0%, di pekotaan dan perdesaan; dan 0% cubluk/tangki septik individual tidak layak di perkotaan. Namun akses dasar pada jangka pendek masih ada di wilayah perdesaan sebesar 6,41%. Dan total akses layak pada jangka menengah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Magetan.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 9
PEMERINTAHAN KABUPATEN MAGETAN
POKJA SANITASI KABUPATEN MAGETAN Keterangan : : SPALD Setempat : SPALD Terpusat (100KK) : SPALD Terpusat (200KK) PETA ZONASI AIR LIMBAH
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 10
Berdasarkan Peta 3.1 merupakan Peta Zona Air Limbah yang menggambarkan lokasi SPALD yang terdiri dari SPALD Setempat untuk 100 kk, SPALD Terpusat untuk 200 kk dan SPALD Terpusat di setiap desa/kelurahan di Kabupaten Magetan. Terlihat pada Gambar 3.1 bahwa pada Kabupaten Magetan masih di dominasi dengan SPALD Terpusat 100 kk yang ditandai dengan warna kuning dan tersebar di 13 kecamatan 26 desa/kelurahan, yakni Ds. Poncol, Ds. Gonggang, Ds. Janggan, Ds. Genilangit, Kel. Alastuwo, Ds. Plangkrongan, Ds. Cileng, Ds. Sombo, Kel. Lembeyan Kulon, Kel. Kawedanan, Kel. Kepolorejo, Ds. Nitikan, Kel. Plaosan, Ds. Tanjungsari, Ds. Jabung, Ds. Kedungguwo, Ds. Kembangan, Kel. Mangge, Kel. Tebon, Ds. Kartoharjo, Ds. Bangsri, Ds. Baleasri, Ds. Nguntoronadi, Ds. Kenongomulyo, Ds. Kalang, dan Ds. Sidorejo. Sedangkan untuk SPALD 200 kk terletak di Kelurahan Sarangan dan Kelurahan Maospati. Penempatan Lokasi SPALD Terpusat 200 kk di Kelurahan Sarangan karena merupakan kawasan pariwisata yang padat pengunjung, sedangkan pada lokasi Kelurahan Maospati karena merupakan kawasan pendidikan dan padat penduduk.
B. Tahapan Pengembangan Persampahan
Zona/Kondisi 1 : Penanganan sampah terangkut ke TPA
Yaitu Penanganan sampah dengan kriteria yang selain tersebut diatas (pada penanganan mandiri) akan dilakukan penanganan persampahan dengan pengangkutan ke TPA. Kawasan pada zona/kondisi 1 ini di Kabupaten Magetan mencakup 13 desa menyebar di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Magetan, Kecamatan Panekan dan Kecamatan Ngariboyo. Dalam peta zonasi berwarna biru.
Zona/Kondisi 2 : Penanganan sampah terangkut ke TPA dengan upaya pengurangan. Yaitu Penanganan sampah dengan kriteria yang selain tersebut diatas (pada penanganan mandiri) akan dilakukan penanganan persampahan dengan pengangkutan ke TPA. Sementara itu mengingat adanya target pengurangan volume sampah sebanyak 20% di wilayah perkotaan, maka akan dilaksanakan upaya pengurangan dengan pendekatan infrastruktur TPS3R dan/atau TPST3R. Umumnya penerapan upaya pengurangan tersebut diterapkan pada wilayah klasifikasi perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi. Namun Magetan juga menerapkan sistem ini di wilayah perdesaan, karena keterbatasan area cakupan layanan serta keterbatasan daya tampung TPA. Upaya pengurangan juga dilakukan melalui Bank Sampah yang sudah terbentuk dan akan optimalisasi kinerja bank sampah yang sudah ada.
Kawasan pada zona/kondisi2 ini di Kabupaten Magetan mencakup 222 desa/kelurahan di 18 kecamatan, dan dalam peta zonasi persampahan diberi warna putih.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 11
Dari hasil zona sistem pada aplikasi excell Instrumen SSK dari uraian per zonasi dan sistem pengelolaan sampah di atas, untuk tahapan pengembangan persampahan Kabupaten Magetan seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.3 Tahapan Pengembangan Persampahan Kabupaten Magetan
Target Cakupan Layanan (%) No. Sistem Cakupan layanan eksisting (%) Jangka pendek Jangka menenga Jangka panjang (a) (b) (c) (d) (e) (f) Wilayah Perkotaan A Tanpa Akses
1 Sampah Tidak Terproses 29.87% 0.00% 0.00% 0.00%
2
Sampah Dikelola Mandiri oleh
Masyarakat 6.37% 0.00% 0.00% 0.00%
B Akses Layak
1
Sampah Terangkut ke TPA
(langsung dan tidak langsung) 1.38% 55.62% 73.61% 75.00% 2
Sampah Tereduksi di
TPS3R/TPST/Bank Sampah 0.67% 8.82% 16.96% 18.00%
Wilayah Perdesaan
A Tanpa Akses
1 Sampah Tidak Terproses 47.23% 0.00% 0.00% 0.00%
B Akses Dasar
1
Sampah Dikelola Mandiri oleh
Masyarakat 14.33% 15.00% 0.00% 0.00%
C Akses Layak
1
Sampah Terangkut ke TPA
(langsung dan tidak langsung) 0.05% 7.00% 7.82% 5.00%
2
Sampah Tereduksi di
TPS3R/TPST/Bank Sampah 0.09% 13.56% 1.61% 2.00%
T O T A L 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber: Instrumen SSK dan hasil Pembahasan Pokja
Sesuai dengan target akses universal, maka Kabupaten Magetan menetapkan target sebagai berikut. Untuk cakupan tanpa akses pada jangka pendek, sebesar 0% di wilayah perkotaan dan perdesaan. Akses dasar di wilayah perdesaan di jangka pendek sebesar 15%.
Untuk jangka menengah, akses layak di perdesaan sebesar 9, 43% dan di perkotaan sebesar 90,57%.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 12
PEMERINTAHAN KABUPATEN MAGETAN
POKJA SANITASI KABUPATEN MAGETAN Keterangan : : Penanganan Sampah Terangkut ke TPA dengan upaya pengurangan :Penanganan Sampah Terangkut ke TPA PETA ZONASI PERSAMPAHAN
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 13
Pada Peta 3.2 merupakan gambar zona sistem persampahan yang menunjukan perencanaan pengelolaan persampahan di Kabupaten Magetan. Sistem tersebut terdiri dari penanganan sampah terangkat ke TPA dengan upaya pengurangan dan penanganan sampah terangkut ke TPA. Pada Tahun 2022 Kabupaten Magetan merencanakan penambahan TPA karena eksisting TPA baru 1 lokasi yaitu di Desa Milangasri Kecamatan Panekan. TPA eksisting di Kabupaten Magetan pada saat ini masih dengan sistem Open Dumping akan ditingkatkan ke Sanitary Landfill. Terdapat 13 desa dengan layanan pengangkutan langung ke TPA. Yaitu Kel. Mangkujayan, Kel. Bulukerto, Kel. Magetan, Ds. Candirejo, Ds. Selosari, Ds. Tawanganom, Kel. Kepolorejo, Kel. Sukowinangun, Kel. Kebonagung, Kel. Tambran, Ds. Cepoko, Ds. Milangasri, serta Ds. Ngariboyo.
Sedangkan 212 desa lainnya menggunakan sistem reduksi sebelum diangkut ke TPA.
C. Tahapan Pengembangan Drainase Perkotaan
Zona 1, merupakan area dengan tingkat resiko sangat tinggi merupakan wilayah perkotaan Magetan, kawasan padat dan kawasan bisnis (Central Business District/CBD) yang harus diatasi dalam jangka pendek tahap pertama, mencakup 2 kelurahan yaitu Kel. Selosari dan Kel. Tawanganom.,
Zona 2, merupakan area dengan tingkat risiko tinggi yang dapat diatasi dalam jangka pendek tahap kedua menengah ke panjang mencakup 5 desa/kelurahan yakni Ds. Poncol, Ds. Gonggang, Ds. Cileng, Ds. Krowe, Kel. Maospati, dan Ds. Kuwon.
Berdasarkan pentahapan drainase Kabupaten Magetan di atas lokasinya seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini.
Tabel 3.4. Tahapan Pengembangan Drainase
Sisa Luas Genangan Yang Belum Tertangani (ha)
No Titik Genangan di Area Permukiman
Luas Genangan eksisting di area
permukiman (ha) Jangka pendek Jangka menengah Jangka panjang (a) (b) (c) (d) (e) (f) A Kecamatan - 1 Kel. Selosari 1 0 0 0 Kel. Tawanganom 1 0 0 0 B Kecamatan Poncol 1 Ds. Poncol 0,5 0 0 0 2 Ds. Gonggang 0,5 0 0 0 3 Ds. Cileng 0,5 0 0 0
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 14
Sisa Luas Genangan Yang Belum Tertangani (ha)
No Titik Genangan di Area Permukiman
Luas Genangan eksisting di area
permukiman (ha) Jangka pendek Jangka menengah Jangka panjang (a) (b) (c) (d) (e) (f) C Kecamatan 1 Ds. Krowe 0,5 0 0 0 D Kecamatan 1 Kel Maospati 0,5 0 0 0 E Kecamatan Paras 1 Ds. Kuwon 0,5 0 0 0 Total 5 0 0 0
Sumber: Data Estimasi dan Hasil Pembahasan Pokjasan Kabupaten Magetan
Genangan yang ada di Kabupaten Magetan tidak melebihi dari 2 jam, dengan ketinggian kurang dari 30 cm. Namun demikian, Kabupaten Magetan berkomitmen untuk melakukan pengelolaan drainase. Maka berdasarkan pentahapan pada upaya mengatasi genangan diatas, genangan untuk wilayah perkotaan akan diselesaikan jalam jangka pendek yakni di wilayah Kecamatan Magetan yang ada di Kelurahan Selosari dan Kelurahan Tawanganom terlebih dahulu, dilanjutkan dengan penanganan drainase di luar Kota Magetan.
Untuk tahapan pengembangan drainase berdasarkan zonasi dapat dilihat pada gambar 3.5 Peta Tahapan Pengembangan Drainase berikut ini.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 15
PEMERINTAHAN KABUPATEN MAGETAN
POKJA SANITASI KABUPATEN MAGETAN Keterangan : : Penanganan resiko rendah : Penanganan mendesak resiko tinggi dan sangat tinggi
PETA ZONASI DRAINASE
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 16
Pada Peta 3.3 merupakan gambar Peta Zona Drainase yang menunjukan 2 zona yaitu zona penanganan resiko rendah dan zona penanganan mendesak resiko tinggi dan sangat tinggi di Kabupaten Magetan. Terlihat pada gambar Zona yang merupakan area dengan tingkat resiko sangat tinggi merupakan wilayah perkotaan Magetan, kawasan padat dan kawasan bisnis (Central Business District/CBD) yang harus diatasi dalam jangka pendek menengah, mencakup 2 kelurahan yaitu Kelurahan Selosari dan Kelurahan Tawanganom. Sedangkan zona yang merupakan area dengan tingkat risiko tinggi yang dapat diatasi dalam jangka menengah ke panjang mencakup 5 desa/kelurahan yakni Desa Poncol, Desa Gonggang, Desa Cileng, Desa Krowe, Kelurahan Maospati, dan Desa Kuwon.
3.2.2. Tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi
Penetapan tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi untuk 5 tahun kedepan di kabupaten Magetan mengacu pada kebijakan yang telah ada sebelumnya (nasional, provinsi, dan daerah) serta berdasarkan hasil dari analisis tahapan pengembangan sanitasi. Tujuan dan sasaran sanitasi berikut ini adalah seperti yang dirumuskan pada Kerangka Kerja Logis (KKL).
A. Air limbah domestik
Tujuan dan sasaran air limbah seperti yang tercantun pada tabel 3.5 berikut ini Tabel 3.5 Tabel Tujuan dan Sasaran Serta Data Dasar Air Limbah Domestik
Tujuan Sasaran Data dasar
(1) (2) (3)
Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor air limbah
Menurunnya BABS dari 8% penduduk kabupaten menjadi 0% di tahun 2019
8% penduduk melakukan BABS tahun 2016
Meningkatnya akses layak pengelolaan air limbah domestik dari 91,42% menjadi 100% di tahun 2019
9,56% penduduk
perkotaan belum terlayani akses jamban layak tahun 2016
Meningkatnya pelayanan IPLT di tahun 2022
IPLT Milangasri tidak berfungsi tahun 2016 Tersedianya masterplan air
limbah domestik skala Kabupaten Magetan pada akhir tahun 2019
Masterplan air limbah tidak ada tahun 2016
Meningkatnya peran dan kinerja Pemda dalam pengelolaan air limbah di tahun 2018
Tidak ada OPD yang memiliki tugas dan fungsi pengelolaan air limbah secara berkesinambungan Sumber: KKL Air Limbah (Data sekunder SKPD Terkait dan Hasil Pembahasan Pokja Sanitasi Kabupaten Magetan.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 17
Berdasarkan tabel 3.5 diatas disampaikan bahwa untuk air limbah domestik ada sebuah tujuan yang ingin dicapai yaitutercapainya akses universal pengelolaan air limbah pada tahun 2019. Terdapat 5 sasaran dalam tujuan ini. Sasaran yang dimaksud adalah menurunnya BABS dari 8% penduduk kabupaten menjadi 0% di tahun 2019. Sasaran kedua adalah meningkatnya akses layak pengelolaan air limbah domestik dari 91,42% menjadi 100% di tahun 2019. Sasaran ketiga adalah Meningkatnya pelayanan IPLT di tahun 2022 dengan kondisi eksisting bahwa IPLT Milang asri tidak berfungsi karenga tidak sesuai spesifikasi teknis dan sudah rusak. Sasarana keempat adalah tersedianya masterplan air limbah domestik skala Kabupaten Magetan pada akhir tahun 2019. Sedangkan sasaran berikutnya adalah meningkatnya peran dan kinerja Pemda dalam pengelolaan air limbah di tahun 2018, dengan kondisi eksisting tidak ada OPD yang mengadopsi tugas dan fungsi pengelolaan air limbah.
B. Persampahan
Tujuan dan sasaran persampahan tercantun pada tabel 3.6 berikut ini Tabel 3.6 Tabel Tujuan dan Sasaran Serta Data Dasar Persampahan
Tujuan Sasaran Data dasar
(1) (2) (3) Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Tersedianya perencanaan persampahan pada tahun 2018
Masterplan persampahan yang ada perlu direview karena habis masa berlakunya dan kurang mengacu padapencapaian akses universal
Menurunnya kuantitas sampah tidak terproses dari 70% menjadi 0% di perdesaan pada tahun 2019
Sebanyak 70% sampah tidak terproses, 29% sampah dikelola mandiri. Berkurangnya kuantitas
sampah dari sumbernya melalui pola 3R dari 2% menjadi 20% pada wilayah perkotaan
Pengurangan timbulan sampah melalui pola 3R di perkotaan saat ini sebesar 2%
Bertambahnya layanan pengelolaan sampah perkotaan dari 5% menjadi 80% dari sampah yang tidak terproses.
Cakupan Layanan pengangkutan sampah perkotaan ke TPA sebesar 5% atau 29 m3/hr
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 18
Tujuan Sasaran Data dasar
(1) (2) (3)
Meningkatnya sistem
operasional pengelolaan TPA dari control landfill menjadi sanitary landfill tahun 2022
Sistem persioanal TPA masih menggunakan open dumping
Sumber: KKL Data sekunder SKPD Terkait dan Hasil Pembahasan Pokjasan
Berdasarkan tabel 3.6 diatas disampaikan bahwa untuk persampahan ada sebuah tujuan yang ingin dicapai yaitu mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan. Terdapat 5 sasaran yang ditetapkan. Sasaran pertama adalah tersedianya perencanaan persampahan pada tahun 2018. Masterplan persampahan sebelumnya telah habis masa berlakunya yakni tahun 2016. Karena itu diperlukan review Masterplan yang menyediakan perencanaan dengan kondisi terkini. Sasaran kedua adalah menurunnya kuantitas sampah tidak terproses dari 70% menjadi 0% di perdesaan pada tahun 2019. Untuk wilayah perdesaan yan jauh atau tanpa akses, akan diusahakan baik melalui pengelolaan mandiri, maupun pengurangan dengan sistem 3R. Sasaran ketiga yaitu berkurangnya kuantitas sampah dari sumbernya melalui pola 3R dari 2% menjadi 20% pada wilayah perkotaan. Sasaran ini akan dilakukan pada wilayah perkotaan yang sangat padat penduduk dan penuh dengan pusat keramaian (CBD) misalnya Kelurahan Maospati. Sasaran keempat adalah bertambahnya layanan pengelolaan sampah perkotaan dari 5% menjadi 80% dari sampah yang tidak terproses. Untuk mencapai target akses universal, maka diperlukan perluasan wilayah layanan, untuk menjangkau wilayah perkotaan di luar Kecamatan Magetan. Sedangkan sasaran kelima adalah meningkatnya sistem operasional pengelolaan TPA dari open dumping menjadi sanitary landfill tahun 2022.
C. Drainase
Tujuan dan sasaran drainase seperti yang tercantun pada tabel 3.7 berikut ini. Tabel 3.7 Tabel Tujuan dan Sasaran Serta Data Dasar Drainase Perkotaan
Tujuan Sasaran Data dasar
(1) (2) (3)
Terwujudnya
penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang terintegrasi, serta berkelanjutan pada tahun 2022
Berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaandi Kota Magetan dari 2 lokasi menjadi 0 pada tahun 2019
Genangan di wilayah kota MAgetan saat ini ada 2 lokasi.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 19
Tujuan Sasaran Data dasar
(1) (2) (3)
Berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan yagn tersebar di Kabupaten MAgetan dari 6 kelurahan/desa menjadi 0 pada tahun 2022
Wilayah genangan permukiman perkotaan yang tersebar di
Kabupaten Magetan dari 6 kelurahan/desa
Sumber: KKL Data sekunder SKPD Terkait dan Hasil Pembahasan Pokjasan
Berdasarkan tabel 3.7 diatas disampaikan bahwa untuk drainase tujuan yang ingin dicapai yaituTerwujudnya penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang terintegrasi, serta berkelanjutan pada tahun 2022dengan dua sasaran. Sasaran pertama adalah berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan di Kota Magetan dari 2 lokasi menjadi 0 pada tahun 2019. Sedangkan sasaran kedua adalah berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan yagn tersebar di Kabupaten MAgetan dari 6 kelurahan/desa menjadi 0 pada tahun 2022.
1.2.3 Skenario pencapaian sasaran
Skenario pencapaian sasaran jangka menengah dalam rencana peningkatan akses untuk setiap tahun selama 5 tahun di Kabupaten Magetan seperti yang tercantum pada tabel 3.8 berikut.
Tabel 3.8 Skenario Pencapaian Sasaran Sanitasi Jangka Menengah
Tahun Komponen
2013 2017 2018 2019 2020 2021 2022
Air Limbah Domestik
Akses layak 84,20% 87,89% 91.75% 94,5% 97,25% 100% Akses dasar 15,80% 11,11% 6.41% 4,27% 2,14% 0% Persampahan Akses layak 2.19% 26,65% 51.11% 67,15% 83,20% 99,24% Akses dasar 14.43% 10,82% 7,21% 5,06% 2,91% 0.76% Drainase Perkotaan Mengurangi luas genangan (lokasi di perkotaan) 5 2 1 0 0 0 0
Sumber: Data Sekunder SKPD Terkait dan Hasil Pembahasan Pokja
Pada tabel 3.8 Skenario Pencapaian Sasaran Sanitasi Jangka Menengah perencanaan SSK Kabupaten Magetan diatas dijabarkan untuk air limbah yaitu pada capaian akses layak dan akses dasar dimana untuk akses layak dari 84,20% menjadi 91,75% pada jangka pendek (UA
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 20
tahun 2019) dan 100% pada jangka menengah perencanaan dan untuk akses dasar dari 15,80% menjadi 6,41% pada jangka pendek dan 0% pada akhir perencanaan jangka menengah. Sedangkan untuk persampahan juga pencapaian pada akses layak dan akses dasar dimana untuk akses layak dari 2,19% menjadi 51,11% pada jangka pendek dan menjadi 99,24% pada perencanaan jangka menengah dan untuk akses dasar dari 14,43% menjadi 7,21% pada jangka pendek dan menjadi 0,76% pada jangka perencanaan jangka menengah. Dan untuk drainase pencapaian sasaran dengan mengurangi wilayah genangan dari 2 lokasi menjadi tidak ada pada janagka pendek.
3.3. Kemampuan pendanaan sanitasi daerah
Yang sangat menentukan sistem dan cakupan pelayanan sanitasi adalah faktor pembiayaan yang sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah. Hasil perhitungan kemampuan pendanaan sanitasi untuk lima (5) tahun kedepan kabupaten Magetan, yang dihitung berdasarkan hasil pertumbuhan pendanaan sanitasi dalam kurun waktu 5 tahun sebelumnya dan tahun ke-n saat dokumen SSK ini disusun yaitu tahun 2011 sampai tahun 2015 dimana hasil perhitungan ini akan menjadi dasar dalam penetapan skenario pembangunan sanitasi. Secara spesifik, informasi ini dituangkan dalam tabel 3.8, tabel 3.9, tabel 3.10 dan tabel 3.11 serta tabel 3.12 seperti berikut ini.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 21
Tabel 3.9 Perhitungan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten untuk Sanitasi Belanja Sanitasi (Rp.) No Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Pertum-buhan 1 Belanja Sanitasi ( 1.1 + 1.2 + 1.3 ) 2,952,549,005.00 5,236,556,800.00 6,255,538,130.00 10,335,805,904.0 0 6,531,693,168.00 31.3
1.1 Air Limbah Domestik 742,606,065.00 188,887,400.00 474,895,750.00 822,224,550.00 369,600,000.00 23.7
1.2 Sampah rumah tangga 2,157,722,940.00 3,068,527,900.00 3,631,286,380.00 5,532,729,230.00 5,938,842,368.00 30.1
1.3 Drainase Perkotaan 52,220,000.00 1,979,141,500.00 1,796,436,000.00 3,980,852,124.00 223,250,800.00 6.0
2 Dana Alokasi Khusus ( 2.1 + 2.2 + 2.3 ) 0.00 0.00 1,175,260,000.00 1,407,840,000.00 0.00 19.8
2.1 DAK Sanitasi
1,175,260,000.00
1,407,840,000.00 - 19.8
2.2 DAK Lingkungan Hidup - - - 0%
2.3 DAK Perumahan dan Permukiman - - - 0%
3 Pinjaman/Hibah untuk Sanitasi - - - 0%
Belanja APBD murni untuk Sanitasi (1-2-3)
2,952,549,005.00 5,236,556,800.00 7,430,798,130.00 11,743,645,904.0 0 6,531,693,168.00 33.2
Total Belanja Langsung
295,368,213,493. 347,097,781,685. 462,563,193,796. 542,801,103,151. 623,416,224,424. 20.7
% APBD murni terhadap Belanja Langsung 1.00 1.51 1.61 2.16 1.05 1.5 Komitmen Pendanaan APBD untuk pendanaan sanitasi ke depan (% terhadap belanja langsung ataupun penetapan nilai absolut) 3%
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 22
Dari tabel 3.9 dapat diketahui bahwa rata-rata pertumbuhan belanja sanitasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir bisa mencapai 100% pertahun, meski dalam posisi yang naik turun untuk jumlah penganggaran tiap tahunnya, sedangkan untuk dana alokasi khusus pertumbuhan 41% pertahun, APBD murni terhadap belanja langsung sebesar 70% Dan Komitmen pendanaan APBD untuk pendanaan sanitasi kedepan disepakati Pokja adalah sebesar 3%
Tabel 3.10 Perkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi ke Depan
Perkiraan Belanja Murni Sanitasi (Rp.)
No Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Total Pendanaan 1 Perkiraan Belanja Langsung 697.658.373.813,97 842.383.420.395,55 1.017.130.810.138, 48 1.228.128.498.121, 66 1.482.896.391.363, 07 5.268.197.493.833 2 Perkiraan APBD Murni untuk Sanitasi 16.162.414.772,22 21.533.130.399,08 28.688.516.618,25 38.221.613.416,27 50.922.525.956,36 155.528.201.162 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi 20.929.751.214,42 25.271.502.611,87 30.513.924.304,15 36.843.854.943,65 44.486.891.740,89 158.045.924.815 Sumber: Hasil Analisa Pokja Sanitasi Kabupaten Magetan tahun 2017
Catatan: - Asumsi pertumbuhan belanja langsung 0,21% per-tahun, dari data 2012 – 2016 - Asumsi APBD murni untuk sanitasi 1,5% dari Belanja Langsung.
Dari tabel 3.10 diatas dapat diketahui bahwa perkiraan total APBD murni untuk sanitasi kabupaten Magetan untuk 5 tahun kedepan yaitu tahun 2018-2022 adalah Rp 155.528.201.162,00. Berturut-turut perkiraan APBD murni untuk Sanitasi adalah Rp 16.162.414.772,22 untuk tahun 2018; Rp 21.533.130.399,08 untuk tahun 2019; Rp. 28.688.516.618,25 untuk tahun 2020; Rp. 38.221.613.416,27 untuk tahun 2021; dan Rp. 50.922.525.956,36 pada tahun 2022.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 23
Dan untuk perkiraan Pendanaan Sanitasi untuk 5 tahun kedepan yaitu tahun 2018-2022 adalah Rp 158.045.924.815,00 untuk tahun 2018 Rp 20.929.751.214,42 selanjutnya tahun 2019 adalah Rp 25.271.502.611,87 kemudian tahun 2020 adalah Rp 30.513.924.304,15 dan tahun 2021 adalah Rp 36.843.854.943,65 serta tahun 2022 adalah Rp 44.486.891.740,89.
Tabel 3.11 Perhitungan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kabupaten/Kota untuk Operasional/Pemeliharaan dan Investasi Sanitasi
Belanja Sanitasi (Rp.) No Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Pertumbuha n rata-rata 1 Belanja Sanitasi 2.952.549.005,0 0 5.236.556.800,0 0 5.902.618.130,0 0 10.335.805.904,0 0 6.531.693.168,0 0 32,09%
1.1 Air Limbah Domestik
1.1.
1 Biaya operasional / pemeliharaan (justified) 611.006.960,00 141.725.000,00 295.371.750,00 395.707.550,00 0,00 16,39%
1.2 Sampah rumah tangga
1.2.
1 Biaya operasional/pemeliharaan (justified) 251.500.600,00 158.299.400,00
1.850.477.680,0 0 2.767.319.650,00 2.613.464.000,0 0 2,31% 1.3 Drainase Perkotaan 1.3.
1 Biaya operasional/pemeliharaan (justified) 0,00 469.338.000,00 207.249.000,00 117.304.024,00 102.550.400,00 -37,27% Sumber: Data sekunder SKPD terkait dan hasil pembahasan Pokja AMPL tahun 2017
Catatan: Biaya OM Drainase meliputi Pengerukan sungai dan pemeliharaan saluran
Dari tabel 3.11 diatas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu lima tahun terakhir yaitu tahun 2012-2016 pertumbuhan biaya operasional/ pemeliharaan dan investasi air limbah domestik sebesar 16,39% sedangkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga pertumbuhan rata-rata pendanaan operasional/pemeliharan untuk adalah sebesar 2,31%. Namun untuk drainase terjadi penurunan biaya operasional pemeliharaan, yakni sebesar 37,27%..
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 24
Tabel 3.12 Perkiraan Besaran Pendanaan APBD Kabupaten/Kota untuk Kebutuhan Operasional/Pemeliharaan Aset Sanitasi Terbangun hingga Tahun 2022
Biaya Operasional/Pemeliharaan (Rp.) No Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Total Pendanaan 1 Belanja Sanitasi 16.024.671.163,5 0 21.167.663.716,4 1 27.961.259.400,55 36.935.206.347,72 48.789.271.198,62 150.878.071.826,8 0 1.1 Air Limbah Domestik 1.1.1 Biaya operasional / pemeliharaan (justified) 515.713.935,59 618.856.722,71 618.856.722,71 618.856.722,71 618.856.722,71 2.991.140.826,42 1.2 Sampah rumah tangga 1.2.1 Biaya operasional / pemeliharaan (justified) 3.825.899.556,93 4.591.079.468,32 4.591.079.468,32 4.591.079.468,32 4.591.079.468,32 22.190.217.430,21 1.3 Drainase Perkotaan 1.3.1 Biaya operasional / pemeliharaan (justified) 168.928.812,14 202.714.574,57 202.714.574,57 202.714.574,57 202.714.574,57 979.787.110,44
Sumber :Hasil Analisa Pokja AMPLKabupaten Magetan tahun 2017
Catatan : Asumsi pertumbuhan biaya Operasional / pemeliharaan : Air Limbah 20%, Persampahan 20%, Drainase 20%.
Dari tabel 3.12 diatas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu lima tahun kedepan yaitu tahun 2018-2022 total perkiraan biaya operasional/ pemeliharaan untuk aset air limbah domestik adalah sebesar Rp 2.991.140.826,42 sedangkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga dialokasikan sebesar Rp 22.190.217.430,21 dan untuk drainase sebesar Rp 979.787.110,44.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN III - 25
Tabel 3.13 Perkiraan Kemampuan APBD Kabupaten Dalam Mendanai Program/Kegiatan SSK
Pendanaan (Rp.) No Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 Total Pendanaan 1 Perkiraan Kebutuhan Operasional / Pemeliharaan 4.510.542.305 5.412.650.766 5.412.650.766 5.412.650.766 5.412.650.766 26.161.145.367,07 2 Perkiraan APBD Murni untuk Sanitasi 12.313.212.298 12.497.910.482 12.685.379.139 12.875.659.827 13.068.794.724 63.440.956.469,70 3 Perkiraan Komitmen Pendanaan Sanitasi 10.464.875.607 12.635.751.306 15.256.962.152 18.421.927.472 22.243.445.870 79.022.962.407,49 4 Kemampuan Mendanai SSK (APBD Murni) (2-1) 7.802.669.993 7.085.259.717 7.272.728.374 7.463.009.061 7.656.143.958 37.279.811.102,63 5 Kemampuan Mendanai SSK (Komitmen) (3-1) 5.954.333.303 7.223.100.540 9.844.311.386 13.009.276.706 16.830.795.105 52.861.817.040,42 Sumber: Hasil Analisa Pokja AMPL Kabupaten Magetan tahun 2017
Dari tabel 3.13 dapat diketahui bahwa kemampuan mendanai SSK (APBD murni) diperkirakan mengalami kenaikan pertahun, dan total selama 5 tahun mendatang yaitu tahun 2018-2022 total Rp. 141.851.790.708,63. Sedangkan kemampuan mendanai SSK (APBD komitmen) juga diperkirakan mengalami kenaikan pertahun, dan total selama 5 tahun mendatang, total Rp. 640.959.943.201,97.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 1
BAB IV
STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI
Untuk mencapai tujuan setiap sub sektor sanitasi sebagaimana yang telah direncanakan, perlu diketahui faktor-faktor kunci keberhasilan dan strategi pelaksanaan. Untuk identifikasi faktor kunci keberhasilan dan perumusan strategi ini digunakan análisis SWOT. Analisis SWOT yang terdiri dari análisis internal dan eksternal, digunakan untuk menentukan dan menganalisa strategi dimaksud, karena faktor-faktor internal dan eksternal di dalam pembangunan memiliki tingkat korelasi dan kombinasi yang tinggi untuk saling mempengaruhi.
Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai faktor yang menjadi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), kajian internal pada hakekatnya merupakan analisis dan evaluasi atas kondisi, kinerja dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi sektor sanitasi. Sedangkan análisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai faktor yang menjadi peluang (Opportunity) dan tantangan (Threat).
Dengan sasaran yang telah ditetapkan, maka strategi untuk mencapainya dapat disusun dengan memperhatikan hasil identifikasi isu-isu strategis yang ada. Terutama mengenai isu strategis, permasalahan mendesak, dan Posisi Pengelolaan Sanitasi Saat ini. Dengan memadukan tujuan dan sasaran pengembangan sanitasi, sesuai hasil analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) persubsektor yang menghasilkan posisi pengelolaan masing-masing persubsektor yaitu subsektor air limbah, persampahan, drainase. Dengan acuan hasil tersebut, maka dalam bab 4 SSK Kabupaten Magetan, telah dirumuskan tentang tujuan, sasaran dan strategi. Tujuan merupakan pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, dan menangani isu strategis yang dihadapi.Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan Strategi adalahcara untuk mencapai visi dan misi yang dirumuskan berdasarkan kondisi saat ini.
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 2
4.1. Air Limbah Domestik
Strategi pengembangan air limbah domestik selama 5 tahun mendatang sesuai dengan isu strategis yang ada saat ini serta kaitannya dengan tujuan dan sasaran pembangunan air limbah domestikadalah sebagai berikut :
Strategi 1 :- Mengoptimalkan tusi OPD serta meningkatkan koordinasi untuk meraih pendanaan dari pihak Pusat, menjalin kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat
Strategi 1 dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan pengelolaan air limbah dimestik, dimulai dari sisi internal, terlebih saat ini tugas dan fungsi pengelolaan air limbah domestic belum teradopsi ke dalam OPD yang ada di Kabuapten Magetan
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan :Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor air limbah Sasaran :
1. Tersedianya masterplan air limbah domestik skala Kabupaten Magetan pada akhir tahun 2019
2. Meningkatnya peran dan kinerja Pemda dalam pengelolaan air limbah di tahun 2018
Strategi 2 :Meningkatkan kinerja pengelolaan air limbah domestik secara terintegrasi dan simultan antara pihak Pemda dan masyarakat, untuk mewujudkan peningkatan yang berkelanjutan
Strategi 2 ini dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam pengelolaan air limbah yang baik seperti tidak BABS, membangun tangki septik yang sehat, menguras tangki septik secara rutin; sehingga dapat memenuhi akses universal tahun 2019.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan :Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor air limbah Sasaran :
1. Meningkatnya akses layak pengelolaan air limbah domestik dari 91,42% menjadi 100% di tahun 2019
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 3
4.2. Persampahan
Strategi pengembangan persampahan selama 5 tahun mendatang sesuai dengan isu strategis yang ada saat ini serta kaitannya dengan tujuan dan sasaran pembangunan persampahan adalah sebagai berikut :
Strategi 1 : Meningkatkan kelengkapan produk hukum/NPSM sebagai landasan dan acuan pelaksanaan pengelolaan persampahan
Strategi 1 ini dalam rangka meningkatkan kelengkapan produk hukum/NPSM sebagai landasan dan acuan pelaksanaan pengelolaan persampahan seperti peraturan-peraturan daerah yang mendukung pengelolaan persampahan.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan. Sasaran : 1. Tersedianya perencanaan persampahan pada tahun 2018.
Strategi 2 : Mendorong peningkatan pemulihan biaya Persampahan
Strategi 2 ini dalam rangka meningkatkan pengelolaan sampah secara menyeluruh dan professional melalui retribusi sampah sebagai biaya persampahan bahkan meningkatkan PAD.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan. Sasaran : 1. Tersedianya perencanaan persampahan pada tahun 2018.
Strategi 3 : Meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong pengelolaan sampah akan upaya 3R (Reduce-Reuse- Recycle) dan pengamanan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) berbasis masyarakat
Strategi 3 ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta mendorong pengelolaan sampah akan upaya 3R dan pengamanan sampah B3 berbasis masyarakat.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Sasaran : 1. Menurunnya kuantitas sampah tidak terproses dari 70% menjadi 0% di
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 4
Strategi 4 : Mengembangkan dan menerapkan system insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan 3R
Strategi 4 ini dalam rangka menanamkan pemahaman pengelolaan sampah akan upaya 3R pada masyarakat bahkan pada anak usia sekolah.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Sasaran : 1. Berkurangnya kuantitas sampah dari sumbernya melalui pola 3R dari
2% menjadi 20% pada wilayah perkotaan.
Strategi 5 : Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana operasional dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah sesuai sasaran pelayanan
Strategi 5 ini dalam rangka mengurangi sampah yang tidak terproses dengan meningkatkan serta mengoptimalkan sarana prasarana operasional pengelolaan sampah.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Sasaran : 1. Bertambahnya layanan pengelolaan sampah perkotaan dari 5%
menjadi 80% dari sampah yang tidak terproses.
Strategi 6 : Meningkatkan pengelolaan TPA melalui peningkatan kinerja institusi pengelola dan perencanaan pengelolaan persampahan, dan memperpanjangumur rencana melalui pengaktifan reduksi sampah di masyarakat
Strategi 6 ini dalam rangka memaksimalkan dan meningkatkan pengelolaan TPA sehingga berfungsi secara optimal .
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Sasaran : 1. Meningkatnya sistem operasional pengelolaan TPA dari control landfill
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 5
4.3 Drainase Lingkungan
Strategi pengembangan drainase lingkungan selama 5 tahun mendatang sesuai dengan isu strategis yang ada saat ini serta kaitannya dengan tujuan dan sasaran pembangunan drainase lingkungan adalah sebagai berikut :
Strategi 1 :Meningkatkan koordinasi stake holder dalam pengelolaan infrastruktur drainase dan infrastruktur lain yang terkait untuk mendukung penyelenggaraan fungsi drainase dan bangunan pelengkapnya
Strategi 1 ini dalam rangka mendukung penyusunan masterplan drainase kabupaten serta peraturan pengelolaan drainase yang terintegrasi sehingga mendukung kinerja Pemerintah Daerah dalam penyelenggaaan pengelolaaan drainase secara keseluruhan sehingga diharapkan pengelolaan drainase bisa berjalan dengan baik.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan :Terwujudnya penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang terintegrasi, serta berkelanjutan pada tahun 2022
Sasaran :
Meratanya cakupan layanan Sistem Drainase Perkotaan di seluruh wilayah Kabupaten Magetan dengan berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan di Kota Magetan dari 2 lokasi menjadi 0 pada tahun 2019 serta berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan yang tersebar di Kabupaten Magetan dari 6 kelurahan/desa menjadi 0 pada tahun 2022
Strategi 2 : Meningkatkan sistem perencanaan dan sistem peraturan drainase skala Kabupaten dengan melibatkan peran aktif pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pemeliharaan saluran drainase yang berkelanjutan (W1, W4, W5; 01, 03, 04, 05)
Strategi 2 ini dalam rangka mendukung penyusunan masterplan drainase kabupaten serta peraturan pengelolaan drainase yang terintegrasi sehingga pihak Pemda, swasta serta masyarakat dapat dan wajib berperan aktif dalam pengelolaan drainase dalam waktu 10 tahun mendatang.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Terwujudnya penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang terintegrasi, serta berkelanjutan pada tahun 2022
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN IV - 6 Sasaran :
Meratanya cakupan layanan Sistem Drainase Perkotaan di seluruh wilayah Kabupaten Magetan dengan berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan di Kota Magetan dari 2 lokasi menjadi 0 pada tahun 2019 serta berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan yang tersebar di Kabupaten Magetan dari 6 kelurahan/desa menjadi 0 pada tahun 2022
Strategi 3 :Memperkuat sistem peraturan pengelolaan drainase untuk mengantisipasi ketidakseimbangan perkembangan llahan permukiman terbangun dengan penyediaan saluran drainase (W4; T1,T2)
Strategi 3 ini dalam rangka memperkuat sisi legalitas dan menarik komitmen terutama kepada pihak swasta yang dalam hal ini sebagian besar adalah pengembang permukiman, agar pengembangan permukiman juga menyertakan sarana drainase sebagai kelengkapan yang tidak terpisahkan; serta menarik komitmen kepada masyarakat untuk mtetap memelihara sarana yagn telah dibangun sehingga tidak membuang sampah ke saluran drainase dan tidak membuang air limbah yang belum diolah ke saluran drainase yang ada.
Strategi ini terkait dengan :
Tujuan : Terwujudnya penyelenggaraan sistem drainase perkotaan yang terintegrasi, serta berkelanjutan pada tahun 2022
Sasaran :
Meratanya cakupan layanan Sistem Drainase Perkotaan di seluruh wilayah Kabupaten Magetan dengan berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan di Kota Magetan dari 2 lokasi menjadi 0 pada tahun 2019 serta berkurangnya wilayah genangan permukiman perkotaan yang tersebar di Kabupaten Magetan dari 6 kelurahan/desa menjadi 0 pada tahun 2022
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 1
BAB V
KERANGKA KERJA LOGIS
Kerangka kerja logis atau KKL merupakan alur pikir penentuan kebijakan untuk menangani permasalahan pembangunan sanitasi permukiman. KKL dapat digunakan sebagai alat untuk menunjukkan hubungan logis secara berurutan serangkaian langkah dalam menentukan kebijakan pembangunan sanitasi permukiman dimulai dari permasalahan mendesak sampai dengan program dan kegiatan yang direncanakan oleh kab/kota. KKL memuat strategi yang berasal dari analisis SWOT dan merupakan skala prioritas penanganan sanitasi untuk mencapai tujuan pembangunan sanitasi kab/kota. Selain itu, KKL juga dapat digunakan sebagai alat untuk memeriksa konsistensi output antar Bab pada dokumen SSK.
5.1. Matriks Kerangka Kerja Logis (KKL) Pengelolaan Air Limbah Domestik
Matriks Kerangka Kerja Logis menjelaskan alur dan keterkaitan atas program dan kegiatan yang diusulkan dengan strategi, tujuan dan sasaran, serta permasalahan yang dihadapi. Alur pikir kebijkan pembangunan sanitasi permukiman sub sektor Air Limbah Domestik, ditunjukkan dalam Tabel 5.1. sebagai berikut :
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 2
Tabel 5.1. Matriks Kerangka Kerja Logis Pengelolaan Air Limbah Domestik Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan Belum ada dokumen
perencanaan pengelolaan air limbah
Belum ada peraturan yagn menyeluruh mengenai pengelolaan air limbah domestic
- Adanya lembaga / forum yang dibentuk pemerintah Kabupaten Magetan yang bisa diberdayakan dalam pembangunan / pengembangan bidang sanitasi - Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor air limbah Tersedianya masterplan air limbah domestik skala Kabupaten Magetan pada akhir tahun 2019 Meningkatnya akses layak pengelolaan air limbah domestik dari 91,42% menjadi 100% di tahun 2019 Meningkatkan kinerja pengelolaan air limbah domestik secara terintegrasi dan simultan antara pihak Pemda dan masyarakat, untuk mewujudkan peningkatan yang berkelanjutan (W5, W, W7, W8, W9; O4, O5, O6, O7) Program penyusunan perencanaan dan peraturan pengelolaan air limbah
"Penyusunan Masterplan Air Limbah Domestik (1). Penyusunan Perda Sistem Pengelolaan Air Limbah
(2). Pembentukan Lembaga Pengelola Pengelolaan Air Limbah (3). Penyusunan Perda dalam penyelengaraan sistem air limbah rumah tangga
(4). Penyusunan Perda Pengelolaan IPLT dan Kerjasama swasta (5). Pembentukan Lembaga Pengelolaan UPTD Air Limbah (6). Penyusunan Perda Pengelolaan SPALD-T Skala Kota
(7). Pembentukan Lembaga Pengelolaan SPALD-T Skala Kota (8) Advokasi adopsi tugas dan fungsi pengelolaan air limbah dalam OPD
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 3
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan Lemahnya fungsi
pengelolaan air limbah karena tidak ada instansi yang mengampu tugas dan fungsi pengelolaan air limbah domestic Kurangnya koordinasi antar instansi dalam penetapan kebijakan di bidang air limbah. Minimnya dukungan dana APBD (dibawah 3%) Anggaran sektor sanitasi belum menjadi prioritas oleh para pengambil kebijakan - Tren pembiayaan/alokasi anggaran APBD Kabupaten Magetan untuk penyediaan prasarana limbah relative mengalami peningkatan setiap tahun. - Terdapat anggaran dari APBN untuk pembangunan prasarana air limbah domestic - Adanya kemungkinan pendanaan dari swasta atau NGO untuk
pembangunan sektor air limbah
Meningkatnya peran dan kinerja Pemda dalam pengelolaan air limbah di tahun 2018 Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah
Advokasi peningkatan dan efisiensi penganggaran dan
pendanaanpengelolaan air limbah
Masih ada penduduk yang melakukan kegiatan BABs sebesar 8% - Menurunnya BABS dari 8% penduduk kabupaten menjadi 0% di tahun 2019 Meningkatkan kinerja pengelolaan air limbah domestik secara terintegrasi dan simultan antara pihak Pemda dan masyarakat, untuk
Samitasi Total Berbasis Masyarakat
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 4
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan mewujudkan peningkatan yang berkelanjutan (W5, W, W7, W8, W9; O4, O5, O6, O7) Masih kurangnya kegiatan komunikasi terkait pengelolaan air limbah sehingga masih ada
masyarakat yang membuang air limbah rumah tangga ke saluran drainase, kurang kesadaran untuk menguras tangka septik, keberadaaan resapan tangka setik terlaludekat dengan sumur, .
Saluran limbah cair domestik masih jadi satu dengan saluran drainase
Masih minimnya pengelolaan limbah cair rumah tangga
Adanya petugas sanitasi dan wirausaha sanitasi yang kompeten. Pemicuan STBM khususnya pilar pengelolaan limbah cair rumah tangga masih sangat minim dilaksanakan Adanya pemeriksaan berkala sebagai upaya penjaminan mutu pengelolaan air limbah pasca konstruksi
- Sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan tanki septic skala individu yang aman bagi
lingkungan
- Sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pengurasan tangki
septik 3-5 tahun sekali - Sosialisasi pemahaman tentang pentingnya pengelolaan air limbah
- Sosialisasi penyadaran masyarakat tentang tangki septik yang memenuhi syarat kesehatan
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 5
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk pengolahan limbah domestic serta untuk memiliki septictank yang aman dan layak Adanya program Pemerintah Pusat dalam skema pemberdayaan masyarakat untuk penanganan/ pengembangan sanitasi lingkungan.
Pembangunan SPALD-S Skala Komunal
a) Pemicuan (termasuk Pembentukan KSM; Pelatihan
Manajerial, Administrasi & Keuangan; Penyusunan aturan lokal; Promosi/Kampanye/Edukasi Higiene dan sanitasi berkelanjutan)
b) Pembebasan Lahan/Tanah c) Perencanaan Detail Septiktank
Komunal & Jaringan perpipaan d) Pembangunan Tangki Septik Komunal & Jaringan Perpipaan e) Pembangunan Sambungan
Rumah f) f. Biaya Operasi dan Pemeliharaan Tangki Septik
Komunal Kurangnya
kesadaran masyarakat untuk pengolahan limbah domestic serta untuk
Adanya program Pemerintah Pusat dalam skema pemberdayaan masyarakat untuk Menurunnya BABS dari 8% penduduk kabupaten menjadi 0%
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 6
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan memiliki septictank
yang aman dan layak
penanganan/ pengembangan sanitasi lingkungan.
di tahun 2019
IPLT yang ada tidak layak dan tidak berfungsi - Adanya intruksi Bupati terkait pengelolaan limbah domestic. Meningkatnya pelayanan IPLT di tahun 2022 Pembangunan IPLT a) Studi Kelayakan
b) Studi Lingkungan Pembangunan IPLT
c) Sosialisasi Rencana Pembangunan IPLT
d) Pembebasan Lahan/Tanah e) Perencanaan Detail (DED) Pembangunan IPLT
f) Pembentukan Kelembagaan Pengelola IPLT
g) Pelatihan bagi Pengelola IPLT h) Pembangunan IPLT
i) Pengawasan Teknis dan Suprvisi Pembangunan IPLT
j) Pengadaan Truk Tinja
k) Operasi dan Pemeliharaan IPLT dan Fasilitasnya
Sumber : Hasil Analisa Pokja Sanitasi Kabupaten Magetan 2017
Dari tabel 5.1. di atas terdapat 3 permasalahan mendesak utama subsektor air limbah yang bisa dimasukkan KKL yaitu belum tersedianya dkumen perencanaan dan peraturan air limbah domestic, lemahnya peran pemerintah dAerah dalam pengelolaan disebabkan ketiadaan fungis pengelolaan air limbah domestic terutama dari masyarakat ke insdtalasi pengolahan serta pendanaan yang minim, kurangnya kesadaran masyaraat untuk hidup bersanitasi, kurangnya komunikasi/penyuluhan
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 7
kepada masyarakat, serta manajemen IPLT yang sangat lemah. Hal ini dapat diselesiakan dengan penyusunan perencanaan dan peraturan pengelolaan air limbah dimestik serta Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah yang terdiri dari Advokasi peningkatan dan efisiensi penganggaran dan pendanaan pengelolaan air limbah, sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat untuk mengenai penggunaan tangka septik yang laayak dana man, Pembangunan SPALD-S SKala Komunal, dan pemabngunan IPLT
5.2. Matriks Kerangka Kerja Logis (KKL) Pengelolaan Persampahan
Matriks Kerangka Kerja Logis menjelaskan alur dan keterkaitan atas program dan kegiatan yang diusulkan dengan strategi, tujuan dan sasaran, serta permasalahan yang dihadapi. Alur pikir kebijkan pembangunan sanitasi permukiman sub sektor persampahan, ditunjukkan dalam Tabel 5.2. sebagai berikut :
Tabel 5.2. Matriks Kerangka Kerja Logis Pengelolaan Persampahan Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan
Belum ada dokumen perencanaan yang terkinikan
Belum ada perda tentang pengelolaan persampahan secara menyeluruh
- Ada lembaga yang menangani persampahan - Tren pembiayaan / alokasi
anggaran APBD Kab/kota pengelolaan persampahan relatif mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun
- Sudah ada retribusi pelayanan persampahan - Sudah ada TPST 3R yang
beroperasi Mengoptimalkan pencapaian akses universal di sektor persampahan Tersedianya perencanaan persampahan pada tahun 2018 Meningkatkan kelengKapan produk hukum/NPSM sebagai landasan dan acuan pelaksanaan pengelolaan persamPahan Program Penyusunan dokumen perencanaan dan peraturan daerah (1). Penyusunan Perda Pengelolaan Persampahan (2). Pembentukan Lembaga Pengelolaan Persampahan Skala Kab./Kota (3). Penyusunan Kebijakan Kerjasama Pengelolaan Persampahan (4). Penyusunan Peraturan di Daerah tentang Pengelolaan
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 8
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan
TPA (5). Pembentukan Lembaga Pengelola TPA (6). Kerjasama Pengelolaan Persampahan (7). Fasilitasi Kerjasama dengan Dunia Usaha/Lembaga (8). Pembahasan Rancangan Perda Persampahan a. (9). Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Persampahan Belum optimalnya penggunaan sarana dan prasarana operasional dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah
Upaya pengelolaan sampah secara menyeluruh dan profesional akan
meningkatkan potensi PAD melalui retribusi sampah
Mendorong peningkatan pemulihan biaya Persampahan Penyusunan pedoman penyusunan pedoman dan peraturan (pedoman penyusunan rencana biaya, pedoman pengelolaan keuangan, pedoman penJrusunan tarif retribusi; yang alkan menjadi acuan yang memudahkan Pemerintah Daerah
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 9
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan
dalam melaksanakan upaya-upaya Pemulihan biaYa)'
Sebagian masyarakat masih enggan untuk melakukan pemilahan sampah
Terdapat komunitas masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan persampahan (3R dan Bank Sampah)
Menurunnya kuantitas sampah tidak terproses dari 70% menjadi 0% di perdesaan pada tahun 2019
Meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong pengelolaan sampah akan upaya 3R (Reduce-Reuse- Recycle) dan pengamanan sampah E}3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) berbasis masyarakat( s7, s8; o1, 05) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Pengurangan sampah Sosialisasi Bank Sampah
dan TPS3R
Fasilitasi pembentukan KSM
Pengadaaan lahan, DED, pelaksanaan pembangunan dan Supervisi pembangunan TPS3R Pembinaan KSM pengelola Bank Sampah dan TPS3R Jumlah TPS dan TPS 3R di Kabupaten Magetan masih kurang
Fasilitas pengelolaan sampah 3R dan Bank Sampah sudah dikembangkan di beberapa TPS dan lingkungan permukiman
Berkurangnya kuantitas sampah dari
sumbernya melalui pola 3R dari 2% menjadi 20% pada wilayah perkotaan
Mengembangkan dan menerapkan system insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan 3R
Masih terbatasnya sarana dan prasarana operasional dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah
Pengangkutan persampahan telah rutin dilaksanakan; setiap hari di perkotaan, seminggu dua kali di luar wilayah kecamatan MAgetan dalam area layanan.
Bertambahnya layanan pengelolaan sampah
perkotaan dari 5% menjadi 80% dari sampah yang tidak
terproses.
Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana
operasional dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah sesuai sasaran pelayanan Program penanganan Sampah Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Skala Kota a. Penyusunan Studi
STRATEGI SANITASI KABUPATEN MAGETAN 10
Permasalahan
Mendesak Isu Strategis Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan
Kelayakan TPST b. Penyusunan Studi Lingkungan c. Sosialisasi "Rencana" Pembangunan TPST kepada masyarakat sekitarnya d. Pembebasan Lahan e. Perencanaan Teknis (DED) TPST f. Pembangunan TPST g. Pengawasan Teknis dan Supervisi Pembangunan TPST h. Pembentukan Kelembagaan Pengelolaan TPST/Unit Kerja TPST i. Pelatihan Pengelolaan TPST j. Operasi dan Pemeliharaan TPST dan fasilitasnya k. Pengadaan alat angkut
Masih terdapat masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan terutama yang tinggal
Adanya Bank Sampah sebanyak 74 unit yang dikembangkan untuk mensinergikan kegiatan pengelolaan sampah dengan