• Tidak ada hasil yang ditemukan

KKN TABAH. Daftar Isi. Tanggap Bencana Wabah Covid-19

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KKN TABAH. Daftar Isi. Tanggap Bencana Wabah Covid-19"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Daftar Isi

Cover ... Daftar Isi ...

1. Apa itu Covid-19? ... 1

2. Bagaimana Mencegah Penularan Covid-19? ... 4

3. Cara Membuat Hand Sanitizer Alami ... 6

4. Hadapi covid-19 tanpa panik... 9

5. Kenali Tanda Orang Tanpa Gejala ... 10

(3)

1

1. Apa itu Covid-19?

Covid-19 atau virus Corona menurut World Health Organization (WHO) merupakan virus jenis baru yang ditemukan pada manusia di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019. Virus tersebut dapat menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan timur tengah (MERS-CoV) dan sindrom penafasan akut parah (SARS-CoV). Virus ini menyebar ke berbagai negara salah satunya Indonesia. Yuliana (2020) mendefinisikan bahwa Covid-19 merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul, dan tidak memiliki segmen. Covid-19 tergolong dalam ordo Nidovirales, keluarga Coronaviridae. Covid-19 memiliki struktur seperti kubus dengan protein S yang terletak pada permukaan virus.

Wujud asli Covid-19 dengan menggunakan Mikroskop Elektron. Sumber: http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMicm2023328

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari

(4)

2 dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung. Transmisi virus corona atau COVID-19 terjadi antara yang telah terinfeksi dengan orang tanpa patogen penyakit, tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Selain itu, virus ini dapat menular melalui kontak langsung seperti cium tangan, jabat tangan, berpelukan, cipika-cipiki dengan penderita Covid-19. Bisa juga menular karena menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus corona ini, sebab virus corona dapat bertahan selama berjam-jam pada benda mati yang sewaktu-waktu dapat menularkan virus apabila manusia menyentuhnya.

Penyebaran virus corona COVID-19 lewat dudukan toilet, pegangan pintu kamar mandi, dan wastafel (fecal shedding) terjadi pada beberapa pasien. Namun penyebaran virus corona atau COVID-19 atau COVID-19

(5)

3 dengan fecal shedding, hingga kini bukan menjadi upaya tranmisi utama.

Sumber gambar : tribunkaltim.com

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19. Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

a. Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

b. Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak.

c. CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.

(6)

4 Rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

2. Bagaimana Mencegah Penularan Covid-19?

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu, menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama unit gawat darurat.

Diambil dari covid19.kemenkes.go.id Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

a. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.

b. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang

(7)

5 mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

c. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).

d. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

e. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

f. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.

g. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

h. Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.

i. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.

j. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari

(8)

6 petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

3. Cara Membuat Hand Sanitizer Alami

a. Hand Sanitizer dari Daun Sirih dan Jeruk Nipis

Alat dan Bahan :

1. Daun sirih 50 gram 2. Air panas 200 ml 3. Air bersih 200 ml 4. Jeruk nipis 8 ml 5. Kompor 6. 2 buah panci 7. Gelas ukur 8. Botol spray 9. Pisau 10. Saringan Cara membuat :

1. Cuci 50 gram daun sirih hingga bersih

2. Keringkan daun sirih dengan cara diangin-anginkan 3. Setelah dipastikan kering dan bersih, potong daun

sirih tersebut menjadi kecil kecil

4. Tuang 50 g daun yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam panci yang berisi 200 ml air panas

5. Setelah selesai, ambil panci lain yang lebih besar 6. Isi panci tersebut dengan air dingin

(9)

7 7. Masukkan panci yang berisi rendaman daun sirih ke

dalam panci yang lebih besar

8. Rebus daun sirih dengan cara seperti ditim 9. Gunakan api kecil

10. Panaskan hingga 90 derajat celcius

11. Setelah selesai, diamkan dan tunggu hingga 30 menit

12. Setelah dingin, saring rendaman daun sirih ke dalam gelas ukur

13. Tuangkan air daun sirih hingga mencapai 15 persen 14. Tambahkan 8 ml air jeruk nipis

15. Tambahkan air secukupnya 16. Aduk

17. Tuangkan ke dalam botol spray 18. Siap digunakan

Saran

medicalnewstoday.com

Apabila terdapat sisa bahan yang masih bisa digunakan kembali seperti daun sirih ataupun sisa saringan, sebaiknya simpan ke dalam lemari pendingin.

Sementara itu, pembuatan hand sanitizer menggunakan daun sirih ini dapat dilakukan di rumah dengan tidak memperjualbelikannya. Cukup buat dan gunakan hand sanitizer ini secara pribadi.

Saran dari dr. Retno Sari, MSC., Apt, hand sanitizer tidak bisa diaplikasikan ke kulit manusia dalam jangka waktu yang lama. Sebab, penggunaan yang terlalu lama

(10)

8 dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kasar, bahkan alergi dan gangguan kesehatan kulit yang lainnya.

b. Hand Sanitizer dari Lidah Buaya

Alat dan Bahan :

1. 150 ml alkohol 70 %

2. 50 gram gel lidah buaya/ 1 daun lidah buaya 3. Sedikit ekstrak kulit lemon yang sudah diperas 4. Blender

5. Gelas ukur 6. Botol spray

Cara Membuat :

1. Cuci semua bahan, kupas lidah buaya ambil bagian dalamnya dan potong kecil – kecil.

2. Blender lidah buaya

3. Campurkan alkohol dengan gel lidah buaya ke dalam gelas ukur.

4. Aduk selama 15 menit. 5. Diamkan sejenak.

6. Tambahkan potongan kecil kulit lemon yang telah diperas.

Keterangan :

Alkohol sebagai antiseptik, gel lidah buaya atau aloevera untuk melembutkan kulit, dan ekstrak kulit lemon sebagai pewangi. Campuran ini untuk pembunuh kuman dan bakteri, menurut kepala Laboratorium FTI UMI Makassar hand sanitizer ini tidak menyebabkan iritasi.

(11)

9

4. Hadapi Covid-19 Tanpa Panik

Dilansir dari Psychology Today, merasa panik di tengah penyebaran penyakit malah berisiko menjadikan seseorang rentan terpapar virus. Perasaan pabik berlebihan menjadikan tubuh melepaska homan kortisol, yang mana dapat menekan imun tubuh sehingga kekebalan tubuh dapat berkurang dalam melawan kontaminasi virus.

Ada beberapa alasan mengapa kita tak perlu panik hadapi virus Covid-19, di antaranya:

a. Covid-19 merupakan virus yang sudah teridentifikasi. Tidak seperti AIDS yang membutuhkan waktu dua ahun untuk bisa mengenali virusnya. Kasus Corona pertama kali ditemukan pada 31 Desember 2019 di China, lalu pada 7 Januari 2020, ia langsung dapat diidentifikasi. Genom Covid-19 sudah tersedia pada 10 Januari 2020.

b. Alat pendeteksi Covid-19 sudah tersedia. Dibandingkan wabah-wabah penyakit sebelumnya, kali ini masyarakat tidak perlu panik karena alat pendeteksi virus corona sudah ditemukan. Sejak 13 Januari 2020, dokter-dokter sudah bisa mengecek keadaan pasien yang terpapar virus corona.

c. Covid-19 dapat dihilangkan. Virus corona dapat dihilangkan dari permukaan benda dengan sekan etanol yang mengandung 6-72 persen alkohol, 0,5 persen hidrogen peroksida atau natrium hipoklorit

(12)

10 dengan kandungan 0,1 persen pemutih. Ia dapat dinonakifkan dalam waktu satu menit saja. Mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara paling efektif untuk menghindari penularan covid-19.

d. Vaksin sedang diujikan kepada pasien positif covid-19. Perusahaan china yang mengembangkan vaksin virus corona, sinovac biotech, berencana memulai uji klinis vaksin eksperimental pada anak-anak dan remaja. Melansir channel news Asia, 17 September 2020, uji klinis dijadwalkan akan terlaksana pada akhir September 2020.

5. Kenali Tanda Orang Tanpa Gejala

Merebaknya virus Covid-19 alias virus corona di sejumlah negara, 5membuat banyak istilahistilah baru terkait corona yang perlu diketahui. Terlebih, baru-baru ini istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga sering terdengar.

Lantas, apa pengertian OTG, yang disebut bisa tularkan corona tanpa gejala, dan bagaimana cara deteksinya? Sebelum membahas lebih dalam terkait penularan corona tanpa gejala dan cara deteksinya, mari simak dulu pengertian dari OTG itu sendiri. Sumber: cekaja.com

Pengertian OTG

Sebagaimana Pedoman Pencegahan dan

Pengendalian Coronavirus Dideade (Covid-19), yang dikeluarkan Kemenkes, OTG atau Orang Tanpa Gejala

(13)

11 merupakan seseorang yang tidak bergejala tetapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19.

Tidak hanya itu, OTG juga pernah memiliki kontak erat (kontak fisik, berada dalam satu ruangan dengan pasien corona, pernah berkunjung, bertemu dalam radius 1 meter) dengan kasus positif corona.

Siapa saja orang yang termasuk kontak erat?

Pedoman Pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), dalam versi terbarunya menjelaskan tentang orang-orang yang termasuk kontak erat.

Di mana menurut Kemenkes, individu atau orang dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat, yakni:

a. Petugas Kesehatan

Petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit, merupakan orang yang masuk dalam kategori kontak erat. Di mana mereka yang memeriksa, merawat, mengantarkan, dan membersihkan ruangan tempat perawatan khusus pasien corona, tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar.

b. Orang berada dalam satu ruangan dengan pasien virus corona

Selanjutnya, adalah orang yang berada dalam satu ruangan dengan pasien corona. Bukan hanya di rumah sakit, tapi juga ketika berapa di tempat kerja, kelas, rumah, atau ketika mengikuti acara besar,

(14)

12 dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.

c. Orang berpergian dengan pasien virus corona

Selain itu, orang yang bepergian bersama dengan pasien corona (dalam radius 1 meter), dengan segala jenis angkutan atau kendaraan, dalam 2 har i sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Lantas bagaimana dengan pasien corona tanpa gejala? dan bagaimana cara deteksinya?

Virus yang tak terlihat ini memang membuat siapapun tak menyadari jika virus ini, ternyata telah menjangkit tubuh kamu. Pasalnya, jika imun tubuh kuat atau kamu masih muda, mungkin saja kamu terjangkit corona namun tidak bergejala. Sehingga kamu hanya menjadi perantara penularan virus.

Adakah ciri-ciri yang bisa dilihat terkait corona tanpa gejala?

Dari seluruh pasien positif virus corona di Indonesia, data mengungkapkan bahwa 70 persen diantaranya terinfeksi corona tanpa gejala dan bisa tularkan virus. Sehingga, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi.

Nah, perlu diketahui juga bahwa orang yang seperti ini dalam dunia medis disebut ‘carrier’ atau pembawa. Berikut cara deteksi penularan corona tanpa gejala.

(15)

13 a. Tidak ada gejala

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rata-rata orang yang terjangkit virus corona tidak merasakan sakit, seperti apa yang seharusnya. Sehingga, kamu bisa disebut sebagai carrier virus tanpa gejala.

Sehingga, meski kamu tidak merasa sedang sakit, atau sakit tetapi tidak sama dengan gejala virus corona, sebaiknya gunakanlah masker. Jika hanya untuk mencegah penularan (bukan benar-benar sakit), kamu bisa menggunakan masker kain bukan masker medis.

Karena, kita tidak pernah tahu, diri kita sendiri atau orang lain sedang membawa virus atau tidak. Gunakanlah masker sebagai pelindung diri dari penularan orang tanpa gejala.

b. Usia muda

Dilansir cnnindonesia.com dari laman Stat News, pada Februari 2020, otoritas kesehatan China merilis publikasi terkait statistik pasien corona. Dalam statistik tersebut menyebutkan bahwa ada lebih 44 ribu kasus terkontaminasi, dan ‘hanya’ sekitar 1 persen anak-anak berusia 9 tahun ke bawah yang sakit, serta tidak ada satu pun dari mereka yang meninggal.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa usia muda merupakan salah satu ciri yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala, dan sebagai pembawa

(16)

14 virus. Berbeda dengan kasus yang terjadi pada orang dewasa hingga manula. Setidaknya ada sebanyak 20 persen orang dewasa, berusia 80 tahun ke atas yang terinfeksi dan meninggal.

c. Alat indera kurang normal

Ciri selanjutnya dari orang yang menjadi pembawa virus corona tanpa gejala adalah hilangnya kemampuan penciuman. Di mana mereka yang terinfeksi virus terutama pada orang yang tidak memiliki gejala yang nampak, akan kehilangan indera perasa seperti penciuman, atau dalam bahasa medisnya biasa disebut anosmia.

Bahkan, jika kamu merasakan hal-hal seperti anosmia, hal tersebut bisa dijadikan sebagai cara mendeteksi kemungkinan infeksi corona. Sehingga, jika kamu menemukan gejala seperti ini, sebaiknya pertimbangka untuk melakukan tes dan mengisolasikan diri.

Coba deteksi virus corona diri sendiri, dengan cara berikut:

• Tahan napas selama 10 detik atau lebih. Jika kamu batuk, sesak atau merasa tak nyaman, kemungkinan besar ada masalah di saluran pernapasan kamu. Namun, jika kamu mampu melakukan hal tersebut tanpa batuk, bukan berarti kamu terbebas dari virus corona, atau penyakit paru-paru lainnya.

(17)

15 • Merasa sakit, di antaranya seperti batuk kering, sering merasa lelah, dan demam. Untuk beberapa orang mungkin bisa berkembang ke beberapa bentuk penyakit seperti pneumonia.

• Cara deteksi yang paling manjur adalah dengan melakukan tes laboratorium. Jadi apapun ciri-ciri yang kamu khawatirkan, akan kamu ketahui jawabannya jika kamu tes di lab.

Nah, tidak mau bukan, jika kamu termasuk salah satu orang yang menularkan virus corona tanpa gejala? Agar hal tersebut tidak terjadi pada kamu, dan menularkan ke keluargamu, jangan lupa selalu hidup sehat jaga kesehatan dan kebersihan, serta mengisolasikan diri.

6. Do and Don’t on Pandemic

a. Hal yang Harus Dilakukan Saat Pandemi

Sumber: halodoc.com 1) Cuci Tangan

Cucilah tangan setidaknya selama 20 detik, beberapa kali sehari. Gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen. Ini waktu yang tepat mencuci tangan, yaitu:

• Sebelum memasak atau makan • Setelah menggunakan kamar mandi

(18)

16 Cuci tangan minimal 20 detik dengan tutorial di bawah ini:

Mencuci dengan air saja jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memindahkan virus dari permukaan kulit. Jadi, cucilah tangan dengan sabun karena ia mengandung senyawa seperti lemak yang disebut amphiphiles, yang mirip dengan lipid yang ditemukan dalam membran virus. Ketika sabun bersentuhan dengan zat berlemak ini, sabun mengikatnya dan menyebabkannya terlepas dari virus. Ini juga memaksa virus melepaskan diri dari kulit.

2) Kenali Gejalanya

Gejala penyakit COVID-19 boleh dibilang hampir serupa dengan flu. Oleh sebab itu, kenali gejalanya agar tidak keliru. Lalu, apa saja gejala COVID-19? Nah, berikut ini gejalanya menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19):

• Demam (87,9%) • Batuk kering (67,7%) • Kelelahan (38%) • Produksi dahak (33,4%) • Sesak napas (18,6%) • Sakit tenggorokan (13,9%)

(19)

17 • Sakit kepala (13,6%)

• Hidung tersumbat (4,8%) 3) Jauhi Tempat Keramaian

Pertimbangkanlah untuk mengambil langkah pencegahan ekstra. Contohnya, hindari tempat keramaian bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset dari pemerintah Tiongkok, lansia dan pengidap penyakit kronis, memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.

4) Hindari Negara Terdampak

Pertimbangkan kembali, atau jangan melakukan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak virus corona. Saat ini penyebaran COVID-19 telah mencapai lebih dari 70 negara. CDC menyarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Tiongkok dan Korea Selatan. Terutama untuk orang-orang dalam kelompok yang berisiko tinggi (lansia dan pengidap penyakit kronis), tundalah perjalanan ke Italia, Jepang, dan negara lainnya yang terdampak.

5) Persiapan Obat dan Disinfektan

Pastikan kamu memiliki persediaan obat-obatan dan disinfektan di rumah. Bila anggota

(20)

18 keluarga ada yang sakit, berilah obat pereda gejala yang dijual bebas, kemudian segera temui dokter di rumah sakit. Disinfektan bertujuan untuk

membersihkan permukaan benda yang

terkontaminasi virus dari orang sakit.

Menurut riset, virus corona terbaru atau SARSCoV-2 bisa bertahan di permukaan benda, selama beberapa jam hingga hitungan hari. Bersihkan benda-benda yang rawan dihinggapi virus secara teratur. Misalnya gagang pintung, ponsel pintar, pegangan tangga, hingga telepon.

6) Saat Sakit

• Segera temui dokter

• Pelajari etika batuk yang benar • Kenakan masker

• Jaga jarak

• Makan makanan bergizi • Membatasi interaksi

b. Hal yang Dilarang Saat Pandemi

Sumber: halodoc.com

1) Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut

Untuk mencegah virus corona, jangan sekali kali menyentuh mata, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor. Ingat, penularan virus corona bisa terjadi ketika tangan menyentuh barang yang

(21)

19 terkontaminasi virus, dan kemudian menyentuh mata atau wajah.

2) Bepergian saat Sakit

Untuk mencegah penyebaran virus corona, sebaiknya jangan bepergian bila sakit, demam, atau mengalami gejala-gejala COVID-19. Bila dirimu sedang sakit saat berada dalam penerbangan, segera beritahu kru pesawat. Setelah tiba di tempat tujuan, temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3) Panik

Pemerintah Indonesia lewat presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat agar tetap waspada, tenang, bukan panik dalam menghadapi virus corona. Ambilah tindakan pencegahan yang tepat seperti hal-hal di atas. Kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter atau profesional lainnya melalui sambungan telepon yang disediakan oleh pemerintah. Berikut hotline COVID -19 yang disediakan oleh pemerintah, yaitu:

• 119

• 021-5210411 • 0812 1212 3119 4) Saat Sakit

(22)

20 • Berkumpul dengan keluarga atau teman

• Batuk dan bersin • Minum antibiotik

Referensi

Dokumen terkait

Konsep dasar pengelasan dengan teknik las busur ini dilakukan dengan memasukkan baja cair ke- dalam kampuh-kampuh dengan ben- tuk yang tertentu. Sementara

Oracle products and services: Oracle Exalogic Elastic Cloud, Oracle Exadata Database Machine, Oracle WebLogic Server, Oracle Real Application Clusters, Oracle SOA Suite,

Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Profesional Terhadap Kepuasan Kerja Auditor dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik

selaku dosen pembimbing I, dosen penguji proposal dan skripsi yang telah memberikan banyak dukungan, waktu, tenaga, serta kesabaran dalam memberikan arahan

9 Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Islam dari Teori dan Praktek.. pengkudetaan di masa Ali, sistem kenegaraan berubah menjadi monarkhi atau kerajaan yang

Meskipun lebih dari separo responden istri migran menyatakan bahwa dengan perginya suami untuk bekerja ke Malaysia beban pekerjaan rumah tangga menjadi semakin berat,

Buku ini dibuat dengan diawali proses pencarian data dari sanggar tari dengan mengadakan beberapa wawancara, pembuatan storyline, storyboard, pengambilan foto kostum

sebagai rahmat bagi seluruh alam Semesta,; menjelaskan kondisi Mekah sebelum Islam.; menjelaskan reaksi dan respon masyarakat mekah terhadap dakwah Nabi Muhammad Saw.;