Report
Learning Center
PERIODE JUNI 2019
8 9 6 5 8 6 4 11 13 8 8 0 8 Design b y :FAP Agri Learning Center
PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
SALAH SATU
KUNCI SUKSES
BERTAHAN
DI BISNIS KELAPA SAWIT
VISI & MISI PERUSAHAAN
VISI & MISI PERUSAHAAN
VISI :
VISI :
Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala
Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala
Aspek
Aspek
MISI :
MISI :
Ÿ
Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan
Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan
tanggungjawab sosial dan lingkungan
tanggungjawab sosial dan lingkungan
Ÿ
Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang
Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang
efektif dan e sien
efektif dan e sien
Ÿ
Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar
Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar
internasional
internasional
Ÿ
Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten
Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten
NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN
NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN
INTEGRITAS
INTEGRITAS
Ÿ
Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan
Ÿ
Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan
Ÿ
Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi
Ÿ
Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi
Ÿ
Satunya perbuatan dengan kata
Ÿ
Satunya perbuatan dengan kata
KOMITMEN
KOMITMEN
Ÿ
Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas
Ÿ
Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas
Ÿ
Peduli / Care
Ÿ
Peduli / Care
Ÿ
Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan
Ÿ
Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan
HASIL
HASIL
Ÿ
Berpikir kreatif dan inovatif
Ÿ
Berpikir kreatif dan inovatif
Ÿ
Perbaikan berkelanjutan
Ÿ
Perbaikan berkelanjutan
Ÿ
Memberikan yang terbaik
Ÿ
Memberikan yang terbaik
VISI & MISI PERUSAHAAN
VISI :
Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala
Aspek
MISI :
Ÿ
Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan
tanggungjawab sosial dan lingkungan
Ÿ
Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang
efektif dan e sien
Ÿ
Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar
internasional
Ÿ
Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten
NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN
INTEGRITAS
Ÿ
Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan
Ÿ
Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi
Ÿ
Satunya perbuatan dengan kata
KOMITMEN
Ÿ
Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas
Ÿ
Peduli / Care
Ÿ
Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan
HASIL
Ÿ
Berpikir kreatif dan inovatif
Ÿ
Perbaikan berkelanjutan
Ÿ
Memberikan yang terbaik
SALAM SEHAT
SEMANGAT - HARAPAN - TRUST
Project
Apa itu Single Source of Tructh
MENGAPA Project One’s ?
TUJUAN Project One’s
Akurat
Tepat Waktu
Dapat dianalisa
dengan tepat
MENGAPA - Semua berkeluh
kesah dengan proses yang berjalan
sekarang ?
PROJECT
ONE’S
Single Source of Truth
ONE’S
ONE’S
“Single Source Of Truth adalah solusi untuk mengakses data dari sumber yang sama dengan cepat, akurat, dan terintegrasi”
A. Satu Sumber. Data yang digunakan berasal dari database yang sama. Dengan adanya Project One’s ini diharapkan data yang diupdate dan dianalisa merupakan data dari sumber yang sama dan benar.
B. Format dan Alur Baku Standar. Setiap proses kerja akan ada alur dan format baku yang ditetapkan. Sehingga data yang terkumpul dititik yang sama dengan model yang sama. C. Hierarki Singkat. Perbaikan strukturisasi untuk mempersingkat proses pekerjaan. Tidak perlu lama menunggu data sampai ke Management karena proses tahapannya singkat.
D. Integrated. Data terintegrasi dengan Program PIMS.
E. Accessible. Mudah di akses dengan satu sumber yang sama dan valid.
Beberapa kendala yang sering dijumpai dilapangan mengenai sumber data.
A. Perbedan data antar unit. Sering ditemukannya perbedaan data yang berada di masing - masing unit, padahal sumber data awalnya datang dari kebun.
B. Belum ada alur/format yang standart. Karena terjadi perbedaan Format sering terjadi pengulangan double pekerjaan dan sulit untuk koordinasi.
C. Proses yang lama dan sangat panjang. Laporan yang berbeda format menyebabkan laporan yang diterima Management menjadi lambat dan tidak akurat sehingga lambat evaluasi dan eksekusi dari laporan yang disampaikan.
D. Data sulit diakses. Data masih disimpan di setiap PIC, server belum terpusat dan kendala
infrastruktur.
E. Egois. Bekerja sendiri - sendiri minim koordinasi antar unit. Siapa ? Mengapa ? Kapan ?
1
2
3
12
11
10
09
08
07
04
05
06
01
02
03
KAPAN - Tahapan Project One’s
Berjalan ?
Pendataan Administrasi
Evaluasi & Finalisasi Administrasi
Sosialisasi
Monitoring Output
Ÿ Pendataan format administrasi proses awal sampai akhir
Ÿ Pendataan Alur kerja yang berlaku sekarang (Proses, PIC dan supervisi lengkap dengan foto proses kerja dan format administrasi)
Ÿ Membuat resume kondisi data administrasi saat ini per kebun yang di tandatangani oleh GM dan KTU
Ÿ Melakukan evaluasi atas format administrasi dan alur kerja bersama dengan user
Ÿ Koordinasi dengan Project PIMS untuk menyamakan format & alur kerja
Ÿ Memberikan rekomendasi format dan alur kerja yang disepakati bersama
Ÿ Pembuatan Standard Baku untuk proses kerja dan format yang digunakan
Ÿ Penyusunan bahan sosialisasi Ÿ Sosialisasi kepada semua pihak
yang terlibat
Ÿ Penilaian konsistensi pelaksanaan administrasi
S
S
P
PIIII M
M
“
Plantation Information
“
Management System
PIMS adalah sebuah system
pencatatan data aktivitas harian
kebun yang terintegrasi dengan
biaya yang bersumber dari
kegiatannya. Data tersebut dikelola
sehingga dapat menghasilkan report
yang dibutuhkan menejemen dan
user kebun dalam waktu singkat
secara akurat. PIMS sudah
terintegrasi dengan Weightbridge
App, Oracle dan Bims.
apa itu pims ?
Hal yang melatarbelakangi
adanya sistem ini adalah
banyaknya duplikasi data yang
ada dilapangan, format laporan
yang berbeda antar
departermen dan rentan terjadi
perbedaan data dari setiap
sumber. Sehingga ketika suatu
data dibutuhkan maka
diperlukan waktu lebih dalam
pengumpulan data tersebut.
Kemungkinan data yang
ditampilkan salah menjadi besar
dan membutuhkan biaya yang
lebih karena banyaknya format
yang dicetak secara sik.
Adapun sumber data yang bisa
dicatat oleh PIMS meliputi
Kegiatan Blok yang mencakup
kegiatan karyawan yang
ditujukan ke blok seperti panen
dan perawatan, Kegiatan Non
Blok yang berupa kegiatan
karyawan Umum dan Pabrik,
Aktivitas Workshop untuk
mencatat aktivitas bengkel dan
maintenance, Aktivitas Vehicle
yang bersumber dari Laporan
Harian Operasional dan
Aktivitas SPKL untuk mencatat
pekerjaan borongan dengan
tenaga borongan lokal.
Data-data tersebut disimpan
dalam satu sistem terpusat
sehingga dimana pun dan kapan
pun data tersebut dibutuhkan
dapat diunduh berupa report
so copy yang dapat langsung
digunakan melalui komputer
maupun gadget. Secara garis
besar report yang terdapat
pada PIMS adalah Ikhtisar
Biaya, Accounting, Agronomi
dan Pabrik, HRD, Fisik dan
Premi serta yang baru
dikembangkan yaitu Report
Asisten yang dapat dijadikan
sumber data asisten secara
harian, bulanan dan tahunan.
Implementasi PIMS di Nunukan
sudah berjalan dan sedang
dalam tahap Trial. FAP Agri
Nunukan terdiri dari lima GMK,
untuk membantu proses
implementasi di setiap GMK
dibantu oleh Sta PIMS
sebagai implementor.
Infrastruktur dan fasilitas
penginputan data juga sudah
direalisasikan dengan
menambahkan beberapa Entry
Point di Rayon yang berjauhan
jaraknya dari Kantor Kebun.
Setiap Entry Point difasilitasi
dengan perangkat jaringan
V-Sat dan perangkat inputan
berupa Komputer Tablet sesuai
jumlah user di Entry Point
tersebut. Hal ini dimaksudkan
agar inputan user up to date
tanpa harus terkendala jarak
dan waktu.
Kunci keberhasilan
implementasi PIMS adalah
dengan melakukan monitor,
support, dan evaluasi sekaligus
sosialisasi tahap akhir mengenai
keuntungan penggunaan sistem
baru ini. Diharapkan dengan
administrasi yang baik dan
benar pekerjaan pun akan
terukur, efektif dan e sien.
PIMS FAP AGRI
NUNUKAN
sosialisasi pims
S
I M
THE NEXT
Generation
Generation
Generation
by : project sera
project sera
project sera
Project Sera merupakan suatu project plantation di FAP Agri yang tujuan utamanya adalah memastikan
pemenuhan jumlah Pokok/Ha (SPH) di FAP Agri. Latar belakang pembentukan project sera adalah Terdapat 9% Pokok sisipan di tahun 2017-2018 dan belum terawat dengan baik, Masih ada target sisip di
2019 sebesar 8% dari pokok utama dan Perlunya dilakukan verifikasi ulang terhadap SPH yang ada di
a. Menuntaskan program sisipan di FAP Agri Nunukan
b. Verifikasi sisip full blok c. Menuntaskan areal brushing d. Memperbaiki kondisi sisipan 2017 - 2018 1. Identifikasi Areal Sisipan 2. Membuat program penyisipan 3. Menyiapkan areal transplanting dari PN ke MN (Pembibitan) 4. Brushing : Pembersihan areal tanam sisip 5. Melakukan seleksi bibit 6. Penanaman bibit
7. Perawatan sisipan : Buka piringan manual, semprot terasan dan gawangan, dan pemupukan sisipan.
tantangan
tujuan
pelaksanaan
1. Identifikasi areal yang spot-spot 2. Jangkauan areal yang terlalu luas
(1 asisten menanggungjawabi 1 kebun)
3. Adanya areal yang berbatasan dengan masyarakat yang menimbulkan konflik 4. Tenaga kerja kurang
tahapan penyisipan
garuk piringan
harapan
apa yang telah ditanam hari ini akan dipanen di masa
depan. tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.
“Mengelola kebun adalah mengelola manusia, menjadi seorang planters adalah menciptakan tenaga kerja bukan STYLE BOS” Rovi’i (PC FAP Agri Nunukan)
project
Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu komoditi non migas yang paling banyak menyerap tenaga kerja, saat ini rasio kebutuhan tenaga kerja dikebun yang sudah stabil untuk pekerjaan pokok meliputi panen, pemupukan, chemis, tunas dan pengangkutan dikebun yang sudah menghasilkan adalah 0,10 TK/Ha. Artinya dalam 1 Ha areal perkebunan kelapa sawit membutuhkan 0,10 Tenaga Kerja untuk pekerjaan pokok tersebut. Masih bercerita dikebun Nunukan adalah kekurangan tenaga kerja untuk pekerjaan pokok diatas, sehingga efek dari kekurangan itu semua adalah pekerjaan pokok tidak terotasi menghasilkan pekerjaan tambahan lainya seperti chemis goloran, chemis pisang, rekondisi (tunas berat), babat gawangan dan lain-lain.
HRD sebagai penyedia tenaga kerja yang dipekerjakan terus menyuplai tenaga untuk masuk mengisi kekurangan tersebut, namun tenaga yang masuk berbanding lurus dengan tenaga yang keluar. karyawan keluar, yaitu sebagai berikut :
Ÿ Pemenuhan tenaga kerja
Ÿ Perbaikan 11 item mendasar diperumahan
meliputi :
o Penomoran Pintu Rumah o Perbaikan Drainase Manual o Perbaikan Drainase Mekanis o Pengadaan Tong Sampah o Pemasangan Lampu jalan
o Pengerasan Jalan Perumahan (sirtu) o Penghijauan (Pohon dan Bunga) o Penataan & Perbaikan Dapur o Perbaikan Septictank
o Pemasangan Instalasi air bersih o Pemenuhan Perlengkapan TPA
Ÿ Mengelola tenaga kerja
Ÿ Mengerjakan carry over 11 item pekerjaan mendasar
Ÿ Penataan sentralisasi karyawan Family Couple
Ÿ Dan Perbaikan 17 kehidupan pondok
Ÿ Masterplan pembagunan perumahan dan sarana pendukung
Ÿ Sentralisasi perumahan
Ÿ Integrasi data karyawan dengan data perumahan
Ÿ Edukasi tenaga kerja tentang kesehatan
Ÿ Menghidupkan suasana perumahan seperti dikampung halaman
Ÿ Menarik simpatik karyawan
Dari data diatas managemen focus pada alasan terahir yaitu tidak betah bekerja yang mencapai 1666 orang. Setelah dikerucutkan permasalahan dari data diatas indikatornya adalah
1. Kenyamanan tempat tinggal (perumahan)
2. Iklim kerja yang tercipta (hubungan sesama karyawan dan atasan)
3. Sumber tenaga yang direkrut 4. Foktor lain-lain
Dari permasalahan diatas sehinga pada tahun 2018 tepatnya pada bulan September dibentuk sebuah project yang disebut sebagai Project Alpha. Yang pada tugas pokok fungsi pertama adalah mengkordinir penerimaan tenaga kerja, menyiapkan sembako, alat kerja, penempatan diperumahanya d a n m e m b u a t k e n y a m a n a n dilingkungan perumahan.
kenapa ada
project alpha ?
program kerja
project alpha
jangka pendek
jangka menengah
jangka panjang
1.
2.
3.
TANTANGAN
PROJECT
ALPHA
tawa dan senyum mereka
menjadikan kami terus
semangat dalam perbaikan
1. Waktu dan Biaya
Untuk meciptakan kondisi perumahan seperti dikampung sendiri membutuhkan waktu yang panjang dan perbaikan mainseat kepada karyawan bahwa perumahan yang ditempati adalah tanggung jawab bersama untuk saling menjaga dan merawat. Biaya yang dibutukan untuk menuju perumahan yang stabil sangat besar karena masih banyak perbaikan dan fasilitas yang harus kita penuhi semua agr tercipta perumahan yang stabil.
2. Kompetitor
Kebun-kebun lain sebagai competitor sudah melakukan perbaikan ini sedari dulu dan saat ini kita sedang mengejar itu semua. Artinya tidak ada pilihan untuk menerima tenaga kerja yang datang, selama tenaga kerja memiliki kemampuan berarti bisa kita olah menjadi tenaga kerja yang handal pada bidangnya. Konsepnya adalah menjadikan tenaga kerja bukan memilih.
3. Kemauan
Untuk menjaga stabilitas tenaga kerja dan perumahan harus peduli dengan kondisi karyawan, tidak hanya memporsir tenaga kerja dari sisi tenaga saja. Sehingga perlu dibangun komunikasi yang baik kepada karyawan dan system kerja yang nyaman.
4. Skill dan Waktu
Untuk mendevelop karyawan agar cepat memiliki skill sesuai dengan bidang yang dibutukan dikebun dan dikejar oleh waktu agar tidak terlalu lama harus mengajari tenaga kerja agar mahir pada bidangnya.
KUNJUNGAN
TIM AKREDITASI
PAUD
perbaikan sarana
pendidikan
hasil perbaikan
sarana pendidikan
perbaikan
pelayanan karyawan
pelayanan
project alpha
kita menanam
kita memanen
pemanfaatan lahan perkarangan
rumah karyawan
AID
TRAINING
T
RS
RS
FI
Tempat, Tanggal Lahir : Prabumulih, 20 November 1982 Pendidikan :
Ÿ Profesi Dokter “FK UPN VJ” Jakarta
Ÿ Sarjana Kedokter “FK UPN VJ: Jakarta
Ÿ SMU Muhammadiyah 1 Prabumulih
Ÿ SMP N 2 Prabumulih
Ÿ SD N 3 Prabumulih
Ÿ TK Bhayangkari Prabumulih Status : Menikah (anak 2) Pekerjaan Saat Ini :
Chief Medical Officer (CMO) FAP Agri Nunukan ( 26 Februari 2019) Pengalam Kerja :
Ÿ Cmo ( Chief Medical Officer) PT. Rea Kaltim Plantations
Ÿ Company Doctor Pt. Welharvest Winning Alumina Rifenery (Harita Group)
Ÿ Company Doctor PT. Trimegah Bangun Persada (Harita Group) Pelatihan :
Atls, Acls, Hiperkes, Ppgd Moto :
Hidup Optimis & Pantang Menyerah
Nunukan, FAP Agri Learning Center bekerjasama dengan paramedic di lingkungan GMK 1 menggelar First Aid Training.
First Aid Training ini digelar di Kantor Kebun GMK 1. Peserta yang mengikuti training ini yaitu 18 peserta diantaranya Mandor Lapangan, Kerani Kantor Kebun, Kerani Kantor Teknik dan beberapa karyawan.
Tujuan pelaksanaan First Aid Training ini adalah 1) Memberikan pemahaman kepada
mandor,kerani ataupun karyawan terkait mempertahankan hidup dan mengurangi resiko kematian baik biologi dan fungsional 2) Memberikan pemahaman kepada Mandor, Kerani dan karyawan untuk mencegah komplikasi yang bisa timbul akibat kecelakan kerja 3) Mencegah kondisi korban bertambah buruk 4) Mencegah tindakan yang dapat
membahayakan korban 5) Dan memberikan pemahaman kepada Karyawan, Mandor ataupun kerani untuk melindungi korban
kecelakaan yang tidak sadar. Materi First Aid Training ini disampaikan oleh dr. Aznover Novemri yang merupakan salah satu dokter di FAP Agri Nunukan. Harapan dari Training ini, Mandor, Krani ataupun Karyawan dilapangan dapat memberikan tindakan yang tepat kepada korban kecelakaan yang bisa saja terjadi disekitar lingkungan kerja.
FIRST AID
TRAINING
DOKUMENT
A
PMT I
apa itu PMT ?
siapa saja PMT I- 2019
program pelatihan mandor tanaman atau PMT merupakan program training yang dikhususkan untuk pembentukan mandor-mandor yang nantinya akan ditempatkan di afdeling-afdeling. program training ini dilakukan selama tiga bulan, yang terbagi dalam dua tahapan yaitu In Class dan Out Class (On the Job Training).
training in class dilakukan di FAP Agri Learning Center. Pengajar untuk program mandor ini merupakan Pimpinan Kebun yang ada di FAP Agri Nunukan diantaranya ada dari GM, MK ataupun tim supporting.
training out class atau dikenal dengan On the Job Training (OJT) dilakukan dibeberapa Afdeling yang berada dilingkungan FAP Agri. Mandor-mandor yang ditempatkan di afdeling ini akan melakukan secara langsug tugas - tugas dari Mandor di lapangan diantaranya sebagai Mandor Panen, Mandor Pupuk, Mandor Semprot dan Kerani Produksi.
harapan dari OJT ini adalah mandor - mandor yang telah ditraining di kelas dapat menerapkan ilmu - ilmu yang telah diterima dari pengajar baik dari pengajar pimpinan kebun ataupun dari tim Learning Center sendiri. selain itu, mandor - mandor yang melakukan OJT ini harus bisa memberikan contoh penerapan ilmu-ilmu yang telah dimiliki.
program PMT ini diikuti oleh 19 orang yang terdiri dari 3 lokasi rekrut, yaitu Lubuk Linggau, Bengkulu dan Galang.
peserta PMT ini direkrut dari beberapa sekolah yang ada di tiga lokasi tersebut, rekrut mempertimbangkan asal pendidikannya. Pendidikan yang dipertimbangkan adalah Pertanian ataupun Perkebunan.
apa saja aktivitas PMT ?
berikut ini beberapa aktivitas yang telah dilakukan pmt selama di Learning Center
Beberapa kegiatan yang dilakukan bersama Pemateri Pimpinan Kebun ataupun kegiatan Praktek Lapangan.
SAFETY &
DEFENSE DRIVING
Pelaksanaan Training dilakukan di Ruang Rapat Kantor Kebun GMK 3 yang diisi oleh Bapak Polman Sinaga (Manager Teknik Wil. II) pada tanggal 16 Juni 2019. Peserta yang mengikuti berjumlah 19 orang.
A. Daily Check :
1) Memberi pemahaman agar driver/opr dapat memahami fungsi daily maintenance 2) Perawatan dan pengoperasian unit yang benar 3) Memberi pengertian dan pemahaman fungsi disiplin sapta operator 4) Memberi pemahaman administrasi transport yang menjadi tugas dan tanggung jawab driver B. Defensive & Safety Driving
1) Memberi Pengertian defensive driving 2) Memberi pemahaman 4 faktor kecelakaan berkendara 3) Strategi berkendara dengan aman 4) Tips aman mengemudi dimalam hari 5) Tips aman saat berada dipersimpangan.
C. Eco Driving
1) Bagaimana berkendara yang hemat BBM 2) Saran-saran untuk menghemat BBM
Assistant
Mentoring Program
GMK 1 dan GMK 2
Merupakan program mentoring terhadap
asisten kebun dengan masa kerja kurang
dari 2 tahun. Program ini bertujuan untuk
m e m b a n t u a s i s t e n t b a r u d i d a l a m
menjalankan peran dan fungsinya
termasuk permasalahanpermasalahan
yang dihadapi.
Benefits :
1. Kemampuan teknis bertambah
2. Peserta Memahami pentingnya
melaksanakan Fungsi manajemen
dalam pekerjaan
3. Kinerja Asisten baru lebih baik
4. Membantu Peserta menemukan solusi
atas permasalahan di lapangan
5. Retain Staff baru
Pada sesi Mentoring Batch I ini diikuti
oleh 18 orang, yang dilaksanakan di dua
tempat yaitu GMK 1 dan GMK 2.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Juni
dan 24 Juni 2019.
Pada sesi pembukaan, Tim Learning
Center mengawali pertemuan dengan
s e b u a h p e r m a i n a n y a n g m e l a t i h
konsentrasi peserta yaitu Angka Acak.
Pe r m a i n a n i n i m e n g a j a k p e s e r t a
menghubungkan semua angka - angka
yang disediakan dalam waktu 2-3 menit.
GMK 1 - Pelaksanaan Mentoring ini diisi
oleh Bapak Frandi Simbolon (MK KHL 1)
dan Bapak Rizky Syahputra Hasibuan
(MK KHL 2).
GMK 2 - Pelaksanaan Mentoring di GMK 2
diisi oleh Bapak Nefsan C. Mungkur (MK
BHP 1) dan Bapak Tarto (MK KHL 5).
Para pemateri dimasing - masing GMK
memberikan wejangan - wejangan dan
kembali merefresh semangat - semangat
para asisten di awal - awal karirnya.
Assistant
Mentoring
Program
Walk
KENAPA HARUS
Gemba Walk
emba adalah sebuah
G
kata yang berasal dari
bahasa Jepang yang
berarti 'tempat sesungguhnya'
atau dalam bahasa Inggris
sering disebut 'actual place'.
Sedangkan Walk (Bahasa
Indonesia : Jalan) meninjau
merupakan cara terbaik.
Gemba Walk adalah aktivitas
yang harus diterapkan untuk
menemukan fakta tanpa
mengandalkan data, akan
tetapi melihat maupun datang
langsung ke tempat tersebut,
dengan tujuan agar perbaikan
bisa tepat sasaran.
Dalam dunia bisnis, gemba
adalah tempat di mana real
value tercipta, atau dalam kata
lain, gemba adalah detak
jantung dari organisasi yang
kita jalani.
Gemba merupakan salah satu
cara terbaik untuk melihat
langsung proses apa saja yang
berhasil dan yang tidak, tanpa
perantara. Artinya, kita sendiri
yang melihat proses tersebut.
Menurut Wilder inilah cara
terbaik untuk mendapatkan
informasi yang kita butuhkan
dalam membuat keputusan
terbaik dengan cara yang
paling seefisien mungkin.
Gemba mengarah pada
keunggulan operasional
(operational excellence) artinya
membuat setiap proses
operasional berada pada level
kinerja yang optimal.
Gemba Walk ini diharapkan
menjadi salah satu proses
penyempurnaan yang terjadi di
tempat kerja dan dilakukan
secara terus menerus.
Harapannya dengan
melakukan kegiatan Gemba
Walk, faktor produksi yang
terdiri dari manusia, mesin,
bahan, metode standard dan
lingkungan kerja akan dapat
dipergunakan secara efisien
sehingga produktivitas dan
kualitas kerja semakin
meningkat. Pengelolaan
tempat kerja menjadi salah satu
faktor penentu keberhasilan
perusahaan yang kita jalani.
Dan berikut 5 alasan kenapa
kita perlu menerapkan konsep
gemba untuk menciptakan
perbaikan kecil di setiap lini
kerja kita :
1. Mudah melihat perubahan
Dengan berjalannya gemba
walk akan membantu kita
mengidentifikasi hal-hal apa
saja yang sudah menyimpang
dari prosedur awal.
2. Manajemen dan staf tetap
terhubung
Dalam beberapa kasus, cukup
sering terjadi bahwa pihak
manajemen tidak mengetahui
hal-hal penting yang terjadi di
lapangan, seperti posisi
masing-masing staf, apakah
prosedur operasional sudah
diikuti dengan benar, dan lain
sebagainya.
3. Memastikan bahwa
seluruh staf mengikuti
aturan yang ditetapkan
Manajemen sering
mengeluarkan instruksi, baik
itu saat dalam pertemuan
singkat atau melalui email,
serta membuat prosedur, dan
kemudian meminta staf
melaksanakan instruksi
tersebut. Namun,
permasalahan timbul ketika
terjadi kesalahpahaman antara
instruksi yang diminta dengan
prakteknya di lapangan.
Dengan penerapan gemba
berjalan, manajemen dapat
memastikan staf telah
mengikuti instruksi dengan
benar dan tepat waktu.
4. Menjalin komunikasi yang
baik
Hampir semua manajer
memiliki kemampuan yang
baik dalam hal komunikasi.
Komunikasi ini dilakukan
untuk mengetahui cara kerja
proses, bagaimana aktivitas
operasional dilakukan dan
bagaimana nilai-nilai tetap
tercipta selama proses
berlangsung. Namun, hampir
sebagian besar waktu yang
digunakan ketika manajer
berbicara dengan staf,
dihabiskan dengan hanya
membicarakan prosedur dan
kualitas apa yang dibutuhkan.
Para staf menganggap pihak
manajemen tidak memahami
keadaan riil di area kerja
mereka. Melakukan gemba
diharapkan membantu manajer
menjalin komunikasi yang baik
dan mengidentifikasi apa yang
sebenarnya harus diperbaiki
sehingga perbincangan antara
manajer dan staf
5. Saling Menghargai
Aktivitas gemba berjalan
bukanlah sebuah inspeksi atau
sidak. Ketika Gemba berjalan
akan menunjukkan
ketertarikan dan kepedulian
kepada orang-orang yang
melakukan pekerjaan penting
demi kesuksesan perusahaan.
Biasanya para staf akan
bangga terhadap prestasi yang
mereka dapatkan dari
pekerjaan yang mereka
lakukan, dan ingin melihat
bahwa manajemen peduli
terhadap mereka. Gemba
berjalan adalah kesempatan
untuk memeriksa apakah
segala sesuatu yang diperlukan
untuk pekerjaan mereka
tersedia, dapat digunakan, dan
lain sebagainya. Gemba
berjalan juga merupakan
kesempatan untuk
menunjukkan kepada semua
lini bahwa mereka juga sama
pentingnya dengan level staff
lainnya.
gemba walk
ala milenial
Berikut ini beberapa hasil
Gemba Walk ala milenial yang
telah tampil di Chanel Youtube
FAP Agri.
emba Walk yang
G
dilakukan versi
Milenial adalah
dengan membuat Vlog. Jadi,
Gemba Walk yang dilakukan
dilapangan disertakan
dengan merekam segala
aktivitas yang dilakukan di
lapangan tersebuut.
Beberapa manfaat yang bisa
dirasakan secara langsung
bagi pembuat Vlog.
1. Melatih Public Speaking
Secara tidak langsung kalian
akan mendapat ilmu public
speaking, karena kalian di
tuntut untuk berbicara di
depan kamera yang nantinya
akan ditonton orang-orang
banyak. Jadi cari tau
informasi mengenai lapangan
tersebut jika kita ingin lancar
dalam pembuatan vlog.
2. Kepuasan Pribadi
Jika kita membuat vlog
dengan konten yang aktual
dilapangan, itu akan menjadi
kepuasan tersendiri. Selain
kita menampilkan kondisi
sebenarnya, kita juga lebih
tau perbaikan apa yang harus
terapkan dan peningkatan
apa yang ditambahkan.
konten youtube
harapan
harapannya, setiap lini yang berada di lingkungan kerja kita dapat ikut serta dalam proses perbaikan dan peningkatan produktivitas sesuai dengan Jobnya masing - masing.
PRODUKTIVITAS
SUMBER PERTUMBUHAN
MINYAK SAWIT YANG
BERKELANJUTAN
Oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih, MEc
ndonesia merupakan
I
produsen minyak sawit terbesar dunia. Dengan luas kebun sawit sekitar 11,6 juta hektar (2016) Indonesia mampu menghasilkan sekitar 35,5 juta ton minyak sawit yang terdiri atas 32,5 juta ton minyak sawit mentah (CPO) dan 3 juta ton minyak inti (PKO). Pada tahun yang sama, produksi minyak sawit dunia mencapai 66,8 juta ton, sehingga pangsa Indonesia adalah sekitar 53 persen dari produksi minyak sawit dunia. Sedangkan dalam pasar 4 minyak nabati utama dunia (minyak sawit, minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak bunga matahari) yang produksi tahun 2016 sebasar 166,4 juta ton, maka pangsa Indonesia adalah sekitar 21 persen. Jadi Indonesia bukan hanya produsen terbesar CPO dunia, tetapi juga negara produsen terbesar minyak nabati dunia.Sejauh ini, prestasi sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia tersebut, sebagian besar diperoleh dari perluasan areal kebun/ekstensikasi (factor-driven). Sumber pertumbuhan minyak sawit secara ekstensikasi tersebut sudah makin terbatas ke depan. Selain ketersedian lahan yang makin terbatas, ekstensikasi
Oleh karena itu, sudah saatnya perkebunan sawit nasional naik kelas kepada fase pembangunan yang digerakkan oleh
peningkatan produktivitas baik melalui pemanfaatan barang-barang modal (capital-driven) maupun pemanfaatan inovasi-teknologi (innovation-driven). Peningkatan produksi minyak sawit yang bersumber dari peningkatan produktivitas minyak per hektar, jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial maupun ekologis.
PROYEKSI KONSUMSI MINYAK NABATI-2050
Selama ini, minyak nabati dunia (termasuk minyak sawit) sekitar 83 persen dikonsumsi sebagai bahan pangan (oleofood). Sedangkan 17 persen sisanya untuk non oleofood diluar biofuel. Berdasarkan data OECD/FAO (2015) rataan konsumsi minyak nabati dunia untuk oleofood baru mencapai 19 Kg/Kapita. Konsumsi per kapita tertinggi adalah Amerika Serikat dan Kanada (38 Kg), EU (24 Kg), Cina (22 Kg), Indonesia (19 Kg), dan India (15 Kg). Jika konsumsi non-oleofood diperhitungkan maka rataan
konsumsi minyak nabati dunia baru mencapai sekitar 23 Kg/kapita/tahun.
Berdasarkan proyeksi badan-badan dunia, penduduk dunia tahun 2050 akan berjumlah sekitar 9,2 miliar orang. Jika konsumsi per kapita oleofood dunia meningkat dari 19 Kg (2014) menjadi 25 Kg (2050), maka kebutuhan minyak nabati dunia untuk oleofood tahun 2050 adalah sekitar 230 juta ton. Jika trend penggunaan minyak nabati untuk non-oleofood tetap seperti selama ini yakni 17 persen maka kebutuhan minyak nabati total (oleofood dan non oleofood) tahun 2050 adalah sebesar 277 juta ton.
Dengan produksi 4 minyak nabati utama dunia tahun 2015 sebesar 167,5 juta ton, maka dengan proyeksi kebutuhan minyak nabati dunia tersebut berarti diperlukan tambahan produksi minyak nabati dunia sebesar 109,5 juta ton menuju tahun 2050. Untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati tersebut, dari minyak rapeseed dan minyak bunga matahari sulit diharapkan untuk memenuhi tambahan konsumsi. Sumber penyediaan minyak nabati dunia yang masih dapat diharapkan adalah dari minyak kedelai dan minyak sawit. Artinya minyak sawit dan minyak kedelai akan merebut tambahan kebutuhan minyak nabati sebesar 109,5 juta ton menuju 2050.
Jika tambahan kebutuhan minyak nabati dunia tersebut 50 persen saja
dari minyak sawit, berarti ada tambahan pasar minyak sawit sekitar 55 juta ton menuju 2050. Hal ini berarti produksi minyak sawit dunia harus meningkat setidaknya dua kali lipat yakni dari 65,5 juta ton (2015) menjadi 120,3 juta ton menuju 2050.
Proyeksi tersebut, akan lebih besar jika penggunaan minyak nabati untuk energi berubah secara drastis menuju 2050. Saat ini saja konsumsi energi fosil dunia mencapai sekitar 5,4 triliun liter/tahun (IEA, 2014). Jika satu persen saja energi fosil tersebut diganti dengan biofuel, maka ada tambahan kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 53,6 juta ton/tahun.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Peningkatan produktivitas sebagai sumber pertumbuhan minyak sawit ke depan, telah dicanangkan/disepakati pada acara 100 tahun kebun sawit Indonesia tahun 2011 di Medan. Target yang ditetapkan adalah mencapai produktivitas TBS rata-rata 35 ton/hektar dan rendemen 26 persen (disebut sebagai target 35-26) atau produktivitas sebesar 9 ton minyak/hektar. Target inilah yang perlu kita kejar ke depan.
Menurut data Kementerian Pertanian luas kebun sawit Indonesia tahun 2016 mencapai 11,6 juta hektar, , terdiri atas kebun sawit rakyat 4,8 juta hektar, kebun sawit swasta 6,2 juta hektar dan kebun sawit BUMN 755 ribu hektar. Produksi minyak
sawit nasional mencapai 35,5 juta ton yang terdiri atas CPO 32,5 juta ton dan PKO 3,05 juta ton.
Komposisi kebun sawit nasional terdiri dari sekitar 25 persen merupakan tanaman belum menghasilkan (TBM), sedangkan sisanya 75 persen merupakan tanaman menghasilkan (TM). Sehingga dengan produksi minyak sebesar 35,5 juta ton (CPO+PKO) tersebut produktivitas kebun sawit secara nasional masih sekitar 4 ton minyak per hektar. Produktivitas tertinggi dicapai kebun sawit swasta yakni 4,5 ton minyak per hektar, kemudian disusul kebun sawit BUMN 4,1 ton minyak per hektar, sedangkan kebun sawit rakyat masih mencapai 3,4 ton minyak per hektar.
Jika dibandingkan dengan rataan produktivitas varietas yang ada (Tabel 1) yakni 7,8 ton minyak per hektar (rataan varietas 1990-2010) capaian produktivitas kebun sawit nasional tersebut masih relatif rendah (Gambar 1). Gap produktivitas (produktivitas standar varietas dikurang realisasi) pada kebun sawit rakyat 4,3 ton per hektar, kebun sawit swasta 3,3 ton per hektar dan kebun sawit BUMN 3,7 ton per hektar.
Dengan demikian, secara nasional dengan luas kebun sawit eksisting potensi produksi minyak sawit yang belum terealisasikan masih sekitar 33 juta ton yakni dari kebun rakyat 15 juta ton, dari kebun sawit swasta 15,7 juta ton dan kebun BUMN 2,2 juta ton.
Terjadinya gap produktivitas antara potensi varietas dengan realisasi kebun tentu banyak faktor penyebabnya. Diantaranya yang penting adalah penggunaan pupuk, kultur teknis non pupuk (seperti manajemen pruning dan gulma, manajamen panen), komposisi tanaman, efisiensi rendemen pabrik (PKS). Komposisi tanaman yang dimaksud adalah komposisi TM muda, remaja, dewasa, tua/renta yang masing-masing memiliki tingkat produktivitas yang berbeda-beda. Secara umum kurva produktivitas kelapa sawit menurut golongan umur adalah seperti gambar 2 dan komposisi ideal tanaman (agar rerata produktivitas stabil dan
berkelanjutan) adalah seperti Gambar 3.
Gambar 2. Kurva Produktivitas Kebun Sawit Menurut Umur Tanaman
Variabel yang sangat menentukan produktivitas adalah pupuk. Dalam perkebunan sawit dikenal dengan pemupukan 6-Tepat (jumlah, kualitas, waktu, tempat/lokasi, kontinuitas, harga). Perbedaan produktivitas baik antar kebun maupun dibandingkan dengan potensi varietas, banyak
disebabkan 6-Tepat penggunaan pupuk ini. Secara umum penggunaan pupuk pada kebun-kebun swasta besar berkisar antara 10-13 kg per pokok sementara kebun sawit rakyat hanya sekitar 3-5 kg per pokok. Jadi wajar saja produktivitas sawit rakyat masih rendah dibandingkan kebun sawit swasta.
Untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional menyangkut dua kelompok sasaran yakni (1) kebun sawit nasional berkategori tua dan renta saat ini yakni sekitar 1,3 juta hektar dan (2) kebun sawit kategori umur Muda, Remaja dan Dewasa yang luasnya sekitar 7,5 juta hektar. Peningkatan kebun-kebun sawit kedua kelompok tersebut perlu dilakukan secara simultan dan berkelanjutan yang bermuara pada kenaikan produktivitas sawit nasional saat ini dan ke depan.
Pertama, peningkatan produktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit eksisting yakni kebun-kebun TM (Muda, Remaja, dan Dewasa) yang luasnya (2016) sekitar 7,5 juta hektar (S1). Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan pemupukan, perbaikan kultur teknis kebun (best practices) dan perbaikan teknologi proses pada PKS. Strategi ini dalam bahasa ilmu ekonomi disebut juga strategi peningkatan produktivitas parsial (perbaikan kultur teknis tanpa mengganti varietas). Strategi S1 (Gambar 4) ini diharapkan menaikkan produktivitas TM eksisting dari rataan produktivitas saat ini 4 ton minyak/hektar (S0) mendekati produktivitas potensi varietas eksisting (S1) misalnya rata-rata 6 ton minyak /hektar saja.
Gambar 3. Perubahan Produktivitas Kebun Sawit setiap umur tanaman dengan strategi Peningkatan Produktivitas Parsial (S1) dan
Strategi Raplanting (S2)
Strategi S1 ini potensial
menghasilkan tambahan minyak sawit nasional sebesar 14,6 juta ton. Jika hal ini dapat dilakukan maka produksi minyak sawit nasional akan meningkat dari 35 juta ton (2016) menjadi 50,1 juta ton.
Kedua, Strategi replanting dengan varietas unggul terbaru bagi kebun-kebun sawit eksisting yang tergolong umur tua dan renta (S2) yang luasnya tahun 2016 sekitar 1,3 juta hektar. Strategi ini dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai strategi peningkatan produktivitas total (total factor productivity) melalui penggantian varietas baru/unggul disertai dengan perbaikan kultur teknis sehingga akan menggeser kurva produktivitas S1 ke S2 dengan produktivitas yang lebih tinggi misalnya sekitar 8 ton per hektar. Hasil strategi S2 ini baru akan terlihat mulai tahun ke-4 setelah replanting dilakukan.
Kedua strategi tersebut dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan. Setiap tahun pasti ada kebun-kebun yang sudah memasuki umur renta yang perlu direplanting. Untuk mencapai komposisi tanaman kelapa sawit nasional yang ideal,
memerlukan replanting teratur setiap tahun sekitar 4 persen dari luas areal. Demikian juga, perbaikan kultur teknis secara berkesinambungan perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas TM. Jika semua kebun sawit nasional berhasil menghasilkan produktivitas 8 ton/hektar, maka produksi minyak sawit nasional akan mencapai 70,2 juta ton (dengan luas TM 8,7 juta hektar).
TATA KELOLA BERKELANJUTAN
Pengeloaan perkebunan sawit saat ini dan ke depan sedang memasuki era baru yakni era perkebunan sawit yang berkelanjutan (sustainable oil palm) baik secara ekonomi, sosial dan ekologis. Indonesia sebagai bagian
Gambar 1. Perbandingan Produktivitas Perkebunan Swasta, BUMN, dan Rakyat
dari komunitas internasional terikat pada komitmen internasional yakni pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) 2016-2030 yang sudah diluncurkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan telah kita ratifikasi sejak awal tahun 2016 lalu. Perkebunan sawit berkelanjutan merupakan cara baru menghasilkan minyak sawit saat ini dan ke depan.
Pembangunan perkebunan sawit yang berkelanjutan sesungguhnya bukan hal yang baru bagi Indonesia. Sejak tahun 2011 perkebunan sawit di Indonesia sudah diwajibkan mengadopsi tata kelola dan sertifikasi berkelanjutan yang dikenal dengan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Sebelumnya yakni sejak tahun 2008, juga sudah ada sertifikasi minyak sawit berkelanjutan secara sukarela yakni RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil). Sebagai mandatori (wajib) implementasi ISPO perlu dipercepat agar semua kebun-kebun sawit Indonesia dikelola secara berkelanjutan dan dibuktikan dengan sertifikasi ISPO.
Peningkatan produktivitas minyak baik melalui replanting maupun perbaikan kultur teknis, merupakan bagian dari cara-cara berproduksi minyak sawit berkelanjutan. Program peningkatan produktivitas kebun-kebun sawit nasional perlu dipadukan dengan perbaikan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan ekologis.
Perhatian khusus perlu diberikan pada perbaikan tata kelola kebun-kebun sawit rakyat yang mencakup sekitar 45 persen kebun sawit nasional. Kerjasama kemitraan antara kebun sawit korporasi dan rakyat yakni pola PIR dan variasinya, yang selama ini berhasil memperluas kebun sawit rakyat, perlu dilanjutkan dan naik kelas menjadi kemitraan dalam peningkatan produktivitas dan perbaikan tata kelola kebun sawit berkelanjutan. Pengembangan pola pengelolaan kebun sawit sehamparan yang berkelanjutan perlu dijadikan gerakan bersama pelaku kebun sawit.
Kebijakan pemerintah juga menentukan tercapainya tata kelola kebun sawit berkelanjutan. Masalah tata ruang/kawasan, legalitas lahan petani sawit, HGU, legalitas usaha kebun sawit rakyat, merupakan salah satu titik lemah sulitnya implementasi ISPO/RSPO. Solusi masalah-masalah tersebut hanya bisa diselesaikan pemerintah, dan tidak bisa diselesaikan pelaku sawit.
Ketidakpastian kebijakan pemerintah (baik tentang tata ruang, lahan, perizinan) jangan "menyandera" perkebunan sawit memperoleh ISPO
MENJADI VERSI
TERBAIK DARI DIRI
ANDA
arren buffett berkata :
W
“ S e m a k i n b a n y a kAnda belajar, semakin banyak yang Anda hasilkan”. Kata-kata itu sangatlah benar. Lihatlah orang-orang sukses seperti Bill Gates, Steve Jobs, Elon Musk, Oprah, Mark Cuban, dan orang-orang sukses lainnya. Mereka sukses karena mereka menggunakan waktu mereka dengan benar. Mereka sukses karena mereka tidak pernah berhenti belajar. Mereka selalu berkomitmen untuk belajar lebih banyak daripada orang lain.
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, terkenal dengan membaca lebih dari 5 jam setiap hari, Bill Gates membaca 1 buku setiap minggu, Mark Cuban membaca selama 3 jam sehari, Oprah selalu terobsesi untuk s e l a l u m e m b a c a b u k u . Perhatikan persamaan mereka, orang-orang sukses di dunia initidak pernah berhenti belajar.
P i k i r k a n t e n t a n g perumpamaan ini, jika Anda memiliki uang 86.400 dollar untuk Anda belanjakan setiap hari. Tetapi dengan syarat kalau setelah jam 12 malam, Anda tidak bisa lagi memakai uang itu, bisa dipastikan Anda akan betul-betul
betul-betul mempergunakan dan menghabiskan uang itu sebelum jam 12 malam. Dan Anda akan merasa sangat menyesal bila u a n g t e r s e b u t t i d a k h a b i s sebelum jam 12. Apa bedanya dengan waktu kita, waktu itu gratis tapi tidak ternilai. Bagian yang paling menyedihkan adalah bahwa kita hanya memiliki 86.400 detik per hari. Kebanyakan orang menyia-nyiakan waktu itu terbuang sia-sia. Kebanyak orang membiarkan waktu itu hilang tanpa berpikir dua kali. Itu tidak boleh terjadi dengan kita. Kita harus menggunakan waktu seproduktif mungkin, kita harus mempergunakan waktu untuk menggapai impian-impian kita. Dan melakukan hal-hal yang berguna serta menggunakan waktu kita untuk membuat keluarga kita bahagia. Aturlah h i d u p m u , m a n a g e m e n t l a h w a k t u m u , b e l a j a r d a n bertumbuhlah. Jangan sampai 86.400 detikmu sehari terbuang sia-sia.
Waktu yang Anda habiskan untuk bermain game, ngobrol y a n g t i da k je l a s, b e r g osi p , mengeluh, atau party dengan teman-teman Anda, tidak akan pernah kembali. Sekali Anda gunakan waktu untuk itu, dia
a k a n p e r g i s e c a r a p e r c u m a selamanya dan tidak akan pernah kembali.
Steve Jobs berkata “Waktumu itu terbatas, jadi jangan buang waktumu untuk hidup dalam kehidupan orang lain”.
Perbedaan dan persamaan orang sukses dan orang gagal adalah mereka sama-sama punya waktu 24 jam dalam sehari. Tapi bedanya o r a n g s u k s e s m e m a n f a a t k a n waktunya tapi orang gagal menyia-nyiakan waktu yang dikasih oleh Tuhan.
Banyak orang berhenti mengejar m i m p i m e r e k a k a r e n a m e r a s a jalannya sangat sulit. Banyak siswa dan mahasiswa berhenti mengejar impian mereka hanya karena 1 test yang gagal. Faktanya sebagian besar siswa dan mahasiswa itu tidak pernah mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam test tersebut. Karena dalam pikiran mereka, Mereka sudah terlebih dahulu berpikir gagal dalam ujian tersebut.
Mereka berhenti percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Dan begitu kepercayaan itu terbunuh, maka mimpi itu akan terbunuh.
Jika Anda memiliki mimpi, Anda harus melakukan semuanya untuk membuat mimpi itu menjadi nyata. Tidak peduli seberapa kali Anda gagal, jangan pernah berhenti percaya kalau Anda bisa.
Hidup itu sendiri adalah ujian. Terkadang Anda akan gagal. Tetapi satu-satunya cara Anda bisa gagal adalah jika Anda berhenti untuk percaya.
Dorong diri Anda untuk menjadi orang diatas rata-rata.
Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang belum pernah Anda dapatkan sebelumnya, Anda harus melakukan hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.
Sukses bukan tentang uang, mobil, ketenaran atau rumah yang besar. Tapi sukses adalah “kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri”.
Anda akan jatuh berkali-kali di jalan menuju kesuksesan, tetapi yang paling penting adalah Anda harus bangkit kembali dan ketika Anda bangkit, Anda harus lebih kuat dari sebelumnya.
Jangan ijinkan pikiran Anda untuk berpikir kalah dan berhenti.
Jika Anda berhenti pada mimpi dan menyerah, Anda tidak pernah akan tahu betapa hebatnya Anda.
Jangan pernah meragukan diri A n d a s e n d i r i . K e r a g u a n a k a n membunuh semua mimpi-mimpi Anda.
Jika Anda memiliki mimpi, Anda harus menjadi versi terbaik dari diri Anda !!!
Hidup itu pilihan, kita yang menentukan.