• Tidak ada hasil yang ditemukan

Report Learning Center

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Report Learning Center"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Report

Learning Center

PERIODE JUNI 2019

8 9 6 5 8 6 4 11 13 8 8 0 8 Design b y :

FAP Agri Learning Center

PENINGKATAN

PRODUKTIVITAS

SALAH SATU

KUNCI SUKSES

BERTAHAN

DI BISNIS KELAPA SAWIT

(2)

VISI & MISI PERUSAHAAN

VISI & MISI PERUSAHAAN

VISI :

VISI :

Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala

Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala

Aspek

Aspek

MISI :

MISI :

Ÿ

Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan

Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan

tanggungjawab sosial dan lingkungan

tanggungjawab sosial dan lingkungan

Ÿ

Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang

Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang

efektif dan e sien

efektif dan e sien

Ÿ

Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar

Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar

internasional

internasional

Ÿ

Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten

Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten

NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN

NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN

INTEGRITAS

INTEGRITAS

Ÿ

Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan

Ÿ

Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan

Ÿ

Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi

Ÿ

Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi

Ÿ

Satunya perbuatan dengan kata

Ÿ

Satunya perbuatan dengan kata

KOMITMEN

KOMITMEN

Ÿ

Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas

Ÿ

Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas

Ÿ

Peduli / Care

Ÿ

Peduli / Care

Ÿ

Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan

Ÿ

Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan

HASIL

HASIL

Ÿ

Berpikir kreatif dan inovatif

Ÿ

Berpikir kreatif dan inovatif

Ÿ

Perbaikan berkelanjutan

Ÿ

Perbaikan berkelanjutan

Ÿ

Memberikan yang terbaik

Ÿ

Memberikan yang terbaik

VISI & MISI PERUSAHAAN

VISI :

Menjadi Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit Terbaik dari Segala

Aspek

MISI :

Ÿ

Melakukan pengembangan usaha dengan memperhatikan

tanggungjawab sosial dan lingkungan

Ÿ

Meningkatkan pro tabilitas perusahaan melalui pengelolaan yang

efektif dan e sien

Ÿ

Menghasilkan produk yang berkualitas dan berstandar

internasional

Ÿ

Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten

NILAI & BUDAYA PERUSAHAAN

INTEGRITAS

Ÿ

Menjunjung tinggi nilai dan budaya perusahaan

Ÿ

Melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi

Ÿ

Satunya perbuatan dengan kata

KOMITMEN

Ÿ

Bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan tuntas

Ÿ

Peduli / Care

Ÿ

Loyal dan cinta kepada pekerjaan dan perusahaan

HASIL

Ÿ

Berpikir kreatif dan inovatif

Ÿ

Perbaikan berkelanjutan

Ÿ

Memberikan yang terbaik

(3)

SALAM SEHAT

SEMANGAT - HARAPAN - TRUST

(4)

Project

Apa itu Single Source of Tructh

MENGAPA Project One’s ?

TUJUAN Project One’s

Akurat

Tepat Waktu

Dapat dianalisa

dengan tepat

MENGAPA - Semua berkeluh

kesah dengan proses yang berjalan

sekarang ?

PROJECT

ONE’S

Single Source of Truth

ONE’S

ONE’S

“Single Source Of Truth adalah solusi untuk mengakses data dari sumber yang sama dengan cepat, akurat, dan terintegrasi”

A. Satu Sumber. Data yang digunakan berasal dari database yang sama. Dengan adanya Project One’s ini diharapkan data yang diupdate dan dianalisa merupakan data dari sumber yang sama dan benar.

B. Format dan Alur Baku Standar. Setiap proses kerja akan ada alur dan format baku yang ditetapkan. Sehingga data yang terkumpul dititik yang sama dengan model yang sama. C. Hierarki Singkat. Perbaikan strukturisasi untuk mempersingkat proses pekerjaan. Tidak perlu lama menunggu data sampai ke Management karena proses tahapannya singkat.

D. Integrated. Data terintegrasi dengan Program PIMS.

E. Accessible. Mudah di akses dengan satu sumber yang sama dan valid.

Beberapa kendala yang sering dijumpai dilapangan mengenai sumber data.

A. Perbedan data antar unit. Sering ditemukannya perbedaan data yang berada di masing - masing unit, padahal sumber data awalnya datang dari kebun.

B. Belum ada alur/format yang standart. Karena terjadi perbedaan Format sering terjadi pengulangan double pekerjaan dan sulit untuk koordinasi.

C. Proses yang lama dan sangat panjang. Laporan yang berbeda format menyebabkan laporan yang diterima Management menjadi lambat dan tidak akurat sehingga lambat evaluasi dan eksekusi dari laporan yang disampaikan.

D. Data sulit diakses. Data masih disimpan di setiap PIC, server belum terpusat dan kendala

infrastruktur.

E. Egois. Bekerja sendiri - sendiri minim koordinasi antar unit. Siapa ? Mengapa ? Kapan ?

1

2

3

(5)

12

11

10

09

08

07

04

05

06

01

02

03

KAPAN - Tahapan Project One’s

Berjalan ?

Pendataan Administrasi

Evaluasi & Finalisasi Administrasi

Sosialisasi

Monitoring Output

Ÿ Pendataan format administrasi proses awal sampai akhir

Ÿ Pendataan Alur kerja yang berlaku sekarang (Proses, PIC dan supervisi lengkap dengan foto proses kerja dan format administrasi)

Ÿ Membuat resume kondisi data administrasi saat ini per kebun yang di tandatangani oleh GM dan KTU

Ÿ Melakukan evaluasi atas format administrasi dan alur kerja bersama dengan user

Ÿ Koordinasi dengan Project PIMS untuk menyamakan format & alur kerja

Ÿ Memberikan rekomendasi format dan alur kerja yang disepakati bersama

Ÿ Pembuatan Standard Baku untuk proses kerja dan format yang digunakan

Ÿ Penyusunan bahan sosialisasi Ÿ Sosialisasi kepada semua pihak

yang terlibat

Ÿ Penilaian konsistensi pelaksanaan administrasi

(6)

S

S

P

PIIII M

M

Plantation Information

Management System

PIMS adalah sebuah system

pencatatan data aktivitas harian

kebun yang terintegrasi dengan

biaya yang bersumber dari

kegiatannya. Data tersebut dikelola

sehingga dapat menghasilkan report

yang dibutuhkan menejemen dan

user kebun dalam waktu singkat

secara akurat. PIMS sudah

terintegrasi dengan Weightbridge

App, Oracle dan Bims.

(7)

apa itu pims ?

Hal yang melatarbelakangi

adanya sistem ini adalah

banyaknya duplikasi data yang

ada dilapangan, format laporan

yang berbeda antar

departermen dan rentan terjadi

perbedaan data dari setiap

sumber. Sehingga ketika suatu

data dibutuhkan maka

diperlukan waktu lebih dalam

pengumpulan data tersebut.

Kemungkinan data yang

ditampilkan salah menjadi besar

dan membutuhkan biaya yang

lebih karena banyaknya format

yang dicetak secara sik.

Adapun sumber data yang bisa

dicatat oleh PIMS meliputi

Kegiatan Blok yang mencakup

kegiatan karyawan yang

ditujukan ke blok seperti panen

dan perawatan, Kegiatan Non

Blok yang berupa kegiatan

karyawan Umum dan Pabrik,

Aktivitas Workshop untuk

mencatat aktivitas bengkel dan

maintenance, Aktivitas Vehicle

yang bersumber dari Laporan

Harian Operasional dan

Aktivitas SPKL untuk mencatat

pekerjaan borongan dengan

tenaga borongan lokal.

Data-data tersebut disimpan

dalam satu sistem terpusat

sehingga dimana pun dan kapan

pun data tersebut dibutuhkan

dapat diunduh berupa report

so copy yang dapat langsung

digunakan melalui komputer

maupun gadget. Secara garis

besar report yang terdapat

pada PIMS adalah Ikhtisar

Biaya, Accounting, Agronomi

dan Pabrik, HRD, Fisik dan

Premi serta yang baru

dikembangkan yaitu Report

Asisten yang dapat dijadikan

sumber data asisten secara

harian, bulanan dan tahunan.

Implementasi PIMS di Nunukan

sudah berjalan dan sedang

dalam tahap Trial. FAP Agri

Nunukan terdiri dari lima GMK,

untuk membantu proses

implementasi di setiap GMK

dibantu oleh Sta PIMS

sebagai implementor.

Infrastruktur dan fasilitas

penginputan data juga sudah

direalisasikan dengan

menambahkan beberapa Entry

Point di Rayon yang berjauhan

jaraknya dari Kantor Kebun.

Setiap Entry Point difasilitasi

dengan perangkat jaringan

V-Sat dan perangkat inputan

berupa Komputer Tablet sesuai

jumlah user di Entry Point

tersebut. Hal ini dimaksudkan

agar inputan user up to date

tanpa harus terkendala jarak

dan waktu.

Kunci keberhasilan

implementasi PIMS adalah

dengan melakukan monitor,

support, dan evaluasi sekaligus

sosialisasi tahap akhir mengenai

keuntungan penggunaan sistem

baru ini. Diharapkan dengan

administrasi yang baik dan

benar pekerjaan pun akan

terukur, efektif dan e sien.

PIMS FAP AGRI

NUNUKAN

(8)

sosialisasi pims

S

I M

(9)

THE NEXT

Generation

Generation

Generation

by : project sera

(10)

project sera

project sera

Project Sera merupakan suatu project plantation di FAP Agri yang tujuan utamanya adalah memastikan

pemenuhan jumlah Pokok/Ha (SPH) di FAP Agri. Latar belakang pembentukan project sera adalah Terdapat 9% Pokok sisipan di tahun 2017-2018 dan belum terawat dengan baik, Masih ada target sisip di

2019 sebesar 8% dari pokok utama dan Perlunya dilakukan verifikasi ulang terhadap SPH yang ada di

(11)

a. Menuntaskan program sisipan di FAP Agri Nunukan

b. Verifikasi sisip full blok c. Menuntaskan areal brushing d. Memperbaiki kondisi sisipan 2017 - 2018 1. Identifikasi Areal Sisipan 2. Membuat program penyisipan 3. Menyiapkan areal transplanting dari PN ke MN (Pembibitan) 4. Brushing : Pembersihan areal tanam sisip 5. Melakukan seleksi bibit 6. Penanaman bibit

7. Perawatan sisipan : Buka piringan manual, semprot terasan dan gawangan, dan pemupukan sisipan.

tantangan

tujuan

pelaksanaan

1. Identifikasi areal yang spot-spot 2. Jangkauan areal yang terlalu luas

(1 asisten menanggungjawabi 1 kebun)

3. Adanya areal yang berbatasan dengan masyarakat yang menimbulkan konflik 4. Tenaga kerja kurang

(12)

tahapan penyisipan

garuk piringan

(13)

harapan

apa yang telah ditanam hari ini akan dipanen di masa

depan. tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.

(14)

“Mengelola kebun adalah mengelola manusia, menjadi seorang planters adalah menciptakan tenaga kerja bukan STYLE BOS” Rovi’i (PC FAP Agri Nunukan)

project

(15)

Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu komoditi non migas yang paling banyak menyerap tenaga kerja, saat ini rasio kebutuhan tenaga kerja dikebun yang sudah stabil untuk pekerjaan pokok meliputi panen, pemupukan, chemis, tunas dan pengangkutan dikebun yang sudah menghasilkan adalah 0,10 TK/Ha. Artinya dalam 1 Ha areal perkebunan kelapa sawit membutuhkan 0,10 Tenaga Kerja untuk pekerjaan pokok tersebut. Masih bercerita dikebun Nunukan adalah kekurangan tenaga kerja untuk pekerjaan pokok diatas, sehingga efek dari kekurangan itu semua adalah pekerjaan pokok tidak terotasi menghasilkan pekerjaan tambahan lainya seperti chemis goloran, chemis pisang, rekondisi (tunas berat), babat gawangan dan lain-lain.

HRD sebagai penyedia tenaga kerja yang dipekerjakan terus menyuplai tenaga untuk masuk mengisi kekurangan tersebut, namun tenaga yang masuk berbanding lurus dengan tenaga yang keluar. karyawan keluar, yaitu sebagai berikut :

Ÿ Pemenuhan tenaga kerja

Ÿ Perbaikan 11 item mendasar diperumahan

meliputi :

o Penomoran Pintu Rumah o Perbaikan Drainase Manual o Perbaikan Drainase Mekanis o Pengadaan Tong Sampah o Pemasangan Lampu jalan

o Pengerasan Jalan Perumahan (sirtu) o Penghijauan (Pohon dan Bunga) o Penataan & Perbaikan Dapur o Perbaikan Septictank

o Pemasangan Instalasi air bersih o Pemenuhan Perlengkapan TPA

Ÿ Mengelola tenaga kerja

Ÿ Mengerjakan carry over 11 item pekerjaan mendasar

Ÿ Penataan sentralisasi karyawan Family Couple

Ÿ Dan Perbaikan 17 kehidupan pondok

Ÿ Masterplan pembagunan perumahan dan sarana pendukung

Ÿ Sentralisasi perumahan

Ÿ Integrasi data karyawan dengan data perumahan

Ÿ Edukasi tenaga kerja tentang kesehatan

Ÿ Menghidupkan suasana perumahan seperti dikampung halaman

Ÿ Menarik simpatik karyawan

Dari data diatas managemen focus pada alasan terahir yaitu tidak betah bekerja yang mencapai 1666 orang. Setelah dikerucutkan permasalahan dari data diatas indikatornya adalah

1. Kenyamanan tempat tinggal (perumahan)

2. Iklim kerja yang tercipta (hubungan sesama karyawan dan atasan)

3. Sumber tenaga yang direkrut 4. Foktor lain-lain

Dari permasalahan diatas sehinga pada tahun 2018 tepatnya pada bulan September dibentuk sebuah project yang disebut sebagai Project Alpha. Yang pada tugas pokok fungsi pertama adalah mengkordinir penerimaan tenaga kerja, menyiapkan sembako, alat kerja, penempatan diperumahanya d a n m e m b u a t k e n y a m a n a n dilingkungan perumahan.

kenapa ada

project alpha ?

program kerja

project alpha

jangka pendek

jangka menengah

jangka panjang

1.

2.

3.

(16)

TANTANGAN

PROJECT

ALPHA

tawa dan senyum mereka

menjadikan kami terus

semangat dalam perbaikan

1. Waktu dan Biaya

Untuk meciptakan kondisi perumahan seperti dikampung sendiri membutuhkan waktu yang panjang dan perbaikan mainseat kepada karyawan bahwa perumahan yang ditempati adalah tanggung jawab bersama untuk saling menjaga dan merawat. Biaya yang dibutukan untuk menuju perumahan yang stabil sangat besar karena masih banyak perbaikan dan fasilitas yang harus kita penuhi semua agr tercipta perumahan yang stabil.

2. Kompetitor

Kebun-kebun lain sebagai competitor sudah melakukan perbaikan ini sedari dulu dan saat ini kita sedang mengejar itu semua. Artinya tidak ada pilihan untuk menerima tenaga kerja yang datang, selama tenaga kerja memiliki kemampuan berarti bisa kita olah menjadi tenaga kerja yang handal pada bidangnya. Konsepnya adalah menjadikan tenaga kerja bukan memilih.

3. Kemauan

Untuk menjaga stabilitas tenaga kerja dan perumahan harus peduli dengan kondisi karyawan, tidak hanya memporsir tenaga kerja dari sisi tenaga saja. Sehingga perlu dibangun komunikasi yang baik kepada karyawan dan system kerja yang nyaman.

4. Skill dan Waktu

Untuk mendevelop karyawan agar cepat memiliki skill sesuai dengan bidang yang dibutukan dikebun dan dikejar oleh waktu agar tidak terlalu lama harus mengajari tenaga kerja agar mahir pada bidangnya.

(17)

KUNJUNGAN

TIM AKREDITASI

PAUD

perbaikan sarana

pendidikan

hasil perbaikan

sarana pendidikan

(18)

perbaikan

pelayanan karyawan

pelayanan

(19)

project alpha

kita menanam

kita memanen

(20)

pemanfaatan lahan perkarangan

rumah karyawan

(21)

AID

TRAINING

T

RS

RS

FI

Tempat, Tanggal Lahir : Prabumulih, 20 November 1982 Pendidikan :

Ÿ Profesi Dokter “FK UPN VJ” Jakarta

Ÿ Sarjana Kedokter “FK UPN VJ: Jakarta

Ÿ SMU Muhammadiyah 1 Prabumulih

Ÿ SMP N 2 Prabumulih

Ÿ SD N 3 Prabumulih

Ÿ TK Bhayangkari Prabumulih Status : Menikah (anak 2) Pekerjaan Saat Ini :

Chief Medical Officer (CMO) FAP Agri Nunukan ( 26 Februari 2019) Pengalam Kerja :

Ÿ Cmo ( Chief Medical Officer) PT. Rea Kaltim Plantations

Ÿ Company Doctor Pt. Welharvest Winning Alumina Rifenery (Harita Group)

Ÿ Company Doctor PT. Trimegah Bangun Persada (Harita Group) Pelatihan :

Atls, Acls, Hiperkes, Ppgd Moto :

Hidup Optimis & Pantang Menyerah

Nunukan, FAP Agri Learning Center bekerjasama dengan paramedic di lingkungan GMK 1 menggelar First Aid Training.

First Aid Training ini digelar di Kantor Kebun GMK 1. Peserta yang mengikuti training ini yaitu 18 peserta diantaranya Mandor Lapangan, Kerani Kantor Kebun, Kerani Kantor Teknik dan beberapa karyawan.

Tujuan pelaksanaan First Aid Training ini adalah 1) Memberikan pemahaman kepada

mandor,kerani ataupun karyawan terkait mempertahankan hidup dan mengurangi resiko kematian baik biologi dan fungsional 2) Memberikan pemahaman kepada Mandor, Kerani dan karyawan untuk mencegah komplikasi yang bisa timbul akibat kecelakan kerja 3) Mencegah kondisi korban bertambah buruk 4) Mencegah tindakan yang dapat

membahayakan korban 5) Dan memberikan pemahaman kepada Karyawan, Mandor ataupun kerani untuk melindungi korban

kecelakaan yang tidak sadar. Materi First Aid Training ini disampaikan oleh dr. Aznover Novemri yang merupakan salah satu dokter di FAP Agri Nunukan. Harapan dari Training ini, Mandor, Krani ataupun Karyawan dilapangan dapat memberikan tindakan yang tepat kepada korban kecelakaan yang bisa saja terjadi disekitar lingkungan kerja.

(22)

FIRST AID

TRAINING

DOKUMENT

A

(23)

PMT I

(24)

apa itu PMT ?

siapa saja PMT I- 2019

program pelatihan mandor tanaman atau PMT merupakan program training yang dikhususkan untuk pembentukan mandor-mandor yang nantinya akan ditempatkan di afdeling-afdeling. program training ini dilakukan selama tiga bulan, yang terbagi dalam dua tahapan yaitu In Class dan Out Class (On the Job Training).

training in class dilakukan di FAP Agri Learning Center. Pengajar untuk program mandor ini merupakan Pimpinan Kebun yang ada di FAP Agri Nunukan diantaranya ada dari GM, MK ataupun tim supporting.

training out class atau dikenal dengan On the Job Training (OJT) dilakukan dibeberapa Afdeling yang berada dilingkungan FAP Agri. Mandor-mandor yang ditempatkan di afdeling ini akan melakukan secara langsug tugas - tugas dari Mandor di lapangan diantaranya sebagai Mandor Panen, Mandor Pupuk, Mandor Semprot dan Kerani Produksi.

harapan dari OJT ini adalah mandor - mandor yang telah ditraining di kelas dapat menerapkan ilmu - ilmu yang telah diterima dari pengajar baik dari pengajar pimpinan kebun ataupun dari tim Learning Center sendiri. selain itu, mandor - mandor yang melakukan OJT ini harus bisa memberikan contoh penerapan ilmu-ilmu yang telah dimiliki.

program PMT ini diikuti oleh 19 orang yang terdiri dari 3 lokasi rekrut, yaitu Lubuk Linggau, Bengkulu dan Galang.

peserta PMT ini direkrut dari beberapa sekolah yang ada di tiga lokasi tersebut, rekrut mempertimbangkan asal pendidikannya. Pendidikan yang dipertimbangkan adalah Pertanian ataupun Perkebunan.

apa saja aktivitas PMT ?

berikut ini beberapa aktivitas yang telah dilakukan pmt selama di Learning Center

(25)

Beberapa kegiatan yang dilakukan bersama Pemateri Pimpinan Kebun ataupun kegiatan Praktek Lapangan.

(26)

SAFETY &

DEFENSE DRIVING

Pelaksanaan Training dilakukan di Ruang Rapat Kantor Kebun GMK 3 yang diisi oleh Bapak Polman Sinaga (Manager Teknik Wil. II) pada tanggal 16 Juni 2019. Peserta yang mengikuti berjumlah 19 orang.

A. Daily Check :

1) Memberi pemahaman agar driver/opr dapat memahami fungsi daily maintenance 2) Perawatan dan pengoperasian unit yang benar 3) Memberi pengertian dan pemahaman fungsi disiplin sapta operator 4) Memberi pemahaman administrasi transport yang menjadi tugas dan tanggung jawab driver B. Defensive & Safety Driving

1) Memberi Pengertian defensive driving 2) Memberi pemahaman 4 faktor kecelakaan berkendara 3) Strategi berkendara dengan aman 4) Tips aman mengemudi dimalam hari 5) Tips aman saat berada dipersimpangan.

C. Eco Driving

1) Bagaimana berkendara yang hemat BBM 2) Saran-saran untuk menghemat BBM

(27)

Assistant

Mentoring Program

GMK 1 dan GMK 2

Merupakan program mentoring terhadap

asisten kebun dengan masa kerja kurang

dari 2 tahun. Program ini bertujuan untuk

m e m b a n t u a s i s t e n t b a r u d i d a l a m

menjalankan peran dan fungsinya

termasuk permasalahanpermasalahan

yang dihadapi.

Benefits :

1. Kemampuan teknis bertambah

2. Peserta Memahami pentingnya

melaksanakan Fungsi manajemen

dalam pekerjaan

3. Kinerja Asisten baru lebih baik

4. Membantu Peserta menemukan solusi

atas permasalahan di lapangan

5. Retain Staff baru

Pada sesi Mentoring Batch I ini diikuti

oleh 18 orang, yang dilaksanakan di dua

tempat yaitu GMK 1 dan GMK 2.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Juni

dan 24 Juni 2019.

Pada sesi pembukaan, Tim Learning

Center mengawali pertemuan dengan

s e b u a h p e r m a i n a n y a n g m e l a t i h

konsentrasi peserta yaitu Angka Acak.

Pe r m a i n a n i n i m e n g a j a k p e s e r t a

menghubungkan semua angka - angka

yang disediakan dalam waktu 2-3 menit.

GMK 1 - Pelaksanaan Mentoring ini diisi

oleh Bapak Frandi Simbolon (MK KHL 1)

dan Bapak Rizky Syahputra Hasibuan

(MK KHL 2).

GMK 2 - Pelaksanaan Mentoring di GMK 2

diisi oleh Bapak Nefsan C. Mungkur (MK

BHP 1) dan Bapak Tarto (MK KHL 5).

Para pemateri dimasing - masing GMK

memberikan wejangan - wejangan dan

kembali merefresh semangat - semangat

para asisten di awal - awal karirnya.

(28)

Assistant

Mentoring

Program

(29)

Walk

(30)

KENAPA HARUS

Gemba Walk

emba adalah sebuah

G

kata yang berasal dari

bahasa Jepang yang

berarti 'tempat sesungguhnya'

atau dalam bahasa Inggris

sering disebut 'actual place'.

Sedangkan Walk (Bahasa

Indonesia : Jalan) meninjau

merupakan cara terbaik.

Gemba Walk adalah aktivitas

yang harus diterapkan untuk

menemukan fakta tanpa

mengandalkan data, akan

tetapi melihat maupun datang

langsung ke tempat tersebut,

dengan tujuan agar perbaikan

bisa tepat sasaran.

Dalam dunia bisnis, gemba

adalah tempat di mana real

value tercipta, atau dalam kata

lain, gemba adalah detak

jantung dari organisasi yang

kita jalani.

Gemba merupakan salah satu

cara terbaik untuk melihat

langsung proses apa saja yang

berhasil dan yang tidak, tanpa

perantara. Artinya, kita sendiri

yang melihat proses tersebut.

Menurut Wilder inilah cara

terbaik untuk mendapatkan

informasi yang kita butuhkan

dalam membuat keputusan

terbaik dengan cara yang

paling seefisien mungkin.

Gemba mengarah pada

keunggulan operasional

(operational excellence) artinya

membuat setiap proses

operasional berada pada level

kinerja yang optimal.

Gemba Walk ini diharapkan

menjadi salah satu proses

penyempurnaan yang terjadi di

tempat kerja dan dilakukan

secara terus menerus.

Harapannya dengan

melakukan kegiatan Gemba

Walk, faktor produksi yang

terdiri dari manusia, mesin,

bahan, metode standard dan

lingkungan kerja akan dapat

dipergunakan secara efisien

sehingga produktivitas dan

kualitas kerja semakin

meningkat. Pengelolaan

tempat kerja menjadi salah satu

faktor penentu keberhasilan

perusahaan yang kita jalani.

Dan berikut 5 alasan kenapa

kita perlu menerapkan konsep

gemba untuk menciptakan

perbaikan kecil di setiap lini

kerja kita :

1. Mudah melihat perubahan

Dengan berjalannya gemba

walk akan membantu kita

mengidentifikasi hal-hal apa

saja yang sudah menyimpang

dari prosedur awal.

(31)

2. Manajemen dan staf tetap

terhubung

Dalam beberapa kasus, cukup

sering terjadi bahwa pihak

manajemen tidak mengetahui

hal-hal penting yang terjadi di

lapangan, seperti posisi

masing-masing staf, apakah

prosedur operasional sudah

diikuti dengan benar, dan lain

sebagainya.

3. Memastikan bahwa

seluruh staf mengikuti

aturan yang ditetapkan

Manajemen sering

mengeluarkan instruksi, baik

itu saat dalam pertemuan

singkat atau melalui email,

serta membuat prosedur, dan

kemudian meminta staf

melaksanakan instruksi

tersebut. Namun,

permasalahan timbul ketika

terjadi kesalahpahaman antara

instruksi yang diminta dengan

prakteknya di lapangan.

Dengan penerapan gemba

berjalan, manajemen dapat

memastikan staf telah

mengikuti instruksi dengan

benar dan tepat waktu.

4. Menjalin komunikasi yang

baik

Hampir semua manajer

memiliki kemampuan yang

baik dalam hal komunikasi.

Komunikasi ini dilakukan

untuk mengetahui cara kerja

proses, bagaimana aktivitas

operasional dilakukan dan

bagaimana nilai-nilai tetap

tercipta selama proses

berlangsung. Namun, hampir

sebagian besar waktu yang

digunakan ketika manajer

berbicara dengan staf,

dihabiskan dengan hanya

membicarakan prosedur dan

kualitas apa yang dibutuhkan.

Para staf menganggap pihak

manajemen tidak memahami

keadaan riil di area kerja

mereka. Melakukan gemba

diharapkan membantu manajer

menjalin komunikasi yang baik

dan mengidentifikasi apa yang

sebenarnya harus diperbaiki

sehingga perbincangan antara

manajer dan staf

5. Saling Menghargai

Aktivitas gemba berjalan

bukanlah sebuah inspeksi atau

sidak. Ketika Gemba berjalan

akan menunjukkan

ketertarikan dan kepedulian

kepada orang-orang yang

melakukan pekerjaan penting

demi kesuksesan perusahaan.

Biasanya para staf akan

bangga terhadap prestasi yang

mereka dapatkan dari

pekerjaan yang mereka

lakukan, dan ingin melihat

bahwa manajemen peduli

terhadap mereka. Gemba

berjalan adalah kesempatan

untuk memeriksa apakah

segala sesuatu yang diperlukan

untuk pekerjaan mereka

tersedia, dapat digunakan, dan

lain sebagainya. Gemba

berjalan juga merupakan

kesempatan untuk

menunjukkan kepada semua

lini bahwa mereka juga sama

pentingnya dengan level staff

lainnya.

(32)

gemba walk

ala milenial

Berikut ini beberapa hasil

Gemba Walk ala milenial yang

telah tampil di Chanel Youtube

FAP Agri.

emba Walk yang

G

dilakukan versi

Milenial adalah

dengan membuat Vlog. Jadi,

Gemba Walk yang dilakukan

dilapangan disertakan

dengan merekam segala

aktivitas yang dilakukan di

lapangan tersebuut.

Beberapa manfaat yang bisa

dirasakan secara langsung

bagi pembuat Vlog.

1. Melatih Public Speaking

Secara tidak langsung kalian

akan mendapat ilmu public

speaking, karena kalian di

tuntut untuk berbicara di

depan kamera yang nantinya

akan ditonton orang-orang

banyak. Jadi cari tau

informasi mengenai lapangan

tersebut jika kita ingin lancar

dalam pembuatan vlog.

2. Kepuasan Pribadi

Jika kita membuat vlog

dengan konten yang aktual

dilapangan, itu akan menjadi

kepuasan tersendiri. Selain

kita menampilkan kondisi

sebenarnya, kita juga lebih

tau perbaikan apa yang harus

terapkan dan peningkatan

apa yang ditambahkan.

konten youtube

harapan

harapannya, setiap lini yang berada di lingkungan kerja kita dapat ikut serta dalam proses perbaikan dan peningkatan produktivitas sesuai dengan Jobnya masing - masing.

(33)

PRODUKTIVITAS

SUMBER PERTUMBUHAN

MINYAK SAWIT YANG

BERKELANJUTAN

Oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih, MEc

ndonesia merupakan

I

produsen minyak sawit terbesar dunia. Dengan luas kebun sawit sekitar 11,6 juta hektar (2016) Indonesia mampu menghasilkan sekitar 35,5 juta ton minyak sawit yang terdiri atas 32,5 juta ton minyak sawit mentah (CPO) dan 3 juta ton minyak inti (PKO). Pada tahun yang sama, produksi minyak sawit dunia mencapai 66,8 juta ton, sehingga pangsa Indonesia adalah sekitar 53 persen dari produksi minyak sawit dunia. Sedangkan dalam pasar 4 minyak nabati utama dunia (minyak sawit, minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak bunga matahari) yang produksi tahun 2016 sebasar 166,4 juta ton, maka pangsa Indonesia adalah sekitar 21 persen. Jadi Indonesia bukan hanya produsen terbesar CPO dunia, tetapi juga negara produsen terbesar minyak nabati dunia.

Sejauh ini, prestasi sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia tersebut, sebagian besar diperoleh dari perluasan areal kebun/ekstensikasi (factor-driven). Sumber pertumbuhan minyak sawit secara ekstensikasi tersebut sudah makin terbatas ke depan. Selain ketersedian lahan yang makin terbatas, ekstensikasi

Oleh karena itu, sudah saatnya perkebunan sawit nasional naik kelas kepada fase pembangunan yang digerakkan oleh

peningkatan produktivitas baik melalui pemanfaatan barang-barang modal (capital-driven) maupun pemanfaatan inovasi-teknologi (innovation-driven). Peningkatan produksi minyak sawit yang bersumber dari peningkatan produktivitas minyak per hektar, jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial maupun ekologis.

PROYEKSI KONSUMSI MINYAK NABATI-2050

Selama ini, minyak nabati dunia (termasuk minyak sawit) sekitar 83 persen dikonsumsi sebagai bahan pangan (oleofood). Sedangkan 17 persen sisanya untuk non oleofood diluar biofuel. Berdasarkan data OECD/FAO (2015) rataan konsumsi minyak nabati dunia untuk oleofood baru mencapai 19 Kg/Kapita. Konsumsi per kapita tertinggi adalah Amerika Serikat dan Kanada (38 Kg), EU (24 Kg), Cina (22 Kg), Indonesia (19 Kg), dan India (15 Kg). Jika konsumsi non-oleofood diperhitungkan maka rataan

(34)

konsumsi minyak nabati dunia baru mencapai sekitar 23 Kg/kapita/tahun.

Berdasarkan proyeksi badan-badan dunia, penduduk dunia tahun 2050 akan berjumlah sekitar 9,2 miliar orang. Jika konsumsi per kapita oleofood dunia meningkat dari 19 Kg (2014) menjadi 25 Kg (2050), maka kebutuhan minyak nabati dunia untuk oleofood tahun 2050 adalah sekitar 230 juta ton. Jika trend penggunaan minyak nabati untuk non-oleofood tetap seperti selama ini yakni 17 persen maka kebutuhan minyak nabati total (oleofood dan non oleofood) tahun 2050 adalah sebesar 277 juta ton.

Dengan produksi 4 minyak nabati utama dunia tahun 2015 sebesar 167,5 juta ton, maka dengan proyeksi kebutuhan minyak nabati dunia tersebut berarti diperlukan tambahan produksi minyak nabati dunia sebesar 109,5 juta ton menuju tahun 2050. Untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati tersebut, dari minyak rapeseed dan minyak bunga matahari sulit diharapkan untuk memenuhi tambahan konsumsi. Sumber penyediaan minyak nabati dunia yang masih dapat diharapkan adalah dari minyak kedelai dan minyak sawit. Artinya minyak sawit dan minyak kedelai akan merebut tambahan kebutuhan minyak nabati sebesar 109,5 juta ton menuju 2050.

Jika tambahan kebutuhan minyak nabati dunia tersebut 50 persen saja

dari minyak sawit, berarti ada tambahan pasar minyak sawit sekitar 55 juta ton menuju 2050. Hal ini berarti produksi minyak sawit dunia harus meningkat setidaknya dua kali lipat yakni dari 65,5 juta ton (2015) menjadi 120,3 juta ton menuju 2050.

Proyeksi tersebut, akan lebih besar jika penggunaan minyak nabati untuk energi berubah secara drastis menuju 2050. Saat ini saja konsumsi energi fosil dunia mencapai sekitar 5,4 triliun liter/tahun (IEA, 2014). Jika satu persen saja energi fosil tersebut diganti dengan biofuel, maka ada tambahan kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 53,6 juta ton/tahun.

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

Peningkatan produktivitas sebagai sumber pertumbuhan minyak sawit ke depan, telah dicanangkan/disepakati pada acara 100 tahun kebun sawit Indonesia tahun 2011 di Medan. Target yang ditetapkan adalah mencapai produktivitas TBS rata-rata 35 ton/hektar dan rendemen 26 persen (disebut sebagai target 35-26) atau produktivitas sebesar 9 ton minyak/hektar. Target inilah yang perlu kita kejar ke depan.

Menurut data Kementerian Pertanian luas kebun sawit Indonesia tahun 2016 mencapai 11,6 juta hektar, , terdiri atas kebun sawit rakyat 4,8 juta hektar, kebun sawit swasta 6,2 juta hektar dan kebun sawit BUMN 755 ribu hektar. Produksi minyak

sawit nasional mencapai 35,5 juta ton yang terdiri atas CPO 32,5 juta ton dan PKO 3,05 juta ton.

Komposisi kebun sawit nasional terdiri dari sekitar 25 persen merupakan tanaman belum menghasilkan (TBM), sedangkan sisanya 75 persen merupakan tanaman menghasilkan (TM). Sehingga dengan produksi minyak sebesar 35,5 juta ton (CPO+PKO) tersebut produktivitas kebun sawit secara nasional masih sekitar 4 ton minyak per hektar. Produktivitas tertinggi dicapai kebun sawit swasta yakni 4,5 ton minyak per hektar, kemudian disusul kebun sawit BUMN 4,1 ton minyak per hektar, sedangkan kebun sawit rakyat masih mencapai 3,4 ton minyak per hektar.

Jika dibandingkan dengan rataan produktivitas varietas yang ada (Tabel 1) yakni 7,8 ton minyak per hektar (rataan varietas 1990-2010) capaian produktivitas kebun sawit nasional tersebut masih relatif rendah (Gambar 1). Gap produktivitas (produktivitas standar varietas dikurang realisasi) pada kebun sawit rakyat 4,3 ton per hektar, kebun sawit swasta 3,3 ton per hektar dan kebun sawit BUMN 3,7 ton per hektar.

(35)

Dengan demikian, secara nasional dengan luas kebun sawit eksisting potensi produksi minyak sawit yang belum terealisasikan masih sekitar 33 juta ton yakni dari kebun rakyat 15 juta ton, dari kebun sawit swasta 15,7 juta ton dan kebun BUMN 2,2 juta ton.

Terjadinya gap produktivitas antara potensi varietas dengan realisasi kebun tentu banyak faktor penyebabnya. Diantaranya yang penting adalah penggunaan pupuk, kultur teknis non pupuk (seperti manajemen pruning dan gulma, manajamen panen), komposisi tanaman, efisiensi rendemen pabrik (PKS). Komposisi tanaman yang dimaksud adalah komposisi TM muda, remaja, dewasa, tua/renta yang masing-masing memiliki tingkat produktivitas yang berbeda-beda. Secara umum kurva produktivitas kelapa sawit menurut golongan umur adalah seperti gambar 2 dan komposisi ideal tanaman (agar rerata produktivitas stabil dan

berkelanjutan) adalah seperti Gambar 3.

Gambar 2. Kurva Produktivitas Kebun Sawit Menurut Umur Tanaman

Variabel yang sangat menentukan produktivitas adalah pupuk. Dalam perkebunan sawit dikenal dengan pemupukan 6-Tepat (jumlah, kualitas, waktu, tempat/lokasi, kontinuitas, harga). Perbedaan produktivitas baik antar kebun maupun dibandingkan dengan potensi varietas, banyak

disebabkan 6-Tepat penggunaan pupuk ini. Secara umum penggunaan pupuk pada kebun-kebun swasta besar berkisar antara 10-13 kg per pokok sementara kebun sawit rakyat hanya sekitar 3-5 kg per pokok. Jadi wajar saja produktivitas sawit rakyat masih rendah dibandingkan kebun sawit swasta.

Untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional menyangkut dua kelompok sasaran yakni (1) kebun sawit nasional berkategori tua dan renta saat ini yakni sekitar 1,3 juta hektar dan (2) kebun sawit kategori umur Muda, Remaja dan Dewasa yang luasnya sekitar 7,5 juta hektar. Peningkatan kebun-kebun sawit kedua kelompok tersebut perlu dilakukan secara simultan dan berkelanjutan yang bermuara pada kenaikan produktivitas sawit nasional saat ini dan ke depan.

Pertama, peningkatan produktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit eksisting yakni kebun-kebun TM (Muda, Remaja, dan Dewasa) yang luasnya (2016) sekitar 7,5 juta hektar (S1). Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan pemupukan, perbaikan kultur teknis kebun (best practices) dan perbaikan teknologi proses pada PKS. Strategi ini dalam bahasa ilmu ekonomi disebut juga strategi peningkatan produktivitas parsial (perbaikan kultur teknis tanpa mengganti varietas). Strategi S1 (Gambar 4) ini diharapkan menaikkan produktivitas TM eksisting dari rataan produktivitas saat ini 4 ton minyak/hektar (S0) mendekati produktivitas potensi varietas eksisting (S1) misalnya rata-rata 6 ton minyak /hektar saja.

Gambar 3. Perubahan Produktivitas Kebun Sawit setiap umur tanaman dengan strategi Peningkatan Produktivitas Parsial (S1) dan

Strategi Raplanting (S2)

Strategi S1 ini potensial

menghasilkan tambahan minyak sawit nasional sebesar 14,6 juta ton. Jika hal ini dapat dilakukan maka produksi minyak sawit nasional akan meningkat dari 35 juta ton (2016) menjadi 50,1 juta ton.

Kedua, Strategi replanting dengan varietas unggul terbaru bagi kebun-kebun sawit eksisting yang tergolong umur tua dan renta (S2) yang luasnya tahun 2016 sekitar 1,3 juta hektar. Strategi ini dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai strategi peningkatan produktivitas total (total factor productivity) melalui penggantian varietas baru/unggul disertai dengan perbaikan kultur teknis sehingga akan menggeser kurva produktivitas S1 ke S2 dengan produktivitas yang lebih tinggi misalnya sekitar 8 ton per hektar. Hasil strategi S2 ini baru akan terlihat mulai tahun ke-4 setelah replanting dilakukan.

Kedua strategi tersebut dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan. Setiap tahun pasti ada kebun-kebun yang sudah memasuki umur renta yang perlu direplanting. Untuk mencapai komposisi tanaman kelapa sawit nasional yang ideal,

memerlukan replanting teratur setiap tahun sekitar 4 persen dari luas areal. Demikian juga, perbaikan kultur teknis secara berkesinambungan perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas TM. Jika semua kebun sawit nasional berhasil menghasilkan produktivitas 8 ton/hektar, maka produksi minyak sawit nasional akan mencapai 70,2 juta ton (dengan luas TM 8,7 juta hektar).

TATA KELOLA BERKELANJUTAN

Pengeloaan perkebunan sawit saat ini dan ke depan sedang memasuki era baru yakni era perkebunan sawit yang berkelanjutan (sustainable oil palm) baik secara ekonomi, sosial dan ekologis. Indonesia sebagai bagian

Gambar 1. Perbandingan Produktivitas Perkebunan Swasta, BUMN, dan Rakyat

(36)

dari komunitas internasional terikat pada komitmen internasional yakni pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) 2016-2030 yang sudah diluncurkan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan telah kita ratifikasi sejak awal tahun 2016 lalu. Perkebunan sawit berkelanjutan merupakan cara baru menghasilkan minyak sawit saat ini dan ke depan.

Pembangunan perkebunan sawit yang berkelanjutan sesungguhnya bukan hal yang baru bagi Indonesia. Sejak tahun 2011 perkebunan sawit di Indonesia sudah diwajibkan mengadopsi tata kelola dan sertifikasi berkelanjutan yang dikenal dengan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Sebelumnya yakni sejak tahun 2008, juga sudah ada sertifikasi minyak sawit berkelanjutan secara sukarela yakni RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil). Sebagai mandatori (wajib) implementasi ISPO perlu dipercepat agar semua kebun-kebun sawit Indonesia dikelola secara berkelanjutan dan dibuktikan dengan sertifikasi ISPO.

Peningkatan produktivitas minyak baik melalui replanting maupun perbaikan kultur teknis, merupakan bagian dari cara-cara berproduksi minyak sawit berkelanjutan. Program peningkatan produktivitas kebun-kebun sawit nasional perlu dipadukan dengan perbaikan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan ekologis.

Perhatian khusus perlu diberikan pada perbaikan tata kelola kebun-kebun sawit rakyat yang mencakup sekitar 45 persen kebun sawit nasional. Kerjasama kemitraan antara kebun sawit korporasi dan rakyat yakni pola PIR dan variasinya, yang selama ini berhasil memperluas kebun sawit rakyat, perlu dilanjutkan dan naik kelas menjadi kemitraan dalam peningkatan produktivitas dan perbaikan tata kelola kebun sawit berkelanjutan. Pengembangan pola pengelolaan kebun sawit sehamparan yang berkelanjutan perlu dijadikan gerakan bersama pelaku kebun sawit.

Kebijakan pemerintah juga menentukan tercapainya tata kelola kebun sawit berkelanjutan. Masalah tata ruang/kawasan, legalitas lahan petani sawit, HGU, legalitas usaha kebun sawit rakyat, merupakan salah satu titik lemah sulitnya implementasi ISPO/RSPO. Solusi masalah-masalah tersebut hanya bisa diselesaikan pemerintah, dan tidak bisa diselesaikan pelaku sawit.

Ketidakpastian kebijakan pemerintah (baik tentang tata ruang, lahan, perizinan) jangan "menyandera" perkebunan sawit memperoleh ISPO

(37)

MENJADI VERSI

TERBAIK DARI DIRI

ANDA

arren buffett berkata :

W

“ S e m a k i n b a n y a k

Anda belajar, semakin banyak yang Anda hasilkan”. Kata-kata itu sangatlah benar. Lihatlah orang-orang sukses seperti Bill Gates, Steve Jobs, Elon Musk, Oprah, Mark Cuban, dan orang-orang sukses lainnya. Mereka sukses karena mereka menggunakan waktu mereka dengan benar. Mereka sukses karena mereka tidak pernah berhenti belajar. Mereka selalu berkomitmen untuk belajar lebih banyak daripada orang lain.

Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, terkenal dengan membaca lebih dari 5 jam setiap hari, Bill Gates membaca 1 buku setiap minggu, Mark Cuban membaca selama 3 jam sehari, Oprah selalu terobsesi untuk s e l a l u m e m b a c a b u k u . Perhatikan persamaan mereka, orang-orang sukses di dunia initidak pernah berhenti belajar.

P i k i r k a n t e n t a n g perumpamaan ini, jika Anda memiliki uang 86.400 dollar untuk Anda belanjakan setiap hari. Tetapi dengan syarat kalau setelah jam 12 malam, Anda tidak bisa lagi memakai uang itu, bisa dipastikan Anda akan betul-betul

betul-betul mempergunakan dan menghabiskan uang itu sebelum jam 12 malam. Dan Anda akan merasa sangat menyesal bila u a n g t e r s e b u t t i d a k h a b i s sebelum jam 12. Apa bedanya dengan waktu kita, waktu itu gratis tapi tidak ternilai. Bagian yang paling menyedihkan adalah bahwa kita hanya memiliki 86.400 detik per hari. Kebanyakan orang menyia-nyiakan waktu itu terbuang sia-sia. Kebanyak orang membiarkan waktu itu hilang tanpa berpikir dua kali. Itu tidak boleh terjadi dengan kita. Kita harus menggunakan waktu seproduktif mungkin, kita harus mempergunakan waktu untuk menggapai impian-impian kita. Dan melakukan hal-hal yang berguna serta menggunakan waktu kita untuk membuat keluarga kita bahagia. Aturlah h i d u p m u , m a n a g e m e n t l a h w a k t u m u , b e l a j a r d a n bertumbuhlah. Jangan sampai 86.400 detikmu sehari terbuang sia-sia.

Waktu yang Anda habiskan untuk bermain game, ngobrol y a n g t i da k je l a s, b e r g osi p , mengeluh, atau party dengan teman-teman Anda, tidak akan pernah kembali. Sekali Anda gunakan waktu untuk itu, dia

(38)

a k a n p e r g i s e c a r a p e r c u m a selamanya dan tidak akan pernah kembali.

Steve Jobs berkata “Waktumu itu terbatas, jadi jangan buang waktumu untuk hidup dalam kehidupan orang lain”.

Perbedaan dan persamaan orang sukses dan orang gagal adalah mereka sama-sama punya waktu 24 jam dalam sehari. Tapi bedanya o r a n g s u k s e s m e m a n f a a t k a n waktunya tapi orang gagal menyia-nyiakan waktu yang dikasih oleh Tuhan.

Banyak orang berhenti mengejar m i m p i m e r e k a k a r e n a m e r a s a jalannya sangat sulit. Banyak siswa dan mahasiswa berhenti mengejar impian mereka hanya karena 1 test yang gagal. Faktanya sebagian besar siswa dan mahasiswa itu tidak pernah mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam test tersebut. Karena dalam pikiran mereka, Mereka sudah terlebih dahulu berpikir gagal dalam ujian tersebut.

Mereka berhenti percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Dan begitu kepercayaan itu terbunuh, maka mimpi itu akan terbunuh.

Jika Anda memiliki mimpi, Anda harus melakukan semuanya untuk membuat mimpi itu menjadi nyata. Tidak peduli seberapa kali Anda gagal, jangan pernah berhenti percaya kalau Anda bisa.

Hidup itu sendiri adalah ujian. Terkadang Anda akan gagal. Tetapi satu-satunya cara Anda bisa gagal adalah jika Anda berhenti untuk percaya.

Dorong diri Anda untuk menjadi orang diatas rata-rata.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang belum pernah Anda dapatkan sebelumnya, Anda harus melakukan hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.

Sukses bukan tentang uang, mobil, ketenaran atau rumah yang besar. Tapi sukses adalah “kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri”.

Anda akan jatuh berkali-kali di jalan menuju kesuksesan, tetapi yang paling penting adalah Anda harus bangkit kembali dan ketika Anda bangkit, Anda harus lebih kuat dari sebelumnya.

Jangan ijinkan pikiran Anda untuk berpikir kalah dan berhenti.

Jika Anda berhenti pada mimpi dan menyerah, Anda tidak pernah akan tahu betapa hebatnya Anda.

Jangan pernah meragukan diri A n d a s e n d i r i . K e r a g u a n a k a n membunuh semua mimpi-mimpi Anda.

Jika Anda memiliki mimpi, Anda harus menjadi versi terbaik dari diri Anda !!!

Hidup itu pilihan, kita yang menentukan.

(39)

FAP AGRI

Gambar

Gambar 3. Perubahan Produktivitas Kebun  Sawit setiap umur tanaman dengan strategi  Peningkatan Produktivitas Parsial (S1) dan

Referensi

Dokumen terkait

Tumbuhan yang yang diciptakan oleh Alloh banyak mengandung manfaat. Salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan yaitu ketepeng cina. Secara tradisional daunnya sering

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Pendapat Mahasiswa Program Studi PKn Terhadap Pelanggaran Hak Cipta Atas Buku” adalah hasil karya sendiri

Memo Pemberitahuan Harga Jual / Price List yang sudah ditanda tangani Head of Finance dan Head of BU didistribusikan via email ke cabang ditujukan ke

Dari hasil identifikasi dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRD) didapatkan tingkat kemurnian silika dari abu sekam padi yang paling tinggi yaitu pada

Pada dasarnya, weighted moving average punya prinsip yang sama dengan simple moving average , yaitu bahwa dalam memprediksi nilai tukar Euro terhadap US Dollar pada waktu

penelitian menunjukan bahwa ukuran perusahaan memiliki koefisien regresi negatif yang berarti semakin besar ukuran perusahaan, maka akan berdampak pada menurunnya

Pada metode hand sampling ditemukan 16 jenis serangga hama, pada metode yellow sticky trap ditemukan 21 jenis serangga hama, dan pada metode dome trap ditemukan 21 jenis serangga

Berdasarkan uji homogenitas hasil data postest dalam hasil belajar siswa diperoleh F hitung (1,24)< F tabel (2,16) maka data tersebut dapat dikatakan