• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAAN BIJI PAPAYA SEBAGAI BAHAN PENGHITAM RAMBUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAAN BIJI PAPAYA SEBAGAI BAHAN PENGHITAM RAMBUT"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAAN BIJI PAPAYA SEBAGAI BAHAN

PENGHITAM RAMBUT

Karya Tulis Ilmiah

Disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan

Disusun Oleh:

Muhammad Bayu Fadhilah NIS : 161710036

SEKOLAH MENENGAH ATAS AL MUSLIM

Jl. Raya Setu Kp. Bahagia Tambun Bekasi Telp. 88335907 Fax. 8831167 2019

(2)

ii

PEMANFAATAAN BIJI PAPAYA SEBAGAI BAHAN PENGHITAM

RAMBUT

Yang dipersiapkan dan disusun oleh Muhammad Bayu Fadhilah

NIS : 161710036

Telah disetujui dan dipertahankan di depan Dewan Penguji (Penyanggah) pada tanggal ……..

Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Tim Penguji

Penyanggah, Pembimbing,

Nurul Hikmah, S.pd Rahmadini, S.Pd

Tambun, ………. 2018 Kepala SMA Al Muslim

(3)

iii Motto

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi kita rahmat, hidayah, serta kasih sayang-Nya kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, member kemudahan bagi penulis untuk dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis dengan judul “Pemanfaatan biji papaya sebagai bahan penghitam rambut”. Tidak lupa penulis junjungkan salawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pemberi cahaya kehidupan bagi manusia dari masa kebodohan hingga masa kejayaan.

Karya tulis ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk kelulusan. Karya tulis yang telah rampung ini tentunya tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Ibu Dra. Reni Nurhidayanti, selaku kepala SMA Al Muslim yang telah memberikan banyak arahan ditengah kesibukannya.

2. Ibu Rahmadini Santana, S.T selaku pembimbing yang telah memberikan banyak arahan kepada penulis dalam penyusunan karya tulis ini.

3. Ibu Ari Widiastuti, S.Pd selaku wali kelas XII IPA 2 yang telah memberikan banyak arahan serta dorongan maupun do’a kepadapenulis dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.

4. Keluarga yang selalu memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus kepada penulis juga memberikan motivasi dan memberikan do’anya yang tidak ada hentinya kepada penulis.

(5)

v

5. Rekan-rekan penulis ( Raizes Vicastha ) yang telah memberikan motivasi dan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

Akhir kata semoga karya tulis ilmiah yang sederhana ini akan memberikan manfaat bagi para pembacanya. Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan mengingat keterbatasan pengetahuan yang dimiliki dan kendala-kendala yang dihadapi penulis dalam menyusun karya tulis ini. Oleh karena itu, penulis terbuka untuk segala kritik dan saran yang dapat memperbaiki karya tulis ilmiah ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bekasi, Oktober 2018 Penulis,

(6)

vi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii MOTTO ... iii KATA PENGANTAR ... iv DAFTAR ISI ... vi ABSTRAK ... viii BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Perumusan Masalah ... 2 C. Tujuan Penelitian ... 2 D. Manfaat Penelitian ... 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN... 3

A. Kajian Pustaka ... 3

B. Hipotesis ... 7

BAB III METODE PENELITIAN ... 8

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ... 8

B. Definisi Operasional ... 8

C. Populasi dan Sampel ... 8

D. Instrumen dan Bahan Penelitian ... 8

E. Cara Pembuatan ... 8

F. Cara Pemakaian ... 9

G. Tempat dan Waktu ... 9

(7)

vii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 10

A. Hasil Penelitian ... 10

B. Pembahasan ... 10

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 12

A. Kesimpulan ... 12

B. Saran... 12 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(8)

viii

PEMANFAATAAN BIJI PAPAYA SEBAGAI BAHAN PENGHITAM RAMBUT

Muhammad Bayu Fadhilah XII IPA 2

161710064

ABSTRAK

Buah papaya (Carica papaya) merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat bagi manusia. Selain banyak mengandung vitamin A, ternyata buah sehat ini juga banyak dimanfaatkan sebagai obat dalam mengobati berbagai macam penyakit. Selama ini yang kita tahu bahwa hanya daging papaya saja yang dapat dikonsumsi. Manfaat biji papaya ternyata tidak boleh dianggap sebelah mata, biji papaya yang biasa dibuang ternyata di percaya untuk kesehatan rambut seperti menghitamkan rambut. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dari biji papaya sebagai penghitam rambut.

Jenis penelitian yang di gunakan dalam karya tulis ini adalah melalui metode eksperimental, untuk mengetahui dan membuktikan keefektifan biji pepaya terhadap penghitaman rambut.

Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama tetapi biji papaya cukup efektif untuk menghitamkan rambut. Maka dapat diketahui bahwa biji papaya dapat dijadikan sebagai penghitam rambut, karena biji papaya mengandung vitamin A yang sangat dibutuhkan oleh rambut yang bermanfaat untuk memperbaiki tekstur rambut dan warnanya. Menurut penelitian, biji papaya mengandung Glucoside cacirin dan Karpain, zat ini memiliki fungsi untuk menghitamkan rambut. Dapat disimpulkan bahwa biji papaya efektif atau bisa dijadikan sebagai bahan penghitam rambut alami.

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Buah papaya (Carica papaya) merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat bagi manusia. Selain banyak mengandung vitamin A, ternyata buah sehat ini juga banyak dimanfaatkan sebagai obat dalam mengobati berbagai macam penyakit. Buah papaya memiliki ciri bewarna hijau apabila belum matang dan bewarna orange apabila sudah matang dagingnya tebal dan rasanya manis. Buah ini juga tumbuh di daerah yang tropis batangnya lurus, tidak beranting, dan tidak berkayu.

Selain dikonsumsi sebagai "buah segar", pepaya juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman yang diminati pasar seperti pasta pepaya, manisan kering, manisan basah, saus pepaya, dan juice pepaya. Tetapi sayangnya, di Indonesia pemanfaatan buah ini kurang maksimal. Kurangnya kreativitas dalam mengolah buah ini juga menjadi salah satu alasan mengapa buah asli Indonesia ini tidak banyak digemari oleh konsumen.

Selama ini yang kita tahu bahwa hanya daging papaya saja yang dapat dikonsumsi. Padahal jika pandai mengolahnya, biji pepaya pun juga bisa diolah menjadi panganan seperti dijadikan bumbu salad. Menurut penelitian yang dilakukan Zhou, dkk (2011) melaporkan bahwa ekstrak etil asetat dari biji pepaya memiliki aktivitas antioksidan yang berarti dapat mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Menurut Nito (2009) biji pepaya merupakan sumber saponin yang cukup baik.

Manfaat biji papaya ternyata tidak boleh dianggap sebelah mata. Bagian dari biji papaya yang biasa dibuang ini, dan ternyata biji pepaya di percaya untuk kesehatan rambut seperti menghitamkan rambut. Untuk itu, daripada mengeluarkan biaya mahal untuk menghitamkan rambut, lebih

(10)

2

2

baik menggunakan biji buah papaya. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dari biji papaya sebagai penghitam rambut.

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah ini adalah, “apakah biji buah papaya bisa di

jadikan penghitam rambut” ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Memanfaatkan biji papaya sebaagi penghitam rambut.

2. Untuk mengetahui daya guna biji papaya sebagai penghitam rambut. 3. Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan penghitam rambut

dari biji papaya. D. Manfaat penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Dapat menambah wawasan tentang biji papaya.

(11)

3

3 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka

1. Papaya

Papaya merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis. Buah pepaya tergolong buah yang popular dan digemari hampir di seluruh penduduk di bumi ini (Kalie, 1988 dalam Amir, 1992) Tanaman ini menyebar ke Benua Afrika dan Asia serta India. Dari India tanaman ini menyebar ke berbagai Negara tropis, termasuk Indonesia di abad ke-17 (Setiaji, 2009). Negara penghasil papaya antara lain Costa Rika, Republik Dominika, Puerto Rika, dan lain-lain. Brazil, India dan Indonesia merupakan Negara yang menghasilkan pepaya cukup banyak (Warisno, 2003).

Bentuk dan susunan tubuh bagian luar tanaman papaya

termasuk tumbuhan yang umur sampai berbunganya

dikelompokkan sebagai tanaman buah-buahan semusim, namun dapat tumbuh setahun. Sistem perakarannya memiliki akar tunggang dan akar cabang yang tumbuh mendatar kesemua arah pada kedalaman 1 meter atau lebih menyebar sekitar 60-150 cm atau lebih dari pusat batang tanaman (Suprapti, 2005).

Pepaya yang tergoglong tanaman buah yang tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat.Tumbuhan ini berdasarkan klasifikasi ilmiahnya tergolong dalam keluarga besar Caricaceae, sebagaimana golongan dari tingkat kingdom hingga species.

a) Klafikasi Buah Papaya (Carica papaya)

Kingdom Plantae

(12)

4 4 Divisi Magnoliophyta Kelas Magnoliopsida Subkelas Dillenidae Ordo Brassicales Famili Caricaceae Genus Carica

Spesies papaya L.Carica

2. Kandungan Biji Papaya

Senyawa Penyusun Biji Papaya Jika diurai, maka kandungan biji papaya antara lain alkaloid, steroid, tanin, dan juga minyak atsiri. Secara mendetil, kandungan biji tersebut berupa beberapa asal lemak tak jenuh dalam jumlah tinggi. Asam tersebut adalah oleat dan asam palmiat. Selain itu, biji papaya juga diketahui mengandung senyawa kimia golongan fenol, terpenoid juga saponin. Senyawa ini bersifat sitoksik, anti-androgen dan berefek estrogenik. Selanjutnya, biji pepaya juga mengandung karbohidrat dalam jumlah kecil, air, abu, protein, dan juga lemak. Sementara itu, terkait manfaatnya sebagai penghitam rambut, terkait erat dengan kandungan senyawa Glucoside carcirindan di dalam biji papaya itu sendiri.

Pada minyak biji pepaya yang berwarna kuning di ketahui mengandung 71,60% asam oleat, 15,13% asam palmitat, 7,68% asam linoleat, 3,60% asam stearat dan asam lain yang jumlahnya terbatas, Selain mengandung asam-asam lemak, biji papaya diketahui mengandung senyawa kimia lain seperti golongan fenol, alkaloid, terpenoid dan saponin (Warisno, 2003). Zat-zat aktif yang terkandung dalam biji

(13)

5

5

papaya tersebut bisa berefek sitotoksik, anti androgen atau berefek estrogenik (Lohiya et al., 2002 dalam Satriyasa, 2007).

Dalam biji papaya pun terdapat beberapa enzim proteolitik seperti, papain, chymopapain A, chymopapain B, dan peptidase pepaya. Di samping mengandung enzim proteolitik, biji pepaya juga mengandung senyawa kimia yang lain seperti: lemak majemuk 25 %, lemak 26 %, protein 24,3 %, 17 % serat, karbohidrat 15,5 %, abu 8,8 %, dan air 8,2 % (Kloppenburg-Versteegh, 1915 dalam Amir 1992).

a) Manfaat Biji Buah Papaya

Menurut Juwita dkk (2006) biji papaya memiliki manfaat sebagai anti bakteri. Penelitian telah dilakukan dan menemukan bahwa biji papaya ternyata efektif membasmi E.coli, Streptococcus pyogenes (Maria Martiasih dkk, 2014). Selain itu biji papaya dapat membasmi parasit usus. Ada bukti bahwa biji papaya membasmi parasit usus. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak Nigeria dengan parasit usus, 76,7% dari anak-anak bebas parasit setelah tujuh hari pengobatan dengan biji papaya dibandingkan dengan hanya 16,7% dari anak-anak yang menerima placebo.

Selanjutnya manfaat biji papaya dalam perlindungan ginjal. Penelitian telah menemukan bahwa ekstrak biji papaya dapat melindungi ginjal dari racun di induksi gagal ginjal. Kemudian biji pepaya juga dapat membasmi racun hati.dalam pengobatan di negeri Cina diyakini bahwa sesendok teh biji pepaya dapat membantu detoksifikasi. Biji papaya juga dapat direkomendasikan oleh para dokter secara alami dalam pengobatan pada sirosis hati. Selain itu biji papaya juga dapat mengatasi cacingan dengan sangat baik bahkan sangat ampuh.

(14)

6

6

Bagian tubuh papaya yang lainnya juga dapat dimanfaatkan seperti akar pepaya yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman penyegar, penyakit gangguan kantung kemih dan mengobati rematik. Adapun daunnya bermanfaat sebagai obat jerawat, obat antikanker dan obat demam berdarah. Buah papaya mengandung vitamin C yang berguna untuk mengobati sariawan dan juga vitamin A yang baik untuk mata. (https://manfaat.co.id/manfaat-biji-pepaya)

3. Rambut

Rambut adalah sesuatu yang keluar dari dalam kulit dan kulit kepala, rambut tidak mempunyai saraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit kalau dipangkas. Dengan adanya rambut, selain berfungsi sebagai mahkota, juga berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas terik matahari, cuaca dingin. Rambut membutuhkan penataan dan perawatan secara teratur supaya rambut tetap sehat, indah, dan berkilau. Dalam menggunakan kosmetika rambut dibutuhkan suatu ketelitian agar rambut tetap sehat dan indah. Rambut juga memerlukan nutrisi yang cukup agar keindahan warna pada rambut sehat. Apabila rambut tidak di berikan nutrisi akan menyebabkan kerusakan dan perubahan warna karena tidak di berikan nutrisi yang cukup.

Rambut uban adalah hasil dari kurang melanin dalam keratin yang ada pada rambut. Keratin adalah sel-sel protein yang membentuk rambut kita. Semakin rambut seseorang menjadi warna abu-abu itu menandakan bahwa Ia kekurangan melanin pada rambutnya. Kebanyakan orang berpikir bahwa rambut beruban adalah proses alami yang terjadi pada saat kita menjadi tua. Seperti yang kita ketahui ketika bertambah tua melanosit menjadi tidak aktif, namun melanosit tetap ada hanya saja tidak lagi memproduksi melanin.

(15)

7

7

Semakin tua jumlah melanosit semakin menurun, hal ini menyebabnya kurangnya melanin dan lama kelamaan rambut kita beruban dan juga faktor iklim bisa menyebabkan, seperti polusi, racun dan paparan bahan kimia.menjadi abu-abu dan memutih. Pada tahun 2009 ilmuwan Eropa menemukan faktor lain, mereka menemukan bahwa folikel rambut memproduksi hidrogen peroksida dalam jumlah kecil. Sebagaimana yang kita tahu, jika kita menggunakan hidrogen peroksida pada rambut kita itu akan membuat rambut kita lebih ringan. Hidrogen peroksida adalah senyawa kuat yang bisa larut dalam air. Hidrogen peroksida dipecah oleh enzim katalase. Enzim katalase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi dimana hidrogen diurai menjadi air dan oksigen. Semakin kita bertambah usia produksi katalase semakin berkurang, hasilnya adalah munculnya hidrogen peroksida yang

bisa mengahmbat melanin memproduksi melanosit.

(https://www.scribd.com/doc/85603118/Pengertian-Rambut-Adalah-Sesuatu-Yang-Keluar-Dari-Dalam-Kulit-Dan-Kulit-Kepala)

B. Hipotesis

Berdasarkan kajian pustaka diatas, dapat diduga bahwa ekstrat biji buah papaya dapat digunakan sebagai alternatif penghitam pada rambut.

(16)

8

8 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang di gunakan dalam karya tulis ini adalah melalui metode eksperimental, untuk mengetahui dan membuktikan keefektifan biji papaya terhadap penghitaman rambut.

B. Definisi Oprasional

1. Variabel bebas : Biji papaya

2. Variabel terikat : Rambut

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi : Semua buah papaya yang berada di Kecamatan

Tambun.

2. Sampel : Buah papaya yang diperoleh dari pasar Setu.

D. Instrumen dan Bahan Penelitian 1. Alat : a) Tumbukan b) Sendok c) Spatula d) Wajan e) Piring plastik f) wadah 2. Bahan :

a) Biji buah pepaya b) Minyak Zaitun c) Minyak kelapa E. Cara Pembuatan

1. Sisihkan biji-biji papaya dari daging buah papaya.

2. Kemudian cuci bersih biji-biji papaya tersebut untuk menghilangkan lendir yang menempel.

3. Setelah itu, jemur biji-biji papaya yang sudah dibersihkan tadi. Selama beberapa hari sampai biji papaya mengering.

(17)

9

9

4. Lalu sangrai (menggoreng tanpa minyak) biji papaya yang sudah kering tersebut di atas api sedang.

5. Usahakan sangrai sampai benar-benar kering, namun jangan sampai gosong.

6. Setelah itu dinginkan biji papaya. 7. Lalu haluskan dengan cara di tumbuk.

8. Tambahkan minyak kelapa pada saat menumbuk biji papaya. 9. Tumbuk biji papaya sampai halus.

10. Letakan biji papaya yang sudah di haluskan ke wadah yang sudah disiapkan.

11. Tambahkan minyak zaitun untuk mengoptimalkan hasil masker. 12. Masker biji papaya sudah siap digunakan untuk menghitamkan

rambut. F. Cara Pemakain

1. Oleskan secara merata masker biji papaya ke rambut yang kering sebelum mandi, oleskan secara merata mulai dari kulit kepala hingga ujung rambut.

2. Pijat lembut daerah kulit kepala.

3. Diamkan dan tunggu selama kurang lebih 30 menit. 4. Setelah itu bilas dengan air secara merata.

G. Tempat dan Waktu

Tempat :Graha Asri Pratama BLOK.B 8/30,Cikarang

Barat.

Waktu : 25 September 2018

H. Analisis Hasil

Hasil dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji coba terhadap 4 orang responden. Masing-masing responden menggunakan satu kali masker biji papaya dalam sehari.

(18)

10

10 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian uji eksperimental terhadap pemanfaatan biji papaya sebagai bahan penghitam rambut, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4. 1 Hasil responden perubahan warna rambut

Responden

Keadaan rambut semula

Perubahan warna rambut pada hari ke-

1 2 3 4 5 6 1 Pirang + + ++ ++ ++ +++ 2 Pirang + + + ++ ++ +++ 3 Sedikit cokelat + + ++ ++ +++ +++ 4 uban + + + + + + Keterangan :

1. Belum ada perubahan : +

2. Mulai menghitam : ++

3. Hitam : +++

B. Pembahasaan

Berdasarkan dari tabel 4.1 tersebut diketahui bahwa hasil uji percobaan biji papaya sebagai penghitam rambut kepada tiga orang responden.

Efektifitas biji papaya dalam menghitamkan rambut dibuktikan dari hasil penelitian, hampir semua orang responden yang menggunakan masker biji papaya mengalami perubahan warna

(19)

11

rambut. Rambut responden sudah mulai menghitam dihari ketiga dan kelima,dan pada hari keenam rambut responden sudah hitam semua. Tetapi untuk rambut yang beruban dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghitam. Biji papaya mengandung vitamin A yang sangat dibutuhkan oleh rambut yang bermanfaat untuk memperbaiki tekstur rambut dan warnanya. Biji papaya juga mengandung Glucoside cacirin dan Karpain, zat ini memiliki fungsi untuk menghitamkan rambut secara alami.

(20)

12

12 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa biji papaya efektif atau bisa dijadikan sebagai bahan penghitam rambut alami, karena di biji papaya mengandung senyawa Glucoside cacirin, karpain, pigmen dan vitamin A yang dapat menghitamkan dan menyehatkan rambut. Dan masker biji papaya dapat meningkatkan daya tarik ekonomi di kalangan masyarakat.

B. Saran

Bagi masyarakat yang rambutnya pirang,kusam dah putih/uban dapat memanfaaatkan biji papaya sebagai penghitam rambut. Sehingga dapat mengurangi pemakaian pewarna rambut yang mengandung zat kimia.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010.Manfaat Dan Kandungan Biji Papaya. (

http://manfaatdan- kandunganmakanan.blogspot.com/2013/04/manfaa-dan-kandungan-biji pepaya.html) Diakses tanggal : 3 Oktober 2018. Pukul 20.12 WIB. Aprilianti Mega.2018.11 Manfaat Biji Papaya Yang Menakjubkan.

(

https://mediskus.com/herbal/11-manfaat-biji-pepaya-yang-menakjubkan) Diakses tanggal : 3 Oktober 2018. Pukul 21.09 WIB. Faisal Imam Agus.2014.Fungsi Rambut dan Masalah Rambut.

(

http://imamagusfaisal2.blogspot.com/2014/10/pengertian-rambut-manfaat-dan-kelainan.html) Diakses tanggal : 3 Oktober 2018. Pukul 19.40 WIB.

Ferdikurniawan.2017.Klafikasi Dan Morfologi Tanaman Papaya.

(http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-pepaya)

Diakses tanggal : 30 Oktober 2018. Pukul 21.24 WIB.

Komar. 2015.Jangan Dibuang! Inilah 9 Manfaat Biji Papaya Bagi Kesehatan (Tubuh. https://tandapagar.com/manfaat-biji-pepaya) Diakses tanggal : 23 September 2018. Pukul 22.03 WIB.

(22)

LAMPIRAN

1.1 Biji papaya 1.2 Biji papaya yang sudah di jemur

1.3 Biji papaya yang sudah 1.4 Biji papaya yang sudah di

di sangrai haluskan

(23)

Hasil responden 1

Hari ke-1 Hari ke-3 Hari ke-6

Hasil responden 2

Hari ke-1 Hari ke-3 Hari ke-6

Hasil responden 3

(24)

BIODATA PENULIS

Nama : Muhammad Bayu Fadhilah

Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 12 Maret 2001

Jenis kelamin : Laki-Laki

Agama :Islam

Alamat : Graha Asri Pratama Blok.B 8/30, Cikarang

Barat

Riwayat Pendidikan : TK Al-Muslim

SD Al-Muslim Mts SAHID SMA Al-Muslim

Organisasi : Panitia 17 Agustus 2016-2018

Anggota Ekstrakulikuler Futsal SMA

Gambar

Tabel 4. 1 Hasil responden perubahan warna rambut

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa fitokimia meliputi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan triterpenoid dari daun, tangkai, kulit

Buah, daun, batang, dan rimpang wualae (Etlingera elatior) mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, dan minyak atsiri

Berdasarkan uraian di atas, maka dianggap perlu untuk melakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa alkaloid, triterpenoid/steroid, flavonoid,

Hasil skrining fitokimia yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam sampel ekstrak metanol biji Durian mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengambil minyak dari. biji papaya adalah

Perbedaan mortalitas harian ini terjadi karena kandungan senyawa aktif tanin, alkaloid, steroid dan flavonoid dalam ekstrak daun krinyuh pada setiap perlakuan berbeda, sehingga

Biji Pinang Sirih (Areca Catechu. L) banyak mengandung komponan senyawa kimia yaitu, tanin alkaloid, lemak, minyak astiri, air dan sedikit gula.Tanin merupakan

Hasil skrining pada uji fitokimia yang didapatkan yaitu pada ekstrak metanol buah Beruwas laut S.taccada memiliki kandungan senyawa alkaloid, steroid, dan tanin, sedangkan hasil