Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga

28 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

EVALUASI PROGRAM KELAS OLAHRAGA

DI SMP NEGERI 3 SALATIGA

ARTIKEL

Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Magister (S2) Pada Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

Oleh WIDODO NIM:942015008

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

EVALUASI PROGRAM KELAS OLAHRAGA mengevaluasi: (1) Context, (2) Input, (3) Process dan (4) Product penyelenggaraan Program Kelas Olahraga Di SMP Negeri 3 Salatiga. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pada evaluasi context, identifikasi kebutuhan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sudah diuraikan dengan jelas. Program Kelas Olahraga dibutuhkan oleh sekolah mengingat prestasi olahraga sebelum terlaksananya program masih rendah. Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga dilihat dari segi input sudah menjawab akan identifikasi tujuan, prioritas dan rencana tindakan pengembangan program yang terdiri dari 7 bidang pengembangan. Penyelenggaraan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga dari segi process telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan program. Manfaat Product Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga adalah 1) prestasi olahraga peserta didik meningkat dengan diperolehnya sebanyak 340 kejuaraan yaitu 1 juara internasional, 15 juara nasional, 61 juara provinsi dan 263 juara kota selama program berlangsung, 2) Manfaat bidang non fisik meliputi peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap penyelengaraan Program Kelas Olahraga. Pencitraan sekolah yang semakin baik. Rekomendasi Program dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya mengingat banyak prestasi olahraga yang dihasilkan dari program tersebut.

(7)

ABSTRACT

Type of evaluative research with CIPP model. The purpose of this research is to evaluate: (1) Context, (2) Input, (3) Process and (4) Product of Program of Class of Sport In SMP Negeri 3 Salatiga. Data collection techniques used interviews, observation and documentation studies. The results showed: In the context evaluation, the identification of the needs of the Sports Class Program in SMP Negeri 3 Salatiga has been clearly described. The Sports Classroom program is required by the school considering the sport's achievements before the program is run low. Sports Class Program in SMP Negeri 3 Salatiga viewed from the aspect of input has been answered will be identification of goal, priority and action plan of development program consist of 7 field of development. The implementation of the Sport Class Program in SMP Negeri 3 Salatiga in terms of process has been implemented in accordance with the program planning. The benefits of the Sport Program Class Program in Junior High School 3 Salatiga are 1) the students' sport achievement increased by 340 championships namely 1 international champion, 15 national champions, 61 provincial champions and 263 city champions during the program, 2) Non-physical benefits include increased public confidence in the implementation of the Sports Class Program. Improved school imaging. Recommandation, the program will continue in the following years given the many sports achievements resulting from the program.

Keywords: Evaluation Research, CIPP Model, Sport Class

PENDAHULUAN

Sebuah kegiatan positif dalam rangka membangun pribadi yang baik di dalam dirinya sendiri maupun dalam rangka berinteraksi dengan masyarakat adalah dengan diselenggarakannya pendidikan. Pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan bertanggungjawab agar mampu menjawab tantangan jaman dalam hal memenangkan persaingan di dunia kerja.

(8)

Untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional, Pemerintah melalui Direktorat implementasi kurikulum yang berbasis kompetensi, karena kelas olahraga ini mengahasilkan peserta didik yang berpotensial menjadi atlet andalan yang didukung dengan program latihan yang teratur.

Satu-satunya Sekolah Menengah Pertama di Salatiga yang ditunjuk sebagai penyelenggara Program Kelas Olahraga adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN 3) Salatiga. Program Kelas Olahraga belum pernah diteliti dan dievaluasi. Menurut peneliti, karena program tersebut belum pernah diteliti, dikhawatirkan jika terjadi penyimpangan tidak akan diketahui.

Peneliti memandang penting untuk melakukan evaluasi mengenai Pelaksanaan Program Kelas Olah raga menggunakan model CIPP. Evaluasi sangat mendesak dilaksanakan karena program telah berjalan selama enam tahun dan belum pernah dievaluasi. Jika tidak segera dilakukan evaluasi, dikhawatirkan program tidak sesuai dengan tujuan.

Berdasarkan latar belakang masalah dan model evaluasi penelitian yang digunakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1) Bagaimana contextProgram Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga? 2) Bagaimana inputProgram Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga?

3) Bagaimana process, pelaksanaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga? 4) Bagaimana productProgram Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga?

(9)

seberapa besar program yang dijalankan telah memenuhi indikator dan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah direncanakan.

Manfaat Teoritis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan kajian di bidang manajemen pengelolaan layanan sekolah, khususnya tentang evaluasi Program Kelas Olahraga dengan menggunakan model evaluasi CIPP sehingga dapat memberikan bahan pertimbangan untuk penelitian mengenai Program Kelas Olahraga selanjutnya.

Manfaat praktis bagi peneliti, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang evaluasi program serta dapat mendorong diadakannya penelitian lanjutan; Bagi Kepala SMP Negeri 3 Salatiga, hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan-kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bagi guru SMP Negeri 3 Salatiga, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan bahan masukan untuk meningkatkan kinerja, bagi dunia usaha/dunia industri dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran, masukan, dan tambahan referensi bagi pengambil kebijakan, baik dari pemerintah sebagai pencetus program, sekolah sebagai penerima program, peserta didik sebagai sasaran program dan masyarakat sebagai penerima manfaat program.

Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Kelas Olahraga Di SMA Negeri 3 Purwokerto telah dilakukan oleh Aji Subekti (2013) yang menyimpulkan: pembinaan prestasi Kelas Olahraga meliputi: organisasi, perekrutan pelatih, perekrutan atlet, pendanaan, sarana prasarana dan prestasi. Organisasinya sudah berjalan sesuai dengan tugasnya masing-masing tetapi ada kekosongan di sekretaris. Rekrutmen pelatih dari KONI Banyumas, rekrukmen atlet dengan cara seleksi tes ketrampilan cabor yang dikuasai dan mempunyai piagam minimal tingkat kabupaten. Program latihan dibuat oleh pelatih, latihan fisik umum di sekolah latihan percabangan menyesuaikan dari pelatih. Sumber dana dari iuran atlet dan Dinporabudpar kabupaten, sarana dan prasarana masih sangat standar, semua difasilitasi oleh KONI dan Dinporabudpar kabupaten, prestasi atlet Kelas Olahraga cukup baik ditingkat daerah, Provinsi, Nasional bahkan Internasional.

(10)

memberikan masukan bagi pengambil keputusan tentang pelaksanaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terdapat pada model dan obyek penelitiannya. Penelitian sebelumnya belum menggunakan CIPP, obyeknya adalah Sekolah Menengah Atas yang termasuk dalam pedidikan menengah, sedangkan penelitian ini mengunakan model CIPP dan obyek penelitiannya adalah Sekolah Menengah Pertama yang masuk dalam kelompok pendidikan dasar. Begitu juga penunjukan dan pembiayaan program pada penelitian sebelumnya adalah pemerintah daerah sedangkan pada penelitian ini program pemerintah pusat yang pembiayaanya berasal dari pemerintah pusat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Penelitian evaluatif yang dilakukan peneliti bertujuan untuk melakukan evaluasi dan menggambarkan data penelitian yang berupa keterangan dan pernyataan yang ada terhadap Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga yang sudah dijalankan sejak tahun 2010. Data yang dikumpulkan adalah dari data pelaksanaan program yang berkaitan dengan implementasi Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga berupa tulisan, gambar dari dokumen atau nara sumber.

Model evaluasi yang akan digunakan pada evaluasi Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga adalah model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam dengan mengevaluasi context, Input, Process dan Product dalam penyelenggaraan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga.

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Salatiga yang beralamat di Jalan Stadion Nomor 4 Salatiga. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga menunjukkan bahwa SMP tersebut menjadi langganan Juara Umum Pekan Oalahraga Pelajar Daerah di Kota Salatiga. Waktu penelitian dilaksanakan mulai 1 September 2017 sampai dengan 30 September 2017.

Data-data penelitian ini diperoleh dari beberapa sumber informasi yang diperlukan. Sumber informasi tersebut antara lain: Kepala Sekolah, Ketua Program Kelas Olahraga, Guru Pelatih, Orangtua Peserta didik SMP Negeri 3 Salatiga. Di samping informan, diperlukan juga data-data administratif yang meliputi: Surat Keputusan/ Surat Penunjukan Penyelenggaraan Program, Jadwal pelaksanaan Program, rencana kegiatan program, Trophy, piagam dan rangkuman hasil prestasi serta laporan pelaksanaan program.

(11)

Dalam proses pengumpulan data ini yang dilakukan ada tiga mode yang dipakai oleh penulis secara terpadu yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

b. Reduksi Data

Analisis reduksi data dilakuakan guna menajamkan, menggolongkan data sehingga kesimpulan finalnya dapat ditarik atau diverifikasi. Data yang diperoleh dari lapanagn langsung ditulis dengan rinci dan sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Kemudian dipilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian agar mudah untuk menyimpulkan nya. Reduksi data dilakukan untuk mempermudah penulis dalam mencari kembali data yang diperoleh bils diperlukan.

c. Display data ataau penyajian data

Display data dilakukan dengan mengumpul kan data atau informasi secara tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Data yang sudah ada disusun dengan mengguna kan teks yang bersifat naratif dan bersifat dialog.

d. Menarik kesimpulan atau verifikasi

Dalam penarikan kesimpulan, penulis mengkaji semua data yang dikembangkan menjadi informasi penting dari sekolah, yang terkait dengan implementasi program kelas olahraga

yang ada di SMP Negeri 3 Salatiga Kota Salatiga, sehingga kemudian menjadi kesimpulan yang kuat sebagai hasil akhir penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN Context Program Kelas Olahraga

(12)

terdapat kebutuhan nyata dari sekolah dalam menjalankan Program Kelas Olahraga berkaitan dengan prestasi olahraga yang masih rendah pada tahun-tahun pelajaran sebelumnya.

Program Kelas Olahraga merupakan program yang bersumber dari inisiatif pemerintah yang dikompetisikan melalui seleksi pengajuan proposal penyelenggaraan sebagai upaya untuk pengembangan dan peningkatan prestasi di bidang olahraga bagi peserta didik tingkat Sekolah menengah Pertama. Dengan demikian perlu diadakan kelas khusus yaitu Kelas Olahraga. Pernyataan di atas sejalan dengan pendapat Achmad Sofyan Hanif (2011), Pembangunan bidang olah raga dilaksanakan melalui berbagai program kegiatan, baik yang bersifat olahraga massal, pembibitan, maupun prestasi. Untuk mendorong keberhasilan olahraga di tanah air, pemerintah telah memberikan kesempatan dan layanan pendidikan kepada segenap pemuda untuk mengikuti pendidikan olahraga bagi yang memiliki bakat olahraga melalui sekolah atlet yaitu Program Kelas Olahraga.

Tujuan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga adalah untuk 1) Mengembangkan olahraga pelajar atletik di Kota Salatiga. 2) Peningkatan mutu pendidikan melalui bidang olahraga. 3) Meningkatkan sarana pembinaan atletik di kalangan pelajar 4) Meningkatkan kejuaraan pelajar, daerah dan nasional 5) Mempersiapkan atlet untuk menuju POPDA dan O2SN. Hal telah ini sesuai dengan telaah dokumen yang dilakukan peneliti

bahwa tujuan Kelas Olahraga. Penelitian terdahulu juga pernah dilakukan oleh Esti Gusti Arini (2012), yang menyimpulkan strategi pembinaan peserta didik berbasis bakat dan prestasi melalui pengelompokan peserta didik berdasarkan bakat individu, pengayaan mata pelajaran. Pelaksanaan pembinaan peserta didik berbakat dan prestasi melalui enam model yaitu: berbasis masalah, memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, aktivitas kelompok, aktivitas belajar mandiri, aktivitas belajar keberjasama dengan masyarakat, penilaian autentik atas bakat dan prestasi selama pembinaan. Strategi tersebut juga telah dilaksanakan dalam pengelolaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sehingga banyak menghasilkan atlet muda.

(13)

olahraga, bagi pemerintah yaitu sebagai tempat pembelajaran yang dapat dijadikan tempat untuk menghasilkan atlet yang berkualitas, dan bagi swasta yaitu dapat memberi peluang pada swasta untuk berperan dalam pengembangan Kelas Olahraga.

Sesuai dengan dokumen Kelas Olahraga Sasaran Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga yaitu Peserta didik dan Guru. Hasil dari peningkatan prestasi berimbas pada Tenaga Kependidikan, Kepala Sekolah, lingkungan, serta sarana dan prasarana. Penelitian terdahulu pernah dilakukan oleh Esti Gusti Arini (2012) dalam pembinaan kepeserta didikan terlingkup program kegiatan yang langsung melibatkan peserta didik (peserta didik) sebagai sasaran; ada pula program yang melibatkan guru sebagai mediasi atau sasaran antara (tidak langsung). Namun, sasaran akhir dari kinerja pembinaan kepeserta didikan adalah perkembangan peserta didik yang optimal; sesuai dengan karakteristik pribadi, tugas perkembangan, kebutuhan, bakat, minat, dan kreativitasnya.

Dari paparan di atas, dapat kita ketahui bahwa evaluasi context Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sudah sesuai dengan kebutuhan program. Program Kelas Olahraga dibutuhkan oleh sekolah mengingat prestasi olahraga peserta didik yang sangat rendah. Tujuan dan manfaat Program Kelas Olahraga juga sangat dirasakan dalam membantu sekolah mencapai kualitas pendidikan yang optimal. Sasaran Program Kelas Olahraga sudah

sesuai dengan teori dan Juknis bahwa peserta didik dan penyelenggara, dan lingkungan merupakan sasaran utama yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan Program Kelas Olahraga.

Identifikasi kebutuhan dasar yang diperlukan sebuah program telah terpenuhi yaitu dengan ditetapkannya tujuan, manfaat dan sasaran serta didukung oleh dokumen penyelenggaraan yang sah sebagai pedoman yang berkekuatan hukum. Namun demikian tidak menutup kemungkinan identifikasi kebutuhan dasar tersebut juga perlu ditambah dengan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga pada saat program berjalan, pelaksana program telah siap mengatasi kendala yang muncul.

Input Program Kelas Olahraga

(14)

Salatiga tahun 2010 yang susunan dan tugas-tugasnya termuat dalam Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 3 Salatiga Nomor: 800/630 Tahun 2010 dimana mekanisme yang terdapat dalam juknis tersebut sangat jelas baik ditinjau dari latar belakang, tujuan, manfaat, sasaran maupun mekanisme pelaksanaannya. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui SMP Negeri 3 Salatiga untuk menjalankan Program Kelas Olahraga yang dimulai dari menyusun proposal sampai tahap pelaporan.

Sesuai dengan analisis dokumen yang dilakukan peneliti, SMP Negeri 3 Salatiga menetapkan 7 bidang pengembangan Program Kelas Olahraga. Ke-7 bidang pengembangan itu adalah: (1) Pengembangan Program Pembelajaran, (2) Pengembangan Sarana dan Prasarana, (3) Pengembangan Ketenagaan, (4) Pengembangan Manajemen Sekolah, (5) Pengembangan Program Kemitraan (6) Pengembangan Pembiayaan dan 7) Pengembangan Teknologi Informasi. Di bidang pegembangan program pembelajaran ditetapkan 3 subprogram yang meliputi Kegiatan pelatihan Pengukuran tingkat kemajuan latihan (try out) dan Evaluasi. Adapun penanggung jawab bidang pengembangan program pembelajaran adalah Ketua Program Kelas Olahraga yang tidak lain adalah Guru Pendidikan Jasmani. Untuk bidang pengembangan sarana dan prasarana terdiri dari 3 subprogram yang meliputi a) pengadaan alat olahraga, b) penyediaan tempat latihan, dan c) penyediaan tempat kebugaran.

Penanggung jawab bidang pengembangan sarana dan prasarana adalah Ketua Program Kelas Olahraga.

Bidang pengembangan ketenagaan berada dibawah tanggung jawab Kepala Sekolah dengan 2 subprogram yaitu:

a) pengembangan peserta didik, dan b) pengembangan kepelatihan. Untuk bidang pengembangan manajemen sekolah dituangkan dalam 1 sub program yaitu manajemen berbasis sekolah yang diarahkan pada kebutuhan desain Program Kelas Olahraga. Bidang pengembangan manajemen sekolah berada di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan Guru.

(15)

pembiayaan berada di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dengan 5 subprogram yang meliputi APBS, APBD, APBN, Swasta, dan sumber lain yang tidak mengikat. Sedangkan Pengembangan Teknologi Informasi menjadi tanggungjawab Sekretaris program dengan sub program a) Pemanfaatan internet PPDB Online dan b) Pemanfaatan Website ekspose prestasi.

Program kegiatan dalam Kelas Olahraga yang dikembangkan di SMP Negeri 3 Salatiga sudah disusun secara rinci dan memiliki sasaran serta tujuan yang jelas. Ke-7 bidang yang dikembangkan SMP Negeri 3 Salatiga sesuai dengan proposal program yang telah disetujui untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Penanggung jawab juga sudah disesuaikan dengan kompetensi masing-masing, misal untuk bidang pengembangan sarpras diserahkan kepada Ketua Program Kelas Olahraga yang merupakan guru pendidikan jasmani di sekolah. Pengembangan manajemen sekolah diserahkan kepada Kepala Sekolah yang mempunyai kompetensi dibidang mengelola sekolah, begitu juga bidang yang lain.

Untuk mendukung bidang-bidang yang dimaksud, SMP Negeri 3 Salatiga telah menyusun alokasi anggaran dana yang sudah dimasukkan dalam Rencana Anggaran Sekolah. Dalam hal ini berarti sekolah sudah mempersiapkan diri sehingga Anggaran Sekolah sengaja didesain untuk mendukung pelaksanaan Program Kelas Olahraga.

Dari paparan di atas, dapat dilihat bahwa Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3

Salatiga dilihat dari segi input sudah menjawab kebutuhan program yang terdiri dari 7 bidang pengembangan dimana masing-masing bidang pengembangan terdiri atas beberapa subprogram dan indikator kegiatan yang disusun sesuai dengan Juknis yang ditentukan pemerintah dan dilengkapi dengan SDM, sarana dan prasarana serta dana yang memadai.

Identifikasi tujuan, prioritas penilaian tujuan, manfaat rencana tindakan dan tahapan-tahapan sudah dilaksanakan dengan baik.

Process Program Kelas Olahraga

(16)

Guru, Tenaga Kependidikan, Komite Sekolah, Orangtua Peserta didik disampaikan melalui agenda rapat secara resmi, sedangkan sosialisasi kepada peserta didik disampaikan dalam sambutan Pembina upacara secara berulang-ulang. Adapun pembahasan mengenai ke-7 bidang pengembangan dalam Program Kelas Olahraga akan disajikan dalam paparan berikut.

Pengembangan Program Pelatihan

Dalam Program Kelas Olahraga, kegiatan pengembangan program pembelajaran terbagi dalam 3 subprogram yaitu kegiatan pelatihan, pengukuran tingkat kemajuan (try out) dan evaluasi. Pada subprogram kegiatan pelatihan di SMP Negeri 3 Salatiga sudah berjalan dengan baik. Para peserta didik mengikuti latihan rutin siang hari di luar kegiatan belajar mengajar regular. Untuk menunjang latihan disediakan makanan tambahan yang diberikan kepada peserta didik secara rutin. Makanan tambahan tersebut dialokasikan dari dana program. Kedisiplinan dalam latihan dipadukan dengan bakat masing masing peserta didik, menjadikan proses pelatihan menjadi maksimal.

Pada subprogram pengukuran tingkat kemajuan sudah dilaksanakan dengan baik karena tersedianya SDM dan sarana-prasarana yang memadai. Pengukuran juga telah dilaksanakan melalui tyr out antar sekolah penyelenggara Program Kelas Olahraga di Jawa tengah yang hasilnya SMP Negeri 3 Salatiga masih meraih prestasi di atas sekolah

penyelenggara Program Kelas Olahraga di Jawa Tengah. Ini membuktikan bahwa ada kemajuan dari latihan-latihan yang dilaksanakan.

Evaluasi pelatihan juga sudah dilakukan dengan baik. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui ketepatan dan kelemahan pelaksanaan latihan, sehingga pelatih dapat meningkatkan profesionalisme kepelatihannya dan membuat strategi yang tepat. Menurut Achmad Sofyan Hanif (2011), menyimpulkan bahwa evaluasi sangat penting dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru dalam pengelolaan sekolah khusus olahraga. Dari paparan di atas, dapat kita ketahui bahwa pengembangan program pelatihan di SMP Negeri 3 Salatiga sudah berjalan dengan baik. Pihak sekolah telah berusaha untuk memaksimalkan pengembangan program pelatihan, karena mereka sadar dengan program pembelajaran yang berkualitas maka juga akan tercipta SDM yang berkualitas.

Pengembangan Sarana dan Prasarana

(17)

olahraga, penyediaan tempat latihan dan penyediaan tempat kebugaran. Hal tersebut sesuai dengan telaah dokumen yang dilakukan peneliti bahwa pemanfaatan dana Program Kelas Olahraga antara lain adalah untuk pembangunan/penambahan sarana prasarana penunjang pelaksanaan Program Kelas Olahraga.

Sarana dan prasarana yang baik sangat membantu keberhasilan mutu pendidikan. Semakin lengkap dan dimanfaatkan secara optimal, sarana dan prasarana suatu sekolah tentu semakin mempermudah murid dan guru untuk mencapai target secara bersama-sama.

Pada subprogram pengembangan sarana prasarana pengadaan Alat olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga telah berjalan dengan baik, terbukti dengan tersedianya sarana/fasilitas olahraga yang memadai. Dalam hal penyediaan tempat latihan, SMP Negeri 3 Salatiga memanfaatkan kekuatan lingkungan, yakni berada di sebelah stadion Kridanggo. Dengan demikian, jika memerlukan tempat yang lebih luas dan representative maka peserta didik tinggal menuju ke stadion Kridanggo disamping sekolah yang telah dipesan penggunaanya dan diperbaharui setiap tahun dengan kontribusi biaya yang ringan.

Dalam hal penyediaan tempat kebugaran, di samping disediakan tiga alat kebugaran di sekolah, pada kesempatan tertentu peserta didik juga diberikan fasilitas menyewa tempat kebugaran di luar sekolah, yang biayanya juga dianggarkan dari biaya program.

Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa pengembangan sarana dan prasarana Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sudah tercapai dengan baik, dan pendukung Program Kelas Olahraga berjalan dengan baik dan maksimal.

Pengembangan Ketenagaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 3 Salatiga sudah memiliki 3 guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani yang berlatar belakang pendidikan jasmani dan kesehatan dengan jumlah jam mengajar 24 jam pelajaran per minggu. Untuk mendukung suksesnya Program Kelas Olahraga dan pelayanan kesehatan peserta didik, disediakan juga klinik dan seorang tenaga keperawatan yang sesuai dengan bidangnya, yaitu lulusan diploma keperawatan.

(18)

Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga dapat berjalan dengan lebih baik dan optimal. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Ladislav Sojka, (2014) yang menyimpulkan manajemen bakat berkaitan SDM sangat penting dalam kompetisi.

Pengembangan Manajemen Sekolah

Manajemen berbasis sekolah yang diterapkan di SMP Negeri 3 Salatiga juga melingkupi pelaksanaan Program Kelas Olahraga. Terselengga- ranya manajemen sekolah yang baik karena adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan pihak instansi terkait dengan Program Kelas Olahraga yaitu Dinas Pendidikan, KONI, pengurus klub olahraga dan orangtua peserta didik. Selain adanya kerjasama yang baik, faktor lain adalah muncul dari pihak internal sekolah yaitu semua warga sekolah yang memiliki kesadaran tinggi untuk mensukseskan Program Kelas Olahraga yang dilaksanakan di sekolah. Terjalinnya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan instansi terkait membuat beberapa kegiatan dalam Program Kelas Olahraga dapat tercapai dengan baik.

Dari paparan di atas dapat kita lihat bahwa pengembangan manajemen berbasis sekolah untuk pelaksanaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sudah berjalan dengan baik. Kerjasama dan tanggung jawab yang tinggi dari semua warga sekolah

merupakan kunci utama suksesnya manajemen sekolah.

Pengembangan Program Kemitraan

(19)

Dukungan dari pemerintah daerah untuk Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga masih sangat rendah. Rendahnya dukungan dari pemerintah daerah bertolak belakang dengan pendapat Dwiyanto (2005) yang mengatakan bahwa Pemerintah Daerah seharusnya memiliki kebijakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat atau institusi pendidikan terkait dengan program-program yang ada dan dijalankan oleh masyarakat atau lembaga terkait.

Pengembangan Pembiayaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sumber dana untuk pelaksanaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga diperoleh dari pemerintah pusat yaitu pada awal dijalankannya program tahun 2010 sebesar Rp. 60.000.000 dan Dana BOS sebesar Rp.9.486.000.

Berkaitan dengan sumber biaya pendidikan, Fattah (2009) mengatakan bahwa jika tidak memungkinkan menggantungkan sepenuhnya pada subsidi pemerintah diperlukan kemampuan dalam menyerap dana masyarakat, akan tetapi jangan sampai membebani peserta didik dari latar belakang keluarga yang kurang mampu.

Pengembangan pembiayaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga hanya

berasal dari Pemerintah Pusat dan BOS pusat, sementara dukungan dana dari APBD tidak ada. Hal dia tas bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 46 ayat 1 dan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 pasal 2 yang menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dari paparan di atas, dapat kita ketahui bahwa pembiayaan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga hanya berasal dari Pemerintah Pusat. Hal ini membuka peluang SMP Negeri 3 Salatiga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pendanaan untuk lebih meningkatnya keberhasilan Program Kelas Olahraga.

Pengembangan Teknologi Informasi

(20)

didik melalui situs PPDB Online. Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga mendapatkan porsi satu rombongan belajar, yang berisikan 24 peserta didik yang mekanismenya telah diatur melalui peraturan Walikota dan terintegrasi dengan system PPDB Online.

Dengan menggunakan system online, maka pembiayaan program juga dialokasikan untuk berlangganan wifi yang digunakan dalam proses PPDB dan website yang mengunggah hasil prestasi Program Kelas Olahraga.

4.3.3.8. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat

Terdapat 4 (empat) faktor yang menjadi kunci keberhasilan implementasi Program Kelas Olahraga. Faktor tersebut adalah: (1) Kemampuan SDM yang berkompeten memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dan sangat bagus dalam pelaksanaan Program Kelas Olahraga, (2) SMP Negeri 3 Salatiga mempunyai komitmen bersama untuk mensukseskan Program Kelas Olahraga, (3) Adanya transparansi keuangan yang berdampak pada keterbukaan dan kerjasama antar tim untuk bersama-sama mencari dukungan dana apabila mengalami kekurangan dana, (4) Memiliki potensi lahan, potensi sarana prasarana, potensi SDM (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan, Peserta didik, Komite Sekolah,

Orangtua Peserta didik) yang dapat menunjang pelaksanaan Program Kelas Olahraga. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kosasih (2010) bahwa faktor pendukung dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu (1) Kesadaran guru itu sendiri; (2) Finansial; (3) Sarana prasarana; (4) Letak geografis antara sekolah.

(21)

1. Di samping faktor pendorong juga terdapat faktor penghambat, yaitu Dana dari Kementerian Pendidikan belum didukung dengan dana pendamping dari Pemerintah Daerah, sehingga program hanya mengandalkan dana Hibah dan sebagian kecil Bantuan Operasional Sekolah.

2. Peralatan olahraga yang dibeli dari dana hibah relative sedikit, sehingga harus

bergantian dengan peralatan sekolah regular.

Product Program Kelas Olahraga

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga sudah sesuai dengan dokumen Kelas Olahraga, yaitu 1) Mengembangkan olahraga pelajar atletik di Kota Salatiga. 2) Peningkatan mutu pendidikan melalui bidang olahraga. 3) Meningkatkan sarana pembinaan atletik di kalangan pelajar 4) Meningkatkan kejuaraan pelajar, daerah dan nasional 5) Mempersiapkan atlet untuk menuju POPDA dan O2SN.

Menurut Notoatmodjo (2012) sekolah mempunyai peran strategis dalam promosi kesehatan sebagai upaya menciptakan sekolah yang menjadi komunitas yang mampu meningkatkan derajat kesehatan. Hasil di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin (2007) yang menyatakan bahwa sekolah merupakan institusi yang terorganisir dengan baik dan merupakan wadah pembentukan karakter (character building) dan media yang mampu menanamkan pengertian dan kebiasaan hidup sehat (habit of healty life).

Pengembangan program pembelajaran dapat menghasilkan produk yang berhubungan dengan proses pembelajaran yang berujung pada prestasi belajar peserta didik baik akademik maupun non akademik akan meningkat. Hal diatas sesuai dengan pendapat Abdul Majid (2006) bahwa pengembangan pembelajaran perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai hasil yang optimal, karena akan berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik.

Pengembangan sarana dan prasarana (pembangunan fisik) SMP Negeri 3 Salatiga

dapat dikatakan berhasil. Sarana dan prasarana pendidikan jasmani dan kesehatan maupun

sarana prasarana pendukung Program Kelas Olahraga lainnya banyak yang bertambah setelah

sekolah menjalankan Program Kelas Olahraga. Sesuai dengan telaah dokumen yang dilakukan

peneliti bahwa salah satu peruntukan dana Kelas Olahraga adalah untuk melengkapi sarana

dan prasarana pendukung Program Kelas Olahraga. Dalam hal ini berarti produk yang

(22)

Manajemen sekolah di SMP Negeri 3 Salatiga mengalami peningkatan mutu melalui

Program Kelas Olahraga. Manajemen berbasis sekolah membuat warga sekolah harus

bekerjasama dan memiliki kesadaran yang tinggi bagi peningkatan prestasi di bidang

oalhraga. Manajemen dalam mengelola pendidikan lebih khusus dalam hal Program Kelas

Olahraga perlu untuk ditingkatkan supaya sekolah tidak ditinggalkan oleh peminatnya dan

masyarakat akan lebih percaya menitipkan putra putri mereka.

Selanjutnya, menurut Arikunto (2012) setelah melakukan evaluasi dapat ditentukan 4

macam kebijakan tindak lanjutan yang diambil, yaitu : (1) Kegiatan tersebut dilanjutkan,

karena program tersebut sangat bermanfaat, (2) Kegiatan tersebut tetap dilanjutkan tetapi

dengan penyempurnaan, karena pelaksanaanya kurang lancar, (3) Kegiatan tersebut

dimodifikasi ulang, karena diketahui kemanfaatannya masih kurang tinggi, dan (4) Kegiatan

tersebut tidak dapat dilanjutkan, karena dari data yang terkumpul hasilnya kurang bermanfaat.

Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga merupakan program peningkatan

prestasi olahraga bagiu peserta didik yang berdampak pada mutu pendidikan dan sangat

bermanfaat bagi sekolah. Berdasarkan pendapat Arikunto (2012) maka kebijakan lanjutan

yang dapat diambil, yaitu alternatif nomor (1) Kegiatan tersebut dilanjutkan, karena program

tersebut sangat bermanfaat.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian dengan menggunakan model evaluasi CIPP untuk menganalisis Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga, dapat disimpulkan bahwa Program Kelas Olahraga sudah dilaksanakan selama 6 tahun telah dapat memenuhi target yang menjadi tujuan umum dan tujuan khusus Program Kelas Olahraga.

(23)

Tawaran program dari pemerintah untuk mengatasi rendahnya prestasi olahraga di SMP Negeri 3 sudah ditangkap dengan baik sehingga Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga dilihat dari segi input sudah menjawab akan identifikasi tujuan, prioritas dan rencana tindakan pengembangan program yang terdiri dari 7 bidang pengembangan yaitu a) Pengembangan program pembelajaran, b) Pengembangan sarana dan prasarana, c) Pengembangan ketenagaan, d) Pengembangan manajemen sekolah, e) Pengembangan program kemitraan, f) Pengembangan pembiayaan dan g) Pengembangan Teknologi In-formasi. Masing-masing bidang pengembangan terdiri atas beberapa subprogram kegiatan yang disusun sesuai dengan Juknis yang ditentukan, dilengkapi dengan SDM, sarana dan prasarana serta dana yang memadai.

Penyelenggaraan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga dari segi process

telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan program. Sehingga mampu mengatasi masalah

rendahnya prestasi olahraga. Yang semula hanya beberapa kejuaraan dalam satu tahun yang

bisa diraih, setelah berjalannya program meningkat prestasinya secara signifikan.

Faktor pendukung Implementasi pengem- bangan dalam Program Kelas Olahraga

adalah (a) Kemampuan SDM yang berkompeten memungkinkan terwujudnya kinerja yang

tinggi dan sangat bagus dalam pelaksanaan Program Kelas Olahraga, (b) SMP Negeri 3

Salatiga mempunyai komitmen bersama untuk menyukseskan Program Kelas Olahraga, (c)

Adanya transparansi keuangan yang berdampak pada keterbukaan dan kerjasama antar tim

untuk bersama-sama mencari dukungan dana apabila mengalami kekurangan dana, (d)

Memiliki potensi lahan, potensi peralatan, potensi SDM (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga

Kependidikan, Peserta didik, Komite Sekolah, Orangtua Peserta didik) yang dapat menunjang

pelaksanaan Program Kelas Olahraga. Adapun yang menjadi faktor penghambat pelaksanaan

Program Kelas Olahraga adalah a) Dana dari Kementerian Pendidikan belum didukung

dengan dana pendamping dari Pemerintah Daerah, sehingga program hanya mengandalkan

dana hibah dan sebagian kecil Bantuan Operasional Sekolah. b) Peralatan olahraga yang

dibeli dari dana hibah relatif sedikit, sehingga harus bergantian dengan peralatan sekolah

regular.

(24)

Dampak atau hasil dari penyelenggaraan Program Kelas Olahraga di SMP Negeri 3 Salatiga adalah a) prestasi olahraga peserta didik yang meningkat dengan diperolehnya sebanyak 340 kejuaraan yaitu 1 juara internasional, 15 juara nasional, 61 juara provinsi dan 263 juara kota selama program berlangsung, b) Manfaat bidang non fisik meliputi peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap penyelengaraan Program Kelas Olahraga. Pencitraan sekolah yang semakin baik.

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Majid. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Aji Subekti, Insan. 2014, “Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Kelas Olahraga di SMA Negeri 3 Purwokerto”.Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations. ACTIVE 3 (6)

Andanje Mwissukha, Peninna Wahome, Peter Mwangi Wanderi, “ Transformation of Kenya’s Universities Into Reservoirs of Elite Athletes”,”Kenyatta University”, Vol. 1, Num. 18

Arifin, I, 2007. Strategi Kepala Sekolah Capai Prestasi Juara UKS Nasional Kasus TK Anak Saleh. Malang: Aditya Media

Arini, Esti Gusti, 2012. “Pembinaan peserta didik berbakat dan berprestasi di SMA Negeri 1 Semarang”, Varia Pendidikan, Vol. 24. No. 2

Arikunto, S dan Abdul Jabar, C.S. 2014.Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Attila Velenczei, Andrea Gál, 2011. “New Challenges,

Old Answers in Hungarian Sport, The Case of Talent Management”,” European Journal for Sport and Society” Vol.4,

Badjuri dan Yuwono, 2002, Kebijakan Publik: Konsep & Strategi, UNDIP Press, Semarang.

Daryanto. 2010. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun

2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

(26)

Fattah, Nanang. (2009). Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Hanif, Achmad Sofyan, 2011. “Evaluasi Terhadap

Sekolah Khusus Olahragawan SMP/SMA Ragunan Jakarta”, Cakrawala Pendidikan, Th. XXX, No. 24.

Kalangi, Roosje. 2015. Pengembangan Sumber Daya manusia dan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kepulauan Sangihe provinsi Sulawesi Utara. Jurnal LPPM Bidang EkSosBudKum Volume 2 No.1 Tahun 2005

Kemendiknas. 2010. Panduan Pelaksanaan Kelas

Olahraga Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta tahun 2011. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah

Kosasih, Ahmad. 2010. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan (Strategi Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah dan Guru melalui MKKS dan MGMP dalam pembelajaran pada SMP Negeri di Kabupaten Garut)

Mahendra, Agus.(2010). Pokok-Pokok Pikiran

Manajemen Kelas Olahraga. Asdep Penerapan Iptek Keolahragaan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia

Notoatmodjo, S, dkk. 2012. Promosi Kesehatan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Oleksandr Krasilshchikov, 2011. “Talent Recognition

and Development-Elaborating on a Principle Model”,”Universiti Sains Malaysia Kubang Kerian, 16150, Kelantan, Malaysia, Vol.1, Num.1

Robert Štefko, Ladislav Sojka, 2014. “Position Of

Talent Management in Context of Organizational Functions”,” Prešov University in Prešov, Slovakia” Vol.1

Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Radja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2014. Metode Peneitian Manajemen (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, Penelitian Tindakan, Penelitian Evaluasi). Bandung: Alfabeta

Sukardi. 2014. Evaluasi Program Pendidikan Dan Kepelatihan. Jakarta: Bumi Aksara

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional

Widoyoko, Eko Putro. 2016. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka belajar Wirawan. 2012. Evaluasi; Teori, Model, Standar, Aplikasi, dan Profesi. Jakarta: Rajawali

(27)

Cek Plagiaris Pendahuluan

(28)

Cek Plagiaris Hasil dan Pembahasan

Cek Plagiaris Kesimpulan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...