• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Modal Syariah Sebagai Penggerak Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pasar Modal Syariah Sebagai Penggerak Pe"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pasar Modal Syariah Sebagai Penggerak Perekonomian Tahan Krisis

Akhir tahun 2008 merupakan puncak dari masa keterpurukan perekonomian di

seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh krisis keuangan global. Krisis ini diawali dengan

adanya ledakan persediaan properti di Amerika Serikat setelah terjadi penurunan suku

bunga pada awal tahun 2001 yang berdampak pada supply and demand pada sektor perumahan yang meningkat1. Peluang ini direspon cepat oleh Institusi-institusi keuangan

pada saat itu. Mereka berlomba-lomba menawarkan kredit perumahan karena keuntungan

dari penyaluran kredit perumahan sangat menggiurkan. Namun penyaluran kredit

perumahan tersebut tidak diimbangi dengan penilaian resiko yang baik. Mereka mulai

menerima customer yang sebenarnya tidak layak (masyarakat berpenghasilan kurang dari standar kredit maupun berpenghasilan tidak tetap). Kredit yang dikucurkan pada

customer yang kurang layak inilah yang dikenal dengan istilah Subprime Mortgage. Beberapa tahun kemudian seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan

dalam rangka pengendalian tingkat inflasi, The Fed mulai menaikkan tingkat suku bunga. Hal tersebut berdampak pada banyaknya kredit perumahan yang macet (default) dan kemudian asset properti tersebut dilelang dan kembali ke pasar. Hal inilah yang

menyebabkan ledakan persediaan properti serta penurunan harga properti secara terus

menerus. Peristiwa tersebut diperparah dengan adanya pengumuman beberapa lembaga

keuangan yang mengalami kebangkrutan karena kekurangan dana. Salah satu institusi

1

(2)

keuangan besar yang ditutup adalah Lehman Brothers. Krisis ini menyebabkan efek

domino terhadap perekonomian di seluruh dunia serta menggangu likuiditas

internasional. Di Indonesia, pengaruh ini berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah

yang terdepresiasi sekitar 30% dalam waktu 2 bulan. Selain itu pasar modal juga

mengalami tekanan arus modal keluar (capital outflow) sehingga mengalami kejatuhan, bahkan bursa saham terpaksa harus dihentikan selama dua hari karena mengalami

penurunan tajam dalam waktu singkat diluar batas kewajaran sebesar 10% hanya dalam

sesi perdagangan pagi.2

Krisis keuangan merupakan suatu fenomena yang tidak dapat diprediksi. Selain

berbahaya terhadap kelangsungan kegiatan perekonomian, krisis keuangan dapat dengan

cepat menular dari negara satu ke negara lain dan menciptakan krisis perekonomian

global. Krisis dapat dicegah apabila seluruh badan usaha maupun perusahaan-perusahaan

memiliki kekuatan anti krisis yang salah satu indikatornya adalah ketersediaan modal.

Semakin banyak modal perusahaan yang dimanfaatkan secara efektif, maka

pembangunan perekonomian suatu negara akan semakin baik. Pembangunan

perekonomian tidak terlepas dari peran penduduk suatu negara itu sendiri. Partisipasi

warga negara dalam upaya peningkatan kualitas perekonomian dapat diwujudkan dengan

berbagai macam cara salah satunya adalah melakukan investasi. Salah satu bentuk

investasi nyata yang mampu mempercepat laju perekonomian adalah investasi di pasar

modal. Secara sederhana, pasar modal adalah tempat berbagai macam instrumen

keuangan jangka panjang atau efek dapat diperjualbelikan secara bebas. Pasar modal

merupakan tempat perusahaan menerbitkan surat-surat berharga berupa saham, obligasi,

reksadana maupun instrumen keuangan lain untuk kemudian dijual kepada investor, baik

investor perorangan maupun korporasi. Penjualan dari efek-efek tersebut merupakan

sumber dana perusahaan. Dapat dikatakan bahwa pasar modal merupakan lembaga

intermediasi selain perbankan yang mengumpulkan dana dari pihak yang kelebihan dana

dalam hal ini investor, dan menyalurkannya pada pihak yang kekurangan dana dalam hal

ini perusahaan yang menerbitkan surat berharga. Tanpa adanya pasar modal perusahaan

(3)

akan kesulitan dalam memperoleh modal tambahan. Belajar dari peristiwa subprime mortgage, perekonomian modern yang rawan krisis seakan-akan memberi dampak pada penilaian resiko penyaluran kredit/pembiayaan perbankan untuk perusahaaan-perusahaan

di Indonesia yang menjadi semakin ketat. Maka dalam hal ini, pasar modal merupakan

sebuah solusi dalam upaya mempermudah perusahaan-perusahaan memperoleh dana

investasi sehingga berdampak pada gencarnya pembangunan dan meningkatnya

pertumbuhan ekonomi sektor riil di Indonesia.

II. ISI

Dewasa ini, investasi pada pasar modal telah banyak menyimpang dari fitrahnya.

Tidak sedikit terdapat investor-investor spekulan yang menjadikan pasar modal sebagai

ajang spekulasi dengan tujuan untuk mencari keuntungan instan. Selain itu, pasar modal

yang seharusnya merupakan cerminan dari kondisi riil kinerja perusahaan yang listing di dalamnya, pada kenyataannya nilai dari saham-sahamnya sangat mudah dipengaruhi oleh

berita-berita dan isu-isu terkini yang kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Seringkali ditemui perusahaan yang kinerjanya meningkat namun nilai sahamnya

menurun akibat dari isu yang beredar secara global, dan kemudian rebound harga setelah isu mereda. Hal ini semakin lama dikhawatirkan akan menyebabkan krisis perekonomian

suatu negara. Penerapan prinsip syariah dalam dunia investasi di Indonesia termasuk

pasar modal dapat menjadi upaya nyata dalam mengembalikan fungsi investasi sesuai

dengan fitrahnya. Transaksi berbasis syariah yang menghindari unsur riba, gharar dan maysir tentu dapat memperbaiki laju investasi di pasar modal menjadi lebih tenang serta tidak mudah terpengaruh isu negatif yang mempengaruhi fluktuasi harga secara tajam

sehingga merugikan investor maupun perusahaan yang listing di dalamnya. Penerapan prinsip syariah juga berdampak positif pada bursa yang lebih tenang, sehingga inflasi

(4)

Kesesuaian sistem ekonomi syariah untuk diimplementasikan pada pasar modal

bukanlah tanpa alasan. Secara umum ekonomi islam adalah ilmu yang mempelajari

segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan

memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia-akhirat)3 sehingga seluruh ketentuan transaksi dalam ekonomi syariah adalah bertujuan untuk kemaslahatan

bersama. Selain itu sistem ekonomi modern yang tidak tahan krisis juga melatarbelakangi

urgensi penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia. Implikasi ilmu ekonomi

islam pada pasar modal antara lain adalah efek yang diperjualbelikan harus merupakan

representasi dari barang dan jasa yang halal, adanya keterbukaan/transparansi informasi

serta larangan terhadap informasi yang menyesatkan, larangan terhadap transaksi yang

mengandung ketidakjelasan objek yang ditransaksikan baik dari sisi pembeli maupun

penjual, larangan pertukaran efek sejenis dengan nilai nominal yang berbeda, larangan

atas short selling yang menetapkan bunga atas pinjaman, larangan melakukan rekayasa permintaan untuk mendapatkan keuntungan di atas laba normal dengan cara menciptakan

false demand, larangan melakukan rekayasa penawaran untuk mendapatkan keuntungan diatas laba normal dengan cara mengurangi supply agar harga jual naik4, serta larangan-larangan yang menyebabkan tidak sahnya akad. Dampak positif yang diharapkan dari

implementasi ilmu ekonomi islam pada pasar modal syariah adalah mengembalikan

fungsi investasi sesuai dengan fitrahnya sehingga bubble economic yang disebabkan oleh kurang efektifnya sistem perekonomian modern dapat dicegah.

Pasar modal syariah yang telah berjalan hingga saat ini dalam pelaksanaannya

memerlukan banyak modifikasi tanpa menghilangkan esensi kesyariahannya, hal ini

dilatarbelakangi oleh iklim investasi yang menekankan pada efisiensi waktu serta

kemudahan transaksi keuangan termasuk transaksi di pasar modal. Oleh karena itu,

diharapkan kebijakan pelaksanaan kegiatan transaksional pada pasar modal syariah tidak

semerta-merta merupakan turunan dari kebijakan pasar modal konvensional yang sudah

terlebih dahulu ada, karena hal tersebut dapat menyebabkan persepsi masyarakat selaku

3

(5)

investor terhadap pasar modal konvensional maupun syariah adalah tidak memiliki

perbedaan berarti, sehingga diharapkan setelahnya tingkat kepercayaan masyarakat yang

melakukan investasi di pasar modal syariah meningkat dan terjadi peningkatan volume

nilai investasi.

III. PENUTUP

Krisis keuangan global merupakan bencana perekonomian yang sebenarnya dapat

dicegah. Tentunya upaya pencegahan tersebut tidak semerta-merta dapat dilakukan dalam

waktu singkat. Sistem perekonomian modern yang terbukti menghasilkan bubble economic yang siap meletus kapan saja dan menyebabkan krisis, perlu diimbangi oleh sistem perekonomian lain yang diyakini mampu mengatasi krisis, yaitu sistem ekonomi

islam. Salah satu kegiatan perekonomian produktif sektor riil yang dengan mudah

dimanfaatkan oleh investor perorangan maupun korporasi adalah dengan berinvestasi di

pasar modal. Pasar modal selain sebagai lahan berinvestasi, juga memegang peran yang

sama pentingnya dengan perbankan yaitu lembaga intermediasi. Upaya

pengiimplementasian ekonomi islam sebagai opsi sistem perekonomian yang rawan krisis

pada lembaga investasi di Indonesia dalam hal ini pasar modal bukan merupakan langkah

yang mudah tanpa adanya persiapan yang baik. Selain itu, hal tersebut juga tidak bisa

dilakukan secara tiba-tiba. Perlu proses pengkajian dan pengevaluasian kontinu selama

pelaksanaannya.

Prosedur pengoperasian pasar modal syariah yang saat ini sudah berjalan serta

produk-produk instrumen keuangan syariah yang terdapat didalamnya masih dipandang

sebagai turunan dari pasar modal konvensional yang sudah ada sebelumnya. Sehingga

banyak investor awam yang memandang pelaksanaan pasar modal syariah tidak ada

bedanya dengan pasar modal konvensional kecuali jenis perusahaan yang dapat

diperjual-belikan didalam pasar modal syariah yang lebih terfiltrasi kesyariahannya. Namun, dari

(6)

tidak terlihat adanya perbedaan yang berarti. Maka dari itu, beberapa hal yang

direkomendasikan oleh penulis antara lain adalah perlu adanya pengevaluasian tentang

pelaksanaan pasar modal syariah di Indonesia dalam hal mengatasi kurang yakinnya

masyarakat terhadap pasar modal syariah dengan tidak hanya membuat

kebijakan-kebijakan, melainkan juga harus benar-benar diimplementasikan secara patuh dan lebih

mengetatkan pengawasan sehingga tidak terjadi penyelewengan didalamnya. Dengan

demikian diharapkan hal ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam

berinvestasi pada pasar modal syariah yang kemudian disusul dengan terjadinya

peningkatan volume investasi di pasar modal syariah. Dengan terciptanya investasi yang

sehat maka perputaran perekonomian Indonesia akan semakin baik dan semakin tahan

(7)

DAFTAR PUSTAKA

BI. (2013, Januari). Pengaruh Krisis Ekonomi Amerika Serikat terhadap Bursa Saham

dan Perdagangan Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, pp. 90-91.

Hidayat, T. (2011). Buku Pintar Investasi Syariah. Jakarta: Mediakita.

Manan, A. (2009). Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah data hasil angket motivasi dan hasil belajar matematika siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol terkumpul, maka diperlukan adanya analisis data. Akan

Perancangan Media Promosi Online "Harapan Indah Florist" Tidak Disetujui Perancangan Interaktif Permainan Anak Tempo Doeloe Tidak Disetujui Proposal Pembuatan Ulang Katalog

Prinsip pemisahan dengan sorting classifier dengan metode Sink and Float. Metode ini menggunakan suatu medium pemisahan liquid yang densitasnya berada diantara

Tekanan darah juga memiliki korelasi dengan tekanan vena episklera. Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan resistensi tekanan vena episklera.. dan berkorelasi

nol. Sebaliknya jika nilai probabilitas p dari statistik J-B kecil atau signifikan maka kita menolak hipotesis bahwa residual mempunyai distribusi normal karena nilai statistik

matematis siswa dengan gaya kognitif FI sebagai berikut : (a) Mampu men- jelaskan situasi/ permasalahan dengan menyatakan hal-hal yang diketahui dan dinyatakan

Berdasarkan hasil perhitungan Importance Performance Analysis (IPA) dari 25 atribut didapatkan 11 atribut memiliki tingkat kesesuaian ≤ total rata-rata tingkat kesesuaian

34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Badan usaha inilah yang mengelola iuran dan sumbangan wajib, untuk selanjutnya disalurkan kepada korban/ahliwaris korban yang