• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Teori Ekonomi Pembangunan docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teori Teori Ekonomi Pembangunan docx"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Teori-Teori Pembangunan

A. Aliran Klasik

Menurut Adam Smith bahwa perkembangan ekonomi diperlukan adanya

spesialisasi agar produktivitas tenaga kerja bertambah karena adanya

spesialisasi akan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Setiap manusia

memiliki kelebihan dan kekurangan yang mana setiap manusia memiliki

kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang membuat

manusia tidak mungkin menguasai semua bidang karena pasti ada salah satu

bidang yang dia kuasai. Karena spesialisasi inilah, sebuah pekerjaan akan lebih

maksimal hasilnya karena tenaga kerjanya adalah orang-orang yang ahli

dibidangnya masing-masing.

Selain itu, Adam Smith menitik beratkan pada luasnya pasar. Pasar yang

sempit akan membatasi spesialisasi (Devition of labour) dan tentu kita ingin

tenaga kerja kita bekerja dengan maksimal dengan memperkerjakan mereka

sesuai bidangnya atau sesuai spesialisasinya . Oleh karena itu pasar harus seluas

mungkin supaya menambah spesialisasi dan setelahnya dapat menampung hasil

produksi sehingga perdagangan internasional menarik perhatian.

Prinsip Adam Smith mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi

ditentukan oleh tingkat investasi, artinya, semakin tinggi investasi semakin

maju pula pertumbuhan ekonomi. Karena, contohnya saja ada pengusaha atau

individu atau pemerintah melakukan investasi, setelah itu modal yang ditanam

(2)

tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi sebagian pembeli menggunakan itu untuk

memproduksi sesuatu, seperti tukang jahit yang membeli mesin jahit untuk

menyediakan jasa untuk masyarakat. Orang-orang seperti tukang jahit itulah

yang juga membantu memajukan pertumbuhan ekonomi.

Menurut David Ricardo, ada tiga golongan masyarakat dalam masyarakat

ekonomi yaitu, golongan kapitalis, buruh dan tuan tanah. Golongan kapitalis

adalah golongan yang penting karena golongan ini dapat menaikkan pendapatan

nasional. Itu disebabkan golongan kapitalis merupakan golongan yang

memimpin sebuah produksi yang selalu mencari untung dan menginvestasikan

kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi capital yang menyebabkan

pendapatan nasional naik.

Kemudian golongan buruh adalah golongan yang terbesar dalam

masyarakat yaitu golongan yang bekerja untuk golongan kapitalis. Golongan ini

golongan yang tidak memiliki alat-alat produksi atau hanya sekedar pemilik

tenaga yang mengubah bahan baku memiliki nilai jual. Golongan ini sering

dianggap dalam masyarakat sebagai golongan yang rendah dan tak

berpendidikan. Tapi tentu saja masih memiliki peran penting karena jika sebuah

perusahaan tidak memiliki karyawan/buruh, tentu perusahaan itu tidak dapat

berjalan.

Dan yang terakhir golongan tuan tanah yaitu golongan yang memiliki

tanah. Golongan ini tidak memproduksi apa-apa seperti halnya golongan

(3)

golongan kapitalis yaitu tanah. Golongan kapitalis tentu memerlukan lahan

untuk mendirikan perusahaan dan golongan tuan tanah akan menyewakan

tanahnya kepada golongan kapitalis.

Menurut Thomas Robert Malthus, kenaikan jumlah penduduk yang terus

menerus merupakan unsur yang perlu adanya tambahan permintaan, tetapi

kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi dengan kemajuan faktor-faktor

atau unsur-unsur perkembangan lain sudah tentu tidak akan menaikan

pendapatan dan tidak akan menaikkan permintaan. Artinya, semakin banyak

jumlah penduduk semakin tinggi pula permintaan, tetapi jika pertambahan

penduduk ini tidak dibarengi dengan unsur-unsur perkembangan ekonomi yang

lain, seperti modal, SDA dan teknologi, tentu tidak menambah pendapatan

nasional. Karena, jika modal yang digunakan sama seperti sebelum ada

kenaikan jumlah penduduk tentu banyak permintaan yang tak terpenuhi atau

permintaan naik tetapi SDA nya terbatas juga akan mengakibatkan ada

permintaan yang tidak terpenuhi. Ini akan mengakibatkan pendapatan tidak

akan naik karena unsur yang tidak mengalami kenaikan juga seperti halnya

jumlah penduduk.

Menurut Thomas Robert Malthus, perkembangan ekonomi diperlukan

adanya kenaikan kapital untuk investasi yang terus menerus, disamping itu

adanya perkembangan ekonomi diharapkan bila terdapat tabungan yang

digunakan untuk investasi. Artinya, perkembangan ekonomi memerlukan modal

(4)

terkadang kita tidak tahu apakah tiap kali melakukan investasi modal yang

dimiliki cukup atau malah tidak ada. Maka dari itu, dilakukanlah yang namanya

menabung, agar tabungan ini nantinya dapat dipakai sebagai modal.

Keuntungan tabungan ini adalah setiap kita mengurangi modal kita selama

melakukan investasi untuk ditabung, kita dapat memperkecil permintaan. Dan

di masa depan, tabungan dapat digunakan sebagai modal.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah dalam pembangunan ekonomi

perlu adanya spesialisasi tenaga kerja, perlunya perluasan pasar dan

meningkatkan tingkat investasi. Kemudian, ada 3 golongan masyarakat, yaitu

masyarakat kapitalis, buruh dan tuan tanah, yang mana saling berkaitan dalam

pembangunan ekonomi, dan dapat ditemukan 3 pendapatan nasional dari 3

golongan tersebut, yaitu upah, sewa dan keuntungan. Lalu dalam menaikkan

pendapatan, perlu ditingkatkan unsur-unsur ekonomi seperti jumlah penduduk,

modal, SDA dan teknologi.

B. Teori Karl Marx

Dalam teori Karl Marx, ada 5 tahap perkembangan masyarakat yaitu,

masyarakat primitive communal, masyarakat perbudakan, masyarakat feudal,

masyarakat kapital, masyarakat sosialis. Pada tahap masyarakat primitive

communal, masyarakat masih menggunakan alat yang sifatnya sederhana dan

bukan milik perorangan tapi milik bersama. Pada tahap ini masyarakat tidak

(5)

kebutuhan sendiri, tetapi seiring berjalannya waktu, alat-alat produksi semakin

memadai dan menyababkan ada pembagian kerja dalam masyarakat

Hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat produksi

dengan orang-orang yang hanya bekerja merupakan dasar terbentuknya

masyarakat perbudakan. Dalam tahap ini, banyak perselisihan antara si pemilik

alat produksi dan pemilik tenaga atau budak. Karena banyak budak yang sudah

menyadari bahwa seharusnya mereka digaji lebih tinggi. Sebagian besar hasil

penjualan produksi dimiliki oleh pemilik alat produksi dan para budak hanya

diberi gaji yang sangat rendah.

Hubungan produksi dan sistem feudal ini akan mengubah cara hidup

sosial sehingga ada 2 golongan kelas yaitu kelas feudal yang terdiri dari tuan

tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial dan kelas buruh. Dalam tahap

ini kelas feudal memiliki alat produksi yang sangat penting yaitu tanah dan

kelas buruh memiliki alat-alat produksi lainnya. Karena kelas feudal merasa

posisinya lebih tinggi daripada kelas buruh karena memiliki alat produksi yang

lebih penting, mereka sering akan menaikkan tarif dan sering membatasi

perdagangan kelas buruh.

Dalam Masyarakat kapitalis, kelas kapitalis memperkerjakan kelas buruh

yang mau tidak mau menjual tenaga kerjanya karena tidak memiliki alat

produksi seperti kaum kapitalis. Dalam masyarakat ini lagi-lagi ada

(6)

yaitu ketidakadilan bagi kelas buruh yang menerima gaji yang kecil, sementara

kelas kapitalis menerima banyak untung.

Dalam msyarakat sosialis kepemilikan alat produksi didasarkan atas hak

milik sosial (social ownership). Dalam tahap ini tidak seperti masyarakat

perbudakan, feudal dan kapitalis, disini sudah tidak ada kelas-kelas masyarakat

dimana semua orang dianggap sama dan saling membantu

Karl Marx mengemukakan pendapatnya atas adanya hukum gerak yaitu

pertama, konsentrasi. Dalam masyarakat kapitalis di mana persaingan bebas

menjadi cara bekerja, maka sudah tentu perusahaan-perusahaan yang kuat yang

dapat bertahan dan perusahaan kecil akan bangkrut. Karena suatu perusahaan

yang kuat merupakan perusahaan hasil gabungan dari perusahaan-perusahaan

lain agar tidak terjadi bangkrut. Jadi, maksud dari konsentrasi itu sendiri adalah

pemusatan-pemusatan perusahaan menjadi suatu perusahaan yang besar

sehingga jumlah perusahaan berkurang.

Yang kedua adalah akumulasi yaitu perusahaan-perusahaan yang sudah

menggabung akan bertambah besar, sehingga memiliki kedudukan monopoli.

Perusahaan yang besar ini akan menjadi salah satu perusahaan besar yang masih

berdiri karena yang lain sudah mengalami kebangkrutan, sehingga perusahaan

inilah yang mengusai kekayaan alam sehingga menumpuk (berakumulasi).

Inilah yang menyebabkan kedudukan antara si kaya dan si miskin semakin

(7)

Yang ketiga adalah kesengsaraan yaitu adanya persaingan menyebabkan

perusahaan kecil bangkrut, sehingga penawaran buruh menjadi besar. Itu

disebabkan karena perusahaan-perusahaan kecil itu bersaing dengan perusahaan

besar dan kemudian mengalami kebangkrutan dan untuk bertahan hidup adalah

dengan bekerja sebagai buruh di perusahaan besar.Karena

perusahaan-perusahaan yang sukses sangat sedikit dan buruh sangatlah banyak, mereka

digaji dengan sangat murah. Maka dari itulah yang menyebabkan kesengsaraan

atau kemelaratan yang semakin besar.

Yang keempat adalah krisis. Dalam tahap ini, upah buruh yang sangat

rendah karena banyaknya penawaran buruh menyebabkan daya beli mereka

berkurang karena rendahnya pendapatan. Akibatnya, perusahaan-perusahaan

besar itu mengalami kelebihan hasil produksi atau berkurangnya permintaan

masyarakat, merosotnya harga barang dan menyebabkan perusahaan tersebut

terpaksa menutup perusahaan dan terjadilah krisis.

Jadi, dalam teori Karl Marx ada 5 tahap perkembangan masyarakat, yaitu

masyarakat primitive communal, msyarakat perbudakan, masyarakat feudal,

masyarakat capital, masyarakat sosialis. Dalam menanggapi sistem kapitalis,

Karl Marx bersifat pesimis. Marx mengemukakan pendapatnya atas adanya

(8)

C. Aliran Neoklasik

Menurut Neo Klasik tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan

tingkat tingginya tabungan. Karena jika tingkat bunga tinggi otomatis

orang-orang yang menabung tabungannya akan bertambah karena mendapat

pendapatan bunga, jika tingkat bunga rendah orang tidak tertarik untuk

menabung karena menurut mereka akan sama saja jumlah uangnya jika

menabung atau tidak. Tingkat pendapatan yang tinggi akan mendorong orang

untuk menyimpan uangnya atau menabung karena pendapatan yang didapat

lebih dari cukup.

Adanya aspek internasional dalam setiap perkembangan. Artinya, kita

pasti menginginkan pasar yang luas hingga internasional. Karena semakin luas

pasar, semakin produktivitas kita meningkat. Dan hal itu akan menyebabkan

pendapatan naik.

Perkembangan merupakan proses yang gradual. Artinya, proses

pembanguan ekonomi dilakukan secara perlahan-lahan namun bertahap.

Pembangunan ekonomi memiliki tahap-tahap tersendiri dimulai dari yang

paling dasar ketika masyarakat tidak mencari untung, hanya sekedar memenuhi

kebutuhan hingga masyarakat mulai mencari untung dalam berproduksi.

Tentunya dalah melewati tahap-tahap ini tidak sebentar atau memakan waktu

lama.

Ketika penganut aliran klasik yakin bahwa perkembangan ekonomi akan

(9)

mengatasi hal tersebut. Karena, banyak orang-orang kreatif atau orang yang

berjiwa wirausahawan yang banyak menemukan inovasi-inovasi baru atau

alternatif lainnya yang bisa mengganti SDA yang telah habis. Seperti

contohnya, minyak bumi adalah SDA yang terbatas, dan nantinya pasti ada

waktunya minyak bumi akan habis, akibatnya teknologi-teknologi yang

membutuhkan minyak bumi untuk menjalankannya, seperti mobil dan

kendaraan, tak akan terpakai lagi dan perusahaan mobil dan kendaraan akan

mengalami kebangkrutan. Tetapi, ada wirausahawan yang memiliki alternatif

yaitu mengubahnya menjadi kendaraan dengan sumber listrik.

Jadi, pendapat teori neo-klasik tentang pembangunan ekonomi adalah

adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan

ekonomi. Adanya aspek internasional dalam setiap perkembangan.

Perkembangan merupakan proses yang bertahap dan berlangsung terus

menerus. Kemampuan manusia dalam mengatasi SDA yang terbatas.

D. Teori W.W. Rostow

Menurut W.W. Rostow, proses pembangunan dibagi menjadi 5 tahap,

yaitu pertama, masyarakat tradisional. Menurut beliau ciri-ciri masyarakat

tradisional produktivitas kerjanya masih rendah. Artinya, dibanding dengan

masyarakat-masyarakat setelah masyarakat tradisional, masyarakat tradisional

adalah masyarakat yang tidak aktif dalam berproduksi karena hanya sekedar

(10)

Ciri selanjutnya yang ada dalam masyarakat tradisional menurut

W.W.Rostow adalah struktur masyarakat tradisional masih hirarkis sehingga

mobilitas sosial dan vertikal rendah. Artinya, kesempatan seseorang untuk

bermobilitas masih rendah. Karena kedudukan sosial nya masih ditentukan oleh

keturunan.

Ciri lainnya adalah ilmu pengetahuan belum begitu dikuasai. Karena

masyarakat pada saat itu, masih mempercayai hal-hal yang gaib. Seperti

contohnya mereka percaya bahwa menghancur alam akan membawa

malapetaka bagi mereka, maka dari itu produktivitas mereka sangat lamban dan

hanya sekedar memenuhi kebutuhan masing-masing.

Tahap selanjutnya yaitu masyarakat pra-kondisi tinggal landas yang mana

ciri-cirinya adalah masyarakat mulai mengenal tekonologi untuk produktivitas.

Artinya, masyarakat pra-kondisi tinggal landas lebih maju daripada masyarakat

tradisional yang masih menggunakan alat-alat tradisional. Contohnya,

masyarakat tradisional memakai kerbau untuk membajak sawah, masyarakat

prakondisi lepas landas sudah tidak menggunakan kerbau lagi, mereka memakai

teknologi seperti traktor.

Ciri masyarakat pra-kondisi tinggal landas yang kedua adalah kegiatan

ekonomi masyarakat mulai bergeser ke arah kemajuan. Berbeda dengan

masyarakat tradisional yang memproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan

masing-masing. Dalam masyarakat pra-kondisi tinggal landas mereka mulai

(11)

pendapatan. Hal ini membuat kegiatan ekonomi masyarakat mulai maju karena

produktivitas lebih tinggi dari masyarakat tradisional.

Tahap yang ketiga adalah masyarakat tinggal landas yang mana

pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang

tidak membutuhkan dorongan dari luar. Artinya, sebuah negara ketika sudah

dalam tahap tinggal landas, mereka tidak memerlukan dorongan dari luar untuk

tumbuh, karena industri-industri yang ada di dalam negara mereka mampu

mendukung pembangunan. Industri-industri yang besar itu dapat memacu

industri-industri lainnya untuk maju.

Ciri kedua adalah adanya atau segera terciptanya suatu rangka dasar

politik, sosial dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor

modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa menyebabkan pertumbuhan

ekonomi terus terjadi. Artinya, akan muncul bidang-bidang lainnya seperti

politik, sosial dan lain-lain yang mampu menunjang ekonomi negara. Seperti

dalam bidang politik, banyak pemimpin-pemimpin yang terpilih yang

menjalankan negaranya termasuk dalam sektor ekonomi.

Tahap keempat yaitu masyarakat menuju kedewasaan adalah masyarakat

yang ditandai dengan bermunculannya industri dengan teknologi baru misalnya

industri kimia atau industri listrik. Pada tahap ini, industri mengalami kemajuan

dalam teknologi, orang-orang mulai mencari inovasi baru. Seperti mereka tidak

(12)

Tahap kelima yaitu masyarakat konsumsi tinggi yaitu masyarakat yang

perhatiannya sudah lebih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan

dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada masalah

produksi. Artinya, sebuah negara sudah tidak terlalu memikirkan untung yang

didapat, tetapi lebih kepada bagaimana menyejahterakan masyarakat lainnya.

Maka dari itu, tahap ini adalah tahap kemakmuran.

Jadi, W.W. Rostow membagi proses pembangunan menjadi 5 tahap, yaitu

masyarakat tradisional, pra-kondisi tinggal landas, tinggal landas, menuju

kedewasaan dan konsumsi tinggi. Masing-masing secara berurutan

menunjukkan tahapan-tahapan yang dialami masyarakat dari yang paling dahulu

yaitu masyarakat tradisional sampai masyarakat yang sudah makmur yaitu

masyarakat konsumsi tinggi.

E. Teori Schumpeter

Menurut Schumpeter, faktor utama perkembangan ekonomi adalah proses

inovasi yang dilakukan oleh para enterpreneur (pengusaha). Para pengusaha

tersebut mampu membangun perekonomian negara, karena dapat membuka

lapangan kerja yang baru. Contohnya di Indonesia, pemerintah berharap banyak

wirausahawan yang mendapatkan inovasi dan dapat membuka lapangan kerja

yang baru, karena di Indonesia tingkat pengangguran sangatlah tinggi.

Menurut Schumpeter, inovasi memberikan pengaruh terhadap produk

(13)

mentah yang baru dan perubahan organisasi yang lebih efisien. Artinya, inovasi

dapat membuka semua hal yang belum diketahui sebelumnya, seperti misalnya

kekayaan alam yang sebelumnya tidak diketahui manfaatnya, berkat para

wirausahawan sda tersebut dapat diproduksi dan bermanfaat banyak orang

termasuk menambah pendapatan negara.

Jadi, dalam teori Schumpete sangat mementingkan wirausahawan.

Karena peranan wirausahawan sangat besar dalam membangun perekonomian.

Seorang wirausahawan akan menemukan inovasi-inovasi yang baru dan akan

menambah pendapatan negara dan juga akan membuka lapangan kerja sehingga

mengurangi pengangguran.

F. Harrod dan Domar

Menurut Harrod dan Domar bahwa keberhasilan pembangunan dari

faktor internal dipengaruhi oleh modal dan investasi. Hal ini dikarenakan,

modal dan investasi mempengaruhi pendapatan perkapita. Semakin tinggi

modal dan investasi, semakin tinggi pula pendapatan perkapita. Modal dan

investasi yang tinggi akan membuat suatu perusahaan memproduksi barang

lebih banyak dan akan mendapatkan pendapatan yang lebih banyak pula.

Menurut Domar, bila tidak cukup investasi hari ini, maka pengangguran

akan terjadi sekarang, tetapi bila ada investasi hari ini, maka besok pagi

dibutuhkan investasi yang lebih banyak dari hari ini untuk menaikkan

(14)

kapasitas menganggur yang berlebihan dapat dihindari.Artinya, suatu

perusahaan harus mengusahakan ada investasi setiap harinya agar tidak terjadi

pengangguran. Untuk berjaga-jaga agar permintaan selalu ada tiap harinya,

perusahaan berusaha selalu menaikkan permintaan yaitu dengan cara selalu

menambah investasi setiap harinya agar kapasitas produksi bertambah dan juga

pendapatannya bertambah untuk menghindari pengangguran.

Harrod mengatakan bahwa tabungan yang diharapkan selalu terjadi,

sehingga perbedaan antara tabungan yang diharapkan dengan investasi yang

diharapkan itu akan berupa investasi yang belum diharapkan (unintended

investment). Artinya, setiap perusahaan menerima pendapatannya, perusahaan

itu diharapkan menabung sebagian hasil penjualannya. Agar nanti ketika

investasi yang didapat tidak sesuai harapan, ada tabungan yang bisa digunakan

untuk investasi. Hal ini untuk mempertahankan agar bisa terus memproduksi

walaupun investasi yang didapatkan tidak sesuai harapan.

Jadi, dalam teori ini kebanyakan membahas tentang investasi dan

tabungan dalam pembangunan ekonomi. Investasi dan modal dapat

mempengaruhi pendapatan perkapita. Suatu perusahaan harus mengusahakan

perusahaannya tetap jalan dengan memiliki tabungan untuk menghindari

(15)

G. Teori Ketergantungan

Menurut para pengikut teori ini, keterbelakangan (under development)

negara-negara terjadi pada saat masyarakat prakapitalis tersebut “tergabung”

(incorporated) ke dalam sistem ekonomi ekonomi dunia kapitalis. Masyarakat

tersebut hanya menjadi daerah pinggiran dari daerah metropolitan kapitalis.

Contohnya, negara Amerika Latin yang menjadi daerah pinggiran bagi Amerika

serikat yang lebih dulu maju. Negara terbelakang itu hanya sebagai produsen

bahan mentah untuk kebutuhan industri negara-negara metropolitan itu

sementara negara metropolitan mengolah barang mentah itu dan menjualnya

kembali kepada negara terbelakang.

Menurut aliran Marxis dan Neo-Marxis jika daerah pinggiran ingin

membangun perekonomian nya, caranya adalah revolusi. Daerah metropolitan

dapat mengusai daerah terbelakang dengan cara memperalati kelas pemerintah

yang ada di daerah terbelakang. Jika terus menerus begitu adanya, tentu negara

terbelakang tidak mengalami pembangunan yang lebih baik. Salah satu cara

yang diambil yaitu revolusi, yaitu perubahan suatu daerah dalam waktu singkat.

Menurut aliran non marxis struktur dan kondisi intern pada umumnya

dilihat sebagai faktor yang berasal dari sistem itu sendiri, meskipun struktur

intern ini dimasa lampau atau masa kini dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar

negeri. Artinya, yang membuat suatu negara menjadi terbelakang adalah rakyat

itu sendiri. Maka dari itu, rakyat harus tahu bagaimana cara bersikap kepada

(16)

Dapat disimpulkan bahwa menurut teori ini tergabungnya secara paksa

daerah-daerah pinggiran ke dalam sistem ekonomi kapitalisme dunia merupakan

satu-satunya sebab dari keterbelakangan negara-negara sedang berkembang

sekarang ini. Jika tidak ada penjajahan oleh negara metropolitan, tentu

negara-negara berkembang itu sudah mampu mengembangkan industri-industri mereka

sendiri. Negara tersebut akan maju pesat dan dapat mencapai tingkat

(17)

TUGAS BAHASA INDONESIA

TEORI-TEORI EKONOMI PEMBANGUNAN

DISUSUN OLEH

NOVARINA FAHRISA

C1A114076

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI DAN

STUDI PEMBANGUNAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

Referensi

Dokumen terkait

Upaya penanggulangan DBD di Kabupaten Pati telah dikeluarkan sejumlah kebijakan, yaitu: 1) pencanangan Gerakan PSN DBD oleh Bupati Pati pada tanggal 27 Desember 2006, 2) surat

Hasil dari tabel diatas t hitung 1,687 < t tabel 2,030 dengan nilai signifikansi 0,101 > 0,05 maka dapat diinterpretasikan bahwa Debt to Equity Ratio secara parsial

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap burung di tiga habitat berbeda yaitu hutan sekunder, aliran Sungai Nilo, dan perkebunan didapatkan 79 jenis burung yang

Terlepas dari pendapat perorangan ataupun batasan-batasan tertentu yang ditetapkan sebuah negara tentang konsep religi atau agama ini, yang jelas menurut konsep

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hasil tiga varietas kedelai terseleksi pada lingkungan jenuh air dengan pemanfaatan pupuk hayati. Rancangan percobaan

Usia ibu yang kurang dari 20 tahun memiliki rentang usia reproduksi yang panjang sehingga penggunaan injeksi DMPA sebagai metode kontrasepsi yang bertujuan untuk

Hasil simulasi, pola sebaran sedimen pada saat musim hujan memiliki konsentrasi yang sangat tinggi, mengingat besarnya debit air yang mengalir pada Sungai Porong cukup kuat

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Hubungan antara