• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETUNJUK KESEHATAN DALAM AL QUR’QN DAN AS-SUNNAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PETUNJUK KESEHATAN DALAM AL QUR’QN DAN AS-SUNNAH"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PETUNJUK KESEHATAN

DALAM AL QUR’QN DAN AS-SUNNAH

1

Dirwan Suryo Soularto2

TIU : Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan beberapa petunjuk dan isyarat kesehatan yang tertulis dalam Al Qur’an dan Hadist

TIK : Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat 1. Menjelaskan kedudukan kesehatan dalam Islam

2. Menyebutkan definisi keadaan sehat menurut WHO dan Islam. 3. Menyebutkan isyarat-isyarat tentang ilmu kesehatan dalam Al Quran 4. Menyebutkan isyarat-isyarat tentang ilmu kesehatan dalam Hadist

5. Menyebutkan contoh pokok-pokok tuntunan kesehatan dalam Al Qur’an dan Hadist

A. Kedudukan Kesehatan dalam Islam

Quraish Shihab dalam bukunya “Wawasan Al Qur’an” menyebutkan bahwa Islam menetapkan tujuan pokok kehadirannya untuk memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Setidaknya tiga dari dari yang disebutkan tersebut berkaitan dengan kesehatan (kedokteran). Hal ini sejalan dengan kesepakatan ulama yang menyatakan bahwa Islam bertujuan untuk memelihara lima hal pokok, yakni agama

(hifdh diin), kehidupan (hifdh al-nafs), keturunan (hifdh al-nasl), akal (hifdh al-‘aql) dan

harta (hifdh al-maal). Setiap usaha yang dapat mendukung terciptanya salah satu dari tujuan tersebut, walaupun belum ditemukan dalam Al Qur,an dan Al Sunnah, mendapat dukungan penuh dari ajaran Islam. Seorang mukallaf akan memperoleh kemashlahatan manakala ia dapat memelihara kelima aspek pokok tersebut, sebaiknya ia akan merasakan mafsadat manakala ia tidak adapat memelihara kelima unsur pokok tersebut secara baik.

Melindungi agama (hifdh diin) pada dasarnya meliputi ibadah dalam arti yang luas dan setiap usaha manusia merupakan bagian dari ibadah. Perawatan medis memberikan kontribusi langsung kepada ibadah dengan melindungi dan menganjurkan kesehatan yang baik sehingga seorang hamba mempunyai kekuatan untuk melaksanakan semua kewajban ibadah. Bentuk pokok ibadat fisik sebagai pilar Islam ada 4 itu adalah: shalat, puasa, haji dan jihad. Tubuh yang sakit atau lemah tidak dapat melakukan ibadah sesuai dengan ketentuan. Keseimbangan kesehatan mental penting

1

Kuliah Kedokteran Islam dalam Blok-5. Regulasi dan Metabolisme semester II FK UMY, pada Rabu, 6 April 2010.

2

(2)

bagi pemahaman aqidah dan menghindari gagasan salah yang menyimpang dari aqidah, maka menjaga kesehatan mental memberikan kontribusi pada ibadah. Kesehatan masyarakat umum mempunyai hubungan khusus dengan jihad. Jika kesehatan populasi masyarakat memprihatinkan, maka tidak cukup untuk merekrut pemuda menjadi sumber daya manusia yang memadai untuk pembangunan maupun pertahanan. Juga tidak cukup untuk menyediakan material dan logistik bagi kesehatan pekerja yang diperlukan untuk keberhasilan peperangan. Jika kewajiban jihad tidak terpenuhi, komunitas muslim akan kalah dan ditaklukkan oleh orang lain yang tidak akan memberikan kebebasan pada kaum muslim mengamankan agamanya.

Tujuan utama pengobatan adalah memenuhi tujuan kedua shari'at, melindungi hidup, hifdh al nafs. Pengobatan tidak bisa mencegah atau mengundurkan kematian karena perkara-perkara itu hanya di tangan Allah. Tetapi menjaga kualitas tinggi hidup sampai ditetapkannya waktu kematian. Pengobatan memberikan kontribusi untuk melindungi dan menjaga kelanjutan kehidupan dengan fungsi gizi yang baik. Pengetahuan medis digunakan untuk mencegah penyakit yang melemahkan kesehatan manusia. Pengobatan penyakit dan rehabilitasi mendorong kearah kualitas kesehatan yang lebih baik.

Kedokteran memberikan kontribusi untuk memenuhi perlindungan terhadap keturunan (hifdh al-nasl), dengan yakin bahwa kepedulian yang baik terhadap anak-anak membawa mereka tumbuh dewasa dengan sehat sehingga dapat melahirkan anak. Pengobatan infertilitas mendorong keberhasilan memperoleh anak. Mengurus wanita hamil, obat perinatal dan obat masa anak semua memastikan bahwa anak-anak lahir dan tumbuh sehat. Perawatan intra-partum, bayi dan anak-anak memastikan kelangsungan hidup anak-anak sehat.

Perawatan medis berperan sangat penting dalam melindungi akal (hifdh al-‘aql). Pengobatan macam-macam penyakit fisik menghilangkan tekanan yang mempengaruhi keadaan mental. Pengobatan neurosis dan psikosis berkenaan dengan fungsi akal dan emosi. Perawatan medis penyalahgunaan alkohol dan narkoba mencegah kerusakan akal.

(3)

masalah keadaan sakit. Mengurus orang sakit banyak memakan sumber daya yang dapat digunakan untuk mengobati orang lain dengan kondisi yang berisiko sakit.

Cara untuk memelihara lima kepentingan di atas dikenal ada 3 peringkat, yaitu:

dharuriyyat, hajjiyyat dan tahsiniyyat. Pengelompokan ini didasarkan pada tingkat

kebutuhan dan skala prioritas. Urutan peringkat ini akan terlihat kepentingannya manakala kemashlahatan yang ada pada masing-masing peringkat satu sama lain bertentangan. Peringkat dharuriyyat menempati urutan pertama, disusul hajjiyat, kemudian tahsiniyyat. Ketiga peringkat tersebut saling berhubungan, kait-mengkait, dan saling melengkapi, peringkat ketiga melengkapi peringkat kedua, dan peringkat kedua melengkapi peringkat pertama.

Ad-dharuriyyat (kebutuhan primer) adalah segala sesuatu yang tidak dapat

ditinggalkan dalam kehidupan keagamaan dan keduniaan manusia, dalam arti, jika ia tidak ada maka kehidupan dunia menjadi rusak, hilang kenikmatan dan akan menghadapi siksaan di akhirat. Kebutuhan esensial itu adalah memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta tersebut dalam batas jangan sampai esensi kelima pokok itu hilang. Tidak terpenuhinya kelima pokok itu akan berakibat terancamnya eksistensinya.

Hajjiyyat (sekunder) yaitu sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia dalam

menghindari kesempitan dan menolak kesulitan. Tidak terpeliharanya kelompok hajjiyyat

ini akan mengancam eksistensi kelima pokok di atas, tetapi hanya akan menimbulkan kesulitan bagi mukallaf. Kelompok ini berkaiatan erat dengan rukhsah (keringanan) dalam Islam.

Sedangkan kebutuhan tahsiniyyat (tersier) adalah kebutuhan yang menunjang penigkatan martabat seseorang dalam masyarakat dan dihadapan Tuhannya, sesuai dengan kepatutan.

a. Memelihara Agama (hifzuddin)

Memelihara agama berdasarkan peringkatnya dibedakan menjadi :

(4)

2. Memelihara agama peringkat hajjiyyat, yaitu melaksanakan ketentuan agama dengan maksud menghindarkan diri dari kesulitan seperti shalat jamak dan qashar bagi orang yang bepergian. Jika ketentuan tersebut tidak dilaksanakan tidak merusak eksistensi agamanya, hanya akan mempersulit bagi orang yang melakukannya.

3. Memelihara agama peringkat tahsiniyyat yaitu mengikuti petunjuk agama guna mempertingi martabat manusia sekaligus melengkapi pelaksanaan kewajiban kepada Tuhan, misalnya menutup aurat, baik di dalam maupun di luar shalat, membersihkan najis dari badan, pakaian dan tempat. Kalau hal-hal itu tidak mungkin dilakukan, hal itu tidak mengancam eksistensi agama dan tidak pula mempersulit bagi orang yang melakukannya.

b. Memelihara Jiwa (hifzunnafs)

Berdasarkan peringkat kepentingan dan prioritasnya, memelihara jiwa dapat dibedakan :

1. Memelihara jiwa dalam peringkat dharuriyyat seperti memenuhi kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup. Kalau kebutuhan itu diabaikan akan terancam eksistensi jiwa manusia

2. Memelihara jiwa dalam peringkat hajjiyyat, yaitu seperti diperbolehkannya berburu binatang untuk menikmati makanan yang lezat dan halal. Jika kegiatan itu diabaikan, maka tidak akan mengancam eksistensi jiwa mansuia, melainkan hanya mempersulit hidupnya.

3. Memelihara jiwa dalam peringkat tahsiniyyat seperti ditetapkan cara makan dan minum. Batasan itu hanya berhubungan dengan soal kesopanan dan etika, sama sekali tidak akan mengancam eksistensi manusia.

c. Memelihara Akal (hifzul aql)

Memelihara akal berdasarkan peringkatnya dibedakan menjadi :

1. Memelihara akal peringkat dharuriyyat seperti diharamkannya meminum minuman memabukkan. Jika ketentuan ini dilanggar, maka akan berakibat terancamnya eksistensi akal dan diancam siksa di akhirat.

(5)

3. Memelihara akal peringkat tahsiniyyat seperti menghindarkan diri dari mengkhayal atau mendengarkan sesuatu yang tidak berfaedah, yang secara etika tidak akan mengancam eksistensi akal secara langsung.

d. Memelihara Keturunan (hifzunnasl)

Memelihara keturunan, ditinjau dari segi peringkat tingkat kebutuhannya dibedakan menjadi :

1. Memelihara keturunan peringkat dharuriyyat seperti disyariatkannya menikah dan dilarang zina, jika dilanggar maka eksistensi keturunan menjadi terancam dan diancam azab bagi pezina di akhirat.

2. Memelihara keturunan peringkat hajjiyyat, seperti ketentuan mahar dalam akad nikah, jika dilanggar maka suami harus membayar mahar pengganti. Juga diberikan hal talak bagi suami, jika kesulitan ia dapat menggunakannnya. Contoh lain adalah memilih pasangan hidup berdasarkan kedekatan hubungan darah, dimana Islam menyarankan agar mencari pasangan hidup yang tidak terlalu dekat hubungann darahnya untuk menghindari kesulitan adanya penyakit keturunan. 3. Memelihara keturunan peringkat tahsiniyyat seperti disyariatkan meminang dan

pesta pernikahan, jika dilanggar tidak akan mengancam eksistensi keturunan dan tidak pula mmepersulit orang yang melakukan perkawinan. Dalam memilih pasangan hidup dianjurkan memilih yang cantik dan mempunyai harta, dimana apabila ini tidak terpenuhi tidak akan mempersulit pernikahan.

e. Memelihara harta (hifzulmaal)

Memelihara harta berdasarkan peringkatnya dibedakan menjadi :

(6)

3. Memelihara harta peringkat tahsiniyyat seperti menghindarkan diri pengecohan atau penipuan dalam etika berbisnis yang berpengaruh pada sah tidaknya akad bisnis.

Dari uraian dan beberapa contoh di atas, tampak dengan nyata bagaimana kedudukan kesehatan dalam Islam. Dalam Islam, kesehatan termasuk hal utama. Hal ini didukung dengan kenyataan bahwa banyak ayat Al-Qur’an dan hadist yang berkaitan dengan kesehatan. Sejak Islam pertama kali diterimakan kepada Nabi Muhammad SAW., yakni pada ayat kedua surat Al ‘Alaq sudah terkandung masalah ilmu kedokteran, yakni masalah kejadian manusia yang menjadi dasar ilmu kedokteran.

“Dia yang menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al Alaq; 96: 2)

Kemudian berkembang menjadi ilmu mudighah (embriologi), ilmu faal (fisiologi), ilmu urai (anatomi), ilmu jaringan (histologi) dan seterusnya. Wahyu kedua yang dibawakan Jibril adalah Ayat 1-5 Surat Al Mudatstsir, wahyu tersebut belum mengenai shalat, puasa dan zakat tetapi perintah untuk berdakwah dan mengenai kesucian (kebersihan) dan menjauhi kekotoran.

“Hai orang yang berselimut, bangkit lah lalu beri peringatan!, Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu sucikanlah dan tinggalkanlah segala macam kekotoran / dosa” (QS Al M udat st sir; 74: 1-5)

Pada ayat di atas tampak bahwa kebersihan yang menjadi pangkal kesehatanlah yang disinggung dalam wahyu kedua yang diturunkan kepada Nabi. Tidak heran kalau kebersihan umumnya merupakan salah satu kewajiban yang selalu diperintahkan Nabi Muhammad SAW dan dijadikan sendi dasar dalam kehidupan sehari-hari.

(7)

umumnya merupakan salah satu kewajiban yang selalu diperintahkan Nabi Muhammad SAW kepada para pengikiutnya dan dijadikan sendi dasar dalam kehidupan sehari-hari.

B. Definisi keadaan sehat menurut WHO dan Islam

Dalam literatur keagamaan, paling tidak ada dua istilah yang digunakan untuk menunjuk tentang pentingnya kesehatan dalam pandangan Islam. Pertama, kata kesehatan, terambil dari kata sihat. Kedua, kata ‘afiat. Kedua kata ini sering diucapkan dengan sehat – afiat dan umat Islam mengucapkannya dengan “sehat wal ‘afiat”. Dalam kamus bahasa arab, kata ‘afiat diartikan sebagai perlindungan Allah untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan musibah-Nya. Dalam pengertian ini, kata ‘afiat

menegaskan adanya makna berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya. Misalnya, mata yang sehat adalah mata yang dapat melihat dan membaca tanpa menggunakan kaca mata. Sedangkan mata yang ‘afiat adalah mata yang dapat melihat dan membaca objek yang bermanfaat serta mengalihkan pandangan dari objek yang dilarang. Hal lain mislanya, perut yang sehat adalah perut yang dapat mencerna makanan secara sempurna sehingga kebutuhan gizi badan dapat optimal. Sedangkan perut yang ‘afiat adalah perut yang dapat menahan nafsunya sehingga hanya akan diberi makan dengan makanan halalan thoyiban. Hal-hal tersebut itu pada dasarnya merupakan fungsi yang diharapkan sang pencipta.

Dalam UU 23/1992, tentang Kesehatan dinyatakan definisi kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Pengertian kesehatan disempurnakan dalam UU no. 44/2009 tentang kesehatan yang didefinisikan sebagai keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. WHO menyatakan sehat adalah sesuatu keadaan jasmaniah, mental dan sosial yang baik, tidak hanya tidak berpenyakit atau cacat

(Health is state of complete physical, mental and social well being, not merely the

absence of disease of infirmity). Dapat diartikan secara bebas, seorang itu dikatakan

(8)

(tuntunannya) dan memelihara dan mengembangkannya. Ketiga pengertian kesehatan di atas menunjukkan bahwa kesehatan seseorang mengandung komponen yang menyeluruh (holistik), yakni spiritual, biologi, mental dan sosial.

Sesuai dengan konsep kesehatan yang menyeluruh seperti tersebut di atas, di dalam Islampun pokok-pokok tuntunan kesehatan yang terdapat dalam Al Qur,an dan hadis sejak semula telah menekankan hal tersebut.

C. Ilmu Kesehatan di Dalam Al-Qur’an

Untuk menunjukkan bahwa kesehatan merupakan hal utama dalam ajaran Islam, dapat dilakukan dengan meninjau dari banyaknya hal tersebut disebut atau dibahas, karena yang banyak disebut pasti penting. Selain ayat terdahulu di atas, masalah kesehatan, khususnya tentang kebersihan juga disebutkan dalam QS AL-Baqarah ayat 222 :

“M ereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri”.

(9)

Al-Qur’an mengatur kehidupan berkelamin manusia sedemikian, sehingga terjamin kesuciannya dan kebersihannya baik lahir maupun batin, sebagaimana dalam QS. Al-Israa’ ayat 32 :

“D an janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

Contoh-contoh ayat di atas kesemuanya sesuai dengan pokok-pokok kesehatan dan kedokteran moderen. Apalagi zina yang saat ini ditengarai sebagai salah satu penyebar penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS.

D. Ilmu Kesehatan di Dalam Hadist

Dalam hadis lebih banyak lagi dijumpai peraturan-peraturan kesehatan. Salah satu sabda Nabi SAW yang terkenal adalah “Annadha fatu minal iiman” yang berarti bahawa “kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Hadist lain menyatkana bahwa “orang mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah.

Ajaran kesehatan Nabi SAW yang lain adalah khitan sangan sesuai dengan kebersihan dan kesehatan. Mengurus mayat menurut hukum Islam juga sesuai dengan kebersihan. Tentang pemberantasan penyakit menular telah diatur lengkap dalam Hadist. Peraturan hidup berkelamin dalam hadis juga sesuai dengan kesehatan. Islam memandang perkawinan adalah suatu keadaan yang suci dengan tujuan murni.

Demikian banyak ajaran Islam terkait kesehatan, oleh karena itu perlu kiranya disampaikan pokok-pokok tuntunan kesehatan dalam Al-Qur’an dan Hadist yang lebih detail sebagai mana tulisan berikut.

E. Contoh Pokok-pokok Tuntunan Kesehatan dalam Al Qur’an dan Hadist

Banyak sekali tuntunan agama mengenai kesehatan, baik dalam Al Qur,an, dan Al Hadist maupun berdasarkan ijma’ dan qiyas. Beberapa hal pokok tuntunan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Personal hygiene and sanitation (kebersihan perorangan dan kesehatan

lingkungan), yang meliputi kebersihan badan, tangan, gigi, kuku dan rambut.

(10)

a. Apabila seorang hendak memeluk agama Islam b. Hendak menunaikan shalat Jum’at

“M andi pada hari Jum’at adalah wajib dan hendaklah jika mampu menggunakan siwak dan wangi-wangian”. (Al Hadis).

“Apabila seseorang diantara kamu pergi shalat Jum’at maka hendaklah mandi” (Al Hadis).

“Hak bagi setiap muslim adalah mandi setiap seminggu sekali satu hari dengan membasuh semua kepala dan tubunhya” (Al Hadis).

c. Ihtilam (mimpi keluar mani) bagi laki-laki dan hadi bagi perempuan.

Mengenai kebersihan tangan, beberapa hadis menjelaskan sebagai berikut :

“Pot onglah kuku-kukumu, sesungguhnya setan itu duduk (bersembunyi) pada kuku yang panjang” “Bersihkanlah tanganmu, sebelum dan sesudah makan”.

Apabila kamu berangkat tidur, sedangkan pada tangannya terdapat sisa-sisa makanan, maka janganlah menyalahkan melainkan kepada dirinya sendiri”.

“Apabila kamu berangkat tidur, maka berwudlulah sebagaimana kamu berwudlu hendak mendirikan shalat”.

“Barang siapa berwudlu kemudian membaguskan wudlunya, lalu mengunjungi saudaranya yang sakit, maka dijauhkanlah dari mereka”.

Mengenai menjaga kebersihan mulut dan gigi, Nabi mengajarkan dalam hadisnya antara lain :

“Siwak adalah membersihkan mulut dan mendapatkan keridloaan Tuhan”.

Jika tidak memberatkan bagi umatku, tentu aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat”.

“Aku enggan melihatmu ada di sisiku sedang gigimu kotor kekuning-kuningan. Gosoklah semoga Allah merahmatimu”.

Dalam kebersihan rambut, Nabi mengajarkan beberapa hal berikut :

“Barangsiapa memiliki rambut,maka hendaklah dimuliakannya”.

“Bukankah ini lebih baik daripada datang kepada seseorang di antara kamu dengan rambut berdebu sebagai syaitan”.

Dalam menjaga kebersihan makanan Nabi bersabda sebagai berikut :

“Sandarkanlah sorbanmu, ingatlah asma Allah, tutuplah tempat makanmu dan ingatlah asma Allah” Tutuplah wadah makanan dan minumanmu, sesungguhnya dalam setahun ada satu malam yang di dalamnya turun wabah, tidak terlewatkan suatu tempat yang tidak ada tutup padanya, atau pada tempat air yang tidak ada tutup padanya kecuali wabah itu masuk ke dalamnya”.

“Jauhilah olehmu debu, sesungguhnya pada debu terdapat penyakit”.

“Sucinya tempat makanan di antara kamu, apabila dijilat anjing hendaknya dicuci (dibasuh) sebanyak tujuh kali sedang salah satu diantaranya dengan debu”.

“Rasulullah melarang meminum pada satu tempat air minum yang besar, karena hal yang demikian akan menjijikan”.

“Sesungguhnya Rasulullah melarang dari membusuknya (berbaunya) minuman dengan minum di bibirnya”.

(11)

“Takutlah kamu dengan tiga hal terkutuk, yaitu : berak pada saluran air, pada tempat berteduh dan tempat berlalunya manusia”.

“Janganlah kamu kencing pada tempat genangan air kemudian berwudlu di dalamnya, sesungguhnya daripadanya banyak menimbulkan masalah”.

“Sesungguhnya nabi melarang kencing pada tempat air yang mengalir”.

Demikian juga dalam hal kebersihan lingkungan jalan, rumah, tata kota, saluran irigasi, sumur serta tebingnya, Nabi bersabada sebagai berikut :

“Sesugguhnya Allah itu baik, menyukai sesuatu yang baik, Allah itu bersih dan menyukai sesuatu yang bersih, Allah itu mulia dan menyukai kemuliaan, maka bersihkanlah halaman rumahmu dan lingkunganmu”.

“Bersihkanlah halaman rumahmu dan anganlah menyerupai kaum Yahudi yang suka mengumpulkan sampah di lingkungan rumah mereka”.

“M eludah di atas tanah dalam masjid merupakan suatu kesalahan dan dendanya adalah menimbunnya”.

2. Epidemiologi (preventif penyakit menular) melalui karantina. Preventif kesehatan, tidak memasuki suatu daerah yang terjangkit wabah, tidak lari dari tempat itu, mencuci tangan sebelum menjenguk orang sakit dan sesudahnya, berobat ke dokter dan mengikuti semua petunjuk preventif dan terapinya.

Sabda nabi terkait epidemiologi antara lain :

“Buatlah lah jarak antara kamu dengan orang yang terkena sopak, jarak kira-kira satu atau dua anak panah”.

“Janganlah orang yang terkena suatu penyakit menularkan kepada orang sehat”.

“Apabila kamu mendengar terjadinya suatu wabah (penyakit) pada suatu daerah, maka janganlah kamu memasukinya dan apabila disuatu daerah berjangkit itu, sedangkan kamu berada di dalamnya, maka jangalah lari meninggalkannya”.

“Barang siapa berwudlu dan membaguskan wudlunya kemudian menjenguk saudaranya yang sakit, ia akan dijauhkan dari neraka”.

3. Memerangai binatang melata, serangga dan hewan yang menularkan penyakit kepada orang lain. Oleh karena itu diperintahkan agar membunuh tikus, kalajengking dan musang serta membunuh serangga berbahaya seperti catak, kutu dan lalat serta makruh memelihara anjing di rumah, menajiskan air liurnya, diperintahkan membunuh anjing liar dan anjing gila. Sedangkan babi secara mutlak dimasukkan sebagai binatang yang haram dimakan.

4. Nutrition (kesehatan makanan)

a. Islam berbicara makanan yang hendak dimakan selalu menekankan kepada makanan yang memiliki salah satu dari sifat halal dan thayyib. Ada empat ayat yang menggabungkan kedua sifat tersebut yaitu dalam QS Al Baqarah/2;168, Al Maidah/5;88, Al Anfal/8;89, dan An Nahl/16;114. Rangkaian kedua sifat (halal

(12)

yang memenuhi kedua syarat tersebut. Thayyib yang sering dimaknai baik, dari segi bahasa berarti sesuatu yang telah mencapai puncak di bidangnya dan karena itu “buah-buah” sorga juga dinamakan thayyibah. Dalam ilmu kesehatan kata thayyib disejajarkan dengan kata bergizi.

b. Menu makanan yang berfaedah terhadap kesehatan jasmani, seperti tumbuh-tumbuhan, daging binatang darat, daging binatang laut, segala sesuatu yang dihasilkan dari daging, madu, kurma, susu dan semua yang bergizi, seperyti tersebut dalam QS An Nahl/16;66 dan 69, QS Al Waqi’ah/56;68, QS AL Maidah/5;4.

c. Tata makanan. Islam melarang berlebih-lebihan dalam hal makan (QS Al A’raf/7;31), makan bukan karena lapar hingga kekenyangan, diet ketika sakit, memerintahkan puasa agar usus dan perut besarnya dapat bersistirahat dan tidak berbuka berlebih-lebihan atau melapaui batas. Bahkan ditemukan celaan kepada orang yang makan seperti binatang, sebagaimana dalam QS Muhammad/47;12 dan Al Shaffat/37;66.

d. Mengharamkan segala sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan, seperti bangkai, darah dan daging babi (QS Al Maidah/5;3).

5. Sex hygiene (kesehatan seks)

Meliputi hal-hal yang berkaitan dengan seks, embrio dan perkembangannya, pendidikan seks, cara memilih istri bahkan program pendidikan tentang hubungan seks yang aman. Juga mengenai kebersihan seks, seperti mandi setelah bersetubuh, istinja’ setelah kencing dan buang air besar, tidak menggauli isteri ketika haid, diharamkan zina, homo seksual atau onani.

6. Mental dan psychic hygiene (Kesehatan mental dan jasmani)

Ajaran-ajaran untuk mencegah sebab terjadinya stres. Islam mengajarkan percaya kepada Allah dan bersabar dalam menghadapi berbagai penyakit yang kritis, tidak putus asa, bunuh diri, kehilangan kepercanyaan atau dzalim. Islam melarang segala sesuatu yang merusak tatanan masyarakat seperti judi, riba dan yang menimbulkan keributan. Islam juga melarang semua benda yang dapat menghilangkan kesadaran dan melemahkan intuisi, seperti khamar, NAPZA dan lain-lainnya.

(13)

Islam mendorong untuk memiliki ketrampilan dan olah raga seperti menunggang kuda, renang, memanah, gulat dan perlombaan dengan segala macam oleh raga yang bermanfaat.

8. Occupational medicine (Kesehatan kerja)

Jaminan untuk menjaga upah pekerja, petani atau pembantu rumah tangga, menjaga buruh dari hal-hal yang membahayakan dalam bekerja, mengganti kerugian terhadap musibah (kecelakan) kerja, termasuk proses pengobatan, penyembuhan, tempat tinggal yang sehat, batas jam kerja, uang lembur pada setiap penambahan jam kerja dan memberikan upah sebelum kering keringatnya.

9. Geriatric (Kesehatan manula)

Geriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran moderen. Kedokteran Islam sebenarnya yang pertama kali mempromosikannya. Banyak ayat-ayat Al Qur’an dan sunnah yang memerintahkan agar memelihara ayah, ibu, nenek dan orang-orang yang telah lanjut usianya atau yang seumur dengannya (jompo), menghormat kekurangan mereka, sabar terhadap mereka terlebih-lebih dalam keadaan sakit. Orang pertama yang menulis ini adalah Ibnu Sina dalam karnyanya “Al Qanun” dalam sub bab “Thibul Musinin was Syuyukh” (pemeliharaan orang-orang lanjut usia dan orang jompo).

10. Maternal and child health (Kesehatan ibu dan anak)

Pemeliharaan kesehatan ibu secara umum, ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui khususnya, tidak membebani dengan tugas-tugas yang berat sebagaimana laki-laki dan tidak memberi tugas berperang di medan laga. Islam menganggap bahwa menyusui anak merupakan bagian dari perjuangan dan sama halnya dengan jihad kaum pria, sedangkan mati ketika sedang msa itu sama dengan orang yang syahid di medan pertempuran. Demi kesehatan anak dan untuk menjarangkan kelahiran, biasanya menyusui dilakukan sepanjang dua tahun penuh.

F. Larangan Agama Terkait Kesehatan 1. Keharaman makan daging babi.

(14)

$yJ

R

˛

)

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan

binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah, Tetapi barang siapa

dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ta tidak menginginkannya dan tidak

(pula) melampaui batas, maka tidak ada c/osa baginya. Sesungguhnya Allah Maha

Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS.Al-Baqarah: 173).

Keharaman makan daging babi dimaksudkan supaya manusia terhindar dari penyakit-penyakit tertentu yang bisa timbul karena makan daging hewan yang najis itu.

Dalam kajian parasitologi dijelaskan bahwa ada golongan cacing yang disebut

"taenia". Cacing itu terbagi dua; yaitu cacing taenia saginata yang juga disebut cacing

pita sapi, dan cacing faenia solium yang juga disebut cacing pita babi, Kedua cacing ini rnemiliki banyak kesamaan, baik bentuk, cara hidup maupun gangguan yang ditimbulkan pada manusia, karena sama-sama hidup pada saturan makanan yang ada pada diri manusia. Akan fetapi cacing pita babi dapat mendatangkan gangguan yang sangat berbahaya, yakni cysticer-cosis. Gangguan ini tidak akan menimpa orang-orang yang tidak pernah makan daging babi. Sedangkan cacing pita sapi tidak mendatangkan gangguan yang serius.

Keganasan cysticercosis yang ditimbulkan cacing pita babi teisebut dapat rnerusak jaringan pembuiuh jantung, mata, otak atau otot-otot. Karena itu, gangguan yang timbul dapat berupa; payah jantung, rabun, lumpuh atau ayan. Gangguan lain yang sangat mungkin timbul akibat makan daging babi adalah trichineliosis yang gejala-gejalanya adalah muntah-muntah, diare, penyusutan saluran pencernaan, juling, penyakit usus, demam, tumor dan sesak nafas. Kematian seringkali terjadi sebagai akibat komplikasi berupa pembengkakan paru-paru atau rendahnya denyut jantung.

(15)

$yg r’fl»t

œ

ˇ%'!

$#

(

#q

ª

ZtB#u

(

#q

Ł

=2 ‘

ˇ

B

ˇ

M»t6

˝h

s $tB

N3 »oY

ł

%y u

(

#r

ª

3' $#ur

! b

˛

) OFZ2 n$

›˛

)

c r 7Łs?

˙ ˚—¸¨

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami

berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu

menyembah. (QS.Al-Baqarah: 172).

2. Keharaman darah segar.

Darah segar diharamkan oleh Allah. Rahasia keharamannya menurut sebagian ulama, karena kotor, secara naluriah menjijikkan dan diduga banyak mendatangkan kemadharatan.

Kurang lebih seperempat abad yang lalu, para dokter menemukan akibat negatif dari adanya darah pada usus besar. Hal ini dapat menimbulkan muntah darah karena terjadi kerusakan limpa, radang lambung atau usus dua belas jari. Bermula dari terbentuknya ammonia pada saiuran pencernaan, menern-bus masuk ke pembuiuh darah nadi, kemudian sampai ke hati yang segera diubahnya menjadi proline dimana terjadi penyaringan darah dan pembuangan sisanya melalui air seni. Jika terjadi kerusakan atau penurunan fungsi hati, maka perubahan amoniak menjadi proline terhambat, sehingga amoniak mengalir dari hati ke pembuiuh darah dan kadarnya daiam darah naik. Jika hal ini terjadi, maka mengganggu fungsi sel-sel otak dan sekaligus dapat mengakibatkan penyakit hati dan muntah darah meialui tenggorokan. Sebelumnya tak dike-tahui keterkaitan antara adanya darah pada saiuran pencernaan dengan efek sampingan yang terjadi, apalagi kadar protein yang sampai pada hati.

Keharaman minum darah merupakan mu'jizat AI-Qur'an yang erat kaitannya dengan kajian ilmu kedokteran yang rahasianya tersingkap baru beberapa tahun terakhir ini.

(16)

MtB

m

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging

hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang

jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu

menyembelihnya (QS.Al Maidah : 3 )

Seorang muslim akan makan hanya hewan yang disembelih menurut ketentuan hukum. Dengan disembelih, darah akan terpisah dari daging. Sebagaimana sudah dijelaskan di muka, bahwa terdapatnya darah pada saluran pencernaan makanan (perut) dapat menimbuikan penyakit yang berbahaya karena naiknya kadar amoniak dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit lever. Demikian juga, bangkai yang dapat menimbuikan penyakit berbahaya, seperti; TBC, kuman, kanker hati, penyakit-penyakit itu dapat terjadi pada manusia yang makan bangkai selama kuman kuman penyakit itu melekat di dalamnya. Allah berfirman:

@

Ł

%

Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik (QS. Al Maidah : 4 )

Seorang muslim akan merasa jijik makan daging hewan mati yang tidak diketahui kapan dan karena apa ia mati Sebab, sekali ia makan bangkai, berarti telah menelan daging busuk dan kotor yang tidak pantas dimakan manusia, apalagi mengandung darah karena dapat menimbulkan penyakit ganas.

4. Keharaman memelihara anjing. Rasulullah bersabda:

Barangsiapa memelihara anjing maka setiap hari pahala-nya akan berkurang

(17)

Jika ada anjing menjilat bejana, maka bejana itu harus dibasuh tujuh kali, satu di

antaranya dengan debu."

"Jika sekiranya anjing itu bukan merupakan komunitas tersendiri, pasti aku

perintahkan untuk membunuhnya."

Bercengkerama dengan anjing, berarti memindahkan penyakit-penyakit berbahaya. Antara lain:

a. Penyakit rabies yang banyak mematikan meskipun sudah diobati, yang kasus ini masih terjadi pada akhir-akhir ini.

b. Terserang cacing pita yang ada pada anjing, dimana berjangkitnya cacing pita itu pada tubuh manusia dengan membentuk sarang "hidated" dalam usus, juga dapat bersarang pada paru-paru, hati, pankreas, otak, atau ginjal, yang tidak dapat diobati kecuali dengan operasi bedah. Karena sarang "hidated" dapat menimbulkan bahaya besar.

c. Di dalam perut anjing ada cacing pita anjing (echino-coccus

granutosus),sedang telur-telur cacing tersebut keluar bersama ludah anjing.

Telur itu dapat merasuk pada tubuh manusia dan membentuk sarang pada otak yang dapat mengakibatkan lumpuh, pucat, ke-butaan, dan penurunan gerak refleks. Keseluruhannya mengharuskan operasi bedah.

Bercengkerama dan mencium anjing bukanlah perilaku seorang muslim, karena dapat menurunkan derajat kemanusia-annya dan terancam penyakit yang ganas. Tidak diragukan lagi, bahwa kista hidated bersarang dalam hati dapat me-ngancarn nyawa pasien yang sebagian tidak dapat diselamatkan melalui operasi bedah. Atau dapat mengakibatkan pecahnya kista tersebutnyebar ke sistem persyarafan dan terbentuknya kista-kista hidated baru pada saluran pencernaan, sekaligus merupakan gangguan kesehatan yang rumit, seperti terjadinya tumor pada otak atau tulang punggung. Pasien yang terkena kelumpuhan atau penyakit syaraf jarang yang dapat diselamatkan.

(18)

n

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,

(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk

perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu

mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak

menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)

khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan

sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

(QS.Al-Maidah: 90-91).

Khamr (arak) memberi pengaruh negatif pada jantung berupa naiknya tekanan darah, muntah darah, beri-beri, dan pembengkakan hati.

Demikian juga, khamr dapat menimbulkan pembengkakan pancreas baik yang akut atau menahun, mengakibatkan gannguan perut, penyempitan saluran empedu, hilangnya kemampuan sel-sel pancreas untuk mengeluarkan hormon-hormon. eniim-enzim. penyakit diabetes dan kurus kering (cachexia} sehingga alat pencernaan tidak mampu menyerap lemak. Rusaknya jaringan hati dan pembengkakan merupakan gangguan yang sulit disembuhkan baik operasi bedah maupun terapi kejiwaan. Pengobatan terhadapnya hanya sekedar mengurangi rasa sakit dan frekuensi serangan, karena kerusakan dan menurunkan fungsi organ tubuh tersebut sulit disembuhkan.

Kecanduan khamr dapat mendatangkan bahaya besar terhadap kesehatan jiwa, kepribadian, kelakuan dan persaan. Juga dapat mengganggu syaraf-syaraf organ tubuh sehingga menurunkan kepekaan syaraf tangan dan kaki, disamping melemahkan syaraf-syaraf otot.

(19)

lemah jantung bagi pecandu khamr lebih tinggi dibanding orang-orang yang tidak pernah minum khamr.

Secara pasti khamr bukanlah obat untuk penyakit apa pun, tidak benar bahwa khamr dapat merangsang peredaran darah pada organ tubuh dan mencegah penyempitan pembuluh darah, karena khamr tidak dapat mengurangi penyakit pada pembuluh darah yang mengakibatkan turunnya peredaran darah pada organ tubuh dan tidak mengurangi penyakit sesak nafas.

Setiap muslim wajib mencegah penggunaan obat yang mengandung alcohol dan menggantinya dengan pil atau kapsul.

6. Keharaman Zina

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang

yang khusyu' dalam sembahyangnya, Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari

(perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, Dan orang-orang yang menunaikan

zakat, Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri

mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini

tiada terceIa.

Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang

yang melampaui batas. (QS. Al mu’minuun : 1 – 7 )

(20)

Ł

"Perempuan dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari

keduanya seratus kali dera, dan janganlah betas kasihan kepada keduanya mencegah

kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari

akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekum-pulan

dari orang-orang yang beriman," (An-Nur : 2).

Orang mukmin akan senantiasa menjaga alat kemaluan-nya (dari perzinaan) karena Allah mengharamkan zina.

mengambil Iaki-laki lain sebagai piaraannya..." (QS.An-Nisa': 25).

Pria dan wanita yang berzina sama-sama tidak dapat menahan diri dari yang lain. Cinta kasih menjadi demikian mutlak antara Iaki-laki dan wanita. Laki-laki menjadi kekasih wanita dan wanita menjadi kekasih Iaki-laki. Dan perzinaan pun terjadi karena adanya cinta kasih di antara keduanya.

Karena patuh kepada Allah, maka seorang muslim menjaga alat kemaluannya. Ini berarti bahwa ia menjaga diri dari berbagai jenis penyakit keturunan yang ganas, yang ber langsung sepanjang hidupnya atau menghindarkan diri dari penyakit sipilis.

(21)

diatasi dengan jalan mengganti bagian yang rusak dengan pembuluh darah buatan yang terbuat dari bahan dakron. Operasi bedah ini sangat rumit dan membahayakan.

Penyakit sipilis dapat juga menimbulkan kanker mulut, lidah, dan tenggorokan. Akibat buruk penyakit ini selaiu mem-buru penderita sampai mati satelah merana dan tersiksa. Penyakit menular lainnya adalah gonnorhoe (kencing nanah) yang menyerang saluran air seni dengan peradangan bernanah. Hal itu beraklbal rusak dan meriyempitnya saluran air seni, bahkan bisa menjalar ke buah pelir (testis) dan saluran sperma yang dapat mengakibatkan kemandulan. Pada wanita, penyakit ini menyerang mulut rahim sehingga meradang dan timbul luka. Kemudian penyakit itu menyerang rahim, saluran rahim (tufa uterus) dan indung telur (ovarium) sehingga timbul pernanahan yang mengakibatkan kemandulan, Sedangkan mulut rahim yang tarserang penyakit gonnorrhoe dapat berkembang menjadi kanker mulut rahim. Zina mendatangkan penyakit sipilis yang dapat menjalar secara turun-menurun yang terus-menerus mengancam perubahan dan kerusakan organ tubuh, Kelumpuhan, dan keterbelakangan intelegensia (idiot).

7. Keharaman homoseks.

Allah berfirman tentang hal ikhwal kaum Nabi Luth :

t

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,Dan kamu tinggalkan

isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang

yang melampaui batas".(QS.Asy-Syu’ara’ : 165-166)

Homoseks termasuk dosa besar. Ulama fikih berbeda pendapat mengenai hukumannya. Ada yang berpendapat dihukum seperti hukuman zina. Ada yang berpendapat wajib di bunuh. Kalau harus dibunuh dengan pedang atau dibakar ? Rasulullah saw bersabda :Janganlah kamu jima’ istri-istrimu pada duburnya.' Dan beliau menyebutkan orang yang menjima' istrinya pada duburnya menyamakan dengan homoseks.

(22)

ponyakit kelamin yang paling berbahaya, yang di antaranya adalah "lympko-granulona venercum" yang mengakibatkan kerusakan dinding lubang dubur, sekaligus menghilangkan Kemampuan untuk mengeluarkan kotoran karena penyempitan dan tertutupnya lubang tersebut. Penyakit ini mengharuskan operasi bedah untuk mengambil hambatan-hambatan lubang yang sampai ke perut sehingga kotoran dapat keluar melalui usus besar. Homoseks juga dapat menyebarkan penyakit sipilis, gonnorhoe, peradangan alat kemaluan dan saluran kencing.

Bahaya psikis tidak lebih ringan daripada bahaya fisik, karena homoseks berarti kehilangan kejantanan, sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan. Jika penyakit ini telah menyerang masyarakat, maka hancurlah masyarakat itu. Kisah kaum Nabi Luth merupakan bukti nyata bagaimana keingkaran mereka menghancurkan panduan rasionya, sehingga tertimpa siksaan yang dahsyat.

Anehnya, homoseks telah menjamur pada masyarakat Eropa dan Amerika bahkan undang-undang melindunginya dan masyarakat menerimanya. Tidak diragukan lagi bahwa masyarakat yang hidup tanpa panduan nilai-nilai agama, akan sia-sia dan perilaku hewan seperti homoseks, zina dan per-buatan seksual lainnya, tersebar luas di situ.

8. Keharaman hubungan seksual di saat sedang menstruasi {haid).

t

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah

suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu

haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka

Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah

kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai

(23)

"Aku hanya memerintahkan supaya kamu menjauhi hubungan seks dengan

istri-istrimu jika mereka sedang haid. Dan tidak memerintahkan supaya mereka

keluar rumah." (AI-Hadits).

Hubungan seksual dengan wanita yang sedang haid dapat mengancam kesehatan lelaki dan wanita. Bagi lelaki, mengeluarkan darah putih karena peradangan saluran air kencing, kemudian menyerang alat keiamin dan buah pelir. Pada wanita dimungkinkan terjadi peradangan yang parah pada dinding rahim, saluran rahim dan indung telur sehingga rnengakibatkan kemandulan dan pernanahan.

¤

b

˛

)

'

! $# =

ˇ

t

t

ß

˛

/”

§

q

G9$# =

ˇ

t ur

œ

˛d

gs tFJ

ł

9$#

˙ ¸¸¸¨

"Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang ber-taubat dan menyukai

orang-orang yang mensucikan diri."' (QS.Al-Baqarah: 222).

Begitu membaca ayat tersebut, hati menjadi tenang. Seorang muslim senantiasa mensucikan diri, baik dalam ke-hidupan, perilaku maupun pergaulan.

9. Keharaman narkotik.

wur

(

#q)

ø

=

Ł

?

/

3

ˇ

r’

˛

/

n

<

˛

)

ˇ

ps3

Ł

=k

J9$#

"Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan/ (

QS.Al-Baqarah: 195).

Narkotik tidak diragukan lagi, membawa kepada kebinasaan. Oleh sebab itu narkotik, dalam berbagai coraknya baik berupa ganja, opium, suntikan bius, obal-obalan dan sejenisnya, dinaramkan. Semua ini bisa merusakkan sebagian besar kenikmatan yang diberikan oleh Allah, seperti nikmat akal, perasaan, harga diri sebagai manusia.

Kecanduan narkotik membuat si penderita hidup dalam khayalan, seluruh rabaannya bersifat palsu. Sehingga perasaan tenang dan bahagianya, pada haktkatnya mendorong pada kemungkinan yang paling jelek, yaitu merendahkan harkat kemanusiaannya.

(24)

Akibat keracunan narkotik, kesehatan seseorang menurun secara menyolok, tubuh kehilangan kekebalan untuk melawan penyakit karena kehampaan yang terus-menerus, gairah hidup hilang dan tubuh tidak mendapatkan zat-zat yang dibutuhkan secara teratur. Tubuh penderita kurus kering, kekuatannya hilang dan terjadi perubahan negatif pada perilaku dan pikiran-nya sehingga mudah marah dan kehilangan kontrol diri.

Dari situlah, timbul kejahatan yang menakutkan dan biadab. Tidak diragukan lagi, bahaya itu telah mengancam masyarakat Barat khususnya Amerika karena menjamurnya obat mariyuana dan heroin, Kecanduan terhadap hal itu benar-benar telah menimbulkan kejahatan berupa sadisme, peram-pokan dan pemerasan. Akibat-akibat tersebut merupakaVi bukti kebobrokan moralitas suatu masyarakat, sekiranya pemerintah menyadarinya, karena kontrol diri seseorang teiah hilang, harkat dirinya lenyap dan bergelimang ke dalam nafsu hewani, baik perilaku maupun pikirannya.

Hubungan keluarga menjadi retak, pranata agama dan moral susila diabaikan. Cepat atau lambat, negara akan runtuh dan peradabannya akan sirna.

10. Merokok.

"Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (

QS.At-Baqarah: 195).

Memang, berdasarkan ayat tersebul merokok diharamkan. Ilmu kedokteran dalam dua puiuh tahun terakhir ini membuktikan bahwa merokok nierupakan salah satu sebab rusaknya organ tubuh dan gangguan kesehatan yang serius. Bahkan tidak mustahil di masa datang akan menjadi sebab utama kematian yang terjadi. Mengingat banyaknya remaja yang merokok, apalagi yang berlebih-lebihan, yang dibiarkan tanpa pencegahan. Merokok memasukkan nikotin ke paru-paru merupakan satu kejahatan terhadap tubuh, terhadap kesehatan yang dianugerahkan Allah swt. Merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru yang sangat berbahayadan sulit disembuhkan, disamping kanker tenggorokan, daerah-daerah sekitar mulut, lidah, pangkreas. Merokok juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, penyakit “buerger (thromboanguistis

oberans) yakni aus tulang kaki Kaki yang harus diamputasi untuk menyembuhkannya;

merusak jaringan pembuluh darah sehingga menghambat peredaran darah ke hati, otak, dan seluruh organ tubuh, menimbulkan penyakit bronkhitis; merusak paru-paru dan lemahnya bilik jantung.

(25)

melumpuhkan paru-paru. Pembuluh darah paru-paru membengkak dan tekanan pada bilik jantung menurun.

Uraian diatas memberikan argumentasi kuat bahwa merokok itu haram karena dapat membinasakan diri sendiri. Umat islam yang dilahirkan sebagai umat terbaik diantara manusia tentunya akan selalu ”amar ma’ruf nahi munkar”, beriman kepada Allah. Mereka akan bertindak keras terhadap yang kafir dan berkasih sayang antar sesama muslim. Setiap kaum muslimin dituntut untuk menjaga kesehatan dan keselamatan tubuhnya karena di pundak merekalah kejayaan Islam berada.

11. Yang diharamkan karena susuan

MtB

m

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang

perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu

yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan

dari saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari

saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan

sepersusuan.(QS. An Nisaa : 23)

Ilmu kedokteran mutakhir menyimpulkan bahwa kanker payudara bisa menular melalui susuan. Terbukti bahwa ibu yang berasal dari satu rumpun keluarga pengidap kanker payudara air yusunya mengandung virus kanker. Sebagal contoh, seorang ibu yang mengidap kanker payudara menyusui anak, baik anak kandung sendiri maupun dari keluarga lain, maka ia telah memasukkan virus-virus kanker pada anak tersebut. Seseorang yang ketika masa kanak-kanak menetek air susu yang mengandung virus kanker maka virus itu dapat menular dan menjalar pada diri dan keluarganya. Oleh sebab itu. salah satu hikmah keharaman menikahi saudara-saudara perempuan yang sesusuan adalah mencegah menjalarnya kanker payudara, karena tumbuhnya kanker payudara dari proses air susu lebih tinggi frekuensinya.

(26)

pada suku Parsi Bombay India. Suku Parsi adalah suku terasing dan perkawinan hanya diperbolehkan antara anggota suku sendiri. Kenyataan menunjukkan bahwa 50 dari seratus wanita mengidap kanker payudara. Sedang wanita-wanita muslim yang mengidap penyakit itu jauh lebih rendah persentasenya. Dari penelitian itu didapatkan argumentasi yang kuat tentang hikmah diharamkannya perkawinan dengan saudara-saudara wanita dalam tata hukum Islam.

G. PUSTAKA

Aly, Abdullah; Shobron, Sudarno, 1997, Studi Islam 3, Serial Al Islam dan

Kemuhammadiyahan, Lembaga Studi Islam, Universitas Muhammadiyah

Surakarta. Hal: 147-179

Hasan Kasule, Omar, 2008, Kuliah Kedokteran Islam, FOKI, Yogyakarta. Hal: 243-245 Su’dan, R.H., 1997, Al Qu’an dan Panduan Kesehatan Masyarakat, PT. Dana Bhakti

Prima Yasa, Yogykarta. Hal: 10-22.

Syauqi Al Fanjari, Ahmad, 1996, Nilai-Nilai Kesehatan dalam Syari’at Islam, Bumi Aksara, Jakarta.

Shihab, M. Quraish, Wawasan Al-Qur'an tentang Kesehatan (Suplemen) dalam

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kasus seperti ini, kalangan ulama berbeda pendapat, ada di antara mereka yang menerima at- ta‘dîl terhadap periwayat tsiqah tadi, dengan alasan jika

Sebagian ulama berpendapat bahwasannya isteri yang murtad itu diperbolehkan untuk melakukan pengasuhan terhadap anaknya, karena ibu memiliki kasih sayang yang lebih

Hasil dari menelitian ini adalah bahwa penelitian tentang konsep dan tujuan pendidikan Islam ini ada dua: Pertama: Bahwa konsep pendidikan Islam yang bersumber

Para ulama sepakat bahwa seorang pemimpin wajib mengatur seluruh aspek kehidupan manusia berdasarkan syariat Allah, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya,

Menurut Ibnu Hajar mimpi juga merupakan permisalan- permisalan yang di buat oleh Allah untuk hamba sesuai dengan kesiapan (hamba tersebut), melalui perantara malaikat

Dalam penjajakan awal, penulis menemukan tiga orang sedang beradu pendapat tentang Asuransi takaful cabang Banjarmasin dikatakan oleh Wardiansyah seorang nasabah

Menurut Imam Nawawi, jumhur ulama berpendapat ketiga hal yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah itu (wanita, keledai dan anjing) tidak akan membatalkan

Ada juga yang berpendapat ia adalah peniupan pertama, di mana semua yang masih hidup ketika itu langsung mati bergelimpangan.9 Bunyi yang di isyaratkan dalam Al Qur’an sangatlah syarat