• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbedaan Bank Umum BU dan Bank Perkredi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "perbedaan Bank Umum BU dan Bank Perkredi"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “ Bank Umum dan BPR

Dosen Pengampu : Wiwiek Kusmaning Asmoro,

Disusun Oleh :

1. Rina Lismawati (931325816) 2. Sri Wahyuni (931324116)

Kelas G

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

JURUSAN SYARIAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI

2017

BAB I

PENDAHULUAN

(2)

Bank merupakan salah satu lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menyimpan dan memberikan dana kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Selain menghimpun dana masyarakat, bank juga mempunyai banyak produk jasa lain yang memberikan kemudahan bagi para nasabah untuk memanfaatkan jasa perbankan.

Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bankadalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dalam perbankan, ada beberapa jenis jasa yang ditawarkan oleh bank seperti jasa kliring, inkaso, jasa transfer, pertukaran uang (Money Changer), rekening Koran, bank garansi dan lainnya. Jasa yang ditawarkan tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian perbankan kepada masyarakat selain melakukan tugasnya yang menghimpun dana dan menyalurkan kembali kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat bisa melakukan perekonomian dengan tenang dan tidak mengalami kesulitan dalam berekonomi.

Dari pemaparan di atas kita bisa mengambil beberapa hal yang perlu dibahas seperti a) fungsi dan usaha bank umum serta bank perkreditan rakyat b) jenis – jenis bank umum serta bank perkreditan rakyat c) perbedaan bank umum serta bank perkreditan rakyat.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana fungsi dan usaha bank umum ?

2. Bagaimana fungsi usaha bank perkreditan rakyat ? 3. Bagaimana jenis – jenis bank umum ?

4. Bagaimana jenis – jenis Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ?

5. Bagaimana perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat ?

C. Tujuan

1. Mengetahui fungsi dan usaha bank umum.

2. Mengetahui fungsi usaha bank perkreditan rakyat. 3. Mengetahui jenis – jenis bank umum

4. Mengetahui jenis – jenis Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

(4)

utama atau pokok bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tidak berbeda satu sama lain.1

Sesuai dengan Undang- Undang Nomor. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Bab III pasal 5, menurut jenisnya bank terdiri dari atas Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).2

A. FUNGSI DAN USAHA BANK UMUM 1. Usaha Bank Umum Konvensional

a. Menghimpun dana (Funding)

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan memeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini di kenal juga dengan kegiatan funding.Kegiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering sisebut dengan rekening atau account.Jenis – jenis simpanan yang ada selama ini

 Simpanan giro, simpanan giro merupkan simpanan

pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan cek atau bilyet. Kepada setiap pemegang rekening atau giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama jasa giro. Besarnya jasa giri tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro biasa digunkan oleh para usahawan, baik untuk perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank jasa giro merupakan dana murah karena bunga yang diberikan kepada nasbah relative lebig rendah dari bunga simpanan lainnya.

1 Dr. Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015). Hal., 32

(5)

 Simpanan tabungan, merupakan simpanan pada

bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dilakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikkan, kuntansi atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kepada pemegang rekening tabungan akan diberi bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama halnya sperti simpanan rekening giro, besarnya tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam praktinya Bungan tabungan lebih besar dari bunga giro.

 Simpanan Deposito, merupakan simpanan yang

memilki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan secara jangka waktu tersebut. Namun, saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannua dapat dilakukan setiap saat. Jenis deposito pun beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan

deposito on call.

b. Menyalurkan dana (Lending)

(6)

Demikian pula jumlah serta tingkat suku Bungan yang ditawarkan. Secara umum jenis –jenis kredit yang ditawarkan meliputi:

 Kredit Investasi, merupakan kredit yang diberikan

kepada pengusaha yang melakuakn investasi atau penanaman modal. Biasanya kredit jenis ini memilki jangka waktu yang relative panjang, yaitu diatas satu tahun. Contoh jenis kredit ini adalah kredit untuk membangun pabrik atau membeli peralatan mesin pabrik.

 Kredit Modal Kerja, yang digunkan sebagi modal

usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek, yaitu krang lebh satu tahun. Contoh kerdit ini adalah untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan modalmkerja lainnya.

 Kredit perdangan, merupakan kerdit yan diberikan

kepada pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas kegiatan perdangannya. Contoh jenis kredit ini adalah kredit untuk membeli barang dagangan yang diberikan kepada para supplier atau agen.

 Kredit produktif, merupakan kredit yang berupa

investasi, modal kerja. Dalam arti kredit ini diberikan untu diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai

 Kredit konsumtif, merupakan kredit yang digunakan

(7)

 Kredit profesi, merupakn kredit yang diberikan

kepada oara kalangan pfofsionak sperti dosen, dokter atau pengacara.

c. Memberikan jas – jasaa bank lainya (service).

Jasa jasa bank lainnya merupakan kegiatan peninjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Sekalipun sebagi kegiatn penunjang, kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah. Semakin lengkap jasa – jasa bank yang dapat dilayani oleh suatu bank maka akan semakin baik. Dalam praktinya jasa –jasa bank an ditawarkan meliputi:

 Kiriman uang (transfer), merupakan jasa pengiriman

uang lewat bank. Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank berlainan. Pengiriman uang jug adapt dilakukan dengan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri.

 Kliring, merupakan pengihan warkat (surat – surat

berharga sepereti cek, bilyet, dan giro) yang berasla dari luar kota atau luar negeri. Prosess penagiahan lewat inkaso tergantung jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 minggu sampai 1 bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimangan lainnya.

Safe Deposit Box, atau dikenal dengan safe loket. Jasa

(8)

Bank card (kartu kredit), kartu ini dapat dibelanjakan

diberbagi tempat perbelanjaan atau tempa – tempat hiburan. Kartu ini juga dapat digunakan untuk mengambil uang tunai di ATM. Pemiliki kartu kredit dikenakan biayaiuran tahunan yang besarnya tergantung dari bank yang mengeluarkan.

 Bank Notes, merupakan penukaran valuta asing.

Dalam jual beli bank notes bank menggunkana kurs (nilai tukar rupiah dengan mata uang asing,)

 Bank Garansi, merupakan jaminan bank yang

diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai suatu usaha, dengan jaminan bank ini si pengusaha memperoleh fasilitas untuk melakukan kegiatannya dengan pihak lain.

 Bank draft, merupakan wesel yang dikeluarkan oleh

bank kepada para nasabahnya. Wesel ini dapat diperjualbelikan apabila nasbah membutuhkannya.

Letter of Credit (L/C), merupakan surat kredit yang

diberikan eksportir atau importer yang digunakan untuk melakukakan pembayaran atas transaksi – transaksi impor dan ekspor yang mereka lakukan.

 Cek Wisata, merupakan cek perjalanan yang biasa

digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran diberbagai tempat pembelanjaan atau tempat hiburan

 Menerima setoran –setoran, dalam hal ini bank

(9)

1. Pembayaran pajak

2. Pembayaran telepon

3. Pembayaran air

4. Pembayaran listrik

5. Pembayaran uang kuliah3

2. Fungsi dan Kegiatan Usaha Bank Umum syariah

a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

 Giro berdasarkan prinsip wadi’ah.

 Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah.

 Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah.

b. Melakukan penyaluran dana

 Transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah,

istishna, ijarah, salam, dan jual beli lainnya.

 Pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah,

musyarakah, dan bagi hasil lainnya.

 Pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip hiwalah, rahn,

qardh, membeli, menjual dan/ atau menjamin atas risiko sendiri surat‐surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata (underlying transaction) berdasarkan prinsip Jual‐beli atau hiwalah.

(10)

 Membeli surat ‐surat berharga pemerintah dan/ atau Bank

Indonesia yang diterbitkan atas dasar prinsip syari’ah.

c. Memberikan jasa-jasa:

 Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri

dan/atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah.  Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga

yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antarpihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah.  Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan

surat ‐surat berharga berdasarkan prinsip wadi’ah yad amanah.

 Melakukan kegiatan usaha kartu debet berdasarkan

prinsip ujr.

 Melakukan kegiatan penitipan termasuk

penatausahaannya untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak dengan prinsip wakalah.  Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada

nasabah lain dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek berdasarkan prinsip ujr.

 Memberikan fasilitas letter of credit (LC) berdasarkan

prinsip wakalah, murabahah, mudharabah, musyarakah, dan wadi’ah, serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kafalah.

 Melakukan kegiatan usaha kartu debet berdasarkan

prinsip ujr.

d. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui oleh Dewan Syariah Nasional4.

Perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional adalah terletak pada prinsip yang digunakan. Bank syariah beroperasi menggunakan prinsip bagi hasil untuk menghindari riba, sedangkan bank konvensional menggunakan bunga dalam operasi dan berprinsip meraih

4 http://lista.staff.gunadarma.ac.id//downloads

(11)

untung sebesar– besarnya. Selain itu pada bank syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah sedangkan pada bank konvensional tidak ada. Perbedaan kedua system dapat dilihat dari sisi penghimpunan dan penyaluran dana. Dari sisi penghimpunan dana kedua sistem perbankan ini bertujuan untuk memobilisasi dana masyarakat. Namun dalam system syariah dimaksudkan untuk memobilisasi dana masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan konvensional, karena adanya masalah bunga. Dalam pembiayaan atau penyaluran dana, sistem perbankan konvensional menekankan pada hubungan antara debitur dan kreditur, sedangkan sistem syariah lebih menekankan pada prinsip keleluasaan dalam akad kredit dan kemitraan. Selain itu juga ada perbedaan yang menyangkut aspek hukum, struktur organisasi, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja.

Bank Konvensional, Produk penghimpunan dana antara lain adalah

giro, tabungan dan deposito. Penyaluran dana dapat berbentuk kredit konsumsi, kredit investasi dan kredit modal kerja.Sedangkan produk jasa berbankan konvensional, misalnya jasa konsultansi, pengurusan transaksi ekspor dan impor, valuta asing, dan lainnya.

Bank Syariah, Penghimpunan dana pada bank syariah menerapkan prinsip Wadi’ah dan Mudhararabah. Prinsip Al-Wadi’ah yaitu serbagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kepada si penitip.Prinsip Al-Wadiah (trust depository) dapat di bagi atas Al-WadiahYad Amanah danAl-Wadiah Yad Adh Dhamanah. Aplikasi konsep Al -danAl-Wadiah Yad Amanah dalam banksyariah adalah pihak yang menerima titipan tidak boleh menggunakan dan memanfaatkan uang atau barang yang dititipkan, jadi harus dijaga sesuai dengan kelaziman. Dalam ini penerima titipan dapat membebankan biaya titip kepada penitip.

(12)

Prinsip Mudharrabah penyimpan atau deposan bertindak sebagai pemilik modal (syahibul mall), bank sebagai mudharrib (pengelola dana). Dana tersebut digunakan bank untuk melakukan murabahah, mudharrabah dimana kedua hasil ini akan dibagi hasilkan berdasarkan nisbah yang disepakati dalam hal bank menggunakannya untuk melakukan mudharrabah kedua, maka bank bertanggungjawab penuh atas kerugian yang terjadi. Rukun Mudharrabah terpenuhi sempurna ada mudharrib, ada pemilik dana, ada usaha yang akan dibagihasilkan, ada nisbah dan ada ijab Kabul. Prinsip ini diaplikasikan pada produk tabungan berjangka dan deposito berjangka.

Penyaluran dana pada bank Syariah dilakukan melalui pembiayaan dengan prinsip jual beli, pembiayaan dengan prinsip sewa, dan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. Prinsip pembiayaan dengan jual beli dilaksanakan sehubungan dengan perpindahan kepemilikan barang atau benda (transfer of property). Tingkat keuntungan bank ditentukan didepan dan menjadi bagian harga atas barang yang dijual. Transaksi jual beli dapat dibedakan berdasarkan bentuk pembayarannya dan waktu penyerahan barangnya, yaitu sebagai berikut.:

a) Pembiayaan Al Murabahah (Ba’i). Jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam hal ini penjual harus memberitahu harga pokok yangia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahan sedangkan pembayaran dilakukan dengan cara cicilan. Contoh, pembiayaan konsumtif dalam pembelian kenderaan bermotor, rumah atau investasi modal kerja.

(13)

c) Istishna’, merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang, dalam kontrak itu pembuat barang menerima pesanan dari pembeli. Pembuat barang lalu berusaha melalui orang lain untuk membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yang telah disepakati dan menjualnya kepada pembeli akhir. Kedua belah pihak bersepakat atas harga serta sistem pembayaran, apakah pembayaran dilakukan dimuka, melalui cicilan atau ditangguhkan sampai suatu waktu dimasa datang. Contoh transaksi bank sebagai penjual kepada pemilik proyek, pembeli atau mensubkan kepada sub kontraktor.

d) Prinsip pembiayaan dengan sewa (ijarah). Pada prinsipnya sama dengan jual beli tetapi perbedaannya pada jual beli objek transaksi adalah barang, tetapi pada ijarah objek transaksinya adalah jasa.

Perbedaan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah dapat diringkas dalam Tabel berikut:

Tabel 1. Perbedaan Sistem antara Bank Konvensional dan Bank Syariah No

.

Bank Konvensional Bank Syariah

1. Investasi halal dan haram Investasi yang halal saja

2. Status bank “intermediary” Status bank “intermediary dan investor”

3. Sistem bunga dan fee Sistem bagi hasil, margin dan fee

4. Bunga atas dasar pokok Nisbah bagi hasil dari proyeksi penjualan

5. Pembayaran bunga tidak mempertimbangkn

Usaha

Pembayaran bagi hasil tergantung realisasi

(14)

6. Bank tidak menanggung resiko Bank ikut menanggung resiko usaha

7. Kehalalan bunga diragukan Halal

8. Tidak ada Dewan Pengawas

10. Berkontribusi dalam terjadinya kesenjangan

antara sektor riil dengan sektor moneter.

Menciptakan keserasian diantara keduanya.

11. Memberikan peluang yang sangat besar untuk

sight streaming (penyalah gunaan dana pinjaman)

Sumber: Muhammad Syafii Antonio (2001), Bank Syariah : Dari Teori ke Praktek (Gema Insani Press bekerjasama dengan yayasan Tazkia Cendekia)5

B. FUNGSI USAHA BANK PERKREDITAN RAKYAT

Usaha BPR meliputi usaha untuk menghimpun dan menyalurkan dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Keuntungan BPR diperoleh dari spread effect dan pendapatan bunga. Adapun usaha-usaha BPR adalah:

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya

(15)

yang dipersamakan dengan itu. 2. Memberikan kredit.

3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.

4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR apabila BPR mengalami over likuiditas.

Sedangkan Usaha yang Tidak Boleh Dilakukan BPR. Ada beberapa jenis usaha seperti yang dilakukan bank umum tetapi tidak boleh dilakukan BPR. Usaha yang tidak boleh dilakukan BPR adalah:

1. Menerima simpanan berupa giro.

2. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.

3. Melakukan penyertaan modal dengan prinsip prudent banking

dan concern terhadap layanan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.

4. Melakukan usaha perasuransian.

5. Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana yang dimaksud dalam usaha BPR.6

C. JENIS – JENIS BANK UMUM

Jenis – jenis bank umum konvensional, terbagi menjad dua:

a. Bank Umum Milik Negara, seperti: Bank MAndiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara

b. Bank Umum Milik Swasta Asing, sperti: Bank Central Asia, Bank Niaga, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia.

Bank Umum Syari’ah terbagi menjadi lima jenis yaitu:

(16)

a. Bank Pemerintah syari’ah seperti: bank BTN Syari’ah

b. Bank Swasta Nasioanal devisa seperti: Bank BNI syari’ah, Bank Mega syari’ah, Bank Muamalat Indonesia, Bank syari’ah mandiri

c. Bank swasta Nasional non devisa seperti: Bank BCA syari’ah, Bank BRI Syari’ah, Bank syari’ah Bukopin

d. Bank Campuran seperti: Bank My Bank Indonesia,

e. Bank pembangunan daerah seperti, bank BPD Aceh syari’ah, bank DKI syari’ah, Bank NTB syari’ah.7

D. JENIS – JENIS BANK PERKREDITAN RAKYAT

Status BPR diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.8

E. PERBEDAAN ANTARA BANK UMUM DAB BANK RAKYAT

No Perbedaan Bank Umum Bank Perkreditan

Rakyat 1. Pengertian Bank yang melaksanakan

kegiatan usaha secara

(17)

yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat

memberikan jasa

perbankan yang ada. Begitu pila dengan wilayah operasinya dapat dilakukan diseluruh

Cek dan bilyet giro Tidak ada

4. Pembiayaa n kredit

Investasi, Modal kerja, dan konsumtif

Terbatas

5. Jangkauan Internasional dan nasional Lokal atau daerah 6. Jasa

Giro, Tabungan, Deposito Tabungan, dan Deposito berjangka10

9 Dr. Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015). Hal., 20-21

(18)

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Menurut jenisnya bank di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Jasa perbankan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian dewasa ini. Hal ini dikarenakan oleh semakin banyaknya kegiatan perekonomian yang dimasuki oleh masyarakat sehingga masyarakat akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan perekonomian. Untuk itu, pengetahuan mengenai bank dan berbagai produk jasanya harus dipupuk sedini mungkin meski hanya sebatas pengetahuan saja sehingga pengetahuan semakin meningkat dan mendapatkan informasi terlebih dahulu mengenai jasa produk perbankan. Dewasa ini juga banyak bank-bank yang berprinsip pada syariah.

Demikian yang bisa kami simpulkan pada makalah kali ini. Kami merasakan banyak sekali kekurangan baik dari segi isi, tampillan,cara penulisan dan lainnya. Maka kami sangat membuka diri untuk menerima berbagai tulisan, kritik dan saran yang membangun demi hasil tulisan yang lebih bagus.

Saran

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015).

Dr. Thomas Suyatno M.M., dkk, Kelembagaan Perbankan, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003).

http://danperbedaaanblogspot.com/2016/04/perbedaan-bank-umum-dan-bpr. diakses tgl 23-03-2017, 12:45

http://any.web.id/jenis-jenis-bank-umum.info. diakses tgl 23-03-2017, 12:50

www.academia.com, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”Bank Perkreditan Rakyat”. Diakses tgl 21-03-2017, 16:20

Jurnal Nuryati Amethysa Gendis Gumilar. STIE- AUB Surakarta.

Gambar

Tabel 1. Perbedaan Sistem antara Bank Konvensional dan Bank Syariah

Referensi

Dokumen terkait

Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita bahwa jasa pembayaran nontunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank (LSB), baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara

Inkaso merupakan kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk

PT Bank BJB, Tbk Kantor Cabang Surakarta sebagai salah satu peserta kliring membantu kelancaran program yang telah dibentuk oleh Bank Indonesia dengan menyediakan pelayanan

Bagi Bank A, jasa giro pada tanggal 24 Januari hanya diberikan terhadap bagian saldo Rekening Giro Rupiah yang ditempatkan untuk pemenuhan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan pada perbankan syariah (Bank Syariah Mandiri) dan perbankan konvensional (Bank Negara Indonesia) dapat

Kliring merupakan jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan dilembaga kliring (Penagihan warkat seperti cek

Bank akan memberikan bunga/jasa giro secara berkala atas pengendapan Dana pada Rekening yang besarnya sesuai dengan ketentuan bunga/jasa giro yang berlaku pada

Setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, pengaturan dan pengawasan sektor perbankan yang semula berada pada Bank