• Tidak ada hasil yang ditemukan

20 KISAH PARA ULAMA Jilid 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "20 KISAH PARA ULAMA Jilid 1"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

20 KISAH PARA ULAM A

Jilid 1

Disusun oleh :

Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-M irluny

Disebarkan oleh :

(2)

M uqaddimah

Ini adalah 20 Kisah Para Ulama Jilid 1. Kisah ini sudah kami share di facebook melalui akun kami, t ahun yang lalu dan sekarang kami buat arsip nya. Agar lebih t ersebar manfaat nya, insya’Allah. Semoga Allah Subhanahu w a t a’ala menjadikan ini sebagai ladang amal bagi kami, bagi pembaca dan orang yang mengambil faidah nya.

Semoga bermanfaat .

(3)

20 FAIDAH DARI KISAH PARA ULAM A DALAM M ENUNTUT ILM U

Bismillah. Alhamdulillah.

Semoga Shalaw at dan Salam t ercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi w a sallam, kepada keluarga beliau, sahabat beliau dan orang – orang yang mengikut i beliau dengan baik sampai akhir zaman.

Amma ba’du :

M embaca kisah – kisah para ulama didalam mencari ilmu t ermasuk salah sat u kiat akan kit a termot ivasi unt uk menunt ut ilmu dan mencari ilmu. Karena didalamnya disebut kan perjuangan mereka dalam mendapat kan ilmu, mulai dari pengorbanan, perjuangan dan set erusnya. Berikut ini diant ara kisah t ersebut :

KISAH 1 : SYU’BAH BIN HAJJAJ

(4)

berkat a : “ Saya sedang sakit.” Syu’bah bin Hajjaj berkat a : “ Hanya sat u hadit s saja, t olong ajarkan aku.” Kemudian Khalid memberit ahukan hadit s t ersebut . Set elah selesai, Syu’bah berkat a kepadanya : “ Sekarang anda boleh mat i (ist irahat ), kalau mau.” [Syarafu Ashhabil Hadit s (hal 116), Khat ib al-Baghdadi]

Syu’bah juga bercerit a : “ Saya menjual bejana w arisan ibu saya seharga t ujuh dinar unt uk biaya belajar.” [Tadzkirat ul Huffazh (1/ 195), Adz-Dzahabi]

Imam Ahmad Rahimahullah bercerit a : “ Syu’bah t inggal di t empat Hakam bin Ut bah, selama 18 bulan. Beliau menjual penyangga dan t iang rumahnya unt uk biaya belajar.” [Al’Ilal bi M a’rifat ir Rijal, Imam Ahmad]

KISAH 2 : JA’FAR BIN DURUSTUW AIH

(5)

mendengarkan kajian nya, karena penuh sesaknya manusia. Saya melihat seorang yang sudah t ua di majelis t ersebut , kencing di jubahnya, karena khaw at ir t empat duduknya diambil apabila ia berdiri unt uk kencing.” [Al-Jam i’ li Akhlaqir Raw i w a Adabis Sami’ (2/ 199), Khat ib al-Baghdadi]

KISAH 3 : IBNU JANDAL AL-QURTHUBY

(6)

bisa keluar darinya, mendapat kan majelis Syaikh dan menghadirinya, sement ara saya dalam keadaan yang sangat memalukan sepert i it u.” [Inaabat ur Ruw at ala Anbain Nuhaat (3/ 363), al-Qift hy dengan saduran]

KISAH 4 : M UHAM M AD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I

Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah bercerit a : “ Saya seorang yat im yang t inggal bersama ibu saya. Ia menyerahkan saya ke kut t ab (sekolah yang ada di masjid). Dia t idak memiliki sesuat u yang bisa diberikan kepada sang pengajar sebagai upahnya karena mengajari saya. Saya mendengar darinya (guru) hadit s at au pelajaran, kemudian saya menghafalnya. Ibu saya t idak memiliki sesuat u unt uk membeli kert as. M aka set iap saya menemukan sebuah t ulang put ih, saya mengambilnya dan menulis diat asnya. Apabila sudah penuh t ulisanya, saya menaruhnya didalam guci/ bot ol besar yang sudah t ua.” [Jami’u Bayanil Ilmi w a Fadhlihi (1/ 98), Ibnu Abdil Baar]

(7)

KISAH 5 : HAM ID AL-ISFIRAYAINI

Salim Ar-Razy Rahimahullah mencerit akan bahw a Syaikh Hamid al-Isfirayaini Rahimahullah pada aw alnya adalah seorang sat pam disebuah rumah. Beliau belajar ilmu dengan cahaya lampu dit empat jaganya karena t erlalu fakir dan t idak mampu membeli minyak unt uk lampunya. Beliau makan dari gaji nya. [Thabaqat us Syafi’iyah Al-Kubra (4/ 61), As-Subki]

KISAH 6 : AHM AD AL-ASHBAHANI

Ahli Hadit s Ahmad bin M uhammad Al-Ashbahani Rahimahullah berangkat dengan t ergesa – gesa ke Baghdad ket ika masih berusia enam belas t ahun unt uk bert amu dengan ulama hadit s Abu Nashir az-Zainabi Rahimahullah dan mengambil dirinya hadit s – hadit s Ali bin Al-Ja’d Rahimahullah yang diriw ayat kan dari Syu’bah Rahimahullah. Ket ika sampai di Baghdad beliau mendapat kan kabar bahw a Abu Nashr Az-Zainabi t elah w afat . Al-Ashbahani menangis dan bert eriak : “ Darim ana saya bisa mendapat kan hadit s Ali bin Al-Ja’d riw ayat Syu’bah lagi?” [Tadzkirat ul Huffazh (4/ 1284), Adz-Dzahabi]

(8)

KISAH 7 : ABU HATIM AR-RAZI

Imam Abu Hat im Ar-Razi Rahimahullah berkat a : “ Saya t inggal di Bashrah selama delapan bulan pada t ahun 241 H. Didalam hat i saya ingin t inggal selama set ahun (aga bisa berlajar ilmu lagi), t et api saya kehabisan nafkah. M aka saya menjual pakaian – pakaian saya sedikit demi sedikit , sampai saya bet ul – bet ul t idak memiliki nafkah lagi.” [Al-Jarh w a Ta’dil (hal 363), Ibnu Abi Hat im]

Imam Abu Hat im Ar-Razi Rahimahullah juga bercerit a : “ Kami berada di M esir selama t ujuh bulan dan t idak pernah merasakan kuah makanan (karena sibuk unt uk belajar sehingga t idak ada w akt u unt uk memasak makanan yang berkuah). Siang hari kami berkeliling ke para M asyaikh (guru) dan malam hari kami gunakan unt uk menulis dan mengoreksi cat at an kami.

(9)

Lebih dari t iga hari ikan t ersebut belum sempat dimasak karena kesibukan menunt ut ilmu, hingga hampir busuk. Kami memakan nya ment ah – ment ah karena t idak punya w akt u unt uk menggorengnya. “ Ilmu it u t idak akan bisa diraih dengan badan yang sant ai.” [Al-Jarh w a Ta’dil (1/ 5), Ibnu Abi Hat im]

KISAH 8 : IBNU JARIR ATH-THABARY

Abu M uhammad Al-Firghani Rahimahullah berkat a : “ Imam Ibnu Jarir At h-Thabari Rahimahullah melakukan perjalan (rihlah unt uk menunt ut ilmu) ket ika usianya baru dua belas t ahun. Ayahnya mengizinkan nya unt uk pergi selama hidupnya, dia (ayahnya) mengirimkan sesuat u sebagai bekal unt uk belajar. Ibnu Jarir bercerit a : “ (Pernah) t erjadi ket erlambat an (kirim an) nafkah dari orangt ua saya, sehingga saya t erpaksa merobek kedua kant ong jubah saya dan menjualnya (unt uk biaya belajar).” [Tadzkirat ul Huffazh (3/ 711), Adz-Dzahabi]

(10)

M uhammad Rahimahullah. Beliau memint a pena dan kert as kemudian menulis doa t ersebut . Beliau dit anya : “ Wahai Imam, apakah anda masih menulis ilmu dalam keadaan sepert i ini – yakni dalam keadaan sakarat ul maut -?” Beliau –Ibnu Jarir- menjaw ab : “ Seharusnya seseorang t idak meninggalkan mencari ilmu sampai ia mat i.” [Kunuzul Ajdad, M uhammad Kurdi Ali]

KISAH 9 : ABDULLAH BIN FARRUK AL-QAIRUW ANI

Abdullah bin Farruk al-Qairuw ani Rahimahullah pergi menemui Imam Abu Hanifah An-Nu’man Rahimahullah unt uk belajar darinya. Ket ika Abdullah duduk dirumah Abu Hanifah, t iba – t iba bat u jat uh dari at as rumah Abu Hanifah t epat m engenai kepala Abdullah hingga ia t erluka dan darahnya mengucur. (Kat a Abdullah Al-Qairuw ani) Abu Hanifah berkat a kepada ku : “ Apakah engkau memilih harga denda at au memilih t iga rat us hadit s?” M aka saya menjaw ab : “ Saya memilih t iga rat us hadit s.” Kemudian beliau mengajarinya 300 hadit s t ersebut .

(11)

KISAH 10 : HISYAM BIN AM M AR

(12)

Saat it u saya berkat a : “ Anda (w ahai Im am M alik) t elah menzhalimi saya. Orang t ua saya menjual rumahnya dan mengirim saya unt uk belajar kepadamu. Saya bangga bisa belajar dari anda. Anda t elah memukul saya lima belas kali cambukkan t anpa ada kesalahan yang saya lakukan. Saya t idak menghalalkan anda.” Imam M alik berkat a : “ Apa t ebusan dari kezaliman it u?” Saya berkat a : “ Tebusan nya engkau harus mengajarkan saya lima belas hadit s.” Imam M alik lalu membacakan kepada saya lima belas hadit s. Set elah selesai, saya berkat a kepadanya : “ Wahai Imam, pukullah saya lagi dan t ambahlah hadit s kepada ku..!” Imam M alik t ersenyum dan beliau berkat a : “ Pergilah dan pulanglah.” [M a’rifat ul Qurra’ (1/ 196), Adz-Dzahabi]

KISAH 11 : ABDURRAHM AN AL-QASHIM AL-M ISHRI

(13)

Suat u ket ika saya dat ang, sepert i biasa. Saya bersandar dipalang pint unya unt uk menunggu beliau keluar shalat , kemudian saya bert anya t ent ang semua yang ingin saya t anyakan. Saya sangat mengant uk dan (akhirnya) t ert idur. Imam M alik keluar ke masjid dan saya t idak menyadarinya. Seorang budak perem puan kulit hit am membanugnkan saya dengan kakinya dan berkat a : “ Tuan mu sudah keluar ke masjid. Dia t idak lalai sebagaimana kelalaian mu.” [Tart ibul M adarik (3/ 250), Qadhi Iyadh]

KISAH 12 : ASAD BIN FURRATH

Asad bin Furrat h Rahimahullah pergi ke Irak unt uk belajar kepada Imam M uhammad bin Hasan Asy-Syaibani Rahimahullah. Ket ika sampai kepadanya, Asab berkat a kepada beliau : “ Saya seorang asing yang miskin, kajian mu sedikit , sement ara muridm u banyak, bagaimana caranya agar saya bisa mendapat kan ilmu sebanyak mungkin dari anda? Sekalipun murid anda banyak dan saya t erpaksa segera meninggalkan anda sebent ar lagi?”

(14)

malamku unt uk mu sendirian. Anda bermalam bersamaku dan aku akan mengajarimu ilmu.”

Asad berkat a : “ Saya bermalam bersamanya dirumahnya. Beliau menemui saya dan menaruh sebuah kendi air disamping nya. Beliau mulai membaca. Apabila malam sudah larut dan saya mengant uk, maka beliau penuhi t angan nya dengan air dan dipercikkan nya ke w ajahku, hingga saya t erjaga kembali. Ini t erus berlangsung sampai saya menyelesaikan ilmu yang ingin saya dapat kan darinya.” [Bulughul Amaani fi Sirah M uhammad bin Hasan Asy-Syaibani, Al-Kaut sari]

KISAH 13 : ABU ALI AL-HASAN AL-BALKHI

(15)

KISAH 14 : M UHAM M AD BIN THAHIR AL-M AQDISI

M uhammad bin Thahir Al-M aqdisi Rahimahullah bercerit a : “ Saya t inggal di Tunis bersama Abu M uhammad bin Al-Haddad Rahimahullah. Bekal saya semakin menipis hingga yang t ersisa hanya sat u dirham saja. Saat it u saya but uh rot i dan kert as unt uk menulis. Saya bingung, kalau saya belikan rot i, maka saya t idak ada (uang unt uk) beli kert as unt uk menulis. Jika dipakai beli kert as maka saya t idak akan m akan rot i. Kebingungan ini berlanjut sampai t iga hari dan selama it u pula saya t idak merasakan makan sama sekali.

(16)

Beliau juga bercerit a : “ Saya pernah kencing darah dua kali saat belajar hadit s, sekali di Baghdad dan sekali lagi di M ekkah. Karena saya berjalan t anpa alas kaki di Baghdad dan di M ekkah dibaw ah t erik sinar mat ahari yang menyengat , sehingga saya mengalami hal t ersebut . Saya t idak pernah naik kendaraan sama sekali ket ika belajar hadit s kecuali sekali saja dan saya membaw a kit ab di pundak saya.” [Tadzkirat ul Huffazh (4/ 124), Adz-Dzahabi]

KISAH 15 : AL-BUKHARI

Imam Al-Bukhari Rahimahullah bercerit a : “ Saya menemui Adam bin Abi Iyyas Rahimahullah di Asqalan unt uk belajar darinya. Bekal saya semakin berkurang hingga saya makan rerumput an. Saya t idak mencerit akan nya kepada seorangpun. Dihari ket iga saya didat angi seseorang yang saya t idak kenal dan memberiku bungkusan yang didalamnya berisi dinar. Ia berkat a : “ Nafkahlanlah unt uk dirimu sendiri.” [Tabaqat us Syafi’iyah Al-Kubra (2/ 227), As-Subki]

(17)

berada dirumahnya, beliau t idak berpakaian secara sempurna. Semua yang beliau memiliki t elah habis sehingga beliau t idak memiliki hart a lagi. Kami berkumpul dan sepakat unt uk mengumpulkan beberapa dirham dan mem belikan beliau pakaian dan memberikan nya. Kemudian beliau dan mengajari kami hadit s.” [Tarikh Baghdad (2/ 13), Khat ib al-Baghdadi]

KISAH 16 : M USLIM

Ahmad bin Salamah Rahimahullah salah seorang t eman Imam M uslim Rahimahullah –penulis Shahih M uslim - bercerit a : “ Imam M uslim dibuat kan sebuah acara unt uk mendiskusikan hadit s, dibacakan kepada beliau sebuah hadit s yang t idak beliau ket ahui. Beliau kembali ke rumahnya kemudian menyalakan lampu dan berkat a kepada orang – orang yang ada dirumahnya : “ Tidak boleh seorangpun masuk ke dalam kamar ini.”

(18)

t iba w akt u Subuh. (Karena seriusnya beliau menelit i, t anpa sadar) kurma t elah habis dan hadit s baru didapat kan.

Al-Hakim berkat a : “ Saya dicerit akan oleh orang yang bisa dipercaya, bahw a Imam M uslim sakit set elah memakan kurma t ersebut , dan set elah it u beliau meninggal dunia.” [Shiyanat us Shahih M uslim m in Ikhlal w a Ghalat h, Ibnu Shalih]

KISAH 17 : M ALIK

Ibnu Qashim Rahimahullah berkat a : “ Karena fakirnya, Imam M alik Rahimahullah berupaya menunt ut ilmu hingga menghabiskan at ap rumahnya, kayunya dijual. Kemudian Allah Subhanahu w a t a’ala membukakan dunia dan memberi nya rezki. Imam M alik berkat a : “ Ilmu t idak akan bisa diraih, hingga merasakan nikmat nya kefakiran karena nya.” [Tart ibul M adarik (1/ 130), Qadhi Iyadh]

KISAH 18 : ABU M UHAM M AD ABDULLAH AL-KHASYSYAB

(19)

memiliki sesuat u unt uk membayarnya, beliau memint a dit angguhkan pembayaran nya sampai t iga hari. Beliau segera pulang dan menaw arkan rumahnya unt uk dijual, sedangkan t aw aran harganya mencapai 500 dinar. Ia lalu menuju ke penjual kit ab it u. Ia t elah menjual rumahnya seharga 500 dinar, persis seharga kit abnya, sehingga lunaslah hut ang – hut ang nya.” [Dzailut Tabaqat il Hanabilah (1/ 319), Ibnu Rajab dengan saduran]

KISAH 19 : M UHAM M AD BIN SAHNUN

(20)

anda semalam.” Ia berkat a kepadanya : “ Saya sama sekali t idak merasakan hal it u.” [Tart ibul M adarik (3/ 114), Qadhi Iyadh]

KISAH 20 : IBNU TAIM IYAH

Syaikhul Islam Ibnu Taim iyah Rahimahullah bercerit a : “ Terkadang unt uk mempelajari t afsir sat u ayat , saya membaca serat us kit ab t afsir, namun belum juga dapat memahaminya. Saya memint a kepada Allah Subhanahu w a t a’ala kepahaman dengan berdoa : “ Wahai gurunya Nabi Adam dan Nabi Ibrahim (yakni Allah Subhanahu w a t a’ala), ajarilah aku.” Saya mendat angi masjid yang kosong dan menyungkurkan w ajah saya ke t anah dan bersujud kepada Allah sambil berdoa : “ Wahai gurunya Nabi Adam dan Nabi Ibrahim, ajarilah aku.” [Tafsir Surat Al-Ikhlas karya Ibnu Taimiyah]

(21)

Selesai ditulis dan diringkas oleh : Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-M irluny

Kota Jambi – Indonesia

Rabu Siang, 24 Jumada Akhir 1433 H / 16 M ei 2012 M

Demikian saja, semoga bermanfaat -

Di Arsipkan oleh :

Prima Ibnu Firdaus Ibnu Roni Ibnu Ali Ibnu Tingkis Al-M irluny

Kota Jambi, Jum’at : 25 Ramadhan 1434 H / 02 Agustus 2013 M

Diantara File yang Sudah Diarsipkan :

1. 10 Faidah Dari Abdullah bin M as’ud

2. M utiara Nasehat Para Ulama Jilid 1 (no 1 – 200)

3. Surat al-Kahfi : Terjemahan dan Keutamaan nya

4. 10 Faidah Tentang Canda

5. 10 Faidah Tentang M impi

6. 8 Kaidah Didalam M emahami Sunnah

(22)

Silahkan bergabung bersama kami dihalaman berikut ini : Taman - Taman Para Penuntut Ilmu

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / Tam anParaPenunt ut Ilm u?ref=hl

M utiara Nasehat Dari Para Ulama

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ M ut iara-Nasehat

-Dari-Para-Ulam a/ 117909378335441?ref=hl

Kumpulan Hadits Shahih dari Enam Kitab Hadits

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / ShahihAlKut ubAsSit t ah?ref=hl

Tafsir Al-Qur'an

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/

Tafsir-Al-Firdaus/ 271819639600087?ref=hl

Shahih al-Bukhari

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ M

ajelis-Shahih-Al-Bukhari/ 129792160417548?ref=hl

M a’had Ubay bin Ka’ab - Jambi

ht t ps:/ / w w w .facebook.com / pages/ M

ahad-Ubay-bin-Kaab-Jam bi/ 292669534178515

Alamat Blog Kami :

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu cara untuk  mendapat ketebalan yang tepat adalah dengan membuat garis – garis plesteran/patok pada dinding dengan arah vertikal dari atas ke bawah dengan jarak 1 -

Makalah ini merupakan sebuah studi strategi pembinaan warga jemaat dalam mening- katkan kehidupan jemaat di GKII Tandang. Data yang disajikan merupakan hasil dari

Data dikirimkan oleh setiap SS menggunakan burst profile yang telah disepakati dengan urutan yang menurun robustnessnya agar SS dapat menerima datanya sebelum disuguhi dengan

Sinar Sengon Sejahtera tersedia Dokumen V- Legal untuk produk yang wajib dilengkapi dengan Dokumen V-Legal, dan telah sesuai dengan dokumen PEB dan dokumen invoice,

Hal tersebut membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan modul pengayaan berstrategi PQ4R pada materi pemanasan global dapat diterapkan pada pembelajaran

Misalnya tidak ditemukan kasus yang relevan dengan sistem pembakaran injeksi, maka HDOs bisa mencoba untuk mengganti sistem pembakaran tersebut dengan sistem pembakaran

 Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan.. beberapa

Karena ini terkait dengan beberapa indikator yang digunakan dalam DBH Sawit, maka data dan formulasi yang digunakan harus terbuka ke publik sehingga pengawasan publik menjadi kuat