1
Sistem Reproduksi Serangga
Dr. Akhmad Rizali
Materi: http://rizali.staff.ub.ac.id
3
4
Reproduksi Serangga
• Sebagian besar serangga melakukan perkawinan,
sehingga jantan dan betina harus ada pada
tempat dan waktu yang sama
• Reproduksi bergantung pada stimulus fisiologi
internal dan sistem neuroendocrine
• Mating dan produksi telur dikontrol oleh sistem
hormon dan perubahan perilaku
• Terjadinya outbreak hama: kombinasi waktu
generasi singkat, fekunditas tinggi dan
sinkronsasasi populasi pada lingkungan yang
5
Courtship
dan Mating
• Swarming: melalui visual marker • Courtship dan mating
6
Penentuan Kelamin
• Umumnya serangga diploid: set kromosom dari induk jantan dan betina
• Haplodiploid (haploid jantan): jantan hanya dengan 1 set kromosom
• Telur tidak dibuahi (arrhenotoky) • Contoh arrhenotoky pada lebah madu
Betina (ratu dan pekerja) dari telur yang dibuahi
7
Peletakan Telur
• Ovipar: meletakkan telur (kebanyakan serangga)
8
Perkembangan telur
• Parthenogenesis: perkembangan keturunan dari telur yang tidak dibuahi
Thelytoky: betina hanya memproduksi telur betina
Arrhenotoky: betina hanya memproduksi telur
jantan (ordo Hymenoptera)
Amphitoky atau deuterotoky: betina
menghasilkan telur jantan dan betina
• Poliembrioni: reproduksi asexual yang
menghasilkan dua atau lebih embrio dari satu telur
Contoh: Hymenoptera parasitika
9