• Tidak ada hasil yang ditemukan

assasment anak usia dini. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "assasment anak usia dini. docx"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

HAND OUT

Nama mata kuliah : Asesmen perkembangan AUD 2 Nama dosen pembina mata kuliah : Dra. Sri Hartati, M.Pd

Pertemuan /Minggu ke : I (Satu)

I. Pokok Bahasan : Asesmen Perkembangan AUD 1. Pengertian asesmen

2. Perencanaan dan Proses asesmen II.Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Pengertian asesmen

2. Menjelaskan perencanaan dan proses asesmen III.Bahan Sajian/Materi

1. Pengertian Asesmen

Definisi asesmen cukup beragam. Goodwin dan Goodwin (1982, dalam Wortham) mengartikan asesmen atau pengukuran sebaqgai suatu proses untuk menentukan trait atau perilaku seseorang, karakteristik suatu program dan selanjutnya memberikan penilaian terhadap penentuan tersebut. Asesmen merupakan bagian program pendidikan anak, baik anak yang berkembang secara normal maupun yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan dilakukannya proses asesmen maka dapat diperoleh karakteristik tingkat perkembangan yang dimiliki anak. hal ini juga bermanfaat dalam merencanakan program untuk membantu anak dalam mengatasi masalah perkembangan dan belajar.

(2)

Asesmen merupakan proses mendokumentasikan keterampilan dan perkembangan anak. asesmen mengukur level perkembangan anak dan memberikan indikasi tahap perkembangan anak selanjutnya. Asesmen bukanlah sekedar mengukur, mengurutkan rangking ataupun mengelompokkan anak dalam kategori tertentu.

2. Perencanaan dan Proses asesmen

Perencanaan perlu dilakukan dalam berinteraksi dengan anak. perencanaan dalam arti sempit, berarti blue print tertulis untuk mengajar. Setiap rencana memiliki tujuan pendidikan yang diharapkan dapat dicapai. Pernyataan tentang tujuan yang akan dicapai, disebut dengan sasaran. Salah satu bagian dari perencanaan program adalah dengan melaksanakan asesmen tentang apa yang telah mampu dicapai oleh anak. dalam merencanakan asesmen, penggunaan berbagai macam pengukuran akan menambah data tentang anak menjadi lebih signifikan.

Perencanaan asesmen meliputi beberapa langkah berikut:

1. Menetapkan tujuan yang spesifik, bersifat reliable dan valid 2. Mempersiapkan berbagai sumber atau informasi yang beragam 3. Melibatkan keluarga dalam mendapatkan informasi tentang anak 4. Fair dan sesuai dengan kebutuhan anak

5. Merencanakan asesmen yang otentik

Ada empat proses dalam asesmen yaitu sebagai berikut:

1. Menentukan kebutuhan anak dan menentukan tujuan asesmen

2. Mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dengan metode yang tepat 3. Memproses informasi yang bermanfaat untuk melakukan penelitian 4. Membuat keputusan (judgment) professional.

(3)

a. Dilakukan secara individual dengan membandingkan perkembangan anak saat ini dengan perkembangan sebelumnya

b. Mempertimbangkan adanya perbedaan dalam perkembangan, pengalaman dan budaya anak.

c. Bukan dilakukan dalam situasi tes, melainkan alamiah

d. Kemajuan tentang anak dilaporkan dalam konteks individual sehubungan dengan performansinya dalam tahap usianya, dan bukan merupakan sistem ranking.

Beberapa saran yang dapat dilakukan dalam tahapan asesmen pada anak yang mengalami masalah perkembangan dan belajar:

1. Kegiatan Preferal: team guru berdiskusi

2. Referral dan perencanaan awal: dilakukan bersama antara guru, orang tua atau anak yang bersangkutan

3. Evaluasi multidisipliner: psiokolog sekolah, pekerja sosial, guru, dll menyiapkan laporan tentang:

a. Apakah anak memiliki masalah khusus? b. Landasan membuat keputusan tersebut c. Perilaku relevan yang terjadi saat observasi

d. Hubungan perilaku tersebut dengan kemampuan akademik anak e. Temuan medis yang relevan

f. Apakah ada perbedaan yang signifikan antara prestasi dan kemampuan yang tidak dapat diperbaiki melalui pendidikan dan pelayanan khusus?

(4)

Para partisipan pada konferensi kasus ini adalah perwakilan guru, orang tua, anak dan para professional

Pengumpulan data dalam asesmen dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Melalui proses observasi

2. Melalui konferensi dengan para guru 3. Melalui survey

4. Melalui interview dengan orang tua 5. Melalui hasil kerja anak

6. Melalui portofolio 7. Melalui catatan anekdot

Observasi adalah proses sistematis dalam pengumpulan data/informasi tentang anak dan lingkungannya. Observasi harus bersifat objektif, merupakan deskripsi fakta tentang perilaku anak, bukan interpretasi tentang anak. biasanya observasi terdiri dari beberapa jenis:

a. Mengamati dan mendengarkan anak kemudian dicatat b. Mengukur aspek perilaku maupun program tertentu

c. Memonitor perkembangan anak dalam situasi natural/bukan tes Proses observasi

Observasi berarti mengamati dengan seksama untuk memperoleh gambaran umum sekaligus hal detail yang signifikan. Proses observasi terdiri dari 3 komponen yaitu:

1. Observing/pengamatan (mengumpulkan informasi)

2. Recording (mendokumentasikan hal yang kita amati dengan berbagai cara) 3. Interpreting (merefleksikan makna hal yang kita observasi)

(5)

a. Focus observasi adalah pada perilaku anak b. Catat detail observasi segera setelah observasi

c. Observasi anak dalam setting dan waktu yang berbeda d. Realistic dalam menjadwal observasi

e. Mulai dengan berfokus pada satu anak pada satu waktu

f. Jangan menarik perhatian anak, sehingga kita mendapatkan kesan yang sebenarnya yang tidak dibuat-buat

g. Jaga kerahasiaan hasil observasi

h. Diskusikan laporan observasi dengan pendidik yang lain

Sementara itu, ada juga beberapa teknik melakukan observasi dengan catatan anekdot yaitu: 1. Deskripsikan secara singkat dan spesifik tentang perilaku anak yang dapat ditulis maupun

direkam

2. Catatan tentang perilaku anak yang berbeda dengan biasanya dapat dijadikan reality check

3. Guru perlu memiliki keterampilan mencatat dengan cepat dan daya ingat yang baik. IV. Saran Bacaan Tambahan

1. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

3. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

4. Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

V. Tugas yang akan dikerjakan

(6)

Pertemuan /Minggu ke : 2, 3 (dua, tiga)

I. Pokok Bahasan : Pelaksanaan Asesmen AUD

a. Teknik pengumpulan Data perkembangan AUD

(7)

II.Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan Teknik Pengumpulan Data menggunakan tes

2. Menyusun instrument asesmen menggunakan tes.

III.Bahan Sajian/Materi

a. Teknik Pengumpulan Data menggunakan tes

Metode tes digunakan dengan alat penilaian berbentuk tes. Karena berbagai pertimbangan antara lain tujuan kegiatan anak TK, metode tes jarang sekali digunakan. Namun tidak tertutup kemungkinan guru menggunakan metode tes ini.

Terdapat dua jenis tes, yaitu tes standard dan tes buatan guru. Tes standard terdiri dari tes intelegensi, minat, bakat kepribadian atau yang lainnya. Tes itu dihasilkan melalui prosedur yang panjang. Penggunaan tes standard tersebut hanya oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi (pesyaratan kemampuan) yang dituntut dalam penggunaan tes itu. Kalau guru ingin mengetahui potensi yang berhubung dengan intelegensi atau lainnya itu, guru harus meminta bantuan ahlinya (psikolog anak). Guru hanya menggunakan hasil tes untuk lebih mengenali anak.

Tes buatan guru dapat dihasilkan oleh guru, termasuk guru TK. Menurut Soemiarti (2000) dalam mengembangkan tes ini, guru harus memilih secara cermat butir-butir pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai.

(8)

b. Cara menyusun instrument tes

Contoh tes informal

(Pengembangan kognitif-matematika)

Tulislah urutan angka dalam gambar yang kosong

Catatan :

IV. Saran Bacaan Tambahan

a. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara b. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

c. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

d. Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

V. Tugas yang akan dikerjakan

Membuat resume tentang teknik pengumpulan data menggunakan tes, menyusun instrument tes.

1

4

(9)

Pertemuan /Minggu ke : 4, 5, 6, 7 (empat, lima, enam, tujuh)

I. Pokok Bahasan : Pelaksanaan Asesmen AUD

Teknik pengumpulan data perkembangan AUD dengan Non Tes Menyusun instrument nontes asesmen:

- Observasi dan alat bantu yang digunakan dalam observasi: Daftar Cek, Skala Penilaian, Catatan Anekdot, Portofolio.

II.Tujuan Pembelajaran Khusus

(10)

2. Menyusun instrument observasi menggunakan Daftar Cek 3. Menyusun instrument observasi menggunakan Skala Penilaian 4. Menyusun instrument observasi menggunakan Catatan Anekdot 5. Menyusun instrument observasi menggunakan Porto Folio

III.Bahan Sajian/ Materi

1. Teknik Pengumpulan Data menggunakan non tes

Selain tes, metode penilaian yang lain adalah non tes. Metode ini digunakan dengan bantuan alat-alat penilaian non tes. Alat penilaian non tes banyak jenisnya. Yang sering digunakan di TK antara lain terdiri dari pemberian tugas, percakapan, observasi, portofolio, catatan anekdot dan penilaian diri sendiri.

Observasi (Pengamatan)

Observasi atau pengamatan merupakan alat pengumpulan data penilaian yang dilakukan dengan merekam/mencatat secara sistematik gejala-gejala tingkah laku yang tampak. Pada dasarnya pengamatan dapat dilakukan setiap waktu dan oleh siapa saja sehingga ada orang menyatakan bahwa pengamatan merupakan salah satu teknik penilaian yang sederhana dan tidak memerlukan keahlian yang luar biasa. Namun untuk memperoleh hasil yang objektif pengamatan perlu direncanakan sedemikian rupa.

Karakteristik observasi:

1. Dilakukan sesuai dengan kegiatan pelaksanaan program 2. Pengamatan direncanakan secara sistematis

3. Pengamatan menggunakan alat bantu rekam data seperti daftar cek, skala penilaian, catatan anekdot atau portofolio

4. Data yang diperoleh dipilah sesuai dengan kegiatan pelaksanaan program 5. Pengamatan harus teliti dan tuntas

6. Pengamatan harus dapat dikategorikan atau dikualifikasikan Menurut Diah (1996) pengamatan dapat digunakan untuk:

1) Mempelajari gejala-gejala, sifat-sifat, sikap, tingkah laku dan perkembangan kemampuan anak untuk mengenal pribadi anak

(11)

Contoh penilaian yang dapat dilakukan melalui pengamatan antara lain:

1. Sifat-sifat umum dari anak, yang perlu diperhatikan antara lain:  Suasana hati anak

 Kemauan anak

 Cara anak menghadapi teman-temannya  Keberanian dalam menghadapi masalah  Kejujuran

 Sopan santun

2. Sifat-sifat yang kurang sehat, yang perlu diperhatikan yaitu:  Tidak mampu mengendalikan emosi

 Tidak dapat mengikuti peraturan  Suka mengadu pada guru

 Tidak rapi  Tidak mandiri

3. Kemampuan-kemampuan anak, yang perlu diperhatikan yaitu:  Bercakap-cakap

 Mencari jejak

 Melakukan percobaan sederhana  Mencari lokasi tempat asal suara 2. Cara menyusun instrument non tes

Daftar cek

Daftar cek adalah salah satu alat/ pedoman observasi yang berupa daftar kemungkinan – kemungkinan aspek tingkah lakku sosial tertentu pada seseorang yang akan dinilai.

Sesuai dengan SKH pada Tabel 5 guru juga menggunakan alat rekam data daftar cek seperti dibawah ini.

a. Bentuk daftar cek

Bentuk daftar cek bisa individual bisa juga kelompok. Daftar Cek (Individual)

N

(12)

1

Keterangan : V = dilakukan X = tidak dilakukan b. Menggunakan daftar cek

(13)

Daftar Cek

RIA SISKA RUDI LINA DST

1

(14)

Daftar cek yang telah diisi harus diinterprestasi / dimaknai guru untuk memperoleh nilai. Memaknai data dengan cara mengkonsultasikan data dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya melihat data Risa. Dari daftar cek di atas dapat disimpulkan bahwa Risa masih belum berhasil dalam kegiatan belajar pada hari itu. Kalau nilai dalam bentuk deskripsi dapat dinyatakan Ia belum berhasil menirukan gerakan tanaman dan binatang.

Data dari daftar cek kelompok dapat dimaknai seperti berikut. Siska berhasil dengan baik dalam kegiatan belajar pada hari itu, sedang Rudi memperoleh nilai cukup. Untuk Ria dan Lina masih dalam kategori kurang.

Kalau nilai disajikan dalam bentuk deskripsi, terlebih dahulu disebutkan perilaku yang sudah bisa dilakukan kemudian dilanjutkan dengan masih belum berhasil dilakukan.

Skala penilaian

(15)

Format skala penilaian di atas, memuat tiga skala, yaitu memuaskan, berhasil, dan belum berhasil. Guru menyimpan kriteria masing-masing skala pada catatan lain. Kriteria yang digunakan untuk masing – masing skala adalah sebagai berikut :

a. Menyusun puzel

1. Memuaskan = bisa menusun puzel dalam waktu yang ditentukan dan benar

2. Berhasil = menyusun puzzel tetapi tidak selesai

3. Belum berhasil = belum mengerjakan / menyusun puzel sesuai dengan bentuk yang diberikan

b. Menciptakan sesuatu

1. Memuaskan = bisa mencocok mengikuti bentuk gambar yang diberikan dalam waktu yang ditentukan

2. Berhasil = bisa mencocok mengikuti bentuk gambar tetapi tidak selesai dalam waktu yang ditentukan

3. Belum berhasil = mencocok tidak mengikuti garis bentuk gambar yang diberikan

c. Menyanyi lagu anak

1. Memuaskan = bernyanyi dan bertepuk

2. Berhasil = bernyanyi dan bertepuk seadanya 3. Belum berhasil = tidak bernyanyi

Pengguna format skala di atas dengan cara memberi tanda cek (V) pada kolom sesuai dengan kriteria yang dicapai anak untuk masing – masing kemampuan. Skala penilaian di atas dapat diformat untuk menilai beberapa anak sekaligus. Bentuk yang dimaksud antara lain:

(16)

Kriteria setiap kemampuan diberi tanda tertentu misalnya : a. Menyusun kepingan puzel

O = Bisa menyusun puzel dalam waktu yang ditentukan V = Bisa menyusun puzel tetapi tidak selesai

X = Tidak mengerjakan / menyusun puzel sesuai dengan bentuk yang diberikan

b. Menciptakan penilaian

O = Bisa mencocok mengikuti bentuk gambar yang diberikan dalam waktu yang ditentukan

V = Bisa mencocok mengikuti bentuk gambar tetapi tidak selesai dalam waktu yang ditentukan

X = Mencocok tidak mengikuti garis bentuk gambar yang diberikan Hasil kerja anak

(mewarnai)

Nama: irma tanggal:17-5-2003

NO KEMAMPUAN

NAMA ANAK

ANDI FADLAN ANI DST

(17)

Catatan:

Anak sudah mengenal warna yang digunakan untuk mewarnai gambar.hasil kerja rapi dan memuaskan.

Mencocokan Gambar

Gambar yang telah dicocok

(18)

Kerja anak bersih. Namun belum berhasil diselesaikan.anak kurang suka memegang lem.

Catatan anekdot

Selama kegiatan pelaksanaan program di kelas atau di halaman kadang-kadang terjadi atau muncul perilaku anak atau kejadian yang luar biasa. Situasi itu perlu dicatat guru. Guru dapat mencatatnya pada catatan anekdot. Sesuai SKH pada tabel 5 mungkin akan muncul perilaku atau kejadian luar biasa yang harus dicatat. Catatan dapat dibuat secara individual dan dapat juga dibuat secara klasikal atau kelompok. Format yang dapat digunakan antara lain sesuai dengan bentuk dibawah ini.

(19)

Hari/tanggal Kejadian Komentar/interpretasi

Pencatat/pengamat:...

Format Catatan Anekdot Kelompok Semester:... Tahun ajaran:... Kelompok:... Hari/tanggal Peristiwa/kejadia

n komentar Pencatat Keterangan

Format anekdot dapat di isi dengan catatan sebagai berikut: Catatan Anekdot

NAMA: ANDI KELOMPOK: B

HARI/TANGGAL KEJADIAN KOMENTAR/INTERPRETASI

Selasa,12-4-2002 Pada saat guru bercerita tentang tanaman padi.andi diam saja. Ia mendengarkan guru bercerita. Pada sat mewarnai dan mencocokan (tentang tanaman) ia bekerja dengan cepat sehingga selesai paling awal dan hasil kerjanya rapi sekali.padahal

Ada perubahan pada diri andi. Ia lebih tenang selama

(20)

selama ini ia selalu terlambat dalam menyelesaikan tugas.

Pencatat/pengamat:

Ibu meliana(guru kelompok b)

Pengamatan Dalam Berbagai Situasi

(21)

c. Menyanyi lagu anak

O = bernyanyi dan bertepuk

V = bernyanyi dan bertepuk seadanya X = bernyanyi

Portofolio

Fortofolio adalah kumpulan hasil karya anak yang menunjukkan usaha anak, kemajuan dan pencapaian anak daam satu atau lebih aspek dalam kurikulum pembelajaran. Kegunaan fortofolio didalam kelas antara lain untuk: merayakan pertumbuhan, mendokumentasikan pembelajaran, merefleksikan pemecahan masalah dan eksperimen, memperbaiki pembelajaran berbagi imformasi dengan orang tua dan guru lain, mengembangkan konsep diri positif secara alamiah, membantu memetakan tujuan dan menyemangati refleksi diri.

Jenis fortofolio:

(22)

 Fortopolio berdasarkan proses

 Showcase portofolio

Setiap anak dalam pembelajaran sesuai SKH biasanya akan menghasilkan karya. Bisa satu, dua atau beberapa. Selain itu ada juga catatan guru sebagai basil pengamatan tentang anak. Semua itu (seperti tugas mewarnai, mencocok, daftar cek individu, komentar guru) bisa diarsipkan atau dikumpulkan dalam map atau lainnya.

Arsip kumpulan tugas atau basil kerja siswa dan catatan guru dalam waktu tertentu, sebulan misalnya, dilihat kembali. Guru bersama dengan anak mengambil waktu tertentu melihat kumpulan tugas tersebut. Pada saat itu guru dan anak membicarakan tentang hasil-hasil yang telah diperoleh anak sekaligus memilih mana yang akan disimpan atau diarsip terutama untuk tugas yang sama atau hampir sama. Proses seperti itulah yang dimaksud dengan penilaian menggunakan portofolio. Kumpulan tugas atau karya yang tcrpilih dan telah diberi komentar diarsip. Kumpulan tugas, hasil karya anak dan catatan guru tersebut dinamakan portofolio.

IV. Saran Bacaan Tambahan

1. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

3. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

4. Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

V. Tugas yang akan dikerjakan

Membuat resume tentang teknik pengumpulan data menggunakan non tes, menyusun instrument non tes:.

(23)

Pertemuan /Minggu ke : 8 (delapan)

I. Pokok Bahasan : Pelaksanaan Asesmen AUD

Teknik pengumpulan data perkembangan AUD dengan Non Tes Menyusun instrument nontes asesmen:

- Percakapan dan menyusun instrumen

II. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan Teknik Pengumpulan Data non tes “Percakapan”

(24)

III.Bahan Sajian/ Materi

1. Teknik Pengumpulan Data menggunakan non tes” Percakapan”

Percakapan adalah penilaian yang dilakukan melalui percakapan atau cerita antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak. Ada dua macam percakapan dalam rangka penilaian yang dapat dilakukan, yaitu:

1) Penilaian percakapan yang berstruktur

Dalam percakapan ini guru dengan sengaja ingin menilai sejauh mana pemahan anak untuk kemampuan tertentu. Contoh:

a) Berdoa

b) Menirukan kembali ucapan guru c) Bernyanyi

d) Menyatakan rasa

e) Menceritakan tentang percobaan yang telah dilakukan 2) Penilaian percakapan yang tidak berstruktur

Percakapan ini biasanya dilakukan tanpa persiapan. Biasanya dilakukan saat jam istirahat atau sedang menunggui anak mengerjakan tugasnya. Cara ini dilakukan apabila guru ingin melihat kemampuan anak bercakap-cakap secara bebas dan luas. Selain itu, bisa juga karena guru belum dapat mengetahui kemampuan anak bercakap-cakap dalam suasana yang ditentukan.

Kemampuan yang dapat diungkapkan dengan cara tersebut adalah: a) Mengucapkan salam saat bertemu

b) Berdoa sebelum dan sesudah memulai kegiatan c) Mengenalkan identitas diri

d) Bercerita tentang kejadian sekitarnya e) Menyebut alamat rumah

(25)

Percakapan meliputi penggunaan tanya apa,mengapa,dimana,berapa dan bagaimana. Guru terlebih dahulu merancang pertanyaan yang mengunakan kata tanya tersebut sesuai dengan tema. Setelah itu guru menetapkan kriteria penilaian untuk menetapkan apakah anak dinyatakan berhasil atau belum berhasil.

Dalam SKH tergambar bahwa guru membawa anak keluar kelas untuk menirukan gerakan tumbuhan dan hewan.setelah kegiatan ini selesai, anak dibawa masuk kembali kedalam kelas. Selanjutnya kegiatan belajar dapat dilakukan dengaan bercakap-cakap. Guru dapat memulainya dengan mengatakan.” Kita baru saja dari luar.senang berada di luar tadi”. Selanjutnya guru mengajukan pertanyaan setelah dari luar tadi” apa yang kalian rasakan?” pertanyaan dapat dilanjutkan dengan menggunakan pertanyaan yang lain.

Secara keseluruhan pertanyaan dapat dirancang seperti berikut:

“ apa yang kalian rasakan kalau angin bertiup?”

“ mengapa pohon-pohon diluar bergoyang-goyang?”

“ berapa banyak batang pohon yang ada dirumah kita?”

“ dimana pohon padi ditanam?”

“ apa warna daun?”

(26)

2. Cara menyusun instrument nontes : percakapan

Kemampuan berbahasa anak sesuai SKH (tabel 5)dapat juga diunkap dengan mengunakan alat penilaian percakapan dalam bentuk yang lain.dalam kegiatan pelaksanaan program guru mengunakan kartu gambar untuk memulai percakapan. Penilaian dalam percakapan bisa juga menggunakan kartu tersebut. Guru menunjukan kartu berisi gambar padi. Saat yang bersamaan guru mengajukan pertanyaan yang telah dirancang terlebih dahulu dalam bentuk berikut.

Dengan mengunakan kartu gambar, guru dapat mengajukan pertanyaan sebagai berikut untuk percakapan.

a) Gambar apa ini?

b) Mengapa ditanam orang? c) Dimana orang menanamnya? d) Bagaimana cara menananya? e) Untuk apa padi ditanam?

Pertanyaan dapat digunakan guru dengan cara terlebih dahulu mengatakan “ibu mempunyai gambar, ya ini dia.... sambil mengacung-acungkan kartu gambar itu. Selanjutnya guru bercerita tentang tanaman. Setelah masuk ke cerita tentang padi mulailah diajukan pertanyaan untuk semua anak,berikutnya guru dapat menunjukan anak yang akan dinilai kemampuan berbahasanya dalam kegiatan pelaksanaan program tersebut.catatlah berapa pertanyaan yang dijawab anak yang dimaksud. Dengan cara tersebut guru dapat menemukan apakah anak tersebut telah berhasil sengan baik sekali,berhasil,atau belum berhasil.

IV. Saran Bacaan Tambahan

1. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

3. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

(27)

V. Tugas yang akan dikerjakan

Membuat resume tentang teknik pengumpulan data menggunakan non tes : Percakapan, menyusun instrument non tes: percakapan

Pertemuan /Minggu ke : 9 (Sembilan) Mid Semester

Pertemuan /Minggu ke : 10 (Sepuluh)

I. Pokok Bahasan : Pelaksanaan Asesmen AUD

Teknik pengumpulan data perkembangan AUD dengan Non Tes Menyusun instrument nontes asesmen:

- Pemberian tugas dan menyusun instrumen

II. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan Teknik Pengumpulan Data non tes “pemberian tugas” 2. Menyusun instrument pemberian tugas

III. Bahan Sajian/ Materi

1. Teknik Pengumpulan Data menggunakan non tes” pemberian tugas”

(28)

Pemberian tugas sebagai alat penilaian dapat diselesaikan secara kelompok, berpasangan ataupun individual. Data penilaian yang diperoleh melalui pemberian tugas dapat direkam dengan menggunakan format tugas, daftar cek dan skala penilaian. Kegiatan yang dapat dinilai melalui pemberian tugas dapat dikelompokkan menjadi:

1. Hasil kerja anak dari tidak ada menjadi ada, missal:

a) Percobaan yang dilakukan anak seperti menyemai tanaman, membuat minuman dan lain-lain

b) Meronce

c) Menciptakan bentuk dari barang bekas d) Membentuk dengan plastisin

e) Melipat f) Menganyam g) Menyusun balok

2. Hasil yang diperoleh dari mengatur sesuatu, misalnya: a) Menata kembali barang-barang sendiri

b) Membersihkan sesuatu, seperti peralatan sehabis bekerja

c) Mengelompokkan warna, benda menurut bentuk, ukuran dan lain-lain

d) Mengurutkan benda sesuai dengan urutan ukuran, misalnya susun dari yang paling tipis, yang paling tebal, dan lainnya

2. Cara menyusun instrument nontes : “pemberian tugas” Contoh bentuk pemberian tugas

Nama : Tanggal: Gambar menggunakan garis yang disediakan

Catatan :

Menulis angka 1-5

(29)

Catatan :

Tugas mewarnai

(30)

Catatan :

Pemberian nilai dari hasil pemberian tugas adalah penilaian yang lebih objektif dari beberapa alat penilaian yang sering digunakan di TK. Guru dapat memberikan skor dengan mempertimbangkan hasil kerja anak yang nyata terlihat dan umumnya bisa ditunjukkan kepada orang lain yang memerlukan

IV. Saran Bacaan Tambahan

1. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

3. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

4. Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

(31)

I. Pokok Bahasan : Pelaksanaan Asesmen AUD

Teknik pengumpulan data perkembangan AUD dengan Non Tes Menyusun instrument nontes asesmen:

- Penilaian Diri sendiri dan menyusun instrumen

II. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan Teknik Pengumpulan Data non tes “penilaian diri sendiri ” 2. Menyusun instrument penilaian diri sendiri

III. Bahan Sajian/ Materi

Teknik Pengumpulan Data menggunakan non tes” penilaian diri sendiri ”

Howard Gardner (2002) mengemukakan bahwa minatnya dalam penilaian muncul untuk merealisasikan bahwa teori multiple intelligence patut ditekuni dengan serius hanya bila cara menilai yang “adil” diciptakan untuk masing-masing kecerdasan. Ini menunjukkan bahwa masih adanya permasalahan dalam pelaksanaan penilaian dalam pembelajaran selama ini. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa penilaian dapat dilakukan dengan cara penilaian diri sendiri.

Gardner (2002) mengemukakan penilaian diri sendiri adalah penilaian yang dilakukan dengan menetapkan sejauhmana kemampuan telah dimiliki seseorang dari suatu kegiatan pembelajaran. Berarti penilaian dapat dilakukan seseorang untuk menilai dirinya sendiri. Soemiarti (2000) menyatakan sekalipun anak masih usia TK mereka sudah dapat melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri. mereka telah mampu mengutarakan secara lisan apa yang mereka sukai, apa yang dipelajari selama mereka disekolah. Ini menunjukkan penilaian diri sendiri perlu diperhatikan sebagai alat penilaian belajar. Hal itu dimungkinkan juga untuk digunakan di TK.

(32)

Penilaian diri sendiri dilakukan anak dengan bantuan guru. Anak melihat hasil kerja atau merasakan apa yang telah dilakukannya kemudian mengisi daftar isian atau check list dengan bantuan guru sesuai dengan penilaiannya terhadap hasil kerjanya. Format daftar cek yang digunakan bisa berbentuk gambar-gambar yang menunjukkan ekspresi. Bisa juga penilaian diri dilakukan setelah anak memiliki kumpulan hasil kerjanya.

Contoh format penilaian diri sendiri

Tanggal : ……….. Nama : ………..

Ini hari dapat

IV. Saran Bacaan Tambahan

Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

Pertemuan /Minggu ke : 12, 13, 14(dua belas, tiga belas, empat belas)

I. Pokok Bahasan : Pengadministrasian penilaian perkembangan anak:

- Buku bantu penilaian perkembangan anak - Buku rangkuman penilaian perkembangan

anak

(33)

II. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Membuat buku bantu penilaian perkembangan anak

2. Membuat Buku rangkuman penilaian perkembangan anak 3. Membuat Analisa hasil penilaian perkembangan anak 4. Membuat Laporan analisa penilaian perkembangan anak

III. Bahan Sajian/ Materi

a. Buku Bantu Penilaian Perkembangan Anak Cara pemberian nilai

Pemberian nilai didasarkan pada pemberian data atau informasi perkembangan anak yang diperoleh baik melalui observasi atau pengamatan maupun pemberian tugas yang kemudian disimpulkan dalam bentuk uraian singkat (deskripsi).

Buku bantu perkembangan anak didik dipergunakan sebelum kita mempergunakan rangkuman penilaian.berarti kita mencatat penilaian dari RKH kebuku bantu penilaian setelah itu kita masukan kedalam rangkuman penilaian. Buku bantu ini bertujuan memudahkan guru dalam pengisian rangkuman penilaian setelah itu baru masukan kedalam raport. Buku bantu penilaian perkembangan anak ini dibuat sekali dalam sebulan.

Contoh Format buku Bantu Penilaian perkembangan anak didik

No Hari / Tanggal Nama Anak NAM SEK BHS KOG MK MH KF

1. Senin, 22 – 10 – 12

Wardah 

O • O • o • O • o • o • o

(34)

1 1 1

RANGKUMAN PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK : B

SEMESTER : 1

TAHUN : 2011/2012

N O

INDIKATOR Aisyah Beni Cantika Doni

1 2 3 4 5 R 1 2 3 4 5 R 1 2 3 4 5 R 1 2 3 4 5 R 1 2 1 Menyebutkan

macam – macam agama yang ada di indonesia

(35)

(1.1.1)

1 3 2 3 3 3 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 1 1 2 Sosial

emosional dan

kemandirian Dapat melaksanaka n tugas kelompok (1.1.1)

3 Bahasa Melakukan 3 – 5 perintah secara beraturan dengan benar (MB 1.1.1)

(36)

berdasarkan fungsi (PUS 1.1.1)

*(belum berkembang) ***(berkembang sesuai harapan) **(mulai berkembang) ****(berkembang sangat baik)

(37)

BSH= Berhasil Sesuai Harapan BSB= Berhasil Sangat Baik

LAPORAN ANALISA DAN LAPORAN PERBAIKAN PENGAYAAN Pengembanga

(38)

Kepala sekolah Tk Guru kelas

( ) ( )

IV. Saran Bacaan Tambahan

1. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

3. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

(39)

Pertemuan /Minggu ke : 15, 16 (lima belas, enam belas)

I. Pokok Bahasan : Laporan penilaian perkembangan anak. II. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Membuat laporan penilaian perkembangan anak

III.Bahan Sajian/ Materi

a. Pengertian Laporan Penilaian

Pelaporan penilaian adalah kegiatn untuk menjelaskan keercapaian aspek aspek pertumbuhan dan perkembangan yang telah dimiliki anak dalam waktu tertentu. Dengan kata lain, pelaporan merupakan upaya menggambarkan kemempuan yang telah dimiliki anak. Kemampuan yang digambarkan meliputi semua aspek pertumbuhan dan perkembangan, yaitu fisik, bahasa, kognitif, sosio-emosional, seni serta moral dan nilai agama.

Bentuk nyata pelaoran adlah laporan perkembangan belajar anak. Maksudnya hal hal yang dikemukakan dalam laporan adalah perilaku dan kemampuan anak. Perilaku dan kemampuan tersebut menggambarkan ketercapaian dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari kegiatan pelaksanaan program yang diikuti anak.

Laporan penilaian merupakan sarana komunikasi antara sekolah, guru, siswa dan orang tua tentang ketercapaian perkembangan belajar anakk. Oleh karena itu, laporan harus disusun sedemikian rupa dengan cermat,teliti dan jelas agar mudah dipaham olleh pembaca khususnya orang tua.

(40)

Prinsip penilain hasil belajar antara lain menekankan bahwa penialain harus dilakukan secara terus menerus, berkesinambuang dan objektif. Untuk memenuhi itu guru harus membua rekaman atau catatan data tentang perkembangan belajar anak yang diperoleh dari pelaksaan kegiatan.

Data yang diperoleh dianalisis dan disimpulkan sehingga dapat ditetapkan ketercapaian perkembangan belajar anak. Analisis mengacu kepada rentang pertumbuhan dan perkembangan yang harus dilalui anak. Guru dapat langsung mengacu ke kurikulum yang digunakan atau ke rentang yang dikemukakan oleh para ahlli seperti Montessori, piaget atau yang lainnya.

Hasil analisis merupakan informasi tentang ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak dalam rentang yang disusun dalam kurun waktu tertentu , misalnya seminggu, sebulan atau sesemester, dan seterusnya. Dengan cara tersebut akan diketahui perkembangan belajar anak dari hari ke hari, minggu ke minggu dan seterusnya.

Laporan penilaian bermanfaat sebagai bahan masukan bagi orangtua untuk memahami anaknya. Melalui laporan penilaian orang tua dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan anaknya dalam pertumbuhan dan perkembangan anaknya.berdasarkan pemahaman tersebut orang tua dan pihak yang berkepentingan dapat menindak lanjuti dalam rangka memacu pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Secara khusus laporan penilaian bermanfaat:

(41)

b. Sebagai bahan masukan bagi guru, konseor, dan kepala sekolah dalam menentukan kebijakan sekolah, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan pelaksanaan program di TK.

c. Sebagai masukan bagi oarang tua dalam menemukan upaya yang tepat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dan memperkirakan keberhasialan anak di masa depan.

d. Sebagai bahan untuk penentu promosi ( studi lanjutan ) ke jenjang berikutnya (SD/MI) e. Sebagai bahan informasi bagi yang berkepentingan dengan pertumbuhan dan

perkembangan anak untuk mengkaji lebih lanjut hal hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kegiatan belajar anak.

c. Langkah langkah penyusunan laporan penilaian.

Laporan penilaian di harapkan dapat memberikan informasi agar pembaca laporan dapat memperoleh kejelasan tentang hasil yang dicapai anak dari kegiatan yang diikuti dalam waktu tertentu. Laporan penilaian dapat dibuat dalam kurun waktu bulanan, catur wulan, semester dan tahunan. Untuk ini, laporan harus disusun sedemikian rupa agar mudah di pahami oleh pembaca.

Langkah langkah yang harus dipenuhi dalam penyusunan laporan adalah sebagai berikut :

a. Tentukan bentuk laporan yang akan di buat ( buku atau kartu )

b. Terapkan komponen-komponen apa yang harus dikemukakan dalam laporan ( sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan selama sebulan, sesemester atau lainnya)

(42)

untuk dilaporkan dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti pembaca terutama orangtua (kongrit dan menujukan upaya yang harus dilakukan berikutnya) d. Mulailah menuliskan isi penilaian dalam format laporan yang telah ditetapkan terlebih

dahulu.

d. Isi Dan Bentuk Laporan Penilaian 1. Isi laporan penilaian

Isi laporan adalah gambaran perkembangan belajar anak dalam waktu tertentu ( 1 bulan ,2 bulan ,semester atau akhir tahun ).gambaran tersebut merupakan gambaran kualitas diri anak sebagai internalisasi dan kritalisasi setelah anak belajar melalui berbagai kegiatan. Simpulan tentang hasil yang diperoleh merupakan hasil perbandingan antara kemampuan anak sebelum dan sesudah pelaksanaan program kegiatan sesuai dengan criteria dalam kurikulum yang digunakan.

Guru/sekolah dapat menentukan periodic waktu untuk membuat laporan penilaian.penentuan waktu untuk membuat laporan penilaian. Penentuan waktu sesuai dengan kebutuhan sekolah dan orang tua.periodik waktu pemberian laporan dapat dilakukan 1,bulan ,4 bulan ( catur wulan ) atau enam bulan ( semester ).

Menentukan isi laporan penilaian dapat mengacu kepada program kegiatan belajar taman kanak- kanak ( PKBTK ) atau kurikulum berbasis kompetensi ( KBK )TK yang berlaku .kalau mengacu ke PKBTK komponen laporan penilaian berisi dua komponen utama ,yaitu kemampuan dasar serta sikap dan perilaku. Kemampuan dasar terdiri dari aspek perkembangan bahasa , daya piker , fisik ,keterampilan dan daya cipta.

(43)

agama. Masing – masing komponen masih dirinci lagi ke dalam bentuk hasil belajar yang lebih konkrit. Misalnya, pada aspek bahasa anak bisa menyatakan keinginan dengan menggunakan kalimat yang terdiri dari dua kata ,bisa menjawab pertanyaan dari kata Tanya apa , dimana, dan lain – lain.

Ketercapaian perkembangan dapat dinyatakan dalam bentuk huruf atau deskripsi / uraian. Huruf yang bisa digunakan untuk nilai adalah baik ( B ) ,cukup ( C ) atau ( K ). Bisa digunkan nilai yang ,yaitu memuaskan ,berhasil ,sebagai berhasil dan belum berhasil. Bila menggunakan deskripsi pilihlah kata yang mudah dimengerti pembaca laporan penilaian khususnya orangtua.

Dalam laporan akhir tahun kegiatan pelaksanaan program dapat digambarkan kesiapan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dengan cara demikian akan membuat orang tua yang membaca isi laporan penilaian akhir tahun memperoleh informasi tentang kesiapan anknya untuk melanjutkan ke sekolah dasar atau belum .hak ini penting , agar orang tua atau pihak lain dapat menentukan bantuan apa lagi yang diperlukan anak.

2. Bentuk Laporan Penilaian

Bentuk laporan dapat dikemas sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah dengan memperhatikan tujuan dan manfaat pelaporan penilaian.laporan dapat berbentuk katu dan buku. Laporan berisi komponen – komponen perkembangan belajar dan nilai dalam bentuk huruf. Selain itu,disediakan kolom catatan tentang hal yang penting dikemunkakan berkenaan dengan diri anak yang perlu diketehui orangtua.

(44)

Laporan yang berbentuk kartu berisi komponen kartu berisi komponen perkembangan yang akan dilaporkan dan nilai dalam bentuk huruf. Informasi tentang diri anak yang penting diketahui orangtua yang dikemukakan dalam bentuk uraian dituliskan dikolom catatan.

Laporan berbentuk kartu terdiri dari halaman kuar dan dalam.halaman luar terdiri dari halaman depan dan belakang serta halaman dalam ada dua. Pada halaman depan dapat dicantumkan judul , foto , dan identitas anak serta identitas berserta alamat sekolah. Halaman dalam dan belakang berisi kemampuan ,hasil belajar nilai,catatan keterangan/uraian tentang diri anak dan kolom tanda tangan orangtua ,guru dan kepala sekolah.

Bentuk kartu antara lain dapat diformat seperti berikut ini: Halaman depan

(45)

NAMA :

NOMOR INDUK :

TANGGAL LAHIR :

NAMA ORANG TUA :

ALAMAT :

TAMAN KANAK –KANAK MUTIARA ANANDA JLN. ADINEGORO NO. 8 TABING

KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG

Di halaman dalam dan belakang berisi:

KEMAMPUAN HASIL BELAJAR NILAI KETERANGA

N FISIK 1. Motorik halus

2. Motorik Kasar

BAHASA

1. Komunokasi Lisan 2. Perbendarahan Kosa Kata 3. Pengenalan Bentuk Simbol 4. Membaca Gambar

5. Bahasa Isyarat

KOGNITIF

1. Pengenalan Benda Di Sekitarnya 2. Pemahaman Konseps Sains Sederhana 3. Pengenalan Bilangan

4. Pengenalan Bilangan 5. Bahasa Isyarat

(46)

SOSIO-EMOSIONAL

1. Berinteraksi Dengan Orang Lain 2. Mengenal Disiplin

3. Menunjukkan Emosi Yang Wajar 4. Menjaga Keamanan Diri

5. Disiplin 6. Reaksi Emosi

MORAL DAN NILAI AGAMA

1. Berdoa

2. Mengenal Udara 3. Sopan Santun

4. Mengenal Kebersihan 5. Tanggung Jawab 6. Cinta Tanah Air 7. Musyawarah Mufakat Catatan:

Mengetahui: Padang,

Orang tua atau wali anak Kepala sekolah Guru Kelompok….

e. Bentuk Buku

(47)

Bentuk buku sudah bisa di gunakan sebagai laporan kegiatan belajar anak tk.bentuk buku dapat format sebagai berikut.

Kulit

KETERANGAN DIRI ANAK

A. IDENTITAS ANAK

1. Nama anak : ………...

LAPORAN PENDIDIKAN

TAMAN KANAK- KANAK

MUTIARA ANANDA

NAMA ANAK

NOMOR INDUK

(48)

-Nama Lengkap : ………...

-Nama Panggilan : ………...

2. Nomor induk : ………...

3. Jenis kelamin : ………...

4. Tempat dan tanggal lahir : ………...

5. Agama : ………...

6. Anak ke : ………...

7. Nama Orang Tua /Wali* : ………... 8. Perkejaan Orang Tua /Wali*

-Ayah : ………...

-Ibu : ………...

9. alamat orang tua/wali*

-jalan : ………...

-kelurahan : ………...

B. IDENTITAS TAMAN KANAK – KANAK

1. Nama : ………...

2. Status Taman Kanak-Kanak : ………... 3. Alamat Taman Kanak – Kanak

-Jalan : ………...

-Kelurahan : ………...

-Kecamatan : ………...

-Kabupaten : ………...

(49)

4. Nama Organisasi /Yayasan

Penyelenggara : ………...

………... Kepala Taman KanakKanak

Catatan:

*) coret yang tidak perlu

(50)

Perkembangan Anak

Kelompok : A/B*)

Cawu / semester : Tahun pelajaran :

NO PROGRAM PENGEMBANGAN URAIAN

A. PEMBENTUKAN PRILAKU Yang meliputi :

(51)

Catatan:

*) coret yang tidak perlu

Isi laporan yang mengacu ke Kurikulum berbasis kompetensi dapat diformat sebagai berikut:

Nama Anak: Semester :

Kelompok : Tahun Pelajaran:

N O

DIMENSI PENGEMBANGAN

URAIAN

A. FISIK

B. BAHASA

C. KOGNITIF

D. SOSIO-EMOSIONAL

F. MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA

………,………

Kepala Taman Kanak-Kanak Guru Kelompok……

Ketidakhadiran

Sakit Izin

Tanpa Keterangan Tanda tangan,

nama dan tanggal Guru

(52)

f. Mengkomunikasikan Laporan Penilaian

Pembuatan laporan penilaian dimaksudkan untuk disampaikan kepada orang-orang yang berkepentingan dengan perkembangan belajar anak, terutama orang tua. Orang yang memperoleh laporan penilaian diharapkan memperoleh informasi yang dipahami sama dengan pembuat laporan, yaitu guru. Untuk itu, laporan yang telah disusun perlu dikomunikasikan terutama kepada orang tua.

Mengkomunikasikan laporan penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Anatara lain, melalui konsultasi individual, pertemuan kelompok dan seminar. Guru dapat memilih bentuk yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan mengkomunikasikan laporan penilaian itu sendiri.

1. Komunikasi Individual

(53)

bahwa anak memiliki kesulitan dalam perkembangan bahasa dapat digunakan kalimat “ Andi sudah bisa menyatakan keinginannya pada orang lain (guru dan teman), tetapi baru dengan kalimat yang terdiri dari satu kata. Sebenarnya ia dapat menggunakan kalimat yang terdiri dari dua kata kalau kita sering mengajaknya bercakap-cakap.

2. Komunikasi Kelompok

Bentuk komunikasi kelompok dapat dilakukan apabila guru ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan anak secara bersamaan kepada orang tua anak-anak itu. Dari pertemuan tersebut guru / sekolah dan orang tua akan membicarakan tentang perkembangan yang hampir sama dan atau berkaitan diantara anak-anak yang orangtuanya dipanggil. Misalnya guru ingin menyampaikan perkembangan belajar anak yang rumah berdekatan dan selalu bermain bersama. Dengan pembicaraan tersebut guru akan memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk memilih upaya yang tepat dalam membantu perkembangan anak. Pertemuan ini bisa juga terjadi karena kebutuhan beberapa orangtua yang ingin mengetahui ketercapaian perkembangan anaknya dalam waktu tertentu (misalnya 1 bulan). Dalam pertemuan tersebut yang dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan belajar anak-anak yang orangtuanya datang itu. 3. Seminar

Seminar adalah bentuk pertemuan yang akan dihadiri sejumlah orang-orang. Dalam pertemuan tersebut guru atau ahli yang diundang kesekolah berperan sebagai narasumber / penyaji dan orang tua anak sebagai peserta.

(54)

anak dan sekolah yang perlu diketahui orang tua. Informasi yang disampaikan meliputi perkembangan belajar yang dicapai anak-anak secara umum selama satu tahun.guru membuat gambara secara kelompok misalnya untuk kelompok A, perkembangan kognitif anak sebagian besar berada pada kategori baik, cukup atau kurang. Perkembangan jasmani, bahasa, seni, sosial emosional serta moral dan nilai agama, seperti apa yang telah dicapai anak-anak. Selain itu, guru dapat juga menyampaikan informasi yang telah dilakukan selama satu tahun untuk membantu pencapaian perkembangan anak yang maksimal beserta harapan-harapan yang ingin dilakukan orang tua guna membantu perkembangan anak. Dari seminar juga dapat diketahui harapan-harapan orangtua termasuk anak dan sekolah. Harapan tersebut bisa spontan muncul bosa juga dipancing oleh pihak guru dengan mengajukan pertnyaan.

IV. Saran Bacaan Tambahan

e. Arikunto Suharsimi, dkk. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara f. Fridani Lara, dkk. 2010. Evaluasi Perkembangan AUD. Jakarta: UT

g. Mahyuddin Nenny. 2008. Asesmen Anak Usia Dini. Padang UNP Press

h. Yus Anita. 2005. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kana-Kanak. Jakarta: Dirjen Dikti

V. Tugas yang akan dikerjakan

Gambar

Gambar yang telah dicocok
Gambar menggunakan garis yang disediakan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan qardhul hasan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tenaga kerja dengan nilai signifikansi sebesar

[r]

“Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati ” ( Sugiyono, 2010). Berdasarkan pengertian tersebut,

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2015 tentang Tata Cara Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha

Yaitu yang pertama, tentang Pembelajaran intregaratif dalam pembelajaran Al-Qur‟an dan bahasa Arab, yang kedua tentang metode yang digunakan yaitu metode Jibril dan klasikal dan

[r]

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) disertai handout dapat

Dengan persiapan yang baik, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru model juga baik yang secara langsung proses pernbelajaran yang baik didapat dan dirasakan oleh