Halaman | 1
ABSTRAK
Pembekalan keterampilan hidup merupakan kebutuhan bagi setiap peserta didik. Tidak lagi hanya berorientasi pada materi (teori) namun perlu ditunjang dengan pengalaman langsung. Baik berupa simulasi maupun kerja nyata.
Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengalaman berwirausaha, menambah pengetahuan tentang kewirausahaan, memotivasi siswa untuk berani menghadapi hidup tanpa harus menjadi pegawai, menumbuhkan karakteristik kewirausahaan, menumbuhkan keterampilan sosial (kemampuan bersosialisasi), dan menumbuhkan kecerdasan emosional siswa.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama disebut sebagai Proyek Jilid I (satu) dan tahap kedua disebut sebagai Proyek Jilid II (dua). Pada Proyek Jilid I siswa ditantang untuk menghasilkan ide-ide usaha baik dagang maupun jasa sederhana yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan modal tanpa mengeluarkan uang sedikit pun. Proyek ini dilaksanakan di sela-sela waktu senggang siswa, baik di sekolah maupun di asrama, baik kepada sesama siswa, guru, maupun karyawan Lembaga Pengembangan Insani (Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa). Proyek Jilid II dilaksanakan dengan tahapan awal mengumpulkan ide usaha, presentasi dan diskusi ide usaha, proses produksi, promosi, dan pemasaran. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelititan, di antaranya yaitu buku pedoman proyek, angket evaluasi siswa pelaksana, angket evaluasi konsumen dan rekanan, dan wawancara.
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah pemberi rahmat bagi semesta alam, pemberi kasih pada seluruh penduduk negeri. Hanya dengan izin dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah SAW, beserta sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Terciptanya sebuah karya tak lepas dari kontribusi banyak pihak. Penulis memberikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh siswa kelas VII (tujuh) SMART Ekselensia Indonesia atas semua kesungguhan, pengorbanan, perjuangan, semangat dan keceriaan untuk selalu belajar dan belajar.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada orang tua dan keluarga atas semangat, motivasi, dan kasih sayang, kepada Aji (adik penulis) yang setia menemani pemburuan bahan baku dan sedia mengantar sang kakak membawa alat dan bahan kebutuhan proyek ke sekolah. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada rekan laboran (Ustzh. Dina dan Ust. Asmat) yang telah bersedia membantu dan merelakan ruangannya kami gunakan dengan ’semaksimal mungkin’ di pagi, siang, maupun sore hari, untuk Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru atas semangat, motivasi dan dukungan baik dari segi moril maupun materiil (sebagai pelanggan), dan terakhir kepada rekan karyawan Lembaga Pengembangan Insani atas kesediaannya meluangkan waktu mendengarkan dan menyimak presentasi produk siswa serta tentu saja membelinya.
Semoga segala pengorbanan, seluruh perjuangan menjadi hal yang bermanfaat di kemudian hari.
Halaman | 3
DAFTAR ISIABSTRAK 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3-4
BAB I : PENDAHULUAN 5-6
1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Manfaat Penelitian
BAB II : METODOLOGI DAN MEKANISME PROYEK 8-12
2.1. Jenis Penelitian
2.2. Subjek dan Seting Penelitian 2.3. Instrumen Penelitian
2.4. Teknik Analisis Data 2.5. Rancangan Penelitian
BAB III : PROYEK KELAS SOSIAL “MENCARI MODAL TANPA MODAL” SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN, keterampilan sosial DAN KECERDASAN
EMOSIONAL SISWA 13-24
3.1. Landasan Teori
3.1.1. Pengertian Kewirausahaan, Wirausahawan (entrepreneur) dan Wirausaha 3.1.2. Karakteristik Kewirausahaan
3.1.3. Pendidikan Kewirausahaan 3.1.4. Keterampilan sosial
3.1.5. Kecerdasan Emosional 3.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan
3.2.1. Ide Usaha
3.2.3. Analisis Data Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana Proyek 3.2.4. Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan) 3.3. Wawancara
BAB IV: PENUTUP 25
4.1. Simpulan 4.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA 26
DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN
DAFTAR GRAFIK
Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana)
Grafik 3.2.3.4.1 : Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi
Grafik 3.2.3.4.2 : Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa
Grafik 3.2.3.4.3 :Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Keterampilan Sosial Siswa Grafik 3.2.3.4.4 : Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Siswa
Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan)
Grafik 3.2.4.1.1 : Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi
Grafik 3.2.4.2.1 : Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa
Halaman | 5
BAB IPENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bumi yang semakin panas semakin kurang bersahabat dengan penghuninya. Dunia yang semakin sesak membuat manusia perlu perjuangan ekstra untuk dapat bertahan. Indonesia sebagai negara yang 'masih' berkembang, menyumbangkan angka yang tidak kecil dalam jumlah kemiskinan dan pengangguran. Bahkan, seperti disampaikan oleh Ibu Sri Mulyani, tahun 2008 Indonesia menjadi 'top leader' Asia dalam hal jumlah pengangguran.1
Berdasarkan perkiraan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), angka kemiskinan Indonesia pada 2010 menunjukkan tren meningkat ketimbang 2009, yakni dari 32,5 juta menjadi 32,7 juta. Hal itu lantaran bertambahnya tingkat setengah pengangguran dari 31,57 juta menjadi 32,04 juta.2
Jumlah kemiskinan dan pengangguran yang semakin hari kian meningkat memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pendidikan yang tinggi tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan 'kursi' di salah satu perusahaan baik kecil maupun besar. Jumlah pemegang ijazah S1 yang menganggur tidak kalah banyak dengan mereka yang tidak mengantongi ijazah perguruan tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pengangguran dengan gelar sarjana berjumlah sekitar 12,59% dari total pengangguran yang ada.3
Berijazah atau tidak, umumnya menjadi pegawai akan menjadi pilihan pertama bagi banyak orang, namun kesempatan itu tidak selalu. Datang. Memiliki alternatif lain dalam memperoleh penghasilan (uang) menjadi sebuah hal mutlak dalam bertahan hidup. Berusaha sendiri atau berwirausaha merupakan solusi bagi mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan atau lepas dari posisinya di sebuah perusahaan karena Pemutusan hubungan Kerja (PHK). Wirausaha merupakan salah satu tonggak perekonomian Indonesia. Disadari atau tidak, jumlah pengangguran bangsa ini telah terkurangi seiring dengan tumbuhnya usaha-usaha skala kecil dan menengah.
1
http://bisnis.vivanews.com/news/read/19668-paket_stimulus_prioritas_untuk_pengangguran, diakses tanggal: 1 Juli 2010
2
http://bataviase.co.id/detailberita-10457198.html, diakses tanggal: 1 Juli 2010
3
Memulai sebuah bisnis bukanlah hal yang sulit, namun juga tidak dapat dikatakan mudah. Dunia pendidikan di Indonesia, telah mulai memasukkan wirausaha sebagai salah satu muatan dalam pembelajaran ekonomi. Namun, seperti kita ketahui, teori yang didapat tidak sebanyak yang dibutuhkan untuk dapat memulai dan bertahan dalam sebuah usaha. Bagaimana menerapkan teori tersebut dalam kehidupan merupakan sebuah tantangan tersendiri. Seperti kata pepatah, “pengalaman adalah guru yang terbaik”, penulis meyakini bahwa di dalam sebuah pengalaman seseorang dapat belajar dan mendapatkan banyak hal yang dapat digunakan dalam menjalani hidupnya.
Untuk berhasil dalam hidup, seseorang perlu memiliki bekal. Kecerdasan intelektual dahulu dijadikan petunjuk satu-satunya dalam menilai kualitas seseorang. Pernyataan tersebut kini telah diperbarui dengan adanya hasil-hasil penelitian baru dari para ahli. Beragam bentuk kecerdasan mulai ditemukan dan dikembangkan sebagai komponen dalam membangun kemampuan dan keterampilan hidup seseorang. Di antaranya yaitu kecerdasan emosional (Emotional Quotient), kecerdasan sosial (Social Quotient), kecerdasan ketahanan (Adversity Quotient), kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient), dan lain-lain.
Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola emosi diri dan orang lain dan menggunakannya sebagai energi dalam menghadapi tantangan hidup. Kecerdasan emosional merupakan salah satu hal penting yang menunjang keberhasilan seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ menyumbang kira-kira 20% bagian fakotr-faktor yang menentukan sukses dalam hidup, maka yang 80% diisi oleh kekuatan lain, itulah EQ (Daniel Goleman, 1996).4
Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengimplementasi/menerapkan teori yang telah didapat sekaligus untuk membekali siswa dengan keterampilan social dan kecerdasan emosional siswa.
1.2. Perumusan Masalah
1. Bagaimana cara menumbuhkan karakteristik wirausaha pada siswa?
2. Bagaimana cara mengimplementasikan pembelajaran ekonomi dalam kehidupan nyata?
4
Bambang S. Wibowo,et.al., SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen
Halaman | 7
3. Apakah praktik kewirausahaan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman seluk-beluk kewirausahaan dan menumbuhkan karakteristik kewairausahaan siswa? 4. Apakah praktik kewirausahaan dapat menumbuhkan dan mengasah keterampilan
sosial siswa?
5. Apakah praktik kewirausahaan dapat menumbuhkan dan mengasah keterampilan sosial siswa?
1.3. Tujuan Penelitian
Dengan latar belakang yang telah disebutkan sebelumnya, penulis menyusun Karya Ilmiah ini dengan tujuan:
a. mengimplementasikan pembelajaran ekonomi melaui praktik kewirausahaan
b. menumbuhkan karakteristik kewirausahaan pada siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”
c. menumbuhkan keterampilan sosial siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”
d. menumbuhkan kecerdasan emosional pada siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”
e. memberikan alternatif metode pembelajaran ekonomi
1.4. Manfaat Penelitian
BAB II
METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
2.1. Jenis Penelitian
Karya ilmiah ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif (dengan menggunakan angket) dan kualitatif (wawancara dan hasil jabaran tertulis siswa pelaksana tentang beberapa hal).
Proyek “Mencari Modal Tanpa Modal” adalah sebuah program yang disusun dan dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan pembelajaran ekonomi di kelas VII (tujuh) yang meliputi adanya kebutuhan, motif ekonomi, tindakan ekonomi (produksi – distribusi – konsumsi), prinsip ekonomi, serta pengenalan terhadap perusahaan dan badan usaha. Proyek ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa/karakteristik wirausaha, keterampilan sosial dan kecerdasan emosional siswa.
2.2. Subjek dan Seting Penelitian
Subjek pelaksanaan penelitian adalah seluruh siswa Kelas VII-A yang terdiri dari 14 orang dan kelas VII-B yang terdiri dari 13 orang siswa. Siswa-siswa tersebut merupakan siswa terseleksi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari berbagai latar belakang pendidikan keluarga, suku dan budaya.
Penelitian dilakukan di sekolah (SMART Ekselensia Indonesia), asrama siswa dan guru, dan kompleks Lembaga Pengembangan Insani
2.6. Instrumen Penelitian
2.6.1. Buku Pedoman Proyek
2.6.2. Angket Evaluasi Pelaksana Proyek
Penulis memberikan angket kepada seluruh siswa pelaksana proyek (27 siswa) yang terdiri dari dua kelas (kelas VII A dan B).
Angket terdiri dari 40 pertanyaan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka. 2.6.3. Angket Evaluasi dari Konsumen dan Rekanan Proyek
Halaman | 9
2.6.4. Wawancara
Wawancara dilakukan kepada dua orang contributor (1 orang karyawan dan 1 orang guru), keduanya adalah orang-orang yang juga telah mempraktikkan bisnis skala kecil (wirausaha).
2.7. Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Penulis menggambar pelaksanaan dan hasil penellitian selama proses sebelum, saat dan sesudah proyek dilaksanakan.
1. Analisis kuantitatif 2. Analisis kualitatif
2.8. Rancangan Penelitian
Proyek ini terdiri dari dua tahapan. Penulis menyebutnya sebagai Jilid I dan Jilid II. Proyek Jilid I merupakan Proyek Tahap Pertama dan Utama dalam Proyek ini. Proyek ini dimaksudkan untuk mengenalkan dan memberikan contoh cara-cara mendapatkan uang/modal tanpa mengeluarkan uang/modal melalui pengalaman langsung siswa sebagai pelaksana.
Proyek Jilid II merupakan lanjutan dari Jilid I. Dalam tahapan ini, siswa ditantang untuk menemukan sebuah ide usaha dalam bentuk penganan sehat, bergizi, dan enak untuk dikonsumsi.
Proyek ini dilaksanakan dengan alur singkat sebagai berikut: Proyek Jilid I:
Eksplorasi ide usaha
Presentasi ide
Sosialisasi dan internalisasi Nilai dan strategi Wirausaha
Pelaksanaan Proyek “Mencari Modal Tanpa
Proyek jilid II:
2.8.1.Pra Pelaksanaan Proyek Jilid I
2.5.1.1 Pembagian Kelompok
Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari dua orang.
2.5.1.2. Penjelasan Tujuan dan Teknis Proyek 2.5.1.3. Perumusan dan analisis ide usaha
Siswa diberi waktu untuk memikirkan ide usaha yang mungkin dan akan dilaksanakan.
2.5.1.4. Presentasi ide, nama, dan teknis usaha dari masing-masing kelompok
Presentasi meliputi bentuk usaha, nama usaha, dan teknis pelaksanaan (cara, waktu, harga/tarif, potongan harga, dan lain-lain). Siswa penyimak dipersilakan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan kepada kelompok penyaji. Guru bertindak sebagai moderator sekaligus berperan sebagai penanya, memberi masukan dan memberikan alternatif solusi jika hasil diskusi belum ditemukan siswa
2.5.1.5. Internalisasi Nilai Dasar (Core Believes) Proyek Eksplorasi ide usaha
Analisis ide dan peluang
Uji Coba
Pembuatan dan Pemasangan Iklan
Proses Produksi
Pemasaran/ Penjualan produk
Pelaporan
Halaman | 11
Guru membagikan fotokopi langkah-langkah dan nilai-nilai dasar yang perlu dimiliki oleh siswa sebagai pelaksana proyek. Kemudian guru memberikan penjelasan, membahas bersama siswa, memberi contoh, dan siswa menandai hal-hal yang sudah dan akan dilaksanakan dari setiap poin (dengan tanda yang berbeda)
2.5.1.6. Pembagian Buku Pedoman Pelaksanaan Proyek a. Tujuan
Buku ini disusun dan dibagikan kepada masing-masing kelompok dengan tujuan untuk mempermudah dan mengarahkan kerja siswa pelaksana.
b. Isi
Bagian buku ini terdiri dari:
1) Cover; berisi judul dan identitas wirausahawan/pengusaha (siswa pelaksana) 2) Ide usaha : semua ide yang terpiirkan oleh siswa pelaksana
3) Peluang usaha yang dipilih dan alasannya 4) Catatan transaksi
5) Catatan Perjuangan; dari masing-masing siswa pelaksana 6) Laporan Keuangan
7) Pelajaran Bisnis (yang didapat siswa pelaksana berdasarkan pengalaman kerjanya)
2.5.2. Pelaksanaan Proyek Jilid I
2.5.2.1 Waktu Pelaksanaan
Jilid I: berlangsung selama 3 pekan di bulan April
2.5.2.2 Jenis Usaha yang dilaksanakan siswa: perdagangan dan jasa 2.5.2.3 Pemantauan
2.5.3. Pasca Pelaksanaan Proyek Jilid I
2.5.3 Pengumpulan data dan dana
2.5.4 Pengumpulan Buku Pedoman Proyek
2.5.5 Evaluasi Kemudahan dan Tantangan yang dihadapi siswa
2.5.4. Pra Pelaksanaan Proyek Jilid II
2.5.4.2. Diskusi ide usaha
2.5.4.3. Presentasi ide, nama, dan teknis usaha dari masing-masing kelompok 2.5.4.4. Analisis dan diskusi ide usaha dan waktu pelaksanaan
2.5.4.5. Persiapan alat dan bahan baku produksi
Mendaftar alat dan bahan yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok.
2.5.5. Promosi penjualan: (pemasangan poster iklan di madding-mading kelas sepanjang koridor sekolah dan promosi secara lisan)
2.5.6. Pelaksanaan Proyek Jilid II
Waktu Pelaksanaan
Jilid II: 25 Mei, 2, 3 Juni 2010
2.5.7. Pasca Pelaksanaan Proyek Jilid II
2.5.7.1. Pengumpulan catatan
Halaman | 13
BAB III
PROYEK KELAS SOSIAL “MENCARI MODAL TANPA MODAL”
SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN,
KETERAMPILAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
3.4. Landasan Teori
3.4.1. Pengertian Kewirausahaan, Wirausahawan (entrepreneur) dan Wirausaha
Wirausahawan (entrepreneur) adalah seorang inovator yang menggabungkan teknologi yang berbeda dan konsep-konsep bisnis untuk menghasilkan produk atau jasa, yang mampu mengenali setiap kesempatan yang menguntungkan, yang menyusun konsep strategi perusahaan, dan yang berhasil menerapkan ide-idenya. Wirausahawan juga adalah mereka yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju, termasuk juga mereka yang berani mengambil risiko, mengkoordinasi kegiatan, mengelola modal atau sarana produksi, yang mengenalkan fungsi produksi baru, dan mereka yang memiliki respon kreatif dan invatif terhadap perubahan yang terjadi.5
3.4.2. Karakteristik Kewirausahaan
Wirausaha (entrepreneur) bukanlah sekedar pedagang, namun jauh lebih dalam dari maknanya, yaitu berkenaan dengan mental manusia, rasa percaya diri, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguhan, dan moralitas dalam menjalankan usaha mandiri yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan tiap individu maupun masyarakat agar dapat hidup layak sebagai manusia yang kehadirannya ditujukan untuk mengembangkan dirinya, masyarakat, alam, dan kehidupan6
3.4.3. Pendidikan Kewirausahaan
Pembelajaran ekonomi yang didapat siswa selama ini cukup banyak, mulai dari dasar pengenalan kebutuhan sampai skala besar tentang perusahaan dan badan usaha.
5
Arman Nasution, Bustanul Arifin Noer, Mokhamad Suef,Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia: Suatu Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001, h. 1 6
Menurut Aa’ Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orang tua, tanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.7
3.4.4. Keterampilan sosial
Salah satu keterampilan sosial yang perlu dimililki siswa menurut John Jarolimek (1993: 9) mencakup:
a. Living and working together; taking turns, respecting the right of others, being socially sensitive
b. Learning self-control and self direction; and c. Sharing ideas and experience with others8
3.4.5. Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional merupakan salah satu modal utama bagi setiap manusia untuk dapat bertahan hidup dan berhasil mencapai tujuan/cita-citanya. Daniel Goleman menyatakan bahwa IQ hanya memberikan 20% sumbangan terhadap keberhasilan hidup seseorang, sedangkan 80% sisanya diisi oleh Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)9
Kecerdasan emosional (EQ) adalah himpunan dari berbagai fungsi jiwa yang melibatkan kemampuan memantau intensitas perasaan/emosi, baik pada diri sendiri maupun pada diri orang lain, memiliki keyakinan tentang dirinya (percaya diri) dan penuh dengan antusias, pandai memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi sehingga dapat membimbing pikiran dan tindakannya. Seseorang yang tinggi kualitas EQ-nya dalam kinerjanya tampak adanya keuletan dan kekenyalan, selalu dapat menahan diri dalam mengalami frustasi/stres atau himpitan keadaan dalam rangka mencapai atau memperjuangkan sesuatu yang menjadi cita-cita yang ingin dicapainya.10
7 Valentino Dinsi, dkk, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Jakarta, LET’S GO Indonesia, 2004, h. 113
8
Http://file.upi.edu/Direktori/B-FPIPS/JUR.PEND.GEOGRAFI/...,diakses tanggal 1 Juli 2010
9
Bambang S. Wibowo,et.al., SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen
Pengembangan SDM untuk Pribadi, Tim dan Lembaga dalam meraih sukses Dunia dan Akhirat, (Bandung: Syaamil Cipta media, 2002), h. 52
10
Halaman | 15
3.5. Hasil Penelitian dan PembahasanDari pelaksanaan Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” yang telah selama kurang lebih 2 (dua) bulan, penulis mengumpulkan data-data melalui Buku Pedoman, Angket Evaluasi Siswa Pelaksana, Angket Evaluasi dari Konsumen dan Rekanan, serta wawancara. Berikut merupakan hasil pengolahan dari keseluruhan instrument penelitian tersebut:
3.5.1. Ide Usaha
Siswa-siswa SMART Ekselensia Indonesia yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dikumpulkan untuk belajar dan meraih cita-cita. Mereka tinggal di asrama yang berada di dalam Kompleks Bumi Pengembangan Insani – Dompet Dhuafa. Kondisi tersebut tidak menyebabkan siswa kami menjadi kurang kreatif dalam mencari ide usaha. Mereka berdisusi dalam kelompok masing-masing dan ‘menelurkan’ beragam ide usaha dari yang sederhana sampai yang unik dan mengundang tawa. Ide-ide usaha pada Proyek Jilid I (satu) berupa jasa dan perdagangan, di antaranya yaitu: a. Mencuci pakaian teman
b. Mencuci sepatu c. Menyetrika
d. Membuatkan kartu ucapan (ulang tahun, hari ibu, hari guru, dll) e. Memberikan hiburan (menyanyi, melawak, dll)
f. Jasa penitipan pembelian barang ke Parung atau tempat belanja lainnya g. Menjualkan produk suplemen kesehatan (secara konsinyasi)
h. Menjualkan parfum dan aroma terapi
i. Menjualkan buku, CD-R, bola, CD Murotal, dll
Dari beragam ide tersebut, masing-masing kelompok yang terdiri dari 2 (dua) orang, rata-rata melakukan dua jenis usaha atau lebih.
‘a. Sate Buah Madu ‘b. Es Putri Cantik ‘c. Rujak Buah Petis ‘d. Rujak Prikitiewer ‘e. Sakaw Fruit
‘f. Burger Telur
‘g. Pizza Roti Sosis Lada Hitam
‘h. Sate Roti
‘i. Roti Panggang Selai Strawberi ‘g. Roti Agar Susu Coklat
‘h. Es Kopyor
‘i. Sate Buah Coklat, dll
Siswa menjajakan dagangannya di depan koperasi karyawan.
3.5.2. Pelajaran Bisnis Yang Didapat Siswa Dari Proyek Jilid I (Berdasarkan Buku
Pedoman Proyek)
a. semakin menghormati orang tua;
b. mengerti bahwa mencari uang itu tidak mudah
c. pelanggan menginginkan barang yang murah dan bagus d. memilih usaha yang tidak lagi membuat kamar berantakan
e. Merencanakan semua pekerjaan yang akan dikerjakan sedetail mungkin. f. Pintar-pintar memberi pelayanan dan harga sesuai.
Halaman | 17
h. mempelajari bagaimana susahnya mencari
i. Di sini saya baru tahu bagaimana susahnya berjualan karena malu kepada kakak-kakak kelas, malu sama ustadz dan ustadzah.
j. Mendapat banyak pengalaman dan harus semangat terus
k. Sangat membuat antusias dan semangat terhadap diri sendiri. Serasa menjadi orang sibuk.
l. Jadi berpikir lebih dewasa (lebih kritis, berpikir ribuan kali dalam memutuskan sesuatu
m. Ternyata menjadi pebisnis itu enak sekali, selain dapat pengalaman berdagang juga mendapat untung
n. Harus Rajin!!
o. Kita harus berani dan tahan lelah agar berhasil
p. Yang harus kita lakukan untuk mendapat hasil adalah harus selalu berusaha. q. Sebagai calon pebisnis kita harus sabar dengan segala sesuatu yang
menghadang. Baik dari hinaan, ejekan, tidak laku-laku dan lain sebagainya.
r. Hal terpenting dalam menjadi wirausahawan itu adalah kesabaran dan perjuangan yang sangat gigih (tidak putus asa).
s. Kita harus berusaha semaksimal mungkin dan juga harus bersabar untuk mendapatkan modal, walaupun barang yang dijual tidak laku-laku, dan harus berusaha
t. Ternyata berdagang itu kadang-kadang tidak jelas. Ketika orangnya ditawari orangnya tidak mau dan ketika ditinggal, ia mencari dan membelinya.
u. Jangan malu. v. Pantang menyerah.
w. Harus sigap. Siap menerima pesanan kapan saja agar pelanggan tidak pergi. Promosi kapan saja, ke siapa saja, dan di mana saja.
x. Harus lebih pintar menawarkan barang/jasa, harganya pun harus sesuai. y. Semangat perjuangan harus selalu ditingkatkan juga harus penuh perhitungan. z. Harus lebih berani mengenalkan dan menjelaskan barang-barang yang dijual
Dari pengalaman yang telah didapat siswa, terlihat bahwa siswa mendapat pengetahuan tentang kewirausahaan, memiliki pemahaman tentang tantangan dalam berwirausaha, memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki keterampilan social, dan kecerdasan emosional untuk dapat berhasil dalam berwirausaha dan dalam kehidupan pada umumnya.
3.5.3. Analisis Data Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana Proyek
3.5.3.1. Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi
Grafik 3.2.3.4.1
Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa >20 orang siswa pelaksana setuju bahwa teori perlu ditunjang dengan praktik, proyek menambah pengetahuan bisnis, menyadari bahwa memulai usaha tidak selalu harus dengan uang/modal. Selain itu, grafik juga menunjukkan timbulnya semangat berwirausaha melalui ide-ide yang bermunculan di benak siswa untuk mendirikan usaha.
3.5.3.2. Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan
dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa
Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh siswa pelaksana, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
0
Proyek Sebagai Implementasi Pembelajaran Ekonomi dan Memberikan
Pengetahuan Kewirausahaan
P Disiplin tidak diperlukan dalam
membangun usaha
Pemilihan sistem distribusi yang tepat menunjang keberhasilan…
Mencari modal dapat dilakukan dengan menawarkan jasa
Pemasaran sebuah usaha tidak memerlukan kegiatan…
Mencari uang/nafkah tidak selalu harus dengan menjadi pegawai
Keuangan pribadi tidak perlu dipisahkan dengan keuangan…
Pemilihan bahan baku yang berkualitas menentukan…
Pemasaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja Evaluasi diperlukan untuk perbaikan dan kemajuan…
Penentuan harga tidak memerlukan pertimbangan dan…
Pelayanan jasa yang baik membuat konsumen tertarik… Kegiatan produksi memerlukan
berbagai faktor produksi… Sebuah usaha memerlukan kerja
Grafik 3.2.3.4.3
Dari grafik di atas, terlihat bahwa sebagian besar siswa (>90%) menyatakan bahwa keterampilan social penting dan mereka merasakan bahwa keterampilan komunikasinya bertambah setelah melaksanakan proyek ini.
3.5.3.4. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Siswa
Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh siswa pelaksana, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
Grafik 3.2.3.4.4
Kejujuran merupakan modal dalam berusaha dan memiliki hubungan baik
dengan agen/distributor
Keterampilan komunikasi diperlukan dalam membangun sebuah usaha
Keterampilan komunikasi saya bertambah setelah melaksanakan
proyek ini
25 26 27
Proyek Menumbuhkan Keterampilan Sosial
SS S TS STS Abstain
0
Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Emosional
Halaman | 21
Dari grafik di atas terlihat bahwa sebagian besar (>90%) siswa menyatakan bahwa kecerdasan emosionalnya bertambah dengan adanya proyek ini. Kecerdasan emosional tersebut meliputi kreativita, kedisiplinan, kepercayaan diri, kerja keras, kejujuran, kecerdasan interpersonal, dll.
3.5.4. Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan)
3.5.4.1. Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi
Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
Grafik 3.2.4.1.1
3.5.4.2. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa 0
Proyek Sebagai Implementasi Pembelajaran Ekonomi dan
Memberikan Pengetahuan Kewirausahaan
Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
Grafik 3.2.4.2.1
3.5.4.3. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Keterampilan Sosial Siswa
Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
Grafik 3.2.4.3.1
Proyek Menumbuhkan Pemahaman Seluk-Beluk
dan Karkteristik Kewirausahaan
Tidak Sesuai Cukup Sesuai Sesuai Sangat Sesuai
0 sehat terjadi di antara
siswa pelaksana
Proyek Menumbuhkan Keterampilan Sosial
Halaman | 23
3.5.4.4. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional SiswaBerdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:
Grafik 3.2.4.4.1
3.6. Wawancara
Penulis melakukan beberapa kali wawancara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sela-sela mempromosikan proyek sekaligus produk kepada rekan-rekan guru dan karyawan Lembaga Pengembangan Insani (LPI), penulis berkesempatan untuk mengetahui bagaiaman respon mereka.
Beberapa di antara rekan kerja menanyakan “menunya apa hari ini?” Hal ini memberikan kesan adanya antusiasme dari guru dan karyawan terhadap proyek. Beberapa lainnya secara langsung menanyakan menu-menu tertentu seperti 'Roti Pizza' dan 'Rujak' yang ingin mereka coba atau ingin mereka belli lagi, setelah sebelumnya sudah mencoba.Selain guru dan karyawan, siswa-siswa (di luar pelaksana) juga memberikan respon positif. Mereka masuk ke ruang produksi, melihat, mengamati, ikut mencoba dan bertanya mengenai teknik produksi maupun konsep proyek secara umum.
Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Emosional
Seorang rekan (konsumen) mengatakan, “pasti laku kalau dititipkan di Koperasi!” Koperasi yang dimaksud yaitu Koperasi Insan Sejahtera LPI. Hal ini ia sampaikan karena -berdasarkan diskusi dengan penulis- produk makanan ini digemari cukup banyak orang,freshdan berbeda dari menu yang telah ada.
Dari segi pelaksanaan proyek, dua orang rekan penulis yang diwawancara menyatakan bahwa pelaksanaan proyek ini sangat baik untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa sekaligus keterampilan sosial dan emosional siswa.
Ustzh. Riza Fadla (Staff Beastudi Etos sekaligus Penanggung Jawab Alumni SMART EI) menyatakan bahwa siswa terlihat antusias/semangat dalam melaksanakan proyek, mereka memiliki keberanian untuk menawarkan dan gigih dalam mempresentasikan manfaat dan keunggulan produknya. Beliau juga menyatakan bahwa praktik yang dilaksanakn siswa ini dapat bermanfaat bagi mereka di kemudian hari bahkan mulai saat ini.
Halaman | 25
Bab IVPENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis menyimpulakan bahwa praktik kewirausahaan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan karakteristik kewirausahaan, keterampilan sosial dan emosional siswa. (berdasarkan porsi yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya).
Karakteristik kewirausahaan antara lain ketekunan, kedisiplinan, kejujuran, keingintahuan tinggi, dll. keterampilan sosial meliputi kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, dll. Kecerdasan emosional mencakup kejujuran, kegigihan, kesabaran, kecerdasan interpersonal, dll. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan sebuah pengalaman nyata dari siswa terhadap teori yang telah ia dapat di sekolah.
B. Saran
Dalam melaksanakan sebuah agenda pendidikan, setiap punggawanya hendaknya senantiasa menjaga semangat untuk menambah pengetahuan, keterampilan hidup, dan kecerdasan mendidik diri serta siswa-siswanya. Seseorang akan menjadi lebih baik bukanlah karena memenangkan suatu pertandingan atau memiliki harta yang semakin banyak. Melalui proyek ini penulis mendapatkan banyak pengalaman berharga sekaligus masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Teori/materi pelajaran yang terus-menerus ditambah memang meningkatkan kemampuan kognisi siswa, namun alangkah lebih baik jika penyelenggara dan para pelaksananya mempertimbangkan untuk memberikan pengalaman langsung bagi peserta didiknya agar mereka dapat lebih memahami, menghayati, sekalligus mendapatkan banyak pelajaran hidup lainnya selama proses tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Dinsi, Valentino, dkk, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Jakarta, LET’S GO Indonesia, 2004
Kardimin, Akhmad,Menumbuhkan Jiwa Wirausaha, Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2004 Kiyosaki, Robert T., bersama Sharon L. Lechter C.P.A, The Cashflow Quadrant: Panduan
Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial, Alih bahasa: Rina Buntaran.Cet.9, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003
Nasution, Arman, Bustanul Arifin Noer, Mokhamad Suef, Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia: Suatu Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001
Wibowo, Bambang S.,et.al.,SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen Pengembangan SDM untuk Pribadi, Tim dan Lembaga dalam meraih
sukses Dunia dan Akhirat,(Bandung: Syaamil Cipta media, 2002)
http://bisnis.vivanews.com/news/read/19668-paket_stimulus_prioritas_untuk_pengangguran, diakses tanggal: 1 Juli 2010
http://bataviase.co.id/detailberita-10457198.html, diakses tanggal: 1 Juli 2010
http://ngampus.com/2009/03/04/angka-pengangguran-sarjana-tinggi/Angka Pengangguran Sarjana Tinggi, diakses tanggal 1 Juli 2010
Http://file.upi.edu/Direktori/B-FPIPS/JUR.PEND.GEOGRAFI/..., diakses tanggal 1 Juli 2010 http://www.depdiknas.go.id/jurnal/27//suatu opini mengenai reformasi sistem pendidikan
Halaman | 27
Lampiran 1
INTERNALISASI NILAI STRATEGI WIRAUSAHA
Pembekalan Langkah Menuju Dunia Wirausaha
Proyek: "Mencari Modal Tanpa Modal"
Mencari peluang
1. Curah gagasan anggota kelompok 2. Kumpulkan kemungkinan perolehan
modal (dari yang mungkin sampai yang 'kelihatannya' mustahil)
3. Membaca buku, media cetak, dan 'dunia'
4. Minta Pengalaman atau ide kakak kelas 5. Bertanya pada ustd/zh (sambil
promosi… :)
6. Buat analisis peluang dan tentukan jenis usaha terbaik dengan potensi terbaik
Strategi Pemasaran
1. Tentukan lingkup/jangkauan setiap jenis usaha
2. Buat jaringan
3. Bangun kepercayaan (ciptakan kedekatan emosional konsumen, calon konsumen dan produsen)
4. Berikan perbedaan (nilai plus) dari setiap jenis usaha
5. Jaring calon konsumen potensial
6. Jadikan konsumen (closing) dan 'ikat' sebagai pelanggan
7. Berikan layanan terbaik (tentukan standar layanan)
8. Perluas jangkauan
9. Lakukan setiap Proses dengan kualitas Terbaik
Strategi Kekuatan
1. Niatkan untuk ibadah dan banyak kebaikan lain (memberi manfaat dan membantu)
2. Tekadkan untuk pengembangan diri (bekal pengetahuan, pengalaman, keterampilan hidup, keterampilan sosial, dll)
3. Berpikir 'bisa' (tanamkan optimisme) 4. Canangkan target (perolehan,
pengalaman, silaturahim, dll)
5. Berpikir positif kepada setiap calon konsumen dan pelanggan
6. Berniat memberi manfaat sebanyak mungkin
7. Bedo'a untuk yang terbaik
8. Jadikan sebagai latihan untuk menuju dunia 'sesungguhnya'
Strategi Pengelolaan
1. Lakukan pembagian kerja (kelola waktu dan seluruh potensi)
2. Catat setiap transaksi (jasa/dagang) 3. Minta saran dari konsumen dan calon
konsumen
4. Adakan evaluasi dan konsultasi
Lampiran 2
ANGKET EVALUASI SISWA PELAKSANA
PROYEK KELAS SOSIAL "MENCARI MODAL TANPA MODAL"
KELAS VII (TUJUH) - SMP SMART EKSELENSIA INDONESIA
Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling sesuai dengan pendapat Anda!
Keterangan: SS = Sangat Setuju, S = Setuju, TS = Tidak Setuju, SS = Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS S T
S ST S
1 Teori perlu ditunjang dengan praktik
2 Proyek ini menambah pengetahuan bisnis saya
3 Proyek ini memicu kreativitas saya
4 Saya berlatih mengambil keputusan dengan lebih baik melalui proyek ini
5 Memulai usaha tidak selalu harus dengan uang
6 Mendapatkan modal dapat dilakukan tanpa modal
7 Kreativitas diperlukan dalam membangun usaha
8 Disiplin tidak diperlukan dalam membangun usaha
9 Bertindak cepat dan sigap agar dapat berhasil dalam persaingan
10 Pengaturan waktu yang baik akan menunjang keberhasilan suatu usaha
11 Pengalaman dapat meningkatkan rasa percaya diri
12 Pengetahuan saya tentang wirausaha/bisnis bertambah setelah melaksanakan proyek ini
13 Pemilihan sistem distribusi yang tepat menunjang keberhasilan usaha
14 Kerjasama tim menunjang keberhasilan usaha
15 Wirausaha membutuhkan inovasi
16 Kreativitas diperlukan dalam membangun usaha
17 Kegagalan merupakan langkah menuju kesuksesan
18 Ketidakberhasilan mengajarkan banyak hal
19 Diperlukan sebuah ketekunan dalam berbisnis
20 Mencari modal dapat dilakukan dengan menawarkan jasa
21 Pemasaran sebuah usaha tidak memerlukan kegiatan promosi/iklan
22 Sebuah usaha memerlukan kerja keras dari pengusahanya
Halaman | 29
24 Pengusaha perlu menambah pengetahuan bisnis dengan bersosialisasi dengan banyak orang
25 Kejujuran merupakan modal dalam berusaha dan memiliki hubungan baik dengan
agen/distributor
26 Keterampilan komunikasi diperlukan dalam membangun sebuah usaha
27 Keterampilan komunikasi saya bertambah setelah melaksanakan proyek ini
28 Kedekatan dengan Allah membuat lebih tenang dan percaya diri dalam berbisnis
29 Mencari uang/nafkah tidak selalu harus dengan menjadi pegawai
30 Keuangan pribadi tidak perlu dipisahkan dengan keuangan perusahaan
31 Pemilihan bahan baku yang berkualitas menentukan keberhasilan usaha
32 Pemasaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja
33 Evaluasi diperlukan untuk perbaikan dan kemajuan perusahaan
34 Penentuan harga tidak memerlukan pertimbangan dan kecermatan
35 Pelayanan jasa yang baik membuat konsumen tertarik untuk menggunakan jasa itu lagi
36 Kegiatan produksi memerlukan berbagai faktor produksi (alat,bahan, SDM, dan keterampilanmengolah semua unsur tersebut)
37 Persaingan memicu perbaikan kualitas produk dan jasa
38 Ide-ide usaha bermunculan di benak saya
39 Memulai usaha tidak membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri
40 Pengalaman proyek ini membuat saya memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah usaha
Terima kasih atas segala kepercayaan, kerjasama, dukungan dan semangat yang dicurahkan.. Mohon maaf atas segala kekurangan/kekhilafan ustzh selama ini..
Semoga Allah semakin mencintaimu dan orang-orang yang menyayangimu.. Aamiin.. : )
Kesan/pendapat tentang proyek ini:
………..…………..……… ………..…………..………
………..…………..………
………..…………..………
Saran:
………..…………..……….. ………..…………..………
Lampiran 3
ANGKET EVALUASI KONSUMEN, REKANAN TERHADAP PROYEK
PROYEK KELAS SOSIAL "MENCARI MODAL TANPA MODAL"
KELAS VII (TUJUH) - SMP SMART EKSELENSIA INDONESIA
Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling sesuai dengan pendapat Anda!
Skala penilaian: 1 = Tidak Sesuai 2 = Cukup Sesuai 3 = Sesuai
4 = Sangat Sesuai
No. Pernyataan 1 2 3 4
1 Siswa dapat belajar dari pengalaman/praktik langsung
2 Proyek ini menunjang teori yang telah dipelajari siswa
3 Proyek ini menambah pengetahuan bisnis siswa
4 Proyek ini meningkatkan kreativitas siswa
5 Siswa belajar menghargai uang melalui proyek ini
6 Siswa belajar menghargai dan mengatur waktu melalui proyek ini
7 Kemampuan sosialisasi siswa tidak bertambah dengan adanya proyek ini
8 Proyek ini memberi pemahaman bahwa mencari uang/nafkah tidak selalu harus menjadi pegawai
9 Siswa belajar untuk hidup mandiri melalui proyek ini
10 Siswa belajar mengelola emosinya melalui proyek ini
11 Rasa percaya diri siswa tidak meningkat dengan adanya proyek ini
12 Siswa pelaksana belajar bahwa pemasaran menentukan keberhasilan sebuah usaha
13 Siswa pelaksana tidak antusias dalam menjalankan usahanya
14 Siswa pelaksana belajar bahwa mecari uang tidak harus dengan modal berupa uang
15 Siswa pelaksana memasarkan produk/jasanya dengan sopan dan santun
Halaman | 31
17 Persaingan tidak sehat terjadi di antara siswa pelaksana
18 Pelaksanaan proyek ini mendapat respon baik dari civitas akademika SMART EI dan karyawan LPI
19 Siswa dapat menambah uang saku/tabungan setelah melaksanakan proyek ini
20 Siswa pelaksana belajar menghargai arti kejujuran
21 Siswa pelaksana belajar membuat dan memperluas jaringan usaha
22 Siswa belajar mengenai tingkah laku konsumen melalui proyek ini
23 Siswa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan proyek ini
24 Kerjasama tim tidak terlihat dalam pelaksanaan proyek ini
25 Siswa pelaksana mempelajari pentingnya penentuan harga dalam sebuah usaha
26 Siswa pelaksana belajar tentang pentingnya kerja keras dalam sebuah usaha
27 Siswa pelaksana belajar untuk bertindak sigap/tanggap dalam menghadapi persaingan usaha
28 Siswa belajar nilai kesabaran melalui proyek ini
29 Siswa pelaksana belajar tentang pentingnya ketekunan dalam sebuah usaha
30 Pengalaman siswa dalam proyek ini dapat berguna ketika siswa memasuki dunia nyata
Pendapat (penilaian) tentang proyek ini:
………..…………..………
………..…………..………...
………..…………..………...
………..…………..………
Saran untuk proyek dan pelaksana proyek:
………..………….………...
………..………….………...
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Tri Artivining
Alamat : Jl. Jatipadang Baru RT 015/06 No.4 Pasar Minggu - Jak-Sel 12540
HP : 0817 0764 153
e-mail : [email protected]
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 15 Februari 1982
Pendidikan Terakhir : S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Jakarta
Pengalaman organisasi
Staff Biro Usaha Dana Infak & Shodaqoh Musholla Mahasiswa Al-Ijtima’I (2000-2001)
Staff Departemen Dalam Negeri BEM FIS UNJ (2001-2002)
Bendahara Umum BEM FIS UNJ (2002-2003)
Bendahara Umum BEM UNJ (2004-2005)
Pengalaman mengajar
Kursus persiapan Ujian Nasional Akuntansi Dasar I di SMK Negeri 25 Jakarta Selatan
Guru (Bimbingan Belajar Islami (BBI) SALEMBA) (Februari 2007 s.d. sekarang)
Privat (Ekonomi Akuntansi, IPS TERPADU SMP, matematika SMP)
Guru IPS TERPADU Terpadu dan Pendidikan Kewarganegaraan SMP SMART Ekselensia Indonesia
(2007 – sekarang)