• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyek Kelas Sosial Mencari Modal Tanpa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proyek Kelas Sosial Mencari Modal Tanpa"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman | 1

ABSTRAK

Pembekalan keterampilan hidup merupakan kebutuhan bagi setiap peserta didik. Tidak lagi hanya berorientasi pada materi (teori) namun perlu ditunjang dengan pengalaman langsung. Baik berupa simulasi maupun kerja nyata.

Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengalaman berwirausaha, menambah pengetahuan tentang kewirausahaan, memotivasi siswa untuk berani menghadapi hidup tanpa harus menjadi pegawai, menumbuhkan karakteristik kewirausahaan, menumbuhkan keterampilan sosial (kemampuan bersosialisasi), dan menumbuhkan kecerdasan emosional siswa.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama disebut sebagai Proyek Jilid I (satu) dan tahap kedua disebut sebagai Proyek Jilid II (dua). Pada Proyek Jilid I siswa ditantang untuk menghasilkan ide-ide usaha baik dagang maupun jasa sederhana yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan modal tanpa mengeluarkan uang sedikit pun. Proyek ini dilaksanakan di sela-sela waktu senggang siswa, baik di sekolah maupun di asrama, baik kepada sesama siswa, guru, maupun karyawan Lembaga Pengembangan Insani (Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa). Proyek Jilid II dilaksanakan dengan tahapan awal mengumpulkan ide usaha, presentasi dan diskusi ide usaha, proses produksi, promosi, dan pemasaran. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelititan, di antaranya yaitu buku pedoman proyek, angket evaluasi siswa pelaksana, angket evaluasi konsumen dan rekanan, dan wawancara.

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah pemberi rahmat bagi semesta alam, pemberi kasih pada seluruh penduduk negeri. Hanya dengan izin dan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah SAW, beserta sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Terciptanya sebuah karya tak lepas dari kontribusi banyak pihak. Penulis memberikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh siswa kelas VII (tujuh) SMART Ekselensia Indonesia atas semua kesungguhan, pengorbanan, perjuangan, semangat dan keceriaan untuk selalu belajar dan belajar.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada orang tua dan keluarga atas semangat, motivasi, dan kasih sayang, kepada Aji (adik penulis) yang setia menemani pemburuan bahan baku dan sedia mengantar sang kakak membawa alat dan bahan kebutuhan proyek ke sekolah. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada rekan laboran (Ustzh. Dina dan Ust. Asmat) yang telah bersedia membantu dan merelakan ruangannya kami gunakan dengan ’semaksimal mungkin’ di pagi, siang, maupun sore hari, untuk Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru atas semangat, motivasi dan dukungan baik dari segi moril maupun materiil (sebagai pelanggan), dan terakhir kepada rekan karyawan Lembaga Pengembangan Insani atas kesediaannya meluangkan waktu mendengarkan dan menyimak presentasi produk siswa serta tentu saja membelinya.

Semoga segala pengorbanan, seluruh perjuangan menjadi hal yang bermanfaat di kemudian hari.

(3)

Halaman | 3

DAFTAR ISI

ABSTRAK 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3-4

BAB I : PENDAHULUAN 5-6

1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Manfaat Penelitian

BAB II : METODOLOGI DAN MEKANISME PROYEK 8-12

2.1. Jenis Penelitian

2.2. Subjek dan Seting Penelitian 2.3. Instrumen Penelitian

2.4. Teknik Analisis Data 2.5. Rancangan Penelitian

BAB III : PROYEK KELAS SOSIAL “MENCARI MODAL TANPA MODAL” SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN, keterampilan sosial DAN KECERDASAN

EMOSIONAL SISWA 13-24

3.1. Landasan Teori

3.1.1. Pengertian Kewirausahaan, Wirausahawan (entrepreneur) dan Wirausaha 3.1.2. Karakteristik Kewirausahaan

3.1.3. Pendidikan Kewirausahaan 3.1.4. Keterampilan sosial

3.1.5. Kecerdasan Emosional 3.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan

3.2.1. Ide Usaha

(4)

3.2.3. Analisis Data Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana Proyek 3.2.4. Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan) 3.3. Wawancara

BAB IV: PENUTUP 25

4.1. Simpulan 4.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA 26

DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN

DAFTAR GRAFIK

Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana)

Grafik 3.2.3.4.1 : Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi

Grafik 3.2.3.4.2 : Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa

Grafik 3.2.3.4.3 :Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Keterampilan Sosial Siswa Grafik 3.2.3.4.4 : Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Siswa

Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan)

Grafik 3.2.4.1.1 : Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi

Grafik 3.2.4.2.1 : Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa

(5)

Halaman | 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bumi yang semakin panas semakin kurang bersahabat dengan penghuninya. Dunia yang semakin sesak membuat manusia perlu perjuangan ekstra untuk dapat bertahan. Indonesia sebagai negara yang 'masih' berkembang, menyumbangkan angka yang tidak kecil dalam jumlah kemiskinan dan pengangguran. Bahkan, seperti disampaikan oleh Ibu Sri Mulyani, tahun 2008 Indonesia menjadi 'top leader' Asia dalam hal jumlah pengangguran.1

Berdasarkan perkiraan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), angka kemiskinan Indonesia pada 2010 menunjukkan tren meningkat ketimbang 2009, yakni dari 32,5 juta menjadi 32,7 juta. Hal itu lantaran bertambahnya tingkat setengah pengangguran dari 31,57 juta menjadi 32,04 juta.2

Jumlah kemiskinan dan pengangguran yang semakin hari kian meningkat memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pendidikan yang tinggi tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan 'kursi' di salah satu perusahaan baik kecil maupun besar. Jumlah pemegang ijazah S1 yang menganggur tidak kalah banyak dengan mereka yang tidak mengantongi ijazah perguruan tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pengangguran dengan gelar sarjana berjumlah sekitar 12,59% dari total pengangguran yang ada.3

Berijazah atau tidak, umumnya menjadi pegawai akan menjadi pilihan pertama bagi banyak orang, namun kesempatan itu tidak selalu. Datang. Memiliki alternatif lain dalam memperoleh penghasilan (uang) menjadi sebuah hal mutlak dalam bertahan hidup. Berusaha sendiri atau berwirausaha merupakan solusi bagi mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan atau lepas dari posisinya di sebuah perusahaan karena Pemutusan hubungan Kerja (PHK). Wirausaha merupakan salah satu tonggak perekonomian Indonesia. Disadari atau tidak, jumlah pengangguran bangsa ini telah terkurangi seiring dengan tumbuhnya usaha-usaha skala kecil dan menengah.

1

http://bisnis.vivanews.com/news/read/19668-paket_stimulus_prioritas_untuk_pengangguran, diakses tanggal: 1 Juli 2010

2

http://bataviase.co.id/detailberita-10457198.html, diakses tanggal: 1 Juli 2010

3

(6)

Memulai sebuah bisnis bukanlah hal yang sulit, namun juga tidak dapat dikatakan mudah. Dunia pendidikan di Indonesia, telah mulai memasukkan wirausaha sebagai salah satu muatan dalam pembelajaran ekonomi. Namun, seperti kita ketahui, teori yang didapat tidak sebanyak yang dibutuhkan untuk dapat memulai dan bertahan dalam sebuah usaha. Bagaimana menerapkan teori tersebut dalam kehidupan merupakan sebuah tantangan tersendiri. Seperti kata pepatah, “pengalaman adalah guru yang terbaik”, penulis meyakini bahwa di dalam sebuah pengalaman seseorang dapat belajar dan mendapatkan banyak hal yang dapat digunakan dalam menjalani hidupnya.

Untuk berhasil dalam hidup, seseorang perlu memiliki bekal. Kecerdasan intelektual dahulu dijadikan petunjuk satu-satunya dalam menilai kualitas seseorang. Pernyataan tersebut kini telah diperbarui dengan adanya hasil-hasil penelitian baru dari para ahli. Beragam bentuk kecerdasan mulai ditemukan dan dikembangkan sebagai komponen dalam membangun kemampuan dan keterampilan hidup seseorang. Di antaranya yaitu kecerdasan emosional (Emotional Quotient), kecerdasan sosial (Social Quotient), kecerdasan ketahanan (Adversity Quotient), kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient), dan lain-lain.

Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola emosi diri dan orang lain dan menggunakannya sebagai energi dalam menghadapi tantangan hidup. Kecerdasan emosional merupakan salah satu hal penting yang menunjang keberhasilan seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ menyumbang kira-kira 20% bagian fakotr-faktor yang menentukan sukses dalam hidup, maka yang 80% diisi oleh kekuatan lain, itulah EQ (Daniel Goleman, 1996).4

Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengimplementasi/menerapkan teori yang telah didapat sekaligus untuk membekali siswa dengan keterampilan social dan kecerdasan emosional siswa.

1.2. Perumusan Masalah

1. Bagaimana cara menumbuhkan karakteristik wirausaha pada siswa?

2. Bagaimana cara mengimplementasikan pembelajaran ekonomi dalam kehidupan nyata?

4

Bambang S. Wibowo,et.al., SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen

(7)

Halaman | 7

3. Apakah praktik kewirausahaan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman seluk-beluk kewirausahaan dan menumbuhkan karakteristik kewairausahaan siswa? 4. Apakah praktik kewirausahaan dapat menumbuhkan dan mengasah keterampilan

sosial siswa?

5. Apakah praktik kewirausahaan dapat menumbuhkan dan mengasah keterampilan sosial siswa?

1.3. Tujuan Penelitian

Dengan latar belakang yang telah disebutkan sebelumnya, penulis menyusun Karya Ilmiah ini dengan tujuan:

a. mengimplementasikan pembelajaran ekonomi melaui praktik kewirausahaan

b. menumbuhkan karakteristik kewirausahaan pada siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”

c. menumbuhkan keterampilan sosial siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”

d. menumbuhkan kecerdasan emosional pada siswa melalui Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal”

e. memberikan alternatif metode pembelajaran ekonomi

1.4. Manfaat Penelitian

(8)

BAB II

METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

2.1. Jenis Penelitian

Karya ilmiah ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif (dengan menggunakan angket) dan kualitatif (wawancara dan hasil jabaran tertulis siswa pelaksana tentang beberapa hal).

Proyek “Mencari Modal Tanpa Modal” adalah sebuah program yang disusun dan dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan pembelajaran ekonomi di kelas VII (tujuh) yang meliputi adanya kebutuhan, motif ekonomi, tindakan ekonomi (produksi – distribusi – konsumsi), prinsip ekonomi, serta pengenalan terhadap perusahaan dan badan usaha. Proyek ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa/karakteristik wirausaha, keterampilan sosial dan kecerdasan emosional siswa.

2.2. Subjek dan Seting Penelitian

Subjek pelaksanaan penelitian adalah seluruh siswa Kelas VII-A yang terdiri dari 14 orang dan kelas VII-B yang terdiri dari 13 orang siswa. Siswa-siswa tersebut merupakan siswa terseleksi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dari berbagai latar belakang pendidikan keluarga, suku dan budaya.

Penelitian dilakukan di sekolah (SMART Ekselensia Indonesia), asrama siswa dan guru, dan kompleks Lembaga Pengembangan Insani

2.6. Instrumen Penelitian

2.6.1. Buku Pedoman Proyek

2.6.2. Angket Evaluasi Pelaksana Proyek

Penulis memberikan angket kepada seluruh siswa pelaksana proyek (27 siswa) yang terdiri dari dua kelas (kelas VII A dan B).

Angket terdiri dari 40 pertanyaan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka. 2.6.3. Angket Evaluasi dari Konsumen dan Rekanan Proyek

(9)

Halaman | 9

2.6.4. Wawancara

Wawancara dilakukan kepada dua orang contributor (1 orang karyawan dan 1 orang guru), keduanya adalah orang-orang yang juga telah mempraktikkan bisnis skala kecil (wirausaha).

2.7. Teknik Analisis Data

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Penulis menggambar pelaksanaan dan hasil penellitian selama proses sebelum, saat dan sesudah proyek dilaksanakan.

1. Analisis kuantitatif 2. Analisis kualitatif

2.8. Rancangan Penelitian

Proyek ini terdiri dari dua tahapan. Penulis menyebutnya sebagai Jilid I dan Jilid II. Proyek Jilid I merupakan Proyek Tahap Pertama dan Utama dalam Proyek ini. Proyek ini dimaksudkan untuk mengenalkan dan memberikan contoh cara-cara mendapatkan uang/modal tanpa mengeluarkan uang/modal melalui pengalaman langsung siswa sebagai pelaksana.

Proyek Jilid II merupakan lanjutan dari Jilid I. Dalam tahapan ini, siswa ditantang untuk menemukan sebuah ide usaha dalam bentuk penganan sehat, bergizi, dan enak untuk dikonsumsi.

Proyek ini dilaksanakan dengan alur singkat sebagai berikut: Proyek Jilid I:

Eksplorasi ide usaha

Presentasi ide

Sosialisasi dan internalisasi Nilai dan strategi Wirausaha

Pelaksanaan Proyek “Mencari Modal Tanpa

(10)

Proyek jilid II:

2.8.1.Pra Pelaksanaan Proyek Jilid I

2.5.1.1 Pembagian Kelompok

Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari dua orang.

2.5.1.2. Penjelasan Tujuan dan Teknis Proyek 2.5.1.3. Perumusan dan analisis ide usaha

Siswa diberi waktu untuk memikirkan ide usaha yang mungkin dan akan dilaksanakan.

2.5.1.4. Presentasi ide, nama, dan teknis usaha dari masing-masing kelompok

Presentasi meliputi bentuk usaha, nama usaha, dan teknis pelaksanaan (cara, waktu, harga/tarif, potongan harga, dan lain-lain). Siswa penyimak dipersilakan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan kepada kelompok penyaji. Guru bertindak sebagai moderator sekaligus berperan sebagai penanya, memberi masukan dan memberikan alternatif solusi jika hasil diskusi belum ditemukan siswa

2.5.1.5. Internalisasi Nilai Dasar (Core Believes) Proyek Eksplorasi ide usaha

Analisis ide dan peluang

Uji Coba

Pembuatan dan Pemasangan Iklan

Proses Produksi

Pemasaran/ Penjualan produk

Pelaporan

(11)

Halaman | 11

Guru membagikan fotokopi langkah-langkah dan nilai-nilai dasar yang perlu dimiliki oleh siswa sebagai pelaksana proyek. Kemudian guru memberikan penjelasan, membahas bersama siswa, memberi contoh, dan siswa menandai hal-hal yang sudah dan akan dilaksanakan dari setiap poin (dengan tanda yang berbeda)

2.5.1.6. Pembagian Buku Pedoman Pelaksanaan Proyek a. Tujuan

Buku ini disusun dan dibagikan kepada masing-masing kelompok dengan tujuan untuk mempermudah dan mengarahkan kerja siswa pelaksana.

b. Isi

Bagian buku ini terdiri dari:

1) Cover; berisi judul dan identitas wirausahawan/pengusaha (siswa pelaksana) 2) Ide usaha : semua ide yang terpiirkan oleh siswa pelaksana

3) Peluang usaha yang dipilih dan alasannya 4) Catatan transaksi

5) Catatan Perjuangan; dari masing-masing siswa pelaksana 6) Laporan Keuangan

7) Pelajaran Bisnis (yang didapat siswa pelaksana berdasarkan pengalaman kerjanya)

2.5.2. Pelaksanaan Proyek Jilid I

2.5.2.1 Waktu Pelaksanaan

Jilid I: berlangsung selama 3 pekan di bulan April

2.5.2.2 Jenis Usaha yang dilaksanakan siswa: perdagangan dan jasa 2.5.2.3 Pemantauan

2.5.3. Pasca Pelaksanaan Proyek Jilid I

2.5.3 Pengumpulan data dan dana

2.5.4 Pengumpulan Buku Pedoman Proyek

2.5.5 Evaluasi Kemudahan dan Tantangan yang dihadapi siswa

2.5.4. Pra Pelaksanaan Proyek Jilid II

(12)

2.5.4.2. Diskusi ide usaha

2.5.4.3. Presentasi ide, nama, dan teknis usaha dari masing-masing kelompok 2.5.4.4. Analisis dan diskusi ide usaha dan waktu pelaksanaan

2.5.4.5. Persiapan alat dan bahan baku produksi

Mendaftar alat dan bahan yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok.

2.5.5. Promosi penjualan: (pemasangan poster iklan di madding-mading kelas sepanjang koridor sekolah dan promosi secara lisan)

2.5.6. Pelaksanaan Proyek Jilid II

Waktu Pelaksanaan

Jilid II: 25 Mei, 2, 3 Juni 2010

2.5.7. Pasca Pelaksanaan Proyek Jilid II

2.5.7.1. Pengumpulan catatan

(13)

Halaman | 13

BAB III

PROYEK KELAS SOSIAL “MENCARI MODAL TANPA MODAL”

SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN,

KETERAMPILAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA

3.4. Landasan Teori

3.4.1. Pengertian Kewirausahaan, Wirausahawan (entrepreneur) dan Wirausaha

Wirausahawan (entrepreneur) adalah seorang inovator yang menggabungkan teknologi yang berbeda dan konsep-konsep bisnis untuk menghasilkan produk atau jasa, yang mampu mengenali setiap kesempatan yang menguntungkan, yang menyusun konsep strategi perusahaan, dan yang berhasil menerapkan ide-idenya. Wirausahawan juga adalah mereka yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju, termasuk juga mereka yang berani mengambil risiko, mengkoordinasi kegiatan, mengelola modal atau sarana produksi, yang mengenalkan fungsi produksi baru, dan mereka yang memiliki respon kreatif dan invatif terhadap perubahan yang terjadi.5

3.4.2. Karakteristik Kewirausahaan

Wirausaha (entrepreneur) bukanlah sekedar pedagang, namun jauh lebih dalam dari maknanya, yaitu berkenaan dengan mental manusia, rasa percaya diri, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguhan, dan moralitas dalam menjalankan usaha mandiri yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan tiap individu maupun masyarakat agar dapat hidup layak sebagai manusia yang kehadirannya ditujukan untuk mengembangkan dirinya, masyarakat, alam, dan kehidupan6

3.4.3. Pendidikan Kewirausahaan

Pembelajaran ekonomi yang didapat siswa selama ini cukup banyak, mulai dari dasar pengenalan kebutuhan sampai skala besar tentang perusahaan dan badan usaha.

5

Arman Nasution, Bustanul Arifin Noer, Mokhamad Suef,Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia: Suatu Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001, h. 1 6

(14)

Menurut Aa’ Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orang tua, tanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.7

3.4.4. Keterampilan sosial

Salah satu keterampilan sosial yang perlu dimililki siswa menurut John Jarolimek (1993: 9) mencakup:

a. Living and working together; taking turns, respecting the right of others, being socially sensitive

b. Learning self-control and self direction; and c. Sharing ideas and experience with others8

3.4.5. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional merupakan salah satu modal utama bagi setiap manusia untuk dapat bertahan hidup dan berhasil mencapai tujuan/cita-citanya. Daniel Goleman menyatakan bahwa IQ hanya memberikan 20% sumbangan terhadap keberhasilan hidup seseorang, sedangkan 80% sisanya diisi oleh Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)9

Kecerdasan emosional (EQ) adalah himpunan dari berbagai fungsi jiwa yang melibatkan kemampuan memantau intensitas perasaan/emosi, baik pada diri sendiri maupun pada diri orang lain, memiliki keyakinan tentang dirinya (percaya diri) dan penuh dengan antusias, pandai memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi sehingga dapat membimbing pikiran dan tindakannya. Seseorang yang tinggi kualitas EQ-nya dalam kinerjanya tampak adanya keuletan dan kekenyalan, selalu dapat menahan diri dalam mengalami frustasi/stres atau himpitan keadaan dalam rangka mencapai atau memperjuangkan sesuatu yang menjadi cita-cita yang ingin dicapainya.10

7 Valentino Dinsi, dkk, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Jakarta, LET’S GO Indonesia, 2004, h. 113

8

Http://file.upi.edu/Direktori/B-FPIPS/JUR.PEND.GEOGRAFI/...,diakses tanggal 1 Juli 2010

9

Bambang S. Wibowo,et.al., SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen

Pengembangan SDM untuk Pribadi, Tim dan Lembaga dalam meraih sukses Dunia dan Akhirat, (Bandung: Syaamil Cipta media, 2002), h. 52

10

(15)

Halaman | 15

3.5. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dari pelaksanaan Proyek Kelas Sosial “Mencari Modal Tanpa Modal” yang telah selama kurang lebih 2 (dua) bulan, penulis mengumpulkan data-data melalui Buku Pedoman, Angket Evaluasi Siswa Pelaksana, Angket Evaluasi dari Konsumen dan Rekanan, serta wawancara. Berikut merupakan hasil pengolahan dari keseluruhan instrument penelitian tersebut:

3.5.1. Ide Usaha

Siswa-siswa SMART Ekselensia Indonesia yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dikumpulkan untuk belajar dan meraih cita-cita. Mereka tinggal di asrama yang berada di dalam Kompleks Bumi Pengembangan Insani – Dompet Dhuafa. Kondisi tersebut tidak menyebabkan siswa kami menjadi kurang kreatif dalam mencari ide usaha. Mereka berdisusi dalam kelompok masing-masing dan ‘menelurkan’ beragam ide usaha dari yang sederhana sampai yang unik dan mengundang tawa. Ide-ide usaha pada Proyek Jilid I (satu) berupa jasa dan perdagangan, di antaranya yaitu: a. Mencuci pakaian teman

b. Mencuci sepatu c. Menyetrika

d. Membuatkan kartu ucapan (ulang tahun, hari ibu, hari guru, dll) e. Memberikan hiburan (menyanyi, melawak, dll)

f. Jasa penitipan pembelian barang ke Parung atau tempat belanja lainnya g. Menjualkan produk suplemen kesehatan (secara konsinyasi)

h. Menjualkan parfum dan aroma terapi

i. Menjualkan buku, CD-R, bola, CD Murotal, dll

Dari beragam ide tersebut, masing-masing kelompok yang terdiri dari 2 (dua) orang, rata-rata melakukan dua jenis usaha atau lebih.

(16)

‘a. Sate Buah Madu ‘b. Es Putri Cantik ‘c. Rujak Buah Petis ‘d. Rujak Prikitiewer ‘e. Sakaw Fruit

‘f. Burger Telur

‘g. Pizza Roti Sosis Lada Hitam

‘h. Sate Roti

‘i. Roti Panggang Selai Strawberi ‘g. Roti Agar Susu Coklat

‘h. Es Kopyor

‘i. Sate Buah Coklat, dll

Siswa menjajakan dagangannya di depan koperasi karyawan.

3.5.2. Pelajaran Bisnis Yang Didapat Siswa Dari Proyek Jilid I (Berdasarkan Buku

Pedoman Proyek)

a. semakin menghormati orang tua;

b. mengerti bahwa mencari uang itu tidak mudah

c. pelanggan menginginkan barang yang murah dan bagus d. memilih usaha yang tidak lagi membuat kamar berantakan

e. Merencanakan semua pekerjaan yang akan dikerjakan sedetail mungkin. f. Pintar-pintar memberi pelayanan dan harga sesuai.

(17)

Halaman | 17

h. mempelajari bagaimana susahnya mencari

i. Di sini saya baru tahu bagaimana susahnya berjualan karena malu kepada kakak-kakak kelas, malu sama ustadz dan ustadzah.

j. Mendapat banyak pengalaman dan harus semangat terus

k. Sangat membuat antusias dan semangat terhadap diri sendiri. Serasa menjadi orang sibuk.

l. Jadi berpikir lebih dewasa (lebih kritis, berpikir ribuan kali dalam memutuskan sesuatu

m. Ternyata menjadi pebisnis itu enak sekali, selain dapat pengalaman berdagang juga mendapat untung

n. Harus Rajin!!

o. Kita harus berani dan tahan lelah agar berhasil

p. Yang harus kita lakukan untuk mendapat hasil adalah harus selalu berusaha. q. Sebagai calon pebisnis kita harus sabar dengan segala sesuatu yang

menghadang. Baik dari hinaan, ejekan, tidak laku-laku dan lain sebagainya.

r. Hal terpenting dalam menjadi wirausahawan itu adalah kesabaran dan perjuangan yang sangat gigih (tidak putus asa).

s. Kita harus berusaha semaksimal mungkin dan juga harus bersabar untuk mendapatkan modal, walaupun barang yang dijual tidak laku-laku, dan harus berusaha

t. Ternyata berdagang itu kadang-kadang tidak jelas. Ketika orangnya ditawari orangnya tidak mau dan ketika ditinggal, ia mencari dan membelinya.

u. Jangan malu. v. Pantang menyerah.

w. Harus sigap. Siap menerima pesanan kapan saja agar pelanggan tidak pergi. Promosi kapan saja, ke siapa saja, dan di mana saja.

x. Harus lebih pintar menawarkan barang/jasa, harganya pun harus sesuai. y. Semangat perjuangan harus selalu ditingkatkan juga harus penuh perhitungan. z. Harus lebih berani mengenalkan dan menjelaskan barang-barang yang dijual

Dari pengalaman yang telah didapat siswa, terlihat bahwa siswa mendapat pengetahuan tentang kewirausahaan, memiliki pemahaman tentang tantangan dalam berwirausaha, memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki keterampilan social, dan kecerdasan emosional untuk dapat berhasil dalam berwirausaha dan dalam kehidupan pada umumnya.

3.5.3. Analisis Data Hasil Angket Evaluasi Siswa Pelaksana Proyek

3.5.3.1. Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi

(18)

Grafik 3.2.3.4.1

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa >20 orang siswa pelaksana setuju bahwa teori perlu ditunjang dengan praktik, proyek menambah pengetahuan bisnis, menyadari bahwa memulai usaha tidak selalu harus dengan uang/modal. Selain itu, grafik juga menunjukkan timbulnya semangat berwirausaha melalui ide-ide yang bermunculan di benak siswa untuk mendirikan usaha.

3.5.3.2. Proyek Kelas Sosial Memberikan Pemahaman Seluk-beluk Kewirausahaan

dan Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh siswa pelaksana, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

0

Proyek Sebagai Implementasi Pembelajaran Ekonomi dan Memberikan

Pengetahuan Kewirausahaan

(19)

P Disiplin tidak diperlukan dalam

membangun usaha

Pemilihan sistem distribusi yang tepat menunjang keberhasilan…

Mencari modal dapat dilakukan dengan menawarkan jasa

Pemasaran sebuah usaha tidak memerlukan kegiatan…

Mencari uang/nafkah tidak selalu harus dengan menjadi pegawai

Keuangan pribadi tidak perlu dipisahkan dengan keuangan…

Pemilihan bahan baku yang berkualitas menentukan…

Pemasaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja Evaluasi diperlukan untuk perbaikan dan kemajuan…

Penentuan harga tidak memerlukan pertimbangan dan…

Pelayanan jasa yang baik membuat konsumen tertarik… Kegiatan produksi memerlukan

berbagai faktor produksi… Sebuah usaha memerlukan kerja

(20)

Grafik 3.2.3.4.3

Dari grafik di atas, terlihat bahwa sebagian besar siswa (>90%) menyatakan bahwa keterampilan social penting dan mereka merasakan bahwa keterampilan komunikasinya bertambah setelah melaksanakan proyek ini.

3.5.3.4. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Siswa

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh siswa pelaksana, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

Grafik 3.2.3.4.4

Kejujuran merupakan modal dalam berusaha dan memiliki hubungan baik

dengan agen/distributor

Keterampilan komunikasi diperlukan dalam membangun sebuah usaha

Keterampilan komunikasi saya bertambah setelah melaksanakan

proyek ini

25 26 27

Proyek Menumbuhkan Keterampilan Sosial

SS S TS STS Abstain

0

Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Emosional

(21)

Halaman | 21

Dari grafik di atas terlihat bahwa sebagian besar (>90%) siswa menyatakan bahwa kecerdasan emosionalnya bertambah dengan adanya proyek ini. Kecerdasan emosional tersebut meliputi kreativita, kedisiplinan, kepercayaan diri, kerja keras, kejujuran, kecerdasan interpersonal, dll.

3.5.4. Analisis Data (Hasil Angket Evaluasi Konsumen dan Rekanan)

3.5.4.1. Proyek sebagai implementasi/ praktik pembelajaran ekonomi

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

Grafik 3.2.4.1.1

3.5.4.2. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Karakteristik Kewirausahaan siswa 0

Proyek Sebagai Implementasi Pembelajaran Ekonomi dan

Memberikan Pengetahuan Kewirausahaan

(22)

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

Grafik 3.2.4.2.1

3.5.4.3. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Keterampilan Sosial Siswa

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

Grafik 3.2.4.3.1

Proyek Menumbuhkan Pemahaman Seluk-Beluk

dan Karkteristik Kewirausahaan

Tidak Sesuai Cukup Sesuai Sesuai Sangat Sesuai

0 sehat terjadi di antara

siswa pelaksana

Proyek Menumbuhkan Keterampilan Sosial

(23)

Halaman | 23

3.5.4.4. Proyek Kelas Sosial Menumbuhkan Kecerdasan Emosional Siswa

Berdasarkan hasil angket yang telah diisi oleh konsumen dan pengamat, hasil penelitian digambarkan melalui grafik sebagai berikut:

Grafik 3.2.4.4.1

3.6. Wawancara

Penulis melakukan beberapa kali wawancara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sela-sela mempromosikan proyek sekaligus produk kepada rekan-rekan guru dan karyawan Lembaga Pengembangan Insani (LPI), penulis berkesempatan untuk mengetahui bagaiaman respon mereka.

Beberapa di antara rekan kerja menanyakan “menunya apa hari ini?” Hal ini memberikan kesan adanya antusiasme dari guru dan karyawan terhadap proyek. Beberapa lainnya secara langsung menanyakan menu-menu tertentu seperti 'Roti Pizza' dan 'Rujak' yang ingin mereka coba atau ingin mereka belli lagi, setelah sebelumnya sudah mencoba.Selain guru dan karyawan, siswa-siswa (di luar pelaksana) juga memberikan respon positif. Mereka masuk ke ruang produksi, melihat, mengamati, ikut mencoba dan bertanya mengenai teknik produksi maupun konsep proyek secara umum.

Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Emosional

(24)

Seorang rekan (konsumen) mengatakan, “pasti laku kalau dititipkan di Koperasi!” Koperasi yang dimaksud yaitu Koperasi Insan Sejahtera LPI. Hal ini ia sampaikan karena -berdasarkan diskusi dengan penulis- produk makanan ini digemari cukup banyak orang,freshdan berbeda dari menu yang telah ada.

Dari segi pelaksanaan proyek, dua orang rekan penulis yang diwawancara menyatakan bahwa pelaksanaan proyek ini sangat baik untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa sekaligus keterampilan sosial dan emosional siswa.

Ustzh. Riza Fadla (Staff Beastudi Etos sekaligus Penanggung Jawab Alumni SMART EI) menyatakan bahwa siswa terlihat antusias/semangat dalam melaksanakan proyek, mereka memiliki keberanian untuk menawarkan dan gigih dalam mempresentasikan manfaat dan keunggulan produknya. Beliau juga menyatakan bahwa praktik yang dilaksanakn siswa ini dapat bermanfaat bagi mereka di kemudian hari bahkan mulai saat ini.

(25)

Halaman | 25

Bab IV

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis menyimpulakan bahwa praktik kewirausahaan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan karakteristik kewirausahaan, keterampilan sosial dan emosional siswa. (berdasarkan porsi yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya).

Karakteristik kewirausahaan antara lain ketekunan, kedisiplinan, kejujuran, keingintahuan tinggi, dll. keterampilan sosial meliputi kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, dll. Kecerdasan emosional mencakup kejujuran, kegigihan, kesabaran, kecerdasan interpersonal, dll. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan sebuah pengalaman nyata dari siswa terhadap teori yang telah ia dapat di sekolah.

B. Saran

Dalam melaksanakan sebuah agenda pendidikan, setiap punggawanya hendaknya senantiasa menjaga semangat untuk menambah pengetahuan, keterampilan hidup, dan kecerdasan mendidik diri serta siswa-siswanya. Seseorang akan menjadi lebih baik bukanlah karena memenangkan suatu pertandingan atau memiliki harta yang semakin banyak. Melalui proyek ini penulis mendapatkan banyak pengalaman berharga sekaligus masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Teori/materi pelajaran yang terus-menerus ditambah memang meningkatkan kemampuan kognisi siswa, namun alangkah lebih baik jika penyelenggara dan para pelaksananya mempertimbangkan untuk memberikan pengalaman langsung bagi peserta didiknya agar mereka dapat lebih memahami, menghayati, sekalligus mendapatkan banyak pelajaran hidup lainnya selama proses tersebut.

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Dinsi, Valentino, dkk, Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian, Jakarta, LET’S GO Indonesia, 2004

Kardimin, Akhmad,Menumbuhkan Jiwa Wirausaha, Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2004 Kiyosaki, Robert T., bersama Sharon L. Lechter C.P.A, The Cashflow Quadrant: Panduan

Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial, Alih bahasa: Rina Buntaran.Cet.9, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003

Nasution, Arman, Bustanul Arifin Noer, Mokhamad Suef, Membangun Spirit Enterpreneur Muda Indonesia: Suatu Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2001

Wibowo, Bambang S.,et.al.,SHOOT-SHarpening Our cOncepts and Tools: Kiat Praktis Manajemen Pengembangan SDM untuk Pribadi, Tim dan Lembaga dalam meraih

sukses Dunia dan Akhirat,(Bandung: Syaamil Cipta media, 2002)

http://bisnis.vivanews.com/news/read/19668-paket_stimulus_prioritas_untuk_pengangguran, diakses tanggal: 1 Juli 2010

http://bataviase.co.id/detailberita-10457198.html, diakses tanggal: 1 Juli 2010

http://ngampus.com/2009/03/04/angka-pengangguran-sarjana-tinggi/Angka Pengangguran Sarjana Tinggi, diakses tanggal 1 Juli 2010

Http://file.upi.edu/Direktori/B-FPIPS/JUR.PEND.GEOGRAFI/..., diakses tanggal 1 Juli 2010 http://www.depdiknas.go.id/jurnal/27//suatu opini mengenai reformasi sistem pendidikan

(27)

Halaman | 27

Lampiran 1

INTERNALISASI NILAI STRATEGI WIRAUSAHA

Pembekalan Langkah Menuju Dunia Wirausaha

Proyek: "Mencari Modal Tanpa Modal"

Mencari peluang

1. Curah gagasan anggota kelompok 2. Kumpulkan kemungkinan perolehan

modal (dari yang mungkin sampai yang 'kelihatannya' mustahil)

3. Membaca buku, media cetak, dan 'dunia'

4. Minta Pengalaman atau ide kakak kelas 5. Bertanya pada ustd/zh (sambil

promosi… :)

6. Buat analisis peluang dan tentukan jenis usaha terbaik dengan potensi terbaik

Strategi Pemasaran

1. Tentukan lingkup/jangkauan setiap jenis usaha

2. Buat jaringan

3. Bangun kepercayaan (ciptakan kedekatan emosional konsumen, calon konsumen dan produsen)

4. Berikan perbedaan (nilai plus) dari setiap jenis usaha

5. Jaring calon konsumen potensial

6. Jadikan konsumen (closing) dan 'ikat' sebagai pelanggan

7. Berikan layanan terbaik (tentukan standar layanan)

8. Perluas jangkauan

9. Lakukan setiap Proses dengan kualitas Terbaik

Strategi Kekuatan

1. Niatkan untuk ibadah dan banyak kebaikan lain (memberi manfaat dan membantu)

2. Tekadkan untuk pengembangan diri (bekal pengetahuan, pengalaman, keterampilan hidup, keterampilan sosial, dll)

3. Berpikir 'bisa' (tanamkan optimisme) 4. Canangkan target (perolehan,

pengalaman, silaturahim, dll)

5. Berpikir positif kepada setiap calon konsumen dan pelanggan

6. Berniat memberi manfaat sebanyak mungkin

7. Bedo'a untuk yang terbaik

8. Jadikan sebagai latihan untuk menuju dunia 'sesungguhnya'

Strategi Pengelolaan

1. Lakukan pembagian kerja (kelola waktu dan seluruh potensi)

2. Catat setiap transaksi (jasa/dagang) 3. Minta saran dari konsumen dan calon

konsumen

4. Adakan evaluasi dan konsultasi

(28)

Lampiran 2

ANGKET EVALUASI SISWA PELAKSANA

PROYEK KELAS SOSIAL "MENCARI MODAL TANPA MODAL"

KELAS VII (TUJUH) - SMP SMART EKSELENSIA INDONESIA

Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling sesuai dengan pendapat Anda!

Keterangan: SS = Sangat Setuju, S = Setuju, TS = Tidak Setuju, SS = Sangat Tidak Setuju

No Pernyataan SS S T

S ST S

1 Teori perlu ditunjang dengan praktik

2 Proyek ini menambah pengetahuan bisnis saya

3 Proyek ini memicu kreativitas saya

4 Saya berlatih mengambil keputusan dengan lebih baik melalui proyek ini

5 Memulai usaha tidak selalu harus dengan uang

6 Mendapatkan modal dapat dilakukan tanpa modal

7 Kreativitas diperlukan dalam membangun usaha

8 Disiplin tidak diperlukan dalam membangun usaha

9 Bertindak cepat dan sigap agar dapat berhasil dalam persaingan

10 Pengaturan waktu yang baik akan menunjang keberhasilan suatu usaha

11 Pengalaman dapat meningkatkan rasa percaya diri

12 Pengetahuan saya tentang wirausaha/bisnis bertambah setelah melaksanakan proyek ini

13 Pemilihan sistem distribusi yang tepat menunjang keberhasilan usaha

14 Kerjasama tim menunjang keberhasilan usaha

15 Wirausaha membutuhkan inovasi

16 Kreativitas diperlukan dalam membangun usaha

17 Kegagalan merupakan langkah menuju kesuksesan

18 Ketidakberhasilan mengajarkan banyak hal

19 Diperlukan sebuah ketekunan dalam berbisnis

20 Mencari modal dapat dilakukan dengan menawarkan jasa

21 Pemasaran sebuah usaha tidak memerlukan kegiatan promosi/iklan

22 Sebuah usaha memerlukan kerja keras dari pengusahanya

(29)

Halaman | 29

24 Pengusaha perlu menambah pengetahuan bisnis dengan bersosialisasi dengan banyak orang

25 Kejujuran merupakan modal dalam berusaha dan memiliki hubungan baik dengan

agen/distributor

26 Keterampilan komunikasi diperlukan dalam membangun sebuah usaha

27 Keterampilan komunikasi saya bertambah setelah melaksanakan proyek ini

28 Kedekatan dengan Allah membuat lebih tenang dan percaya diri dalam berbisnis

29 Mencari uang/nafkah tidak selalu harus dengan menjadi pegawai

30 Keuangan pribadi tidak perlu dipisahkan dengan keuangan perusahaan

31 Pemilihan bahan baku yang berkualitas menentukan keberhasilan usaha

32 Pemasaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja

33 Evaluasi diperlukan untuk perbaikan dan kemajuan perusahaan

34 Penentuan harga tidak memerlukan pertimbangan dan kecermatan

35 Pelayanan jasa yang baik membuat konsumen tertarik untuk menggunakan jasa itu lagi

36 Kegiatan produksi memerlukan berbagai faktor produksi (alat,bahan, SDM, dan keterampilanmengolah semua unsur tersebut)

37 Persaingan memicu perbaikan kualitas produk dan jasa

38 Ide-ide usaha bermunculan di benak saya

39 Memulai usaha tidak membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri

40 Pengalaman proyek ini membuat saya memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah usaha

Terima kasih atas segala kepercayaan, kerjasama, dukungan dan semangat yang dicurahkan.. Mohon maaf atas segala kekurangan/kekhilafan ustzh selama ini..

Semoga Allah semakin mencintaimu dan orang-orang yang menyayangimu.. Aamiin.. : )

Kesan/pendapat tentang proyek ini:

………..…………..……… ………..…………..………

………..…………..………

………..…………..………

Saran:

………..…………..……….. ………..…………..………

(30)

Lampiran 3

ANGKET EVALUASI KONSUMEN, REKANAN TERHADAP PROYEK

PROYEK KELAS SOSIAL "MENCARI MODAL TANPA MODAL"

KELAS VII (TUJUH) - SMP SMART EKSELENSIA INDONESIA

Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling sesuai dengan pendapat Anda!

Skala penilaian: 1 = Tidak Sesuai 2 = Cukup Sesuai 3 = Sesuai

4 = Sangat Sesuai

No. Pernyataan 1 2 3 4

1 Siswa dapat belajar dari pengalaman/praktik langsung

2 Proyek ini menunjang teori yang telah dipelajari siswa

3 Proyek ini menambah pengetahuan bisnis siswa

4 Proyek ini meningkatkan kreativitas siswa

5 Siswa belajar menghargai uang melalui proyek ini

6 Siswa belajar menghargai dan mengatur waktu melalui proyek ini

7 Kemampuan sosialisasi siswa tidak bertambah dengan adanya proyek ini

8 Proyek ini memberi pemahaman bahwa mencari uang/nafkah tidak selalu harus menjadi pegawai

9 Siswa belajar untuk hidup mandiri melalui proyek ini

10 Siswa belajar mengelola emosinya melalui proyek ini

11 Rasa percaya diri siswa tidak meningkat dengan adanya proyek ini

12 Siswa pelaksana belajar bahwa pemasaran menentukan keberhasilan sebuah usaha

13 Siswa pelaksana tidak antusias dalam menjalankan usahanya

14 Siswa pelaksana belajar bahwa mecari uang tidak harus dengan modal berupa uang

15 Siswa pelaksana memasarkan produk/jasanya dengan sopan dan santun

(31)

Halaman | 31

17 Persaingan tidak sehat terjadi di antara siswa pelaksana

18 Pelaksanaan proyek ini mendapat respon baik dari civitas akademika SMART EI dan karyawan LPI

19 Siswa dapat menambah uang saku/tabungan setelah melaksanakan proyek ini

20 Siswa pelaksana belajar menghargai arti kejujuran

21 Siswa pelaksana belajar membuat dan memperluas jaringan usaha

22 Siswa belajar mengenai tingkah laku konsumen melalui proyek ini

23 Siswa bersungguh-sungguh dalam melaksanakan proyek ini

24 Kerjasama tim tidak terlihat dalam pelaksanaan proyek ini

25 Siswa pelaksana mempelajari pentingnya penentuan harga dalam sebuah usaha

26 Siswa pelaksana belajar tentang pentingnya kerja keras dalam sebuah usaha

27 Siswa pelaksana belajar untuk bertindak sigap/tanggap dalam menghadapi persaingan usaha

28 Siswa belajar nilai kesabaran melalui proyek ini

29 Siswa pelaksana belajar tentang pentingnya ketekunan dalam sebuah usaha

30 Pengalaman siswa dalam proyek ini dapat berguna ketika siswa memasuki dunia nyata

Pendapat (penilaian) tentang proyek ini:

………..…………..………

………..…………..………...

………..…………..………...

………..…………..………

Saran untuk proyek dan pelaksana proyek:

………..………….………...

………..………….………...

(32)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Tri Artivining

Alamat : Jl. Jatipadang Baru RT 015/06 No.4 Pasar Minggu - Jak-Sel 12540

HP : 0817 0764 153

e-mail : [email protected]

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 15 Februari 1982

Pendidikan Terakhir : S1 Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Jakarta

Pengalaman organisasi

Staff Biro Usaha Dana Infak & Shodaqoh Musholla Mahasiswa Al-Ijtima’I (2000-2001)

Staff Departemen Dalam Negeri BEM FIS UNJ (2001-2002)

Bendahara Umum BEM FIS UNJ (2002-2003)

Bendahara Umum BEM UNJ (2004-2005)

Pengalaman mengajar

Kursus persiapan Ujian Nasional Akuntansi Dasar I di SMK Negeri 25 Jakarta Selatan

Guru (Bimbingan Belajar Islami (BBI) SALEMBA) (Februari 2007 s.d. sekarang)

Privat (Ekonomi Akuntansi, IPS TERPADU SMP, matematika SMP)

Guru IPS TERPADU Terpadu dan Pendidikan Kewarganegaraan SMP SMART Ekselensia Indonesia

(2007 – sekarang)

Gambar

Grafik 3.2.3.4.1
membangun usahaGrafikPemilihan sistem distribusi yang13tepat menunjang keberhasilan…
Grafik 3.2.3.4.3
Grafik 3.2.4.1.1
+3

Referensi

Dokumen terkait

Catherine Valenciana (2014).“Studi Deskriptif Shopping Addiction pada K-Popers Remaja di Surabaya”.Skripsi Sarjana Strata 1.Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya

Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini bahwa batang pepaya termasuk dalam kolenkim angular, seledri termasuk kolenkim angular, pir termasuk sklerenkim

Dari motif maupun kepentingan negara donor yang berkaitan langsung dengan pemberian bantuan luar negeri USAID terhadap Indonesia merupakan sebuah motif ekonomi

Adapun kerangka pikir penggunaan strategi pembelajaran snowball throwing berbantu media TTS untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada

Maka permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah Kriteria apakah yang dipakai pihak bank untuk menentukan debiturnya telah melakukan wanprestasi dan

Analisis lebih lanjut terhadap pembelajaran pada topik yang berbeda memperlihatkan bahwa persentase waktu pembelajaran yang memenuhi kriteria tahapan pembelajaran

Before applying methods to design effective test cases, a software engineer must understand the basic principles that guide software testing.. The following are the main

Seseorang yang memiliki tingkat kemampuan motorik yang tinggi dapat diartikan bahwa orang tersebut memiliki potensi atau kemampuan untuk melakukan keterampilan gerak yang lebih