BAB III
PERANCANGAN
3.1 Analisis Sistem
Analisa sistem merupakan hal yang sangat berguna untuk melihat, mengetahui
dan memahami masalah yang dihadapai oleh POLDA Sumatera Barat saat ini. Hal ini
bermanfaat dalam merencanakan dan merancang sistem dan informasi baru yang
akan dibangun. Sistem yang sedang berjalan akan dijadikan sebagai perbandingan
terhadap sistem yang baru yang akan diterapkan.
Analisa sistem dalam sistem informasi merupakan suatu prosedur yang
dilakukan untuk mengetahui masalah dan menyusun alternatif pemecahan masalah
yang timbul pada sistem yang sedang berjalan, maka perancangan sebuah sistem baru
merupakan suatu hal yang sangat diperlukan untuk mengatasi kekurangan pada
sistem lama. Analisa sistem bertujuan mencari pemecahan masalah yang dihadapi
sistem tersebut agar masalah yang sama tidak lagi terjadi pada masa yang akan
datang, sehingga dapat diusulkan suatu perbaikan.
Dalam bab ini akan membahas perancangan dan desain sistem informasi
kepegawaian POLDA Sumatera Barat (Modul Penggajian). Hasil dari bab III ini
adalah sebuah desain dari aplikasi sistem informasi kepegawaian (Modul Penggajian)
sebelum dilakukan tahap coding.
3.1.1 Analisa Sistem Informasi yang Sedang Berjalan
Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas
sebelum merancang sistem yang baru kita harus mengetahui sistem yang sedang
Dari hasil penelitian yang dilakukan di POLDA Sumatera Barat maka dapat
Kepala Urusan Keuangan (KAURKEU) merupakan kepala urusan keuangan
yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan. Dalam hal ini Kapolda
Sumatera Barat yang memiliki peranan dalam hal persetujuan adanya pengeluaran
yang dilakukan oleh Bensat Urkeu mengenai penggajian. Setelah amprah gaji
disahkan maka diberikan kepada Subbagrenmin sebagai arsip, 2 rangkap diberikan
kepada Bensat Urkeu untuk diarsipkan 1rangkap.
3.1.2 Evaluasi Sistem Informasi yang Sedang Berjalan
Sistem informasi penggajian yang sedang berjalan pada POLDA Sumatera
Barat secara keseluruhan sudah menggunakan komputer, yakni menggunkan aplikasi
Microsoft Office Excel. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di
POLDA Sumatera Barat, sistem yang ada masih memiliki kelemahan yaitu Sistem
informasi Personil antara POLRI dan PNS masih terpisah sehingga Bensat Urkeu
harus menggabungkan data POLRI dan PNS sebelum proses penghitungan gaji.
3.2 Desain Sistem Informasi
Desain sistem merupakan suatu tahapan untuk menentukan bagaimana bentuk
dari sistem baru dan apa saja persiapan yang perlu dilakukan. Selain itu desain sistem
dibuat untuk memberikan gambaran rancangan bangun yang jelas dan lengkap.
3.2.1 Aliran Sistem Informasi yang diusulkan
Aliran sistem informasi yang diusulkan merupakan gambaran umum prosedur
sistem informasi penggajian yang akan dibangun. Sistem baru yang akan dibangun
tidak jauh berbeda dengan sistem yang lama. Namun, yang membedakan antara
sistem baru dengan sistem lama adalah penggunaan database sebagai media
penyimpanan data. Sehingga data penggajian dapat terorganisasi dengan baik dan
dapat mempermudah dalam penyajian informasi serta dapat menjamin ketersedian
informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Gambar aliran sistem informasi
Personil BENSAT URKEU SUBBAGRENMIN KAURKEU
Data Personil Data Personil
Entri data Personil
Membuat amprah gaji
Menandatangani
Amprah gaji yang telah diperiksa
Amprah gaji yang telah diperiksa
Amprah Gaji sah
Amprah Gaji sah Amprah Gaji
sah
C C
Regristasi
Menampilkan
Informasi Gaji dan Potongan
Database
C
slip gaji
Data Gaji
memeriksa Informasi Amprah gaji
Amprah gaji dan slipn gaji personil
Berdasarkan gambar 3.2 dapat dijelaskan secara umum prosedur sistem
penggajian yang diusulkan pada POLDA Sumatera Barat sebagai berikut :
1. Personil
Setiap personil POLRI dan PNS yang bertugas dalam satuan kerja POLDA
Sumatera Barat menyerahkan data personil kepada Bensat Urkeu. Untuk dapat
mengakses informasi gaji, tunjangan, dan potongan serta mencetak slip gaji maka
personil harus melakukan registrasi ke sistem, yaitu dengan mengentrikan nip,
username dan password sebagai hak akses yang digunakan. Dengan catatan, personil
tidak dapat melakukan registrasi ke sistem sebelum data personil yang bersangkutan
dientrikan oleh Bensat Urkeu. Setelah semua proses selesai personil dapat melihat
Informasi gaji melalui Sisten Informasi Kepegawaian Modul Penggajian dan
mencetak slip gaji tersebut sebagai arsip pribadi.
2. Bendahara Satuan (BENSAT) / Urusan Keuangan (URKEU)
Bensat Urkeu akan menerima datapersonil dari masing-masing personil.
Kemudian berdasarkan dokumen-dokumen tersebut Bensat Urkeu melakukan entri
data pegawai, seperti nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan,
jumlah anak, golongan, jabatan, satuan kerja dan nomor rekening ke sistem sehingga
data tersebut tersimpan ke dalam database. Selain itu, Bensat Urkeu juga melakukan
pembuatan daftar gaji / amprah gaji personil yang mana penghitungan gaji akan
3. Subbagian Perencanaan dan Administrasi (SUBBAGRENMIN)
Subbagrenmin dapan memeriksa amprah gaji langsung dari sistem. Amprah gaji
tersebut diperiksa dan dicetak oleh Subbagrenmin sebelum ditanda tangani oleh
Kepala Urusan Keuangan (KAURKEU).
4. Kepala Urusan Keuangan (KAURKEU)
Kepala Urusan Keuangan (KAURKEU) merupakan kepala urusan keuangan
yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran keuangan. Dalam hal ini
Kaurkeu memiliki peranan penting dalam hal persetujuan adanya pengeluaran yang
dilakukan oleh Bensat Urkeu mengenai penggajian. Amprah gaji yang telah diperiksa
oleh Subbagrenmin ditanda tangani 3 angkap oleh KaurKeu sehingga amprah gaji
tersebut sudah sah dan di arsipkan 1 rangkap, 2 rangkap diberikan kepada
Subbagrenmin sebagai arsip, 1 rangkap diberikan kepada Bensat Urkeu untuk
diarsipkan 1 rangkap.
3.2.2 Context Diagram
Secara keseluruhan aliran data sistem informasi yang diusulkan dapat
digambarkan menggunakan diagram konteks, seperti pada gambar 3.3
Sistem Informasi Kepegawaian (Modul Penggajian)
1.0
Personil PNS / POLRI
Bensat Urkeu - gaji personil
- data personil
- membuat aprah gaji dan slip gaji
- data personil
- daftar slip gaji
Subbagrenmin - laporan daftar personil
- laporan amprah
Gambar 3.3 dapat dijelaskan bahwa sistem informasi yang diusulkan memiliki
3 terminator atau entitas. Terminator tersebut adalah Personil (POLRI dan PNS),
BENSAT URKEU, dan Subbagrenmin .
Personil menginputkan data personil ke dalam sistem dan mendapatkan output
berupa daftar slip gaji, sedangkan Bensat Urkeu menginputkan gaji personil dan
mendapatkan output berupa amprah gaji dan slip gaji. Dan Subbagrenmin
mendapatkan output berupa laporan daftar personil dan laporan amprah gaji personil.
3.2.3 Data Flow Diagram (DFD) level 0
DFD level 0 merupakan gambaran aliran data dari entitas ke sistem , atau sistem
Laporan 1.4 Mengelola Data Gaji
1.3 Memperoleh
1.1
Input Data Personil
Data Personil Data Personil
Data Personil Data Personil
Gaji Pokok
Laporan amprah gaji dan slip gaji personil Laporan amprah gaji
dan slip gaji personil
Data Satker
Gambar 3.4 DFD level 0
Dari Gambar 3.4 dapat dijelaskan bahwa entitas yang terlibat langsung dengan
sistem ada 3 entitas, yaitu Personil, Bendahara Stuan Urusan Keuangan (Bensat
Urkeu). Pada proses 1.1 personil memberikan data personil ke bendahara satuan
urkeu. Bensat Urkeu memperoleh data personil sehingga pada Proses 1.2 Bensat
urkeu melakukan proses Input Data Personil yang terdiri dari data personil, data
Satuan kerja (Satker), data Pangkat, Data Jabatan, Data Status. Sedangkan pada
proses 1.3 merupakan proses pengelolaan data gaji, yang terdiri dari data gaji pokok,
data daftar gaji, tunjangan, dan potongan. Selanjutnya proses laporan berupa laporan
amprah gaji dan slip gaji personil yang diberikan kepada subbag renmin dan laporan
3.3 Perancangan Database
Perancangan database merupakan tahapan untuk menentukan bagaimana
struktur tabel, jenis tipe data yang digunakan dan memberikan gambaran relasi antar
tabel serta menentukan jenis DBMS yang akan digunakan sebagai implementasi.
3.3.1 Kebutuhan Basis Data
Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan terhadap
sistem informasi penggajian yang sedang berjalan di Polda Sumatera Barat maka
kebutuhan basis data sistem informasi penggajian yang diusulkan terdiri dari
beberapa entitas yang saling berhubungan, diantaranya adalah :
1. Entitas Pegawai (Primary Key : nip)
Entitas Pegawai ini digunakan untuk menyimpan atribut-atribut yang
dimiliki oleh pegawai seperti NIP/NRP, Nama, Tempat lahir, jenis kelamin,
status marital, kode golongan, kode jabatan, no gaji pokok, kategori, kode
satuan kerja, NPWP, tinggi badan, berat badan, alamat, jumlah anak, TMT,
kode pendidikan, kode polri, MKG, status pegawai, sewa umah dan
norekening.
2. Entitas Satuan Kerja (Primary Key : kd_satker)
Entitas Satuan Kerja (Satker) ini digunakan untuk menyimpan satuan kerja
personil seperti kd_satker dan nama satker
Entitas gaji pokok merupakan entitas yang digunakan untuk menyimpan
data berkaitan dengan gaji pokok dan masa kerja. Atribut yang dimiliki
berupa no_gaji pokok, mkg, golongan dan jumlah gaji pokok.
4. Entitas Daftar Gaji (Primari Key : id_gaji)
Entitas daftar gaji digunakan untuk menampung seluruh transaksi
penghitungan gaji pegawai setiap bulannya. Atribut yang dimiliki berupa
nama, bulan, tahun, id_golongan, mkg, jumlah gaji pokok, tunjangan istri,
tunjangan anak, tunjangan polwan, tunjangan pph, tunjangan lauk,
tunjangan beras, tunjangan jabatan, tunjangan umum, potongan ipen,
potongan dpk, potongan tht, potongan sewa rumah, potongan pph-21,
pendapatan bruto, jumlah potongan, pendapatan netto, dan jumlah yang
dibayarkan.
5. Entitas User
Entitas stauts digunakan untuk menyimpan data pengguna. Atribut yang
dimiliki berupa username, nip, password, level.
6. Entitas Golongan
Entitas golongan digunakan untuk menyimpan data golongan. Atribut yang
dimiliki berupa id_golongan, nama.
7. Entitas Pangkat
Entitas pangkat digunakan untuk menyimpan data pangkat personil. Atribut
8. Entitas Jabatan
Entitas jabatan digunkan untuk menyimpan data berkaitan dengan jabatan
dan tunjangan jabatan. Atribut yang dimiki entitas ini berupa id jabatan,
nama jabatan, dan esselon.
3.4 Conceptual Data Mode
Conceptual Data Model (CDM) merupakan konsep yang berkaitan
dengan pandangan user terhadap data yang saling berhubungan tiap-tiap
entitinya. Adapun gambar model konseptual yaitu pada gambar 3.5.
Gambar 3.5 Conceptual Data Model (ERD)
3.5 Model Logika (Logical Model)
Perancangan model logika adalah proses untuk mengambarkan hasil
perancangan model konseptual ke dalam model logika database. Gambar 3.15
Pangkat
3.6 Physical Data Model
Merupakan model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan
data serta hubungan antara data-data yang ada. Adapun dapat dilihat pada gambar 3.6
Tbl_daftargaji
Gambar 3.7 Physical Data Model
3.7 Desain Tabel
1. Tabel pegawai
Nama tabel : pegawai
Nama database : simpeg
Primary Key : nip
Foreign Key : nip, username, id_golongan, kd_pangkat, no_gapok,
Tabel 3.1 Daftar Field Personil
Nama Field Type Size Description
Nip/nrp Varchar 30 NIP / NRP Personil
Nama Varchar 50 Nama Personil
Tempat_lahir Varchar 20 Tempat lahir
Tgl_lahir Date - Tangal lahir
Jekel Varchar 20 Jenis kelamin
Status_marital Varchar 20 Status kawin
Kd_satker Varchar 20 Kode satuan kerja
Kd_jab Varchar 20 Kode jabatan
Kd_pangkat Varchar 20 Kode pangkat
No_gapok Varchar 20 No gaji pokok
Kd_gol Varchar 20 kode golongan
Kategori Varchar 20 Kategori personil
Npwp Varchar 20 npwp
B_badan Varchar 5 Berat badan
Alamat Varchar 20 alamat
Jum_anak int Jumlah anak
Tmt date tmt
Kd_pendidikan Varchar 20 Kode pendidikan
Kd_polri Varchar 20 Kode polri
Mkg int Masa kerja golongan
Status_pegawa
i
Varchar 20 Status pegawai
Sewa_rumah Varchar 20 Sewa rumah
norek int No rekening
2. Tabel Daftar Gaji
Nama tabel : t_daftargaji
Nama database : simpeg
Primary Key : id_gaji
Tabel 3.2 Daftar Field Daftar Gaji
Nama Type Size Description
Id_gaji int Id gaji
Nip-nama Varchar 20 Nip personil
bulan Varchar 30 Bulan penerimaan
tahun Varchar 50 Tahun penerimaan
id_golongan Varchar 20 Id golongan
Mkg Varchar 20 Masa kerja golongan
Jumlah double Jumlah gaji pokok
t_istri double Tunjangan istri
t_anak double Tunjangan anak
t_polwan double Tunjangan polwan
t_pph double Tunjangan pph-21
t_lauk double Tunjangan lauk pauk
t_umum double Tunjangan umum
t_beras double - Tunjangan beras
p_dpk double Potongan dpk
p_tht double Potongan tht
p_sewa double Potongan sewa rumah
p-pph-21 double Potongan PPH-21
penbrut double Penerimaan bruto
jumpot double Jumlah potongan
pennet double Pendapatan netto
pembulatan double pembulatan
dibayarkan double Jumlah yang dibayarkan
3. Tabel Pangkat
Nama tabel : t_pangkat
Nama database : simpeg
Primary Key : kd_pangkat
Nama Field Type Size Description
kd_pangkat CHAR 5 kode pangkat
nama VARCHAR 40 Nama pangkat
4. Tabel Daftar Satker
Nama tabel :t_satker
Nama database : simpeg
Primary Key : dd_satker
Tabel 3.4 Daftar Field Satker
Nama Field Type Size Description
kd_sakter CHAR 5 Kode satuan kerja
nama VARCHAR 30 Nama satuan kerja
5. Tabel Golongan
Nama tabel : t_golongan
Nama database : simpeg
Primary Key : id_golongan
Tabel 3.5 Daftar Field Golongan
Nama Field Type Size Description
Id_golongan CHAR 5 Id golongan
6. Tabel Gaji Pokok
Nama tabel : t_gapok
Nama database : simpeg
Primary Key : no_gapok
Tabel 3.6 Daftar Field Gji Pokok
Nama Field Type Size Description
No_gapok Carh 10 Nomor gaji pokok
Mkg DOUBLE - Masa Kerja Golongan
golongan Varchar 20 Golongan
jumlah DOBLE - gaji pokok
7. Tabel Jabatan
Nama tabel : tbl_jabatan
Nama database : simpeg
Primary Key : id_jabatan
Tabel 3.7 Daftar Field Jabatan
Nama Field Type Size Description
Id_jabatan CHAR 5 Id jabatan
Nama_jb VARCHAR 40 Nama jabatan
Esselon VARCHAR 30 Esselon jabatan
8. Tabel user
Nama database : simpeg
Primary Key : username
Tabel 3.8 Daftar Field Jabatan
Nama Field Type Size Description
Username Varchar 10 Username
Nip /NRP Int Nip /NRP
password VARCHAR 30 Password
level VARCHAR 30 level
3.8 Struktur Program
Struktur program merupakan gambaran umum menu-menu yang terdapat pada
suatu sistem yang akan dibangun nantinya.
1. Struktur Program Kepegawaian
Gambar 3.8 Struktur Program Kepegawaian
Gambar 3.8 menjelaskan tentang menu-menu Sistem Informasi
Kepegawaian Polda Sumatera Barat. Terdiri dari menu Home, Pegawai, dan
Penggajian.
2. Struktur Program Penggajian pegawai
Gambar 3.9 Struktur Program Administrator
Pada gambar 3.9 menjelaskan tentang struktur proggam pada penggajian,
dimana pada menu utama apa bila di klik penggajian maka akan muncul form menu
login. Setelah user berhasil masuk ke dalam sistem penggajian maka terdapat
submenu didalamnya.
Pada menu konfirmasi terdapat submenu pengguna yang digunkan untuk
mengelola pengguna yang akan mengakses sistem tersebut. Pada menu data master
memiliki lima submenu yang digunakan untuk mengelola data yang berkaitan dengan
penggajian, seperti data personil, data golongan, data jabatan, data satuan kerja, data
gaji, data pengguna, data pangkatdan data gaji pokok.
Pada menu transaksi terdapat submenu dimana berguna untuk memproses
transaksi penggjian personil Polda Sumatera Barat.
57
P
E
N
G
G
A
JIA
N
H
O
Sedangkan pada menu laporan terdapat submenu slip gaji dan amprah gaji
yang berguna untuk mencetak amprah dan slip gaji personil.
Gambar 3.10 Struktur Program Viewer
Gambar 3.10 menjelaskan tentang menu – menu yang diakses oleh viewer,
diantaranya home, laporan berupa slip gaji dan amprah gaji dan logout.
3.9 Flowchart Program
Flowchart Program merupakan gambaran secara keseluruhan bagaimana
aplikasi yang akan dibangun tersebut berjalan.
58
P
E
N
G
G
A
J
I
A
N
H
O
mulai
Username dan password
login
validasi data
pilihan menu
Pilih menu 1
Pilih menu 2
Pilih menu 3
Pilih menu 4
end
Proses Entri Data
Proses List Data
melanjutkan proses data manipulasi
N y
Gambar 3.11 Flowchart Program
Seperti gambar 3.11 merupakan alur program yang mana dijelaskan sebelum
pengguna melakukan pengelolaan data maka pengguna harus melakukan login
dengan mengentrikan username dan password sebagai validasi pengguna sistem. Jika
data yang dimasukan tidak valid maka sistem akan meminta pengguna untuk
mengentrikan kembali username dan password. Sedangkan jika data yang dimasukan
3.10 Perancangan GUI
Perancangan Grafis User Interface (GUI) merupakan perancangan fisik sistem
yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan kemudahan kepada pengguna
ketika berinteraksi dan mengoperasikan sistem tersebut. Perancangan antar muka
sistem secara umum dapat dilihat pada gambar 3.12
LOGO KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIADAERAH SUMATERA BARAT LOGO MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT
SATKER DATA PEGAWAI PENGGAJIAN HOME
HARI / TGL – BULAN - TAHUN
GAMBAR
SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN POLDA SUMATERA BARAT
©2013 Jheny Dia Kasih M
1001092010 POLITEKNIK NEGERI PADANG
VISI & MISI POLDA SUMATERA BARAT
GAMBAR
Alamat : Jl. Sudirman, No. 55 Kota / City : Padang
Telp / Call : (0751) 33416
Gambar 3.12 Tampilan Utama
LOGO
KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA BARAT
AUTHORIZED PERSONAL ONLY
Username :
Password :
LOGIN
Batal Login. Kembali ke Halaman Utama !!
Gambar 3.13 Merupakan perancangan form login ke sistem penggajian
3.10.1 Perancangan Input
Perancangan input merupakan perancangan antar muka yang berisi
field-field yang digunakan untuk mengentrikan data yang sesuai dengan kebutuhan dalam
basis data sistem. Berdasarkan perancangan sistem informasi dan perancangan
database yang telah dijelaskan sebelumnya, maka perancangan input yang dibutuhkan
adalah :
1. Perancangan Data Personil
DATA PERSONIL
LOGO
NRP/NIP NAMA PERSONIL
xx
jk satker pangkat jabatan npwp golongan tmt staus sewa
Form data personil ini terdiri dari NRP/NIP, nama personil, jenis kelamin, satuan
kerja, pangkat, jabatan, npwp, golongan, tmt, status dan sewa.
2. Perancangan Entri Data Golongan
DATA GOLONGAN
LOGO CARI
NO GOLONGAN PANGKAT AKSI
EDIT TAMBAH HAPUS
xx xx xx xx xx xx
xx xx xx xx
xx xx
Gambar 3.15 Perancangan Data Golongan
Gambar 3.15 merupakan perancangan tampilan data golongan apabila diklik
tambah maka akan tampil perancangan form entri data golongan seperti gambar 3.16
Form entri data golongan ini terdiri dari 2 text field dan 2 button yaitu button simpan
dan batal.
LOGO TAMBAH GOLONGAN
KD GOLONGAN :
GOLONGAN
SIMPAN BATAL
3. Perancangan Entri Data Jabatan
DATA JABATAN
LOGO CARI
NO NAMA JABATAN ESSELON TUNJANGAN JABATAN AKSI EDIT TAMBAH HAPUS
xx
xx
xx
xx xx
xx xx
xx xx
xx xx
xx xx
xx
Gambar 3.17 Perancangan Form Data Jabatan
Gambar 3.17 merupakan perancangan form data jabatan apabila diklik
tambah maka akan tampil perancangan form entri data jabatan seperti gambar 3.26.
Form entri data jabatan ini terdiri dari 3 text field dan 2 button yaitu button simpan
dan batal.
LOGO TAMBAH JABATAN ID JABATAN
ESSELON
SIMPAN BATAL NAMA JABATAN
4. Perancangan Entri Data Satuan Kerja
DATA SATUAN KERJA
LOGO
CARI
ID SATKER NAMA SATUAN KERJA KETERANGAN AKSI
EDIT TAMBAH HAPUS
xx xx
xx xx xx xx xx xx xx
xx xx
xx
Gambar 3.18 Perancangan Form Data Satuan Kerja
Gambar 3. 18 merupakan perancangan form data satuan kerja apabila diklik
tambah maka akan tampil perancangan form entri data satuan kerja seperti gambar
3.19 Form entri data satuan kerja ini terdiri dari 2 text field dan 2 button yaitu button
simpan dan batal.
LOGO TAMBAH SATUAN KERJA
SATKER :
SIMPAN BATAL ID SATKER :
5. Perancangan Entri Data Gaji Pokok
DATA GAJI POKOK
LOGO
CARI
NO GOLONGAN MASA KERJA JUMLAH (Rp) AKSI
EDIT TAMBAH HAPUS
xx xx
xx xx xx xx xx xx xx
xx xx
xx xx
xx
Gambar 3.20 Perancangan Form Data Gaji Pokok
Gambar 3. 20 merupakan perancangan form data gaji pokok apabila diklik
tambah maka akan tampil perancangan form entri data gaji pokok seperti gambar
3.21. Form entri data gaji pokok ini terdiri dari 3 text field dan 2 button yaitu button
simpan dan batal.
LOGO TAMBAH GAJI POKOK
MKG :
GOLONGAN :
SIMPAN BATAL JUMLAH :
NO GAPOK :
6. Perancangan Transaksi Gaji
logo TRANSAKSI GAJI
NRP / NIP
BULAN / TAHUN
GOLONGAN TUN. LAUK PAUK TUN. BERAS
JUMLAH YANG DIBAYARKAN
SIMAPAN BATAL TUN. UMUM
Gambar 3.22 Perancangan Form Transaksi Gaji
Gambar 3.22 merupakan perancangan form entri data transaksi gaji yang
terdiri dari 24 text field dan 2 button simpan dan batal. Yang mana digunakan untuk
mengentrikan gaji personil ke dalam database. Sedangkan perhitungan gaji dilakukan
oleh sistem, hal ini dilakukan dengan cara memilih nama personil yang ada pada
menu nama personil. Setelah memilih nama pegawai yang akan dihitung gajinya
maka text field yang lain akan terisi dengan sendirinya sesuai dengan nama text field
masing-masing. Setelah proses penghitungan gaji tersebut, maka data dapat disimpan
berikutnya nama personil yang telah diproses tersebut akan muncul pada data
Transaksi Gaji.
7. Perancangan Data Gaji
CARI
NIP / NRP BULAN TAHUN GOLONGAN MKG GAPOK ACTION
DETAIL
Gambar 3.23 Perancangan Data Gaji
Gambar 3.23 merupakan perancangan form data gaji yang terdiri dari 1 text
field dan 2 button cari dan lihat. Yang mana digunakan untuk menampilkan data gaji
8. Perancangan Detail Data Gaji
JUMLAH YANG DIBAYARKAN
Gambar 3.24 Detail Data Gaji
Gambar 3.24 merupakan perancangan form detail data gaji yang terdiri dari
23 text field. Yang mana digunakan untuk menampilkan detail data gaji yang sudah di
proses dan sudah ada di data penggajian.
3.10.2 Perancangan Output
Perancangan output merupakan perancangan antar muka yang digunakan untuk
menampilkan hasil dari suatu proses, sehingga dapat dilihat dan dapat dicetak sesuai
dengan kebutuhan. Adapun perancangan output dari sistem penggajian ini adalah
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT
Jl Sudirman No 55 Padang Sumatera Barat Telp : (0751) 33416 SLIP GAJI BULAN...TAHUN...
NAMA : XX - Tun. Istri/Suami : 99 - Tun. Anak : 99 Jumlah Potongan : 99 Pendapatan Netto : 99
PBLT : 99
Gaji yang diterima : 99
KABIDKEU
XX
NRP 99
Catatan : harap uang dihitung kembali sebelum meninggalkan tempat, terima kasih
Gambar 3.25 Perancangan Slip Gaji Personil
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT DAFTAR PEMBAYARAN PENGHASILAN
20 - 10 - 2013 UNIT ORGANISASI : POLRI
KU-KOTAM : KOTAMAPUS POLRI
Gaji Pokok T.Istri
P.SEWA RUMAH
P.PPH-21 PENBRUT JUMPOT PENNET PBL TERIMA TTD Padang, 20 - 10 - 2013
KAUR KEU KASRUL IPDA NRP 56060158