EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
1
•
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
•
Ruting
Ruting
•
Pendimensian dan optimasi jaringan
Pendimensian dan optimasi jaringan
•
Evaluasi NNGOS dengan metoda Gaudreau
Evaluasi NNGOS dengan metoda Gaudreau
•
Parameter kinerja
Parameter kinerja
Pendimensian dan Evaluasi Kinerja
Pendimensian dan Evaluasi Kinerja
2
Jaringan bebas rugi (Closs)
Jaringan bebas rugi (Closs)
•
Jaringan yang memberikan keadaan bahwa
Jaringan yang memberikan keadaan bahwa
setiap saluran masuk yang menginginkan
setiap saluran masuk yang menginginkan
saluran keluar selalu dapat mencapai
saluran keluar selalu dapat mencapai
(menduduki) setiap saluran keluar yang
(menduduki) setiap saluran keluar yang
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
3
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga satu
dgn elemen gandeng bertangga satu
Berkas masuk
Berkas keluar
Jumlah titik silang = N2
4 4
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga dua
dgn elemen gandeng bertangga dua
1
Switch A Switch B
N N
N = kn N = mp
Agar terbentuk jaringan bebas rugi, maka N saluran masuk dari switch A harus dapat dihubungkan/disambungkan ke N saluran keluar dari switch B
Ada sebanyak n2.m titik silang
Jumlah titik silang pada switch A = n2.m.k
Ada sebanyak n.p.k titik silang
Jumlah titik silang pada switch B = n.p.k.m
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
5 5
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga
dgn elemen gandeng bertangga tiga
• Akan ditinjau keadaan-keadaan yang memberikan kemungkinan terdapatnya Akan ditinjau keadaan-keadaan yang memberikan kemungkinan terdapatnya hubungan antara 1 saluran masuk tertentu di switch A (kita sebut S) dengan
hubungan antara 1 saluran masuk tertentu di switch A (kita sebut S) dengan
satu saluran keluar tertentu di switch C (kita sebut D) yang masih bebas
6
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga (2)
dgn elemen gandeng bertangga tiga (2)
• Keadaan 1Keadaan 1
– Dari n saluran masuk di salah satu switch A (misalnya A1), (n-1) saluran sudah sibuk, Dari n saluran masuk di salah satu switch A (misalnya A1), (n-1) saluran sudah sibuk, tinggal S yang akan menghubungi D (misalnya di C1)
tinggal S yang akan menghubungi D (misalnya di C1)
– Dari n saluran keluar di switch C1, (n-1) saluran sudah sibuk, tinggal D yang masih Dari n saluran keluar di switch C1, (n-1) saluran sudah sibuk, tinggal D yang masih bebas dan akan dihubungi S
bebas dan akan dihubungi S
– Salah satu kasus : (n-1) saluran yang sibuk di switch A1 tersebut berhubungan Salah satu kasus : (n-1) saluran yang sibuk di switch A1 tersebut berhubungan dengan (n-1) saluran yang sibuk di switch C1
dengan (n-1) saluran yang sibuk di switch C1
– Dalam keadaan ini, S hanya dapat berhubungan dengan D bila ada switch B ke n. Dalam keadaan ini, S hanya dapat berhubungan dengan D bila ada switch B ke n. Berarti jumlah switch B adalah sebanyak n (kalau tidak disediakan switch B yang
Berarti jumlah switch B adalah sebanyak n (kalau tidak disediakan switch B yang
ke-n, S tak dapat menghubungi D)
n, S tak dapat menghubungi D)
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
7 7
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga (3)
dgn elemen gandeng bertangga tiga (3)
• Keadaan 2Keadaan 2
– Dari (n-1) saluran masuk yang sibuk di switch A1, (n-2) saluran berhubungan dengan Dari (n-1) saluran masuk yang sibuk di switch A1, (n-2) saluran berhubungan dengan (n-2) saluran keluar di switch C1 dan 1 saluran berhubungan dengan 1 saluran bukan
(n-2) saluran keluar di switch C1 dan 1 saluran berhubungan dengan 1 saluran bukan
dari switch C1
dari switch C1
– Dari (n-1) saluran keluar yang sibuk di switch C1, (n-2) saluran berhubungan dengan Dari (n-1) saluran keluar yang sibuk di switch C1, (n-2) saluran berhubungan dengan (n-2) saluran masuk di switch A1 dan 1 saluran berhubungan dengan 1 saluran bukan
(n-2) saluran masuk di switch A1 dan 1 saluran berhubungan dengan 1 saluran bukan
dari switch A1
dari switch A1
A1 n+1 C1
8 8
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga (4)
dgn elemen gandeng bertangga tiga (4)
• Keadaan 3 (the worst)Keadaan 3 (the worst)
– Dari (n-1) saluran masuk yang sibuk di switch A1 maupun di C1, tak ada yang Dari (n-1) saluran masuk yang sibuk di switch A1 maupun di C1, tak ada yang dipakai untuk hubungan antara switch A1 dengan switch C1
dipakai untuk hubungan antara switch A1 dengan switch C1
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
9 9
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga (5)
dgn elemen gandeng bertangga tiga (5)
• Jadi untuk memperoleh jaringan bebas rugi, jumlah saluran keluar di tiap switch A harus Jadi untuk memperoleh jaringan bebas rugi, jumlah saluran keluar di tiap switch A harus paling sedikit sebesar (2n-1). Hal ini berarti jumlah switch B juga sebanyak (2n-1)
paling sedikit sebesar (2n-1). Hal ini berarti jumlah switch B juga sebanyak (2n-1)
• Jumlah titik silangnya :Jumlah titik silangnya : X3(N,n)=2kn(2n-1)+mk
X3(N,n)=2kn(2n-1)+mk22=(2n-1)(2N+k=(2n-1)(2N+k22)=(2n-1)N(2+(N/n)=(2n-1)N(2+(N/n22)) ; dimana N=kn)) ; dimana N=kn
• Untuk harga N tertentu, jumlah titik silang tergantung atas jumlah saluran per switch A Untuk harga N tertentu, jumlah titik silang tergantung atas jumlah saluran per switch A (=n)
Switch A Switch B
10 10
Jaringan bebas rugi
Jaringan bebas rugi
dgn elemen gandeng bertangga tiga (6)
dgn elemen gandeng bertangga tiga (6)
•
Mencari jumlah titik silang minimumMencari jumlah titik silang minimum
X3(N,n)/X3(N,n)/n=0, jadi 2nn=0, jadi 2n3 3 – Nn + N = 0; sehingga – Nn + N = 0; sehingga
N = 2n
N = 2n33/(n-1) /(n-1) 2n 2n22 (untuk n besar) (untuk n besar)
•
Ambil harga n=(N/2)Ambil harga n=(N/2)1/21/2, maka jumlah titik silang total :, maka jumlah titik silang total :X[N,(N/2)
X[N,(N/2)1/21/2]=[2(N/2)]=[2(N/2)1/21/2-1].N.[2+{N/(N/2)}]={2(N/2)-1].N.[2+{N/(N/2)}]={2(N/2)1/21/2-1}4N-1}4N
=2.(2N)
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
11
Jaringan bebas rugi umum
Jaringan bebas rugi umum
•
Jaringan bebas rugi 5 tingkat dapat dibuat dengan cara Jaringan bebas rugi 5 tingkat dapat dibuat dengan cara mengganti setiap switch B (dari jaringan bebas rugi 3 mengganti setiap switch B (dari jaringan bebas rugi 3tingkat) dengan jaringan bebas rugi 3 tingkat BCD tingkat) dengan jaringan bebas rugi 3 tingkat BCD
1
Switch A Switch BCD
12 12
Jaringan bebas rugi umum (2)
Jaringan bebas rugi umum (2)
• Jumlah switch B =k1, saluran masuknya=n1, maka k=k1.n1; saluran keluar switch B = Jumlah switch B =k1, saluran masuknya=n1, maka k=k1.n1; saluran keluar switch B = (2n1-1)
(2n1-1)
• D-E simetris dengan B-A, dan tiap switch C memiliki saluran masuk k1 dan saluran keluar k1D-E simetris dengan B-A, dan tiap switch C memiliki saluran masuk k1 dan saluran keluar k1
• Maka setiap switch BCD mempunyai titik silang sebesar (2n1-1).k.(2+(k/(n1)Maka setiap switch BCD mempunyai titik silang sebesar (2n1-1).k.(2+(k/(n1)22))))
1
Switch B Switch C
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
13 13
Jaringan bebas rugi umum (3)
Jaringan bebas rugi umum (3)
• Jumlah titik silang total jaringan bebas rugi 5 tingkatJumlah titik silang total jaringan bebas rugi 5 tingkat
– X5(N,n,n1)=2kn(2n-1)+(2n-1) (2n1-1).k.(2+(k/(n1)X5(N,n,n1)=2kn(2n-1)+(2n-1) (2n1-1).k.(2+(k/(n1)22))
=(2n-1){2N+[(2n1-1)N/n][2+(N/n.n =(2n-1){2N+[(2n1-1)N/n][2+(N/n.n1122)]})]}
• Untuk memperoleh nilai minimumnya digunakan persamaan Untuk memperoleh nilai minimumnya digunakan persamaan X5/ X5/ n= n= X5/ X5/
n1=0 ; dari sini akan diperoleh harga-harga n dan n1 yang memberikan X
n1=0 ; dari sini akan diperoleh harga-harga n dan n1 yang memberikan X
(titik silang) yang minimum
(titik silang) yang minimum 1
Switch A Switch BCD
14
Routing
Routing
•
Kinerja jaringan tergantung pada faktor :
Kinerja jaringan tergantung pada faktor :
–
Konfigurasi jaringan
Konfigurasi jaringan
–
Trafik yang ditawarkan
Trafik yang ditawarkan
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
15
•
Definisi ruting
Definisi ruting
– Proses pencarian jalan yang bebas di jaringan bagi Proses pencarian jalan yang bebas di jaringan bagi
suatu panggilan untuk disambungkan dari asal ke tujuan suatu panggilan untuk disambungkan dari asal ke tujuan
•
Ruting berisi penentuan :
Ruting berisi penentuan :
– Aturan pencarian jalan yang dapat dipakai bagi suatu Aturan pencarian jalan yang dapat dipakai bagi suatu hubungan panggilan dari asal-tujuan
hubungan panggilan dari asal-tujuan
– Pemilihan jalan yang akan dipakai dari jalan yang Pemilihan jalan yang akan dipakai dari jalan yang tersedia atau penentuan ketidakberhasilan suatu tersedia atau penentuan ketidakberhasilan suatu
panggilan bila tak ada lagi jalan yang dapat dipakai panggilan bila tak ada lagi jalan yang dapat dipakai
– Apakah hubungan akan diadakan atau tidak pada jalan Apakah hubungan akan diadakan atau tidak pada jalan yang tersedia
16
Macam-macam ruting
Macam-macam ruting
•
Suatu panggilan yang datang memiliki
Suatu panggilan yang datang memiliki
kemungkinan untuk memilih satu dari
kemungkinan untuk memilih satu dari
beberapa jalan yang tersedia
beberapa jalan yang tersedia
•
Ada dua cara memilih jalan
Ada dua cara memilih jalan
–
Secara berurutan (sequence)
Secara berurutan (sequence)
•
Dikenal sebagai alternate routingDikenal sebagai alternate routing–
Menurut “harga” dari jalan
Menurut “harga” dari jalan
•
Harga bisa tetap (fixed), tetapi biasanya dihitung dari Harga bisa tetap (fixed), tetapi biasanya dihitung dari hasil pengamatan beberapa komponen (kondisi)hasil pengamatan beberapa komponen (kondisi) jaringan
jaringan
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
17
Fixed alternate routing Fixed alternate routing
• Bentuk ruting paling tuaBentuk ruting paling tua • ContohContoh
• Kemungkinan urutan jalanKemungkinan urutan jalan
– ODOD
– OADOAD
– OACDOACD
– OATCDOATCD
• Bila OD sibuk, coba OADBila OD sibuk, coba OAD
• Bila OD dan AD sibuk, coba OACDBila OD dan AD sibuk, coba OACD
• Bila OD,AD dan AC sibuk, coba OATCD Bila OD,AD dan AC sibuk, coba OATCD
O D
A C
T
18
•
Tempat panggilan hilang (loss),tergantung pada sistem Tempat panggilan hilang (loss),tergantung pada sistem pengendalian penyambungan yang dipakai. Misalkan pengendalian penyambungan yang dipakai. Misalkandipakai
dipakai Succesive Office Control Succesive Office Control (SOC) (SOC)
– Misalkan OD,AD, dan CD sibuk, sedangkan OA dan AC bebas, maka Misalkan OD,AD, dan CD sibuk, sedangkan OA dan AC bebas, maka panggilan yang sudah sampai di C akan hilang
panggilan yang sudah sampai di C akan hilang
– Misalkan OD,AD,AC,dan TC sibuk, sedangkan AT bebas, maka Misalkan OD,AD,AC,dan TC sibuk, sedangkan AT bebas, maka panggilan yang sudah sampai di T akan hilang
panggilan yang sudah sampai di T akan hilang
O D
A C
T
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
19
•
Alternate routing dapat pula dinamis
Alternate routing dapat pula dinamis
–
Urutan pilihan berubah-ubah
Urutan pilihan berubah-ubah
•
Alternate routing yang dinamis dan
Alternate routing yang dinamis dan
menentukan rute berdasarkan kondisi
menentukan rute berdasarkan kondisi
menjadi
menjadi
adaptive routing
adaptive routing
•
Tetapi alternate routing yang dinamis belum
Tetapi alternate routing yang dinamis belum
tentu
20
Fixed Hierarchical Routing (FHR)
Fixed Hierarchical Routing (FHR)
•
Karena sentral memiliki hirarkiKarena sentral memiliki hirarki•
Jalan yang dapat dipilih : P1-P2,P1-S2-P2,P1-S1-P2,P1-S1-Jalan yang dapat dipilih : P1-P2,P1-S2-P2,P1-S1-P2,P1-S1-S2-P2,P1-S1-T2-S2-P2,P1-S1-T1-S2-P2,P1-S1-T1-T2-S2-P2 S2-P2,P1-S1-T2-S2-P2,P1-S1-T1-S2-P2,P1-S1-T1-T2-S2-P2•
Keuntungan : tidak ada loop cycleKeuntungan : tidak ada loop cycleSL1 P1 S1 T1
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
21
Dynamic Non-Hierarchical Routing (DNHR)
Dynamic Non-Hierarchical Routing (DNHR)
• Tiap sentral sama derajatnya (tidak ada hirarki)Tiap sentral sama derajatnya (tidak ada hirarki)
• Suatu berkas dapat sebagai High Usage (HU) bagi aliran trafik tertentu, Suatu berkas dapat sebagai High Usage (HU) bagi aliran trafik tertentu, sekaligus dapat menjadi Final Choice/Last Choice route (FC/LC) bagi
sekaligus dapat menjadi Final Choice/Last Choice route (FC/LC) bagi
aliran trafik lain
aliran trafik lain
• Jalan alternatenya dapat terdiri dari 2 atau 3 link seriJalan alternatenya dapat terdiri dari 2 atau 3 link seri
• Dengan membatasi link untuk alternate route hanya 2 potong secara Dengan membatasi link untuk alternate route hanya 2 potong secara seri, maka dijamin tidak ada
seri, maka dijamin tidak ada loop cycleloop cycle (tak ada sentral yang dilalui (tak ada sentral yang dilalui sampai 2 kali atau lebih) dan tidak begitu peka terhadap beban lebih
sampai 2 kali atau lebih) dan tidak begitu peka terhadap beban lebih
22
Dynamic Non-Hierarchical Routing (DNHR) (2)
Dynamic Non-Hierarchical Routing (DNHR) (2)
•
Kedinamisan DNHR ditunjukkan oleh : pilihan
Kedinamisan DNHR ditunjukkan oleh : pilihan
urutan ruting berubah berdasarkan besar trafik
urutan ruting berubah berdasarkan besar trafik
yang diperoleh dari prakiraan (secara off-line).
yang diperoleh dari prakiraan (secara off-line).
Harga trafik yang didapat dari prakiraan tersebut
Harga trafik yang didapat dari prakiraan tersebut
berubah-ubah, sehingga dipakai untuk merubah
berubah-ubah, sehingga dipakai untuk merubah
urutan pilihan ruting. Bila cara prakiraan trafik
urutan pilihan ruting. Bila cara prakiraan trafik
tersebut berdasarkan kondisi jaringan dan
tersebut berdasarkan kondisi jaringan dan
updte
updte
cycle
cycle
-nya cukup pendek, maka ruting dinamis ini
-nya cukup pendek, maka ruting dinamis ini
disebut juga
disebut juga
adaptive routing
adaptive routing
•
Cara pengaturan
Cara pengaturan
Crank Back
Crank Back
– Panggilan yang sudah sampai ke sentral tertentu dapat Panggilan yang sudah sampai ke sentral tertentu dapat dikembalikan ke sentral sebelumnya karena jalan
dikembalikan ke sentral sebelumnya karena jalan seterusnya mendapat blocking, kemudian panggilan seterusnya mendapat blocking, kemudian panggilan
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
23 23
Path Loss Sequence (PLS)
Path Loss Sequence (PLS)
•
GRAPH yang digunakan untuk menggambarkan ruting dan GRAPH yang digunakan untuk menggambarkan ruting dan sekaligus pengendalian penyambungannyasekaligus pengendalian penyambungannya
•
Contoh : suatu gambar jaringan yang hanya dilengkapi Contoh : suatu gambar jaringan yang hanya dilengkapi dengan informasi ruting berupa garis panahdengan informasi ruting berupa garis panah
1 2
A
3 4
24
Path Loss Sequence (PLS) (2)
Path Loss Sequence (PLS) (2)
•
PLS untuk pasangan O-D : 1-2PLS untuk pasangan O-D : 1-21 2
A
3 4
B
1
2
L
A 2
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
25
Path Loss Sequence (PLS) (3)
Path Loss Sequence (PLS) (3)
•
PLS untuk pasangan O-D : 1-3PLS untuk pasangan O-D : 1-31 2
A
3 4
B
1
3
B 3
L
A
L
B 3
26
Path Loss Sequence (PLS) (4)
Path Loss Sequence (PLS) (4)
•
PLS untuk pasangan O-D : 1-4PLS untuk pasangan O-D : 1-41 2
A
3 4
B
1 B 4
L
A
L
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
27
Pengendalian penyambungan
Pengendalian penyambungan
•
Proses pentransferan panggilan dan letak loss yang terjadiProses pentransferan panggilan dan letak loss yang terjadi•
Bil diperoleh berkas saluran yang bebas, panggilan bisa Bil diperoleh berkas saluran yang bebas, panggilan bisa langsung ditransfer ke sentral berikutnya atau menunggu langsung ditransfer ke sentral berikutnya atau menungguinformasi berikutnya tentang ada atau tidaknya jalan bebas informasi berikutnya tentang ada atau tidaknya jalan bebas
seterusnya
seterusnya conditional selection conditional selection
•
Macam-macam pengendalian penyambunganMacam-macam pengendalian penyambungan– Succesive Office Control (SOC)Succesive Office Control (SOC)
• Pada tiap sentral terdapat kemungkinan terjadinya loss (trafik hilang)Pada tiap sentral terdapat kemungkinan terjadinya loss (trafik hilang)
• Pengendalian penyambungan selalu ditransfer ke sentral berikutnyaPengendalian penyambungan selalu ditransfer ke sentral berikutnya
– Originating Office Control (OOC)Originating Office Control (OOC)
• Kemungkinan trafik hilang hanya di sentral 1 (originating office) dari Kemungkinan trafik hilang hanya di sentral 1 (originating office) dari pasangan O-D
pasangan O-D
– OOC dengan OOC dengan Spill ForwardSpill Forward (OOC dengan pelimpahan ke depan) (OOC dengan pelimpahan ke depan) • Selain sentral asal, masih terdapat beberapa sentral lainnya (tidak Selain sentral asal, masih terdapat beberapa sentral lainnya (tidak
semuanya) yang dapat memberikan cabang loss
28
Pengendalian penyambungan (2)
Pengendalian penyambungan (2)
•
Contoh PLS untuk OOC dengan
Contoh PLS untuk OOC dengan
Spill Forward
Spill Forward
– O-D : 1-2O-D : 1-2
1
2
L
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
29
Pengendalian penyambungan (3)
Pengendalian penyambungan (3)
•
Contoh PLS untuk OOC dengan
Contoh PLS untuk OOC dengan
Spill Forward
Spill Forward
– O-D : 1-3O-D : 1-3
1
3
B 3
L
A B 3
30
Pengendalian penyambungan (4)
Pengendalian penyambungan (4)
•
Contoh PLS untuk OOC dengan
Contoh PLS untuk OOC dengan
Spill Forward
Spill Forward
– O-D : 1-4O-D : 1-4
1 B 4
L
A B 4
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
31
Influence Graph
Influence Graph
•
Penggambaran jaringan dengan graph selain dapat Penggambaran jaringan dengan graph selain dapatmenunjukkan ruting dan pengendalian penyambungan, menunjukkan ruting dan pengendalian penyambungan,
juga dapat digunakan untuk melihat ada tidaknya loop juga dapat digunakan untuk melihat ada tidaknya loop
•
Contoh suatu jaringan di bawah iniContoh suatu jaringan di bawah iniB C
D O
32
Influence Graph (2)
Influence Graph (2)
•
PLS (SOC) untuk O-DPLS (SOC) untuk O-DO D
B D
C D
B D
L L
L
EL 372 Rekayasa TrafikEL 372 Rekayasa Trafik
33
Influence Graph (3)
Influence Graph (3)
•
PLS (SOC) untuk O-D dimodifikasi supaya ada loopPLS (SOC) untuk O-D dimodifikasi supaya ada loopO D
C D
B D
O D
L L
L
Dengan gambar PLS ini sulit untuk melihat
34
Influence Graph (4)
Influence Graph (4)
•
Pasangan O-D tanpa loop
Pasangan O-D tanpa loop
•
Pasangan O-D dengan loop
Pasangan O-D dengan loop
O,D O,B
O,C C,D
C,B
B,D
O,D O,C
B,D C,B