Copyright © 2016, Jurnal Akademik Pendidikan Matematika
PENGARUH MOTIVASI, SIKAP, MINAT, DAN GAYA BELAJAR STATISTIK
MAHASISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS
PERSOALAN PENELITIAN
Azis1), Sardin2)
Dosen Pendidikan Matematika FKIP Unidayan Baubau1), 2) [email protected]), [email protected])
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; dan motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa masing-masing berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian. Jenis penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan desain korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika yang pelaksanaannya pada semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017. Populasinya adalah seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Statistik Matematika II Tahun Akademik 2016/2017 yang berjumlah 145 orang. Dengan menggunakan teknik random sampling, diambil minimal 30% dari keseluruhan sampel, dan diambil 51 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data setiap variabel adalah angket dan tes yang disusun sendiri oleh peneliti. Teknik analisis yang digunakan untuk mengelolah data yang diperoleh dari responden adalah teknik statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; 2) motivasi belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; 3) sikap belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; 4) minat belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; dan 5) gaya belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian pada mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unidayan.
Kata kunci: motivasi, sikap, minat, gaya belajar statistik, kemampuan analisis penelitian
Abstract
The objective of this research was to find out that students’ motivation, attitude, interest, and learning style of mathematics statistics simultaneously had positive influence toward the ability to analyze
the research problem and motivation, attitude, interest, and learning style of students’ mathematics
statistics separately had positive influence toward the ability to analyze the research problem. Type of this research used ex post facto method with correlational design. This research was conducted in Dayanu Ikhsanuddin University Baubau at Education and Teacher Training Faculty of Mathematics Education Study Program in odd semester in academic year of 2016/2017. The population was all students who registered for Statistik Matematika II subject in academic year of 2016/2016 with the number of students was 145. By using random sampling technique, it was taken 30% of the sample and it was taken 51 students. Instruments used to obtain the data for every variable were questionnaire and test which was made by the researchers themselves. Technique of data analysis used to process the data obtained from respondents was descriptive and inferential statistics technique. Based on the research result that has been explained, it could be concluded that: 1) students’ motivation, attitude, interest, and learning style of mathematics statistics simultaneously influenced positively toward the ability to analyze the research problem; 2) motivation of learning mathematics statistics had positive influence toward the ability to analyze the research problem; 3)attitude of learning mathematics statistics had positive influence toward the ability to analyze the research problem; 4) interest of learning mathematics statistics had positive influence toward the ability to analyze the research problem; and 5) style of learning mathematics statistics had positive influence toward the ability to analyze the research problem on Mathematics Education students at FKIP Unidayan.
PENDAHULUAN
Perguruan tinggi sebagai lembaga
pendidikan jenjang terakhir dari pendidikan formal mengemban peran yang penting dalam ketatanegaraan suatu bangsa. Sebab pendidikan suatu bangsa berpusat pada lingkungan perguruan tinggi.
Proses perubahan peran pelajar dari masa sekolah menengah ke perguruan tinggi sangat signifikan, mahasiswa tidak lagi hanya terfokus pada pendidikannya saja, tetapi bagaimana mereka mengembangkan ilmunya juga sangat diperhitungkan di perguruan tinggi. Tanggung jawab yang dipikul oleh mahasiswa tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi. Karena mahasiswa memiliki posisi penting sebagai pejuang terdepan dalam perubahan bangsa Indonesia.
Tri dharma perguruan tinggi mencangkup tiga hal penting yang harus dikembangkan oleh para mahasiswa, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ketiga hal ini saling berkaitan satu sama lain sehingga harus diterapkan secara bersamaan. Masing-masing mempunyai tugas dan fungsi yang sama dan saling menunjang sehingga tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaannya. Peran mahasiswa dalam aktualisasi tri dharma perguruan tinggi sangat di perlukan. Karena mahasiswa diharapkan untuk menjadi mahasiswa yang lebih termotivasi dan sadar bahwa betapa pentingnya peranan kita sebagai mahasiswa untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia yang tertuang dalam
pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Penelitian yang merupakan salah satu dari tri
dharma perguruan tinggi adalah bentuk
implementasi dari ilmu pengetahuan yang diperoleh semasa proses pendidikan di perguruan tinggi. Dengan penelitian, para mahasiswa akan bertambah cakap dalam disiplin ilmunya, serta akan menjadi semakin paham. Dengan penelitian juga mahasiswa nantinya akan menemukan berbagai hal yang baru, sehingga dapat
memperkaya penguasaan ilmunya. Hasil
penelitian itu pula, nantinya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan disiplin ilmunya. Dalam penelitian, peranan statistik sangat besar dalam membantu menjawab persoalan penelitian. Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan ataukan hubungan yang diperoleh benar-benar berbeda atau ada hubungan secara signifikan.
Apakah kesimpulan yang diambil cukup
representatif untuk memberikan informasi yang tepat.
Teknik-teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesis. Mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolong peneliti
dalam mengambil keputusan terhadap
kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.
Penarikan kesimpulan secara statistik
memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif.
Hampir semua program studi yang ada di perguruan tinggi mempunyai mata kuliah yang namanya statistik, tidak terkecuali pada program studi pendidikan matematika. Pada perguruan tinggi Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, program studi pendidikan matematika mata kuliah statistik ada tiga yaitu statistik dasar, statistik matematika I, statistik matematika II. Mata kuliah statistik dimata mahasiswa adalah mata kuliah yang terlalu rumit untuk dipahami. Berdasarkan hal ini, bisa dikatakan bahwa kalau ada mahasiswa yang tidak memahami statistik dipastikan mahasiswa tersebut tidak dapat menyimpulkan hasil penelitiannya dengan benar.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, seringkali dosen harus berhadapan dengan
mahasiswa-mahasiswa yang prestasi
akademisnya tidak sesuai dengan harapan dosennya. Sebenarnya motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar mahasiswalah yang membuat semua ini jadi ada hubungannya.
Motivasi yang oleh Eysenck dan kawan-kawan dirumuskan dalam suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia,merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep diri, sikap, dan sebagainya. Mahasiswa yang tampak tidak termotivasi, mungkin pada kenyataannya cukup bermotivasi tetapi tidak dalam hal-hal yang diharapkan dosen. Mungkin mahasiswa cukup bermotivasi untuk berprestasi di kampus, akan tetapi pada saat yang sama ada kekuatan-kekuatan lain, seperti halnya teman-teman, yang mendorongnya untuk tidak berprestasi di kampus (Slameto, 2010, p.170).
Copyright © 2016, Jurnal Akademik Pendidikan Matematika
Psikologi.minat para ahli Psikologi sendiri pada masalah sikap dibandingkan dengan minat mereka terhadap masalah perbedaan individual (individual differences) (Azwar, 2013, p.4).
Seseorang mahasiswa yang belajar dengan didasari sikap positif, akan memudahkan terciptanya konsentrasi, memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan dan memperkecil kebosanan dalam diri serta melahirkan perhatian yang tinggi. Positif tidaknya sikap belajar mahasiswa dapat dilihat dari keaktifan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar yang diperolehnya. Mahasiswa yang belajar tanpa didasari sikap positif, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Hal ini mengakibatkan rendahnya prestasi belajar yang diperolehnya.
Keberhasilan suatu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesiapan dosen dan mahasiswa. Jika diantara keduanya atau salah satunya tidak ada kesiapan, maka keberhasilan suatu proses pendidikan sukar dicapai. Untuk mengetahui kesiapan mahasiswa dapat dilihat dari minat belajarnya. Dengan adanya minat pada diri mahasiswa dalam mempelajari suatu pelajaran khususnya mata kuliah statistik akan membantu mahasiswa tersebut untuk mencapai keberhasilan belajarnya. Keberhasilan belajar yang dicapai bukan hanya berupa nilai atau prestasi melainkan juga adanya perubahan tingkah laku. Dengan demikian jelas bahwa minat memiliki fungsi yang penting dalam mencapai prestasi belajar. Mustahil apabila mahasiswa yang tekun belajar nilainya tidak akan memuaskan, demikian pula dengan minat belajar pada mata kuliah statistik. Apabila mahasiswa berminat pada mata kuliah
statistik maka ia akan terus tekun
mempelajarinya yang pada akhirnya prestasi yang dicapai akan memuaskan. Prestasi yang diraih bukan hanya dalam bentuk nilai melainkan
juga pengamalan dari isi atau tujuan
pembelajaran mata kuliah statistik yang diaktualisasikan dalam bentuk kemampuan menganalisis persoalan penelitiannya.
Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai mahasiswa. Umumnya, dianggap bahwa gaya belajar seseorang berasal dari variabel kepribadian, termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio cultural, dan pengalaman pendidikan (Nunan, 1991: 168). Keanekaragaman Gaya belajar
mahasiswa perlu diketahui pada awal
permulaannya diterima pada suatu lembaga pendidikan yang akan ia jalani. Hal ini akan memudahkan bagi mahasiswa untuk belajar maupun dosen untuk mengajar dalam proses
pembelajaran. mahasiswa akan dapat belajar dengan baik dan hasil belajarnya baik, apabila ia mengerti gaya belajarnya. Hal tersebut
memudahkan dosen dapat menerapkan
pembelajaran dengan mudah dan tepat.
Hasil belajar yang diharapkan adalah lebih baik dari pada sebelum-sebelumnya. Berdasarkan hasil observasi peneliti pada semester-semester sebelumnya, hasil prestasi belajar statistik mahasiswa pendidikan matematika unidayan pada nilai Statistik Matematika I mendapatkan nilai rata-rata sekitar 65,26 dan nilai Statistik Matematika II mendapatkan nilai rata-rata sekitar 75,41. Nilai ini mungkin sedah agak sedikit memuaskan, tetapi ini hanya sekedar nilai. Pada kenyataannya dalam proses penyusunan tugas akhir atau skripsi setelah melakukan penelitian masih banyak mahasiswa yang kebingungan dalam menganalisis hasil penelitiannya. Apakah nilai ini berkorelasi atau adakah hubungannya?
Bobis dan kawan-kawan dalam
penelitiannya tahun 2013 mengatakan bahwa dalam hubungan dan pemahaman siswa dalam pelajaran statistik tidak terlepas pada keseimbangan konsep dan prosedur statistik. Sedangkan Davadas dan Lay dalam penelitiannya tahun 2013 mengatakan bahwa sikap sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Rumusan penelitian ini adalah apakah motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian?; dan apakah motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik
matematika mahasiswa masing-masing
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian?. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian; dan motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik
matematika mahasiswa masing-masing
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
matematika terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian. Penggunaan Metode Ex post facto dalam penelitian ini atas pertimbangan bahwa penelitian ini dirancang dengan tujuan mengumpulkan data untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif antara motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika dengan kemampuan menganalisis persoalan penelitian. Dalam penelitian ini tidak dilakukan perlakuan atau manipulasi variabel melainkan hanya mengungkapkan fakta berdasarkan data yang telah ada.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika yang pelaksanaannya
pada semester Gasal Tahun Akademik
2016/2017.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Statistik Matematika II Tahun Akademik 2016/2017 yang berjumlah 145 orang yang tersebar pada 5 kelas paralel. Dengan menggunakan teknik random sampling, diambil
minimal 30% dari keseluruhan sampel.
Kemudian 30% dari 145 orang adalah 51 orang. Karena kelima kelas paralel tersebut homogen, maka diambil kelas A dan kelas B yang masing-masing berjumlah 31 orang dan 24 orang.
Variabel dan Desain Penelitian
Variabel dalam penelitian ini antara lain motivasi belajar statistik matematika 𝑋1 , sikap
belajar statistik matematika 𝑋2 , minat belajar
statistik matematika 𝑋3 , gaya belajar statistik matematika 𝑋4 , dan kemampuan menganalisis
persoalan penelitian 𝑌 . Hubungan antar variabel dalam penelitian ini dinyatakan seperti dalam penelitian berikut ini:
Gambar 1. Desain Penelitian
Instumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan untuk
memperoleh data setiap variabel 𝑋1 , 𝑋2 , 𝑋3 , dan 𝑋4 adalah angket sedangkan variabel
𝑌 adalah tes yang disusun sendiri oleh peneliti. Konsep yang mendasari penyusunan angket dan tes adalah indikator yang diturunkan dari teori yang dikaji. Selanjutnya dari indikator tersebut dijabarkan untuk menghasilkan butir-butir pernyataan. Angket yang digunakan akan memuat sejumlah pertanyaan yang sifatnya tertutup.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket dan tes. Angket digunakan untuk mendapatkan data mengenai motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika, sedangkan tes dimaksudkan untuk mengumpulkan data dokumen nilai/skor yang diperoleh mahasiswa kemampuan menganalisis persoalan penelitian.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan untuk mengelolah data yang diperoleh dari responden adalah teknik statistik deskriptif dan inferensial.
Analisis deskriptif dimaksudkan untuk
mendeskripsikan karasteristik responden pada masing-masing responden pada masing-masing variabel, sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Analisis inferensial dilakukan dengan menggunakan analisis hubungan regresi berganda untuk melihat pengaruh dan hubungan antar variabel bebas dngan variabel terikatnya seperti dalam desain penelitian, dengan fungsi taksiran sebagai berikut:
𝑦 =𝛽0+𝛽1𝑥1+𝛽2𝑥2+𝛽3𝑥3+𝛽4𝑥4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Analisis Deskriptif
Setelah terkumpul semua hasil perkerjaan mahasiswa baik itu angket maupun hasil tes, kemudian peneliti menganalisis hasil tersebut. Hasil analisis deskripsinya adalah sebagai berikut. Deskripsi motivasi belajar statistik mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 1.
𝑋
1𝑋
2𝑋
3𝑋
4Copyright © 2016, Jurnal Akademik Pendidikan Matematika
Tabel 1. Deskripsi Motivasi Belajar Statistik Mahasiswa
No. Statistik Nilai
1 Responden 51
2 Skor Total Ideal 35
3 Skor Maksimal Responden 33
4 Skor Minimal Responden 23
5 Skor Ideal Seluruh Responden 1.785
6 Skor yang diperoleh 1.480
7 Rata-Rata Skor 29,02
8 Standar Deviasi 2,12
Berdasarkan Tabel tersebut, rata-rata skor sebesar 29,02 dengan standar deviasi 2,12. Skor total ideal tiap responden sebesar 35, skor maksimal adalah sebesar 33, sedangkan skor minimal adalah sebesar 23. Jumlah skor yang diperoleh adalah 1.480 dari jumlah skor ideal seluruh responden (bila setiap responden mendapatkan skor ideal) adalah 5 x 7 x 51 = 1.785 (5 skor tertinggi tiap butir; 7 jumlah butir angket; 51 jumlah responden). Dengan demikian data motivasi belajar statistik mahasiswa adalah
1.480
1.785 = 0,8291, atau 82,91% dari kriteria yang
diharapkan.
Deskripsi sikap belajar statistik mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Deskripsi Sikap Belajar Statistik Mahasiswa
No. Statistik Nilai
1 Responden 51
2 Skor Total Ideal 35
3 Skor Maksimal Responden 31
4 Skor Minimal Responden 19
5 Skor Ideal Seluruh Responden 1.785
6 Skor yang diperoleh 1.385
7 Rata-Rata Skor 27,16
8 Standar Deviasi 3,23
Berdasarkan Tabel tersebut, rata-rata skor sebesar 27,16 dengan standar deviasi 3,23. Skor total ideal tiap responden sebesar 35, skor maksimal adalah sebesar 31, sedangkan skor minimal adalah sebesar 19. Jumlah skor yang diperoleh adalah 1.385 dari jumlah skor ideal seluruh responden (bila setiap responden mendapatkan skor ideal) adalah 5 x 7 x 51 = 1.785 (5 skor tertinggi tiap butir; 7 jumlah butir angket; 51 jumlah responden). Dengan demikian data sikap belajar statistik mahasiswa adalah
1.385
1.785= 0,7759, atau 77,59% dari kriteria yang
diharapkan.
Deskripsi minat belajar statistik mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Deskripsi Minat Belajar Statistik Mahasiswa
No. Statistik Nilai
1 Responden 51
2 Skor Total Ideal 70
3 Skor Maksimal Responden 65
4 Skor Minimal Responden 30
5 Skor Ideal Seluruh Responden 3.570
6 Skor yang diperoleh 2.584
7 Rata-Rata Skor 50,67
8 Standar Deviasi 6,94
Berdasarkan Tabel tersebut, rata-rata skor sebesar 50,67 dengan standar deviasi 6,94. Skor total ideal tiap responden sebesar 70, skor maksimal adalah sebesar 65, sedangkan skor minimal adalah sebesar 30. Jumlah skor yang diperoleh adalah 2.584 dari jumlah skor ideal seluruh responden (bila setiap responden mendapatkan skor ideal) adalah 5 x 14 x 51 = 3.570 (5 skor tertinggi tiap butir; 7 jumlah butir angket; 51 jumlah responden). Dengan demikian data minat belajar statistik mahasiswa adalah
2.584
3.570= 0,7238, atau 72,38% dari kriteria yang
diharapkan.
Deskripsi gaya belajar statistik mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Deskripsi Gaya Belajar Statistik Mahasiswa
No. Statistik Nilai
1 Responden 51
2 Skor Total Ideal 63
3 Skor Maksimal Responden 55
4 Skor Minimal Responden 30
5 Skor Ideal Seluruh Responden 3.213
6 Skor yang diperoleh 2.137
7 Rata-Rata Skor 41,90
8 Standar Deviasi 4,99
3.213 (3 skor tertinggi tiap butir; 21 jumlah butir angket; 51 jumlah responden). Dengan demikian data gaya belajar statistik mahasiswa adalah
2.137
3.213 = 0,6651, atau 66,51% dari kriteria yang
diharapkan.
Deskripsi kemampuan menganalisis
persoalan penelitian mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Deskripsi Kemampuan Menganalisis Persoalan Penelitian Mahasiswa
Berdasarkan Tabel tersebut, rata-rata sebesar 72,57 dengan standar deviasi 14,66. Nilai
Distribusi tingkat motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian dari 51 orang mahasiswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Karena ini adalah persamaan regresi, maka secara bersama-sama datanya harus normal dengan terlebih dahulu mencari nilau residunya kemudian diuji apakah residunya normal atau tidak. Apabila normal, maka datanya secara bersama-sama terdistribusi secara normal. Distribusinya dapat dilihat pada Tabel 6 berikut.
Tabel 6. One-Sample Kolmogorov-Smirnov
Asymp. Sig. (2-tailed) .193c
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Berdasarkan Tabel di atas, nilai test statistic residu data menunjukkan sebesar 0,108 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,193 > 0,05 yang mengatakan bahwa data motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian terdistribusi normal.
Uji Autokorelasi
Dengan menggunakan analisis Durbin-Watson dengan rumus: Berdasarkan uji hipotesis Durbin Watson nilai ini tidak dapat disimpulkan atau autokorelasi ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini hanya berlaku pada saat ini saja, atau ditempat penelitian ini saja.
Uji Multikoleniaritas
Pada kasus ini yang mempunyai empat variable bebas, maka multikoleniaritas harus ditentukan. Hasil Analisis dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.
Berdasarkan output diketahui nilai VIF semuanya < 5, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Ketidaksamaan variasi variabel pada semua
pengamatan dan kesalahan yang terjadi
Copyright © 2016, Jurnal Akademik Pendidikan Matematika
Gambar 2. Scatterplot heterokedaktositas
Suatu regresi dikatakan terdeteksi
heteroskedastisitasnya apabila diagram pencar residual membentuk pola tertentu. Tampak pada output di atas diagram pencar residual tidak membentuk suatu pola tertentu. Kesimpulannya regresi terbebas dari kasus heteroskedastisitas dan memenuhi persyaratan asumsi tentang heteroskedastisitas.
Uji Linearitas
Dalam persamaan regresi, linearitas harus dipenuhi atau dalam artian persamaan tersebut harusnlah persaman linear. Hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 8 berikut.
Tabel 8. Anova
a. Dependent Variable: Kemampuan Menganalisis
b. Predictors: (Constant), Gaya Belajar, Motivasi, Sikap, Minat
Berdasarkan tabel di atas nilai 𝐹 = 27,873
dengan nilai 𝑠𝑖𝑔= 0,000 < 0,05 atau dapat disimpulkan bahawa uji linearitas terpenuhi atau persamaannya adalah persamaan linear.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk melihat atau menjawab pertanyaan dari rumusan masalah. Perhatikan Tabel 9 berikut.
Tabel 9. Model Summary
a. Predictors: (Constant), Gaya Belajar, Motivasi, Sikap, Minat
b. Dependent Variable: Kemampuan Menganalisis
Tabel di atas menunjukan seberapa besar pengaruh variable bebas terhadap variable terikatnya. Adjusted R Square menunjukan sebesar 0,638 atau sekitar 63,8% Gaya Belajar, Motivasi, Sikap, Minat berpengaruh terhadap Kemampuan Menganalisis persoalan penelitian. Sisanya sebesar 31,7% tidak diteliti dalam penelitian ini. Untuk menjawab rumusan pertama apakah motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian?, jawabannya cukup melihat uji linearitas. Karena persamaan tersebut persamaan linear maka hipotesisnya diterima atau ada pengaruh yang positif. Kemudian untuk melihat masing-masing variabel bebas terhadap terikatnya, perhatikan Tabel 10 berikut.
a. Dependent Variable: Kemampuan Menganalisis
Berdasarkan Tabel di atas, nilai t pada Constant sebesar -5,083 dengan nilai sig.
0,000 < 0,05 yang mengatakan bahwa nilai ini
diterima. Kemudian pada variabel motivasi nilai t sebesar 3,696 dengan nilai sig. 0,001 < 0,05
atau dapat dikatakan bahwa motivasi
berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Pada variabel sikap nilai t sebesar 2,295 dengan nilai sig. 0,026 < 0,05 atau dapat dikatakan bahwa sikap berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Pada variabel minat nilai t sebesar 2,144 dengan nilai sig. 0,037 < 0,05 atau dapat dikatakan bahwa minat berpengaruh terhadap kemampuan menganalisis. Pada variabel gaya belajar nilai t sebesar 3,209 dengan nilai sig.
0,002 < 0,05 atau dapat dikatakan bahwa gaya
belajar berpengaruh terhadap kemampuan
menganalisis. Dari tabel tersebut juga dapat dilihat bahwa:
𝑌 =−86,703 + 2,412𝑋1+ 1,024𝑋2+ 0,495𝑋3+ 0,869𝑋4
Pembahasan
statistiknya memiliki nilai rata-rata skor sebesar 29,02 dengan standar deviasi 2,12, dengan motivasi belajar statistiknya adalah 82,91% dari kriteria yang diharapkan. Pada variabel sikap belajar statistiknya memiliki nilai rata-rata skor sebesar 27,17 dengan standar deviasi 3,23, dengan sikap belajar statistiknya adalah 77,59% dari kriteria yang diharapkan. Pada variabel minat belajar statistiknya memiliki nilai rata-rata skor sebesar 50,67 dengan standar deviasi 6,94, dengan minat belajar statistiknya adalah 72,38% dari kriteria yang diharapkan. Pada variabel gaya belajar belajar statistiknya memiliki nilai rata-rata skor sebesar 41,90 dengan standar deviasi 4,99, dengan gaya belajar belajar statistiknya adalah 66,51% dari kriteria yang diharapkan. Sedangkan pada data hasil tes kemampuan menganalisis persoalan penelitian mahasiswa memiliki nilai rata-rata sebesar 72,57 dengan standar deviasi 14,66, dari nilai ideal 100, nilai tertinggi yang dicapai siswa sebesar 99, sedangkan nilai terendah sebesar 38.
Hasil analisis data berdasarkan perhitungan data yang diregresikan menunjukan bahwa: (1) data variabel motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik mahasiswa secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian pada
mahasiswa pendidikan matematika FKIP
Unidayan, hubungan ini berarti jika terjadi peningktan pada motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan menganalisis persoalan penelitian; (2) data variabel motivasi belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian pada mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unidayan, hubungan ini berarti jika terjadi peningktan pada motivasi belajar statistik mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan menganalisis persoalan penelitian; (3) data variabel sikap belajar statistik mahasiswa
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian pada
mahasiswa pendidikan matematika FKIP
Unidayan, hubungan ini berarti jika terjadi peningktan pada sikap belajar statistik mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan menganalisis persoalan penelitian; (4) data variabel minat belajar statistik mahasiswa
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian pada
mahasiswa pendidikan matematika FKIP
Unidayan, hubungan ini berarti jika terjadi peningktan pada minat belajar statistik
mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan menganalisis persoalan penelitian; dan (5) data variabel gaya belajar statistik
mahasiswa berpengaruh positif terhadap
kemampuan menganalisis persoalan penelitian pada mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unidayan, hubungan ini berarti jika terjadi peningktan pada gaya belajar statistik mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan menganalisis persoalan penelitian.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik mahasiswa secara bersama-sama dengan kemampuan menganalisis persoalan
penelitian pada mahasiswa pendidikan
matematika FKIP Unidayan dapat dinyatakan
dalam bentuk persamaan regresi:
𝑌 =−86,703 + 2,412𝑋1+ 1,024𝑋2+ 0,495𝑋3+ 0,869𝑋4 artinya mahasiswa akan cenderung memiliki kemampuan menganalisis persoalan penelitian yang lebih tinggi apabila motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistiknya tinggi. Perubahan ini dapat dilihat dari setiap kenaikan skor pada motivasi belajar statistik 𝑋1 , sikap belajar
statistik 𝑋2 , minat belajar statistik 𝑋3 , dan
gaya belajar statistik 𝑋4 , akan diikuti juga
dengan kenaikan skor pada kemampuan
menganalisis persoalan penelitian mahasiswa 𝑌 .
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa secara bersama-sama
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian; 2) motivasi belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; 3) sikap belajar statistik mahasiswa
berpengaruh positif terhadap kemampuan
menganalisis persoalan penelitian; 4) minat belajar statistik mahasiswa berpengaruh positif terhadap kemampuan menganalisis persoalan penelitian; dan 5) gaya belajar statistik
mahasiswa berpengaruh positif terhadap
kemampuan menganalisis persoalan penelitian pada mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unidayan.
Saran
Copyright © 2016, Jurnal Akademik Pendidikan Matematika
mahasiswa yang berkemampuan rendah
hendaknya lebih meningkatkan lagi motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar, dan bagi siswa yang mempunyai kemampuan tinggi hendaknya dapat dipertahankan bahkan harus ditingkatkan lagi; 2) bagi para guru dan dosen agar selalu meningkatkan motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar kepada mahasiswa dengan menerapkan berbagai teknik yang dimiliki; dan 3) bagi peneliti lain, hasil penelitian ini menunjukkan hubungan motivasi, sikap, minat, dan gaya belajar statistik matematika mahasiswa dengan kemampuan menganalisis persoalan penelitian. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan atau acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya. Apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis sebaiknya penelitian ini lebih dikembangkan secara lengkap dengan subjek yang berbeda serta lebih mengembangkan variabel, sub variabel, dan indikatornya, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang sangat cepat.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Azwar, S. 2013. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[2] Bobis, M.G., at.el. 2013. Conceptual and Procedural Understanding in Statistics Among Mathematics Education Students. 5th International Conference on Science and Mathematics Education 2013.
[3] Davadas, S., & Lay, Y.F. 2013. Confirmatory Factor Analysis of an Instrument to Measure Factors Affecting Secondary School Students’ Attitudes Towards Mathematics. 5th International Conference on Science and Mathematics Education 2013.