PENGARUH SISTEM JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI AUTOMETIC WEATHER OBSERVATION SYSTEM
TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR STASIUN METEOROLOGI HANG NADIM BATAM
Nia Ekawati, S.Kom., M.SI.
Dosen Teknik Informatika Universitas Putera Batam
ABSTRAK
Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam merupakan kantor perkiraan cuaca di Batam untuk mengetahui kondisi cuaca yang ada di Batam maupun disekitar Batam yaitu Tanjungpinang, Natuna Anambas, Lingga, dan Rempang Galang. Akan tetapi yang lebih penting adalah informasi untuk maskapai penerbangan yang akan pergi atau yang akan masuk Bandara Internasional Hang Nadim.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam.
Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode verifikatif, pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan penyebaran kueisoner ke pegawai stasiun meteorologi hang nadim Batam.
Hasil Pembahasan dari penelitian pengaruh sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor meteorologi hang nadim Batam, adalah sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai meteorologi hang nadim Batam.
Kata Kunci: Sistem Jaringan Komputer, Sistem Informasi AWOS, Kinerja Karyawan
A. PENDAHULUAN
Akan tetapi yang lebih penting adalah informasi untuk maskapai penerbangan yang akan pergi atau yang akan masuk Bandara Internasional Hang Nadim.
Berbicara mengenai suatu informasi, maka harus ditunjang dengan bantuan sistem jaringan komputer yang handal. Sistem jaringan komputer yang ada di stasiun meteorologi hang nadim batam sudah memadai dengan baik, ini dilihat informasi yang disampaikan dapat dicari dengan cepat. Akan tetapi ada masalah yang terjadi pada sistem jaringan komputernya yaitu wireless statis, penjelasannya adalah jika user/pengguna melakukan proses koneksi selalu harus mengganti IP.
Berdasarkan penelitian Nur (2012: 31), diperoleh fakta: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Kota Palopo dengan adanya integritas data dalam mengembangkan jaringan WLAN antar SKPD di Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan April – Juni 2011. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
“Debt Interview” dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi,dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan bantuan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Kota Palopo dalam menerapkan jaringan WLAN antar SKPD yang ada di Pemerintah Daerah setempat telah diterapkan namun belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini disebabkan masih minimnya ketersediaan Infrastruktur pendukung jaringan TIK, Sistem Informasi yang digunakan, Sumber Daya Manusia yang sedikit, serta terbatasnya anggaran dalam bidang pengembangan TIK.
yang dihadapi dari sistem informasi tersebut yaitu sering kehilangan daya, dan keadaan alam yang mengganggu alat AWOS tersebut.
Berdasarkan penelitian Prakoso, et al (2008: 77) diperoleh fakta: Sekolah Menengah Atas Terpadu Krida Nusantara adalah pondok pesantren yang berlokasi di Cibiru Bandung. Kondisi asrama dan situasi membuatnya sulit bagi orang tua untuk melihat kelas lebih untuk kapasitas siswa yang ada. Untuk itu, SMAT Krida Nusantara diperlukan suatu sistem untuk membantu orang tua dalam memantau gradasi anak-anak mereka. Selain memberikan informasi tentang nilai, sistem ini juga akan memberikan berita dan fasilitas forum, untuk membangun komunikasi antara sekolah dan orang tua. Aplikasi ini memiliki fungsi akademik untuk merekam siswa kelas, data subjek, kompetensi dasar dan indikator, memberikan informasi melalui berita sekolah, memberikan dua jalan yaitu media interaksi, menyimpan data siswa, dan menghitung nilai rata-rata per kelas / siswa.
Kinerja pegawai yang ada di stasuin meteorologi hang nadim batam dipersepsikan sudah baik, melihat kondisi jumlah karyawan yang ada semua pekerjaan dilakukan dengan tekun dan baik. Akan tetapi ada kendala yang ada yaitu kurangnya pegawai mengakibatkan pekerjaan menumpuk pada satu pegawai harus menunggu lama dengan menanti data dari pegawai yang lain.
pemerintah daerah kabupaten pelalawan. Secara umum pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah relatif kurang optimal dan belum menunjukkan arah pembentukan e-Governance yang baik.
Berdasarkan Uraian Latar Belakang diatas, maka penulis mengangkat judul dalam penelitian ini adalah “PENGARUH SISTEM JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI AUTOMETIC WEATHER OBSERVATION SYSTEM TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI
KANTOR STASIUN METEOROLOGI HANG NADIM BATAM”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian ini menentukan rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pemanfaatan sistem jaringan komputer di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam?
2. Bagaimana penggunaan sistem informasi AWOS di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam?
3. Bagaimana tingkat kinerja pegawai di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam?
4. Apakah ada pengaruh sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian ini menentukan tujuan khusus adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pemanfaatan sistem jaringan komputer di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
3. Untuk mengetahui tingkat kinerja pegawai di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
4. Untuk mengetahui pengaruh sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
Kerangka Pemikiran
Berbicara mengenai suatu informasi, maka harus ditunjang dengan bantuan sistem jaringan komputer yang handal. Sistem jaringan komputer yang ada di stasiun meteorologi hang nadim batam sudah memadai dengan baik, ini dilihat informasi yang disampaikan dapat dicari dengan cepat. Akan tetapi ada masalah yang terjadi pada sistem jaringan komputernya yaitu wireless statis, penjelasannya adalah jika user/pengguna melakukan proses koneksi selalu harus mengganti IP. Dari pengungkapan masalah yang ada, maka yang dapat mewakili permasalahan ini adalah indikator sebagai berikut: sharing resources, komunikasi, dan integrasi data.
Salah satu sistem yang digunakan di bagian stasiun meteorologi adalah sistem informasi automatic weather obeservation system atau dapat disebut AWOS. Sistem informasi ini berguna untuk para pilot yang akan landing ataupun take off, karena para pilot tersebut harus mengetahui kondisi cuaca yang ada pada kawasan pacu pesawat pada bandara yang akan dituju. Akan tetapi ada kendala yang dihadapi dari sistem informasi tersebut yaitu sering kehilangan daya, dan keadaan alam yang mengganggu alat AWOS tersebut. Dari pemaparan masalah yang ada, maka indikator yang dapat mewakili permasalahan tersebut adalah: hardware dan
software yang berfungsi sebagai mesin, people dan procedures yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin, dan data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.
yaitu kurangnya pegawai mengakibatkan pekerjaan menumpuk pada satu pegawai harus menunggu lama dengan menanti data dari pegawai yang lain. Maka indikator yang dapat penulis ambil adalah: kualitas, kuantitas, kehandalan, dan sikap.
Dengan penjabaran indikator-indikator yang dipilih dari berbagai sumber terhadap variabel yang ada, maka penulis mengambil kerangka pemikiran adalah sebagai berikut: merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin
3. Data merupakan jembatan
penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Hipotesis
Agar penelitian ini lebih terarah dari kerangka pemikiran penulis memberikan beberapa hipotesis mengenai penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
2. Sistem informasi AWOS berguna di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
3. Kinerja pegawai dipersepsikan meningkat di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam
4. Sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS berpengaruh terhadap kinerja pegawai di kantor Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
B. Pembahasan a. Analisis deskriptif
Berdasarkan operasional variabel yang telah dijelaskan sebelumnya, adapun indikator-indikator setiap variabel dapat dilihat pada tabel 4.1. dibawah ini:
Tabel 1 Indikator-indikator Variabel
Indikator sistem jaringan komputer (X1)
(Kristanto, 2003: 3)
Indikator kinerja pegawai (Y) (Mangkunegara, 2007: 85)
Indikator sistem informasi AWOS (X2) (Ladjamudin, 2005: 14-15)
1. Hardware dan software yang berfungsi sebagai mesin 2. People dan procedures yang
merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin
3. Data merupakan jembatan
penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data
Sumber: kerangka pemikiran
Atas dasar pengelompokkan terhadap indikator-indikator dari setiap variabel penelitian yang dapat kita lihat diatas, maka selanjutnya indikator-indikator tersebut dapat dikembangkan atau diuraikan dalam kuesioner penelitian didapat jawaban dari responden dan diolah atau disusun dari jawaban responden untuk masing-masing variabel didapat hasil sebagai berikut:
Tabel 2 Hasil penelitian sistem jaringan komputer (X1)
Kontribusi
Total Skor Aktual 437
80,92%
Skor Ideal 540
Rata-rata Skor 145,66
Sumber: hasil pengolahan data kuesioner
Berdasarkan tabel 4.2 diatas, rata-rata skor yang didapat adalah 145,66. Artinya rata-rata tersebut masuk dalam tabel 3.4 rentang skala pada range (134-159). Dengan demikin variabel dari sistem jaringan komputer berada pada kriteria setuju.
Tabel 3 Hasil penelitian sistem informasi AWOS (X2)
No. Pernyataan SS S CS KS TS STS Kontribusi
X2.1
Total Skor Aktual 458
84,81%
Skor Ideal 540
Rata-rata Skor 152,67
Sumber: hasil pengolahan data kuesioner
Berdasarkan tabel 4.3 diatas, rata-rata skor yang didapat adalah 152,67. Artinya rata-rata tersebut masuk dalam tabel 3.4 rentang skala pada range (134-159). Dengan demikin variabel dari sistem informasi AWOS berada pada kriteria setuju.
Tabel 4 Hasil penelitian kinerja pegawai (Y)
yang baik
Total Skor Aktual 599
83,19%
Skor Ideal 720
Rata-rata Skor 149,75
Sumber: hasil pengolahan data kuesioner
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, rata-rata skor yang didapat adalah 149,75. Artinya rata-rata tersebut masuk dalam tabel 3.4 rentang skala pada range (134-159). Dengan demikin variabel dari kinerja karyawan berada pada kriteria setuju.\
b. Uji validitas
Pengujian validitas dilakukan pada instrumen kuesioner dengan mengkorelasikan jumlah skor item kuesioner dengan skor total. Keputusan untuk menentukan tingkat validitas adalah dengan membandingkan thitung dengan ttabel
atau rhitung dengan rtabel dengan menggunakan tabel r product moment (pada
dimana N adalah jumlah responden, K adalah construct atau jumlah variabel independen dan 1 adalah uji 2 sisi (two tail test) dengan alpha 0.05.
Hasil output SPSS versi 17, pengujian validitas dapat dilihat pada Items Total Statistics kolom rhitung berikut ini:
Tabel 5 Hasil uji validitas variabel sistem jaringan komputer
Item-Total Statistics
Berdasarkan tabel 5 Correted Item-Total Correlation dapat kita bandingkan dengan rtabel, adalah sebagai berikut:
Tabel 6 Hasil uji validitas variabel sistem jaringan komputer
No Item r - hitung Sig. (p) r - tabel Kriteria
Dari hasil uji validitas pada variabel sistem jaringan komputer terlihat bahwa semua item skor dari setiap pernyataan adalah Corrected Item-Total Correlation ˃ r tabel, hal ini menjelaskan bahwa r-hitung ˃ r-tabel yang berarti bahwa setiap instrumen dari item pernyataan dinyatakan valid. Dengan demikian maka ketiga item pernyataan dari variabel sistem jaringan komputer (X1) dinyatakan valid dan
dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.
Item-Total Statistics
Berdasarkan tabel 7 Correted Item-Total Correlation dapat kita bandingkan dengan rtabel, adalah sebagai berikut:
Tabel 8 Hasil uji validitas variabel sistem informasi AWOS
No Item r - hitung Sig. (p) r - tabel Kriteria
Dari hasil uji validitas pada variabel sistem informasi AWOS terlihat bahwa semua item skor dari setiap pernyataan adalah Corrected Item-Total Correlation ˃ r tabel, hal ini menjelaskan bahwa r-hitung ˃ r-tabel yang berarti bahwa setiap instrumen dari item pernyataan dinyatakan valid. Dengan demikian maka ketiga item pernyataan dari variabel sistem informasi AWOS (X2) dinyatakan valid dan
dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.
Tabel 9 Hasil uji validitas variabel kinerja karyawan
y1 14.8333 4.626 .468 .263 .725
y2 15.5333 2.671 .513 .337 .776
y3 14.9333 3.857 .613 .533 .645
y4 14.6000 3.766 .728 .588 .596
Sumber: SPSS 17
Berdasarkan tabel 9 Correted Item-Total Correlation dapat kita bandingkan dengan rtabel, adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Hasil uji validitas variabel kinerja karyawan
No Item r - hitung Sig. (p) r - tabel Kriteria
1 Y1 .468 0.000
0.349
Valid
2 Y2 .513 0.000 Valid
3 Y3 .613 0.000 Valid
4 Y4 .728 0.000 Valid
Sumber: hasil penelitian
Dari hasil uji validitas pada variabel kinerja karyawan terlihat bahwa semua item skor dari setiap pernyataan adalah Corrected Item-Total Correlation ˃ r
tabel, hal ini menjelaskan bahwa r-hitung ˃ r-tabel yang berarti bahwa setiap instrumen dari item pernyataan dinyatakan valid. Dengan demikian maka keempat item pernyataan dari variabel kinerja karyawan (Y) dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.
c. Uji reliabilitas
Sebelum memasuki pengelolaan data selanjutnya, maka terlebih dahulu harus dilakukan pengujian data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Pengujian yang dilakukan dalam pengujian ini meliputi pengujian reliabilitas terhadap alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini. Uji reliabilitas dilakukan dengan cara melihat cronbach’s alpha.
Tabel 11 Hasil uji reliabilitas sistem jaringan komputer
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.555 .556 3
Sumber: SPSS 17
Dari hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa nilai Cronbach Alpha untuk uji reliabilitas adalah 0.555 > 0.50 dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam item pertanyaan (X1) dapat dipercaya (reliable).
Tabel 12 Hasil uji reliabilitas sistem informasi AWOS
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.825 .836 3
Sumber: SPSS 17
Dari hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa nilai Cronbach Alpha untuk uji reliabilitas adalah 0.825 > 0.50 dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam item pertanyaan (X2) dapat dipercaya (reliable).
Tabel 13 Hasil uji reliabilitas sistem informasi AWOS
Cronbach's
Alpha
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items N of Items
.740 .785 4
Sumber: SPSS 17
Dari hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa nilai Cronbach Alpha untuk uji reliabilitas adalah 0.740 > 0.50 dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam item pertanyaan (Y) dapat dipercaya (reliable).
d. Uji F
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Tabel 14 Hasil uji F (simultan)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 62.803 2 31.401 7.426 .003a
Residual 114.164 27 4.228
Total 176.967 29
a. Predictors: (Constant), totalx2, totalx1
b. Dependent Variable: totaly
Berdasarkan tabel perhitungan diatas didapatkan nilai Fhitung adalah 7,426 yang berarti nilai lebih besar dengan Ftabel adalah 4,17 yang menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan ditolaknya H0 dan diterimanya H1 menunjukkan bahwa berdampak secara signifikan Terhadap Kinerja pegawai.
1. Sistem jaringan komputer bermanfaat di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam. Pada pelaksanaan sistem jaringan komputer, membantu semua aktifitas pekerjaan dari seluruh divisi di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam.
2. Sistem informasi AWOS bermanfaat di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam. Pada pelaksanaan sistem informasi AWOS, membantu para pilot yang akan melakukan landing dan take off.
3. Kinerja pegawai bermanfaat di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam. Pada pelaksanaan, kinerja pegawai sudah melaksanakan tugas dengan baik dan lancar.
4. Sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam, bahwa sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam. 5.2 Saran
1. Sistem jaringan komputer baiknya selalu dijaga dan selalu diperbaharui. 2. Sistem informasi AWOS selalu dipantau dengan baik dan diperbaharui oleh
bagian yang berwenang.
3. Kinerja pegawai perlu adanya reward, atau perhargaan untuk pegawai yang berdedikasi tinggi.
4. Sistem jaringan komputer dan sistem informasi AWOS terhadap kinerja pegawai di kantor stasiun meteorologi hang nadim Batam, dipertahankan dengan baik dan lancar.
D. DAFTAR PUSTAKA
Kristanto Andri. (2003). Jaringan Komputer. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta. Ladjamudin, Al-Bahra Bin. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha
Listanto Virgiawan. (2011). Teknik Jaringan Komputer Untuk SMA/SMK/MA/Umum. Penerbit PT. Prestasi Pustakaraya. Jakarta.
Mangkunegara Prabu Anwar. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Perusahaan cetakan pertama, penerbit PT. Remaja Rsodakarya. Bandung. Mahsun, M. (2009). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Edisi 1. Yogyakarta:
BPFE – Yogyakarta.
Nasution Edwin Mustafa dan Usman Hardius. (2007). Proses Penelitian Kuantitatif. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
Riduwan. (2008). Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian (Untuk Mahasiswa S1, S2, & S3). Alfabeta. Bandung.