• Tidak ada hasil yang ditemukan

BINATANG YANG KELUAR DARI DALAM LAUT WAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BINATANG YANG KELUAR DARI DALAM LAUT WAH"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...1

BAB II ISI...2

LATAR BELAKANG KITAB WAHYU...2

Penulis Kitab Wahyu...2

Waktu Penulisan kitab Wahyu...3

Latar Belakang Historis...3

PERBANDINGAN TEKS...4

ANALISA KATA...6

BAB III TAFSIRAN...9

BAB IV PENUTUP...12

KESIMPULAN...12

APLIKASI...13

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Kitab Wahyu adalah kitab yang sebenarnya sulit untuk ditafsirkan. Tantangan yang

dihadapi para pembaca kitab Wahyu ini cukup membingungkan bagi jemaat. Kebingungan ini

terjadi karena kitab Wahyu ini menggunakan bahasa simbolik yang sulit untuk dimengerti

bagi para pembaca masa kini. Kesulitan ini karena sebenarnya simbol-simbol yang digunakan

dalam kitab ini mempunyai historis bagi pembaca mula-mula. Karena itu pembaca masa kini

akan sedikit kesulitan dengan mamahami simbol yang digunakan oleh Yohanes dalam kitab

Wahyu ini.

Dalam Wahyu 13 juga terdapat simbol yang digambarkan oleh Yohanes. Dalam

suratnya ini Yohanes menggambarkan tentang binatang pertama yang akan muncul dari

dalam laut. Jika melihat gambaran yang dilihat oleh Yohanes tentunya ini membingungkan

bagi pembaca saat ini. Binatang pertama ini tidak sesuai dengan layaknya binatang yang bisa

dijumpai pada saat ini. Karena gambaran binatang itu tidak ada dalam zaman sekarang ini.

Ada beberapa pertanyaan yang bisa muncul ketika membaca dalam pasal 13:1-10.

Tentnya pertanyaan awal yang muncul adalah apakah arti binatang itu, atau siapakah binatang

itu? Apakah maksudnya dalam ayat ke-7 yang mengatakan “orang yang namanya tidak

tercatat sejak dunia dijadikan? Dan juga dalam ayat ke-10 dengan orang kudus yang

ditentukan untuk mengalami pembunuhan itu?.

Paper ini akan membahas dari setiap pertanyaan yang muncul diatas dengan

melakukan analisa historis, perbandingan teks dan juga penafsiran sesaui dengan aturan

hermeneutik yang benar. Pada akhir paper ini nantinya akan memberikan kesimpulan dan

(3)

BAB II ISI

LATAR BELAKANG KITAB WAHYU

Penulis Kitab Wahyu

Penulis kitab Wahyu ini adalah Yohenes sesuai dengan Wahyu 1:1 yang menyatakan

bahwa penulis kitab ini adalah Yohanes dan Yohanes menggambarkan dirinya sebagai Hamba

Allah. menurut tradisi penulis kitab ini adalah Yohanes yang sama dengan Rasul Yohanes,

Yohanes yang menulis kitab Wahyu ini juga diyakini yang menulis injil keempat yaitu injil

Yohanes. Yohanes menggambarkan dirinya sendiri sebagai hamba yang memiliki fungsi

sebagai link yang membuat Yohanes bisa dikenali “apa yang harus segera terjadi” perannya

sebagai pelihat bergabung dengan imannya yang penuh. (he designates himself as a "servant"

who serves as a vital link in making known "what must soon take place" his roles as a seer is joined with that of faith full witness).1

[ CITATION jjD08 \l 1057 ]Ada keberatan yang muncul jika penulis kitab ini adalah

Rasul Yohanes yang menulis kitab Injil Yohanes. Alasan para pengkritik ini adalah dari gaya

bahasa yang berbeda dengan gaya penulian kitab injil Yohanes. Keberatan pokok atas

pendapat itu ialah gaya bahasa Wahyu. Dalam banyak hal bahasa Yunani Wahyu tidak mirip

dengan bahasa Yunani tulisan-tulisan Yohanes lainnya. Begitu berbeda, kadang-kadang

kurang menghormati tata bahasa Yunani sehingga tidak mungkin Kitab ini berasal dari

penulis yg sama seperti penulis Injil dan Surat-surat.2 Anggapan yang lebih baik adalah

menganggap penulis kitab ini adalah Yohanes (Rasul Yohanes) yang menulis kitab Injil

Yohanes.3

1 Robert H. Mounce, The New International Commentary On The New Testament: The Book Of Revelation (Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1997) 7-8.

2 W.R.F. Browning, Kamus Alkitab: A dictionary Of The Bible (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009), 475.

(4)

Waktu Penulisan kitab Wahyu

Banyak anggapan dengan waktu penulisan kitab Wahyu ini. Penulisan kitab wahyu ini

diperkirakan pada saat terjadi penganiayaan besar orang Kristen pada zaman Domitianus

menjadi kaisar sekitar tahun 81-96 M. Kaisar Domitianus menuntut semua warganya untuk

menyembahnya sebagai ujian kesetiaan politis mereka. Dengan sendirinya orang kristen tidak

mau menyembah kaisar Domitianus. Akibatnya orang kristen mengalami penganiayaan

dibawah pemerintahan kaisar Domitianus. Orang kristen dianggap sebagai musuh negara

karena orang kristen tidak mau menyembah kaisar Domitianus.4

Ada yang kurang setuju dengan anggapan tradisional yang mempercayai tanggal

penulisan kitab Wahyu ini di tulis sekitar tahun 81-96M. Robinson Yohanes adalah tokoh

yang menentang anggapan tradisional ini. Menurut Robinson Yohanes telah menuliskan kitab

Wahyu ini lebih awal dan diperkirakan pada zaman kaisar Nero sekitar tahun 64-65 M.

Namun anggapan ini kurang tepat karena pada zaman Nero tidak ada tuntutan bagi

orang-orang pada saat itu untuk menyembahnya sebagai dewa.5

Dengan mempertimbangkan hal ini, maka akan lebih baik untuk mengakui penulisan

kitab ini pada tahun 95 M dan tidak mnolak pandangan tradisional.

Latar Belakang Historis

Latar belakang penulisan kitab wahyu menajamkan penggambaran tentang satan.

Banyak sekali penganiayaan yang terjadi kepada orang Kristen yang percaya dan yang

memberitakan injil kepada orang yang belum percaya. Banyak orang kristen yang menjadi

martir pada saat itu. Meskipun para martir ini mati akan tetapi ini membuktikan bahwa

mereka menang akan satan. Mereka menang dan tidak kalah terhadap cobaan yang menimpa

4 John Drane, Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), 508-509.

(5)

diri para martir. Kesetiaan ini ternyata mengalahkan kuasa satan yang mencoba untuk

merubah iman para martir ini dari Allah.6

Dalam wahyu 13 ini diterima di seluruh Perjanjian Baru yang di hari-hari terakhir

akan ada wabah khusus dari kekuatan jahat. Kadang-kadang ini dikaitkan dengan individu

yang dapat disebut antikristus (1 Yohanes 2:18) atau 'manusia durhaka' (2 Tesalonika 2:3).

Angka ini yang berada di belakang visi yang diterima oleh Yohanes. Yohanes tidak

menyebutkannya tapi menyebutnya 'binatang'. Ia terkait erat dengan Setan, dan menjadi

sesuatu yang seperti inkarnasi dari si jahat. Kekaisaran Romawi tapi ini tampaknya terlalu

sederhana. Kekaisaran romawi merupakan wujud awal dari kejahatan suatu hari akan terjadi

dengan penuh dalam antikristus. 7

PERBANDINGAN TEKS8

6 William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiab Hari: Kitab Wahyu Kepada Yohanes Pasal 8-22

(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007), 124-127. 7

Leon Moris, Tyndale New Testament Commentaries: Revelation (England: Inter-Varsity Press, 2009), 627-628.

8

(6)

10 εἴ τις εἰς αἰχμαλωσίαν, εἰς αἰχμαλωσίαν ὑπάγει· εἴ τις ἐν μαχαίρῃ ἀποκτανθῆναι αὐτὸν ἐν μαχαίρῃ ἀποκτανθῆναι. Ὧδέ ἐστιν ἡ ὑπομονὴ

(7)

KJV

1 And saw a beast rise up out of the sea, having seven heads and ten horns, and upon his horns ten crowns, and upon his heads the name of blasphemy.

2 And the beast which I saw was like unto a leopard, and his feet were as the feet of a bear, and his mouth as the mouth of a lion: and the dragon gave him his power, and his seat, and great authority.

3 And I saw one of his heads as it were wounded to death; and his deadly wound was healed: and all the world wondered after the beast.

7 And it was given unto him to make war with the saints, and to overcome them: and power was given him over all kindreds, and tongues, and nations.

8 And all that dwell upon the earth shall worship him, whose names are not written in the book of life of the Lamb slain from the foundation of the world.

10 He that leadeth into captivity shall go into captivity: he that killeth with the sword must be killed with the sword. Here is the patience and the faith of the saints.

NIV

1 And I saw a beast coming out of the sea. It had ten horns and seven heads, with ten crowns on its horns, and on each head a blasphemous name.

2 The beast I saw resembled a leopard, but had feet like those of a bear and a mouth like that of a lion. The dragon gave the beast his power and his throne and great authority.

3 One of the heads of the beast seemed to have had a fatal wound, but the fatal wound had been healed. The whole world was filled with wonder and followed the beast.

7 It was given power to wage war against God's holy people and to conquer them. And it was given authority over every tribe, people, language and nation.

8 All inhabitants of the earth will worship the beast--all whose names have not been written in the Lamb's book of life, the Lamb who was slain from the creation of the world. 10 "If anyone is to go into captivity, into captivity they will go. If anyone is to be killed with the sword, with the sword they will be killed." This calls for patient endurance and

faithfulness on the part of God's people. TB

1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang

membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

(8)

10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

BIS

1 Kemudian saya melihat seekor binatang muncul dari dalam laut. Ia mempunyai sepuluh tanduk dan tujuh kepala. Pada setiap tanduknya ada sebuah mahkota, dan di setiap kepalanya tertulis sebuah nama penghinaan terhadap Allah.

2 Binatang yang saya lihat itu rupanya seperti macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang,

dan moncongnya seperti moncong singa. Lalu binatang itu diberi oleh naga itu kekuatannya sendiri, dan takhtanya, dan kekuasaannya yang besar.

3 Satu di antara ketujuh kepala dari binatang itu nampaknya seperti luka parah sekali, tetapi

luka itu sudah sembuh. Seluruh bumi mengikuti binatang itu dengan perasaan takjub.

7 Ia dibolehkan juga melawan umat Allah serta mengalahkan mereka. Dan kekuasaan atas

semua suku, negara, bahasa, dan bangsa diberikan kepadanya.

8 Binatang itu akan disembah oleh semua orang yang hidup di atas bumi, kecuali

orang-orang yang namanya sudah terdaftar sebelum dunia diciptakan, di dalam buku orang-orang hidup milik Anak Domba yang sudah disembelih.

10 "Orang yang harus ditawan, pasti akan ditawan. Dan orang yang harus dibunuh dengan

pedang, pasti akan dibunuh dengan pedang. Itulah sebabnya umat Allah harus tabah dan setia."

ANALISA KATA9

Ayat 1

Pada ayat yang pertama Yohanes melihat Binatang yang keluar dari dalam Laut (TB).

Dalam bahasa aslinya sebenarnya bukan hanya sekedar binatang yang keluar dari dalam laut

saja. Tetapi terjemahan bahasa Yunani memiliki arti yang lebih lagi kata Binatang itu

memakai kata θηρίον (therion) yang memiliki arti “a wild beast” yang arti kata ini adalah

seekor binatang buas. Jadi Yohanes melihat binatang buas yang keluar atau muncul dari

dalam laut. Memang jika melihat ayat selanjutnya bisa dibenarkan jika Yohanes melihat

binatang buas. Karena Yohanes melihat binatang yang keluar dari dalam laut ini adalah

binatang yang mirip seperti macan tutul.

(9)

Ayat 2

Binatang yang keluar dari dalam laut itu mendapat kekuatan dari naga (satan). Namun

sebenarnya bukan hanya kekuatan yang diberikan oleh naga itu. Naga itu memberikan

kekuasaannya sendiri kepada binatang itu. Jika melihat dari terjemahan aslinya akan terlihat

arti yang lebih kuat lagi. Karena Naga itu telah memberikan kekuasaannya kepada binatang

itu (καὶ ἔδωκεν αὐτῷ ὁ δράκων τὴν δύναμιν αὐτου) dan dia (naga) itu telah

memberikannya kepada bintang itu kekuasaannya sendiri.

Ayat 3

Binatang yang menerima kekuasaan dari naga itu ternyata mengalami luka yang parah

yang membahayakan kehidupannya (TB). Namun sebenarnya dalam terjemahan bahasa

aslinya sangat berbeda dengan Terjemahan Baru. Dalam bahasa Yunaninya (καὶ μίαν ἐκ

τῶν κεφαλῶν αὐτοῦ ὡς ἐσφαγμένην εἰς θάνατον) yang memiliki arti “dan satu dari

kepalanya itu seperti dibunuh atau membunuh sampai mati”. Partikel ς digunakan dalam ὡ bahasa Yunani umumnya untuk perbandingan, dan dalam Wahyu itu sering digunakan untuk

menggambarkan penampilan apa yang penulis lihat. Dalam hal ini, penampilan kepala

binatang tidak sesuai kenyataan, karena frase berikutnya menunjukkan bahwa sebenarnya

tidak mati. Teks ini tidak menegaskan bahwa binatang itu mati dan dibangkitkan. Ungkapan

το θανάτου (tou thanatou) dapat diterjemahkan sebagai genitive atributif ("mematikan ῦ

luka") atau genitive tujuan (luka yang menyebabkan kematian).10

Ayat 7

Ayat yang ketujuh ini menggambarkan bahwa iblis itu juga diberikan kuasa untuk

berperang melawan orang-orang kudus milik Allah. orang-orang kudus disini berbicara

kepada orang yang percaya, yang akan mengalami tekanan dari kekaisaran yang dipakai oleh

iblis yang ada pada saat itu untuk menindas orang yang percaya.

Ayat 8

(10)

Farasa preposisional "sejak dunia dijadikan" secara tradisional diterjemahkan sebagai

modifikator frase segera sebelum dalam teks Yunani, "Anak Domba yang dibunuh", tapi itu

lebih mungkin bahwa frasa "sejak berdirinya dunia" memodifikasi kata kerja "ditulis"

(sebagaimana diterjemahkan di atas). Konfirmasi ini dapat ditemukan dalam Wahyu 17: 8 di

mana frase "tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan" terjadi tanpa ambiguitas.

Ayat 10

Ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang percaya yang mengalami penderitaan.

Mereka akan bisa mengalami penganiayaan dan juga memungkinkan untuk dibunuh dengan

pedang. Orang percaya pada saat itu juga bisa ditawan karena iman kepada Yesus yang selalu

(11)

BAB III TAFSIRAN

Wahyu Yohanes dalam Pasal ke-13 ini menggambarkan akan munculnya binatang

yang keluar dari dalam Laut. Dalam beberapa teks menjelaskan, "Dan dia [Setan] berdiri di

atas pasir laut." Laut melambangkan bangsa bukan Yahudi (Wahyu 17:15). Salah satu dari

mereka, Setan akan mendatangkannya seorang penguasa yang disebut “antikrist”.

Yohanes melihat binatang yang keluar dari dalam Laut. "Laut" mungkin merupakan

acuan kepada Danial 7:2-3. Itu adalah simbol “seluruh umat manusia” (Yesaya 17:12-13 dan

Wahyu 17:15) atau simbol dari “kuasa kekacauan” (Kejadian 1; Yes.51:9-10). Bintang yang

keluar dari dalam laut. “Bintang” lebih mengarah kepada binatang liar atau binatang buas

yang keluar dari dalam laut. Jika laut adalah “seluruh umat manusia/Kekacauan” maka dapat

diartikan bahwa binatang ini adalah gambaran atau metafora yang digunakan Yohanes untuk

menggambarkan seorang manusia atau yang lebih tepatnya mengarah kepada antikrist.

Antikrist akan datang atau mucul dari tengah kekacauan umat manusia (dari dalam laut) di

bumi.

Binatang yang dilihat Yohanes "bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas

tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota" ini tidak persis seperti naga (Wahyu 12:3) tetapi

sangat mirip (Wahyu 17:3,7-12). Kesepuluh tanduk berbicara tentang kekuatan lengkap;

ketujuh kepala merupakan manifestasi sempurna dari kejahatan, dan sepuluh mahkota adalah

klaim untuk royalti.

Binatang itu penuh dengan nama-nama hujat. Nama hujat disini berbicara tentang

penyamaan diri dengan Allah (YHWH). Sebutan menghujat ini berhubungan dengan kitab

Daniel 7:8,11,20,25. Kata menghujat ini terhubung dengan klaim dewa atau sebutan si jahat

untuk binatang itu. Tentunya memang dapat dibenarkan, jika binatang itu dikatakan penuh

dengan penhujatan. Klaim yang dilakukan binatang itu yang menyamakan diri dengan Allah

(12)

Yohanes menjelaskan tentang bintang itu bahwa "binatang yang kulihat itu serupa

dengan macan tutul, beruang, singa ". merupakan kombinasi dari beberapa binatang adalah kiasan lain kepada Daniel 7:4,5,6, disana menyebutkan serangkaian raja-raja, tetapi di sini

simbolismenya telah berubah menjadi gabungan dari semua sistem dunia anti-Tuhan

dipersonifikasikan dalam satu pemimpin (Dan 7:24). Binatang ini yang mengacu kepada

antikrist diberikan kekuasaan oleh naga (satan). Binatang buas itu bukan Setan, tetapi sebuah

manifestasi manusia supranatural yang diberdayakan atau inkarnasi dari satan.

Wahyu 13:3 "Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka

yang membahayakan hidupnya" Ini adalah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE, yang secara

sintaktis sejajar dengan Anak Domba Wahyu 5:6. Ini adalah parodi kematian dan kebangkitan

Yesus. Luka yang dialami oleh salah satu kepala ini sangat membahayakan dan seperti

membuatnya menjadi terbunuh dan mengancam nyawanya. Namun sepertinya Iblis memiliki

kemampuan untuk membangkitkan orang ini, atau ini hanyalah trik, penipuan, dan menirukan

(lih.13:15)? Setan menjadikan parodi kuasa Allah di dalam Kristus. Hal ini mungkin

merupakan kiasan sejarah ke mitos "Nero redivivus", yang menegaskan bahwa Nero akan

hidup kembali, dan kembali dengan pasukan timur besar (Partia), dan menyerang Roma.

Binatang ini menjadi sembuh. "Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu"

Setan akan menggunakan mujizat untuk meyakinkan dunia yang tidak percaya supaya

mengikutinya (Matius 24:24; Markus 13:22; II Tesalonika. 2:9; Wahyu 13:5; 17:8), yang

merupakan parodi dari Kristus. Dunia terkesan oleh kuasa dari dua saksi dalam Wahyu 11:13.

Sekarang ketidaktetapan manusia terlihat pada orang yang menyembah binatang itu. Binatang

ini ingin menjadi sperti Allah karena binatang ini menginginkan semua manusia menyembah

kepadanya. Pada akhirnya binatang ini membuka mulutnya untuk menghujat Allah. Ada dua

atau tiga kali penghujatan dalam ayat ini terhadap nama Tuhan, kemah Allah, dan umat

(13)

Wahyu 13:7 "Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan

untuk mengalahkan mereka" Ini adalah AORIST PASSIVE INDICATIVE dan AORIST

ACTIVE INFINITIVE. Implikasi dari PASSIVE VOICE adalah bahwa Tuhan mengijinkan

ini terjadi. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi, bintang itu diijinkan untuk menganiaya atau

berperang melawan orang kudus dan mengalahkan secara fisiknya. Perang terhadap

orang-orang kudusNya disebutkan di Dan. 7:21,25. Hal ini mengacu pada kematian fisik umat

Allah. Ada saat ketika musuh tampaknya menjadi pemenang (seperti Kalvari), tetapi Wahyu

dan Daniel mengajarkan bahwa itu hanyalah sementara! Perhatikan bahwa umat Allah

dilindungi dari murka Allah, tetapi bukan dari murka binatang dan para pengikutnya. Allah

mengijinkan kemenangan kejahatan dalam rangka untuk mengungkapkan maksud yang

sebenarnya dan alami.

Binatang itu diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Frasa

ini menunjukkan bahwa Wahyu harus ditafsirkan dalam arti lebih luas dari Kekaisaran

Romawi saja, karena kalimat universal inklusif ini, atau hal ini berhubungan dengan acara

besar Kekaisaran. Setiap orang yang namannya tidak tertulis ini adalah sebuah frasa yang

kurang jelas.

"kitab kehidupan" dari Daniel 7:10 dan Wahyu 20:11-15 dapat dipahami bahwa ada

dua buku metafora disebutkan dalam hubungannya dengan nasib manusia: Kitab Kehidupan,

yang berisi nama-nama mereka yang telah dikenal secara pribadi oleh Allah dan yang telah

menerima Kristus. Dan Kitab Akta Manusia, yang merekam aktivitas manusia, baik positif

maupun negatif. Ini adalah metafora jelas, tetapi secara akurat menggambarkan kemampuan

Tuhan untuk mengetahui mereka yang menjadi milik kepunyaan-Nya dan orang-orang yang

telah menolak Dia bertanggung jawab. Dalam Ayat 10 menunjukkan bahwa frasa ini harus

mengacu pada umat Allah. Ayat ini juga menggambarkan orang percaya yang sejati. Mereka

(14)

BAB IV PENUTUP

KESIMPULAN

Bintang yang keluar dari dalam laut ini menunjuk kepada antikrist yang akan datang

dan yang akan melakukan penyiksaan terhadap manusia. Binatang ini pada awalnya terkenal

luka yang membahayakan atau luka yang dapat mengancam kehidupannya yang bisa

membuatnya menjadi mati. Namun binatang ini pada akhirnya mendapatkan pertolongan

dari naga atau yang lebih sering disebut satan. Naga itu memberikan kesembuhan kepada

salah satu kepala yang mengalami luka itu. Ini adalah salah satu parodi dari Yesus. dari

kematiannya dan sampai kepada kebangkitannya ditiru oleh naga itu sehingga membuat

orang menjadi heran dan menyembah kepada binatang yang telah sembuh itu.

Binatang itu diberikan kuasa oleh naga itu. Kekuasaan ini kemudian membuat

binatang itu menghendaki manusia menyembahnya. Manusia yang menjadi heran atas

peristiwa sembuhnya dari luka yang sangat membahayakan itu menjadi kagum sehingga mau

menyembahnya. Binatang itu bisa melakukan mukjizat sehingga semua orang dengan

mudahnya dikelabui untuk bisa menyembahnya. Meskipun banyak manusia yang

menyembahnya tetapi binatang itu kemudian menjadi sangat sombong dan menghujat Allah.

Yohanes memberikan peringatan kepada orang-orang kudus untuk tetap selalu tabah

dalam mengahadapi penganiayaan yang terjadi oleh binatang itu. Ketabahan dan ketekunan

menjadi sangat penting bagi orang percaya untuk membuktikan identitasnya yang sejati

sebagai umat Allah. umat Allah harus tetap setia sampai akhir hidupnya meskipun megalami

(15)

APLIKASI

Dari kisah ini, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil bagi kehidupan masa kini.

Pelajran yang bisa dimabil dan dapat diterapkan pada saat ini adalah:

1. Orang percaya harus selalu mengingat dan percaya bahwa nubuatan dalam kitab

wahyu ini masih berlaku bagi orang percaya masa kini. Sehingga setelah mempelajari

peristiwa dalam kitab wahyu ini tidak boleh menganggap ini sudah terjadi dan tidak

akan terjadi lagi. Alasannya, masa antikrist masih belum tergenapi, berarti nubuatan

ini tidak hanya menunjuk kepada nnero redivivus yang telah terjadi tetapi juga kepada

masa antikrist yang akan datang.

2. Orag percaya harus tetap jeli dalam melihat perubahan jaman yang terjadi sampai

sekarang ini. Sudah banyak kejahatan yang terjadi dan yang bisa saja membahayakan

kehidupan orang percaya dengan pengaruh dari kekuatan politik dan ekonomi dunia

yang dapat memonopoli dunia sehingga orang kristen bisa terbawa kedalamnya. 3. Orang percaya harus selalu tabah dan tetap tekun untuk membuktikan identitas

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Wahyu Kepada Yohanes Pasal 8-22. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Browning, W.R.F. Kamus Alkitab: A DIctionary Of The Bible. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Daelen, David H. Van. Pedoman Ke Dalam Kitab Wahyu Yohanes. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Drane, John. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005.

Heer, j. j. De. Tafsiran Alkitab: Wahyu Yohanes. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Moris, Leon. Tyndale New Testament: Revelation. England: Inter-Varsity Press, 2009.

Mounce, Robert H. The New International Commentary: The Book Of Revelation. Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1997.

Referensi

Dokumen terkait

Organisma laut baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang hidup pada ruang kehidupan.. dasar laut mulai dari daerah-daerah yang masih dipengaruhi oleh air pasang (daerah

Semua jenis binatang yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut hukumnya halal dimakan, walaupun matinya karena disembelih, dipancing, mati sendiri maupun sebab-sebab

Proses pertenunan untuk kain yang terbuat dari dari daun pandan laut dan pandan wangi dilakukan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), karena arah pakan daun

Semua jenis binatang yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut hukumnya halal dimakan, walaupun sudah menjadi bangkai. Penyembelihan hewan harus

Maksud : Dalam konteks kehidupan sehari-hari terdapat manusia yang memiliki sifat seperti binatang melata bersisik ini; suka menikmati sesuatu yang bukan haknya secara tidak

Maksud yang direpresentasikan oleh nama binatang dalam peribahasa bahasa Indonesia antara lain digunakan untuk menyatakan apa yang terasa dihatinya, dipakai untuk tujuan

Memang harus diakui bahwa dalam film Chicha yang kali ini belum sebanding jika dilihat dari nama Chicha yang sebenarnya.. Mestinya Chicha bukan sekedar main seperti dalam film

Al-Qur’an juga menyebutkan manfaat yang bisa diperoleh dari binatang, diantaranya adalah: dari binatang yang dihalalkan ada yang dijadikan sebagai makanan dan ada yang menghasilkan