• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keefektifitasan Penggunaan E Learning of

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Keefektifitasan Penggunaan E Learning of"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

“Rekayasa Sosial dan Pengembangan Perdesaan”

Keefektifitasan Penggunaan E-Learning of Jenderal Soedirman

University Dilihat dari Perspektif Dosen yang Mengajar dan Mahasiswa

yang Mengikuti Kelas

Fundamental Grammar

Oleh

Mia Fitria Agustina, S. S, M. A., Ririn Kurnia Trisnawati, S. S., M. A., dan Drs. Agus

Sapto Nugroho, M.Ed. TESOL

Universitas Jederal Soedirman

[email protected]

ABSTRAK

Kemajuan jaman yang sangat pesat ditandai dengan penggunaan media teknologi dalam segala aspek kehidupan, mewajibkan siapapun untuk berpartisipasi memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, memanfaatkan teknologi untuk memberikan suatu alternatif pembelajaran yang disebut sebagai e-learning of Jenderal Soedirman University (eL-DirU). Sebagai salah satu media pembelajaran EL-DirU memfasilitasi pengajar dengan fitur-fitur yang ada di dalamya. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifitasan penggunaan eL-DirU dilihat dari perspektif dosen dan mahasiswa pada proses belajar mengajar di kelas Fundamental Grammar. Keefektifan yang akan diukur ini berdasarkan fitur-fitur yang ada dan kuisioner yang berisi tentang fitur apa yang sangat disukai, sangat tidak disukai, sangat membantu, sangat tidak membantu, dan sangat tidak berguna. fasilitaes teachers with features on it. Hence, teh study is about how effective teh use of eL-DirU seen from both teacher and students in Fundamental Grammar class. The effectiveness is measured through features of eL-DirU which is they (the teacher and the students) like the most, they dislike the most, they think the most helpful, they think the least helpful, and they think the useless one. Key words: eL-DirU, Grammar, and features

PENDAHULUAN

Menggunakan teknologi di dalam proses belajar mengajar itu tidak penting. Pernyataaan

ini tidak dapat lagi diterima kebenarannya. Di jaman yang mengedepakan teknologi seperti saat ini,

sangat tidak bijaksana kalau kita tidak memanfaatkannya untuk kepentingan belajar mengajar.

Dudeney and Hockly (2007) menyatakan bahwa ada setidaknya ada 10 alasan mengapa kita harus

memanfaatkan teknologi di dalam kelas Bahasa Inggris. Diantaranya adalah internet sudah

menjadi kebutuhan yang penting dalam sendi-sendi kehidupan, generasi mendatang yang tumbuh

(2)

memperkenalkan teknologi, internet penuh dengan bahan ajar yang otentik, internet juga

memudahkan terjadi komunikasi antara pelajar di darearh yang berbeda, teknologi menawarkan

materi pengajaran yang terpublikasi untuk pengajar, pelajar berharap institusi tempat dia belajar

untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, teknologi memberikan tawaran baru

dalam hal pemberian tugas dan nilai, teknologi dapat diakses dimanapun dan kapanpun, dan

dengan teknologi semua keahlian dalam menguasai bahasa dapat didapatkan.

Melihat signifikasi dari pengajaran menggunakan teknologi, pertanyaan bahwa

menggunakan teknologi dalam prose belajar mengajar menjadi suatu pertanyaan retoris yang tidak

memerlukan jawaban karena sudah jelas sekali jawabannya. Teknologi sangat penting terlebih lagi

saat ini sangat penting untuk membentuk pembelajar yang otonomi yang bisa mengembangkan

dirinya sendiri dengan sumber yang sangat banyak akibat teknologi. Benson (2001) mengatakan,

“The successful learner is increasingly seen as a person who is able to construct knowledge directly from experience of the world, rather than one who respond well to instruction.” Untuk itu sangat

penting untuk membuat pembelajar dapat merasa menjadi bagian dalam proses belajar mengajar

karena apabila hal tersebut tidak diwujudkan pembelajar tidak akan menjadi pembelajar yang

sukses yang mampu mengkonstruksi apa yang dipelajari untuk diaplikasikan. Karena itu, membuat

pembelajar tertarik untuk mencari pengetahuan lewat pengalaman-pengalaman yang didapatkan di

dalam proses belajar mengajar menjadi sangat signifikan. Namun, hal ini sangat sulit untuk

dilakukan melihat karakteristik pembelajar yaitu pembelajar dewasa.

Melihat fenemona tersebut eL-DirU menjadi salah satu media yang dapat merangkul

semua pihak baik pengajar dan mahasiswa untuk mempunyai suatu media yang dapat digunakan

dalam proses belajar mengajar. Dengan fitur-fitur yang dipunyainya eL-DirU berusaha untuk

membuat proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Selain itu generasi muda yang sudah tidak

dapat dipisahkan lagi dengan teknologi juga mendapatkan suatu proses belajar mengajar yang

mereka sukai. Karena itu, penelitian ini ingin melihat apakah eL-DirU dengan segala fiturnya

menjadi media yang efektif dilihat dari perspektif pengajar dan mahasiswa di kelas Fundamental

Grammar.

METODE PENELITIAN

1.1.Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini ialah data yang dapat menjawab efektivitas

penggunaan eL-DirU dalam pengajaran mata kuliah grammar untuk meningkatkan kompetensi

grammar mahasiswa Unsoed serta data yang lainnya yang dapat mengungkapkan fitur eL-DirU

yang mana sajakah yang efektif digunakan untuk meningkatkan kompetensi grammar mahasiswa.

(3)

oleh Denzin, Norma, and Lincoln (2000) yaitu bahwa qualitative method involves an interpretive,

naturalistic approach to the subject matter. Adapun teknik pengumpulan data ialah sebagai berikut:

1. Kuesioner

Pengumpulan data dengan memberikan kuestioner diberikan kepada semua mahasiswa

yang mengikuti kelas Fundamental Grammar yang menggunakan EL-DirU dan juga doesn

pengampu mata kuliah ini pada kelas yang menggunakan EL-DirU. Hasil kuestioner ini akan

digunakan untuk menjawab efektivitas penggunaan eL-DirU dalam meningkatkan kompetensi

grammar. Data dari kuestioner juga akan menjawab fitur dalam eL-DirU yang dirasakan efektif

dalam meningkatkan pemahaman grammar Bahasa Inggris. Butir kuestioner akan menanyakan

fitur mana saja yang dirasakan mahasiswa sangat bermanfaat dalam peningkatan kompetensi

grammar.

2. Wawancara

Wawancara akan dilakukan secara mendalam kepada para mahasiswa yang mengikuti

kelas Fundamental Grammar menggunakan eL-DirU dan dosen yang mengampu kelas tersebut.

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data guna menjawab keefektifan menggunakan eL-DirU

serta fitur eL-DirU yang dirasakan efektif dalam perkuliahan grammar dengan menggunakan

eL-DirU ini.

1.2.Teknik Analisa Data

Data yang dihasilkan dari penelitian ini ialah dalam bentuk angka dan uraian data yang

berasal dari hasil kuestioner dan wawancara. Data yang telah terkumpul akan dianalisa dengan

menggunakan pendekatan yaitu analisa kualitatif. Analisa kualitatif dilakukan melalui interpretasi

uraian yang didapat melalui kuestioner dan wawancara untuk mendeskripsikan temuan penelitian.

1.3. Lokasi dan Subjek Penelitian

Lokasi penelitian ini ialah di Universitas Jenderal Soedirman tepatnya di Prodi Bahasa dan

Sastra Inggris. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Fundamental akan menjadi subjek

penelitian ini. Mahasiswa dari kelas tersebut akan menjadi mahasiswa yang dalam proses belajar

mengajarnya menggunakan EL-DirU. Kemudian, mereka adalah responden dalam pengisian

kuestioner dan kemudian mereka juga akan menjadi responden dalam sesi wawancara. Selain

mahasiswa, seorang dosen pengampu mata kuliah Fundamental Grammar bernama Ririn Kurnia

Trisnawati, M. A. Juga merupakan salah satu responden kuisioner dan wawancara.

HASIL DAN PEMBAHASAN

(4)

Pada bagian hasil ini akan diperlihatkan data-data yang diperoleh. Data-data tersebut

adalah features eL-DirU, kuisioner mahasiswa tentang features eL-DirU, hasil wawancara dengan

mahasiswa tentang eL-DirU dan hasil wawancara dengan dosen pengampu Fundamental Grammar

yang menggunakan eL-DirU dalam proses pembelajaran. Berikut adalah penjelasan terperinci

mengenai hal tersebut.

1. 1. 1. Fitur eL-DirU

Sebagai salah satu media pembelajaran, eL-DirU mempunyai banyak fitur yang dapat

digunakan untuk baik menarik pemakai untuk menggunakan media maupun membantu pemakai

media untuk memudahkan pembelajaran. eLDirU dikembangkan dengan aplikasi LMS Moodle.

Moodle merupakan salah satu Learning Management System (LMS) yang bersifat open source

dengan lisensi GNU (General Public License). Berikut adalah tampilan eL-DirU:

Fitur-fiturnya yang dapat digunakan dalam pembelajaran berdasarkan laman eL-DirU yakni web:

http://e-learning.unsoed.ac.id. adalah sebagai berikut:

a. Halaman Web untuk Konten/Materi Perkuliahan

Konten materi perkuliahan yang terdapat dalam halaman web eL-DirU berupa format

multimedia, contohnya, text, gambar, video, audio dan animasi. Untuk text, halaman

web eL-DirU memberikan link yang nantinya bisa di klik oleh mahasiswa untuk

membuka text yang ditautkan di laman we eL-DirU. Pengguna eL-DirU tidak akan

kekurangan materi ini karena melimpahnya sumber text yang ada di internet.

Sedangkan untuk video nantinya akan berupa authentic video yang diunduh dari

(5)

audio, dan animasi akan menggunakan sumber-sumber laman lain yang menyediakan

multimedia tersebut secara gratis di Internet.

b. Chat, Message/Pesan, dan Diskusi

Fitur ini memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk berinteraksi. Fitur chat

memungkinkan interaksi realtime (dalam waktu yang bersamaan, sinkron) berbentuk

teks yang mendukung pengiriman URL, smilies, HTML, dan image. Semua sesi chat

akan terekan dalam log dan dapat dilihat di lain waktu. Sedangkan message/pesan

interaksi tidak realtime seperti halnya email.

c. Penugasan (Assignment)

Fitur punugasan dapat dikelompokkan berdasarkan tanggal pengumpulan dan urutan

penilaian tugas. Mahasiswa dapat mengunggah penugasan yang telah dikerjakan dalam

bermacam format ke eLDirU. Sistem akan secara otomatis mencatat tanggal

pengumpulan tugas oleh mahasiswa. Pengumpulan tugas walaupun terlambat dari

tenggat waktu masih dapat dilakukan, tetapi dosen dapat menjadikan jumlah hari atau

jam keterlambatan pengumpulan tugas sebagai bahan pertimbangan. Untuk setiap

penugasan yang diberikan, seluruh kelas dapat memberikan penilaian berupa

tanggapan atau komentar dalam satu halaman dan satu format. Umpan balik dari dosen

ditambahkan ke dalam halaman penugasan setiap mahasiswa disertai pemberitahuan

melalui email. Dosen dapat memberikan penugasan baru yang terkait dengan

penugasan sebelumnya. Tujuannya adalah mengadakan penilaian ulang terkait

penugasan sebelumnya.

d. Forum

Fitur forum adalah fitur yang dapat difungsikan sebagai berita dan pengumuman,

maupun forum diskusi, baik terbuka atau tertutup/khusus. Jika forum diset oleh dosen

untuk tidak menerima balasan (reply), maka menjadi pengumuman/berita. Jika forum

diset utuk dapat di replay atau ditanggapi, maka menjadi forum diskusi. Diskusi dapat

dikelompokkan sesuai tema, flat, atau urutan, terlama dan terbaru. Dosen dapat

memaksa setiap mahasiswa untuk terlibat dalam forum yang ada.

e. Assesment Quiz

Salah satu fitur canggih yang sangat bermanfaat adalah modul quiz untuk ujian.

Jawaban quiz akan secara otomatis dikoreksi dan dinilai oleh sistem. Soal/pertanyaan

akan tersimpan dalam suatu database bank soal dan dikelompokkan dalam kategori

untuk memudahkan akses. Kategori ini dapat di-share agar dapat digunakan pada kuis

yang berbeda dan dapat diakses dari kelas/matakuliah lain di eLDirU. Quiz dapat

diatur menjadi bermacam karakteristik.

(6)

Seperti sebuah polling, fitur ini digunakan untuk voting (mengambil pendapat atas

suatu masalah) atau untuk mendapatkan umpan balik dari para mahasiswa. Dosen

dapat melihat hasil polling yang ada dalam sebuah tabel rekapitulasi pilihan

peserta/mahasiswa.

g. Daftar Kehadiran Mahasiswa pada Kelas Online.

Salah satu kelebihan dari eL-DirU ialah pada sistem kehadiran kelas, Mahasiswa yang

login dan melihat materi di kelas akan terekam menjadi suatu log book daftar hadir.

Dosen dapat mengevaluasi kehadiran mahasiswa melalui fitur ini.

1. 1. 2. Hasil Kuisioner Mahasiswa

Untuk mengetahui keefektifan menggunakan eL-DirU, maka sebuah kuisioner diedarkan

ke mahasiswa yang mengikuti kelas Fundamental Grammar. Kuisoner yang diedarkan tersebut

menayakan kepada mahasiswa tentang fitur di eL-DirU yang mereka sangat suka, sangat tidak

suka, sangat membantu, sangat tidak membantu, dan sangat tidak berguna. Berikut adalah hasilnya

yang dirangkum dalam bentuk tabel.

Feature Likes Dislikes Helpful

(7)

Kriteria yang diggunakan sebagai dasar pembentukan tabel tersebut berdasarkan hasil kuisioner.

Setiap mahasiswa bisa menjawab setiap butir kuisioner lebih dari satu fitur. Sehingga jumlah

jawaban lebih dari jumlah mahasiswa yang ada di kelas Fundamental Grammar yaitu 37

mahasiswa.

1. 1. 3. Hasil Wawancara dengan Mahasiswa

Hasil wawancara dengan mahasiswa yang akan ditampilkan pada hasil di tulisan ini akan

dibagi menjadi lima hal berdasarkan atas kusioner kepada mahasiswa yaitu sangat suka, sangat

tidak suka, sangat membantu, sangat tidak membantu, dan sangat tidak berguna.

a. Sangat suka

Berikut adalah hasil wawancara dengan 37 mahasiswa di kelas Fundamental Grammar,

yaitu:

 Youtube. It provides audiovisual material and more detail material  I like url part/youtube when we learn about article

 I like url youtube.com in article meeting.  Url youtube in article meeting.

 Making dialogue in team. In "modal function" meeting because it makes me more understand to the materials

 I can give my inspirations and invitations in el-diru

 Every meeting, I helped by video features from el diru. Because the video explain it slowly and I can repeat it anytime I want.

 I like online assignment because we're not necessary to write, just click and type. It makes me relax and not trying to write it

 I like the online quiz feature because it helps me a lot to evaluate myself in grammar

 Online quiz: we have online quiz almost on every lessons. I like it because it gives us motivation to be competitive. It gives me the needed practice for the grammar.  The youtube url videos are very useful and the explanation is understandable

enough. The forum is also fun.

 Forum feature in every meeting. I like it because we can ask each other questions

or material that we don’t really get it. And of course it help me a lot to understand

the grammar

 the most features that I like just url, because learning grammar by watching videos is make me understand and the native speaker is too clearly explain us.

 Yes, because by video is more easily. I can understand with we can learning with eldiru.

 the most features that I like url, because learning by videos is more easily to understand. But it will more help if the videos show us with the songs.

 I like to study for eldiru because make me understand

 Video karena dengan kita lebih paham dengan materi yang diajarkan  Pictures, video, assignment

 URL/Online quiz, assignment. Way more handy & flexible. Add skype sometime later.

 I like the most of the features, it helps us with showing the examples from the video, and we can try to make sentence on the pages, assignment, forum, chat, etc.

(8)

 My favorite features is forum in topik 12 when we talk about present perfect tense then we can discuss some topik with the other friends so that I can understand the lesson easily.

 Features that I like the most is the video. Some videos, I think it's funny. I specially the song about prepositions and where is the monkey.

 Video. In the meeting about prepotiotion, because the video is really funny and we feel joy in learning that course.

 I really like the forum feature. Because we can change our opinion and knowledge in that forum.

 Videos, the videos gave a proper explanation about the material, and it is an effective way for me to understand the material.

 The pictures & the videos. Because it consists of some cute images and some exercises in those videos.

 Youtube, because it is interesting and understandable

 The videos in Youtube make us more understand to learn grammar. Easy explanation. Chat: we can still have conversation each others.

 Url and forum, because form url, I can download some videos that I can learn whenever and wherever. And forum, because I can give my opinion after the lessons.

 Saya sendiri suka dengan fitur kuis online. Karena dengan kuis online mahasiswa dapat mendapat nilai komponen tanpa harus menghadiri kelas dan dapat diakses dimana saja.

 I like the features of youtube.com (URL) especially when we learn about preposition. Eldiru provides video that contain of video about preposition song. At first I think it is silly thing because it seems for elementary students, but after I play it several times, i remember the song.

 Youtube, because every video always understanable

 URL features, because with this feature we can directly move to youtube.  Youtube. Because it really makes me understand the lesson.

 Youtube: the material make me easier to understand the lessons.  I think when there's a linked video from ELDIRU to Youtube. b. Sangat Tidak Suka

Yang akan dibahas pada bagian ini adalah hasil terbanyak yaitu online quiz. 17

mahasiswa memilih tidak menukai fitur ini. Alasan dari mereka hampir sama yaitu koneksi

internet yang masih jauh dari memuaskan. Alasan lain yang diungkapkan adalah

berhubungan dengan quiz itu sendiri yang tampaknya tidak ada hubungan dengan eL-DirU

yaitu waktu untuk mengerjakan soal quiz.

c. Sangat Membantu

Mahasiswa terbanyak menjawab fitur yang sangat membantu mereka adalah youtube.

Ada sebanyak 31 mahasiswa yang menjawab youtube ini. Alasan mereka juga banyak yang

menyatakan bahwa belajar melalui youtube itu memudahkan mereka untuk mengerti

materi. Selain itu mereka juga menyatakan bahwa belajar melalui youtube itu

menyenangkan.

(9)

Mayoritas mahasiswa menjawab bagian ini dengan chat. Alasan mereka memilih fitur

ini sebenarnya adalah karena mereka jarang memakai bukan karena mereka tidak

menyukai. Alasan lain yang digunakan adalah karena mereka tidak familiar dengan fitur

chat di eL-DirU.

e. Sangat Tidak Berguna

Kalau sebelumnya ada sebanyak 17 mahasiswa menjawab fitur yang sangat tidak

membantu adalah fitur chat, maka pada pertanyaan berikutnya mereka juga menjawab hal

sama yaitu fitur chat. Ada sebanyak 21 mahasiswa yang menjawabnya dengan chat. Jadi

ada tambahan 3 mahasiswa yang emnyatakan chat sangat tidak berguna. Alasannya mereka

jarang menggunakan dan apabila mereka menggunakan karena banyak yang tidak

memanfaatkan maka menjadi tidak berarti juga.

1. 1. 5. Hasil Wawancara dengan dosen Pengampu

Dari hasil kusioner yang diisi oleh dosen pengampu, berikut hasilnya

No. Kuisioner Fitur

1. Fitur yang sanga disukai Konten web

2. Fitur yang sangat tidak disukai Quiz online

3. Fitur yang sangat membantu Nilai di eL-DirU

4. Fitur yang sangat tidak membantu Forum

5. Fitur yang tidak berguna Pilihan

1. 2. Pembahasan

Pada bagian pembahasan penelitian ini akan dibahas mengenai keefektifan penggunaan

eL-DirU dilihat dari sudut pandang pengampu dan pengambil mata kuliah Fundamental Grammar.

Untuk memudahkan pembahasan, maka pembahasan ini akan dibagi menjadi lima bagian

berdasarkan kuisioner yang diberikan baik kepada mahasiswa dan dosen yang bersangkutan.

Kelima bagian itu adalah mengenai fitur yang sangat suka, sangat tidak suka, sangat membantu,

sangat tidak membantu, dan sangat tidak berguna.

1. 2. 1. Sangat Suka

Seperti yang sudah terpampang pada hasil, mahasiswa menjawab pertanyaan ini dengan

youtube sedangkan dosen pengampu menjawabnya dengan konten web. Walaupun jawabannya

terlihat berbeda, namun sejatinya dua jawaban itu adalah sama. Dalam konten web ada beberapa

hal yang bisa ditautkan yang salah satunya adalah tautan ke youtube. Jadi bisa disimpulkan bahwa

jawaban antara mahasiswa dan dosen pengampu adalah sama.

Banyak alasan telah dikemukakan oleh mahasiswa mengapa mereka memilih youtube.

(10)

otentik material yang dapat digunakan dalam sistem pembelajaran. Dalam youtube bentuk tautan

yang ada berupa video. Karenanya dibandingkan tautan lain yang mempunyai kriteria pemuasan

indera yang lebih sedikit, contohnya, tautan ke text atau gambar yang hanya memuaskan indera

mata atau tautan yang berupa audio yang hanya memuaskan indera pendengaran, youtube dapat

memuaskan paling tidak dua indera yaitu mata dan telinga, walaupun kalu dikaji lebih lanjut

youtube dapat pula memfasilitasi gaya belajar kinestetik. Terlebih lagi di dalam suatu kelas yang

tingkat variasinya sangat tinggi sangat sulit untuk menggunakan materi yang hanya memuaskan

satu indera saja. Karena itu materi pada kelas yang sangat besar variasinya seperti pada kelas

Fundamental Grammar lebih baik menggunakan materi yang bisa memuaskan beberapa indera

sekaligus. Kelas Fundamental Grammar ini bisa disebut sangat tinggi variasianya karena beberapa

alasan. Alasan yang pertama dapat dilihat dari hasil pre-test. Berikut hasilnya:

NO NIM NAMA MAHASISWA

NILAI PRETEST UTAMA(MEETING 1)

1 F1F013048 ESTER NATASIA S

2 F1F014031 MAULIDA VINA SABILA NISA TABA 80

3 F1F014032 SHOFANY MARSHUSH ROBBANY ZHEN 78

4 F1F014033 THERESIA REBECCA C 70

5 F1F014034 SUKENTI 76

6 F1F014035 AUDRIA AGIL FITRIANI 56

7 F1F014037 MEILINDA RIZKY T 64

16 F1F014047 IKKE NOVITASARI 80

17 F1F014048 VANDA DHEA NOUVANDRY 66

18 F1F014049 ESTERINA MAYRETHA J 70

19 F1F014050 BERLIANA AYUNING TIYAS 76

20 F1F014053 LINTANG KINANTHI 62

21 F1F014054 LENI SETIYOWATI 60

22 F1F014056 MARAYA NASHUHA DEWI 70

23 F1F014057 TANTI IRAWAN 52

24 F1F014058 INDAH EPRIARTI 60

25 F1F014059 FADHILAH PUTRI LARASRIYANTI 64

(11)

28 F1F014062 TRI SADEWO 68

29 F1F014063 SEPTIANA PUTRI SARINGATUL HIMAH 42

30 F1F014065 RIANI 26

31 F1F011041 LINTANG FAJAR

32 F1F012001 EVA NURJANAH 54

33 F1F012011 VINA FITRIA MARETHA

34 F1F012018 AKHMAD MULTAZIM 72

35 F1F012020 RIFKI HADI ISMAIL 70

36 F1F012024 UNI PRIYANTI 78

37 F1F012028 OKKE RIZKA PANGESTIKA

38 F1F012040 UMROTUN HASANAH 78

39 F1F012045 NUNING KURNIATI 66

40 F1F012048 HAFIZ ARIB RAIHAN 60

41 F1F012055 DEWANTI YEKTYANA HAFIFAH 56

42 F1F012059 LIDYA VEGA NAFTALI 66

43 F1F012065 ROMARIO GEMA PRATAMA P. 58

44 F1F012066 RASMANI 64

45 F1F012070 FAUZI AULIA MU'TIO 70

Selain alasan nilai pre-test yang mempunyai range yang sangat lebar karena nilai yang tertinggi

adalah 82 dan nilai yang terendah adalah 24, alasan lain adalah belum adanya observasi awal

mengenai preferensi gaya belajar mahasiswa di kelas Fundamental Grammar. Karenanya hal yang

paling aman adalah memberikan materi yang dapat memuaskan semua mahasiswa yang

mempunyai learning style yang berbeda. Hal ini sejalan dengan pernyataan Harmer (89) yang

menyatakan, “We should do as much as we can to understand the individual differences within the

group.”

Selain itu penampakan tautan youtube juga sangat menarik sehingga ketika ada mahasiswa

yang menjawab atau memilih youtube sebagai konten dapat dimengerti. Berikut salah satu

(12)

Berdasarkan diskusi di atas dapat ditarik kesimpulan kalau fitur ini sangat efektif karena

dari dua belah pihak sangat terbantu menggunakan fitur yang ada. Kedua-duanya puas

menggunakan fitur ini karena bagi mahasiswa, fitur ini tidak membosankan seperti ketika mereka

harus membaca teks pada buku-buku Grammar. Bagi dosen, penggunaan fitur ini dapat membantu

mereka untuk membuat mahasiswa lebih jelas karena apabila mahasiswa menyukai fitur mereka

pasti lebih semangat untuk mengerti. Bagi dosen dapat fitur ini menjadi asisten abadi dosen karena

beberapa mahasiswa menyatakan bahwa mereka bisa mengulang yang ada di video sampai mereka

mengerti. Apabila hal tersebut harus dilakukan dosen pasti memakan banyak energi dan tenaga.

1. 2. 1. Sangat Tidak Suka

Hasil yang didapatkan antara mahasiswa dan dosen adalah sama yaitu quiz online.

Namun alasan di antara keduanya berbeda. Alasan mahasiswa lebih dikarenakan koneksi internet.

Pada saat terjadi perkuliahan yang menggunakan koneksi online, mahasiswa kelas Fundamental

Grammar ini harus melakukan pembelajara di UPT Bahasa UNSOED karena koneksi internet di

FIB UNSOED tidak sebagaus di UPT Bahasa. Walaupun begitu dengan jumlah mahasiswa yang

sangat banyak quota ineternet yang dipakai menjadi overload sehingga koneksi juga menjadi

lambat. Alasan lain karena tidak ada mahasiswayang menyukai quiz. Mereka merasa belum siap

mengerjakan karena belum memahami atau mereka belum belajar ditambah fitur dalam quiz online

yang waktunya terbatas dan hanya boleh dilakukan sekali. Alsan lain karena mereka belum familiar

dengan quiz online. Ketika mereka sudah melakukan beberapa kali dan penggunaan fasilitas bahwa

mereka bisa melakukan quiz beberapa kali dan nilai yang diambil yang tertinggi, nilai mereka jauh

lebih baik. Jadi alasan mereka tidak suka semata-mata bukan karena eL-DirU.

Sedangkan bagi dosen alasan mengapa tidak suka karena waktu yang dipakai sangat tidak

(13)

satu-persatu. Terkadang apa yang mereka buat juga tidak dapat digunakan karena ada beberapa

kesalahan prosedur. Bahkan kadang-kadang ketika semua soal sudah selesai di upload, dosen tidak

dapat menemukan quiz tersebut sehingga harus melakukan pengulangan beberapa kali. Karena ada

baiknya untuk pengunggahan konten quiz bisa dipermudah dan bisa lebih efektif. Selain itu

bentuk-betuk quiz nya juga terbatas. Untuk ilmu-ilmu sosial bentu-bentuk soal yang jawabannya pasti

sangatlah kurang merepresentasikan kemampuan mahasiswa. Hal ini adalah paradigma di masa lalu

seperti yang disebutkan oleh Shrum dan Glison (2005) yang menyatakan bahwa paradigma lama

mengenai tugas atau quiz adalah ... mahasiswa memberikan jawaban yang harus benar bukan

prosesnya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa walaupun quiz online dianggap merupakan fitur yang

sangat tidak disukai namun keefektifan quiz online masih bisa dipertanggungjawabkan. Online quiz

menjadi efektif apabila quiz yang diberikan merupakan quiz yang sasarannya untuk mengetahui

sesuatu yang yang jawabannya sudah pasti bukan merupakan suatu quiz yang membutuhkan suatu

analisa. Untuk bagian yang memerlukan analisa bisa dilakukan melalui fitur pengumpulan tugas.

1. 2. 3. Sangat Membantu

Jawaban antara mahasiswa dan dosen dalam hal fitur yang sangat membantu berbeda satu

dengan yang lain. Mahasiswa menjawabnya dengan youtube, sedangkan dosen menjawabnya

dengan sistem penilaian di online quiz. Jawab yang berbeda ini pastilah adalah alasan yang

menyertainya sehingga perbedaan alasan ini menjadi signifikan untuk dibahas.

Mahasiswa menjawab fitur yang sangat membantu adalah fitur yang juga mereka suka.

Bagi mahasiswa apa yang membantu mereka pastilah sesuatu yang mereka sukai. Hal ini juga

sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Trisnawati, Agustina dan Nugroho (2015)

yang menyatakan bahwa

The result of this study shows that students are able to effectively enhance the

grammar competence. This conclusion is supported by their performances from

pretest and posttest score, writing competence, and also the online questionnaires.

Besides, utilizing youtube.com via eL-DirU® have also made students to improve

their listening and pronunciation since they listen to the English native speaker’s

explanation. This also leads to the fact that students are driven to be autonomous

learners when joining this subject.

Sedangkan dosen pengampu mata kuliah ini menjawabnya dengan fitur nilai di quiz online. Hal ini

dikarenakan walaupun proses untuk membuat satu quiz online memerlukan waktu yang tidak

sedikit, hasil dari quiz dapat segera didapatkan sehingga dosen tidak perlu mengeluarkan waktu

lagi untuk mengecek jawaban mahasiswa dan mengkonversi nilai yang didapatkan oleh mahasiswa.

Sekali lagi walaupun jawaban dari dosen dan mahasiswa berbeda tetapi hakekatnya kalau

(14)

menguatkan keefektifitasan eL-DirU. Fitur Youtube telah dijelaskan sebelumnya pada bagian 1. 2.

1. Sedangkan untuk penilaian quiz online siapa yang bisa membantah kalau hal tersebut memang

sangat efektif.

1. 2. 4 Sangat Tidak Membantu

Untuk bagian ini dijawab oleh mahasiswa dengan chat dan dijawab oleh dosen dengan

forum. Keduanya mempunyai alasan yang berbeda kenapa mereka menjawab dengan hal tersebut.

Mahasiswa lebih menekankan karena mereka jarang berpartisipasi. Alasan lain yang digunakan

adalah karena mereka tidak familiar dengan fitur chat di eL-DirU. Selan itu menurut wawancara

dengan dosen pengampu, beliau juga mengakui kurang memakai fasilitas ini. Dalam satu periode

proses belajar mengajar hanya sekitar dua kali fitur ini dipakai.

Untuk dosen kenapa memilih forum karena alasan yang hampir sama diungkapkan oleh

dosen pengampu tentang intensitas pemakaian fitur. Bukan karen fitur ini tidak membantu tetapi

karena memang jarang digunakan. Ditambah dengan partisipasi mahasiswa yang sangat rendah

dalam menggunakan fitur ini. Terkadang koneksi eL-DirU juga menjadi alasan lain sehingga

mereka lebih menggunakan media lain untuk berkomunikasi seperti watsapp. Watsapp jelas lebih

menarik dengan emoticon yang mampu menggatikan ekspresi pengirim pesan. Akrena itu,

Agustina, Trisnawati, dan Nugroho (2015) dalam proceeding The 2nd Internationa Language and

Language Teaching Conference memberikan masukan yaitu, “Here the web designer needs to work

more to make this feature more enjoyable. He or she may put more interesting tool to attract the

students to use it.”

Namun kalau melihat segi manfaat fitur-fitur yang dianggap tidak membantu, fitur-fitur ini

sangat dapat membantu. Perlu untuk lebih ditingkatkan penggunaanya. Selain itu perlu untuk lebih

membuat fitur-fitur ini lebih menarik bagi mahasiswa yang memang dalam usia yang sangat mudah

bosan dan mereka ada di dalam usia ketika mereka sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman

(Harmer, 2007 & Malcom Knowles in Lieb, 1991). Hal ini yang menyebabkan mereka

membandingkan menggunakan fitur eL-DirU dengan media-media lain yang mereka anggap lebih

menarik. Crystal (2002) juga mengingatkan bahwa untuk membuat chat hidup perlu

dipertimbangkan mengenai apa yang diinginkan oleh partisipan dan keuntungan berartisipasi dalam

chat. Untuk yang pertama mungkin lebih ke desain chatroom nya dan untuk yang kedua lebih

cenderung bagaimana dosen mengarahkan materi chat tersebut.

1.2.5. Sangat Tidak Berguna

Pada bagian terakhir ini mahasiswa menjawab dengan chat sedangkan dosen menjawabnya

dengan pilihan. Untuk jawaban mahasiswa tampaknya sudah tidak memerlukan penjelasan lebih

lanjut. Karenanya yang akan didiskusikan adalah jawaban pengampu. Pengampu menjawab pilihan

(15)

balik dari para mahasiswa. Dosen dapat melihat hasil polling yang ada dalam sebuah tabel

rekapitulasi pilihan peserta/mahasiswa.

Melihat fungsinya semestinya fitur ini sangat efektif untuk digunakan terlebih lagi untuk

mendapatkan data seperti data yang digunakan dalam tulisan ini. Tetapi data yang digunakan dalam

tulisan ini didapatkan diluar fitur ini. Pada saat itu pengampu pernah mengungkapkan bahwa

eL-DirU memiliki fitur pilihan, tetapi beliau tidaj familiar dengan fitur ini. Karena itu sangat penting

bagi institusi Jenderal Soedirman University untuk terus memperkenalkan eL-DirU baik bagi

mahasiswa maupun dosen.

KESIMPULAN

Akhirnya, penelitian ini mendapatkan jawaban atas efektif tidaknya eL-DirU. Secara

garis besar sangat efektif menggunakan eL-DirU, namun beberapa catatan perlu diperhatikan agar

di masa yang akan datang dapat memfasilitasi lebih baik lagi. Yang pertama mengenai koneksi

inetrenet. Ketika kita berani meluncurkan eL-DirU berarti kita sudah berani juga mendukung media

untuk mengaksesnya. Hal lain adalah perlunya pelatihan yang lebih intensif untuk lebih

mengetahui fitur-fitur eL-DirU. Penulis pernah mengikuti pelatihan eL-DirU, namun belum semua

fitur dan bagian diperkenalkan salah satunya fitur pilihan. Hal terakhir adalah mngenai

pengembangan eL-DirU seperti pada fitur chat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada LPPM UNSOED atas PenelitianUnggulan BLU Unsoed 2015 yang

membuat penelitian ini terlaksana dan mahasiswa Sastra Inggris 2014 atas partisipasinya dalam

penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Mia Fitria Ririn Kurnia Trisnawati, dan Agus Sapto Nugroho. 2015. Using E-Learning of Jenderal Soedirman University (eL-DirU®) to Teach Grammar: Students’ Perspective. Proceedings of The 2nd Internationa Language and Language Teaching Conference. Yogyakarta. P 435.

Benson, Phil. 2001. Teaching and Researching Autonomy in Language Learning. Pearson Education Limited. England. 19 pp.

Crystal David. 2002. Language and the Internet.Cambridge University Press. United Kingdom. 166-167 pp.

Denzin, Norma K, and Lincoln, Yvonna S. 2000. Handbook of Qualitative Research. Sage Publication Inc. London. 3 pp

(16)

Harmer, Jeremy.2007. The Practice of English Language Teaching. 4th ed. Pearson Education Limited. England. 84 dan 89 pp.

Lieb, Stephen. 1991. Characteristics of Adult Learners. http://honolulu.hawai.edu. Diakses Juni 16, 2007.

Trisnawati, Ririn Kurnia, Mia Fitria Agustina, dan Agus Sapto Nugroho. 2015. Utilizing Youtube.com via E-Learning Jenderal Soedirman University (eL- ®) to Enhance Students’ Grammar Competence. Proceedings of International Conference on Teaching English as a Foreign Language. Purwokerto. P 479.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menjadi perhatian ketika mendesain sistem proteksi busbar karena ketika terjadi arus gangguan eksternal bernilai besar dapat menyebabkan arus yang dihasilkan pada

Dalam hal ini hasil penelitian ditemukan kesesuaian dengan isi teori yang ada, bahwa status gizi ibu hamil dapat diketahui dengan cara mengukur LILa dan BB ibu

Satu dari anggota Group Mesh yang sudah dibuat bisa mengizinkan anggota baru Open Mesh untuk bergabung. A

Warna merah juga sering dihubungkan dengan energi, sehingga kita dapat memakai warna ini untuk mempromosikan minuman berenergi, permainan, mobil, hal-hal yang berhubungan

Berikut ini yang bukan faktor pendorong masuk dan berdirinya perusahaan asing di Indonesia adalah ..... tenaga kerja

Hasil kali elementer A  hasilkali n buah unsur A tanpa ada pengambilan unsur dari baris/kolom yang sama...

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa jelas ada perbedaan sanksi penjatuhan pelaku sumbang dalam hukum adat yang berlaku, hukuman yang

Proyek- sikan Juni sampai desem- ber, jumlahnya juga akan sama, dan ditambahkan dengan modal inti yang sudah terkumpul (903 mi- liar) maka pada Desember 2020 kita bisa penuhi