• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V - BAB V - Deteksi dan Koreksi Error

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB V - BAB V - Deteksi dan Koreksi Error"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA

BAB V

DETEKSI DAN KOREKSI

KESALAHAN

IF

Pengertian Kesalahan

Ket ika m elakukan pent ransm isian dat a seringkali kit a m enj um pai dat a yang t idak sesuai dengan yang kit a harapkan ( salah sasaran) . Hal ini disebabkan karena adanya gangguan dalam suat u saluran t ransm isi. I st ilah e r r or at au kesalahan m em ang m ungkin t erj adi pada suat u t ransm isi dat a. Kesalahan ( galat ) adalah hal yang t erj adi apabila suat u hal t idak bert indak sem est inya, ent ah salah sasaran, kehilangan sat u bit , at au j uga berubah dat anya.

Tent unya ket ika t erj adi kesalahan m aka kesalahan t ersebut harus t erdet eksi oleh sist em kom unikasi dat a unt uk kem udian dikoreksi supaya kem bali m enj adi dat a yang benar. Sist em kom unikasi seringkali m em buat kesalahan, m em ilik i dat a rat e yang berbeda, dan t erdapat delay ( t undaan) yang t erj adi ket ika suat u bit dikirim kan dengan saat bit dit erim a. Ket erbat asan ini m em pengaruhi sekali bagi efisiensi pem indahan dat a.

Data Link Control

Pengirim an dat a m elalui link kom unikasi dat a yang t erlaksana dengan penam bahan kont rol layer dalam t iap perangkat keras kom unikasi dinyat akan sebagai da t a lin k con t r ol at au da t a link pr ot ocol. Dat a link adalah m edium t ransm isi ant ara st asiun- st asiun ket ika suat u prosedur dat a link digunakan. Ket ika m enggunakan dat a link prot ocol ada beberapa hal yang harus diperhat ikan, yait u:

a. Fram e synchronizat ion

Dat a dikirim kan dalam blok- blok yang disebut fram e. Awal dan akhir t iap fram e harus dapat diident ifikasikan.

b. Mem akai variasi dari konfigurasi line c. Flow cont rol

St asiun pengirim harus t idak m engirim fram e- fram e pada kecepat an yang lebih cepat daripada kecepat an penerim aan dat a pada st asiun penerim a.

(2)

d. Error cont rol

Bit - bit error yang dihasilkan oleh sist em t ransm isi harus diperbaik i e. Kont rol dan dat a t erlet ak pada link yang sam a

Sinyal- sinyal kont rol t idak diharapkan m em punyai j alur kom unikasi yang t erpisah. Karena it u, receiver har us m am pu m em bedakan kont rol inform asi dari dat a yang sedang dit ransm isi.

f. Addressing ( pengalam at an)

Pada j alur kom unikasi yang m ult ipoint ( banyak j alur) , ident it as dari dua st asiun ( baik st asiun pengirim at au penerim a) harus m am pu m em bedakan kont rol inform asi dari dat a yang sedang t ransm isi.

g. Manaj em en link

Perm ulaan, pem eliharaan, dan penghent ian dari pert ukaran dat a m em erlukan koordinasi dan kerj asam a di ant ara st asiun pengirim dengan st asiun penerim a. Diperlukan prosedur unt uk m anaj em en pert ukaran dat a.

Konfigurasi-konfigurasi Line

Ada t iga karakt erist ik yang m em bedakan berbagai konfigurasi dat a link, yait u:

a. Topology

Menyat akan pengat uran fisik dari st asiun pada suat u link. Ada dua konfigurasi t opologi yait u:

1. Point t o point

Jika dalam suat u t ransm isi hanya ada sat u st asiun pengirim dan sat u st asiun penerim a.

Gam bar 5.1 Konfigurasi point t o point

(3)

2. Mult ipoint

Jika dalam suat u t ransm isi ada lebih dari dua st asiun. Dipakai dalam suat u kom put er dan suat u rangkaian t erm inal.

Gam bar 5.2 Konfigurasi m ult ipoint b. Duplexit y

Menyat akan arah dan t im ing dari aliran sinyal. Jenis- j enisnya adalah sebagai berikut :

1. Sim plex t ransm ission 2. Half duplex link 3. Full duplex link.

Unt uk t ransm isi yang m enggunakan sinyal digit al dapat m em akai full duplex dan half duplex. Unt uk yang m enggunakan sinyal analog penent uan duplexit y t ergant ung pada frekuensi bila st asiun pengirim ( t ransm isi) dan penerim aan pada frekuensi yang sam a.

c. Line Discipline

Beberapa t at a t ert ib yang diperlukan dalam penggunaan link t ransm isi. Pada m ode half duplex hanya sat u st asiun yang dapat m ent ransm isi pada sat u w akt u. Baik m ode hal at au full duplex, suat u st asiun hanya m ent ransm isi j ika m enget ahui bahw a receiver t elah siap unt uk m enerim a.

Flow Control

Flow cont rol adalah suat u t eknik unt uk m em ast ikan/ m eyakinkan bahwa suat u st asiun t ransm isi t idak m enum puk dat a pada suat u st asiun penerim a. Tanpa flow cont rol, buffer ( m em ori penyangga) dari receiver akan penuh sem ent ara m asih

(4)

banyak dat a lam a yang akan diproses. Ket ika dat a dit erim a, harus dilaksanakan sej um lah proses sebelum buffer dapat dikosongkan dan siap m enerim a banyak dat a.

Gam bar 5.3 Ant arm uka kom unikasi dat a

Gam bar 5.4 Model t ransm isi fram e

(5)

Ada beberapa bent uk dari flow cont rol ant ara lain: a. St op and wait flow cont rol

Cara kerj anya suat u sum ber m engir im kan fram e. Set elah dit erim a, penerim a m em beri isyarat unt uk m enerim a fram e lainnya dengan m engirim acknowledgem ent ke fram e yang baru dit erim a. Pengirim at au sum ber harus m enunggu sam pai m enerim a acknowledgem ent sebelum m engirim fram e berikut nya. Penerim a kem udian dapat m enghent ikan aliran dat a dengan t idak m em beri acknow ledgem ent . Fram e yang dikir im kan t idak akan m enj adi m asalah j ik a ukuran dat anya t idak t erlalu besar. Jika dat a yang dikirim besar, m aka secara ot om at is j um lah fram enya akan bert am bah sehingga m enyebabkan st op and w ait cont rol m enj adi t idak efisien.

Gam bar 5.5 Penggunaan st op and wait cont rol

b. Sliding w indow flow cont rol

Masalah ut am a yang dim iliki oleh st op and wait cont rol adalah bahwa hanya sat u fram e yang dapat dikirim k an pada saat yang sam a. Dalam keadaan ant rian bit yang akan dikir im kan lebih besar daripada panj ang fram e ( a> 1) m aka diperlukan suat u langkah efisiensi ( m em perbolehkan pengirim an lebih dari sat u fram e pada saat yang sam a) . Dalam langkah ini, dit am bahkan j uga label pada set iap fram e yang t elah m asuk sebagai penanda sudah sej auh m ana fram e t ersebut dit erim a. Sliding w indow flow cont rol ini m engizinkan

(6)

unt uk pengirim an lebih dari sat u fram e. Receiver j uga m em iliki sebuah buffer unt uk m enam pung ant rian fram e yang m asuk dengan syarat set iap fram e yang m asuk diberi nom or. Nom or t ersebut nant inya akan digunakan sebagai penanda yang akan diloncat i t iap ukuran field ( k) . fram e yang m asuk akan dinom ori dengan m odulo 2k.

Gam bar 5.6 Diagram sliding window

Gam bar 5.7 Cont oh sliding w indow

(7)

Deteksi Error

Pada subbab sebelum nya dibahas t ent ang penggunaan flow cont rol, sekarang akan dibahas bagaim ana cara m endet eksi kesalahan yang t erj adi pada flow cont rol t ersebut . Ada dua pendekat an yang bisa digunakan unt uk m endet eksi error, yait u:

a. Forward Error Cont rol

Karakt er yang dit ransm isikan at au disebut j uga fram e, berisi inform asi t am bahan sehingga apabila pener im a m engalam i kesalahan, penerim a t idak hanya bisa m endet eksi kesalahannya saj a t et api j uga bisa m enj elask an let ak kesalahan t ersebut .

b. Feedback ( backward) Error Cont rol

Set iap karakt er at au fram e m em iliki inform asi yang cukup unt uk m em perbolehkan penerim a m endet eksi bila m enem ukan kesalahan t et api t idak lokasi kesalahannya. Feedback error cont rol dibagi m enj adi 2 bagian, yait u:

1. Teknik yang digunakan unt uk det eksi kesalahan

2. Kont rol algorit m a yang t elah disediakan unt uk m engont rol t ransm isi ulang.

Metode Pendeteksian Error

Ada dua m et ode det eksi kesalahan yang sering digunakan, yait u: a. Echo

Met ode sederhana dengan sist em int erakt if. Operat or m em asukkan dat a m elalui sebuah t erm inal dan m engirim kan ke kom put er lain, set elah it u kom put er akan m enam pilkan dat a yang dikirim kem bali ke t erm inal sehingga operat or dapat m em eriksa apakah dat a yang dikir im kan benar at au t idak. b. Error ot om at is

Met ode dengan t am bahan bit parit i ( parit i ganj il at au parit i genap) . Ada beberapa m et ode yang bisa digunakan dalam pendet eksian error, ant ara lain: 1. Vert ical redundancy checking

2. Longit udinal redundancy checking 3. Cyclic redundancy checking

(8)

Vertical Redundancy Checking

Met ode ini lebih um um disebut dengan parit y checking karena m enggunakan sist em pengecekan parit as dan m erupakan sist em unt uk m encari kesalahan dat a yang paling sederhana. Dalam sat u byt e t erdapat sat u bit parit i. Bit ini nilainya t ergant ung kepada ganj il at au genapnya j um lah bit sat u dalam sat u byt e. Pengecekan parit y t erbagi m enj adi dua yait u:

a. Odd parit y ( parit i ganj il)

Jum lah bit sat u dalam sat u byt e dat a harus berj um lah ganj il. b. Even parit y ( parit i genap)

Jum lah bit sat u dalam sat u byt e dat a harus berj um lah genap.

Sebenarnya ham pir sem ua sist em kom put er m am pu m enj alankan m et ode ini, j adi j ika di dalam salur an t ransm isi t erj adi suat u gangguan m aka j um lah bit yang dit erim a akan m enj adi t idak sesuai. Tet api m et ode ini punya kelem ahan t erut am a j ika j um lah bit yang rusak j um lahnya genap, m aka kerusakan ini m enj adi t idak t erdefinisi ( t ergant ung dari j enis pengecekannya) . Karakt er yang m engandung kesalahan 2 at au 5 bit bila hanya dilihat dari sisi genap at au ganj ilnya j um lah bit sat unya saj a m aka kesalahannya t idak akan t erlihat .

Gam bar 5.8 Karakt er ‘M’ dengan parit i genap

Sebagai cont oh pada pengirim an t eks CAT m aka pendet eksian errornya sebagai berikut :

(9)

Tabel 5.1 Pengecekan error dengan VRC dan HRC

c. VRC m elakukan pem eriksaan dengan parit y ganj il, sedangkan HRC m elakukan pem eriksaan dengan parit y genap.

d. Pada t it ik pert em uan ant ara HRC dan VRC ada sat u bit yang disebut BCC. e. Set elah m elakukan pengecekan parit i m aka bagi HRC m enj adi 2 bagian (

m asing- m asing 4 bit ) set elah it u ubah 4 digit t ersebut m enj adi bilangan hexadesim al. Set elah it u susunlah dua digit t ersebut dari arah bawah ke at as. I t ulah yang akan m enj adi H RC V a lu e. HRC value harus m engandung sat u digit bilangan ganj il dan sat u digit bilangan genap ( urut an t idak diperm asalahkan) . Kalau t idak m em enuhi persyarat an t adi, m aka dat a dianggap error.

Longitudinal Redundancy Checking

Met ode ini sebenarnya digunakan unt uk m em perbaiki kelem ahan yang ada pada VRC. Pada m et ode LRC ini, dat a dikirim kan per blok ( fram e) berisi 8 byt e dan set iap fram e t erdapat sat u bit parit i. Fungsi dari bit parit i t ersebut adalah sebagai kont rol kesalahan sepert i pada parit y checking.

Walaupun m asih m em ilik i beberapa kelem ahan nam un sist em LRC lebih baik dari VRC sebab apabila t erj adi k esalahan yang t idak t erlihat oleh parit y bit m aka akan diket ahui oleh parit i byt e. Dalam pent ransm isian dat a, LRC m em but uhkan

(10)

banyak t am bahan bit pada set iap dat a yang dikir im , m isalkan unt uk m engirim k an 7 karakt er ( 49 bit ) m aka diperlukan bit t am bahan sebanyak 15 bit sehingga m et ode LRC ini t idak banyak dipakai walupun berm anfaat .

Cyclic Redundancy Checking

Sist em ini banyak dipakai dalam kom unikasi dat a karena prosesnya cu k up

sederhana dan t idak m em but uhkan banyak t am bahan bit sebagai bit parit i. Pada sist em CRC dat a dikirim kan per fram e dan set iap fram e t erdir i dari deret an bit panj ang. Pada akhir blok dit am bahkan beberapa cont rol bit unt uk m enj am in kebenaran dat a. Cont rol bit dibent uk oleh kom put er pengirim berdasarkan perhit ungan at as dat a yang dikirim . Set elah dat a sam pai pada kom put er penerim a akan dilakukan perhit ungan sepert i perhit ungan di sisi pengirim . Hasil perhit ungan yang didapat kan dibandingkan dengan cont rol bit , bila sam a berart i dat a dikirim t anpa m engalam i kesalahan.

Gam bar 5.9 Met ode CRC

Unt uk bisa m enghit ung dengan m et ode CRC ada baiknya m enget ahui t erlebih dahulu t ent ang operasi XOR. Adapun t abel eksklusif XOR adalah sebagai berikut :

Tabel 5.2 Tabel XOR

X OR 0 1

0 0 1

1 1 0

(11)

Beberapa ist ilah dalam CRC:

(12)

CRC1 :

Bila dij um pai kesalahan pada dat a yang t elah dit erim a, m aka perlu adanya error r ecovery at au pengkoreksian kesalahan agar j angan sam pai kesalahan ini m enyebabkan dam pak yang besar bagi pengirim an dat anya. Met ode yang digunakan ant ara lain:

a. Subt it usi sim bol

Bila ada dat a yang rusak m aka kom put er penerim a m enggant i bagian t ersebut dengan karakt er lain, sepert i karakt er SUB yang nerupa t anda t anya t erbalik. Jika pem akai m enj um pai karakt er ini ( pada program pengolah kat a) , m aka berart i dat a yang dit erim a m engalam i kerusakan, selanj ut nya perbaikkan dilakukan sendiri.

b. Mengirim dat a koreksi

Dat a yang dikirim kan harus dit am bah dengan kode t ert ent u dan dat a duplikat . Bila penerim a m enj um pai kesalahan pada dat a yang dit erim a m aka perbaikkan dilakukan dengan m enggant i bagian yang rusak dengan dat a duplikat . Cara ini j arang digunakan.

(13)

c. Kirim ulang

Cara ini m erupakan cara yang paling sederhana, yait u apabila kom put er penerim a m enem ukan kesalahan pada dat a yang dit erim a m aka selanj ut nya m em int a kom put er pengirim unt uk m engulang pengirim an dat a.

Forward Error Correction

Salah sat u cara unt uk m engkoreksi kesalahan adalah dengan m enggunakan m et ode forward error correct ion. Ada beberapa not asi yang harus t erlebih dahulu dipaham i, yait u:

a. m : Jum lah bit sam ple. b. n : Jum lah bit ham m ing. c. Bit sam ple : ½ * j um lah bit dat a. d. Bit ham m ing : 2n > m + n+ 1.

Adapun langkah perhit ungannya adalah sebagai berikut :

a. Cont oh karakt er yang akan dikoreksi adalah CAT. Ubah karakt er CAT m enj adi biner kode ASCI I dan t am bahkan parit i ganj il ( let akkan t erbalik dari bit parit i keseluruhan karakt er. Unt uk karakt er CAT j um lah bit nya adalah 24 bit .

(14)
(15)

g. Set elah bit ham m ing diket ahui, m aka t erbent uklah dat a kirim . Dat a kirim adalah bit sam ple digabungkan dengan bit ham m ing. Jadi dat a kirim dari cont oh kasus ini adalah sebagai berikut :

Tabel 5.6 Dat a kirim

1 7 1 6 1 5 1 4 1 3 1 2 1 1 1 0 9 8 7 6 5 4 3 2 1

0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0

h. Langkah t erakhir adalah t ent ukan lagi let ak bit ‘1’ pada deret di at as kecuali unt uk bit ham m ing t idak perlu dihit ung. Lalu ubah posisi t ersebut m enj adi 5 bit biner lalu kenakan operasi XOR. Unt uk perm ulaanya lakukan operasi XOR t erhadap bit ham m ing dengan posisi yang pert am a kali dij um pai. t idak perlu adanya koreksi t erhadap dat a yang dikirim at au dit erim a. Sedangkan apabila hasil akhir t idak sam a dengan 0 m aka t erj adi kesalahan dan perlu adanya koreksi kesalahan. Karena m enggunakan koreksi kesalahan dengan m et ode forward error correct ion m aka penerim a dat a bisa m em bet ulkan kesalahannya sendiri karena sudah m enget ahui let ak kesalahan kalau m enghit ung m anual sepert i ini m em ang t idak akan t erlihat let aknya, akan t et api peralat an kom unikasi dat a di sisi penerim a akan bisa m endet eksi dan m engkoreksi kesalahannya m elalui bit ham m ing) .

Gambar

Gambar 5.1 Konfigurasi point to point
Gambar 5.2 Konfigurasi multipoint
Gambar 5.3 Antarmuka komunikasi data
Gambar 5.5 Penggunaan stop and wait control
+7

Referensi

Dokumen terkait