• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Ppi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Indikator Ppi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

INDIKATOR PPI INDIKATOR PPI  A.

 A. Kegiatan PencKegiatan Pencatatan HAIsatatan HAIs Judul

Judul Kegiatan Kegiatan pencatatapencatatan n dan dan pelaporan pelaporan HAIs HAIs di di rumah rumah sakitsakit Dimensi

Dimensi Mutu Mutu Keamanan Keamanan pasien, pasien, petugas petugas dan dan pengunjungpengunjung Tujuan

Tujuan Tersedianya Tersedianya data data pencatatan pencatatan dan dan pelaporan pelaporan infeksi infeksi di di RSRS Definisi

Definisi Operasional Operasional

Kegiatan pengamatan faktor resiko

Kegiatan pengamatan faktor resiko HAI’sHAI’s, pengumpulandata, pengumpulandata (cek list) pada instalasi yang tersedia di RS, minimal 1 (cek list) pada instalasi yang tersedia di RS, minimal 1 parameter (ILO, ILI, VAP, ISK)

parameter (ILO, ILI, VAP, ISK) Frekuensi Frekuensi PengumpulanData PengumpulanData 1 (satu) hari 1 (satu) hari Periode

Periode Analisa Analisa 1 1 (satu) (satu) bulanbulan Numerator

Numerator Jumlah Jumlah ruang ruang yang yang melakukan melakukan pencatatan pencatatan dan dan pelaporanpelaporan Denominator

Denominator Jumlah Jumlah ruang ruang yang yang tersediatersedia Sumber

Sumber Data Data SurveySurvey Standar Standar 75 75 %% Penanggung jawab Penanggung jawab Pengumpulan data Pengumpulan data Tim PPI Tim PPI

(2)

Kegiatan pencatatan dan pelaporan HAI’s  / HAI (health care associated infections) di rumah sakit.

Bulan : Tahun : Standar : 75 % 1 2 3 4 5 6 No. Tanggal Jumlah ruang yang melakukan pencatatan dan pelaporan Jumlah ruang yang tersedia Hasil Memenuhi standar atau tidak 1 1 9 9 2 2 9 9 3 3 9 9 4 4 8 9 5 5 9 9 6 6 9 9 7 7 7 9 8 8 8 9 9 9 9 9 10 10 9 9 11 11 9 9 12 12 9 9 13 13 9 9 14 14 9 9 15 15 9 9 16 16 9 9 17 17 9 9 18 18 8 9 19 19 9 9 20 20 9 9 21 21 8 9 22 22 8 9 23 23 8 9 24 24 7 9 25 25 7 9 26 26 7 9 27 27 7 9 28 28 7 9 29 29 7 9 30 30 9 9 Total 250 270 92,59% B. KETERSEDIAAN HANDRUB Kolom 3 Kolom 4

(3)

Judul Tidak adanya kekosongan Handrub Dimensi mutu Keselamatan

Tujuan Untuk menunjang kegiatan pencegahan HAI’s Definisi

operasional

Handsrub adalah membersihkan tangan dengan menggunakan handsrub berbasis alkohol apabila tangan tidak terlihat kotor.

Frekuensi

pengumpulan data

Setiap hari

Periode analisis 3 (tiga) bulan

Numerator Jumlah Hand rub yang terisi di satu unit

Denominator Jumlah total handrub yang tersedia di unit yang sama Sumber data Hasil observasi

Standar 100 %

(4)

Tidak adanya kekosongan Handrub Bulan : Tahun : Standar : 100 % Ruangan : 1 2 3 4 5 6 No. Tanggal

Jumlah Hand rub yang terisi di satu unit Jumlah total handrub yang tersedia di unit yang sama Hasil Memenuhi standar atau tidak 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 Total Kolom 3 Kolom 4

(5)

C. KETERSEDIAAN APD

Judul Tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) Dimensi mutu Kelangsungan pelayanan, keamanan Tujuan Tersedianya APD di setiap instalasi RS Definisi

operasional

1. Alat terstandar yang berguna untuk melindungi tubuh, tenaga kesehatan, pasien atau pengunjung dari penularan penyakit di rumah sakit seperti masker, kaca mata, sarung tangan steril dan non steril, penutup kepala, sepatu boots dan baju/gaun.

2. APD dipakai berdasarkan potensi dan jenis paparan, daya tahan dan kesesuaian, serta kecocokan.

Numerator Jumlah instalasi/unit/ yang menyediakan APD Denominator Jumlah semua instalasi/unit di rumah sakit

Cara perhitungan Jumlah instalasi/unit yang menggunakan APD x100% Jumlah semua instalasi/unit di rumah sakit

Metodologi

Pengumpulan Data

Survey

Sumber data Instalasi dan Unit, Tim P2K3, Tim PPI Frekuensi

pengumpulan data

Harian

Periode analisis 1 bulan

Standar 100%

Penanggung jawab pengumpul data

(6)

Tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) Bulan : Tahun : Standar : 100 % 1 2 3 4 5 6 No. Tanggal Jumlah instalasi/unit/ yang menyediakan  APD Jumlah semua instalasi/unit di rumah sakit Hasil Memenuhi standar atau tidak 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 Total Kolom 3 Kolom 4

(7)

D. INFEKSI SALURAN KEMIH

Judul Angka kejadian ISK

Dimensi mutu Keselamatan, kenyamanan

Tujuan Tergambarnya pelaksanaan pemasangan DC dan perawatan DC yang bersih sesuai standar

Definisi operasional

Infeksi Saluran kemih (ISK)-IRS ialah infeksi saluran kemih yang pada saat pasien masuk rumah sakit belum ada atau tidak dalam masa inkubasi dan didapat sewaktu dirawat atau sesudah

dirawat.

Infeksi saluran kemih terkait kateterisasi (catheter associated urinary tract infection-CAUTI) adalah kejadian ISK IRS yang berhubungan dengan intervensi medis penggunaan kateter uretra.

Numerator Jumlah pasien yg mengalami ISK-IRS

Denominator jumlah lama hari pemakaian kateter urine menetap dalam satu bulan

Metodologi

Pengumpulan Data

Survey

Sumber data Rekam medis, Catatan perawatan, Catatan hasil pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi), Farmasi, Pasien / keluarga pasien.

Frekuensi

pengumpulan data

Harian

Periode analisis 1 bulan Standar 20,05 permil Penanggung jawab

pengumpul data

Tim PPI, karu ranap

 Angka kejadian ISK

Bulan : SEPTEMBER Standar : 20,05 permil

Tahun : Jumlah pasien yg mengalami ISK-IRS  jumlah lama hari pemakaian kateter urine menetap dalam satu bulan Hasil

Memenuhi standar atau tidak

0 215 0

Kolom 3 Kolom 4

(8)

E. INFEKSI DAERAH OPERASI

Judul  Angka kejadian IDO

Dimensi mutu Keselamatan, kenyamanan

Tujuan Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan pascaoperasi yang bersih sesuai standar

Definisi operasional

Infeksi yang terjadi pada luka operasi bersih atau operasi bersih tercemar dengan ataupun tanpa hasil kultur, dalam kurun waktu sampai dengan 30 hari pasca operasi tanpa implant ataupun dalam kurun waktu sampai dengan 1 tahun pada pasca operasi dengan implant.

Frekuensi

Pengumpulan Data tiap bulan Periode Analisa tiap bulan

Numerator Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalamsatu bulan

Denominator Jumlah seluruh pasien yang dioperasi dalam satu bulan Metodologi

Pengumpulan Data

Survey

Sumber data Rekam medis, Catatan perawatan, Catatan hasil pemeriksaanpenunjang (laboratorium dan radiologi), Farmasi, Pasien / keluarga pasien.

Frekuensi

pengumpulan data Harian Periode analisis 1 bulan

Standar ≤1,55 %

Penanggung jawab

pengumpul data Tim PPI, karu ranap

Angka kejadian IDO Bulan :

Tahun :

Standar : ≤1,55 %

Jumlah pasien yang mengalami infeksi pasca operasi dalam satu

bulan

Jumlah seluruh pasien yang dioperasi dalam satu bulan Hasil Memenuhi standar atau tidak Kolom 3 Kolom 4

(9)

F. VAP

 Area Klinis

Kategori Indikator Tindakan pengendalian infeksi RS Perspektif Proses Bisnis Internal

Sasaran Strategis Terwujudnya penyelenggaraan sistem pelayanan keperawatan berbasis mutu dan keselamatan pasien dalam pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit.

Dimensi Mutu Efektivitas dan keselamatan pasien

Tujuan Menurunkan kejadian infeksi Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Definisi Operasional Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) adalah infeksi saluran napas

bawah yang mengenai parenkim paru setelah pemakaian ventilasi

mekanik > 48 jam, dan sebelumnya tidak ditemukan tanda-tanda infeksi saluran napas

Kriteria :

Ditemukan minimal dari tanda dan gejala klinis :

- Demam (≥38oC) tanpa ditemui penyebab lainnya.

- Leukopenia (< 4.000 WBC/mm3) atau leukositosis (≥12.000 SDP/mm3). - Untuk penderita berumur ≥ 70 tahun, adanya perubahan status mental

yang tidak ditemui penyebab lainnya. Minimal disertai 2 dari tanda berikut :

- Timbulnya onset baru sputum purulent atau perubahan sifat sputum. - Munculnya tanda atau terjadinya batuk yang memburuk atau dyspnea

(sesak napas) atau tachypnea.

- Ronki basah atau suara napas bronchial.

- Memburuknya pertukaran gas, misalnya desaturasi O2 (PaO2 / FiO2

240), peningkatan kebutuhan oksigen, atau perlunya peningkatan ventilator.

Dasar diagnosis :

 Adanya bukti secara radiologis adalah jika ditemukan > 2 foto serial infiltrate baru atau progresif yang menetap ; Konsolidasi ; Kavitasi ; Pneumatoceles pada bayi berumur < 1 tahun.

Frekuensi

Pengumpulan Data

Bulanan

Numerator Jumlah kasus infeksi Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Denominator Jumlah lama hari pemakaian ETT atau terpasang Ventilator Inklusi Pasien yang menggunakan Ventilator > 48 jam

Eksklusi Pasien dengan riwayat Pneumonia Sebelumnya

Formula (Jumlah kasus infeksi VAP dibagi Jumlah hari pemakaian ETT atau terpasang Ventilator) x 1000

Bobot Lihat pada Daftar dan Bobot Indikator Sumber Data Rekam Medik

Standar ≤ 5,8 ‰

PIC Ka. Instalasi Pelayanan / Ketua Komite / Tim PPI Referensi 1. CDC NHSN, Maret 2011

2. Buku Pedoman PPI tahun 2011

3. Buku Pedoman Surveillance infeksi RS Kemkes 2011

(10)

Jumlah pasien yang mengalami infeksi VAP

Jumlah lama hari pemakaian Ventilator Mekanik Hasil Memenuhi standar atau tidak 0 6 0

G. INFEKSI ALIRAN DARAH PREMIER

Judul Indikator Angka kejadian infeksi aliran darah primer (IADP)

Definisi Operasional Kasus infeksi aliran darah primer yang terjadi akibat penggunaan kateter vena sentral yang dibuktikan dari hasil kultur darah dengan tanda klinis yang jelas serta tidak terjadi infeksi di tempat lain dana tau dokter yang merawat menyatakan infeksi.

Bagian Unit Komite PPI

Person in Charge Ketua Komite PPI Kebijakan Mutu Cepat dan tepat Rationality / Alasan untuk

ukuran (indikator) pemilihan

Untuk mencegah terjadinya infeksi aliran darah primer (IADP) dalam memberikan pelayanan / tindakan medis dan keperawatan pada pasien.

Numerator Jumlah pasien yang mengalami infeksi aliran darah primer akibat pemasangan kateter vena sentral berdasarkan hasil kultur darah positif.

Denumerator Jumlah total hari pemasangan kateter vena sentral dalam 1 bulan. Metodologi untuk

pengumpulan data

Concurrent / sedang berlangsung Tipe dari pengukuran

(indikator)

Proses dan hasil Sumber data (Audit Tool

Name / File Name)

Form ceklis monitoring infeksi

Waktu pelaporan Tanggal 5 awal bulan selanjutnya setelah ditandatangani ketua komite PPI

Frekuensi pengumpulan dara

Harian dan bulanan

Target kinerja ≤ 1,5 ‰

Sample size (n) : Pasien yang terpasang kateter vena sentral  Area monitoring Pasien rawat inap

Rencana komunikasi Sosialisasi dalam pertemuan bulanan tempat penyimpanan

Kolom 3 Kolom 4

(11)

pelaporan hasil data ke staff

dokumen, feedback

Referensi 1. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. DirJen Bina Pelayanan Medik DepKes RI 2008.

2. Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, Dep Kes RI 2007 bekerjasama dengan JHPIEGO Corporation dan PERDALIN. 3. Surgical Assistant Interactive Infection Control workshop,

Nerelle Dean, April 2008.

4. Save live clean your hand, WHO Agustus 2010.

Jumlah pasien yang mengalami Infeksi Aliran

Darah Premier

Jumlah lama hari pemakaian Kateter Vena Sentral Hasil Memenuhi standar atau tidak 0 0 H. Phlebitis

Judul Indikator Phlebitis

Definisi Inflamasi atau infeksi pembuluh darah vena. Phlebitis ditandai dengan adanya nyeri, kemerahan, bengkak, indurasi, dan teraba mengeras di bagian vena yang terpasang kateter intravena.

Tujuan Peningkatan Mutu

1. Memperoleh data dasar epidemik angka kejadian  phlebitis

2. Menurunkan angka kejadian phlebitis di RS PGI Cikini 3. Memenuhi standar mutu pelayanan medis dan

keperawatan Dimensi Mutu Keselamatan Pasien

Kriteria Inklusi Pasien dengan infus perifer Kriteria Eksklusi

- Numerator Jumlah kejadian phlebitis pada semua pasien yang terpasang infus dalam satu bulan

Denumerator Jumlah seluruh pasien yang terpasang infus dalam satu  bulan

Sumber Data Surveilens harian ke rawat inap Kolom 3 Kolom 4

(12)

Penanggung Jawab

(Nama & Jabatan) Tim PPI Alasan Pemilihan

Indikator

Memperoleh data dasar epidemik angka kejadian phlebitis Menurunkan angka kejadian phlebitis di RS PGI Cikini Tipe Indikator (Analisis Dengan  Pendekatan Sistem)  Struktur  Proses  Outcome

 Proses dan Outcome

Jangka Waktu Laporan Triwulan

Frekuensi Penilaian Data  Harian  Mingguan  Bulanan  Lainnya ... Metodologi Pengumpulan Data  Retrospective  Sensus Harian

Target Sampel & Jumlah Sampel

Semua pasien yang di rawat di RS PGI Cikini dan terpasang infus

Area Monitoring IRNA

 Nilai Ambang/Standar < 1,5 ‰

Jelaskan Pengumpulan Data Dan Analisisnya

Data dikumpulkan setiap hari di ruang rawat inap oleh setiap unit masing-masing. Data akan diserahkan kepada Tim PPI dan akan diolah dan dianalisis. Hasil analisis akan didiseminasikan ke setiap ruang perawatan inap setiap tiga  bulan sekali.

Jelaskan Bagaimana Data Akan Di

Diseminasi Ke Staf

Dibuat dalam bentuk grafik dan mading ditempel di PPI dan Ruang Rawat Inap

 Nama Alat Audit Atau  Nama File :

Lampirkan Formulir Alat Audit

(13)

I. KEPATUHAN HH

Judul Indikator Kepatuhan kebersihan tangan petugas rawat inap

Definisi Operasional Jumlah petugas RS dari seluruh sampel yang melakukan cuci tangan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien sesuai standar WHO tahun 2007 di ruang perawatan sejumlah ≥ 80%.

Bagian Unit Komite PPI

Person in Charge Ketua Komite PPI Kebijakan Mutu Cepat dan tepat Rationality / Alasan untuk

ukuran (indikator) pemilihan

Untuk mencegah terjadinya infeksi dalam memberikan pelayanan / tindakan medis dan keperawatan pada pasien di rumah sakit. Formulasi untu kalkulasi

Numerator Denumerator

Jumlah petugas yang cuci tangan selama waktu pemantauan Jumlah seluruh petugas selama waktu pemantauan

Metodologi untuk pengumpulan data

Concurrent / sedang berlangsung Tipe dari pengukuran

(indikator)

Proses dan hasil Sumber data (Audit Tool

Name / File Name)

Form monitoring kebersihan tangan

Waktu pelaporan Tanggal 5 bulan selanjutnya setelah ditandatangani ketua Komite PPI Frekuensi pengumpulan dara Harian Bulanan Target kinerja ≥ 80%

Sample size (n) : Semua petugas di rawat inap  Area monitoring Rawat inap

Rencana komunikasi pelaporan hasil data ke staff

Sosialisasi dalam pertemuan bulanan tempat penyimpanan dokumen, feedback

Referensi 1. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. DirJen Bina Pelayanan Medik DepKes RI 2008.

2. Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, Dep Kes RI 2007 bekerjasama dengan JHPIEGO Corporation dan PERDALIN. 3. Surgical Assistant Interactive Infection Control workshop,

Nerelle Dean, April 2008.

(14)

Register pelaporan kerusakan dan

res pond time

Bulan : Tahun : Standar : <15 menit Ruangan: 1 2 3 4 5 6

No. Tanggal Jenis Kerusakan Jam

pelaporan kerusakan Jam teknisi datang Total Waktu respond time 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11

(15)

12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayah yang berpotensi tinggi dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Demak berdasarkan hasil LQ (Location Quetient) yaitu lebih dari

Yule (1996:48) states that one general categories system list five types of general function performed by speech acts: declaration, representatives, expressive, directives,

Selain itu banyaknya gulma dipematang sawah dapat menjadi tempat berlindung tikus untuk bersembunyi (Suryana dkk 1997). Perkembangan tikus dipengaruhi oleh

Hampir semua kabupaten pada provinsi yang terserang, mengalami peningkatan serangan pada periode OkMar karena berkaitan dengan ketersediaan makanan bagi belalang, sedangkan

blender. Sampel disaring dengan kertas saring kemudian filtrat ditampung. Sam pel yang telah dimaserasi disaring dengan kertas saring. Filtrat basil ekstraksi pertama

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari survei perkotaan rumah tangga ini berfokus pada angka umum, karakteristik pendatang baru (mereka yang pindah ke kota

Batas minimal adalah batas di mana manusia tidak boleh menetapkan hukum yang berada di bawah ketentuan minimal yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an, namun ia boleh menetapkan