• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

1

No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2016 INFLASI 1,22 PERSEN

 Pada Januari 2016 terjadi inflasi sebesar 1,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)

sebesar 128,24. Dari 82 kota IHK,sebanyak 75 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,82 persen dengan IHK 125,64 dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar -0,58 persen dengan IHK 119,52.

 Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks kelompok

bahan makanan sebesar 3,57 persen; kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 3,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,26 persen; kelompok sandang sebesar 0,44 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -2,90 persen.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah tomat sayur, semen, bawang

merah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, apel, air kemasan, tarif listrik, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso dan pisang.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah angkutan udara,

bayam, bensin, selar/tude, bahan bakar rumahtangga, cabai rawit, layang/benggol, jeruk, jeruk nipis/limau, katamba.

 Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, sebanyak 7 kota mengalami inflasi dan 4 kota lainnya mengalami

deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,49 persen dan terendah di Kota Gorontalo sebesar -0,58 persen.

 Tingkat inflasi tahun kalender Januarir 2016 sebesar 1,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

2

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Baubau pada Januari 2016 terjadi inflasi sebesar 1,22 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,70 pada Desember 2015 menjadi 128,24 pada Januari 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2016 sebesar 1,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 4,87 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang cukup signifikan pada beberapa subkelompok pengeluaran yang disertai oleh sedikit penurunan indeks kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,57 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 3,40 persen; kelompok Listrik, Air, Gas dan Bahan Bakar sebesar 1,26 persen; kelompok Sandang sebesar 0,44 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,69 persen; kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -2,90 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2016 antara lain: tomat sayur, semen, bawang merah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, apel, air mineral.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: angkutan udara, bayam, besin, selar/tude, bahan bakar rumahtangga, cabai rawit, layang/benggol, jeruk, jeruk nipis/limau, katamba.

Andil/sumbangan inflasi dari masing-masing kelompok pengeluaran pada Januari 2016, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,8891 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,3742 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,3908 persen; kelompok sandang sebesar 0,0278 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0226 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0052 persen dan kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,4935 persen.

(3)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

3

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Baubau Januari 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Januari 2016 Inflasi Januari 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 20162) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U m u m 126,70 128,24 1,22 1,22 4,87 1 Bahan Makanan 139,10 144,06 3,57 3,57 3,92

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 130,16 134,58 3,40 3,40 11,32

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 114,05 115,49 1,26 1,26 2,92

4 Sandang 118,90 119,42 0,44 0,44 4,11

5 Kesehatan 112,23 113,00 0,69 0,69 2,33

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 116,00 116,09 0,08 0,08 2,04

7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 147,00 142,73 -2,90 -2,90 8,06

1)

Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya

2)

Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Desember 2015

3)

Persentase perubahan IHK Januari 2016 terhadap IHK Januari 2015

Gambar 1

IHK Kota Baubau (2012=100)

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

4

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Januari 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 1,2162

1. Bahan Makanan 0,8891

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,3742

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,3908

4. Sandang 0,0278

5. Kesehatan 0,0226

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0052

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

-0,4935

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Januari 2016 (persen)

(5)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

5

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Januari 2016 mengalami inflasi 3,57 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 139,10 pada Desember 2015 menjadi 144,06 pada Januari 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini 9 subkelompok diantaranya mengalami inflasi; 1 subkelompok mengalami deflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 5,68 persen; subkelompok ikan segar sebesar 1,24 persen; subkelompok ikan diawetkan sebesar 8,15 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 7,52 persen; subkelompok sayur-sayuran sebesar 6,64 persen; subkelompok kacang kacangan 0,26 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 11,96; subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 8,38 persen dan subkelompok bahan makan lainnya sebesar 0,72 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok lemak dan minyak sebesar -0,01 persen. Untuk subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,8891 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: tomat sayur sebesar 0,2856 persen; bawang merah sebesar 0,2252 persen; telur ayam ras sebesar 0,1317 persen; apel sebesar 0,1168 persen; kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso sebesar 0,0870. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi antara lain: bayam sebesar -0,1014 persen; selar/tude sebesar -0,0700 persen; cabai rawit sebesar -0,0362; layang/benggol sebesar -0,0253 persen; jeruk sebesar -0,0216 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Januari 2016 mengalami inflasi 3,40 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 130,16 pada Desember 2015 menjadi 134,54 pada Januari 2016.

Dalam kelompok ini, semua subkelompok mengalamai inflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok makanan jadi mengalami inflasi sebesar 3,48 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 4,46 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 2,45 persen.

Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3742 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yakni inasi dengan lauk sebesar 0,1440 persen; air kemasan 0,1054 persen; rokok putih sebesar 0,0435 persen; mie sebesar 0,0343 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0317 persen; gado-gado sebesar 0,0073 persen; rokok kretek sebesar 0,0040 persen; makanan ringan/snack sebesar 0,0023 persen; sirop sebesar 0,0009 persen; gula pasir sebesar 0,0008 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 1,26 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 114,05 pada Desember 2016 menjadi 115,49 pada Januari 2016.

Empat subkelompok dalam kelompok ini, 3 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 1,68 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,80 persen; subkelompok penyelenggaran rumahtangga sebesar 0,22 persen. Sedangkan subkelompok perlengkapan rumahtangga tidak mengalami perubahan yang berarti.

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

6

Pada Januari 2016 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3908 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi antara lain: semen sebesar 0,2690 persen; tarif listrik sebesar 0,0914 persen; besi beton 0,0674; sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0020 persen; sabun cair/cuci piring sebesar 0,0010 persen; bahan bakar rumah tangga sebesar -0,0400 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen. Terjadi peningkatan angka IHK dari 118,90 pada bulan desember menjadi 119,42 pada bulan Januari 2016.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok, 2 subkelompok mengalami inflasi dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan yang signifikan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok sandang wanita sebesar 0,53 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar sebesar 1,43 persen.. Sedangkan subkelompok sandang laki-laki dan sandang anak-anak tidak mengalami perubahan yang cukup berarti.

Pada Januari 2016 kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0278 persen. Komoditas kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: emas perhiasan sebesar 0,0136 persen; daster sebesar 0,0065 persen; jam tangan sebesar 0,0042 persen; ongkos jahit sebesar 0,0012 persen; gaun/terusan sebesar 0,0012 persen; sepatu sebesar 0,0008 persen; sandal karet sebesar 0,0003 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok ini pada Januari 2016 mmengalami inflasi sebesar 0,69 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 112,23 pada Desember 2015 menjadi 113,00 pada Januari 2016.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok ini,dua subkelompok mengalami inflasi sedangkan dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang cukup berarti jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok jasa kesehatan sebesar 2,19 persen dan subkelompok obat-obatan sebesar 1,59 persen. Sedangkan untuk subkelompok Jasa perawatan jasmani dan perawatan jasmani dan kosmetika tidak mengalami perubahan yang cukup berarti.

Pada Januari 2016 kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0226 persen. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan terhadap inflasi yakni; dokter umum sebesar 0,0122 persen; kacamata plus dan minus sebesar 0,0104 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 116,00 pada bulan Desember 2015 dan menjadi 116,09 pada bulan Januari 2016.

Dari lima subkelompok dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi dan tiga subkelompok lainnya tdak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,24 persen dan subkelompok olahraga sebesar 2,60 persen. Sedangkan subkelompok pendidikan, kursus-kursus/pelatihan dan rekreasi tidak mengalami perubahan yang berarti artinya terjadi perubahan yang sangat kecil dan kurang signifikan dalam mempengaruhi besarnya inflasi.

Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0052 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan terhadap inflasi yakni pulpen/ballpoint sebesar 0,0024 persen; bola sebesar 0,0017 persen; raket 0,0010 persen; printer sebesar 0,0001 persen.

(7)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

7

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada Januari 2016 mengalami deflasi sebesar -2,90 persen atau terjadi penurunan angka indeks dari 147,00 pada Desember 2015 menjadi 142,73 pada Januari 2016.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok ini, satu subkelompok mengalami inflasi, satu subkelompok mengalami deflasi dan dua subkelompok tidak mengalami perubahan yang signifikan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok Jasa keuangan sebesar 1,51 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi yakni subkelompok transpor sebesar -3,64 persen.Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman dan subkelompok sarana dan penunjang transpor tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini pada Januari 2016 memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar -0,4935 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi inflasi antara lain mobil sebesar 0,0038 persen; biaya administrasi kartu atm sebesar 0,0011 persen, sepeda motor sebesar 0,0003 persen. Sedangkan komoditas yang dominan menyumbang deflasi yakni solar sebesar -0,0014 persen; bensin sebesar –0,0955 persen; angkutan udara sebessar -0,4018.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari) 2016 sebesar 1,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) sebesar 4,87 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, Januari 2016

Inflasi 2016

(1) (4)

1. Januari 1,22

2. (Januari) tahun kalender 1,22

3. Januari terhadap Januari (year on year)

(8)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

8

PERBANDINGAN ANTARKOTA

Pada Januari 2016 di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122,62. Pada Januari 2016 dari 82 kota IHK di Indonesia, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,82 persen dengan IHK sebesar 125,64 dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar -0,58 persen dengan IHK 119,52.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Di wilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota IHK, pada bulan Januari inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,82 persen dengan IHK 125,64. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar -0,02 persen dengan IHK sebesar 127,91. (lihat Tabel 4)

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2016 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. SIBOLGA 125,64 1,82 2. PANGKAL PINANG 124,92 0,93 3. TANJUNG PINANG 123,41 0,93 4. MEDAN 125,83 0,91 5. BUNGO 121,54 0,78 6. PADANGSIDIMPUAN 121,09 0,72 7. BENGKULU 129,46 0,67 8. DUMAI 123,55 0,65 9. METRO 131,12 0,64 10. BANDA ACEH 117,01 0,61 11. LUBUKLINGGAU 121,10 0,49 12. BATAM 123,14 0,49 13. TEMBILAHAN 127,21 0,47 14. MEULABOH 121,82 0,46 15. PEMATANG SIANTAR 126,63 0,44 16. JAMBI 122,20 0,42 17. PALEMBANG 120,91 0,32 18. BUKITTINGGI 121,88 0,30 19. LHOKSEUMAWE 118,65 0,29 20. BANDAR LAMPUNG 124,22 0,26 21. PEKANBARU 123,11 0,25 22. PADANG 127,12 0,02 23. TANJUNG PANDAN 127,91 -0,02 NASIONAL 122,62 0,51

(9)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

9

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada Januari 2016 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa yang berjumlah 26 kota, inflasi tertinggi terjadi di Tasikmalaya sebesar 0,93 persen dengan IHK 122,23 dan terendah terjadi di DKI Jakarta dengan inflasi sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 123,65. (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2016 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. TASIKMALAYA 122,23 0,93 2. SERANG 129,98 0,90 3. TANGERANG 131,32 0,89 4. BOGOR 122,76 0,88 5. CILACAP 125,32 0,76 6. CILEGON 126,64 0,76 7. SURABAYA 122,74 0,73 8. DEPOK 122,03 0,68 9. SUKABUMI 122,78 0,67 10. BANYUWANGI 121,01 0,67 11. SUMENEP 121,15 0,65 12. TEGAL 120,00 0,62 13. MALANG 123,84 0,58 14. PURWOKERTO 121,00 0,57 15. BANDUNG 122,36 0,53 16. YOGYAKARTA 121,09 0,53 17. SURAKARTA 120,45 0,52 18. CIREBON 119,53 0,50 19. MADIUN 120,63 0,49 20. KEDIRI 121,56 0,47 21. KUDUS 128,80 0,44 22. JEMBER 120,76 0,43 23. PROBOLINGGO 121,74 0,42 24. SEMARANG 122,25 0,39 25. BEKASI 120,54 0,37 26. DKI JAKARTA 123,65 0,24 NASIONAL 122,62 0,51

(10)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

10

Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Pada Januari 2016 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang berjumlah 22, inflasi tertinggi terjadi di Bima sebesar 1,27 persen dengan IHK 126,84 dan terendah terjadi di Balikpapan sebesar- 0,21 persen dengan IHK sebesar 126,09 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2016

Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Januari 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. BIMA 126,84 1,29 2. MERAUKE 132,51 1,12 3. MATARAM 122,64 1,11 4. SORONG 124,57 1,11 5. SINGARAJA 130,53 1,03 6. TARAKAN 132,04 0,82 7. KUPANG 127,14 0,78 8. JAYAPURA 124,49 0,76 9. SAMPIT 124,81 0,70 10. TERNATE 128,50 0,52 11. SAMARINDA 125,92 0,50 12. DENPASAR 120,16 0,49 13. BANJARMASIN 122,40 0,49 14. MAUMERE 118,09 0,42 15. PONTIANAK 130,23 0,36 16. MANOKWARI 116,07 0,32 17. TUAL 136,49 0,29 18. AMBON 122,19 0,28 19. PALANGKARAYA 121,24 0,17 20. SINGKAWANG 122,54 0,13 21. TANJUNG 124,51 -0,19 22. BALIKPAPAN 126,09 -0,21 Nasional 122,62 0,51

(11)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

11

Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi

Pada Januari 2016 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11, inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 1,49 persen dengan IHK sebesar 119,82. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Gorontalo sebesar -0,58 persen dengan IHK 119,52. (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Perbandingan Indeks dan Inflasi Januari 2016 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional

(2012=100) K O T A Januari 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. KENDARI 119,82 1,49 2. MAKASSAR 124,21 1,36 3. BAU-BAU 128,24 1,22 4. PARE-PARE 120,90 1,11 5. PALOPO 121,22 0,61 6. WATAMPONE 119,08 0,50 7. BULUKUMBA 128,93 0,46 8. MAMUJU 122,71 -0,06 9. MANADO 124,98 -0,18 10. PALU 124,71 -0,41 11. GORONTALO 119,52 -0,58 NASIONAL 122,62 0,51

(12)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

12

Tabel 8

IHK Kota Baubau Bulan Januari 2016 (2012=100)

No, Kelompok/Sub kelompok

IHK Januari 2016 % perub thd Desember 2015 Tahun Kalender Y o Y IHK Januari 2015 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] U M U M / T O T A L 128,24 1,22 1,22 4,87 122,28 I BAHAN MAKANAN 144,06 3,57 3,57 3,92 138,62

1 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 124,98 0,00 0,00 6,48 117,37

2 Daging dan Hasil-hasilnya 107,44 5,68 5,68 11,56 96,31

3 Ikan Segar 148,95 1,24 1,24 -1,68 151,50

4 Ikan Diawetkan 119,00 8,15 8,15 22,38 97,24

5 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 138,41 7,52 7,52 13,01 122,48

6 Sayur-sayuran 164,37 6,64 6,64 -1,79 167,37

7 Kacang–kacangan 133,81 0,26 0,26 0,16 133,59

8 Buah–buahan 141,37 11,96 11,96 17,92 119,89

9 Bumbu–bumbuan 190,83 8,38 8,38 14,69 166,39

10 Lemak dan Minyak 112,37 -0,01 -0,01 0,09 112,27

11 Bahan Makanan Lainnya 140,86 0,72 0,72 9,98 128,08

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 134,58 3,40 3,40 11,32 120,90

1 Makanan Jadi 145,24 3,48 3,48 12,66 128,92

2 Minuman yang Tidak Beralkohol 123,09 4,46 4,46 13,15 108,78

3 Tembakau dan Minuman Beralkohol 127,77 2,45 2,45 7,80 118,52

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 115,49 1,26 1,26 2,92 112,21

1 Biaya TempatTinggal 109,55 1,68 1,68 1,80 107,61

2 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 132,32 0,80 0,80 4,87 126,17

3 Perlengkapan Rumahtangga 119,98 0,00 0,00 6,78 112,36 4 Penyelenggaraan Rumahtangga 131,86 0,22 0,22 2,38 128,79 IV SANDANG 119,42 0,44 0,44 4,11 114,71 1 Sandang Laki-laki 117,40 0,00 0,00 3,37 113,57 2 Sandang Wanita 122,96 0,53 0,53 1,81 120,77 3 Sandang Anak-anak 133,44 0,00 0,00 4,40 127,82

4 Barang Pribadi dan Sandang Lain 104,00 1,43 1,43 7,73 96,54

V KESEHATAN 113,00 0,69 0,69 2,33 110,43

1 Jasa Kesehatan 111,71 2,19 2,19 6,11 105,28

2 Obat-obatan 121,10 1,59 1,59 1,73 119,04

3 Jasa Perawatan Jasmani 134,48 0,00 0,00 0,00 134,48

4 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 107,61 0,00 0,00 1,82 105,69

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 116,09 0,08 0,08 2,04 113,77

1 Pendidikan 103,96 0,00 0,00 2,77 101,16

2 Kursus-kursus / Pelatihan 147,65 0,00 0,00 1,23 145,85

3 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 106,25 0,24 0,24 1,80 104,37

4 Rekreasi 146,12 0,00 0,00 0,89 144,83

5 Olahraga 118,97 2,60 2,60 7,32 110,86

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 142,73 -2,90 -2,90 8,06 132,08

1 Transpor 159,83 -3,64 -3,64 10,63 144,47

2 Komunikasi Dan Pengiriman 98,00 0,00 0,00 -1,34 99,33

3 Sarana dan PenunjangTranspor 119,16 0,00 0,00 1,61 117,27

(13)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/02/Th.IV, 1 Februari 2016

13

Untuk informasi :

BPS Kota Baubau

Jl. Murhum No. 52 Kota Baubau 93700

Telp: (0402) 2821277

Referensi

Dokumen terkait

Dan untuk parkir FMIPA terutama untuk mahasiswa bisa diperluas lagi serta diberi tenda diatasnya agar teduh, karena parkiran FMIPA masih sering penuh hingga tidak bisa masuk dan

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

KETIGA Dalam melaksanakan tugasnya Forum Penerbit Provinsi Lampung dibantu oleh Sekretariat Forum Penerbit Provinsi Lampung yang berkedudukan di Badan Perpustakaan, Arsip

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media online Detik.com dan Vivanews.com menyampaikan peristiwa di Kebun

Dalam penyusunan laporan keuangan, dasar akrual harus dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil, namun di sisi

pembakaran pun dipraktekkan. Inilah dosa terakhir dari sebuah model pengelolaan yang salah kaprah; dan pembakaran lahan juga merupakan salah satu yang digunakan oleh

Biasanya keadaan atmosfer yang dipengaruhi oleh radiasi matahari (sumber utama energi pada sistem iklim) adalah (1) radiasi mthr yang diterima di bumi, (2) suhu udara, (3)

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi