• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKHLAK ASWAJA (Ahlussunnah wal Jama ah)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKHLAK ASWAJA (Ahlussunnah wal Jama ah)"

Copied!
184
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.A.
    • Dr. H. Afifuddin Harisah, Lc., M.Ag.
  • Pengajar:
    • H. Mubarak Bakry, M.Th.I.
  • Sekolah: UIM Algazali University
  • Mata Pelajaran: Akhlak
  • Topik: Akhlaq Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama'ah)
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2018
  • Kota: Makassar

I. Pengertian Akhlak dalam Islam

Akhlak merupakan salah satu dari tiga kerangka dasar ajaran Islam yang memiliki kedudukan penting, di samping Akidah dan Syariah. Akhlak dapat dianggap sebagai hasil dari penerapan akidah dan syariah, menciptakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dalam konteks pendidikan, pemahaman akhlak menjadi landasan untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas. Nabi Muhammad saw. menekankan pentingnya akhlak dalam ajarannya, yang menunjukkan bahwa akhlak yang baik adalah manifestasi dari iman yang kuat. Oleh karena itu, pengajaran akhlak dalam pendidikan tinggi sangat relevan untuk mencapai tujuan pendidikan karakter.

II. Hubungan Akidah, Syariah dan Akhlak

Akidah, syariah, dan akhlak saling terkait dan membentuk satu kesatuan dalam ajaran Islam. Akidah sebagai dasar keyakinan membentuk syariah sebagai aturan hukum, sedangkan akhlak merupakan manifestasi dari keduanya. Dalam pendidikan, mengajarkan hubungan ini membantu mahasiswa memahami pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam tindakan sehari-hari. Penekanan pada akhlak dalam pendidikan juga mendorong mahasiswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial mereka.

III. Sumber dan Ruang Lingkup Akhlak Islam

Sumber utama akhlak dalam Islam adalah al-Qur'an dan Sunnah, yang menjadi acuan bagi penilaian baik dan buruk. Ruang lingkup akhlak terbagi menjadi akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak terhadap lingkungan. Dalam konteks pendidikan, pengajaran akhlak harus mencakup semua aspek ini untuk membentuk individu yang tidak hanya berilmu tetapi juga beretika. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan akhlak dalam berbagai interaksi sosial dan lingkungan mereka.

IV. Kemuliaan Akhlak dan Nilai Baik-Buruk

Kemuliaan akhlak dalam Islam menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berbuat baik, yang dapat dicapai melalui usaha dan pilihan. Dalam pendidikan, penekanan pada kemuliaan akhlak mendorong mahasiswa untuk berkompetisi dalam kebaikan dan meningkatkan kualitas moral mereka. Konsep baik dan buruk dalam Islam memberikan pedoman jelas bagi mahasiswa untuk menilai tindakan mereka dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan.

V. Ihsan dan Muraqabah

Ihsan adalah pilar penting dalam Islam yang mengajarkan untuk berbuat baik kepada Allah dan makhluk-Nya. Dalam konteks pendidikan, mengajarkan ihsan kepada mahasiswa berarti membentuk kesadaran akan pentingnya kualitas dalam setiap tindakan. Muraqabah, atau kesadaran akan pengawasan Allah, mendorong mahasiswa untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan mereka. Hal ini sangat penting untuk membangun karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

VI. Taubat dan Muhasabah

Taubat dan muhasabah adalah bagian penting dari akhlak yang mengajarkan individu untuk selalu introspeksi dan memperbaiki diri. Dalam pendidikan, ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar dari kesalahan tetapi juga untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Proses muhasabah membantu mahasiswa menilai tindakan mereka dan berusaha untuk memperbaiki diri, yang sangat relevan dalam membentuk karakter dan moralitas mereka.

VII. Syukur dan Qana’ah

Syukur dan qana’ah merupakan nilai-nilai penting dalam akhlak yang mengajarkan individu untuk menghargai apa yang dimiliki dan bersyukur atasnya. Dalam konteks pendidikan, mengajarkan nilai-nilai ini kepada mahasiswa membantu mereka mengembangkan sikap positif dan mental yang sehat. Kesadaran akan pentingnya syukur dan qana’ah dapat membentuk mahasiswa yang lebih bersyukur dan tidak mudah merasa kurang, sehingga lebih fokus pada pengembangan diri.

VIII. Sabar dan Tawakkal

Sabar dan tawakkal adalah dua nilai akhlak yang mengajarkan individu untuk tetap tenang dalam menghadapi ujian dan berserah diri kepada Allah. Dalam pendidikan, mengajarkan nilai ini kepada mahasiswa sangat penting untuk membangun ketahanan mental dan spiritual. Sifat sabar membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik, sedangkan tawakkal mengajarkan mereka untuk percaya pada rencana Allah dalam hidup mereka, yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka.

IX. Akhlak Kepada Rasulullah

Mengajarkan akhlak kepada Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dalam pendidikan Islam. Mahasiswa diharapkan dapat meneladani sikap dan perilaku Rasulullah dalam interaksi sosial mereka. Dengan memahami dan menerapkan akhlak Rasulullah, mahasiswa dapat membangun karakter yang baik dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

X. Jujur, Amanah dan Tawadhu

Jujur, amanah, dan tawadhu merupakan nilai-nilai akhlak yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pendidikan, penekanan pada nilai-nilai ini membantu mahasiswa memahami pentingnya integritas dan kepercayaan dalam interaksi mereka. Mengajarkan mahasiswa untuk menjadi individu yang jujur dan dapat dipercaya akan membentuk karakter mereka sebagai pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.

XI. Nasionalisme: Cinta Tanah Air

Nasionalisme dalam konteks akhlak mengajarkan mahasiswa untuk mencintai tanah air dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Dalam pendidikan, menanamkan rasa cinta tanah air penting untuk membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan nilai-nilai nasionalisme dalam tindakan nyata untuk kemajuan bangsa.

XII. Toleransi dan Ukhuwah

Toleransi dan ukhuwah adalah nilai-nilai penting dalam membangun hubungan harmonis di antara masyarakat yang beragam. Dalam pendidikan, mengajarkan nilai-nilai ini membantu mahasiswa untuk memahami pentingnya saling menghormati dan bekerja sama. Dengan memahami dan menerapkan prinsip toleransi, mahasiswa dapat berkontribusi pada perdamaian dan keharmonisan dalam masyarakat.

XIII. Bahaya Sikap Ekstrem dan Radikal

Mengajarkan mahasiswa tentang bahaya sikap ekstrem dan radikal adalah penting untuk membentuk pemahaman yang sehat tentang agama dan masyarakat. Dalam pendidikan, penekanan pada nilai-nilai akhlak dapat membantu mahasiswa memahami dampak negatif dari sikap ekstrem dan mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat berperan dalam mencegah radikalisasi di kalangan generasi muda.

Referensi Dokumen

  • Radikalisme Islam di Indonesia ( Yusuf Effendi )
  • Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan: Perbincangan Mengenai Islam, Masyarakat, Etos Kewirausahaan ( Bahtiar Effendi )
  • Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah fi al-Qur’an al-Karim ( Ali Khalil Abul Ainain )
  • Bahan Renungan Kalbu ( Permadi Alibasyah )
  • Al-Tasamuh al-Ijtima’i bayn al-Turats wa al-Taghayyur ( Abdul Wahhab Asyraf )

Referensi

Dokumen terkait