• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kabut di Ujung Pelangi: Identitas dan Potensi Konflik Keagamaan di Sitiarjo Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kabut di Ujung Pelangi: Identitas dan Potensi Konflik Keagamaan di Sitiarjo Malang"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1: anatomi sosiologis komunita Kristen di Sitiarjo
Gambar 2: Anatomi Sosiologis Komunitas Muslim di Sitiarjo
Tabel 1: Persepsi masyarakat Sitiarjo terhadap identitas  keberagamaan
Tabel 2: Pemicu Konfl ik antar pemeluk agama di Sitiarjo

Referensi

Dokumen terkait

Artikel ini akan membahas dua hal yakni: (1) potensi konflik sosial dalam masyarakat transmigran, terutama antara transmigran lokal dan transmigran pendatang; dan (2)

Inilah yang manjadi pemicu konflik yang sangat sensitif dari para warga sekitar lokasi dan para tokoh masyarakat yang merasa tidak mengetahui adanya izin itu,

Bagi masyarakat lokal, kehadiran KFCP justru menciptakan polarisasi di tingkat akar rumput (Widiyanto; 2012). Ada yang pro terhadap kehadiran proyek, yakni mereka

Suku Baduy ternyata memiliki tiga lapisan masyarakat yakni suku baduy Dalam yang disebut dengan Baduy Tangtu, Baduy Luar yang disebut dengan Panamping, dan Baduy

Konflik yang terjadi antara pengurus ta’mir masjid imam muslim dengan masyarakat jika merujuk pada teori otoritas Dahrendorf, maka dapat disimpulkan bahwa pengurus ta’mir

Bagi masyarakat lokal, kehadiran KFCP justru menciptakan polarisasi di tingkat akar rumput (Widiyanto; 2012). Ada yang pro terhadap kehadiran proyek, yakni mereka

Terdapat beberapa opsi rekomendasi kebijakan yang harus diperhatikan yakni pemerintah diharapkan memperhatikan kondisi stratifikasi sosial dalam komunitas nelayan dengan

Fenomena penggunaan sosial media sudah menjadi hal yang biasa di banyak kalangan akan tetapi sebagai masyarakat muslim yang memiliki pegangan utama dalam berkehidupan