BATAM PORT
Vol. 2 | Oktober 2019 PELUNCURAN BULLETIN BATAM PORT KENALI PELABUHAN-PELABUHAN DI BATAM BADAN PENGELOLA PELABUHAN BATAMSobat laut yang budiman,
Bulletin Batam Port edisi kedua hadir di bulan Oktober setelah edisi perdana sukses diluncurkan pada September lalu. Tepat 48 tahun yang lalu pula di tanggal 26 Oktober, Otorita Batam atau yang kini bernama Badan Pengusahaan (BP) Batam diresmikan sebagai lembaga pemerintah pusat yang memiliki wewenang untuk melakukan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan Batam, yang diperingati sebagai Hari Bakti BP Batam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Bakti BP Batam diramaikan dengan berbagai kegiatan.
Nah tim redaksi Batam Port merangkum harapan-harapan pegawai BP Batam terkait Hari Bakti yang ke-48 dalam edisi kedua. Pembaca juga bisa mengenal pelabuhan-pelabuhan yang ada di Batam berserta perkembangannya hingga saat ini. Selain itu beberapa peristiwa kunjungan tamu ke Badan Pengelola Pelabuhan Batam, kegiatan Badan Pengelola Pelabuhan Batam, galeri foto dan informasi Iainnya juga turut meramaikan edisi Batam Port kali ini.
Tentunya kami sebagai tim penyusun bulletin Batam Port menyadari akan kekurangan-kekurangan bulletin ini. Dalam setiap penerbitannya kami terus berusaha untuk memperbaiki kekurangan dari bulletin ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari sobat laut yang dapat disampaikan lewat surat elektronik maupun media sosial resmi Badan Pengelola Pelabuhan Batam. Akhir kata selamat menikmati sajian yang kami rangkum dalam Batam Port edisi kedua. Salam Redaksi.
Pengarah
Direktur BPPB
Para General Manager BPPB
Pembina
Ferdiana Sumiartony
Pimpinan Redaksi
Mangasi Panjaitan
Redaktur Pelaksana
Yudi Candra
Reporter/Fotografer
Firsta Putri Nodia
Imelda Chandra
Rian Samudra
Desain Grafis/ Layout
Khairuddin Siagian
M. Nur
Salam Redaksi
Susunan Redaksi
[email protected]
bppelabuhanbatam
BadanPengelolaPelabuhanBatam
batamport.bpbatam.go.id
Alamat redaksi
Jalan Yos Sudarso No 3, Batu Ampar, Batam (0778-450720).
Foto Sampul : KRI Bima Suci saat ber-sandar di Pelabuhan Batu Ampar
Daftar Isi
hal. 4
Kenali Pelabuhan-Pelabuhan di Batam
hal. 10
hal. 8
hal. 7
Perpisahan Anggota 3/ Deputi 3 Bidang
Sarana Usaha BP Batam
Peluncuran bulletin ‘Batam Port’
Galeri Foto
hal. 12
BPPB Bersiap Jadi Tuan Rumah
Harhub-nas 2020
hal. 13
KRI Bima Suci Sambangi Pelabuhan Batu
Ampar
hal. 14
Upaya Badan Pengelola Pelabuhan Batam
Turunkan Biaya Logistik
hal. 16
BPPB Sosialisasikan Penerapan Restricted
Area
hal. 18
Kata Mereka : Hari Bakti BP Batam ke - 48
Tahun 2019
hal. 11
BPPB Dukung Gerakan Bersih Laut dan
Pantai Dijadikan Agenda Rutin
KENALI LEBIH DEKAT PELABUHAN-PELABUHAN
DI BATAM
P
ulau Batam merupakan salah satu pulau terbesar dari 329 rangkaian pulau di Kepulauan Riau dengan luas 415 km2. Secara geografis Batam sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas pelayaran Internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional paling ramai kedua setelah Selat Dover di Inggris. Sebelum mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, Pulau Batam yang terletak di sebelah Selatan Singapura dan Malaysia, pada awalnya hanya berupa hutan belantara yang nyaris tanpa denyut perekonomian. Namun dengan letaknya yang strategis, membuat Batam terus berbenah dan difokuskan untuk kawasan industri.Untuk menopang kegiatan industri, Batam membutuhkan pelabuhan laut. Tak seperti daerah lain di Indonesia, pengelolaan pelabuhan di Batam dipegang oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di bawah unit kerja Badan Pengelola Pelabuhan Batam yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Perhubungan yaitu Nomor. 149/Kpb/V/77, Nomor. 150/KMK/1977, Nomor. KM.119/0/Phb/77 tanggal 24 Mei 1977 yang antara lain menetapkan pembangunan serta pengelolaan pelabuhan Sekupang, Batu Ampar, Nongsa, dan Kabil dilakukan oleh Otorita Batam atau yang sekarang bernama BP Batam. Yuk kenali lebih dekat pelabuhan-pelabuhan yang ada di Batam:
1. Pelabuhan Batu Ampar
Pelabuhan Batu Ampar berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Batu Ampar, Batam. Saat ini Pelabuhan Batu Ampar berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau, yang berupa barang curah, konvensional maupun peti kemas. Pelabuhan Batu Ampar dibangun pada tahun 1971 dengan panjang dermaga awal 1.000 m yang telah mampu melayani kapal-kapal dengan bobot mati hinga 35.000 DWT. Kini sedang dilakukan pengembangan untuk memanfaatkan besarnya peluang lalu-lintas kapal-kapal kargo di Selat Malaka yang mengangkut kontainer hingga mencapai 55 juta TEUs per tahunnya.
Ada tiga buah dermaga yang digunakan untuk melayani kargo umum dan peti kemas, antara lain dermaga timur, dermaga selatan dan dermaga utara. Volume kegiatan Kontainer tahun 2017 di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 400,000 TEUs dan Material Curah (Non Kontainer) mencapai 2 juta Ton. Saat ini BP Batam melalui Badan Pengelola Pelabuhan Batam tengah merencanakan beberapa pengembangan seperti, penambahan kedalaman kolam pelabuhan dermaga utara menjadi -12 m LWS agar dapat mengakomodir kapal-kapal sekelas Panama dan penambahan area Container Yard seluas 4.8 Ha.
2. Pelabuhan Domestik Sekupang
Pelabuhan Domestik Sekupang berlokasi di Jl. RE. Martadinata Sekupang yang melayani kapal penumpang tujuan domestik seperti Tanjung Balai Karimun, Buton, Selat Panjang, Dumai,
Bengkalis, Tembilahan, Moro, dan Tanjung Batu. Pelabuhan ini memiliki dua dermaga dengan panjang masing-masing 20 meter dan lebar 12meter. Bangunan pelabuhannya sendiri terdiri dari dua lantai, di mana lantai 1 digunakan sebagai ruang tunggu keberangkatan, sedangkan lantai 2 digunakan sebagai tempat pembelian tiket.
3. Pelabuhan Internasional Sekupang
Pelabuhan Feri Internasional Sekupang melayani kapal penumpang tujuan Singapura setiap setengah jam sekali. Letak Pelabuhan Domestik Sekupang dan Internasional Sekupang bersebelahan sehingga memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke pulau lain ataupun ke Singapura. Pelabuhan ini terdiri dari dua lantai yang juga difasilitasi dengan tenant fashion dan kuliner yang dapat memanjakan calon penumpang sembari menunggu jadwal keberangkatan. Khusus untuk pengelolaan Pelabuhan Internasional Sekupang, BP Batam melakukan kerja sama operasi dengan pihak swasta yakni PT Indodharma Corpora.
4. Pelabuhan CPO Kabil
Pelabuhan CPO Kabil dimulai pembangunannya pada 1987 dengan panjang dermaga 420 m. Pelabuhan ini kegiatan utamanya adalah melayani kapal-kapal milik Pertamina yang berstatus Marine Base Supply dan Kapal CPO. Di Kabil terdapat terminal minyak kelapa sawit dengan panjang dermaga 420 meter untuk kapal dengan kapasitas 35.000 ton DWT. Terminal ini memiliki gudang tertutup seluas 2.390 m2. Saat ini sedang dibangun dua dermaga baru di mana salah satunya memiliki kapasitas 35.000 DWT.
5. Pelabuhan Telaga Punggur
Bagi Anda yang ingin menyeberang ke Tanjung Pinang, Tarempa (Anambas), Lingga, Kijang, dan Tanjung Uban, tentu sudah tidak asing lagi dengan Pelabuhan Domestik Telaga Punggur. Ya, pelabuhan yang memiliki dua dermaga ini memang menjadi pintu gerbang bagi masyarakat yang hendak mengakses Pulau Penyengat, dan pulau-pulau di sekitarnya. Tak ayal, pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan domestik terpadat di Batam. Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, BP Batam telah melakukan renovasi pada Pelabuhan Domestik Telaga Punggur yang selesai pada 2017 lalu. Ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Domestik Telaga Punggur dilengkapi dengan pendingin ruangan dan tempat duduk yang nyaman bagi calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan.
6. Pelabuhan Internasional Batam Center
Pelabuhan Internasional yang cukup sibuk di Batam adalah Pelabuhan Internasional Batam Center. Pelabuhan yang berada di lokasi strategis yakni Batam Center ini melayani kapal penumpang dengan tujuan Harbourfront (Singapura), Stulang Laut (Malaysia), Pasir Gudang (Malaysia), dan Tanah Merah (Singapura). Pintu masuk pelabuhan ini juga dapat diakses melalui Mega Mall Batam Center, sehingga tak jarang kita dapati wisman asal Singapura maupun Malaysia mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut. Meski demikian dari segi bangunan, pelabuhan ini juga tampak seperti mall karena diramaikan dengan tenant fashion maupun kuliner yang bisa dikunjungi sembari menunggu jadwal keberangkatan kapal. Untuk pengelolaannya, BP Batam melakukan kerja sama operasi dengan PT. Synergi Tharada.
7. Pelabuhan Nongsapura
Pelabuhan Nongsapura masuk dalam kategori terminal khusus yang dikelola oleh PT. Nongsa Terminal Bahari. Pelabuhan ini melayani kapal penumpang dengan destinasi Tanah Merah,
Singapura. Pelabuhan ini banyak dipakai untuk mengangkut turis asing yang akan menginap di hotel-hotel mewah di wilayah pantai Nongsa dan yang akan bermain golf pada saat akhir pekan.
8. Pelabuhan Internasional Harbour Bay
Sama seperti Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Internasional Harbour Bay juga terhubung langsung dengan Harbour Bay Mall. Selain itu bangunan Pelabuhan Harbour Bay sendiri juga sudah memiliki suasana layaknya mall karena difasilitasi dengan tenant-tenant yang beraneka ragam. Pelabuhan ini sangat dekat dengan kawasan bisnis Nagoya dan Jodoh sehingga Anda bisa memilih pelabuhan ini jika berencana menuju Singapura atau sebaliknya.
9. PelabuhanTeluk Senimba
Terminal khusus yang dikelola PT Senimba Bay Resort merupakan pelabuhan internasional yang berada di kawasan Marina City. Dahulu pelabuhan ini sangat ramai dan menjadi penghubung Harbourfront Ferry Terminal Singapura dengan Indonesia. Kini, pelabuhan ini hanya melayani dua jadwal keberangkatan dengan operator Sindo Ferry.
S
egenap pimpinan dan staf di lingkungan Badan Pengelola Pelabuhan Batam (BPPB) mengikuti kegiatan silaturahmi dalam rangka perpisahan dengan mantan Anggota 3/ Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo di Aula lantai 4 kantor BPPB, pada Selasa (1/10/2019).Dalam kegiatan silaturahmi ini, Dwianto menyampaikan permohonan maafnya atas ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan selama dirinya menjabat sebagai Anggota 3/ Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam. Ia juga berharap bahwa kerja sama yang terjalin selama ini bisa dipertahankan oleh Deputi selanjutnya.
“Kami bukan malaikat, kami itu manusia yang punya kekurangan, kelemahan dan keputusan yang kami ambil juga bukan yang terbaik. Selama mendapat amanah sebagai Deputi 3, saya berharap apa yang saya lakukan berkenan di hati teman-teman. Dan kalau ada yang salah, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena yang baik, murni dari Allah Swt. dan yang tidak berkenan di hati bapak dan ibu itu murni kekurangan saya sebagai manusia,” ujar Dwianto.
Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Nasrul Amri Latif, juga mengungkapkan rasa terima kasih-nya karena di bawah pimpinan Anggota 3/ Deputi Bidang Sarana Usaha, Dwianto Eko Winaryo, Ia mendapat masukan positif mengenai pengembangan pelabuhan ke
arah yang lebih baik.
“Untuk kami yang di pelabuhan khususnya, ada pendekatan berbeda dari Pak Dwianto, yang saya pikir dalam banyak kasus lebih efektif untuk kami, demi pelabuhan yang lebih baik. Saya mewakili teman-teman di pelabuhan, mengucapkan terima kasih kepada Pak Dwianto atas pencerahan yang diberikan tentang cara pandang kelola pelabuhan yang lebih baik,” ujar Nasrul.
Perwakilan dari Asosiasi Kepelabuhanan pun juga turut hadir dalam kegiatan ini. Lisa Yulia selaku Ketua ABUPI (Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia) DPC Kota Batam, tak menampik bahwa Dwianto selalu mewadahi aspirasi para Asosiasi Kepelabuhanan hingga tercapai kesepakatan bersama. Itu sebabnya perpisahan ini terasa berat bagi dirinya dan perwakilan Asosiasi Kepelabuhanan lainnya di Kota Batam.
“Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami berterima kasih atas semua pengabdian Pak Dwianto yang telah mendengarkan keluh kesah kami. Kami merasakan dinamika itu pak, hingga mencapai kesepakatan bersama pada akhirnya. Alhamdulillah kami semua disini, saya yakin dari INSA, BSOA, ABUPI, ALFI sangat bahagia pak pernah bekerja sama dengan bapak,” ujar Lisa. Saat ini, posisi Deputi Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam dijabat oleh Syahril Japarin.
Perpisahan Anggota 3/ Deputi Bidang Sarana Usaha BP
Batam, Dwianto Eko Winaryo dengan Pegawai BPPB
BADAN PENGELOLA PELABUHAN BATAM
Luncurkan Bulletin BATAM PORT
B
adan Pengelola Pelabuhan Batam melalui Divisi Hukum dan Humas secara resmi meluncurkan bulletin ‘Batam Port’ edisi perdana pada Rabu (25/9/2019). Peluncuran bulletin ‘Batam Port’ ini ditandai dengan kunjungan ke delapan pelabuhan yang ada di Batam, sekaligus membagikannya pada penumpang, agen, petugas kepolisian, petugas imigrasi, hingga stakeholder lainnya.Manajer Hukum dan Humas, Mangasi Panjaitan, mengatakan bahwa peluncuran bulletin ini bertujuan agar seluruh stakeholder mendapatkan informasi terkini seputar dunia kepelabuhanan dan berbagai program yang dilakukan Badan
Badan Pengelola Pelabuhan Batam melalui Divisi Hukum dan Humas secara resmi meluncurkan bulletin ‘Batam Port’ edisi perdana pada Rabu (25/9/2019).
Pengelola Pelabuhan Batam. Ia pun turut terjun langsung membagikan bulletin ini ke pelabuhan bersama tim Hukum dan Humas Badan Pengelola Pelabuhan Batam.
“Bulletin Batam Port ini hadir sebagai perpanjangan tangan kami dalam mempromosikan peran dan ruang lingkup Badan Pengelola Pelabuhan Batam ke masyarakat dan stakeholder terkait,” ujar Mangasi.
Hadir dengan 20 halaman, bulletin ‘Batam Port’ ini bisa didapatkan secara gratis di ruang tunggu keberangkatan Harbour Bay Ferry Terminal, Sekupang International Ferry Terminal, Batam
Centre Ferry Terminal, Nongsapura Ferry Terminal, Marina Teluk Senimba Ferry Terminal, Terminal Domestik Sekupang, Terminal Domestik Telaga Punggur, dan kantor Terminal Umum Batu Ampar.
Mangasi mengatakan bahwa bulletin ‘Batam Port’ edisi perdana ini mengusung rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar sebagai topik utama. Selain itu bulletin ini juga berisi berbagai informasi seputar kegiatan Badan Pengelola Pelabuhan Batam dan kebijakan-kebijakan terkini di sektor kemaritiman.
“Kami yakin berbagai pemangku kepentingan tengah menunggu perkembangan dari rencana revitalisas Pelabuhan Batu Ampar. Untuk itu kami tengah berupaya mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar yang modern dan berteknologi canggih sehingga dapat memenuhi kebutuhan kegiatan bongkar muat barang yang menopang industri di Batam,” imbuhnya.
Rianto selaku Perwakilan Terminal Barang Batu Ampar mengapresiasi hadirnya bulletin ‘Batam Port’ ini. Menurutnya, dengan hadirnya bulletin ini bisa membantu pihaknya selaku pegawai lapangan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di pelabuhan Batam.
“Mungkin zaman sekarang sudah canggih ya, (informasi) bisa dicari lewat google tapi tampilan visual juga penting untuk melihat perkembangan pelabuhan di Batam. Harapan saya bulletin ini tetap dilakukan dan diterbitkan dan menjadi suatu pegangan (informasi) bagi pembacanya,” ujar Rianto.
Apresiasi yang sama juga diungkapkan Sohirnadi selaku Koordinator Adm. Pengendalian Ops. Terminal Penumpang Domestik Telaga Punggur. Menurutnya, dari segi tampilan, bulletin ‘Batam Port’ menarik dan mudah dibawa. Ia pun berharap bulletin ini bisa menjadi wadah informasi bagi para pegawai di pelabuhan, penumpang dan stakeholder terkait.
“Untuk masalah bulletin cukup bagus menurut saya, informasi ini bisa diterima seluruh karyawan. Informasi besar atau segala macam mungkin selama ini tidak sampai ke kita tapi harapannya dengan adanya bulletin ini informasi seputar pelabuhan ini bisa kita terima. Secara keseluruhannya sudah oke, bagus, mantap,” ujar Sohirnadi.
Galeri Foto
Kabag. Disiplin dan Mutasi Biro SDM BP Batam memberikan pemaparan mengenai Sosialisasi Disiplin Pegawai pada PNS di lingkungan Badan Pengelola Pelabuhan Batam pada Selasa (8/10/2019) bertempat di Aula Lantai 4, Kantor Badan Pengelola Pelabuhan Batam.
Kementerian PPN/Bappenas yang diwakili Kepala Subdirektorat Kawasan Strategis, Ika Retna Wu-landary, mengunjungi Pelabuhan Batu Ampar, Rabu (18/9/2019), dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.
Yusmar Anggadinata, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota II / Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam memberikan pemaparan dalam kegiatan Bimtek ‘Penyusunan Jenis dan Tarif Layanan yang dihelat Kemenhub, Kamis (10/10/2019). Dalam acara tersebut, Yusmar juga memberikan pandangannya dalam mengembangkan pelabuhan Batam.
BADAN PENGELOLA PELABUHAN BATAM
Dukung Gerakan Bersih Laut dan Pantai dijadikan Agenda Rutin
B
adan Pengelola Pelabuhan Batam (BPPB)turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Bersih Laut dan Pantai yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional, Kamis (12/9/2019). Partisipasi tersebut sebagai wujud komitmen BPPB terhadap pelestarian lingkungan di kawasan pelabuhan Batam.
Disampaikan General Manager Operasional Pelabuhan, Erik Aditama, kegiatan ini ditandai dengan pembersihan kawasan pelabuhan baik di laut maupun di darat yang dilakukan pegawai pelabuhan bersama stakeholder lainnya. Ia mengatakan bahwa manajemen Badan Pengelola Pelabuhan Batam sangat senang dapat mendukung program Gerakan Bersih Laut dan Pantai.
“Kemarin terlihat sangat kompak seluruh pelabuhan baik di terminal umum maupun terminal khusus melakukan kegiatan serentak dan sampah yang dihasilkan juga cukup banyak. Pelabuhan kita antara lain Pelabuhan Batu Ampar, CPO Kabil, Domestik Sekupang, Domestik Punggur, dan Pelabuhan Beton yang mengikuti kegiatan tersebut secara serentak,” ujar Erik. Erik berharap bahwa kedepannya kegiatan ini tak hanya dilakukan saat memperingati Hari Perhubungan Nasional saja tapi juga dilakukan secara rutin demi terciptanya lingkungan pelabuhan yang bersih dari sampah. Ia juga
mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk turut andil dalam menjaga kebersihan di lingkungan pelabuhan.
“Seluruh stakeholder wajib punya tanggung jawab itu. KSOP (juga) harus menegakkan sanksi bagi kapal-kapal yang membuang sampah ke laut. Bukan hanya tanggung jawab pelabuhan tapi tanggung jawab seluruh stakeholder di perairan dan pelabuhan. Kegiatan ini sebaiknya rutin dilakukan agar wilayah laut kita maupun daratan bersih dari sampah,” imbuh Erik.
Menyoal jenis sampah yang paling banyak ditemukan dari Gerakan Bersih Laut dan Pantai kemarin, Erik mengatakan bahwa sampah plastik menempati posisi teratas. Pengelolaan sampah sesuai jenisnya menurut Erik memang masih menjadi PR bagi manajemen BPPB. Apalagi di sektor kepelabuhanan, ada limbah kimiawi berupa oli kapal maupun sampah B3 yang berbahaya jika tidak dikelola sesuai standar yang berlaku.
“Kemarin cukup banyak sampah yang kita kumpulkan. Itu baru sampah organik dan anorganik, belum oli atau sampah B3. Makanya kedepan kita harus berbenah terkait pengelolaan kebersihan lingkungan pelabuhan. Agar nanti jadi pelabuhan yang sehat, baik itu untuk pengelolaan sampahnya, pengelolaan limbah harus memenuhi standar sesuai ketentuan dari KLHK,” ujar Erik mengakhiri perbincangan.
BADAN PENGELOLA PELABUHAN BATAM
Bersiap Jadi Tuan Rumah Hari Keluarga Harhubnas 2020
M
asih dalam suasana peringatan HariPerhubungan Nasional, Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim menggelar Hari Keluarga yang ditujukan untuk insan perhubungan darat, laut, dan udara, bersama keluarga, bertempat di Lapangan Sepak Bola Hang Nadim, Minggu (22/9/2019). Hari Keluarga ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti senam bersama, bazaar, pertunjukan dari perwakilan instansi perhubungan, hiburan musik dan pembagian doorprize.
Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso, mengatakan bahwa kegiatan Hari Keluarga Harhubnas 2019 ini digelar untuk memberi penyegaran kepada insan perhubungan darat, laut dan udara setelah sepanjang tahun memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di sektor transportasi. Selain itu, kegiatan yang dihadiri sekitar 1000 insan perhubungan dan keluarganya ini juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan bertukar informasi.
“Bersatunya kita Tim Perhubungan Kota Batam dapat tercermin dengan hadirnya insan perhubungan di Lapangan Bola Hang Nadim. Ini satu bukti bahwa insan perhubungan Kota Batam masih dikategorikan kompak,” ujar Suwarso saat memberikan kata sambutan.
Badan Pengelola Pelabuhan Batam, sebagai badan usaha di bawah BP Batam yang bergerak di sektor perhubungan laut pun turut serta dalam perayaan Hari Keluarga Harhubnas 2019 ini. Segenap jajaran pejabat struktural Badan Pengelola
Pelabuhan Batam pun turut hadir memberikan dukungannya dalam acara ini. Apalagi, tuan rumah penyelenggaraan Hari Keluarga Harhubnas 2020 mendatang adalah Badan Pengelola Pelabuhan Batam (BPPB). Plh. GM Administrasi dan Umum, M. Taufik, menyambut baik terpilihnya Badan Pengelola Pelabuhan Batam sebagai tuan rumah Hari Keluarga Harhubnas pada 2020 mendatang. Meski demikian, lokasi penyelenggaraan Hari Keluarga Harhubnas 2020 sedang dipikirkan oleh manajemen Badan Pengelola Pelabuhan Batam. “Kita sudah sampaikan ke Direktur dan beliau menyambut baik. Tapi kita belum bisa pastikan lokasi penyelenggaraannya di mana, yang pasti dekat dengan pelabuhan yang kita kelola,” ujar Taufik.
Menurutnya penyelenggaraan Hari Keluarga sangat dibutuhkan bagi insan perhubungan untuk saling mengenal dan ajang silaturahmi antar instansi. Untuk pelaksanaan Hari Keluarga Harhubnas 2020 sendiri, Taufik berencana akan memperbanyak kegiatan permainan yang melibatkan insan perhubungan dan keluarganya demi memperkuat kekompakan dan meningkatkan rasa kebersamaan. “Rencananya memang nanti dengan suasana berbeda akan lebih banyak permainan. Games antar pegawai instansi perhubungan bersama keluarganya. Jadi rasa kebersamaannya lebih terasa. Family dan fun-nya dapat. Sederhana saja seperti lomba bakiak, balap karung, tapi melibatkan semua insan perhubungan,” tutup Taufik.
KRI B
Ima
S
ucI
S
amBangI
P
elaBuhan
B
atu
a
mPaR
K
apal latih KRI Bima Suci yang membawa taruna Akademi Angkatan Laut angkatan 66 berlabuh di Dermaga Pelabuhan Batuampar, Senin (14/10/2019), setelah melintasi Perairan Andaman, Myanmar. KRI Bima Suci sendiri merupakan penerus dari KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak 1953.Manager Hukum dan Humas Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Mangasi Panjaitan dan Manager Akuntansi dan Pelaporan, Adrian Rialdi mengunjungi KRI Bima Suci yang dibuka untuk masyarakat umum selama tiga hari, pada Rabu (16/10/2019). Kunjungan ini diterima oleh Lettu Laut (S) Pratama Nanda Erwansyah. selaku Kepala Divisi Administrasi dan Logistik KRI Bima Suci yang mewakili Komandan Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr. Hanla di Ballroom KRI Bima Suci. Lettu Erwansyah mengatakan bahwa KRI ini mengarungi 9 negara, 13 tempat selama 96 hari. Setelah bertolak dari Batam, KRI Bima Suci akan berlayar menuju Pulau Dewata, Bali, yang kemudian dilanjutkan dengan pelayaran menuju Australia.
“Saat berlabuh di negara tetangga, kita tampilkan budaya Indonesia agar negara lain tahu bahwa Indonesia kaya akan budaya. Sehingga pelayaran
KRI Bima Suci ini juga membawa misi promosi pariwisata, kebudayaan serta sarana informasi tentang Indonesia,” ujar Lettu Laut (S) Erwansyah. Antusiasme masyarakat akan kehadiran KRI Bima Suci di Pelabuhan Batu Ampar pun sangat tinggi. Ribuan orang yang didominasi pelajar berduyun-duyun mengunjungi KRI Bima Suci yang bersandar di dermaga utara. Dengan mengunjungi Kapal Latih Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) ini, Lettu Laut (S) Erwansyah berharap akan semakin banyak pelajar Batam yang tertarik mengikuti jejak taruna untuk mengabdi kepada negeri. Manajer Hukum dan Humas, Mangasi Panjaitan pun menyambut baik kedatangan KRI Bima Suci yang rutin menyambangi perairan Batam setiap tahunnya. Ia berharap para kehadiran KRI Bima Suci ini bisa membuka cakrawala pelajar Batam bahwa sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari perairan.
“Bersandarnya KRI Bima Suci di Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola BPPB ini bisa menambah pengetahuan pelajar bahwa Batam memiliki pelabuhan yang biasa disinggahi kapal-kapal berstandar Internasional. Beberapa waktu lalu juga kami kedatangan Kapal United States Coast Guard (USCG) Cutter Stratton dari Amerika Serikat,” tandasnya.
UPAYA BADAN PENGELOLA PELABUHAN
BATAM TURUNKAN BIAYA LOGISTIK
I
su biaya logistik yang tinggi di Batam masih dikeluhkan oleh para pengusaha. Pasalnya biaya logistik yang mahal merupakan salah satu penghambat pencapaian pertumbuhan ekonomi. Badan Pengelola Pelabuhan Batam pun berupaya menyiasati mahalnya biaya logistik dengan menyusun perencanaan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Nasrul Amri Latif mengatakan bahwa permasalahan mahalnya biaya logistik di Batam tak terlepas dari sejumlah hal, antara lain biaya freight yang tinggi, fasilitas bongkar muat pelabuhan yang kurang dari standar kepelabuhanan, kesempatan pengembangan direct call serta transshipment yang belum tergarap; hingga tata kelola logistik di pelabuhan yang masih dilakukan perusahaan logistik asal Singapura secara door-to-door.
Ia mengatakan, ada beberapa solusi jangka pendek yang sedang diupayakan Badan Pengelola Pelabuhan Batam, seperti rencana menurunkan biaya freight dari semula USD 400 menjadi USD
250-280, Batam-Singapura, serta mengupayakan fasilitas untuk meningkatkan efisiensi kegiatan bongkar muat dengan menyediakan HMC (Harbour Mobile Crane), RTG (Rubber Tyred Gantry), dan HT (Head Truck).
“Kami juga berencana memperluas area container yard (CY) dari dua hektar menjadi 10 hektar dan rencana direct call ke China dan Afrika. Kami juga mendapat info dari Port of Singapore Authority (PSA), barge (tongkang) boleh sandar di PSA yang akan kami jajaki untuk menekan biaya logistik,” ujar Nasrul Amri Latif.
Sementara rencana jangka menengah yang sedang dilakukan Badan Pengelola Pelabuhan Batam adalah pengembangan sebagai pelabuhan Transhipment Hub yang diwujudkan dengan penataan manajemen pengelolaan pelabuhan dan optimalisasi dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar.
“Selain itu kedepan juga akan dilakukan integrasi pelayanan antarmoda pengangkutan untuk container dan kargo udara, pelayananan
transship dan transshipment untuk mendukung direct call yang akan tersedia, hingga penyediaan fasilitas pelabuhan yang modern untuk layanan container, tanker, pergudangan, hunian, hingga pekantoran,” imbuhnya.
Nasrul mengatakan bahwa untuk merealisasikan rencana-rencana tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat terkait pengelolaan dan pemanfaatan Pelabuhan Batu Ampar.
Tim dari Sekretariat Wakil Presiden pun melakukan kunjungan ke Pelabuhan Batu Ampar pada Kamis (19/9/2019) untuk melakukan pengecekan terkait pelaksanaan pengelolaan dan Pelabuhan Batu Ampar.
Ahmad Lutfie selaku Asisten Deputi Keuangan, Investasi dan Badan Usaha, Kantor Sekretariat Wakil Presiden mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk mengecek permasalahan yang dihadapi BP Batam dalam mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar.
“Kita lihat potensi Pelabuhan Batu Ampar besar, tinggal kemampuan Pemerintah saja untuk mendorong pelabuhan ini bisa beroperasi lebih maksimal lagi,” ujar Ahmad.
Nasrul berharap dengan peninjauan langsung ini pemerintah pusat bisa segera melakukan pengambilan keputusan terkait rencana pengembangan pelabuhan baik jangka pendek maupun menengah.
“Yang kita perlukan percepatan untuk pengambilan keputusan. Sekarang kami sudah ada Harbour Mobile Crane (HMC) untuk kegiatan bongkar muat barang tapi tidak bisa beroperasi optimal untuk kapal dengan draft di atas 7 meter karena alur dermaga utara dangkal,” ujar Nasrul.
Selain mengunjungi Pelabuhan Batu Ampar, Tim Sekretariat Wakil Presiden juga mengunjungi Terminal Curah Cair Kabil untuk melihat pengembangan di pelabuhan tersebut.
B
adan
P
engelola
P
elaBuhan
B
atam
S
oSIalISaSIKan
P
emBeRlaKuan
R
eStRIcted
a
Rea
dI
t
Iga
P
elaBuhan
I
nI
B
adan Pengelola Pelabuhan Batam terus berupaya memenuhi standar penerapan ISPS Code di pelabuhan-pelabuhan yang dikelolanya. Baru-baru ini, Badan Pengelola Pelabuhan Batam melalui Manager Keamanan Pelabuhan Kawasan Batam menyosialisasikan pemberlakuan kawasan terbatas atau restricted area di tiga pelabuhan bongkar muat, antara lain Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Curah Cair Kabil, dan Pelabuhan Beton Sekupang, sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan.Disampaikan Manager Keamanan Pelabuhan Kawasan Batam, Dedi Suherli, kegiatan sosialisasi pemberlakuan kawasan terbatas ini sudah dimulai sejak 1 Oktober lalu. Orang yang tidak berkepentingan dan tidak memiliki pass pelabuhan dilarang memasuki area tiga pelabuhan bongkar muat tersebut.
“Kawasan terbatas maksudnya hanya boleh
dimasuki pihak berkepentingan baik itu pekerja, kontraktor, ABK Kapal, petugas CIQP, TNI, POLRI, maupun pegawai Badan Pengelola Pelabuhan Batam. Kawasan terbatas ini diterapkan demi keselamatan dan kenyamanan kita semua,” ujar Dedi Suherli kepada tim redaksi Batam Port.
Dengan diberlakukannya kawasan terbatas atau restricted area di Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Curah Cair Kabil, dan Pelabuhan Beton Sekupang, maka setiap orang maupun kendaraan yang memasuki area pelabuhan tersebut, harus memiliki pass pelabuhan yang dikeluarkan secara resmi oleh Badan Pengelola Pelabuhan Batam. Selain itu, tamu, ABK, kontraktor, pekerja, dan karyawan Badan Pengelola Pelabuhan Batam yang memasuki area pelabuhan harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm, rompi, dan safety boots.
Pelabuhan harus menyertakan fotokopi identitas penanggung jawab kegiatan, surat perintah kerja, rencana kegiatan, dan daftar nama atau jumlah pekerja yang akan beraktivitas di Kawasan Badan Pengelola Pelabuhan Batam. Adapun surat edaran ini berlaku di wilayah Pelabuhan Batu Ampar, CPO Kabil, Beton Sekupang, Pelabuhan Penumpang Domestik Sekupang, dan Pelabuhan Penumpang Domestik Punggur.
“Surat edaran ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif bagi semua pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan termasuk demi kelancaran kegiatan tersebut,” pungkas Dedi.
pemberitahuan, kami juga ingatkan orang yang memasuki pelabuhan untuk menunjukkan pass pelabuhan atau kendaraan. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, keamanan, ketertiban bagi pekerja dan pengguna jasa pelabuhan,” imbuh Dedi.
Selain itu, Badan Pengelola Pelabuhan Batam juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2019, tentang Tata Cara Persyaratan Untuk Melakukan Aktivitas/Kegiatan di Wilayah Pelabuhan Badan Pengusahaan Batam yang berlaku per 9 Oktober 2019. Berdasarkan Surat Edaran ini, Dedi mengatakan pihak-pihak yang akan menggunakan pelabuhan atau terminal Kawasan Badan Pengelola Pelabuhan Batam untuk acara tertentu harus terlebih dahulu mengajukan surat permohonan, kartu identitas penanggung jawab, proposal kegiatan, layout denah lokasi acara, dan identitas penyelenggara. “Apabila permohonan izin tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan maupun atas pertimbangan lainnya, Badan Pengelola Pelabuhan Batam dapat menolak permohonan izin yang diajukan,” imbuh Dedi.
Sementara itu persyaratan bagi pihak yang akan melaksanakan pekerjaan atau proyek di
KATA MEREKA
Hari Bakti BP Batam ke-48 Tahun 2019
26 Oktober selalu berkesan di hati pegawai BP Batam. Pasalnya pada tanggal tersebut merupakan tonggak bagi berdirinya Badan Pengusahaan (BP) Batam atau yang dulu bernama Otorita Batam. Di tahun 2019 ini, BP Batam akan merayakan ulang tahunnya ke-48. Redaksi bulletin Batam Port pun mewawancarai beberapa pegawai Badan Pengelola Pelabuhan Batam (BPPB) untuk mengetahui harapan mereka di Hari Bakti BP Batam ke-48. Berikut diantaranya:
Rianto
Perwakilan Terminal Umum Batu Ampar
Hari Bakti BP Batam ke-48, harapan saya selaku karyawan, yang sudah ada seperti ini lebih ditingkatkan lagi. Kesejahteraan sudah cukup tapi kalau bisa ditingkatkan lagi.
Muhyanto
Koordinator Adm. Peng. Ops. Terminal Harbour Bay
Hari Bakti BP Batam ke-48, harapan kita ke depan BP Batam bisa lebih berkontribusi ke masyarakat, lebih maju, dan pelayanan ditingkatkan lagi sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan di BP Batam.
Nasrul Amri Latif
Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam
BP Batam bersyukur pernah dipimpin salah satu Maestro Pembangunan Indonesia, B.J. Habibie. Begitu banyak hal yang sudah dibuat beliau, tapi yang kita belum lihat adalah kelanjutan pemanfaatan dan pengembangannya. Banyak ide besar khususnya di pelabuhan untuk menjadikan Batam sebagai Hub Indonesia, pusat transhipment, pusat pengembangan ekonomi Asia
Pasifik, tapi itu semua seolah jalan di tempat. Harapan saya untuk BP Batam di
Hari Bakti ke-48, seperti disampaikan Kepala BP Batam berdasarkan arahan Presiden, untuk dapat mewujudkan Pelabuhan Batam sebagai bandar modern yang bisa bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Serta ikut bersaing memperebutkan kue logistik di Selat Malaka yang kini mencapai 65 juta TEUS yang mana 20 persennya adalah kargo Indonesia. Seperti dalam lagu Halo-Halo Bandung, Mari Bung Rebut Kembali!
Deni Setiawan
Koordinator Adm. Pengendalian Ops. Terminal Ferry Internasional
Sekupang
Hari Bakti ke-48, harapan kami kepada pimpinan BP, lebih diperhatikan lagi setiap pelabuhan, karena saya lihat banyak kekurangan. Kalau bisa setiap bulan ada rapat koordinasi sehingga dapat diketahui kendala-kendala di pelabuhan sehingga cepat teratasi.
Efrison Ery
Koordinator Adm. Pengendalian Ops. Terminal Khusus Teluk
Senimba
Hari Bakti ke-48, harapan saya BP Batam lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu hanya untuk karyawan mungkin tahun ini bisa digabungkan dengan CIQP Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port master (Syahbandar). Sehingga setiap stakekeholder turut terlibat dalam hal menyambut Hari Bakti BP batam.
Sohirnadi
Koordinator Adm. Pengendalian Ops. Terminal Domestik Telaga
Punggur
Untuk Hari Bakti BP Batam, harapannya bisa diselenggarakan lebih meriah lagi. Kembalikan lagi acara olahraga, keluarga sekaligus melibatkan masyarakat umum. Harapannya BP Batam tetap jaya dalam melaksanakan tugas yang dibebankan dari pemerintah.
Diasi H. Silaban
Perwakilan Terminal Khusus Nongsapura
Di Hari Bakti ke-48 ini kita bersyukur masih bisa berbhakti kepada nusa dan bangsa, masyarakat dan BP batam. Saya pribadi berharap bisa meningkatkan motivasi kerja agar apa yang diharapkan BP Batam untuk kemajuan bisa tercapai. Saya juga berharap kebersamaan dan kekompakan bisa terjalin dengan baik dengan adanya Hari Bakti BP Batam.
Suherman
Koordinator Adm. Pengendalian Operasi Terminal Domestik
Sekupang
Selamat Hari Bakti ke-48, kedepan saya harap perubahan yang terjadi baik di sistem tetap kita dukung dan semangat kerja akan selalu terjaga.