BAB VI
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Visi, Misi, dan tujuan serta sasaran yang telah dirumuskan dan ditetapkan maka upaya pencapaianya dijabarkan secara lebih sistimatis dan dipertegas melalui perumusan strategi dan arah kebijakan berdasarkan masingmasing misi yang akan dilaksanakan selama lima tahun hingga tahun 2015.
Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi adalah sarana untuk melakukan transformasi, reformasi dan prbaikan kapasitas dan kinerja birokrasi, sistem manajement dan pemanfaatan teknologi informasi. Untuk mewujudkan Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah maka strategi umum yang dikembangkan, sebagai berikut :
1. Secara keseluruhan konsep pembangunan harus berolentasi dan berpihak pada kebutuhan serta kesejahteraan masyarakat (Community Oriented)
2. Melibatkan masyarakat dalam keseluruhan proses yaitu perencanaan, pelaksanaan pembangunan, pengawasan dan evaluasi.
3. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
4. Pelaksanaan pembangunan berdasarkan prinsipprinsip kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta.
5. Penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan berbasis pada clean Goverment dan Good Governace.
6. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berdasarkan prinsip anggaran berbasis kinerja
8. Menciptakan kondisi ekonomi yang kunduktif dan kompotitif melalui pendekatan percepatan pembangunan yang ditujukan untuk mengairahkan kegiatankegiatan investasi baru dari sektor swasta agar tercipta lapangan kerja baru, mengurangi penduduk miskin dan pengangguran terbuka
9. Membangun dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis xdengan pemerintah, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota lainnya.
10. Membangun dan memelihara hubungan kerja kemitraan yang harminis dan bersinergi dengan lembaga legislatif, yudikatif dan semua lembaga unsur muspida tanpa mempengaruhi tugas, fungsi, kewenangan dan tanggung jawab masingmasing lembaga.
11. Membangun komitmen kebersamaan dengan semua pihak.
Kebijakan pembangunan merupakan penjabaran tujuan dan sasaran misi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Kebijakan pembangunan tersebut menjadi pedoman dalam melaksanakan program dan kegiatan selama periode tahun 2010–2015. Untuk keterkaitan sasaran dan strategi umum disajikan pada Tabel 6.1
Tabel 6.1 Keterkaitan Sasaran Dengan Strategi Umum
Tujuan Sasaran Keterkaitan dengan
Strategi umum
Tujuan 1 : Meningkatnya kualitas kehidupan dan kerukunan antar umat beragama
Meningkatnya intensitas dialog antar umat
beragama
Strategi 11 : Membangun komitmen kebersamaan
dengan semua pihak Meningkatnya kegiatan
kegiatan sosial yang melibatkan antar umat beragama
Tujuan 2 : Terwujudnya internalisasi nilainilai universal agama
Tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam mengimplementasi kan nilainilai keagamaan dalam kehidupan bersama Tujuan 3 : Berkembangnya
kesadaran toleransi dan saling menghormati dalam
kemajemukan.
Tujuan 4: Berkembangnya budaya hukum disemua lapisan masyarakat .
Menurunnya kasus kasus
kriminal Strategi 10 : Membangundan memelihara hubungan kerja
masyarakat keseluruhan konsepStrategi 1 : Secara pembangunan harus
beragama Strategi 11 : Membangun
Cakupan Desa/kelurahan Universal Child
Immunization (UCI) Strategi 1 : Secara keseluruhan konsep
SMA/SMK Strategi 6 : Pengelolaan
puskesmas per penduduk dan Belanja Daerah
perkapita Strategi 8 : Menciptakankondisi ekonomi yang kunduktif dan kompotitif
Meningkatnya pengeluaran rata rata
temuan BPK pada bidang
Penyelenggaraan
Pemerintahan. pengawasan danpembangunan,
mengelola dan
kunjungan wisatawan Strategi 9 : Membangundan menciptakan hubungan kerja yang
Meningkatnya pengeluaran rata rata
saing daerah Strategi 4 : Pelaksanaanpembangunan berdasarkan prinsip prinsip kemitraan antara
pemerintah, masyarakat dan swasta
Tabel 6.2 Identifikasi SWOT
Internal (kekuatan) Eksternal (Peluang)
1. Keamanan dan ketertiban daerah yang tinggi
2. Lokasi strategis (dekat dengan Ibu Kota provinsi)
3. Memiliki sumber daya alam yang besar (pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan dan pariwisata)
4. PDRB yang meningkat setiap tahunnya
5. Tingkat pendidikan rata rata penduduk yang tinggi
6. Tingkat kesehatan rata rata penduduk yang tinggi
7. Terletak di jalur trans sulawesi 8. Keinginan yang kuat dari pemda
untuk membuat Minsel sebagai pusat atau tujuan investasi 9. Ketersediaan lahan industri
yang cukup luas
10. Potensi energi listrik yang besar
11. Potensi pariwisata yang besar (banyak dan bervariasi)
12. Potensi PAD yang besar 13. Penetapan minsel sebagai
kawasan cepat tumbuh oleh pemda
14. Memiliki potensi produk produk eksport berbahan baku lokal
1. Dilewati oleh ALKI 2 (alur laut kepulauan Indonesia)
2. Peluang eksport produk produk berbahan baku lokal
3. Sesuai dengan MP3EI, Sulut sebagai basis industri
perikanan dan pertanian 4. Lokasi dekat dengah negara
negara di pasifik
5. Manado sebagai tujuan utama pariwisata di sulut mulai jenuh 6. Minsel sebagai salah satu mata
rantai sistem logistik daerah (silogda) sulut
Internal (kelemahan) Eksternal (Ancaman)
masih kecil (masih tergantung pada dana transfer untuk pembangunan).
2. Perkembangan industri yang masih rendah
3. Belum adanya pelabuhan laut yang memadai
4. Sektor pertanian masih belum dikelola secara modern dan nilai tambah masih rendah
5. Energi listrik yang belum
mencukupi untuk skala industri 6. Koperasi dan UMKM masih
belum berkembang dengan baik 7. PMA dan PMDN masih kecil 8. Jumlah penduduk miskin dan
pengangguran yang cukup besar 9. Belum adanya perda investasi
daerah
10. Infrastruktur penunjang investasi dan industri yang masih belum memadai
11. Reformasi birokrasi yang belum optimal
12. daya saing produk produk lokal masih rendah
industri dan jasa (masuknya produk produk luar negeri yang berkualitas tinggi)
2. KEK (kawasan ekonomi
khusus) Tanjung merah Bitung 3. Masih lemahnya kerjasama
industri dan perdagangan dengan daerah daerah lain diluar sulawesi utara
Setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman maka selanjutnya merumuskan strategi lebih detail untuk mengsinkronkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Faktor Eksternal
Faktor Internal
Peluang:
1. Dilewati oleh ALKI 2 (alur laut kepulauan Indonesia)
2. Peluang eksport produk produk berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI,
Sulut sebagai basis industri perikanan dan pertanian
4. Lokasi dekat dengan negara negara di pasifik
5. Manado sebagai tujuan utama pariwisata di sulut mulai jenuh
6. Minsel sebagai salah satu mata rantai sistem logistik daerah (silogda) sulut
Ancaman:
1. Globalisasi perdagangan, industri dan jasa
(masuknya produk produk luar negeri yang
berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi
khusus) Tanjung merah Bitung
3. Masih lemahnya kerjasama industri dan perdagangan dengan daerah daerah lain diluar sulawesi utara
Kekuatan:
1. Keamanan dan ketertiban daerah yang tinggi
2. Lokasi strategis (dekat dengan Ibu Kota provinsi) 3. Memiliki sumber daya alam
yang besar (pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan dan pariwisata)
4. PDRB yang meningkat setiap tahunnya
5. Tingkat pendidikan rata rata penduduk yang tinggi
6. Tingkat kesehatan rata rata penduduk yang tinggi 7. Terletak di jalur trans
sulawesi
8. Keinginan yang kuat dari pemda untuk membuat Minsel sebagai pusat atau tujuan investasi
9. Ketersediaan lahan industri yang cukup luas
10. Potensi energi listrik yang besar
11. Potensi pariwisata yang besar (banyak dan bervariasi)
12. Potensi PAD yang besar 13. Penetapan minsel sebagai
kawasan cepat tumbuh oleh pemda
Alternatif Strategi (kekuatan – Peluang):
1. Stretegi optimalisasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi 2. Strategi optimalisasi
daya saing daerah 3. Strategi optimalisasi
clean government dan good governance 4. Strategi inkubator
bisnis produk eksport 5. Strategi optimalisasi
industri berbahan baku lokal
Alternatif Strategi (kekuatan – ancaman):
1. Strategi penetrasi pasar produk eksport
Faktor Eksternal
Faktor Internal
Peluang:
1. Dilewati oleh ALKI 2 (alur laut kepulauan Indonesia)
2. Peluang eksport produk produk berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI,
Sulut sebagai basis industri perikanan dan pertanian
4. Lokasi dekat dengan negara negara di pasifik
5. Manado sebagai tujuan utama pariwisata di sulut mulai jenuh
6. Minsel sebagai salah satu mata rantai sistem logistik daerah (silogda) sulut
Ancaman:
1. Globalisasi perdagangan, industri dan jasa
(masuknya produk produk luar negeri yang
berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi
khusus) Tanjung merah Bitung
3. Masih lemahnya kerjasama industri dan perdagangan dengan daerah daerah lain diluar sulawesi utara
14. Memiliki potensi produk produk eksport berbahan baku lokal
Kelemahan:
1. Kemandirian keuangan daerah masih kecil (masih tergantung pada dana transfer untuk
pembangunan).
2. Perkembangan industri yang masih rendah
3. Belum adanya pelabuhan laut yang memadai
4. Sektor pertanian masih belum dikelola secara modern dan nilai tambah masih rendah
5. Energi listrik yang belum mencukupi untuk skala industri
6. Koperasi dan UMKM masih belum berkembang dengan baik
7. PMA dan PMDN masih kecil 8. Jumlah penduduk miskin
dan pengangguran yang cukup besar
9. Belum adanya perda investasi daerah
10. Infrastruktur penunjang investasi dan industri yang
Alternatif Strategi (kelemahan Peluang):
1. Strategi penguatan infrastruktur
2. Strategi pembinaan / pendampingan UMKM 3. Strategi penguatan
iklim investasi daerah
Alternatif Strategi (kelemahan ancaman):
1. Strategi aliansi pembiayaan infrastruktur
2. Strategi aliansi
Faktor Eksternal
Faktor Internal
Peluang:
1. Dilewati oleh ALKI 2 (alur laut kepulauan Indonesia)
2. Peluang eksport produk produk berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI,
Sulut sebagai basis industri perikanan dan pertanian
4. Lokasi dekat dengan negara negara di pasifik
5. Manado sebagai tujuan utama pariwisata di sulut mulai jenuh
6. Minsel sebagai salah satu mata rantai sistem logistik daerah (silogda) sulut
Ancaman:
1. Globalisasi perdagangan, industri dan jasa
(masuknya produk produk luar negeri yang
berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi
khusus) Tanjung merah Bitung
3. Masih lemahnya kerjasama industri dan perdagangan dengan daerah daerah lain diluar sulawesi utara
masih belum memadai 11. Reformasi birokrasi yang
belum optimal
12. daya saing produk produk lokal masih rendah
Setelah strategi dari swot ditemukan maka harus disinkronkan dengan indikator sasaran yang akan dicapai.
Tabel 6.4 Penentuan Alternatif Strategi dan indikator sasaran
Sasaran Indikator target/Kinerja
sasaran Alternatifstrategi (strategi dari
swot)
Meningkatnya intensitas dialog antar
umat beragama Jumlah dialog antar umat beragama dalam setahun
Strategi penguatan iklim investasi daerah Meningkatnya kegiatan kegiatan sosial
yang melibatkan antar umat beragama Jumlah kegiatan sosial ygmelibatkan antar umat beragama dalam setahun Tingginya tingkat kesadaran
masyarakat dalam mengimplementasi kan nilainilai keagamaan dalam kehidupan bersama
Jumlah ibadah oikumene dalam setahun
Menurunnya isu isu negatif berbasis
Menurunnya kasus kasus kriminal Jumlah kasus kriminal Menurunnya kasus kasus narkoba Jumlah kasus narkoba Meningkatnya LSM / organisasi atau
lembaga berbasis kebudayaan Jumlah LSM peduli budaya
Strategi optimalisasi
daya saing daerah Meningkatnya jumlah kelompok
kelompok seni tradisional Jumlah kelompok seni tradisional Terpeliharanya situs situs atau artefak
budaya asli minahasa selatan Jumlah kegiatan pemeliharaan situs atau artefak budaya asli minsel
tentang etos kerja Jumlah kegiatan sosialisasi etos kerja Meningkatnya slogan atau promosi
tentang budaya tertib di masyarakat Jumlah kegiatan promosi budaya tertib Meningkatnya intensitas dialog antar
umat beragama Jumlah dialog antar umat beragama dalam setahun penguatan iklimStrategi investasi daerah Meningkatnya kegiatan kegiatan sosial
yang melibatkan antar umat beragama Jumlah kegiatan sosial ygmelibatkan antar umat beragama dalam setahun Pendidikan : Meningkatnya APS Angka Partisipasi Sekolah
Pendidikan : meningkatnya angka rata
murid SD, SMP, SMA/SMK Rasio guru murid SD, SMP, SMA/SMK Pendidikan : menurunnya angka
putus Sekolah (DO) Angka putus sekolah (DO) Kesehatan : meningkatnya usia
harapan hidup Usia Harapan Hidup
Kesehatan : meningkatnya rasio dokter
per satuan penduduk Rasio dokter per satuan penduduk Kesehatan : menurunnya kematian
neo natal / 1000 kelahiran hidup Kematian Neo Natal / 1000 kelahiran hidup Kesehatan : meningkatnya rasio
Stretegi
balita gizi buruk Presentase Balita Gizi buruk Kesehatan : meningkatnya rasio
posyandu per satuan balita Rasio posyandu per satuan balita Kesehatan : menurunnya komplikasi
kebidanan Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Kesehatan : meningkatnya Rasio
penanganan penderita penyakit DBD Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD
Kesehatan : meningkatnya peserta KB aktif Peserta kB aktif Kesehatan : meningkatnya angka IPM Angka IPM
Kesehatan : menurunnya angka HIV AIDS (ODHA) Angka penderita HIVAIDS (ODHA)
penduduk Meningkatnya rasio puskesmas per penduduk Meningkatnya rasio rumah layak huni
per penduduk
Rasio rumah layak huni
Bertambahnya panjang jalan kabupaten
Panjang jalan kabupaten Strategi penguatan
penataran optimalisasiStrategi
clean
Meningkatnya income perkapita angka income perkapita Stretegi optimalisasi
pertumbuhan dan pemerataan
ekonomi Menurunnya angka kemiskinan angka angka kemiskinan
Menurunnya angka pengangguran
terbuka angka pengangguran terbuka
Meningkatnya eksport angka eksport
Meningkatnya PAD angka PAD
Meningkatnya pengeluaran rata rata angka pengeluaran rata rata Mencapai opini BPK pada level WTP
pada bidang keuangan daerah jumlah temuan BPK pada bidang keuangan daerah Menurunnya jumlah temuan BPK
pada bidang aset daerah. jumlah temuan BPK pada bidang aset daerah. Meningkatnya indeks kepuasan
Masyarakat (IKM) Total nilai pada IKM
Meningkatnya indeks integritas
pelayanan publik (IPP) Total nilai pada IPP Mencapai opini BPK pada level WTP
(wajar tanpa pengecualian) tentang pengelolaan keuangan daerah
Opini BPK pada level WTP
Menurunnya jumlah temuan BPK
pada bidang keuangan daerah jumlah temuan BPK pada bidang keuangan daerah Menurunnya jumlah temuan BPK
pada bidang aset daerah. jumlah temuan BPK pada bidang aset daerah. Meningkatnya partisipasi masyarakat
perdagangan Meningkatnya PDRB per kapita PDRB per kapita Strategi
optimalisasi
bagi UMKM Bertambahnya kredit mikro dan kecil bagi UMKM Strategi inkubator bisnis produk eksport,
eksport Jumlah produk eksport
Meningkatnya posisi minsel dari hasil
penguatan iklim
(Penanaman modal Asing) ke minsel Jumlah investasi PMA
Meningkatnya nilai tukar petani Data nilai tukar petani Strategi optimalisasi
daya saing daerah Bertambahnya lapangan pekerjaan
(penduduk yang bekerja) Data Lapangan pekerjaan (penduduk yg bekerja)
Tersedianya dokumen Rencana Tata
pengembangan wilayah dan pariwisata Konsitensi RTRW dengan RIPPDA Meningkatnya kemampuan institusi
pariwisata dalam mengelola dan mempromosikan objekobjek pariwisata.
Jumlah anggaran untuk
promosi optimalisasiStrategi daya saing
wisatawan Jumlah kunjungan wisatawan konektivitasStrategi dan sinergitas
wisatawan Lama kunjungan wisatawan
Meningkatnya income perkapita angka income perkapita Stretegi optimalisasi pertumbuhan dan pemerataan
ekonomi
Menurunnya inflasi angka inflasi
Menurunnya angka kemiskinan angka angka kemiskinan Menurunnya angka pengangguran
terbuka angka pengangguran terbuka
Meningkatnya eksport angka eksport
Meningkatnya pengeluaran rata rata angka pengeluaran rata rata Terbangunnya sarana dan prasarana
pengembangan wilayah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jumlah anggaran
pembangunan sarana dan prasarana pengembangan wilayah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Strategi penguatan infrastruktur
dan Strategi aliansi pembiayaan infrastruktur Meningkatnya indeks daya saing
daerah indeks daya saing daerah optimalisasiStrategi
daya saing daerah
Berdasarkan strategi detail dari SWOT maka kemudian dirumuskan arah kebijakan umum Pembangunan, sebagai berikut :
1. Memantapkan komitmen kebangsaan masyarakat Minahasa Selatan dalam format Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup rukun dan damai melalui pendekatan fungsi, peran, dan kedudukan agama sebagai landasan spiritual, moral dan etika.
3. Mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat.
4. Membangunan masyarakat Minahasa Selatan yang beriman dan berbudaya.
5. Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik, Yang Bersih, Bebas KKN dan Reformasi Birokrasi.
6. Meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. 7. Meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat 8. Meningkatkan daya saing daerah.
9. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.
10. Meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan bermutu. 11. Meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan masyarakat. 12. Meningkatkan harapan hidup penduduk.
13. Meningkatkan pendapatan Perkapita. 14. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
15. Meningkatkan produktivitas pertanian dalam arti yang luas. 16. Meningkatkan nilai tukar petani dan nelayan.
17. Meningkatkan kualitas produk komoditi dan jumlah expor. 18. Meningkatkan jumlah investasi swasta dan masyarakat.
19. Mewujudkan beberapa kawasan sebagai kawasan agroindustri. 20. Meningkatkan kualitas tenaga para medis, pendidik.
21. Mengurangi jumlah pengangguran dan penduduk miskin.
23. Menguatkan kedudukan dan peran perempuan serta perlindungan anak.
24. Meningkatkan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah. 25. Meningkatkan pembangunan pedesaan dan revitalisasi pertanian. 26. Mengembangkan pembangunan perikanan, kelautan, pesisir. 27. Peningkatan usaha mikro kecil menengah dan koperasi. 28. Membangun dan melestarikan objekobjek pariwisata.
29. Menanggulangi pengangguran kemiskinan dan masalahmasalah sosial.
30. Meningkatkan kualitas hidup seluruh warga masyarakat.
Tabel 6.5 Perumusan Arah Kebijakan Pembangunan
Tujuan Sasaran Arah
kebijakan
Arah
budaya tertib. dan berpihak pada
umat beragama Strategi 11 :
neo natal / 1000
Kesadaran
SMA/SMK PengelolaanStrategi 6 :
kesejahteraan
perkapita MenciptakanStrategi 8 :
Arah
temuan BPK pada
bidang aset daerah. Arah kebijakan
kelautan dan kebijakanArah
Strategi 2 : Melibatkan masyarakat dalam
perkebunan melalui
revitalisasi. perikanan, perkebunan Tahun ke4umum
investasi bisnis swasta dan masyarakat.
Indonesia yang ditujukan
Arah kebijakan
Strategi umum 1
Strategi umum
11 Strategi
umum 3
Strategi umum 4
Strategi umum 5
Strategi umum 9
Strategi umum
10 Strategi
umum 7
Strategi
dan pengangguran
daya saing daerah PelaksanaanStrategi 4 : pembangunan sasaran yang dibentuk. Dan untuk mencapai arah kebijakan umum (prioritas per tahun) maka dibutuhkan sinkronisasi dengan strategi umum yang ditentukan.
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
pada misi 3 Sasaran
sasaran pada misi 4
Sasaran sasaran pada misi 5
Dengan mengsinkronkan antara arah kebijakan, sasaran per misi dan strategi umumnya maka dapat ditentukan strategi per dimensi waktu (prioritas waktu). Untuk strategi pada level urusan diuraikan sebagai berikut :
6.1
6.1 Mengembangkan kehidupan Masyarakat Yang Beriman danMengembangkan kehidupan Masyarakat Yang Beriman dan Berbudaya
Berbudaya
strategi dan arah kebijakan dalam rangka Mengembangkan Kehidupan Masyarakat Yang Beriman dan Berbudaya dijabarkan sesuai urusan sebagai berikut :
6.1.1 Urusan agama Strategi
1. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan kehidupan beragama.
2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia pendidik agama disegala jenjang lembaga didikan.
3. Meningkatkan kehidupan beragama yang peduli terhadap sesama dan lingkungan, tidak ekskusif, berwawasan kebangsaan serta saling menghargai dan menghormati satu terhadap yang lain.
4. Meningkatkan wadah atau forum dialog atar umat beragama.
Arah Kebijakan
2. Peningkatkan pembianaan keagamaan dilevel keluaraga, sekolah, masyarakat dan internal agama.
3. Peningkatkan kualitas pendidikan agama, baik dilembaga pendidikan maupun tenaga pendidik
4. Peningkatan kehidupan beragama yang berwawasan lingkungan, peduli terhadap lingkungan sosial, budaya, ekonomi dan politik.
5. Peningkatan kehidupan anatr umat beragama, yang saling mengakui menghormati dan menghragai satu terhadap yang alin dalm rangka kerukunan antar umat beragama.
6.1.2 Urusan Kebudayaan Strategi
1. Meningkatkan rasa saling percaya dan hubungan harmonis anata kelompok eknik dan budaya dalam masyarakat.
2. Meningkatkan komitmen dan upaya pengembangan budaya lokal berlandaskan nilainilai luhur kultural.
3. Memantapkan rasa solidaritas dan sikap apresiatif terhadap nialinilai budaya dalam masyarakat.
Arah Kebijakan
1. Penguatan hubungan kerjasama antar berbagai kelompok sosial budaya, enis dalam masyarakat.
2. Pemberdayaan sarana dan prasarana bagi pelestarian nilai nilai budaya lokal dalam rangka pengayaan kebudayaan nasional.
3. Pemberdayaan sarana dan prasarana bagi pelestarian berbagai peninggakan sejarah dan budaya.
4. Pemberdayaan berbagai wadah kebudayaan dalam masyarakat untuk menunjang pengembangan nilai budaya.
5. Pemantapan kehidupan yang aman, damai dan sejahtrah dalam bingkai.
- Sitou Timou Tomou Tou - Budaya Mapalus
- Budaya Torang Semua Bersaudara - Budaya Kasih Mengasihi
- Budaya Tertib, Budaya Bersih, Budaya Kerja, Budaya Toleransi.
6.2 Meningkatkan KualitasMeningkatkanKualitas Sumberdaya Manusia Yang Berdaya Saing
strategi dan arah kebijakan dalam rangka MeningkatkanMeningkatkan Kualitas
Kualitas Sumberdaya Manusia Yang Berdaya Saing dijabarkan sesuai urusan sebagai berikut :
6.2.1 Urusan Pendidikan Strategi
1. Meningkatkan pelayanan pendidikan bermutu dan merata untuk semua warga masyarakat.
2. Meningkatkan akses pelayanan dan kualitas pendidikan.
3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendidikan.
2. Peningkatan presentase penduduk Minahasa Selatan yang dapat menyelesaikan program wajib belajar sembilan tahun. 3. Peningkatkan perluasan, pemertaan dan mutu pendidikan
menengah jalur formal dan non formal baik umum kejuruan. 4. Peningkatkan perluasan pendidikan anak usia dini.
5. Penyelenggaran pendidikan luar sekolah yang bermutu.
6. Penurunan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat.
7. Pengembangkan sekolah nasional bewawasan internasional serta sekolah model dan atau binaan kuhsus.
8. Peningkatkan pemerataan jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
9. Pengembangkan dan Pengimpementasikan sistem evaluasi, akreditasi dan sertifikasi
11. Pemberdayakan dan Peningkatan pembinaan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.
12. Pebenahan managemen sistem pembiayaan pendidikan yang adil efisien, efektif, transparan dan akuntabel
13. Perbaikan dan pengembangan sistem jaminan kesejahtraan pendidik dan tenaga kependidikan yang adil berdasarkan kinerja
14. Pembenahan dan Peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan
15. Peningkatan penelitian dan pengembangan penelitian untuk penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan pendidikan.
6.2.2 Urusan Perpustakaan Strategi
1. Meningkatkan manajemen pelayanan perpustakaan 2. Mengembangkan perpustakaan di tiap kecamatan.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia pengelola perpustakaan
2. Pengadaan infrastruktur perpustakaan termasuk perbendaharaan jumlah buku dan objek perpustakaan
3. Peningkatan minat dan budaya baca masyarakat khususnya pada usia sekolah.
6.2.3 Urusan Kesehatan Strategi
1. Meningkatkan jumlah, kualitas dan keterjangkauan sarana dan prasarana kesehatan.
3. Mengurangi kesenjangan status kesehatan antar kelompok masyarakat.
4. Meningkatkan kualitas dan sumberdaya tenaga kesehatan dan pendistribusian secara merata.
5. Meningkatkan kesadaran dan prilaku masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya hidup bersih dan sehat.
6. Meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan pemukuman dan lingkungan kerja.
Arah Kebijakan
1. Peningkatkan jumlah, kualias, pemanfaatan dan pembenahan sarana dan prasarana kesehatan untuk meningkatakan akses masyarakat kepada pelayanan masyarakat yang bermutu. 2. Pengembangan pola hidup bersih dan sehat dan sistem
jaminan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin.
3. Peningkatan kualitas dan kwantitas tenaga kesehatan dan pendistribusian yang merata.
4. Peningkatan kualitas masyarakat serta pencegahan dan pemberantasan penyakit.
5. Peningkatan kualitas sanitasi lingkungan pemukiman dan lingkungan kerja.
6. Perbaikan dan peningkatan kualitas pangan dan gizi masyarakat
7. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan. 8. Pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.
9. Peningkatan sistem manajemen pembangunan kesehatan. 10. Penelitian dan pengembangan kesehatan masyarakat.
11. Peningkatan jumlah Puskesmas rawat nginap, Puskesmas pembatu, Peskesmas keliling.
Strategi
1. Meningkatkan produktifitas dan daya saing tenaga kerja.
2. Menurunkan prosentase tenaga kerja yang menganggur dan setengah menganggur.
3. Meningkatkan prosentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian, kelauatan dan perikanan.
4. Meningkatkan perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan.
5. Memperluas peluang dan kesempatan kerja.
6. Meningkatkan produktifitas tenaga kerja sektor pertanian, kelauatan dan perikanan.
7. Menurunkan prosentasi jumlah penduduk miskin
Arah Kebijakan
1 Pembangunan balai latihan kerja (BLK)
2 Peningkatan kualitas keterampilan dan produktifitas tenaga kerja.
3 Penciptaan lapangan pekerjaan yang seluasluasnya melalui berbagai program investasi.
4 Peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan pelatiahan dan pelayanan kesehatan.
4. Peningkatan perlindungan dan pengawasan keselamatan, kesehatan dan keamanan kerja.
5. Meningkatkan produktifitas tenaga kerja sektor pertanian, kelauatan dan perikanan.
6. Mempersiapkan tenaga kerja siap pakai melalui balai latihan kerja (BLK).
6.2.5 Urusan Sosial Strategi
2. Mengantisipasi berkembangnya masalahmasalah sosial, kriminalitas dan ganguan sosial yang menimbulkan ketidakyamanan dan kenyamanan hidup.
3. Meningkatkan pelayanan pemberian jaminan sosial bagi masyarakat miskin.
4. Mengembangkan penanggulangan dan pelayanan korban bencana alam dan sosial.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan pemberdayaan kelembagaan masyarakat dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial.
2. Pencegahan secara dini berbagai sumbersumber masalah sosial, konflik sosial, ganguan sosial dan kriminalitas.
3. Peningkatan jaminan dan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
4. Peningkatan kualitas penanganan korban bencana alam dan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
5. Pengembangan jaminan rasa aman dan nyaman dan pelayanan umum bagi masyarakat.
6.2.6 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Strategi
1. Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan serta perlindungan anak.
2. Mencegah perekrutan dan pengiriman tenaga kerja wanita ilegal keluar daerah.
3. Meningkatkan pembinaan dan perlindungan kepada anak. 4. Mengembangkan dan meningkatkan sistem perlindungan
terhadap pekerja anak, anak jalanan dan korban kekerasan.
Arah Kebijakan
2. Pengembangan mekanisme pencegahan dan penyelesaian masalah perdagangan anak dan perempuan.
3. Peningkatkan upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
4. Peningkatan pembinaan dan perlindungan terhadap anak.
6.3 Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik danMemantapkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Berwibawa
Berwibawa
Strategi dan arah kebijakan dalam MemantapkanMemantapkan Tata Kelola Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Berwibawa
Pemerintahan Yang Baik dan Berwibawa adalah sebagai berikut :
6.3.1 Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah dan Kepegawaian
1. Urusan Otonomi Daerah Strategi
1. Mewujudkan kejelasan tugas, wewenang dan tanggung jawab pemerintah kabupaten
2. Meningkatkan Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi (KIS) pembangunan daerah dengan pemerintah, pemerintah propinsi dan kabupaten/kota lainnya.
3. Memantapkan sinkronisasi peraturan daerah dan peraturan perundanguandangan diatasnya utuk mendukung tertibnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.
4. Mewujudkan pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan dan pembangunan masyarakat.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan hubungan kerjasama yang harmonis dan bersinergi dengan pemerintah, pemerintah provinsi serta dengan sesama pemerintah kabupaten/kota lainnya.
2. Pemantapan sinkronisasi peraturan daerah dan peraturan perundangundangan diatasnya utuk mendukung tertibnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.
4. Pemantapan peran pemerintah kabupaten dalam mengkoordinasikan dan mengkonsultasikan usulan pemekaran wilayah.
2. Urusan Pemerintahan Umum Strategi
1. Membentuk organisasi pemerintahan daerah sesuai analisis kebutuhan, tugas, kewenagan dan tanggung jawab pemerintah daerah.
2. Meningkatkan kapasitas institusi pemerintah daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
3. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur pemerintah daerah untuk mendukung kinerja birokrasi dalam pelayanan publik.
Arah Kebijakan
1. Perwujudan struktur organisasi pemerintahan yang miskin struktur kaya fungsi, efisien, efektif dan produktif.
2. Pengembangan sistem proses pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan daerah utuk memberi ruang partisipasi publik yang optimal.
3. Penataan kelembagaan ketatalaksanaan serta sistem pengawasan dan akuntabilitas.
4. Penyediaan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pemerintah daerah.
5. Penguatan kapasitas pemerintah daerah.
6. Pemantapan pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas penanganan perkara korupsi.
7. Peningkatan pengawasan dan pengendalian pelaksanan peraturan perundangundangan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta tindak lanjut.
Strategi
1. Mengoptimalkan pengelolaan sumbersumber pendapatan daerah yang potensial secara tertib dan bertanggung jawab . 2. Mewujudkan penyelenggaraan administrasi keuangan
daerah yang memenuhi syaratsyarat dan standar akuntansi dan dapat di akses oleh semua pihak yang berkepentingan 3. Mewujukan struktur APBD dengan komponen belanja publik
yang proposional dan terus meningkat.
4. Meningkatkan peran pemerintah kabupaten untuk melakukan koordinasi, konsultasi dan pendekatan pada sumbersumber pembiayaan pembangunan ditingkat pusat dan provinsi.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan pelayanaan prima untuk mendorong peran masyarakat memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi.
2. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan aparat pengelola administrasi keuangan daerah melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.
3. Peningkatan proposi pendapatan asli daerah terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan.
4. Peningkatan transparansi, akuntabilitas dan auditablilitas pengelolaan keuangan daerah untuk tercapainnya stasus
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
5. Peningkatan komponen belanja publik sehingga mencapai 60% dari APBD secara bertahap.
4. Urusan Kepegawaian Strategi
2. Mengembangkan sistem reward and punishmet yang transparan, bertanggung jawab untuk memacu semangat dan prestasi kerja PNS.
3. Memantapkan reformasi birokrasi dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
4. mewujudkan standard pelayanan minimal disetiap instansi serta tersedianya mekanisme daya tanggap yang tinggi.
Arah Kebijakan
1. Pelaksanaan mutasi, reposisi dan rasionalisasi PNS sesuai bidang keahlian, kopentensi, profesionalisme dan prsetasi kerja.
2. Peningkatan disiplin pegawai yang berorentasi pada peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktivitas.
3. Pengefektivan sistem pengawasan dan penegakan aturan di lingkungan birokrasi.
4. Peningkatan pengawasan terhadap kinerja birokrasi berdasarkan standar pelayanan minimal.
5. Pengembangan sistem peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS.
6. Peningkatan kualitas pelayanan publik.
6.3.2 Urusan Kesatuan bangsa dan politik Strategi
1. Mempertahankan dan memperkuat jati diri dan karakter bangsa dalam keragaman budaya secara berkelanjutan.
2. Meningkatkan efektifitas peran partai politik dan organisasi sosial masyarakat.
Arah kebijakan
1. Peningkatan pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air khususnya dikalangan generasi muda
2. Peningkatan komitmen dalam menjaga kerukunan dan kedamaian, kesatuan dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945.
4. Penciptaan iklim yang kodusif bagi berkembangnya demikrasi, penguatan peran masyarakat sipil dan partai politik.
5. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas lembaga demokrasi. 6. Pemantapan pelaksanaan keterbukaan informasi publik. 7. Pengembangan pendidikan politk kepada masyarakat.
6.3.3 Urusan Perencanaan Daerah Strategi
1. Mewujudkan dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Selatan dan dokumen resmi lainnya yang didukung dengan peraturan daerah.
2. Mewujudkan konsep pengembangan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang berorentasi untuk percepatan dan pemerataan pembangunan.
Arah kebijakan
1. Peningkatan pemberdayaan peran aktif masyarakat dalam proses penyusunan rencana, pemanfaatan dan pengendalian Rencana Tata Ruang (RTRW).
2. Peningkatan peran dan fungsi Tim Koordinasi Tata Ruang (TKTRK) Kabupaten Minahasa Selatan.
3. Perwujudan kesepakatan untuk menjadikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan daerah.
4. Peningkatan peran pemerintah Kabupaten dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pembangunan daerah.
5. Peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
6. Pemberdayaan dan perkuatan kelembagaan pemerintah daerah dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
6.3.4 Urusan Informasi dan Komunikasi Strategi
1. Meningkatkan pengetahun dan kesedaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya sistem informasi dan komunikasi.
3. Menyediakan sarana dan prasarana sistem informasi dan komunikasi yang memadai dan berkualitas di lingkungan pemerintah daerah.
4. Membuka akses untuk memperoleh informasi yang berkaitkan dengan kebijakan dan kepentingan publik.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan kuantitas dan kualitas informasi dan komunikasi untuk terselenggaranya proses sosialisasi, kontol politik dan sosial budaya
2. Peningkatan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
3. Penyediaan sarana dan prasarana sistem informasi dan komunikasi yang memadai dan berkualitas di lingkungan pemerintah daerah.
4. Peningkatan kualitas pelaksanaan kebebasan Pers, profesionalisme kualitas sumber daya manusia insan Pers.
5. Penciptaan iklim dan peluang inovasi teknologi informasi.
6.3.5 Urusan Kependudukan Strategi
1. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
2. Meningkatkan penataan sistem administrasi kependudukan melalui data base.
Arah Kebijakan
1. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk dengan memaksimalkan akses dan kualitas pelayanan KB termasuk meningkatnya Pria dalam ber KB.
2. Penataan sistem administrasi kependudukan, data dan informasi penduduk, registrasi penduduk melalui sistem data base kependudukan.
3. Peningkatan pelayanan agar semua penduduk Minahasa Selatan yang berumur diatas 17 tahun memiliki KTP.
4. Peningkatan sistem pembuatan KTP yang berbasis Teknologi Informasi (TI).
5. Peningkatan sistem informasi kependudukan.
6.4 Megembangkan Perekonomian Yang Tanguh, BerkualitasMegembangkan Perekonomian Yang Tanguh, Berkualitas, Tinggi, Tinggi,, Merata dan Kondu
Strategi dan arah kebijakan untuk Mengembangkan Perekonomian Yang Tanguh, Berkualitas, Tinggi, Merata dan Kondusif Berbasis Perdesaan, sebagai berikut :
6.4.1 Urusan Pekerjaan Umum Strategi
1. Meningkatkan pembangunan prasarana jalan dan jembatan.
2. Meningkatkan pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan terkendali pemanfaatannya.
3. Meningkatkan penataan kawasan pesisir dari abrasi pantai.
4. Memperbaiki dan memelihara daerah aliran sungai (DAS).
5. Menyediakan sarana dan prasarana dasar perumahan dan permukiman.
6. Meningkatkan penyediaan air minum dengan sistem perpipahan.
7. Meningkatkan pembangunan drainase dan air limbah.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan penyediaan prasarana jalan yang di prioritaskan pada jalan yang telah terbangun dan kawasan sentra produksi.
2. Pemenuhan kebutuhan air irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak serta optimalisasi operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.
3. Pengamanan pantai untuk wilayahwilayah yang sangat rawan abrasi.
4. Peningkatan pengelolaan, pemeliharaan dan rehabilitasi daerah aliran sungai.
5. Penyediaan pembangunan perumahan sederhana dan sangat sederhana.
6. Penyediaan sarana dan prasaran dasar kawasan perumahan dan permukiman.
7. Penataan dan revitalisasi lingkungan perumahan dan permukiman.
9. Peningkatan pembangunan, pemeliharaan dan rehabilitasi drainase dan air limbah.
10.Peningkatan penyediaan sarana dan prasaran serta fasilitas persampahan.
6.4.2 Urusan Bidang Perhubungan Strategi
1. Memperluas dan pemerataan pelayanan transportasi antar wilayah.
2. Meningkatkan kondisi sarana dan prasarana lalu lintas angkutan darat dan laut.
3. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung pelabuhan Amurang.
Arah Kebijakan
1. Pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat dan laut yang berkelanjutan
2. Peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi terpadu .
3. Mendorong terciptanya pengembangan prasarana dan industri jasa transportasi darat dan laut.
4. Peningkatan koordinasi pembangunan pelabuhan Amurang.
6.4.3 Urusan Bidang Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Strategi
1. Mewujudkan Grand Design Pertanian dalam arti yang luas.
2. Meningkatkan daya saing komoditi pertanian, peternakan dan perkebunan.
3. Mengembangkan kawasankawasan agropolitan
4. Mempertahankan sebagai daerah swasembada pangan khususnya beras.
6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di kawasan perdesaan dan sentrasentra produksi.
7. Mengembangkan pertanian modern yang berbasis pengetahuan, teknologi, efesiensi, keunggulan profesionalisme dan perekayasan secara terpadu.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan revitalisasi pertanian dalam arti yang luas. 2. Pembangunan kawasan pengembangan rempah terpadu. 3. Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian. 4. Pengembangan pengelolaan kelapa terpadu.
5. Pengembangan konsep agrobisnis kearah pendekatan agroindustri.
6. Peningkatan akses masyarakat petani kesumber daya produktif untuk pengembangan usaha.
7. Peningkatan pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan, teknologi dan inovasi permodalan.
8. Pengembangan mekanisasi pertanian modern secara selektif, efektif dan efisien.
9. Peningkatan promosi dan pemasaran produkproduk pertanian, peternakan dan perkebunan.
10. Peningkatan pengamanan kecukupan dan ketahanan pangan. 11. Peningkatan perlindungan petani dan peternak dari persaingan
yang tidak sehat.
12. Pengembangan dan pemantapan sistem pemasaran dan manajemen usaha pertanian, peternakan dan perkebunan. 13. Pengembangan dan pemantapan kawasan agropolitan dan
minapolitan.
14. Peningkatan nilai tambah produk komoditi pertanian, peternakan dan perkebunan melalui proses produksi dan pengolahannya.
15. Peningkatan peluang dan kemudahan bagi petani dan peternak untuk memperoleh modal usaha.
6.4.4 Urusan Kelautan dan Perikanan Strategi
1. Meningkatkan daya saing komoditas Kelautan dan Perikanan.
2. Menyediakan sarana dan prasarana Kelautan dan Perikanan secara memadai terutama kawasan Minapolitan Tatapaan.
3. Meningkatkan pengelolaaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
4. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara tertib dan bertanggung jawab.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan revitalisasi kelautan dan perikanan.
2. Pengembangan dan pemantapan kawasan Minapolitan Tatapaan.
3. Pembangunan sekolah menengah kejuruang Perikanan.
4. Percepatan pengembangan pelabuhan perikanan dan sarana pendukungnya.
5. Pembangunan sarana dan prasarana dasar desadesa pesisir.
6. Pembangunan sarana dan fasilitas pemasaran produk kelautan dan perikanan.
7. Percepatan pengembangan usaha perikanan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan melalui pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana.
8. Peningkatan mutu dan pengembangan produk bernilai tambah hasil perikanan melalu industri pengolahan, industri rumah tangga dalam bentuk usaha mikro, kecil menengah dan koperasi.
9. Pengembangan pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan
10.Peningkatan pemberdayaan nelayan pembudidayaan ikan pengelola produksi ikan dan masyarakat pesisir.
6.4.5 Urusan Pertambangan dan Energi Strategi
2. Meningkatkan pembinaan pengolahan usaha pertambangan dan sumber daya mineral.
3. Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengkoordinasikan kebutuhan energi.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan pembinaan terhadap masyarakat di kawasan yang berpotensi untuk pertambangan.
2. Pengendalian dan penertipan pertambangan rakyat yang berpotensi merusak dan mencemari lingkungan.
3. Peningkatan pengawasan produksi, pemakaran dan pengelolahan pertambangan.
4. Peningkatan pembinaan melalui kegiatan sosialisasi kebijakan dan regulasi bidang pertambangan.
5. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana energi termasuk ketenaga listrikan.
6.4.6 Urusan Pembangunan Pedesaan Strategi
1. Meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat desa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan dan pemeliharaan pembangunan
2. Mengembangkan dan memperkuat kelembagaan desa berbasis masyarakat dan pelaku usaha ekonomi di pedesaan.
3. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat pedesaan sebagai sumberdaya pembangunan.
4. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa dalam mengfasilitasi dan mengkoordinasikan pembangunan pedesaan.
5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan kapasitas kelembangaan organisasi dan kelopok kelompok swadaya masyarakat di pedesaan.
3. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah desa yang mengelola pembangunan pedesaan sesuai dengan prinsipprinsip Good Governance.
4. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dasar perdesaan.
5. Peningkatan dan pengembangan sarana dan fasilitas perekonomian pedesaan.
6. Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam usahausaha produktif.
7. Pemberdayaan dan perkuatan modal usaha masyarakat desa.
6.4.7 Urusan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Strategi
1. Meningkatkan jumlah usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi yang memiliki standar bisnis yang memedai.
2. Meningkatkan jumlah mitra usaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi yang memiliki keterkaitan usaha.
3. Meningkatkan fasilitas publik untuk mendukung pengembangan dan pembinaan wirausaha baru.
Arah Kebijakan
1. Pewujudan UMKMK yang berolentasi kewirausahaan sesuai standar bisnis dan memiliki daya saing.
2. Perwujudan kemitraan usaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan pengusaha besar untuk mengoptimalkan skala usaha.
3. Mengembangkan sarana dan prasarana untuk mengfasilitasi pengembangan UMKMK khususnya pembinaan wirausaha baru dan calon wirausaha.
6.4.8 Urusan Perdagangan Strategi
1. Mewujudkan Minahasa Selatan sebagai salah satu pasar komoditas pertanian, kelautan dan perikanan.
4. Mendorong produkproduk unggulan daerah kepemasaran lokal, regional, nasional dan internasional.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan Minahasa Selatan sebagai salah satu pasar perdagangan regional komoditas pertanian, kelautan dan perikanan dan produkproduk lokal lainnya.
2. Peningkatan nilai expor Kabupaten Minahasa Selatan.
3. Peningkatan nilai investasi yang bersumber dari PMD dan PMA.
4. Penciptaan iklim usaha bagi berkembangnya dunia usaha swasta, nasional dan internasional.
5. Peningkatan peran pemerintah dearah untuk mencarikan sumbersumber permodalan bagi UMKMK.
6. Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana perdagangan.
6.4.9 Urusan Bidang Industri Strategi
1. Meningkatkan daya saing industri.
2. Mewujudkan Minahasa Selatan sebagai daerah agroindustri yang berdaya saing.
3. Memciptakan iklim usaha yang kondusif berupa pemberihan kemudahan bagi tumbuh kembangnya industri pengolahan komoditas pertanian.
4. Meningkatkan penerapan satandar risasi produk industri untuk memperkuat daya saing produk industri lokal.
Arah Kebijakan
1. Pembangunan sarana dan prasarana mendukung berkembangnya agroindustri.
3. Peningkatan kemampuan manajerial profesional sumber daya manusia pelayanan terpadu.
4. Peningkatan pengendalian kualitas proses pengolahan produk industri yang berdaya saing.
6.4.10 Arah Kebijakan Urusan Bidang Kehutanan Strategi
1. Peningkatan pemeliharaan hutan sebagai salah satu fungsi daya dukung keseimbangan alam.
2. Peningkatan pengawasan dan pengendalian kawasan hutan.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan pemeliharaan dan pelestarian kawasan hutan. 2. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan
hutan tanama.
3. Pemberdayaan dan perkuatan linstitusi kehutanan.
4. Pengawasan dan pengendalian terhadap berbagai kegiatan yang merusak hutan dan lingkungannya.
6.4.11 Urusan Bidang Penanaman Modal Strategi
1. Menciptakan kondisi yang memiliki daya saing daerah relatif lebih baik dengan daerah lain.
2. Menciptakan institusi daerah yang bertanggung jawab secara langsungsung untuk pengurusan isin investasi yang kredibel, transparan dan profesional.
3. Menyusun dan menetapkan peraturan daerah investasi yang pro investasi, probisnis.
4. Mewujudkan peran aktif pemerintah daerah untuk mempromosikan Minahasa Selatan sebagai daerah investasi yang strategis.
Arah Kebijakan
2. Peningkatan ketatalayanan kelembagaan yang ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.
3. Menciptakan kepastian hukum investasi yang menjamin kepastihan usaha.
4. Peningkatan peran pemerintah daerah untuk mengfasilitasi kerjasama antara investor daerah dan investor luar negeri.
5. Peningkatan promosi potensi sumber daya alam Minahasa Selatan.
6.4.12 Urusan Bidang Penanggulangan Bencana Strategi
1. Memetakan kawasan rawan bencana tsunani, gempa bumi pergerakan tanah, gunung api, banjir, kebakaran hutan dan bencana lainnya.
2. Menyediakan sistem peringatan dini bagi masyrakat untuk mengurangi resiko bencana.
3. Meningkatkan kapasitas mitigasi bencana akibat perubahan iklim yang ekstrim.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan sistem informasi peringatan dini tentang terjadinya bencana alam.
2. Pengadaan sarana dan fasilitas sistem informasi peringatan dini.
3. Penyiapan unit tanggap darurat dilengkapi dengan fasilitas oprasional.
4. Penyiapan lokasilokasi evakuasi sebagai antisipasi menghadapi terjadinya bencana.
5. Penyiapan bantuan fasilitas tanggap darurat baik fisip maupun non fisip.
6.5 Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dalamMewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata
Mendukung Pengembangan Pariwisata
Strategi dan arah kebijakan untuk Mewujudkan PembangunanMewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata
yang Berkelanjutan dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata, sebagai berikut:
1. Mewujudkan tertibnya pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah.
2. Mewujudkan kualitas ekosistem alami yang baik dan pelestarian keanekaragaman hayati.
3. Mewujudkan pengelolaan DAS yang benar, pengelohan dan pemanfaatan air yang baik.
4. Meningkatkan upaya pengolahan sumberdaya hutan yang benar dan berkelajutan.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan hidup
6. Mewujudkan penegakan hukum yang maksimal bagi pelangar hukum lingkungan
Arah Kebijakan
1. Pengembangan pola pembangunan yang berkelanjutan dengan pendekatan yang tidak merusak lingkungan.
2. Peningkatan upaya pelestarisn lingkungan hidup yang di arahkan untuk pelstarian fungsi ekologi dan ekosistem secara berkelanjutan.
3. Pelaksanaan revitalisasi dan pemantapan kawasan hutan. 4. Pelaksanaan rehabilitasi dan konserfasi sumber daya hutan 5. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya kelautan. 6. Pembinaan pengelolaan usahausaha pertambangan.
7. Pemberdayaan ekonomi masyarakat disekitar kawasan hutan. 8. Pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum yang tegas
bagi yang melangar hukum lingkungan.
9. Penyusunan sistem manajemen pengelolaan persampahan terpadu.
10. Percepatan pembangunan lanjutan TPA Mobongo untuk segera difungsikan.
6.5.2 Urusan Pariwisata Strategi
1. Mewujudkan penyusunan Grand Design Pariwisata Minahasa Selatan yang di integrasikan dengan Kabupaten/Kota lain dan kawasan regional.
2. Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan lintas sektor. 3. Memprioritaskan pembangunan objekobjek wisata yang
4. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan asosiasi usaha industri pariwisata.
5. Mewujudkan event tahunan Pariwisata Minahasa Selatan.
Arah Kebijakan
1. Pembenahan dan perkuatan institusiinstitusi pemerintah yang terkait langsung dengan pengembangan pariwisata.
2. Pembenahan, rehabilitasi, objekobjek wisata yang sudah ada serta membangun objekobjek wisata baru yang berdaya saing. 3. Pemberdayaan dan perkuatan institusi yang terlibat langsung
dalam kegiatankegiatan industri pariwisata.
4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku pariwisata. 5. Penyusunan dan penetapan calender events pariwisata
tahunan Minahasa Selatan.
6. Peningkatan kerjasama kemitraan promosi pariwisata dengan Kabupaten/Kota tetangga dan kawasan regional.
7. Pembinaan dan pengembangan kebudayaan dan kesenian daerah secara berkelanjutan.
6.5.3 Peningkatan Daya Saing Daerah Strategi
1. Mewujudkan wilayah Minahasa Selatan sebagai tujuan kegiatan bisnis agroindustri, industri pariwisata, iklim usaha yang berdaya saing.
2. Menciptakan lapanganlapangan kerja baru dengan sasaran menyerap tenaga kerja pengangguran.
3. Meningkatkan penambahan kebutuhan investasi baru.
4. Menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dalam bentuk pelayanan umum yang lebih baik, bebas KKN.
5. Meningkatkan proses ahli teknologi dari investasi luar negeri.
Arah Kebijakan
1. Peningkatan volume produksi komoditas unggulan untuk agroindustri.
2. Peningkatan pembangunan infrastruktur dasar penunjang berkembangnya dunia usaha.
3. Peningkatan kelancaran distribusi barang yang efisien dan efektif.
4. Pemberdayaan dan pengembangan industri kecil dan menengah.
5. Pembangunan Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Kejuruan.
7. Peningkatan kualitas pelayanan dan informasi publik.
8. Peningkatan pengamanan barang dan jasa serta perlindungan konsumen.
9. Peningkatan penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembinaan usaha dan membangun kemitraan dengan asosiasi usaha.
10. Peningkatan daya saing industri pariwisata, seni budaya dan olahraga.
6.5.4 Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Peningkatan kualitas hidup masyarakat Minahasa Selatan merupakan sasaran utama yang ingin dicapai dalam program pembangunan jangka menengah dan pembangunan jangka panjang Minahasa Selatan. Kualitas hidup masyarakat merupakan hal yang bersifat komprehensif dan penanganannya juga harus bersifat holistika serta multi sektor.
Peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak hanya untuk peningkatan aspek ekonomi (pendapatan) namun juga harus dilihat dari berbagai aspek non ekonomi yang mendasar yaitu aspek kesehatan, pengetahun dan kelayakan hidup atau daya beli masyarakat. Strategi dan Arah Kebijakan Peningkatan Kualitas Hidup Mayarakat, sebagai berikut :
Strategi
1. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
2. Meningkatkan ketersediaan pangan yang bermutu dan terjangkau.
3. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
4. Meningkatkan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat.
2. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan untuk menjami kecukupan pangan.
4. Peningkatan pelayanan pendidikan yang bermutu dan merata tanpa diskriminasi.
5. Penciptaan lapangan pekerjaan yang sebanyakbanyaknya.
6. Peningkatan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Minahasa Selatan.
6.5.5 Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Strategi
1. Menurunkan presentasi jumlah penduduk miskin menjadi sekitar 7% pada tahun 2015.
2. Menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi sekitar 5% pada tahun 2015.
3. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan dan koordinasi penanggulangan kemiskinan
Arah Kebijakan
Penanggulangan Kemiskinan
Peningkatan pembinaan perumahan rakyat dan lingkungan
yang layak huni.
Peningkatan akses masyarakat atas kebutuhan air bersih. Peningkatan kepastihan hukum hak atas tanah bagi
masyarakat miskin tanpa diskriminasi.
Peningkatan pemberdayaan kelembagaan masyarakat untuk mewujudkan rasa aman.
Peningkatan perlingdungan dan jaminan kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin khususnya.
Percepatan pembangunan pedesaan melalui pengadaan sarana dan prasarana dasar.
Penataan dan revitalisasi lingkungan perumahan dan permukiman untuk masyarakat miskin kawasan perkotaan.
Penyediaan ruang dan tempat usaha bagi masyarakat miskin.
Peningkatan rasa aman dan tindak kekerasan.
Percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui
pengembangan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam dan kearifan lokal secara berkelanjutan.
Pembangunan sarana dan prasarana dasar daerah
Peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap
pemberian jaminan sosial kepada masyarakat miskin.
Penanggulangan Pengangguran
1. Peningkatan pengetahun dan ketrampilan masyarakat miskin dalam mengembangkan kemampuan bekerja dan berusaha.
2. Pengembangan kelembagaan masyarakat miskin dalam meningkatkan keberdayaan dan efisiensi usaha.
3. Peningkatan usahausaha kemitraan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan perlindungan kerja. 4. Peningkatan jaminan perlindungan pekerja dalam hal
hubungan kerja, keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja.
5. Peningkatan pengembangan usaha mikro, kecil menengah, koperasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
6. Peningkatan efektifitas dan kemampuan kelembagaan pemerintah dalam menegakan hubungan kerja industrial yang manusiawi dan harmonis.
6.5.6 Penanggulangan MasalahMasalah Sosial Strategi
1. Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan serta perlindungan anak.
2. Meningkatkan pelayanan dan penanganan masalahmasalah sosial masyarakat.
3. Meningkatkan penanganan terhadap penyadang masalah kesejahteraan sosial.
Arah Kebijakan
1. Pengembangan mekanisme pencegahan dan penyelesaian masalah perdagangan anak dan perempuan.
2. Pengembangan dan meningkatkan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat termasuk pekerja anak dan korban kekerasan.
4. Peningkatan keberdayaan kelambagaan masyarakat dalam mewujudkan rasa aman, mencegah dan menangani tindak kekerasan dalam rumah tangga.
5. Peningkatan perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial.