• Tidak ada hasil yang ditemukan

09 BAB VI up date_ok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "09 BAB VI up date_ok"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Visi,  Misi,   dan   tujuan   serta   sasaran  yang   telah   dirumuskan  dan ditetapkan maka upaya pencapaianya  dijabarkan secara lebih sistimatis dan   dipertegas  melalui  perumusan  strategi  dan   arah   kebijakan berdasarkan   masing­masing   misi  yang  akan  dilaksanakan   selama  lima tahun hingga tahun 2015.

Strategi dan Arah Kebijakan 

Strategi   adalah   sarana   untuk   melakukan   transformasi,   reformasi dan  prbaikan   kapasitas   dan   kinerja  birokrasi,   sistem   manajement  dan pemanfaatan   teknologi   informasi.   Untuk   mewujudkan   Visi   dan   Misi Kepala   Daerah   dan   Wakil   Kepala   Daerah   maka   strategi   umum   yang dikembangkan, sebagai berikut :

1. Secara   keseluruhan   konsep   pembangunan   harus   berolentasi   dan berpihak   pada   kebutuhan   serta   kesejahteraan   masyarakat (Community Oriented)

2. Melibatkan masyarakat dalam keseluruhan proses yaitu perencanaan, pelaksanaan pembangunan, pengawasan dan evaluasi.

3. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

4. Pelaksanaan   pembangunan   berdasarkan   prinsip­prinsip   kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta.

5. Penyelenggaraan   pemerintahan   daerah   dengan   berbasis   pada   clean Goverment dan Good Governace.

6. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berdasarkan prinsip anggaran berbasis kinerja 

(2)

8. Menciptakan kondisi ekonomi yang kunduktif dan kompotitif melalui pendekatan   percepatan   pembangunan   yang   ditujukan   untuk mengairahkan   kegiatan­kegiatan   investasi   baru   dari   sektor   swasta agar tercipta lapangan kerja baru, mengurangi penduduk miskin dan pengangguran terbuka

9. Membangun   dan   menciptakan   hubungan   kerja   yang   harmonis xdengan   pemerintah,   pemerintah   propinsi   dan   pemerintah kabupaten/kota lainnya.

10. Membangun   dan   memelihara   hubungan   kerja   kemitraan   yang harminis   dan   bersinergi   dengan   lembaga   legislatif,   yudikatif   dan semua lembaga unsur muspida tanpa mempengaruhi tugas, fungsi, kewenangan dan tanggung jawab masing­masing lembaga.

11. Membangun komitmen kebersamaan dengan semua pihak.

Kebijakan pembangunan merupakan penjabaran tujuan dan sasaran misi   yang   telah   dijelaskan   pada   bab   sebelumnya.   Kebijakan pembangunan tersebut menjadi pedoman dalam melaksanakan program dan   kegiatan   selama   periode   tahun   2010–2015.  Untuk   keterkaitan sasaran dan strategi umum disajikan pada Tabel 6.1

Tabel 6.1 Keterkaitan Sasaran Dengan Strategi Umum

Tujuan Sasaran Keterkaitan dengan 

Strategi umum

Tujuan 1 : Meningkatnya  kualitas kehidupan dan  kerukunan antar umat  beragama

Meningkatnya intensitas  dialog antar umat 

beragama

Strategi 11 : Membangun komitmen kebersamaan

dengan semua pihak Meningkatnya kegiatan 

kegiatan sosial yang  melibatkan antar umat  beragama

Tujuan 2 :  Terwujudnya  internalisasi nilai­nilai  universal agama

Tingginya tingkat  kesadaran masyarakat  dalam mengimplementasi  kan nilai­nilai keagamaan  dalam kehidupan bersama Tujuan 3 : Berkembangnya  

kesadaran toleransi dan  saling menghormati dalam 

(3)

kemajemukan.

Tujuan 4:  Berkembangnya  budaya hukum disemua  lapisan masyarakat .

Menurunnya kasus kasus 

kriminal Strategi 10 : Membangundan memelihara hubungan kerja

masyarakat keseluruhan konsepStrategi 1 : Secara pembangunan harus

beragama Strategi 11 : Membangun

(4)
(5)

Cakupan Desa/kelurahan  Universal Child 

Immunization (UCI) Strategi 1 : Secara keseluruhan konsep

SMA/SMK Strategi 6 : Pengelolaan

(6)

puskesmas per penduduk dan Belanja Daerah

perkapita  Strategi 8 : Menciptakankondisi ekonomi yang kunduktif dan kompotitif

Meningkatnya   pengeluaran rata rata 

(7)

temuan BPK pada bidang 

(8)

Penyelenggaraan 

Pemerintahan. pengawasan danpembangunan,

(9)
(10)

mengelola dan 

kunjungan wisatawan Strategi 9 : Membangundan menciptakan hubungan kerja yang

Meningkatnya   pengeluaran rata rata 

saing daerah Strategi 4 : Pelaksanaanpembangunan berdasarkan prinsip­ prinsip kemitraan antara

pemerintah, masyarakat dan swasta

(11)

Tabel 6.2 Identifikasi SWOT

Internal (kekuatan) Eksternal (Peluang)

1. Keamanan dan ketertiban  daerah yang tinggi

2. Lokasi strategis (dekat dengan  Ibu Kota provinsi)

3. Memiliki sumber daya alam yang besar (pertanian, perikanan,  peternakan, pertambangan dan  pariwisata)

4. PDRB yang meningkat setiap  tahunnya

5. Tingkat pendidikan rata rata  penduduk yang tinggi

6. Tingkat kesehatan rata rata  penduduk yang tinggi

7. Terletak di jalur trans sulawesi 8. Keinginan yang kuat dari pemda

untuk membuat Minsel sebagai  pusat atau tujuan investasi 9. Ketersediaan lahan industri 

yang cukup luas

10. Potensi energi listrik yang  besar

11. Potensi pariwisata yang besar (banyak dan bervariasi)

12. Potensi PAD yang besar 13. Penetapan minsel sebagai 

kawasan cepat tumbuh oleh  pemda

14. Memiliki potensi produk  produk eksport berbahan baku  lokal

1. Dilewati oleh ALKI 2 (alur laut  kepulauan Indonesia)

2. Peluang eksport produk produk berbahan baku lokal

3. Sesuai dengan MP3EI, Sulut  sebagai basis industri 

perikanan dan pertanian 4. Lokasi dekat dengah negara 

negara di pasifik

5. Manado sebagai tujuan utama  pariwisata di sulut mulai jenuh 6. Minsel sebagai salah satu mata

rantai sistem logistik daerah  (silogda) sulut

Internal (kelemahan) Eksternal (Ancaman)

(12)

masih kecil (masih tergantung  pada dana transfer untuk  pembangunan).

2. Perkembangan industri yang  masih rendah

3. Belum adanya pelabuhan laut  yang memadai

4. Sektor pertanian masih belum  dikelola secara modern dan nilai tambah masih rendah

5. Energi listrik yang belum 

mencukupi untuk skala industri 6. Koperasi dan UMKM masih 

belum berkembang dengan baik 7. PMA dan PMDN masih kecil 8. Jumlah penduduk miskin dan 

pengangguran yang cukup besar 9. Belum adanya perda investasi 

daerah

10. Infrastruktur penunjang  investasi dan industri yang  masih belum memadai

11. Reformasi birokrasi yang  belum optimal

12. daya saing produk produk  lokal masih rendah

industri dan jasa (masuknya  produk produk luar negeri yang berkualitas tinggi)

2. KEK (kawasan ekonomi 

khusus) Tanjung merah Bitung 3. Masih lemahnya kerjasama 

industri dan perdagangan  dengan daerah daerah lain  diluar sulawesi utara

Setelah   mengidentifikasi   kekuatan,   kelemahan,   peluang   dan ancaman   maka   selanjutnya   merumuskan   strategi   lebih   detail   untuk mengsinkronkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

(13)

Faktor Eksternal

Faktor Internal

Peluang:

1. Dilewati oleh ALKI 2  (alur laut kepulauan  Indonesia)

2. Peluang eksport  produk produk  berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI, 

Sulut sebagai basis  industri perikanan dan pertanian

4. Lokasi dekat dengan  negara negara di  pasifik

5. Manado sebagai  tujuan utama  pariwisata di sulut  mulai jenuh

6. Minsel sebagai salah  satu mata rantai  sistem logistik daerah  (silogda) sulut

Ancaman:

1. Globalisasi perdagangan,  industri dan jasa 

(masuknya produk produk  luar negeri yang 

berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi 

khusus) Tanjung merah  Bitung

3. Masih   lemahnya kerjasama   industri   dan perdagangan   dengan daerah   daerah   lain   diluar sulawesi utara

Kekuatan: 

1. Keamanan dan ketertiban  daerah yang tinggi

2. Lokasi strategis (dekat  dengan Ibu Kota provinsi) 3. Memiliki sumber daya alam 

yang besar (pertanian,  perikanan, peternakan,  pertambangan dan  pariwisata)

4. PDRB yang meningkat setiap tahunnya

5. Tingkat pendidikan rata rata  penduduk yang tinggi

6. Tingkat kesehatan rata rata  penduduk yang tinggi 7. Terletak di jalur trans 

sulawesi

8. Keinginan yang kuat dari  pemda untuk membuat  Minsel sebagai pusat atau  tujuan investasi

9. Ketersediaan lahan industri  yang cukup luas

10. Potensi energi listrik yang  besar

11. Potensi pariwisata yang  besar (banyak dan  bervariasi)

12. Potensi PAD yang besar 13. Penetapan minsel sebagai 

kawasan cepat tumbuh oleh  pemda

Alternatif Strategi  (kekuatan – Peluang):

1. Stretegi optimalisasi  pertumbuhan dan  pemerataan ekonomi  2. Strategi optimalisasi 

daya saing daerah 3. Strategi optimalisasi 

clean government dan  good governance 4. Strategi inkubator 

bisnis produk eksport 5. Strategi optimalisasi 

industri berbahan baku lokal

Alternatif Strategi (kekuatan – ancaman):

1. Strategi penetrasi pasar  produk eksport 

(14)

Faktor Eksternal

Faktor Internal

Peluang:

1. Dilewati oleh ALKI 2  (alur laut kepulauan  Indonesia)

2. Peluang eksport  produk produk  berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI, 

Sulut sebagai basis  industri perikanan dan pertanian

4. Lokasi dekat dengan  negara negara di  pasifik

5. Manado sebagai  tujuan utama  pariwisata di sulut  mulai jenuh

6. Minsel sebagai salah  satu mata rantai  sistem logistik daerah  (silogda) sulut

Ancaman:

1. Globalisasi perdagangan,  industri dan jasa 

(masuknya produk produk  luar negeri yang 

berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi 

khusus) Tanjung merah  Bitung

3. Masih   lemahnya kerjasama   industri   dan perdagangan   dengan daerah   daerah   lain   diluar sulawesi utara

14. Memiliki potensi produk  produk eksport berbahan  baku lokal

Kelemahan:

1. Kemandirian keuangan  daerah masih kecil (masih  tergantung pada dana  transfer untuk 

pembangunan).

2. Perkembangan industri yang masih rendah

3. Belum adanya pelabuhan  laut yang memadai

4. Sektor pertanian masih  belum dikelola secara  modern dan nilai tambah  masih rendah

5. Energi listrik yang belum  mencukupi untuk skala  industri

6. Koperasi dan UMKM masih  belum berkembang dengan  baik

7. PMA dan PMDN masih kecil 8. Jumlah penduduk miskin 

dan pengangguran yang  cukup besar

9. Belum adanya perda  investasi daerah

10. Infrastruktur penunjang  investasi dan industri yang 

Alternatif Strategi  (kelemahan­ Peluang):

1.  Strategi penguatan  infrastruktur 

2.  Strategi pembinaan /  pendampingan UMKM 3.  Strategi penguatan 

iklim investasi daerah

Alternatif Strategi (kelemahan­ ancaman):

1. Strategi aliansi pembiayaan infrastruktur

2.  Strategi aliansi 

(15)

Faktor Eksternal

Faktor Internal

Peluang:

1. Dilewati oleh ALKI 2  (alur laut kepulauan  Indonesia)

2. Peluang eksport  produk produk  berbahan baku lokal 3. Sesuai dengan MP3EI, 

Sulut sebagai basis  industri perikanan dan pertanian

4. Lokasi dekat dengan  negara negara di  pasifik

5. Manado sebagai  tujuan utama  pariwisata di sulut  mulai jenuh

6. Minsel sebagai salah  satu mata rantai  sistem logistik daerah  (silogda) sulut

Ancaman:

1. Globalisasi perdagangan,  industri dan jasa 

(masuknya produk produk  luar negeri yang 

berkualitas tinggi) 2. KEK (kawasan ekonomi 

khusus) Tanjung merah  Bitung

3. Masih   lemahnya kerjasama   industri   dan perdagangan   dengan daerah   daerah   lain   diluar sulawesi utara

masih belum memadai 11. Reformasi birokrasi yang 

belum optimal

12. daya   saing   produk   produk lokal masih rendah

Setelah   strategi   dari   swot   ditemukan   maka   harus   disinkronkan dengan indikator sasaran yang akan dicapai.

Tabel 6.4 Penentuan Alternatif Strategi dan indikator sasaran

Sasaran Indikator target/Kinerja

sasaran Alternatifstrategi (strategi dari

swot)

Meningkatnya intensitas dialog antar 

umat beragama Jumlah dialog antar umat beragama dalam setahun

Strategi penguatan iklim investasi daerah Meningkatnya kegiatan kegiatan sosial

yang melibatkan antar umat beragama Jumlah kegiatan sosial ygmelibatkan antar umat beragama dalam setahun Tingginya tingkat kesadaran 

masyarakat dalam mengimplementasi  kan nilai­nilai keagamaan dalam  kehidupan bersama

Jumlah ibadah oikumene  dalam setahun

Menurunnya isu isu negatif berbasis 

(16)

Menurunnya kasus kasus kriminal Jumlah kasus kriminal Menurunnya kasus kasus narkoba  Jumlah kasus narkoba Meningkatnya LSM / organisasi atau 

lembaga berbasis kebudayaan Jumlah LSM peduli budaya

Strategi optimalisasi

daya saing daerah Meningkatnya jumlah kelompok 

kelompok seni tradisional Jumlah kelompok seni tradisional Terpeliharanya situs situs atau artefak

budaya asli minahasa selatan Jumlah kegiatan pemeliharaan situs atau  artefak budaya asli minsel

tentang etos kerja Jumlah kegiatan sosialisasi etos kerja Meningkatnya slogan atau promosi 

tentang budaya tertib di masyarakat Jumlah kegiatan promosi budaya tertib Meningkatnya intensitas dialog antar 

umat beragama Jumlah dialog antar umat beragama dalam setahun penguatan iklimStrategi investasi daerah Meningkatnya kegiatan kegiatan sosial

yang melibatkan antar umat beragama Jumlah kegiatan sosial ygmelibatkan antar umat beragama dalam setahun Pendidikan : Meningkatnya APS Angka Partisipasi Sekolah

Pendidikan : meningkatnya angka rata

murid SD, SMP, SMA/SMK Rasio guru murid SD, SMP, SMA/SMK Pendidikan : menurunnya angka 

putus Sekolah (DO) Angka putus sekolah (DO) Kesehatan : meningkatnya usia 

harapan hidup Usia Harapan Hidup

Kesehatan : meningkatnya rasio dokter

per satuan penduduk Rasio dokter per satuan penduduk Kesehatan : menurunnya kematian 

neo natal / 1000 kelahiran hidup Kematian Neo Natal / 1000 kelahiran hidup Kesehatan : meningkatnya rasio 

(17)

Stretegi

balita gizi buruk Presentase Balita Gizi buruk Kesehatan : meningkatnya rasio 

posyandu per satuan balita Rasio posyandu per  satuan balita Kesehatan : menurunnya komplikasi 

kebidanan Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Kesehatan : meningkatnya Rasio 

penanganan penderita penyakit DBD Cakupan penemuan dan penanganan penderita  penyakit DBD

Kesehatan : meningkatnya peserta KB aktif Peserta kB aktif Kesehatan : meningkatnya angka IPM Angka IPM

Kesehatan : menurunnya angka HIV AIDS (ODHA) Angka penderita HIV­AIDS  (ODHA)

penduduk Meningkatnya rasio puskesmas per penduduk Meningkatnya rasio rumah layak huni 

per penduduk

Rasio rumah layak huni

Bertambahnya panjang jalan  kabupaten 

Panjang jalan kabupaten Strategi penguatan

penataran optimalisasiStrategi

clean

Meningkatnya income perkapita  angka income perkapita  Stretegi optimalisasi

(18)

pertumbuhan dan pemerataan

ekonomi Menurunnya angka kemiskinan angka angka kemiskinan

Menurunnya angka pengangguran 

terbuka angka pengangguran terbuka

Meningkatnya eksport angka eksport

Meningkatnya PAD angka PAD

Meningkatnya pengeluaran rata rata  angka pengeluaran rata rata Mencapai opini BPK pada level WTP 

pada bidang keuangan daerah jumlah temuan BPK pada bidang keuangan daerah Menurunnya jumlah temuan BPK 

pada bidang aset daerah. jumlah temuan BPK pada bidang aset daerah. Meningkatnya indeks kepuasan 

Masyarakat (IKM) Total nilai pada IKM

Meningkatnya indeks integritas 

pelayanan publik (IPP) Total nilai pada IPP Mencapai opini BPK pada level WTP 

(wajar tanpa pengecualian) tentang  pengelolaan keuangan daerah

Opini BPK pada level WTP

Menurunnya jumlah temuan BPK 

pada bidang keuangan daerah jumlah temuan BPK pada bidang keuangan daerah Menurunnya jumlah temuan BPK 

pada bidang aset daerah. jumlah temuan BPK pada bidang aset daerah. Meningkatnya partisipasi masyarakat 

(19)

perdagangan  Meningkatnya PDRB per kapita PDRB per kapita Strategi

optimalisasi

bagi UMKM  Bertambahnya kredit mikro dan kecil bagi UMKM  Strategi inkubator bisnis  produk eksport, 

eksport Jumlah produk eksport

Meningkatnya posisi minsel dari hasil 

(20)

penguatan iklim

(Penanaman modal Asing) ke minsel Jumlah investasi PMA

Meningkatnya nilai tukar petani Data nilai tukar petani Strategi optimalisasi

daya saing daerah Bertambahnya lapangan pekerjaan 

(penduduk yang bekerja) Data Lapangan pekerjaan (penduduk yg bekerja)

Tersedianya dokumen Rencana Tata 

pengembangan wilayah dan pariwisata Konsitensi RTRW dengan RIPPDA Meningkatnya kemampuan institusi 

pariwisata dalam mengelola dan  mempromosikan objek­objek  pariwisata.

Jumlah anggaran untuk 

promosi optimalisasiStrategi daya saing

wisatawan Jumlah kunjungan wisatawan konektivitasStrategi dan sinergitas

wisatawan Lama kunjungan wisatawan

Meningkatnya income perkapita  angka income perkapita  Stretegi optimalisasi pertumbuhan dan pemerataan

ekonomi

Menurunnya inflasi angka inflasi

Menurunnya angka kemiskinan angka angka kemiskinan Menurunnya angka pengangguran 

terbuka angka pengangguran terbuka

Meningkatnya eksport angka eksport

(21)

Meningkatnya pengeluaran rata rata  angka pengeluaran rata rata Terbangunnya sarana dan prasarana 

pengembangan wilayah untuk  mendukung peningkatan  kesejahteraan masyarakat.

Jumlah anggaran 

pembangunan sarana dan  prasarana pengembangan  wilayah untuk mendukung  peningkatan kesejahteraan  masyarakat. 

Strategi penguatan infrastruktur

dan Strategi aliansi pembiayaan infrastruktur Meningkatnya indeks daya saing 

daerah indeks daya saing daerah optimalisasiStrategi

daya saing daerah

Berdasarkan strategi detail dari SWOT maka kemudian dirumuskan arah kebijakan umum Pembangunan, sebagai berikut :

1. Memantapkan komitmen kebangsaan masyarakat Minahasa Selatan dalam format Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup rukun dan damai melalui   pendekatan   fungsi,   peran,   dan   kedudukan   agama   sebagai landasan spiritual, moral dan etika.

3. Mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat.

4. Membangunan   masyarakat   Minahasa   Selatan   yang   beriman   dan berbudaya.

5. Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik, Yang Bersih, Bebas KKN dan Reformasi Birokrasi.

6. Meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. 7. Meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat 8. Meningkatkan daya saing daerah.

9. Meningkatkan   kesadaran   masyarakat   terhadap   kelestarian lingkungan hidup.

10. Meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan bermutu. 11. Meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan masyarakat. 12. Meningkatkan harapan hidup penduduk.

13. Meningkatkan pendapatan Perkapita. 14. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

15. Meningkatkan produktivitas pertanian dalam arti yang luas. 16. Meningkatkan nilai tukar petani dan nelayan.

17. Meningkatkan kualitas produk komoditi dan jumlah expor. 18. Meningkatkan jumlah investasi swasta dan masyarakat.

19. Mewujudkan beberapa kawasan sebagai kawasan agroindustri. 20. Meningkatkan kualitas tenaga para medis, pendidik.

21. Mengurangi jumlah pengangguran dan penduduk miskin.

(22)

23. Menguatkan   kedudukan   dan   peran   perempuan   serta   perlindungan anak.

24. Meningkatkan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah. 25. Meningkatkan pembangunan pedesaan dan revitalisasi pertanian. 26. Mengembangkan pembangunan perikanan, kelautan, pesisir. 27. Peningkatan usaha mikro kecil menengah dan koperasi. 28. Membangun dan melestarikan objek­objek pariwisata.

29. Menanggulangi   pengangguran   kemiskinan   dan   masalah­masalah sosial.

30. Meningkatkan kualitas hidup seluruh warga masyarakat.

Tabel 6.5 Perumusan Arah Kebijakan Pembangunan

Tujuan Sasaran Arah

kebijakan

(23)

Arah

(24)

budaya tertib. dan berpihak pada

umat beragama Strategi 11 :

(25)

neo natal / 1000 

(26)

Kesadaran 

SMA/SMK PengelolaanStrategi 6 :

(27)

kesejahteraan

perkapita  MenciptakanStrategi 8 :

(28)

Arah

(29)

temuan BPK pada 

bidang aset daerah. Arah kebijakan

kelautan dan  kebijakanArah

Strategi 2 : Melibatkan masyarakat dalam

(30)

perkebunan melalui

revitalisasi. perikanan, perkebunan Tahun ke­4umum 

(31)

investasi bisnis  swasta dan  masyarakat.

Indonesia yang ditujukan

(32)

Arah kebijakan

(33)

Strategi umum 1

Strategi umum

11 Strategi

umum 3

Strategi umum 4

Strategi umum 5

Strategi umum 9

Strategi umum

10 Strategi

umum 7

Strategi

dan pengangguran

daya saing daerah PelaksanaanStrategi 4 : pembangunan sasaran   yang   dibentuk.   Dan   untuk   mencapai   arah   kebijakan   umum (prioritas   per   tahun)   maka   dibutuhkan   sinkronisasi   dengan   strategi umum yang ditentukan.

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

(34)

pada misi 3 Sasaran­

sasaran pada misi 4

Sasaran­ sasaran pada misi 5

Dengan mengsinkronkan antara arah kebijakan, sasaran per misi dan strategi umumnya maka dapat ditentukan strategi per dimensi waktu (prioritas   waktu).   Untuk   strategi   pada   level   urusan   diuraikan   sebagai berikut :

6.1

6.1 Mengembangkan   kehidupan   Masyarakat   Yang   Beriman   danMengembangkan   kehidupan   Masyarakat   Yang   Beriman   dan Berbudaya

Berbudaya

strategi   dan   arah  kebijakan  dalam   rangka   Mengembangkan Kehidupan   Masyarakat   Yang   Beriman   dan   Berbudaya  dijabarkan sesuai urusan  sebagai berikut :

6.1.1 Urusan agama Strategi

1. Meningkatkan   pemahaman,   penghayatan   dan   pengamalan kehidupan beragama.

2. Meningkatkan   kuantitas   dan   kualitas   sumber   daya   manusia pendidik agama disegala jenjang lembaga didikan.

3. Meningkatkan   kehidupan   beragama   yang   peduli   terhadap sesama   dan   lingkungan,   tidak   ekskusif,   berwawasan kebangsaan   serta   saling   menghargai   dan   menghormati   satu terhadap yang lain.

4. Meningkatkan wadah atau forum dialog atar umat beragama.

Arah Kebijakan

(35)

2. Peningkatkan   pembianaan   keagamaan   dilevel   keluaraga, sekolah, masyarakat dan internal agama.

3. Peningkatkan   kualitas   pendidikan   agama,   baik   dilembaga pendidikan maupun tenaga pendidik

4. Peningkatan   kehidupan   beragama   yang   berwawasan lingkungan,   peduli   terhadap   lingkungan   sosial,   budaya, ekonomi dan politik.

5. Peningkatan   kehidupan   anatr   umat   beragama,   yang   saling mengakui   menghormati   dan   menghragai   satu   terhadap   yang alin dalm rangka kerukunan antar umat beragama.

6.1.2 Urusan Kebudayaan Strategi

1. Meningkatkan   rasa   saling   percaya   dan   hubungan   harmonis anata kelompok eknik dan budaya dalam masyarakat.

2. Meningkatkan   komitmen   dan   upaya   pengembangan   budaya lokal berlandaskan nilai­nilai luhur kultural.

3. Memantapkan   rasa   solidaritas   dan   sikap   apresiatif   terhadap niali­nilai budaya dalam masyarakat.

Arah Kebijakan

1. Penguatan   hubungan   kerjasama   antar   berbagai   kelompok sosial budaya, enis dalam masyarakat.

2. Pemberdayaan   sarana   dan   prasarana   bagi   pelestarian   nilai­ nilai   budaya   lokal   dalam   rangka   pengayaan   kebudayaan nasional.

3. Pemberdayaan sarana dan prasarana bagi pelestarian berbagai peninggakan sejarah dan budaya.

4. Pemberdayaan berbagai wadah kebudayaan dalam masyarakat untuk menunjang pengembangan nilai budaya.

5. Pemantapan   kehidupan   yang   aman,   damai   dan   sejahtrah dalam bingkai.

- Sitou Timou Tomou Tou - Budaya Mapalus

- Budaya Torang Semua Bersaudara - Budaya Kasih Mengasihi

(36)

- Budaya   Tertib,   Budaya   Bersih,   Budaya   Kerja,   Budaya Toleransi.

6.2 Meningkatkan KualitasMeningkatkanKualitas Sumberdaya Manusia Yang Berdaya Saing

strategi   dan   arah   kebijakan  dalam   rangka  MeningkatkanMeningkatkan Kualitas

Kualitas  Sumberdaya   Manusia   Yang   Berdaya   Saing  dijabarkan sesuai urusan  sebagai berikut :

6.2.1 Urusan Pendidikan Strategi

1. Meningkatkan   pelayanan   pendidikan   bermutu   dan   merata untuk semua warga masyarakat.

2. Meningkatkan akses pelayanan dan kualitas pendidikan.

3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan   pembangunan   infrastruktur   dan   fasilitas pendidikan.

2. Peningkatan   presentase   penduduk   Minahasa   Selatan   yang dapat menyelesaikan program wajib belajar sembilan tahun. 3. Peningkatkan   perluasan,   pemertaan   dan   mutu   pendidikan

menengah jalur formal dan non formal baik umum kejuruan. 4. Peningkatkan perluasan pendidikan anak usia dini.

5. Penyelenggaran pendidikan luar sekolah yang bermutu.

6. Penurunan   kesenjangan   partisipasi   pendidikan   antar kelompok masyarakat.

7. Pengembangkan   sekolah   nasional   bewawasan   internasional serta sekolah model dan atau binaan kuhsus.

8. Peningkatkan  pemerataan  jumlah dan  kualitas  pendidik  dan tenaga kependidikan.

9. Pengembangkan   dan   Pengimpementasikan   sistem   evaluasi, akreditasi dan sertifikasi 

(37)

11. Pemberdayakan   dan   Peningkatan   pembinaan   peran   serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.

12. Pebenahan   managemen   sistem   pembiayaan   pendidikan   yang adil efisien, efektif, transparan dan akuntabel

13. Perbaikan   dan   pengembangan   sistem   jaminan   kesejahtraan pendidik   dan   tenaga   kependidikan   yang   adil   berdasarkan kinerja

14. Pembenahan   dan   Peningkatan   kualitas   infrastruktur pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan

15. Peningkatan   penelitian   dan   pengembangan   penelitian   untuk penyusunan   kebijakan,   program  dan  kegiatan   pembangunan pendidikan.

6.2.2 Urusan Perpustakaan Strategi

1. Meningkatkan manajemen pelayanan perpustakaan  2. Mengembangkan perpustakaan di tiap kecamatan.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia pengelola perpustakaan 

2. Pengadaan   infrastruktur   perpustakaan   termasuk perbendaharaan jumlah buku dan objek perpustakaan

3. Peningkatan  minat dan  budaya  baca masyarakat  khususnya pada usia sekolah.

6.2.3 Urusan Kesehatan Strategi

1. Meningkatkan   jumlah,   kualitas   dan   keterjangkauan   sarana dan prasarana kesehatan.

(38)

3. Mengurangi   kesenjangan   status   kesehatan   antar   kelompok masyarakat.

4. Meningkatkan kualitas dan sumberdaya tenaga kesehatan dan pendistribusian secara merata.

5. Meningkatkan   kesadaran   dan   prilaku   masyarakat   untuk menumbuhkembangkan budaya hidup bersih dan sehat.

6. Meningkatkan   kondisi   sanitasi   lingkungan   pemukuman   dan lingkungan kerja.

Arah Kebijakan

1. Peningkatkan jumlah, kualias, pemanfaatan dan pembenahan sarana dan prasarana kesehatan untuk meningkatakan akses masyarakat kepada pelayanan masyarakat yang bermutu. 2. Pengembangan   pola   hidup   bersih   dan   sehat   dan   sistem

jaminan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin.

3. Peningkatan   kualitas   dan   kwantitas   tenaga   kesehatan   dan pendistribusian yang merata.

4. Peningkatan   kualitas   masyarakat   serta   pencegahan   dan pemberantasan penyakit.

5. Peningkatan   kualitas   sanitasi   lingkungan   pemukiman   dan lingkungan kerja.

6. Perbaikan   dan   peningkatan   kualitas   pangan   dan   gizi masyarakat

7. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan. 8. Pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.

9. Peningkatan sistem manajemen pembangunan kesehatan. 10. Penelitian dan pengembangan kesehatan masyarakat.

11. Peningkatan   jumlah   Puskesmas   rawat   nginap,   Puskesmas pembatu, Peskesmas keliling.

(39)

Strategi

1. Meningkatkan produktifitas dan daya saing tenaga kerja.

2. Menurunkan   prosentase   tenaga   kerja   yang   menganggur   dan setengah menganggur.

3. Meningkatkan   prosentase   penduduk   yang   bekerja   di   sektor pertanian, kelauatan dan perikanan.

4. Meningkatkan perlindungan dan pengawasan ketenagakerjaan.

5. Memperluas peluang dan kesempatan kerja.

6. Meningkatkan   produktifitas   tenaga   kerja   sektor   pertanian, kelauatan dan perikanan.

7. Menurunkan prosentasi jumlah penduduk miskin

Arah Kebijakan 

1 Pembangunan balai latihan kerja (BLK)

2 Peningkatan   kualitas   keterampilan   dan   produktifitas   tenaga kerja. 

3 Penciptaan   lapangan   pekerjaan   yang   seluas­luasnya   melalui berbagai program investasi.

4 Peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan pelatiahan dan pelayanan kesehatan.

4. Peningkatan  perlindungan   dan   pengawasan  keselamatan, kesehatan dan keamanan kerja.

5. Meningkatkan   produktifitas   tenaga   kerja   sektor   pertanian, kelauatan dan perikanan.

6. Mempersiapkan tenaga kerja siap pakai melalui balai latihan kerja (BLK).

6.2.5 Urusan Sosial Strategi

(40)

2. Mengantisipasi   berkembangnya   masalah­masalah   sosial, kriminalitas   dan   ganguan   sosial   yang   menimbulkan ketidakyamanan dan kenyamanan hidup.

3. Meningkatkan   pelayanan   pemberian   jaminan   sosial   bagi masyarakat miskin.

4. Mengembangkan   penanggulangan   dan   pelayanan   korban bencana alam dan sosial.

Arah Kebijakan 

1. Peningkatan   pemberdayaan   kelembagaan   masyarakat   dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial.

2. Pencegahan   secara   dini   berbagai   sumber­sumber   masalah sosial, konflik sosial, ganguan sosial dan kriminalitas.

3. Peningkatan jaminan dan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

4. Peningkatan kualitas penanganan korban bencana alam dan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

5. Pengembangan   jaminan   rasa   aman   dan   nyaman   dan pelayanan umum bagi masyarakat.

6.2.6 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Strategi

1. Meningkatkan   kedudukan   dan   peran   perempuan   serta perlindungan anak.

2. Mencegah   perekrutan   dan   pengiriman   tenaga   kerja   wanita ilegal keluar daerah.

3. Meningkatkan pembinaan dan perlindungan kepada anak. 4. Mengembangkan   dan   meningkatkan   sistem   perlindungan

terhadap pekerja anak, anak jalanan dan korban kekerasan.

Arah Kebijakan

(41)

2. Pengembangan   mekanisme  pencegahan  dan   penyelesaian masalah perdagangan anak dan perempuan.

3. Peningkatkan  upaya   perlindungan   terhadap   anak   melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

4. Peningkatan pembinaan dan perlindungan terhadap anak.  

6.3 Memantapkan  Tata   Kelola   Pemerintahan   Yang   Baik   danMemantapkan  Tata   Kelola   Pemerintahan   Yang   Baik   dan Berwibawa

Berwibawa 

Strategi   dan   arah  kebijakan  dalam  MemantapkanMemantapkan  Tata   Kelola  Tata   Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Berwibawa

Pemerintahan Yang Baik dan Berwibawa adalah sebagai berikut :

6.3.1 Urusan  Otonomi  Daerah,   Pemerintahan   Umum,   Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah dan Kepegawaian

1. Urusan Otonomi Daerah Strategi

1. Mewujudkan   kejelasan   tugas,   wewenang   dan   tanggung jawab pemerintah kabupaten

2. Meningkatkan   Koordinasi,   Integrasi   dan   Sinkronisasi   (KIS) pembangunan   daerah   dengan   pemerintah,   pemerintah propinsi dan kabupaten/kota lainnya.

3. Memantapkan sinkronisasi peraturan daerah dan peraturan perundang­uandangan diatasnya utuk mendukung tertibnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.

4. Mewujudkan pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan dan pembangunan masyarakat.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan   hubungan   kerjasama   yang   harmonis   dan bersinergi   dengan   pemerintah,   pemerintah   provinsi   serta dengan sesama pemerintah kabupaten/kota lainnya.

2. Pemantapan   sinkronisasi   peraturan   daerah   dan   peraturan perundang­undangan diatasnya utuk mendukung tertibnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.

(42)

4. Pemantapan   peran   pemerintah   kabupaten   dalam mengkoordinasikan   dan   mengkonsultasikan   usulan pemekaran wilayah. 

2. Urusan Pemerintahan Umum Strategi

1. Membentuk organisasi pemerintahan daerah sesuai analisis kebutuhan,   tugas,   kewenagan   dan   tanggung   jawab pemerintah daerah.

2. Meningkatkan kapasitas institusi pemerintah daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

3. Meningkatkan   kapasitas   dan   kompetensi   aparatur pemerintah   daerah   untuk   mendukung   kinerja   birokrasi dalam pelayanan publik.

Arah Kebijakan

1. Perwujudan struktur organisasi pemerintahan yang miskin struktur kaya fungsi, efisien, efektif dan produktif.

2. Pengembangan   sistem   proses   pengambilan   keputusan   di lingkungan   pemerintahan   daerah   utuk   memberi   ruang partisipasi publik yang optimal.

3. Penataan   kelembagaan   ketatalaksanaan   serta   sistem pengawasan dan akuntabilitas.

4. Penyediaan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pemerintah daerah.

5. Penguatan kapasitas pemerintah daerah.

6. Pemantapan pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas penanganan perkara korupsi.

7. Peningkatan   pengawasan   dan   pengendalian   pelaksanan peraturan   perundang­undangan   terhadap   penyelenggaraan pemerintahan,   pembangunan   dan   kemasyarakatan   serta tindak lanjut.

(43)

Strategi

1. Mengoptimalkan   pengelolaan   sumber­sumber   pendapatan daerah yang potensial secara tertib dan bertanggung jawab . 2. Mewujudkan   penyelenggaraan   administrasi   keuangan

daerah yang memenuhi syarat­syarat dan standar akuntansi dan dapat di akses oleh semua pihak yang berkepentingan  3. Mewujukan struktur APBD dengan komponen belanja publik

yang proposional dan terus meningkat.

4. Meningkatkan   peran   pemerintah   kabupaten   untuk melakukan   koordinasi,   konsultasi   dan   pendekatan   pada sumber­sumber pembiayaan pembangunan ditingkat pusat dan provinsi.

Arah Kebijakan 

1. Pengembangan   pelayanaan  prima   untuk   mendorong   peran masyarakat   memenuhi   kewajiban   membayar   pajak   dan retribusi.

2. Peningkatan   pengetahuan   dan   keterampilan   aparat pengelola   administrasi   keuangan   daerah   melalui   berbagai pendidikan dan pelatihan.

3. Peningkatan    proposi   pendapatan   asli   daerah   terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan.

4. Peningkatan   transparansi,   akuntabilitas   dan   auditablilitas pengelolaan   keuangan   daerah   untuk   tercapainnya   stasus

Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

5. Peningkatan   komponen   belanja   publik   sehingga   mencapai 60% dari APBD secara bertahap.

4. Urusan Kepegawaian Strategi

(44)

2.   Mengembangkan   sistem  reward   and   punishmet  yang transparan,   bertanggung   jawab   untuk   memacu   semangat dan prestasi kerja PNS.

3. Memantapkan  reformasi birokrasi dalam  jangka  pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

4. mewujudkan standard pelayanan minimal disetiap instansi serta tersedianya mekanisme daya tanggap yang tinggi.

Arah Kebijakan

1. Pelaksanaan mutasi, reposisi dan rasionalisasi PNS sesuai bidang   keahlian,   kopentensi,   profesionalisme   dan   prsetasi kerja.

2. Peningkatan   disiplin   pegawai   yang   berorentasi   pada peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktivitas.

3. Pengefektivan sistem pengawasan dan penegakan aturan di lingkungan birokrasi. 

4. Peningkatan   pengawasan   terhadap   kinerja   birokrasi berdasarkan standar pelayanan minimal.

5. Pengembangan   sistem   peningkatan   kinerja   dan kesejahteraan PNS.

6. Peningkatan kualitas pelayanan publik.

6.3.2 Urusan Kesatuan bangsa dan politik Strategi

1. Mempertahankan   dan   memperkuat   jati   diri   dan   karakter bangsa dalam keragaman budaya secara berkelanjutan.

2. Meningkatkan   efektifitas   peran   partai   politik   dan   organisasi sosial masyarakat.

Arah kebijakan

1. Peningkatan pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air khususnya dikalangan generasi muda

2. Peningkatan   komitmen   dalam   menjaga   kerukunan   dan kedamaian,   kesatuan   dan   keutuhan   NKRI   berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945.

(45)

4. Penciptaan iklim yang kodusif bagi berkembangnya demikrasi, penguatan peran masyarakat sipil dan partai politik.

5. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas lembaga demokrasi. 6. Pemantapan pelaksanaan keterbukaan informasi publik. 7. Pengembangan pendidikan politk kepada masyarakat.

6.3.3 Urusan Perencanaan Daerah Strategi

1. Mewujudkan   dokumen   rencana   tata   ruang   wilayah   (RTRW) Kabupaten Minahasa Selatan dan dokumen resmi lainnya yang didukung dengan peraturan daerah.

2. Mewujudkan   konsep   pengembangan   wilayah   Kabupaten Minahasa   Selatan   yang   berorentasi   untuk   percepatan   dan pemerataan pembangunan.

Arah kebijakan

1. Peningkatan   pemberdayaan   peran   aktif   masyarakat   dalam proses   penyusunan   rencana,   pemanfaatan   dan   pengendalian Rencana Tata Ruang (RTRW).

2. Peningkatan   peran   dan   fungsi   Tim   Koordinasi   Tata   Ruang (TKTRK) Kabupaten Minahasa Selatan.

3. Perwujudan   kesepakatan   untuk   menjadikan   Rencana   Tata Ruang   Wilayah   (RTRW)   sebagai   pedoman   penyelenggaraan pembangunan daerah.

4. Peningkatan   peran   pemerintah   Kabupaten   dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pembangunan daerah.

5. Peningkatan   peran   serta   aktif   masyarakat   dalam   proses perencanaan pembangunan.

6. Pemberdayaan dan perkuatan kelembagaan pemerintah daerah dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

6.3.4 Urusan Informasi dan Komunikasi  Strategi

1. Meningkatkan   pengetahun   dan   kesedaran   masyarakat   dan pemerintah   tentang   pentingnya   sistem   informasi   dan komunikasi.

(46)

3. Menyediakan   sarana   dan   prasarana   sistem   informasi   dan komunikasi   yang   memadai   dan   berkualitas   di   lingkungan pemerintah daerah.

4. Membuka akses untuk memperoleh informasi yang berkaitkan dengan kebijakan dan kepentingan publik.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan kuantitas dan kualitas informasi dan komunikasi untuk   terselenggaranya   proses   sosialisasi,   kontol   politik   dan sosial budaya

2. Peningkatan   kualitas   pelayanan   melalui   pemanfaatan   dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

3. Penyediaan   sarana   dan   prasarana   sistem   informasi   dan komunikasi   yang   memadai   dan   berkualitas   di   lingkungan pemerintah daerah.

4. Peningkatan   kualitas   pelaksanaan   kebebasan   Pers, profesionalisme kualitas sumber daya manusia insan Pers.

5. Penciptaan iklim dan peluang inovasi teknologi informasi.

6.3.5 Urusan Kependudukan Strategi

1. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

2. Meningkatkan   penataan   sistem   administrasi   kependudukan melalui  data base.

Arah Kebijakan

1. Pengendalian   laju   pertumbuhan   penduduk   dengan memaksimalkan   akses   dan   kualitas   pelayanan   KB   termasuk meningkatnya Pria dalam ber KB.

2. Penataan   sistem   administrasi   kependudukan,   data   dan informasi penduduk, registrasi penduduk melalui sistem data base kependudukan.

3. Peningkatan   pelayanan   agar   semua   penduduk   Minahasa Selatan yang berumur diatas 17 tahun memiliki KTP.

4. Peningkatan  sistem  pembuatan  KTP  yang berbasis  Teknologi Informasi (TI).

5. Peningkatan sistem informasi kependudukan.

6.4 Megembangkan Perekonomian Yang Tanguh, BerkualitasMegembangkan Perekonomian Yang Tanguh, Berkualitas, Tinggi, Tinggi,, Merata dan Kondu

(47)

Strategi   dan   arah   kebijakan   untuk   Mengembangkan Perekonomian   Yang   Tanguh,   Berkualitas,   Tinggi,   Merata   dan Kondusif Berbasis Perdesaan, sebagai berikut :

6.4.1 Urusan Pekerjaan Umum Strategi

1. Meningkatkan pembangunan prasarana jalan dan jembatan.

2. Meningkatkan pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan terkendali pemanfaatannya.

3. Meningkatkan penataan kawasan pesisir dari abrasi pantai.

4. Memperbaiki dan memelihara daerah aliran sungai (DAS).

5. Menyediakan   sarana   dan   prasarana   dasar   perumahan   dan permukiman.

6. Meningkatkan   penyediaan   air   minum   dengan   sistem perpipahan.

7. Meningkatkan pembangunan drainase dan air limbah.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan penyediaan prasarana jalan yang di prioritaskan pada jalan yang telah terbangun dan kawasan sentra produksi.

2. Pemenuhan kebutuhan air irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi yang   rusak   serta   optimalisasi   operasi   dan   pemeliharaan jaringan irigasi.

3. Pengamanan pantai untuk wilayah­wilayah yang sangat rawan abrasi.

4. Peningkatan   pengelolaan,   pemeliharaan   dan   rehabilitasi daerah aliran sungai.

5. Penyediaan pembangunan perumahan sederhana dan sangat sederhana.

6. Penyediaan sarana  dan prasaran dasar kawasan perumahan dan permukiman.

7. Penataan   dan   revitalisasi   lingkungan   perumahan   dan permukiman.

(48)

9. Peningkatan   pembangunan,   pemeliharaan   dan   rehabilitasi drainase dan air limbah.

10.Peningkatan   penyediaan   sarana   dan   prasaran   serta   fasilitas persampahan.

6.4.2 Urusan Bidang Perhubungan Strategi

1. Memperluas   dan   pemerataan   pelayanan   transportasi   antar wilayah.

2. Meningkatkan   kondisi   sarana   dan   prasarana   lalu   lintas angkutan darat dan laut.

3. Meningkatkan   pembangunan   sarana   dan   prasarana   serta fasilitas pendukung pelabuhan Amurang.

Arah Kebijakan

1. Pembangunan   sarana   dan   prasarana   transportasi   darat   dan laut yang berkelanjutan

2. Peningkatan   keselamatan   dan   keamanan   transportasi terpadu .

3. Mendorong terciptanya pengembangan prasarana dan industri jasa transportasi darat dan laut.

4. Peningkatan koordinasi pembangunan pelabuhan Amurang.

6.4.3 Urusan Bidang Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Strategi

1. Mewujudkan Grand Design Pertanian dalam arti yang luas.

2. Meningkatkan daya saing komoditi pertanian, peternakan dan perkebunan.

3. Mengembangkan kawasan­kawasan agropolitan 

4. Mempertahankan   sebagai   daerah   swasembada   pangan khususnya beras.

(49)

6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di kawasan perdesaan dan sentra­sentra produksi. 

7. Mengembangkan   pertanian   modern   yang   berbasis pengetahuan, teknologi, efesiensi, keunggulan profesionalisme dan perekayasan secara terpadu.

Arah Kebijakan

1. Pengembangan revitalisasi pertanian dalam arti yang luas. 2. Pembangunan kawasan pengembangan rempah terpadu. 3. Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian. 4. Pengembangan pengelolaan kelapa terpadu.

5. Pengembangan   konsep   agrobisnis   kearah   pendekatan agroindustri.

6. Peningkatan   akses   masyarakat   petani   kesumber   daya produktif untuk pengembangan usaha.

7. Peningkatan   pemberdayaan   masyarakat   pedesaan   melalui peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan, teknologi dan inovasi permodalan.

8. Pengembangan   mekanisasi   pertanian   modern   secara   selektif, efektif dan efisien.

9. Peningkatan   promosi   dan   pemasaran   produk­produk pertanian, peternakan dan perkebunan.

10. Peningkatan pengamanan kecukupan dan ketahanan pangan. 11. Peningkatan perlindungan petani dan peternak dari persaingan

yang tidak sehat. 

12. Pengembangan   dan   pemantapan   sistem   pemasaran   dan manajemen usaha pertanian, peternakan dan perkebunan. 13. Pengembangan   dan   pemantapan   kawasan   agropolitan   dan

minapolitan.

14. Peningkatan   nilai   tambah   produk   komoditi   pertanian, peternakan   dan   perkebunan   melalui   proses   produksi   dan pengolahannya.

15. Peningkatan peluang dan kemudahan bagi petani dan peternak untuk memperoleh modal usaha.

(50)

6.4.4 Urusan Kelautan dan Perikanan Strategi

1. Meningkatkan daya saing komoditas Kelautan dan Perikanan.

2. Menyediakan sarana dan prasarana Kelautan dan  Perikanan secara memadai terutama kawasan Minapolitan Tatapaan.

3. Meningkatkan   pengelolaaan   sumber   daya   kelautan   dan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

4. Meningkatkan   pengawasan   dan   pengendalian   dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara tertib dan bertanggung jawab.

Arah Kebijakan

1. Pengembangan revitalisasi kelautan dan perikanan.

2. Pengembangan   dan   pemantapan   kawasan   Minapolitan Tatapaan.

3. Pembangunan sekolah menengah kejuruang Perikanan.

4. Percepatan   pengembangan   pelabuhan   perikanan   dan   sarana pendukungnya.

5. Pembangunan sarana dan prasarana dasar desa­desa pesisir.

6. Pembangunan   sarana   dan   fasilitas   pemasaran   produk kelautan dan perikanan.

7. Percepatan   pengembangan   usaha   perikanan   yang   berdaya saing dan berwawasan lingkungan melalui pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana.

8. Peningkatan mutu dan pengembangan produk bernilai tambah hasil   perikanan   melalu   industri   pengolahan,   industri   rumah tangga   dalam   bentuk   usaha   mikro,   kecil   menengah   dan koperasi.

9. Pengembangan pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kualitas   dan   kuantitas   sumber   daya   manusia   kelautan   dan perikanan

10.Peningkatan   pemberdayaan   nelayan   pembudidayaan   ikan pengelola produksi ikan dan masyarakat pesisir.

6.4.5 Urusan Pertambangan dan Energi Strategi

(51)

2. Meningkatkan   pembinaan   pengolahan   usaha   pertambangan dan sumber daya mineral.

3. Meningkatkan   peran   pemerintah   daerah   dalam pengkoordinasikan kebutuhan energi.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan pembinaan terhadap masyarakat di kawasan yang berpotensi untuk pertambangan.

2. Pengendalian   dan   penertipan   pertambangan   rakyat   yang berpotensi merusak dan mencemari lingkungan.

3. Peningkatan   pengawasan   produksi,   pemakaran   dan pengelolahan pertambangan.

4. Peningkatan pembinaan melalui kegiatan sosialisasi kebijakan dan regulasi bidang pertambangan.

5. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana energi termasuk ketenaga listrikan.

6.4.6 Urusan Pembangunan Pedesaan Strategi

1. Meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat desa dalam   proses   perencanaan,   pelaksanaan,   pengawasan, pemanfaatan dan pemeliharaan pembangunan

2. Mengembangkan dan memperkuat kelembagaan desa berbasis masyarakat dan pelaku usaha ekonomi di pedesaan.

3. Meningkatkan   pemberdayaan   masyarakat   pedesaan   sebagai sumberdaya pembangunan.

4. Meningkatkan   kapasitas   aparatur   pemerintahan   desa   dalam mengfasilitasi   dan   mengkoordinasikan   pembangunan pedesaan.

5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar di pedesaan.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan kapasitas kelembangaan organisasi dan kelopok­ kelompok swadaya masyarakat di pedesaan.

(52)

3. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah desa yang mengelola pembangunan   pedesaan   sesuai   dengan   prinsip­prinsip   Good Governance.

4. Peningkatan   kualitas   dan   kuantitas   sarana   dan   prasarana dasar perdesaan.

5. Peningkatan   dan   pengembangan   sarana   dan   fasilitas perekonomian pedesaan.

6. Pengembangan   dan   pemberdayaan   masyarakat   desa   dalam usaha­usaha produktif.

7. Pemberdayaan dan perkuatan modal usaha masyarakat desa.

6.4.7 Urusan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Strategi

1. Meningkatkan   jumlah   usaha   mikro,   kecil,   menengah   dan koperasi yang memiliki standar bisnis yang memedai.

2. Meningkatkan jumlah mitra usaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi yang memiliki keterkaitan usaha.

3. Meningkatkan   fasilitas   publik   untuk   mendukung pengembangan dan pembinaan wirausaha baru.

Arah Kebijakan

1. Pewujudan   UMKMK   yang   berolentasi   kewirausahaan   sesuai standar bisnis dan memiliki daya saing.

2. Perwujudan kemitraan usaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan pengusaha besar untuk mengoptimalkan skala usaha.

3. Mengembangkan   sarana   dan   prasarana   untuk   mengfasilitasi pengembangan   UMKMK   khususnya   pembinaan   wirausaha baru dan calon wirausaha.

6.4.8 Urusan Perdagangan Strategi

1. Mewujudkan  Minahasa   Selatan   sebagai   salah   satu   pasar komoditas pertanian, kelautan dan perikanan.

(53)

4. Mendorong   produk­produk   unggulan   daerah   kepemasaran lokal, regional, nasional dan internasional.

Arah Kebijakan

1. Pengembangan   Minahasa   Selatan   sebagai   salah   satu   pasar perdagangan   regional   komoditas   pertanian,   kelautan   dan perikanan dan produk­produk lokal lainnya.

2. Peningkatan nilai expor Kabupaten Minahasa Selatan.

3. Peningkatan   nilai   investasi   yang   bersumber   dari   PMD   dan PMA.

4. Penciptaan   iklim   usaha   bagi   berkembangnya   dunia   usaha swasta, nasional dan internasional.

5. Peningkatan   peran   pemerintah   dearah   untuk   mencarikan sumber­sumber permodalan bagi UMKMK.

6. Peningkatan   pembangunan   sarana   dan   prasarana perdagangan.

6.4.9 Urusan Bidang Industri Strategi

1. Meningkatkan daya saing industri.

2. Mewujudkan   Minahasa   Selatan   sebagai   daerah   agroindustri yang berdaya saing.

3. Memciptakan iklim usaha yang kondusif berupa pemberihan kemudahan   bagi   tumbuh   kembangnya   industri   pengolahan komoditas pertanian.

4. Meningkatkan   penerapan   satandar   risasi   produk   industri untuk memperkuat daya saing produk industri lokal.

Arah Kebijakan 

1. Pembangunan   sarana   dan   prasarana   mendukung berkembangnya agroindustri.

(54)

3. Peningkatan kemampuan manajerial profesional sumber daya manusia pelayanan terpadu.

4. Peningkatan pengendalian kualitas proses pengolahan produk industri yang berdaya saing.

6.4.10 Arah Kebijakan Urusan Bidang Kehutanan Strategi

1. Peningkatan   pemeliharaan   hutan   sebagai   salah   satu   fungsi daya dukung keseimbangan alam.

2. Peningkatan pengawasan dan pengendalian kawasan hutan.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan pemeliharaan dan pelestarian kawasan hutan. 2. Peningkatan   partisipasi   masyarakat   dalam   pengembangan

hutan tanama.

3. Pemberdayaan dan perkuatan linstitusi kehutanan.

4. Pengawasan   dan   pengendalian   terhadap   berbagai   kegiatan yang merusak hutan dan lingkungannya.

6.4.11 Urusan Bidang Penanaman Modal Strategi

1. Menciptakan kondisi yang memiliki daya saing daerah relatif lebih baik dengan daerah lain.

2. Menciptakan institusi daerah yang bertanggung jawab secara langsungsung untuk pengurusan isin investasi yang kredibel, transparan dan profesional.

3. Menyusun dan menetapkan peraturan daerah investasi yang pro investasi, probisnis. 

4. Mewujudkan   peran   aktif   pemerintah   daerah   untuk mempromosikan   Minahasa   Selatan   sebagai   daerah   investasi yang strategis.

Arah Kebijakan

(55)

2. Peningkatan   ketatalayanan   kelembagaan   yang   ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.

3. Menciptakan   kepastian   hukum   investasi   yang   menjamin kepastihan usaha.

4. Peningkatan   peran   pemerintah   daerah   untuk   mengfasilitasi kerjasama antara investor daerah dan investor luar negeri.

5. Peningkatan   promosi   potensi   sumber   daya   alam   Minahasa Selatan.

6.4.12 Urusan Bidang Penanggulangan Bencana Strategi

1. Memetakan   kawasan   rawan   bencana   tsunani,   gempa   bumi pergerakan   tanah,   gunung   api,   banjir,   kebakaran   hutan   dan bencana lainnya.

2. Menyediakan   sistem   peringatan   dini   bagi   masyrakat   untuk mengurangi resiko bencana.

3. Meningkatkan  kapasitas   mitigasi     bencana  akibat  perubahan iklim  yang ekstrim.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan sistem informasi peringatan dini tentang terjadinya bencana alam.

2. Pengadaan  sarana   dan   fasilitas   sistem   informasi   peringatan dini.

3. Penyiapan   unit   tanggap   darurat   dilengkapi   dengan   fasilitas oprasional.

4. Penyiapan lokasi­lokasi evakuasi sebagai antisipasi menghadapi terjadinya bencana.

5. Penyiapan bantuan fasilitas tanggap darurat baik fisip maupun non fisip.

6.5 Mewujudkan   Pembangunan   yang   Berkelanjutan   dalamMewujudkan   Pembangunan   yang   Berkelanjutan   dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata

Mendukung Pengembangan Pariwisata

Strategi dan arah kebijakan untuk  Mewujudkan PembangunanMewujudkan Pembangunan yang   Berkelanjutan   dalam   Mendukung   Pengembangan   Pariwisata

yang   Berkelanjutan   dalam   Mendukung   Pengembangan   Pariwisata, sebagai berikut:

(56)

1. Mewujudkan   tertibnya   pelaksanaan   Rencana   Tata   Ruang Wilayah.

2. Mewujudkan   kualitas   ekosistem   alami   yang   baik   dan pelestarian keanekaragaman hayati.

3. Mewujudkan   pengelolaan   DAS   yang   benar,   pengelohan   dan pemanfaatan air yang baik.

4. Meningkatkan   upaya   pengolahan   sumberdaya   hutan   yang benar dan berkelajutan.

5. Meningkatkan   kesadaran   masyarakat   dalam   pemeliharaan lingkungan hidup

6. Mewujudkan penegakan hukum yang maksimal bagi pelangar hukum lingkungan

Arah Kebijakan

1. Pengembangan pola pembangunan yang berkelanjutan dengan pendekatan yang tidak merusak lingkungan.

2. Peningkatan   upaya   pelestarisn   lingkungan   hidup   yang   di arahkan untuk pelstarian fungsi ekologi dan ekosistem secara berkelanjutan.

3. Pelaksanaan revitalisasi dan pemantapan kawasan hutan. 4. Pelaksanaan rehabilitasi dan konserfasi sumber daya hutan 5. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya kelautan. 6. Pembinaan pengelolaan usaha­usaha pertambangan.

7. Pemberdayaan ekonomi masyarakat disekitar kawasan hutan. 8. Pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum yang tegas

bagi yang melangar hukum lingkungan.

9. Penyusunan   sistem   manajemen   pengelolaan   persampahan terpadu.

10. Percepatan   pembangunan   lanjutan   TPA   Mobongo   untuk segera difungsikan.

6.5.2 Urusan Pariwisata Strategi

1. Mewujudkan penyusunan  Grand Design  Pariwisata Minahasa Selatan yang di integrasikan dengan Kabupaten/Kota lain dan kawasan regional.

2. Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan lintas sektor. 3. Memprioritaskan   pembangunan   objek­objek   wisata   yang

(57)

4. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan asosiasi usaha industri pariwisata.

5. Mewujudkan event tahunan Pariwisata Minahasa Selatan.

Arah Kebijakan

1. Pembenahan dan perkuatan institusi­institusi pemerintah yang terkait langsung dengan pengembangan pariwisata.

2. Pembenahan, rehabilitasi, objek­objek wisata yang sudah ada serta membangun objek­objek wisata baru yang berdaya saing. 3. Pemberdayaan dan perkuatan institusi yang terlibat langsung

dalam kegiatan­kegiatan industri pariwisata.

4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku pariwisata. 5. Penyusunan   dan   penetapan  calender   events  pariwisata

tahunan Minahasa Selatan.

6. Peningkatan  kerjasama kemitraan promosi pariwisata  dengan Kabupaten/Kota tetangga dan kawasan regional.

7. Pembinaan   dan   pengembangan   kebudayaan   dan   kesenian daerah secara berkelanjutan.

6.5.3 Peningkatan Daya Saing Daerah Strategi

1. Mewujudkan   wilayah   Minahasa   Selatan   sebagai   tujuan kegiatan  bisnis  agroindustri,  industri  pariwisata,   iklim  usaha yang berdaya saing.

2. Menciptakan   lapangan­lapangan   kerja   baru   dengan   sasaran menyerap tenaga kerja pengangguran.

3. Meningkatkan penambahan kebutuhan investasi baru.

4. Menciptakan   iklim   usaha   yang   lebih   kondusif   dalam   bentuk pelayanan umum yang lebih baik, bebas KKN.

5. Meningkatkan proses ahli teknologi dari investasi luar negeri.

Arah Kebijakan

1. Peningkatan  volume   produksi   komoditas   unggulan   untuk agroindustri.

2. Peningkatan   pembangunan   infrastruktur   dasar   penunjang berkembangnya dunia usaha.

3. Peningkatan   kelancaran   distribusi   barang   yang   efisien   dan efektif.

4. Pemberdayaan   dan   pengembangan   industri   kecil   dan menengah.

5. Pembangunan Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Kejuruan.

(58)

7. Peningkatan kualitas pelayanan dan informasi publik.

8. Peningkatan pengamanan barang dan jasa serta perlindungan konsumen.

9. Peningkatan penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembinaan usaha dan membangun kemitraan dengan asosiasi usaha.

10. Peningkatan daya saing industri pariwisata, seni budaya dan olahraga.

6.5.4 Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Peningkatan   kualitas   hidup   masyarakat   Minahasa   Selatan merupakan   sasaran   utama   yang   ingin   dicapai   dalam   program pembangunan   jangka   menengah   dan   pembangunan   jangka panjang Minahasa Selatan. Kualitas hidup masyarakat merupakan hal   yang   bersifat   komprehensif   dan   penanganannya   juga   harus bersifat holistika serta multi sektor. 

Peningkatan   kualitas   hidup   masyarakat   tidak   hanya   untuk peningkatan   aspek   ekonomi   (pendapatan)   namun   juga   harus dilihat   dari   berbagai   aspek   non   ekonomi   yang   mendasar   yaitu aspek kesehatan, pengetahun dan kelayakan hidup atau daya beli masyarakat.   Strategi   dan   Arah   Kebijakan   Peningkatan   Kualitas Hidup Mayarakat, sebagai berikut :

Strategi

1. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.

2. Meningkatkan   ketersediaan   pangan   yang   bermutu   dan terjangkau.

3. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.

4. Meningkatkan pelayanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata.

Arah Kebijakan

1. Pengembangan   sistem   ekonomi   kerakyatan   yang   berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat.

2. Peningkatan   pengetahuan   masyarakat   tentang   pentingnya diversifikasi pangan untuk menjami kecukupan pangan.

(59)

4. Peningkatan pelayanan pendidikan yang bermutu dan merata tanpa diskriminasi.

5. Penciptaan lapangan pekerjaan yang sebanyak­banyaknya.

6. Peningkatan  keamanan   dan   ketertiban   di   seluruh   wilayah Minahasa Selatan.

6.5.5 Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Strategi

1. Menurunkan   presentasi   jumlah   penduduk   miskin   menjadi sekitar 7% pada tahun 2015.

2. Menurunkan   tingkat   pengangguran   terbuka   menjadi   sekitar 5% pada tahun 2015.

3. Meningkatkan   efektifitas   pelaksanaan   dan   koordinasi penanggulangan kemiskinan

Arah Kebijakan

Penanggulangan Kemiskinan

 Peningkatan pembinaan perumahan rakyat dan lingkungan

yang layak huni.

 Peningkatan akses masyarakat atas kebutuhan air bersih.  Peningkatan   kepastihan   hukum   hak   atas   tanah   bagi

masyarakat miskin tanpa diskriminasi.

 Peningkatan pemberdayaan kelembagaan masyarakat untuk mewujudkan rasa aman.

 Peningkatan   perlingdungan   dan   jaminan   kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin khususnya.

 Percepatan   pembangunan   pedesaan   melalui   pengadaan sarana dan prasarana dasar.

 Penataan   dan   revitalisasi   lingkungan   perumahan   dan permukiman untuk masyarakat miskin kawasan perkotaan.

 Penyediaan   ruang   dan   tempat   usaha   bagi   masyarakat miskin.

 Peningkatan rasa aman dan tindak kekerasan.

 Percepatan   pembangunan   daerah   tertinggal   melalui

pengembangan   ekonomi   masyarakat   yang   bertumpu   pada pemanfaatan sumber daya  alam  dan  kearifan lokal secara berkelanjutan.

 Pembangunan   sarana   dan   prasarana   dasar   daerah

(60)

 Peningkatan   pengawasan   dan   pengendalian   terhadap

pemberian jaminan sosial kepada masyarakat miskin.

Penanggulangan Pengangguran

1. Peningkatan   pengetahun   dan   ketrampilan   masyarakat miskin   dalam   mengembangkan   kemampuan   bekerja   dan berusaha.

2. Pengembangan   kelembagaan   masyarakat   miskin   dalam meningkatkan keberdayaan dan efisiensi usaha.

3. Peningkatan   usaha­usaha   kemitraan   untuk   memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan perlindungan kerja. 4. Peningkatan   jaminan   perlindungan   pekerja   dalam   hal

hubungan   kerja,   keselamatan,   kesehatan,   dan   keamanan kerja.

5. Peningkatan pengembangan usaha mikro, kecil menengah, koperasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

6. Peningkatan   efektifitas   dan   kemampuan   kelembagaan pemerintah   dalam   menegakan   hubungan   kerja   industrial yang manusiawi dan harmonis.

6.5.6 Penanggulangan Masalah­Masalah Sosial Strategi

1. Meningkatkan   kedudukan   dan   peran   perempuan   serta perlindungan anak.

2. Meningkatkan   pelayanan   dan   penanganan   masalah­masalah sosial masyarakat.

3. Meningkatkan   penanganan   terhadap   penyadang   masalah kesejahteraan sosial.

Arah Kebijakan

1. Pengembangan   mekanisme   pencegahan   dan   penyelesaian masalah perdagangan anak dan perempuan.

2. Pengembangan dan meningkatkan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat termasuk pekerja anak dan korban kekerasan.

(61)

4. Peningkatan   keberdayaan   kelambagaan   masyarakat   dalam mewujudkan   rasa   aman,   mencegah   dan   menangani   tindak kekerasan dalam rumah tangga.

5. Peningkatan perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial.

Gambar

Tabel 6.2 Identifikasi SWOT
Tabel 6.3 Penentuan Alternatif Strategi dan Indikator Sasaran
Tabel 6.4 Penentuan Alternatif Strategi dan indikator sasaran
Tabel 6.5 Perumusan Arah Kebijakan Pembangunan
+2

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penggunaan teknologi tepat guna yang manusiawi Pembangunan yang menghemat energi Menghemat sumber energi yang tidak dapat diperbaharui Menghemat sumber bahan mentah yang

Pendampingan kegiatan dilakukan oleh pendamping yang ditunjuk oleh Dinas yang membidangi perkebunan dari Dinas Provinsi dan atau Direktorat Jenderal Perkebunan, untuk ikut mengawasi

Adapun ciri-ciri dari individu yang indivdualistis yaitu mementingkan kesuksesan pribadi / diri sendiri, cenderung membuat keputusan tanpa ingin dipengaruhi oleh orang lain,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ TANGGUNG

Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan pangan dari keluarga pengrajin tatah sungging mayoritas 21 keluarga pengrajin atau 70% sudah memenuhi

Selama kegiatan pembelajaran, peneliti melakukan observasi yang mempunyai tujuan untuk melihat kemampuan kognitif siswa dalam mengenal bentuk dan warna melalui alat

Material lain yang dapat digunakan dan dapat diganti untuk mengantisipasi dan mengurangi terjadinya panas berlebih yaitu dapat menggunakan material pada bagian

Fokus utama penelitian yang menjadi penelitian ini adalah : ”Apakah penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi belajar dalam materi