• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Aliran Fluida pada Mobil Dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisa Aliran Fluida pada Mobil Dengan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

CFD MESIN USU

Simulasi Numerik Aliran Udara pada Mobil dan Pengaruh

Pemasangan Spoiler Belakang Menggunakan CFD

Robby Christian (NIM: 120401123) Email : [email protected]

Abstrak: Di zaman modern ini sudah sangat sering kita melihat banyak mobil, mulai dari mobil penumpang sampai dengan mobil sports dipasangkan spoiler dengan berbagai macam bentuk. Harus diketahui juga bahwa ke-aerodinamisan dari sebuah mobil adalah kunci untuk mendapatkan performansi yang baik dan kenyamanan yang tinggi daripada pengendara mobil tersebut. Melalui dasar pemikiran ini lah, semua produsen mobil bertujuan untuk mengoptimalkan desain mobil mereka demi mendapatkan keaerodinamisan eksternal dari mobil mereka. Penambahan spoiler belakang demi mengoptimalkan ke-aerodinamisan akan menyebabkan perubahan nilai pada gaya angkat dan drag force yang mana akan mempengaruhi performansi , konsumsi bahan bakar, keamanan, dan stabilitas mobil tersebut. Pada laporan ini akan menampilkan hasil dari simulasi numeric aliran udara melalui mobil tanpa dan mobil dengan memasang spoiler belakang. Untuk melakukan simulasi ini, digunakan Software ANSYS CFX, dengan melakukan pendekatan “model-mesh-analyze” sebagai eksekutornya.

Keywords : Aerodinamis,Airfoil, Airflow, Spoiler, Gaya Angkat, Gaya Drag, CFD, CFX.

I. Pendahuluan

Pengurangan gaya angkat pada mobil, apabila dilihat dari aspek keselamatannya lebih penting, tetapi apabila ditinjau dari aspek keekonomisan, gaya drag dari mobil haruslah di kurangi juga, oleh sebab itu haruslah didesain suatu factor atau komponen yang dapat mengurangi keduanya. Spoiler (sayap) mempengaruhi pola aliran udara yang melalui body sebuah mobil. Airfoil pada spoiler akan mengakibatkan tingginya tekanan pada bagian atas spoiler, dan terjadinya daerah tekanan rendah pada bagian bawah spoiler, yang mana sebelumnya apabila tanpa dipasang spoiler terjadi kebalikan dari statement pertama. Jadi, keberadaan spoiler belakang atau sayap belakang akan mengurangi lift force daripada

bagian belakang mobil. Keberadaan daripada spoiler belakang mobil juga akan mengurangi drag force yang mana menyebabkan mobil yg dipasang spoiler belakang akan melaju lebih cepat daripada mobil tanpa spoiler belakang. Kesimpulannya penambahan spoiler belakang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini telah dibuktikan di hasil simulasi ini.

II. Perumusan Masalah

Dalam mini project ini, pertama tama body awal mobil dan spoiler mobil dibangun

dengan menggunakan software

(2)

II.1 Metode dan Setup pada Mobil Tanpa Spoiler

Seperti dikatakan diatas, model mobil dibangun dengan SolidWork. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4476 mm, lebar 2076, dan tinggi 1069,66. Model ini telah di simulasikan dan di analisa coefficient drag dan coefficient liftnya dengan menggunakan ANSYS-2015 (CFX)

Gambar 1: Solidwork Model tanpa Spoiler

Gambar 2: Model yg telah di Mesh

Permukaan meshing daripada mobil tanpa spoiler ditunjukkan pada gambar 2. Table 1,Table 2, ditunjukan pada Solver Setting. Asumsi yang diambil adalah aliran udara inlet pada keadaan steady state dengan kecepatan konstan, datang dengan sudut 0°, no slip wall boundary condition pada vehicle road dan sidewalls of virtual wind tunnel.

Table 1: Solver Setting CFD

Simulation 3D Double Precision Solver

Solver CFX

Space 3D

Time Steady

Velocity Form Absolute

Table 2: Boundary Condition Setting Boundary Condition

Flow Regime Subsonic Fluid

Propertie s

Fluid Type Air

Density 1.175 (kg/m³)

Wall Zones

Vehicle Surface (no slip wall B/c)

Road Face (invicisd wall B/c)

Ambient Face (invicisd wall B/c)

Di atas adalah boundary condition dan asumsi asumsi yang digunakan di dalam simulasi ini.

Menurut textbook, koefisien drag dan koefisien angkat (Cd dan Cl) dapat dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini:

Cd

=

Fd

1

2

ρv

²

A

Berikut dibawah ini adalah rumus yang digunakan untuk menentukan koefisien angkat.

(3)

III. Proses Simulasi dengan ANSYS CFX Berikut ini adalah gambar dan penjelasan daripada simulasi yang telah dilakukan pada ANSYS CFX. Grafik, Contour tekanan dan streamline.

III.1 SIMULASI DAN TEST PADA MOBIL TANPA SPOILER UNTUK KOEFISIEN DRAG DAN KOEFISIEN ANGKAT

Pada Gambar gambar dibawah ini akan ditunjukkan streamline, countour tekanan dan nilai dari coefficient drag dan juga coefficient lift hasil simulasi Ansys CFX.

Gambar 3: Hasil Iterasi Dengan Ansys CFX

Gambar 4: Streamline dan Countour Tekanan

Gambar 5: Streamline dan Countour Tekanan

Gambar 6: Perhitungan gaya pada sumbu Z (dasar perhitungan Coefficient Drag)

(4)

III.2 SIMULASI DAN TEST PADA MOBIL DENGAN SPOILER UNTUK KOEFISIEN DRAG DAN KOEFISIEN ANGKAT

Pada Gambar gambar dibawah ini akan ditunjukkan streamline, countour tekanan dan nilai dari coefficient drag dan juga coefficient lift hasil simulasi Ansys CFX. Perbedaan dengan subbab sebelumnya, ini adalah tampilan simulasi dengan penambahan rear spoiler.

Gambar 8: Hasil Iterasi dengan Menggunakan ANSYS CFX

Gambar 9: Streamline

Gambar 10: Contour Tekanan Pada Spoiler

Gambar 11: Perhitungan Gaya pada Sumbu z (dasar perhitungan koefisien drag)

(5)

perhitungan koefisien angkat)

IV. HASIL DAN DISKUSI

Dalam kasus penambahan spoiler belakang (rear spoiler) pada model mobil dengan rack angle 12°, didapatkan hasil koefisien drag sebesar 0.31 dan koefisien angkat (coefficient of lift) sebesar 0.02.

Gambar13: Perbedaan Aliran Fluida

Konfigurasi Drag Reduction% Cd CoefficientLift Reduction% Cl Coefficient

Tanpa

Spoiler 0.31 0 0.025 0

Spoiler 0.3 3.22 0.02 20

Tabel 3: Perbandingan Koefisien Drag dan Lift

Hasil penurunan nilai koefisien drag berdasarkan simulasi di atas memang menunjukkan nilai yang kecil. Tetapi penurunan nilai koefisien drag dan koefisien lift dapat diperoleh nilai yang lebih besar apabila spoiler yang digunakan memiliki rack angle lebih besar, jadi area kontak dengan udara lebih besar.

V. KESIMPULAN

(6)

koefisien drag sebesar 3.22 % dan nilai koefisien angkat sebesar 20% . Efek daripada penurunan nilai aerodynamic drag ini adalah efisiensi bahan bakar dan juga keamanan dari kendaraan. Penurunan nilai dari aerodynamic drag dapat dinaikkan dengan cara memodifikasi/memilih spoiler dengan Rack Angle yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

[1] J.R. Calliste, A.R. George, Wind Noise, Aerodynamics of Road Vehicle, in: W.H. Hucho (Ed), SAE International, Warrendale, PA, 1998.

Gambar

Table 1: Solver Setting
Gambar 7: Perhitungan gaya pada sumbu y
Gambar 9: Streamline
Tabel 3: Perbandingan Koefisien Drag dan Lift

Referensi

Dokumen terkait

Dari grafik yang ditunjukkan pada Gambar 14a terlihat bahwa pola distribusi lubang non-staggered memiliki penurunan tekanan friction yang paling tinggi dibandingkan

Selanjutnya, profil suhu dalam Gambar 4, menunjukkan bahwa gradien suhu di permukaan meningkat dengan meningkatnya Pr, dan keputusan ini sesuai dengan ditunjukkan

Hasil analisa yang didapat dari simulasi numerik pengaruh multi-element airfoil terhadap lift dan drag force pada spoiler belakang mobil formula sae dengan variasi

Pada gambar diatas menunjukan penurunan tekanan (pressure drop) yang terjadi pada pipa bundar dengan nilai tekanan maksimum sebesar -2,00e+00 pascal dan nilai minimumnya sebesar

Pada gambar diatas menunjukan penurunan tekanan (pressure drop) yang terjadi pada pipa bundar dengan nilai tekanan maksimum sebesar -2,00e+00 pascal dan nilai minimumnya sebesar

Jika kita membuat bola menyerupai bentuk air mata pada gambar 2.6 (b) streamline terbuka, dan tekanan akan meningkat dengan pelan, seperti memperpanjang aliran

Hasil studi dengan simulasi, berdasarkan disain dan analisa dari motorcycle lift yang dibuat, dengan menggunakan Software Ansys 17.0, didapatkan bahwa desain

Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa hasil koefisien drag 𝐶𝐷 dan koefisien lift 𝐶𝐿 pada simulasi kali ini terlihat ada kesesuaian dengan peneliti sebelumnya, karena sudah mendekati nilai