• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN JASMANI .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN JASMANI ."

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Landasan Pendidikan dan Pembelajaran

Yang Dibina Oleh Bapak Dr. Wasis D. Dwiyogo,M.Pd

ISAK RIWU ROHI NIM : 140614807259

UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCA SARJANA JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

(2)

PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan Anugerah-Nya yang telah memberikan kesehatan dan kemampuan kepada penulis untuk menyelesaikan Karya tulis ini menyajikan serta membahas landasan pendidikan, khususnya Landasan Teknologi Pendidikan dan pembelajaran.

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, karena merupakan kebahagiaan tersendiri bagi penulis apabila pengetahuan yang sedikit penulis miliki dapat berguna tidak hanya bagi diri penulis pribadi tapi juga bagi orang lain.

Malang, Desember 2014

(3)
(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada tahun 1960-an Teknologi Pendidikan menjadi

salah satu kajian yang banyak mendapat perhatian di

lingkungan ahli pendidikan. Pada awalnya, Teknologi

Pendidikan merupakan kelanjutan perkembangan dari

kajian-kajian tentang penggunaan Audiovisual, dan program belajar

dalam penyelenggaraan pendidikan. Kajian tersebut pada

hakekatnya merupakan usaha dalam memecahkan masalah

belajar manusia (human learning). Solusi yang diambil melalui

kajian Teknologi Pendidikan bahwa pemecahan masalah

belajar perlu menggunakan pendekatan-pendekatan yang

tepat dengan banyak memfungsikan pemanfaatan sumber

belajar (learning resources).

Perkembangan kajian Teknologi Pendidikan

menghasilkan berbagai konsep dan praktek pendidikan yang

banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. Oleh

karena itu, terdapat persepsi bahwa Teknologi Pendidikan

sama dengan media, padahal kedudukan media berfungsi

(5)

informasi atau bahan belajar. Dari segi sistem pendidikan,

kedudukan Teknologi Pendidikan berfungsi untuk

memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam

disain dan pengembangan, serta implementasinya, bahkan

terdapat asumsi bahwa kurikulum berkaitan dengan "what",

sedangkan Teknologi Pendidikan mengkaji tentang "how".

Dalam kaitannya dengan pembelajaran, Teknologi Pendidikan

memperkuat dalam merekayasa berbagai cara dan teknik dari

mulai tahap disain, pengembangan, pemanfaatan berbagai

sumber belajar, implementasi, dan penilaian program dan

hasil belajar.

1.2. Rumusan

Dari latar belakang di atas, maka permasalahan yang

dirumuskan dalam sebagai berikut Apakah yang dimaksud

dengan Tekhnologi pendidikan dan pembelajaran dan

Bagaiamana pernanan tekhnologi dalam pendidikan serta Apa

manfaat dan dampak dari tekhnologi ?

1.3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah

untuk menambah wawasan dalam memahami peran dan

kegunaan teknologi dalam bidang pendidikan dan

(6)

BAB II TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

2.1. Pengertian Teknologi Pendidikan

Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih

dahulu perlu diketahui pengertian teknologi. Kata Teknologi

seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat elektronik.

Tapi oleh ilmuwan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan

diartikan sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk

memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacu

pada usaha untuk memecahkan masalah manusia.

Teknologi pendidikan dalam istilah bahasa Inggris

disebut dengan “instructional technology” atau “Education

technology”. Pendidikan semacam ini yang diutamakan ialah

media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang

dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” antara lain berupa TV, radio, video, tape, computer, dan lain-lain. Selain dari itu pendidikan juga

menggunakan teknologi yang disebut dengan “software

antara lain menganalisis dan mendesain urutan atau

langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan

(7)

Berikut ini beberapa definisi Teknologi Pendidikan;

1. Menurut Nasution (1987 : 20) Teknologi pendidikan adalah

media yang lahir dari perkembangan alat informasi yang

digunakan untuk tujuan pendidikan.

2. Teknologi Pendidikan adalah pengembangan, penerapan,

dan penilaian sistem- sistem, teknik, dan alat bantu untuk

memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia

(Nasution, 1987 : 7)

3. Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks

dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,

peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah

mencari jalan solusi melaksanakan mengevaluasi dan

mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua

aspek belajar manusia. (Miarso, 1986 : 1)

4. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang garapan

khusus yang berkepentingan mengatasi permasalahan

belajar pada manusia, dengan memanfaatkan berbagai

macam sumber insani dan non-insani dan menerapkan

konsep sistem dalam usasha pemecahannya itu.

5. Definisi awal Teknologi Pendidikan (1920), teknologi

(8)

media pembelajaran visual yang berupa film, gambar, dan

tampilan media ini menampilkan suatu mata pelajaran.

6. Teknologi Pendidikan (1960) dipandang sebagai suatu cara

untuk melihat masalah pendidikan dan menguji

kemungkinan- kemungkinan solusi dari permasalahan

tersebut.

7. Teknologi pendidikan (1970) adalah suatu cara yang

sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan

mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan

pembelajaran dalam bentuk tujuan belajar yang spesifik.

8. Menurut ACT (1972) Teknologi pendidikan adalah satu

bidang atau disiplin dalam memfasilitasi belajar manusia

melalui identifikasi, pengembangan, pengorgnasiasian dan

pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar dan

melalui pengelolaan proses kesemuanya itu.

9. Menurut ACT (1977) Teknologi Pendidikan adalah proses

kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur,

gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis

masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan

mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar

(9)

10.Menurut ACT (2004) Teknologi pendidikan adalah studi

dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran

dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan,

menggunakan, bermanfaat dan mengelola proses dan

sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan

utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran

(agar efektif, efisien dan menarik) dan meningkatkan

kinerja.

Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah

usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan

spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan

dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk

membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan

membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber

teknologi yang memadai. Istilah teknologi pendidikan sering

dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori

belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam

(10)

sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan

kemampuan manusia.

Berdasarkan definisi tersebut maka pada prinsip

dasarnya pendidikan dan teknologi pendidikan memiliki

keterkaitan atau hubungan yang sangat erat karena teknologi

pendidikan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang

dijalankan. Hal tersebut diketahui bahwa teknologi

pendidikan memiliki tujuan yang sama dengan tujuan

pendidikan nasional.

Teknologi pendidikan adalah Penelitian dan aplikasi

terhadap ilmu perilaku dan teori pembelajaran, dan

penggunaan pendekatan sistem untuk menganalisis,

mendesain, mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi, dan

mengatur penggunaan teknologi untuk membantu

menyelesaikan masalah pembelajaran. Istilah teknologi

instruksional lebih menekankan pada pendekatan ilmiah dan

sistematis terhadap penyelesaian masalah instruksional, dan

teknologi pendidikan fokus kepada penggunaan dan

pendayagunaan seni dan teknologi untuk mendukung

pembelajaran.

Commission on Instruction Technology (CIT) 1970,

(11)

merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan

proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan

pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada

manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan

bukan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.

Teknologi pendidikan yang didefinisikan oleh

Commission on Instructional Technology tahun 1970 adalah Cara

yang sistematis dalam merancang, menerapkan, dan

mengevaluasi seluruh proses kegiatan belajar mengajar sesuai

dengan tujuan yang spesifik, berdasarkan penelitian terhadap

pembelajaran dan komunikasi antar manusia, dan

mendayagunakan kombinasi sumber daya manusia dan

non-manusia untuk lebih mengefektifkannya.

Teknologi dalam pendidikan adalah semua alat atau

fasilitas yang digunakan dalam proses pendidikan yang

dilakukan. Teknologi dalam pendidikan diartikan sebagai

mekanisme untuk mendistribusikan pesan, termasuk sistem

pos, siaran radio dan televisi, telepon, satelit dan jaringan

(12)

2.2. Defeisi Teknologi Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek

untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja

melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan

sumber daya teknologi.

1. Definisi AECT 1963

Komunikasi audio visual adalah cabang dari teori dan

praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan

mendisain dan menggunakan pesan guna mengendalikan

proses belajar. Kegiatannya meliputi ;

a. Mempelajari kelemahan dan kelebihan, yang unik maupun

relatif, dari pesan baik yang diungkapkan dalam bentuk

gambar, maupun yang bukan, dan yang digunakan untuk

tujuan apapun dalam proses belajar.

b. Penstrukturan dan sistematisasi pesan oleh orang maupun

instrumen dalam lingkungan pendidikan. Kegiatan ini

meliputi perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen

dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan

sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya ialah pemanfaatan

tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk

membantu pengembangan potensi pebelajar (orang yang

(13)

2. Definisi Komisi Teknologi Pembelajaran 1970

Dalam pengertian yang lebih umum (teknologi

pembelajaran) berarti media yang lahir sebagai akibat revolusi

komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan

pembelajaran disamping guru, buku teks dan papan tulis.

Bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah:

televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras

maupun lunak lainnya. Serta teknologi pembelajaran

merupakan usaha sistematik dalam merancang,

melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar

dan mengajar untuk suatu tujuan khusus, didasarkan pada

penelitian tentang proses dan komunikasi pada manusia yang

menggunakan kombinasi sumber manusia dan non-manusia

agar belajar dapat berlangsung efektif (Commision on

Instructional Technology,1970:21).

3. Definisi Silber tahun 1970

Teknologi pembelajaran adalah pengembangan (riset,

disain, produksi, evaluasi, dukungan-pasokan, pemanfaatan)

komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan,

peralatan, teknik dan lingkungan) serta pengelolaan usaha

pengembangan (organisasi dan personil) secara sistematik,

(14)

2.3. Teknologi Pembelajaran 1994 dan Komponen-komponennya

Berdasarkan definisi 1994, Teknologi Pembelajaran

adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan,

pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber

untuk belajar. Komponen definisinya adalah teori dan praktek

; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan

penilaian ; proses dan sumber ; untuk keperluan belajar.

1. Teori dan praktek

Teori terdiri dari konsep, bangunan (konstruk), prinsip

dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap khasanah

pengetahuan. Sedangkan praktek merupakan penerapan

pengetahuan tersebut dalam memecahkan permaasalahan.

Praktek juga dapat memberi konstribusi kepada pengetahuan

melalui informasi yang didapat dari pengalaman.

2. Disain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan

penilaian

Kawasan disain merupakan sumbangan teoritik

terbesar dari teknologi pembelajaran untuk bidang pendidikan

yang lebih luas. Demikian pula kawasan pengembangan telah

menjadi matang dan memberikan sumbangan terbesar untuk

(15)

maupun praktis masih belum berkembang dengan baik.

Meskipun berbagai usaha telah dilakukan dalam bidang

pemanfaatan media keadaanya masih tetap saja kurang

mendapatkan perhatian. Sedangkan kawasan pengelolaan

selalu ada dalam bidang karena sumber untuk menunjang

berlangsungnya tiap fungsi harus diorganisasikan dan diawasi

(dikelola). Kawasan penilaian masih menggantungkan diri

pada penelitian dari bidang lain. Sumbangan utama bidang

studi ini adalah evaluasi formatif.

3. Proses dan sumber

Proses adalah serangkaian operasi atau kegiatan yang

diarahkan pada suatu hasil tertentu. Pengertian proses

mencakup tata urutan yang terdiri dari masukan, kegiatan dan

keluaran.

Sedangkan sumber ialah asal yang mendukung

terjadinya belajar, termasuk sistem pelayanan, bahan

pembelajaran dan lingkungan. Sumber belajar tidak terbatas

hanya bahan dan alat yang digunakan dalam proses

pembelajaran, namun juga mencakup tenaga, biaya dan

fasilitas. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat

digunakan untuk membantu setiap orang untuk belajar yang

(16)

4. Untuk keperluan belajar

Tujuan teknologi pembelajaran adalah untuk memacu

(merangsang) dan memicu (menumbuhkan) belajar. Dalam

definisi disebutkan bahwa belajar menyangkut adanya

perubahan yang relatif permanen pada pengetahuan atau

perilaku seseorang karena pengalaman (Mayer, 1982:1040).

Berlo (1960). menunjukkan bahwa unsur-unsur pada proses

belajar dengan proses komunikasi sejalan. Pada komunikasi,

pesan diolah dan disalurkan yang kemudian diterima dan

diberi makna serta disalurkan kembali sebagai umpan balik

(feed back) kepada pengirim pesan. Sedangkan pada proses

belajar, orang menanggapi, manafsirkan dan merespon

terhadap rangsangan dan mengambil pelajaran dari akibat

tanggapan tersebut.

Teknologi Pendidikan dikenal sebagai cara-cara yang

sistemik dan sistematik dalam memecahkan masalah

pembelajaran secara efektif dan efisien, di dalam definisi ini

ada beberapa pengertian:

a. Teknologi Pendidikan menawarkan berbagai cara, bukan

satu cara.

b. Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang sistemik

(17)

dengan melibatkan semua komponen pembelajaran.

Seperti uraian Suparman (2004) “bahwa suatu sistem lebih

sekedar gabungan dari bagian-bagian; ia harus mempunyai

tujuan tertentu yang tidak dapat dicapai oleh fungsi dari satu

atau beberapa bagian darinya.”

c. Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang runtut atau

sistematik, tidak acak-acakan.

d. Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang terbukti

efektif dan efisien, melalui uji coba dalam skala terbatas

sebelum digunakan dalam skala nasional.

e. Cara-cara itu terfokus pada rangkaian interaksi antara

peserta didik dengan sumber belajar dalam skala luas,

termasuk pengajar dan berbagai media sehingga tujuan

pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya tercapai.

Definisi itu menjanjikan terjadinya solusi dalam

memecahkan masalah pembelajaran melalui lima konsep

dasar tadi. Sehingga muncullah Teknologi Pendidikan ini

sebagai sang Revolusioner untuk mengubah taraf

pendidikan itu sendiri kearah yang lebih baik.

Definisi itu menjanjikan terjadinya solusi dalam

memecahkan masalah pembelajaran melalui lima konsep dasar

(18)

ini sebagai sang Revolusioner untuk mengubah taraf

pendidikan itu sendiri kearah yang lebih baik.

2.4. Perkembangan Teknologi Pendidikan

Perkembangan Teknologi Pendidikan telah berlangsung

dari waktu yang lama sekali, banyak pendapat dan kejadian

sejarah yang mendasari awal perkembangan Teknologi

Pendidikan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan

manusia.

Menurut Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa

sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia

sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman

dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah

dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan

teknologi, yaitu teknologi sederhana.

Sebagai salah satu disiplin ilmu, teknologi pendidikan

juga berorientasikan kepada perubahan (perkembangan) cara

hidup dan kebutuhan manusia. Inilah yang menyempurnakan

teknologi pendidikan setaraf dengan disiplin ilmu lainnya,

yaitu dengan adanya prinsip relevansi terhadap

perkembangan dan perubahan. Sebuah penelitian tentang

persepsi para pakar teknologi pendidikan tentang teknologi

(19)

Hasil dari penelitian “Perceptions and Opinions of

Educational Technologists Related to Educational Technology”.

(Persepsi dan Pendapat teknologi Pendidikan Terkait dengan

Teknologi Pendidikan). mengungkapkan bahwa teknologi

pendidikan telah mengalami perubahan sejak disiplin ilmu ini

lahir. Perubahan ini secara general ditandai dengan

berubahnya konsep teknologi pendidikan sebanyak dua kali

dari sejak tahun 1977 (definisi AECT). Konsep tersbut dapat

dipaparkan sebagai berikut:

“Teknologi Pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,

peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah,

mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan

mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua

aspek belajar manusia”. (AECT, 1977)

“Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek

dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan

evaluasi terhadap proses dan sumber belajar”. (AECT, 1994)

“Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek ilmiah dalam memfasilitasi atau memudahkan belajar dan

(20)

mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat) (AECT, 2004/2008)

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan

perubahan konsep teknologi pendidikan telah terjadinya

perubahan paradigma dalam batang tubuh teknologi

pendidikan. Paradigma tersebut merupakan cara pandang

teknologi pendidikan terhadap perkembangan manusia.

2.5. Perkembangan Teknologi Pendidikan sebagai disiplin keilmuan

Teknologi pendidikan sebagai disiplin ilmu, pada

awalnmya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika

Serikat. Kalau mengacu pada konsep teknologi sebagai cara,

maka awal perkembangan teknologi pendidikan dapat

dikatakan telah ada sejak awal peradaban.

Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu

terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di

lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar. Belajar lebih efektif,

lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat dan

sebagainya. Untuk itu ada usaha dan produk yang sengaja

dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan. Namun

(21)

ini dan menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula

tidak terbayangkan, telah membalik cara berpikir kita dengan

“bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk

mengatasi masalah belajar”.

Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis

dalam mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi seluruh

kegiatan proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan

pendidikan yang lebih baik. Kemajuan atau perkembangan

teknologi pendidikan sekarang ini tidak terjadi begitu saja.

Teknologi pendidikan mewadahi semua disiplin ilmu

yang akan diselenggarakan dalam rangka pendidikan dan

pembelajaran. Dalam kata lain, semua kegiatan pendidikan

dan pembelajaran dapat mengintegrasikan teknologi

pendidikan didalam proses penyampaiannya. Karena itu

teknologi pendidikan memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam

pengembangan keilmuannya.

Bersamaan dengan perubahan konsep teknologi

pendidikan berdasarkan AECT yang dikemukakan pada BAB

II, dalam penelitian ini juga didapat kesimpulan bahwa telah

terjadinya perubahan paradigma dalam batang tubuh

teknologi pendidikan. Paradigma tersebut merupakan cara

(22)

manusia. Perubahan paradigma tersebut digambarkan pada

gamabar berikut ini:

Pada awal lahirnya teknologi pendidikan, disiplin ilmu

ini hanya menitikberatkan pada pemanfaatan alat-alat

(teknologi dalam hal mesin) untuk kegiatan belajar mengajar,

contohnya seperti radio dan televisi. Seiring kebutuhan

manusia yang semakin kompleks, teknologi pendidikan tidak

hanya sebagai pemanfaatan alat (mesin) untuk belajar,

pendekatan sistem mulai masuk dalam disiplin ilmu ini.

Pendekatan sistem inilah yang memberikan pengaruh amat

besar bagi perkembangan keilmuan teknologi pendidikan.

Dengan pendekatan sistem ini, teknologi pendidikan

menjadi disiplin ilmu untuk pengembangan desain sistem

pembelajaran, tentunya didukung juga dengan disiplin ilmu

lainnya (psikologi, filsafat, komunikasi, dll). Dan pada

paradigma terakhir (abad 21), teknologi pendidikan menjadi

disiplin ilmu tentang merancang aktifitas dan lingkungan

belajar.

Kompetensi lulusan teknologi pendidikan sudah

seharusnya diarahkan pada paradigma yang terakhir ini dan

trend masa kini, yaitu paradigma merancang aktifitas dan

(23)

lulusan teknologi pendidikan jangan sampai diarahkan pada tataran sumber daya “teknisi” saja, tetapi juga akan lebih sempurna jika diarahkan pada tataran sumber daya seorang “teknolog”. Kompetensi seorang “teknolog” akan menyirikan bahwa kompetensi lulusan ini berdaya saing global, hingga

mampu berkompetisi dengan bidang lainnya yang sejalur.

Dengan paradigma dan trend seperti ini, sudah

sepantasnya sumber daya teknologi pendidikan menjadi

prioritas dalam pengembangan pembelajaran di lembaga atau

instansi manapun yang mengadakan kegiatan pembelajaran

dan para sumber daya teknologi pendidikan akan memiliki

potensi berkarya yang tidak terbatas, baik pada institusi

formal (lembaga pendidikan) maupun di lembaga lainnya.

Tentunya pemerintah dan pihak-pihak yang lain sudah

waktunya melirik teknologi pendidikan sebagai faktor yang

potensial, dimana ketika ingin memperbaiki kualitas manusia

melalui pembelajaran, maka teknologi pendidikan merupakan

(24)

2.6. Penerapan Teknologi Pendidikan dalam Sistem Pembelajaran

Sejak manusia mengenal sistem pendidikan, teknologi

pendidikan telah menjadi fondasi bagi jalannya sistem

pendidikan yang ada, dan itu telah ada beberapa abad

sebelum adanya sebuah sistem yang sistematis seperti halnya

yang ada dalam madrasah-madrasah yang ada di dunia Islam,

seperti di Madrasah Nizamiyah di Bagdad pada abad

pertengahan saat Islam mengalami masa keemasan.

Pada masa Aristoteles misalnya, melalui Lyceum-nya

atau Akademia, teknologi pendidikan meski dalam bentuk yang

sederhana telah mulai menjadi bagain integral dari sistem

pembelajaran yang ada. Kemudian, era Scolatic di Barat yang

terkenal dengan sekolah-sekolah bagi biarawan dan

biarawatinya juga tidak lepas dengan teknologi

pendidikannya.

Sedangkan di Madrasah Nizamiyah sendiri,

sistematisasi metode pengajaran nampak dengan adanya

pembagaian ilmu-ilmu fikih yang diajarkan dengan

mengajarkan ajaran empat madzab fikih, ditunjang dengan

berbagai keilmuan lainnya dengan di dukung misalnya

(25)

laboratorium langit, serta asrama bagi para siswanya. Semua

elemen itu tersususun sebagai sebuah teknologi pendidikan

yang berhasil membawa Islam menuju puncak keemasan.

Teknologi pendidikan jelas memiliki arti yang begitu

penting, apalagi untuk manusia modern dan manusia

postmodern saat ini. Dengan masalah hidup yang semakin

kompleks dan berbagai tantangan hidup yang begitu banyak,

dunia pendidikan sebagai salah satu tempat yang paling

efektif membentuk pribadi dan kematangan manusia tentu

semakin memerlukan sebuah metode atau tehnik yang

compatible dengan zamannya.

Teknologi pendidikan secara keseluruhan dalam sistem

pendidikan adalah miniatur cara memandang dan menyikapi

manusia untuk dapat terjun hidup sebagai anggota

masyarakat. Melalui ini dalam sistem pendidikan manusia

ditempa untuk menjadi manusia yang juga dapat

menyesuaiakan diri dengan baik dalam lingkungannya.

Kemudian secara khususpun media pendidikan juga

memiliki arti penting sama halnya teknologi pendidikan secara

umum. Di era Abasiyyah di Madrasah Nizamiyah misalnya.

Kita dapat melihat bagaimana perpustakaan sebagai media

(26)

pendidikan pada masa itu. Tidak dipungkiri bahwa bahan

bacaan adalah faktor yang menjadikan siswa menemukan

khazanah keilmuan yang dapat mengisi khazanah

pengetahuan dalam diri mereka selain dari apa yang

disampaikan gurunya.

Kalau di zaman sekarang, peran penting media

pendidikan dengan menggunakan media teknologi seperti

komputer, rekaman audio, atau juga film tentu amat sangat

memiliki arti penting. Apalagi jika sistem pendidikan yang

bersangkutan memiliki orientasi pada siswa untuk dicetak

sebagai tenaga kerja, akan lebih lagi nilai penting media

semacam itu dalam penemuan khazanah pengetahuan yang

ingin didapat peserta didik. Meski demikian tetap saja harus

ada penyesuaian di sana-sini agar media pendidikan yang

digunakan tepat guna. Dan di sinilah software teknologi

pendidikan diperlukan, bagaimana mengupayakan agar

media pendidikan dengan menggunakan media teknologi bisa

dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Kita dapat melihat mekanisme teknologi pendidikan

dengan menggunakan sample pola hubungan media

pendidikan yang menggunakan gambar dengan software

(27)

satu media teknologi yang cukup bagus digunakan sebagai

media dalam praktek pendidikan. Hal itu karena gambar atau

foto memiliki kelebihan seperti sifatnya konkrit, gambar dapat

mengatasi batas ruang dan waktu, dapat memperjelas satu

masalah, dan mudah didapatkan. Namun sayangnya gambar

juga memiliki kelemahan, di antaranya gambar hanya

menekankan persepsi indera penglihatan, gambar yang terlalu

komplek tidak efektif ketika digunakan dalam dalam sistem

pembelajaran, ukurannya sangat terbatas untuk kelompok

besar. Untuk itu maka harus ada filterisasi di situ, dan tentu

mekanisme software teknologi pendidikan diperlukan untuk

mengoptimalkan guna gambar atau foto yang digunakan.

Software menyaring gambar atau foto yang akan digunakan.

Dengan menetapkan syarat-syarat berikut misalnya,

software dalam teknologi pendidikan berperan; dengan

mengklasifikasikan bahwa gambar yang dapat digunakan

sebagai media pendidikan adalah yang autentik. Gambar yang

menceritakan apa adanya satu peristiwa. Kemudian juga,

gambar itu harus sederhana, apalagi jika siswa yang diajar

masih dalam tingkatan bawah seperti siswa SD atau Taman

kanak-kanak. Dengan komposisi sederhana yang cukup jelas

(28)

sedikit pembahasan saya yang menggambarkan nilai penting

(29)

BAB III PRINSIP-PRINSIP TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

4.1. Prinsip-prinsip yang dijadikan landasan teknologi pembelajaran

1. Lingkungan kita senantiasa berubah. Perubahan itu ada

yang direkayasa, ada yang dapat diperkirakan, namun

sebagian besar tidak dapat kita ketahui sebelumnya.

2. Jumlah penduduk semakin bertambah, meskipun dengan

prosentase yang mengecil. Mereka semua perlu belajar, dan

belajar itu berlangsung untuk seumur hidup dan di mana

saja, darimana saja.

3. Sumber-sumber semakin terbatas, karena itu harus

dimanfaatkan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin.

Selain itu harus diciptakan sumber baru, dan

didayagunakan sumber yang belum terpakai (idle).

4. Hak setiap pribadi untuk dapat berkembang semaksimal

mungkin, selaras dengan perkembangan masyarakat dan

lingkungan.

5. Masyarakat berbudaya teknologi, yaitu bahwa teknologi

merupakan bagian yang tertanam dan tumbuh dalam

(30)

Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam teknologi

pembelajaran adalah :

1. Pendekatan isomeristik, yaitu yang menggabungkan

berbagai kajian / bidang keilmuan (psikologi, komunikasi,

ekonomi, manajemen, rekayasa teknik, dan lain-lain) ke

dalam suatu kebulatan tersendiri.

2. Pendekatan sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan

dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan.

3. Pendekatan sinergestik, yaitu yang menjamin adanya nilai

tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan

bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri.

4. Pendekatan sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh

atau komprehensif.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, jelaslah bahwa

teknologi pembelajaran tidak hanya berkepentingan dengan

masalah belajar pada persekolahan atau lembaga

kependidikan dan latihan, melainkan juga masalah belajar

pada organisasi termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha,

(31)

Semua bentuk teknologi, termasuk teknologi

pembelajaran, adalah sistem yang diciptakan manusia untuk

sesuatu tujuan tertentu, yang pada intinya adalah

mempermudah manusia dalam memperingan usahanya,

meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber

daya yang ada. Pada hakikatnya, teknologi itu bebas nilai

namun dalam penggunaannya sarat dengan aturan nilai dan

estetika.

Teknologi agar dapat menghasilkan nilai tambah harus

memenuhi tiga kriteria, yaitu :

1. Mempunyai landasan teori untuk pengembangannya

2. Mengandung cara khusus

3. Dapat digunakan untuk mengatasi problem kongkret.

Dalam hal teknologi pembelajaran, problem kongkret

yang dihadapi adalah masalah belajar pada manusia sebagai

pribadi/individu. Karena setiap individu mempunyai

cara/pola belajar yang berbeda-beda, yaitu :

1. Pola belajar visual, yaitu lebih mudah menyerap, mengatur

dan mengolah suatu informasi melalui indra penglihatan .

2. Pola belajar auditorial, yaitu lebih mudah menyerap,

mengatur dan mengolah informasi melalui indra

(32)

3. Pola belajar kinestetik, yaitu lebih mudah menyerap,

mengatur dan mengolah informasi melalui sentuhan dan

gerakan.

Cakupan dalam teknologi pembelajaran lebih kecil dan

merupakan bagian dari suatu sistem pendidikan. Jika

teknologi pendidikan sebagai suatu sistem kita ibaratkan

sebagai tubuh kita, maka teknologi pembelajaran sebagai sub

sistem dapat kita ibaratkan sebagai anggota tubuh dan

organ-organ yang ada di dalamnya. Apabila salah satu sub sistem

mengalami gangguan maka sub sistem yang lainpun akan

mengalami gangguan pula sebagai dampak dari terganggunya

salah satu sub sistem tadi. Yang pada akhirnya akan

menyebabkan terganggunya sistem sehingga tidak dapat

mencapai hasil seperti yang diinginkan.

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan

bahwa teknologi pembelajaran secara konseptual mampu

memberikan kontribusi dalam pengembangan organisasi

belajar dalam bentuk :

1. Pengetahuan tentang pemecahan masalah belajar baik pada

(33)

2. Penyediaan tenaga kerja profesi (praktisi maupun

akademisi) yang mampu mengintervensi organisasi agar

dapat dan mau belajar.

3. Aneka sumber belajar yang sengaja dikembangkan sesuai

kebutuhan organisasi.

4. Sistem informasi yang diperlukan agar organisasi dapat

(34)

BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

5.1. Persamaan dan Perbedaan Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran

Di lain pihak ada yang berpendapat teknologi

pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan

penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk

memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Di

sini yang diutamakan adalah proses belajar itu sendiri,

disamping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu.

Jadi teknologi pendidikan itu mengenai software maupun

hardwarenya. Software berupa menganalisis dan mendisain

urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang

ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta

penilaian keberhasilannya. Sedangkan hardwarenya adalah

alat peraga, alat pengajaran audio visual aids atau

instructional aids seperti radio, film opaque projector,

overhead projector, tv, video tape recorder, computer.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan teknologi

pendidikan ? Pada awalnya pengertian teknologi pendidikan

(35)

yang mendukung dalam kegiatan belajar mengajar seperti

computer, overhead projector, tv, video tape recorder.

Pada hakikatnya teknologi pembelajaran adalah suatu

disiplin yang berkepentingan denganpemecahan masalah

belajar dengan berlandaskan pada serangkaian prinsip dan

menggunakan berbagai macam pendekatan. Masalah belajar

terdapat di mana saja, pada siapa saja (orang maupun

organisasi), kapan saja dan mengenai apa saja. Pengertian atau

definisi teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek

dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,

penilaian dan penelitian proses, sumber dan sistem untuk

belajar.

Berdasarkan definisi tersebut sudah tentu keduanya

memiliki hubungan yang erat, karena teknologi pendidikan

memberikan gambaran tentang sebuah sistem yang harus

dilakukan untuk membuat orang terdidik, dan untuk

mencapai hal tersebut maka dibutuhkan alat bantu sehingga

hasil yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Definisi keduanya telah memberikan gambaran secara

jelas bahwa keduanya memiliki sebuah hubungan yang erat,

karena kedua istilah ini merupakan bagian penting dalam

(36)

memberikan pengalaman belajar yang baru bagi semua orang

dan membantu orang untuk mendapatkan pendidikan baik

dalam formal maupun nonformal, dan teknologi pembelajaran

pun memiliki karakteristik yang serupa.

Perbedaan dari keduanya adalah pendidikan

membahas mengenai sebuah sistem yang dimaksudkan

berawal dari input pendidikan, proses serta output yang

dihasilkan oleh sistem pendidikan itu sendiri. Sedangkan,

teknologi pendidikan merupakan bagian kecil dari sistem

pendidikan nasional.

Perbedaan keduanya terdapat pada substansi yang

dilakukan, jika teknologi pendidikan cakupannya sangat luas

karena apa pun yang berhubungan dengan pendidikan akan

dijadikan sebagai bagian dari teknologi pendidikan sedangkan

teknologi pembelajaran cakupannya sedikit lebih sempit,

karena lebih dominan dalam proses pembelajaran, yang berarti

ada dalam dunia pendidikan formal.

Perbedaan keduanya adalah jika teknologi pendidikan

menitikberatkan kepada sistem, prosedur, dan hal-hal teknis

lainnya sedangkan teknologi dalam pendidikan merupakan

(37)

BAB V MANFAAT DAN PERANAN

5.1. Manfaat dan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna

media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka

sampaikan kepada orang lain. Penggunaan Informasi dapat

berdampak buruk dan baik. Dampak baiknya kita

memperoleh banyak informasi dari teknologi yang canggih

yang banyak bermunculan belakangan ini. Dampak buruknya

mungkin ada orang lain yang salah mengartikan arti teknologi.

Dampak positif dan negatif pemanfaatan teknologi informasi

dan telekomunikasi antara lain:

1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan

mudah di akses untuk kepentingan pendidikan

2. Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli

dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun

ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.

3. Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah

perpustakaan dalam bentuk digital.

4. Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang

(38)

5. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan

adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan

proses pendidikan.

6. Kemajuan teknologi juga akan memungkinkan

berkembangnya kelas virtual atau kelas yang

berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang

pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.

7. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan

semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia

antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori

sekolah, para pakar dapat melakukan perkuliahan secara

online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga

pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama

dengan lembaga lain melalui internet serta melakukan

marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih

efisien. Disamping itu kita dapat merancang program artificial

intelegence untuk membuat sebuah model rencana

pengajaran.

Perkembangan TIK di bidang pendidikan

memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan

(39)

mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara

online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah

mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem

pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka

putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.

Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi Informasi

dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya

dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan

terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan

transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor

pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan

mahasiswa juga terbantu dengan adanya internet dalam

mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para mahasiswa

dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa

mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya

pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah,

para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam

kehidupan mereka sehari-hari dengan baik.

Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah

merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam

dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun

(40)

bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum

yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang

diimplementasikan dengan benar dan kreatif.

5.2. Peranan Teknologi dalam Bidang Pendidikan (e-education)

Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi

(TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan TIK telah

membawa perubahan penting dalam perkembangan

peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21

diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era

informasi-ekonomi (digital-economic) dengan cirri khas perdagangan

yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic

commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran

paradigma strategis pembangunan masyarakat dunia dari era

industri menuju informasi.

Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan

Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan

(e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak

mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti

pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku

(41)

selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai

guru, leger sekolah atau buku induk sekolah, begitu pula

pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih

efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang

menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut

e-education.

Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia pada

masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan

TIK sebagai berikut :

1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan cara belajar

jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan

pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasuka sebagai

setrategi utama pendidikan jarak jauh dengan

memanfaatkan teknologi internet secara maksimal dapat

memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat bahkan

meningkatkan kualitas pendidikan.

2. Terjadinya sharing resource (berbagi sumber daya) antara

lembaga pendidikan dan pelatihan .

3. Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya misalnya

guru dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator

(42)

4. Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti

CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan menggantikan

(43)

BAB VI PENERAPAN TEKNOLOGI DAN PENGARUH TERHADAP PENDIDIKAN

Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks

yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah

belajar manusia/pendidikan. Menurut Mackenzie, dkk (1976)

Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk

mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi

permasalahan.

Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk

memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat

diuraikan bahwa:

1. Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri

dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar.

2. Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode

yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran; strategi

belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis.

3. Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang

melibatkan siswa belajar secara aktif, konstruktif, autentik

(44)

Sistem Belajar Mandiri Salah Satu Aplikasi Teknologi

Pendidikan Penerapan teknologi pendidikan sangatlah luas

dalam satu rangkaian sistem yaitu yang bersifat mikro dan

bersifat makro. Teknologi pendidikan merupakan suatu

konsep yang masih relatif baru. Secara ringkas dapat

disebutkan bahwa teknologi pendidikan sebagai suatu konsep,

mengandung sejumlah gagasan dan rujukan. Gagasan yang

ingin diwujudkan adalah agar setiap pribadi dapat

berkembang semaksimal mungkin dengan jalan

memanfaatkan teknologi sedemikian rupa sehingga selaras

dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan. Rujukan

konsep itu merupakan hasil sintesi dari gejala yang diamati

dan kecenderungan yang ada.

Analisis empirik terhadap sistem belajar mandiri yang

dilakukan untuk menghasilkan manfaat penerapan teknologi

instruksional :

1. Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan :

a.Memperlaju penerapan bahan

b.Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara

(45)

c. Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi,

sehingga guru dapat lebih banyak membina dan

mengembangkan kegiatan belajar anak didik

2. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih

individual dengan jalan :

a. Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional

b. Memberikan kesempatan anak didik untuk berkembang

sesuai perkembangan perorangan mereka.

3. Memberikan dasar pembelajaran yang lebih ilmiah dengan

jalan:

a. Perencanaan program pembelajaran secara bersistem

b. Pengembangan bahan ajaran yang dilandasi penelitian.

4. Memungkinkan belajar lebih akrab, karena dapat :

a. Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran didalam

dan diluar sekolah

b. Memberikan pengalaman tangan pertama

5. Memungkinkan pemerataan pendidikan yang bermutu,

terutama dengan :

a. Dimanfaatkan bersama tenaga atau kejadian langka

b. Didatangkannya pendidikan kepada mereka ytang

memerlukan Analisis ini dilakukan dengan harapan

(46)

dimanfaatkan dan benar-benar mampu menjadi solusi

terhadap pemecahan semua permasalahan bejara, baik

yang bersifat mikro ataupun makro.

Dalam konsep teknologi pendidikan, dibedakan istilah

pembelajaran (instruction) dan pengajaran (teaching).

Pembelajaran, disebut juga kegiatan pembelajaran

instruksional, adalah usaha mengelola lingkungan dengan

sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu

dalam kondisi tertentu.Sedangkan pengajaran adalah usaha

membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada

peserta didik yang biasanya berlangsung dalam situasi resmi

atau formal.

Reigeluth dan Merrill (1983) berpendapat bahwa

pembelajaran sebaiknya didasarkan pada teori pembelajaran

yang bersifat preskiptif, yaitu teori yang memberikan resep

untuk mengatasi masalah belajar. Teori pembelajarn yang

prespektif itu harus memerhatikan tiga variabel, yaitu variabel

kondisi, metode, dan hasil.

Kerangka teori instruksional itu dapat digambarkan

sebagai berikut :

1. Kondisi Karakteristik Pelajaran

(47)

3. Tujuan Hambatan

4. Metode Pengorganisasian Bahan Pelajaran

5. Strategi Penyampaian

6. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran

Karakteristik siswa meliputi pola kehidupan

sehari-hari, keadaan sosial ekonomi, kemampuan membaca, dan

sebagainya. Karakteristik pelajaran meliputi tujuan apa yang

ingin dicapai dalam pelajaran tersebut, dan apa Tujuan

hambatan untuk pencapaian itu. Misalnya saja kemampuan

berbahasa Inggris yang umumnya lemah merupakan

hambatan untuk mempelajari teks berbahasa Inggris.

Pengorganisasiaan bahan pelajaran, meliputi antara lain

bagaimana merancang bahan untuk keperluan belajar mandiri.

Strategi penyampaian meliputi pertimbangan panggunaan

media apa untuk menyajikan nya, siapa dan atau apa yang

akan menyajikan, dan sebagainya.

Sedang pengelolaan kegiatan meliputi keputusan untuk

mengembangkan dan mengelola serta dan bagaimana

digunakannya bahan pelajaran dan strategi penyampaian.

Berdasarkan kerangka teori itu setiap metode pembelajaran

harus mengandung rumusan pengorganiasasian, bahan

(48)

dengan memerhatikan faktor tujuan belajar, hambatan belajar,

karakteristik siswa, agar dapat diperoleh efektivitas, efisiensi,

dan daya tarik pembelajaran.

Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah

revolusi metode, kurikulum yang inovatif, teknologi serta

SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil

sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus

mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya

saing global. Untuk itu ada lima teknologi baru yang dapat

menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.

Lima macam Teknologi 1. Sistem Berpikir

Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati

dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Hal ini

untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak kita

inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk

mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi

sistem berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum,

dimana berbagai hal saling terkait

2. Desain System

Desain sistem adalah teknologi merancang dan

(49)

adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan harapan.

Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan

suatu system yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.

3. Kualitas pengetahuan

Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi

yang memproduksi suatu produk atau jasa/ layanan yang

sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan yang

berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam

inovasi pendidikan/ sekolah.

4. Manajemen Perubahan

Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk

memandu energi kreatif ke arah perubahan positif. Dapat juga

diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk aspek

manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC

(Perencanaan, Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).

5. Teknologi pembelajaran

Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik

(Komputer, multimedia, Internet, telekomunikasi), dan

pembelajaran yang didesain, metode dan strateginya

diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif.

Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan

(50)

yang berlaku untuk instruksi dan belajar. Kelima teknologi

tersebut merupakan suatu keterpaduan untuk menuju inovasi

pendidikan sehingga dalam memecahkan masalah pendidikan

perlu kombinasi peralatan/ alat elektronik, orang-orang,

proses, manajemen, intelektual, untuk perubahan yang efektif.

Pengaruh Teknologi Pendidikan

Secara operasional teknologi pendidikan dapat

dikatakan sebagai proses yang bersistem dalam membantu

memecahkan masalah belajar pada manusia. Kegiatan yang

bersistem mengandung dua arti, yaitu pertama yang sistemik

atau beraturan, dan kedua yang sistemik atau beracuan pada

konsep sistem. Kegiatan yang beraturan adalah kegiatan untuk

memenuhi kebutuhan yang dilakukan dengan

langkah-langkah mengkaji kebutuhan itu sendiri terlebih dahulu,

kemudian merumuskan tujuan, mengidentifikasikan

kemungkinan pencapaian tujuan dengan mempertimbangkan

kendala yang ada, menentukan kriteria pemilihan

kemungkinan, memilih kemungkinan yang terbaik,

mengembangkan dan menguji cobakan kemungkinan yang

dipilih, melaksanakan hasil pengembangan dan mengevaluasi

(51)

Pendekatan yang sistemik adalah yang memandang

segala sesuatu sebagai sesuatu yang menyeluruuh

(komprehensif) dengan segala komponen yang saling

terintegrasi.Keseluruhan itu lebih bermakna dari sekadar

penjumlahan komponen-komponen. Tiap komponen

mempunyai fungsi sendiri, dan perubahan pada tiap

komponen akan mempengaruhi komponen lain serta sistem

sebagai keseluruhan. Pendekatan ini juga memperhatikan

bahwa pendidikan sebagai suatu sistem terdiri dari berbagai

lapis sistem: makro, meso dan mikro. Pendidikan di dalam

kelas merupakan lapis terbawah atau terkecil atau suatu

sistem mikro.Sedangkan pendidikan nasional merupakan

sistem makro atau yang paling atas.Masalah belajar yang

dipecahkan banyak ragamnya.

Ada masalah dalam skala mikro, yaitu masalah yang

dihadapi guru dalam satu kelas untuk mata pelajaran tertentu,

dan ada masalah makro, yaitu masalah pendidikan nasional,

misalnnya ketersediaan kesempatan belajar pada jenjang

pendidikan lanjut. Pembelajaran adalah suatu usaha yang

disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar

atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang

(52)

Usaha ini dapat dilakukan oleh seseorang atau suatu

tim yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam

merancang dan atau mengembangkan sumber belajar yang

diperlukan. Pengertian ini dibedakan dengan pengajaran yang

telah terlanjur mengandung arti sebagai penyajian bahan

ajaran yang dilakukan oleh seseorang pengajar.

Pembelajaran tidak harus diberikan oleh pengajar,

karena kegiatan itu dapat dilakukan oleh perancang dan

pengembang sumber belajar, misalnya seorang teknolog

pembelajaran atau suatu tim terdiri dari ahli media dan ahli

materi ajaran tertentu. Keberhasilan proses belajar mengajar

dapat terjadi dari upaya berbagai komponen dan salah

satunya adalah strategi pembelajaran, yang menjadi salah satu

bahan kajian dalam teknologi pendidikan.

Semua bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan

manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada intinya

adalah mempermudah manusia dalam memperingan

usahanya, meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga

serta sumber daya yang ada. Setiap teknologi, tidak terkecuali

teknologi pendidikan, merupakan proses untuk menghasilkan

nilai tambah, sebagai produk atau piranti untuk dapat

(53)

terdiri atas berbagai komponen yang saling berkaitan untuk

suatu tujuan tertentu. Melihat penjelasan diatas untuk itu

penulis mengakat tema Strategi Pembelajaran dengan Konsep

Dasar Pola Sistem Belajar Mandiri. Dengan tujuan penulisan

untuk mengetetahui strategi pembelajaran dengan Konsep

Dasar Pola Sistem Belajar Mandiri.

Teknologi Pendidikan Dalam Meningkatkan Produktivitas Pendidikan

Produktivitas dalam dunia pendidikan berkaitan

dengan keseluruhan proses perencanaan, penataan dan

pendayagunaan sumber daya untuk merealisasikan tujuan

pendidikan secara efektif dan efisien. Sejauh mana pencapaian

produktivitas pendidikan dapat dilihat dari out put

pendidikan yang berupa prestasi, serta proses pendidikan

yang berupa suasana pendidikan. Prestasi dapat dilihat dari

masukan yang merata, jumlah tamatan yang banyak, mutu

tamatan yang tinggi, relevansi yang tinggi dan dari sisi

ekonomi yang berupa penyelenggaraan penghasilan.

Sedangkan proses atau suasana tampak dalam kegairahan

belajar, dan semangat kerja yang tinggi serta kepercayaan dari

(54)

Satu hal yang perlu disadari adalah bahawa

produktivitas pendidikan harus dimulai dari menata /SDM

tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal kedua adalah

bahwa penataan SDM harus dilaksanakan denagn prinsip

efektivitas dan efisiensi karena efektifitas dan efisiensi adalah

kriteria dan ukuran yang mutlak bagi produktivitas

pendidikan.

Dalam meningkatkan produktivitas pendidikan,

teknologi pendidikan memiliki ciri-ciri inovasi pendidikan

yang dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun

menurut ashby 1967 ada empat ciri-ciri inovasi pendidikan

a. Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran

keluar sehingga tugas pendidikan anak sebagian digeser

dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah.

b. Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan

c. Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang

mengakibatkan ketersediaan buku lebih luas.

d. Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio,

telepon, TV, computer, LCD proyektor, perekan internet,

LAN, dsb ).

Keempat perubahan di atas di dunia pendididkan telah

(55)

teknologi yang dibahas pada point sebelumnya sangat

membantu untuk solusi pemecahan. Perubahan

pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan

misinya tentunya sangat tergantung pada lima teknologi

tersebut yaitu sistem berfikir, system desain, ilmu

pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah

negeri maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur

kembali sistem pendidikan mereka. Banyak program sekolah

yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan maupun

status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional,

akselerasi dan sarana prasarananya. Yang jelas perubahan

sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan dari

unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir

membuat desein pendidikan, punya kiat manajemen yang baik

dan tidak gagap terhadap pendidikan. Jadi dapat dikatakan

bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi

pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan teknologi

pendidikan merupakan subyeknya.

Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan

(56)

tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk sasaran/tujuan

yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.

Dalam meningkatkan produktivitas pendidikan, Teknologi

Pendidikan mempunyai manfaat sebagai berikut: Teknologi

Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi

pengetahuan:

 Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan

 Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar. Teknologi pendidikan sebagai sarana

informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang

mendukung pelajar : Untuk mengakses informasi yang

diperlukan. Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan

dan pandangan dunia. Teknologi pendidikan sebagai

media sosial untuk mendukung pelajaran dengan

berbicara. Untuk berkolaborasi dengan orang lain. Untuk

mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus

antara anggota sosial. Teknologi pendidikan sebagai mitra

intelektual untuk mendukung pelajar. Untuk membantu

pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa

yangmereka ketahui. Teknologi pendidikan dapat

(57)

pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi

proses belajar mengajar. Teknologi pendidikan dapat

mempermudah mencapai tujuan pendidikan.

Quantum Learning

Banyak sekolah-sekolah saat ini menerapkan sistim

quantum learning, bahwa tingkat kepercayaan banyak

pendidik semakin besar pada praktek. Sesuatu yang dipahami

dengan lebih mendalam melalui pengalaman nyata

dilapangan. Dimana membiarkan tiap murid menganalisa dan

berpikir kritis dari pengetahuan yang mereka peroleh.

Siswa dikelompokkan terlebih dahulu, sesuai dengan

 Kulitas intelegensi

 Kualitas emosional

 Kualitas sprrittual

Setiap siswa dianggap sebagai individu mandiri dan

bebas, mampu memilih kategori unggulan buat mereka sendiri

dan mencapainya.

Misalnya, jika siswa suka seni, maka yang menjadi

fokus pendidikanya adalah pengetahuan dibidang kesenian,

sedangkan pengetahuan lain dianggap sebagai pelengkap.

(58)

a. Metode pengajaran seperti ini relatif baru dan

membutuhkan sarana dan prasarana yang tidak sedikit.

b. Membutuhkan dana yang relatif tinggi

c. Terdapatnya tingkat persaingan dengan sekolah swasta

Pemecahanya : Bagaimana memicu kesadaran pemerintah

untuk meningkatkan mutu pendidikan yang lebih komleks.

Pendidikan yang baik adalah investasi yang tak ternilai

untuk kemajuan bangsa. Maka, untuk menstandarkan

materi-materi pendidikan yang diberikan dalam sekolh, disusunlah

kurikulum oleh pemerintah sebagai pedoman sistematis yang

wajib dilaksanakan bagi institusi-institusi pendidikan di

Indonesia dalam materi pelajaran.

Penerepan teknologi pendidikan masa kini

Dijaman reformasi saat ini pendidikan mengalami

a. Kurikulum yang dikeluarkan pemerintah senantiasa

berubah cepat

b. Setiap kali mentri pendidikan berganti kurikulum ikut

berbah.

Apakah berganti kurikulum itu baik?

Sebenarnya tergantung, apabila kurikulum baru

(59)

maka itu baik. Tapi, apabila kurikulum itu tidak efektif dan

sulit direalisasikan dengan sempurna, maka akan terjadilah

kebingungan

Pendidikan berbeda dengan pengajaran ;

 Pendidikan mempunyai arti luas, yaitu pendidikan dapat berlangsung dimasyarakat, dikeluarga, tempat bekerja dan

tempat lainnya.

 Pengajaran dalam prosesnya harus berlangsung secara teorganisir melalui institusi (formal) persekolahan

termasuk diperguruan tinggi tentunya.

Peran Teknologi Informasi Bagi Pendidikan di Era Globalisasi

Reformasi yang dapat di lakukan teknologi informasi dapat

mencakup tiga hal, yaitu:

a. Cara kita belajar

b. Apa yang kita pelajari

c. Tempat dan waktu kita belajar

a) Cara kita belajar

Mengenai cara kita belajar, terkait dengan metode

pembelajaran. Pada pembelajaran konvensional, guru

memainkan peranan yang lebih besar sehingga tingkat

(60)

Sedangkan pada pembelajaran berbasis teknologi informasi

pembelajaran terpusat kepada siswa sehingga guru hanya

sebagai pendamping atau konsultan saja

b) Apa yang kita pelajari?

Terkait dengan apa yang kita pelajari. Pada

pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI) mengubah pola

pembelajaran tidak hanya terhadap apa yang seharusnya di

pelajari oleh para siswa, melainkan juga apa yang dapat di

peroleh oleh para siswa jika dapat mengoptimalkan peran TI.

Hal ini mengindikasikan bahwa TI dapat menyediakan

sumberdaya pembelajaran yang tidak terbatas seperti internet,

intranet, audio/video, dan media berbasis teknologi lainnya.

c) Tempat dan waktu kita belajar

Ruang dan waktu belajar adalah salah satu hal yang

membatasi proses pembelajaran sehingga tidak dapat

berlangsung secara maksimal. Dengan hadirnya TI maka para

siswa dapat memilih sendiri tempat dan waktu serta ritme

pembelajaran karena TI menawarkan kebebasan memilih

ketiga hal tersebut sesuai kebutuhan setiap siswa.

Seiring dengan kehadiran teknologi informasi, proses

pembelajaran bagi para siswa tidak hanya melalui cara

(61)

antara guru dengan murid, tetapi pembelajaran juga dapat

menggunakan sarana-sarana teknologi sehingga antara guru

dan murid tidak harus bertatap muka secara langsung.

Berdasarkan hal di atas, sangat jelas bahwa metode

pendidikan berbasis TI memiliki prospek yang cerah di masa

depan karena menawarkan berbagai keunggulan yang tidak di

miliki oleh proses pendidikan formal pada umumnya. Selain

itu metode pendidikan berbasis TI juga menawarkan

pendidikan murah bagi para siswa karena para siswa dapat

memperoleh bahan pembelajaran dari berbagai sumber yang

gratis tentunya tidak seperti pendidikan konvensional yang

harus membeli buku-buku yang kian hari kian mahal. Dengan

kata lain, metode pendidikan berbasis TI harus segera di

kembangkan di Indonesia untuk mendukung UU No 20 Tahun

2003 untuk mewujudkan pendidikan murah yang terjangkau

bagi seluruh lapisan masyarakat.

Globalisasi membawa akibat terjadinya perubahan yang

terus menerus dan semakin cepat. Sejalan dengan pencapaian

tujuan pendidikan, perlu diupayakan suatu sistem pendidikan

yang mampu membentuk kepribadian dan ketrampilan

peserta didik yang unggul, yakni beriman dan bertaqwa

(62)

terampil, jujur, dapat dipercaya, disiplin, bertanggung jawab

dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi, maka dibentuklah

empat pilar pendidikan yang dijadikan fondasi pendidikan

pada era informasi dan jaringan global ini dalam meraih dan

merebut pasar internasional.

Penerepan teknologi pendidikan masa depan

Di era global seorang pemimpin perlu diajarkan dan

dikenalkan secara dini dalam sistem pendidikan nasional agar

pada saatnya mereka dibutuhkan minimal telah memiliki

kapasitas dan aksesibilitas yang memadai untuk memimpin.

Agar dari masyarakat sudah diberdayakan akan lahir

pemimipin-pemimpin bangsa yang efektif.

Sifat-sifat positif yang harus dimiliki olehh seorang pemimipin :

 Kreatif

 Bermoral

 Pemberani

 Intelektula (pengetahuan yang tinggi)

Referensi

Dokumen terkait

Dilakukan 2 jenis percobaan pada penelitian ini yaitu pengujian kuat tarik terhadap masing-masing polyethylene strapping band , dan pengujian kuat lentur beton

Hanya dengan Rahmat, Taufiq serta Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ Karakteristik Edible Film Pati Jagung (Zea mays L.)

Nilai dari level of significant yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 persen (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel fungsi kepemimpinan secara individual atau

Pemekaran DOB sofifi dalam pendekatan hukum otonomi daerah adalah kebutuhan daerah provinsi untuk mengikuti perintah konvensi pemerintahan bahwa satu daerah

Umum dan Perlengkapan Setda Kota Bima Kepala Pemakaman pada Dinas Kebersihan, Bidang Pertamanan dan sda 27 Kepala Bagian Umum pada Sekretariat DPRD Kota Bima Sekretaris pada

Dari fenomena di atas muncul problematika dikalangan umat muslim pada umumnya dan cenkiawan muslim pada khususnya, yaitu apakah ilmu pengetahuan yang berkembang telah

Proses mengenai penerapan implementasi aplikasi yang dibuat sesuai dengan hasil analisis pada tahapan sebelumnya, hasil uji coba aplikasi package dependency merger.

Uji fitokimia pada ekstrak metanol daun beringin ( Ficus benjamina ), daun tin ( Ficus carica ) dan daun karet kebo ( Ficus elastica ) pada penelitian ini digunakan untuk