• Tidak ada hasil yang ditemukan

09 Tanah dan Pemupukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "09 Tanah dan Pemupukan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

2/26/2014

1

BAB IX

TANAH DAN PEMUPUKAN

OLEH:

DR. IR. TETI ARABIA, M.S. DR. IR. SYAKUR, M.P. IR. MANFARIZAH, M.SI.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

PENDAHULUAN

Dalam pengertian sehari-hari pupuk adalh suatu

bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pemupukan adalah penambahan bahan tersebut ke tanah agar tanh menjadi lebih subur.

Pemupukan pada umumnya diartikan sebagai

penambahan zat hara tanaman ke dalam tanah.

Dalam arti luas pemupukan sebenarnya juga

termasuk penambahan bahan-bahan lain yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, misalnya pemberian pasir pada tanah liat, penambahan tanah mineral pada tanah organik, pengapuran, dan lain-lain (ameliorasi).

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Dasar-dasar Pemupukan

Dalam melakukan pemupukan beberapa

hal yang diperhatikan yaitu:

Jenis tanaman yang akan dipupuk

Jenis tanah yang akan dipupuk

Jenis pupuk yang digunakan

Jumlah (dosis) pupuk yang akan diberikan

Waktu pemupukan

Cara pemupukan.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Jenis Tanaman yang Akan dipupuk

Sifat-sifat tanaman yang perl diperhatikan

dalam pemupukan meliputi:

(a) penggunaan unsur hara oleh tanaman &

(b) sifat-sifat akar.

Penggunaan Unsur Hara oleh Tanaman

Unsur hara yang diserap tanaman digunakan

antara lain untuk menyusun bagian-bagian tubuh tanaman. Jumlah unsur hara yang diperlukan untuk menyusun bagian-bagian tubuh tanaman tersebut berbeda untuk setiap jenis tanaman maupun jenis tanaman yang sama tetapi tingkat produksi berbeda (Tabel 9.1). Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Sifat-sifat Akar

Akar tanaman dapat berupa akar tunggang

atau akar serabut dengan penyebaran yang berbeda-beda. Sifat-sifat akar akan menentukan cara penempatan pupuk maupun jumlah pupuk yang akar diberikan. Bila dari akan tumbuh akar tunggang lebih dulu maka pupuk sebaiknya ditempatkan di bawah biji, tetapi bila akar lateral yang tumbuh lebih awal maka pupuk akan diletakkan di sekitar biji yang ditanam.

(2)

2/26/2014

2

Jenis Tanah yang Akan Dipupuk

Faktor- faktor yang mempengaruhi tanah yang akan dipupuk:

Kandungan unsur hara berbeda-beda pada setiap jenis tanah sehingga kebutuhan pupuk setiap tanah juga berbeda-beda.

Kemasaman tanah juga mempengaruhi jenis pupuk yang akan diberikan. Dalam hal ini reaksi fisiologis dari pupuk perlu diperhatikan, agar tidak mengubah tanah menjadi lebih masam (jangan memberi pupuk masam pada tanah masam).

Tanah-tanah yang dapat memfiksasi unsur-unsur yang ditambahkan menyebabkan penambahan unsur-unsur tersebut tidak efisien apabila daya fiksasinya tidak dihilangkan. Misalnya pengapuran tanah masam mengurangi daya fiksasi Al terhadap P, sehingga pemberian pupuk P menjadi lebih efisien.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Jenis Pupuk yang Digunakan

Setiap jenis tanah mempunyai jumlah

kandungan unsur hara, reaksi fisiologis, kelarutan, kecepatan bekerja yang berbeda-beda, sehingga jumlah dan jenis pupuk serta cara dan waktu pemberiannya berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman atau jenis tanah. Jumlah Pupuk yang Diberikan

Jumlah pupuk yang diberikan berhubungan

dengan dengan kebutuhan tanaman akan unsur hara, kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah, serta kadar unsur hara yang terdapat di dalam pupuk.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Waktu Pemupukan

Pupuk yang bekerja cepat diberikan setelah

tanam dan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit dalam 2 atau 3 kali pemupukan, karena pupuk ini mudah tercuci. Contoh: Urea, ZA, dan lain-lain.

Pupuk yang bekerja lambat diberikan sebelum

tanam dan sekaligus. Untuk tanaman tahunan yang telah lama tumbuh, diberikan setiap akan mulai kegiatan maksimum pertumbuhan. Contoh: TSP, DS, ES, FMP, dan lain-lain.

Pupuk yang bekerjanya sedang dapat diberikan

sebelum atau sesudah tanam asal jangan terlalu jauh dengan saat mulai aktivitas tanaman. Contoh: SS, Rustica Yellow.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Cara Penempatan Pupuk

Pentingnya cara penempatan pupuk adalah:

Agar dapat diambil akar tanaman lebih

efisien.

Agar tidak merusak biji yang ditanam atau

akar tanaman.

Dicari cara yang mudah dilakukan

(ketersediaan tenaga kerja dan perhitungan ekonomis) tetapi memenuhi kedua syarat tersebut

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Cara-cara penempatan pupuk meliputi:

Broadcast (disebar): pupuk disebar merata di

permukaan tanah sebelum tanam, kadang-kadang dilakukan pembajakan setelah pupuk disebar.

Sideband(di samping tanaman): pupuk diletakkan

di salah satu sisi atau kedua sisi tanaman dalam band.

In the row (dalam larikan): pupuk diberikan

dalam larikan tanaman.

Top dressed atauside dressed: pupuk

ditaburkan pada tanaman setelah tumbuh

(emergence). Top dresseddisebar (broadcast)

pada tanaman, side dresseddisebar di samping

larikan tanaman seperti larikan jagung, dll.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Pop up: pupuk dimasukkan bersamaan dengan biji yang ditanam, biasanya untuk pupuk

dengansalt index yang rendah seperti pupuk

P.

Foliar application(pemupukan lewat daun): pupuk dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan pada daun.

Fertigation(pemupukan lewat air irigasi): terutama pupuk N atau pupuk lain yang mudah larut.

(3)

2/26/2014

3

Sebar rata di sawah

Sebar rata di lingkaran pohon karet

Sebar rata di piringan sawitTeti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Sumber: Yadi Jufri

Pupuk Sebar Rata Di Bedengan

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt Sumber: Yadi Jufri

Aplikasi pupuk di tempat spesifik (Placement application)

Ditugal di samping baris ubi kayu Dalam parit di samping

baris ubi jalar

Dalam parit di samping baris

jagung

Ditugal di samping pohon cabai

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt Sumber: Yadi Jufri

Pemupukan mll air irigasi

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt Sumber: Yadi Jufri

Kebun apel

Kebun apel

Kebun Anggur

Penghijauan di Arafah

IRIGASI TETES

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt Sumber: Yadi Jufri

Pupuk Nitrogen Urea {CO(NH2)2}:

Berbentuk kristal berwarna putih atau butir-butir bulat.

Kadar N 45%, karena kadar N yang tinggi maka lebih ekonomis (murah) daripada pupuk N yang lain.

Higroskopis, sudah mulai menarik uap air pada kelembaban nisbi udara 73%. Sering diberi selaput (coated) untuk mengurangi sifat higroskopis.

Reaksi fisiologis ahak masam dengan ekivalen kemasaman 80. Tidak terlalu mengasamkan tanah.

Untuk dapat diserap tanaman, N dalam Urea harus diubah dulu menjadi amonium dengan bantuan enzim tanah urease melalui proses hidrolisis: CO(NH2)2+ 2H2O →(NH4)2CO3.

Bila diberikan ke tanah proses hidrolisis tersebut cepat sekali terjadi sehingga mudah menguap sebagai amonia.

(4)

2/26/2014

4

Pupuk Fosfor

Double Superphosphate/DSP {Ca(H2PO4)2}:Kadar P2O536 – 38%.

Berupa bubuk kasar, berwarna putih kotor,

abu-abu atau coklat muda.Larut dalam air.

Bekerja perlahan-lahan sehingga dianjurkan untuk

pemupukan sebelum tanam. Mempunyai daya ikutan.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt Pupuk Kalium

Kalium Chlorida/Muriate of Potash (KCl):Kadar K2O 52 – 55%.

Reaksi fisiologis masam lemah.Agak higroskopis.

Hanya digunakan untuk tanaman yang tahan akan

chlorida.

Pupuk NPK (Pupuk Majemuk)

Rustica Yellow:

Rumus kimia NH4NO3-NH4H2PO4-KCl

Kadar unsr hara 15% N +15% P2O5+15% K2O

Di samping itu mengandung Mg sbanyak 0.5%

dan unsur mikro seperti B, Cu, dan Zn.

Pupuk Mikro

Terusi (CuSO4.5H2O)

Dapat digunakan melalui daun atau tanah.

Mengandung 25.5% Cu atau 12.8% S.

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Penentuan Kebutuhan Pupuk

Cara penentuan pupuk berbeda-beda karena disebabkan terdapat beberapa macam pupuk sejenis yang berbeda maka pupuk tersebut dapat diganti 1 sama lain berdasarkan kadar unsur hara masing-masing pupuk tersebut.

Sebagai contoh misalnya untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman diperlukan 100 kg N + 45 kg P2O5+ 100 kg K2O per hektar, sedangkan pupuk yg

tersedia adalah Urea (45% N), TSP (45% P2O5), &

KCl (50% K2O). Pupuk-pupuk yang dibutuhkan adalah:

Urea = 100 x 100 = 222 kg 45

45 x 100= 100 kg= 100 x 100= 200 kg 45 50

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Apabila pupuk yang tersedia adalah pupuk

majemuk, misalnya 20 – 0 –20 dan TSP

maka kebutuhan akan pupuk N dan K dapat diganti dengan pupuk majemuk tersebut sehingga yang diperlukan adalah:

TSP = 45 x 100 kg = 100 kg

45

Pupuk majemuk 20 –0 – 20 = 100 x 100 kg

20 = 500 kg

Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Kebutuhan unsur hara tanaman P dan K dapat

juga dinyatakan bukan dalam bentuk P2O5 atau K2O tetapi dalam bentuk unsur-unsur P dan K sendiri. Untuk menghitung P dalam bentuk P2O5 atau banyaknya K dalam bentuk K2O perlu diketahui berat atom dari masing-masing unsur tersebut.

Berat atom P = 31, berat atom K = 39, berat atom O = 16.

Banyaknya P dalam 45 kg P2O5

= 2 x 31_____ x 45 kg

(2 x 31) + (5 x 16)

= 62 x 45 kg = 19.6 kg 142Teti Arabia, dkk./Dasar-dasar Ilmu Tanah/Agt

Banyaknya K dalam 100 kg K2O= 2 x 39 x 200 kg

(2x39)+16

= 78 x 100 kg = 82.9 kg 94

Referensi

Dokumen terkait

Pada pupuk organik, untuk menambahkan kandungan jumlah unsur hara dilakukan dengan cara meningkatkan kadar unsur hara dalam pupuk, salah satu yang dilakukan dalam

Keuntungan dari pupuk anorganik dibandingkan pupuk organik yaitu unsur hara yang dikandung oleh pupuk anorganik (Urea) lebih cepat tersedia dan kandungan hara N lebih

Pupuk ini mempunyai keunggulan antara lain mudah larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman, kandungan unsur hara setiap butir pupuk merata, meningkatkan

Sutedjo dan Masriah (2007) menyatakan penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan kandungan unsur hara serta memperbaiki struktur tanah karena dapat merangsang

Arang sekam tidak dapat dikatakan sebagai pupuk organik karena tidak dapat menambah unsur hara dari kandungan yang terdapat didalamnya hanya saja memiliki kapasitas tukar kation

Karena : - Unsur hara yang diberikan melalui pupuk tidak bisa diurai oleh tanah kalo KTK tanah tidak normal - Juga … unsur hara yang diberikan melalui pupuk tidak bisa diserap akar

PUPUK HIJAU PUPUK HIJAU Pupuk Hijau adalah tanaman atau bagian yang masih muda, yang dibenamkan ke dalam tanah  menambah bahan organik dan unsur hara terutama nitrogen Pupuk Hijau

Akumulasi dari kandungan unsur hara tanah serta kandungan unsur hara pada pupuk cair hasil fermentasi eceng gondok yang diberikan tidak mampu memenuhi kebutuhan hara tanaman